Artikel Ilmiah : G1H011023 a.n. ANDREAS AGUNG RINEKSO

Kembali Update Delete

NIMG1H011023
NamamhsANDREAS AGUNG RINEKSO
Judul ArtikelPENGEMBANGAN PRODUK BISKUIT IKAN LELE ATAU BISKUIT IKAN NILA UNTUK BALITA KEKURANGAN ENERGI PROTEIN (KEP)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Biskuit merupakan produk makanan yang umumnya sering dijadikan sebagai makanan tambahan bagi balita khususnya yang mengalami Kekurangan Energi Protein (KEP). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk makanan tambahan dalam bentuk biskuit ikan lele dan ikan nila tinggi protein yang sesuai dengan kebutuhan balita KEP, memiliki tampilan, flavor dan aroma yang disukai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba terdiri dari 2 faktor yaitu: jenis daging ikan (S) yakni daging ikan lele (S1) dan daging ikan nila (S2); proporsi daging ikan : tepung terigu (P, b/b) sebesar 10% : 90% (P1); 20% : 80% (P2); 30% : 70% (P3), ada 6 kombinasi perlakuan yang diulang 3x sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Analisis variabel kimia menggunakan uji F (95%) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5% dan variabel sensorik menggunakan Uji Friedman dan dilanjutkan dengan Uji Banding Ganda 5%. Kombinasi perlakuan terbaik menggunakan Uji Indeks Efektivitas. Hasil perlakuan terbaik adalah biskuit S1P1 (jenis daging ikan lele dengan proporsi daging ikan : tepung terigu 10% : 90%) dengan kandungan energi sebesar 504,5 kkal/100g: kadar air 10,02%bb; kadar abu 2,53%bk; kadar lemak total 22,96%bk; kadar protein total 12,26%bk; kadar karbohidrat by difference 62,21%bk; warna 2,24 (kuning tua); tekstur 2,47 (agak remah); flavor 2,98 (agak enak); aroma 3,56 (agak amis); kesukaan 3,78 (suka). Biskuit hasil perlakuan terbaik (S1P1) memberikan persen (%) kecukupan energi bagi balita usia 1-3 tahun sebesar 28,73%-42,14% dan protein sebesar 25,59%-38,4% sehingga dapat dijadikan sebagai makanan tambahan bagi balita KEP usia 1-3 tahun.
Abtrak (Bhs. Inggris)Biscuit is a food product which often used as a food supplement for children especially with Protein Energy Malnutrition (PEM). This research aims to develop additional food products in the form of catfish and tilapia high protein biscuits according to nutritional needs of toddlers with PEM, has the colour, teksture, flavour and aroma are preferred. This study uses a randomized block design (RBD). There are two factors to be tested: the type of fish meat (S) meat catfish (S1) and tilapia fish meat (S2); proportion of fish meat: flour (P, b/b) by 10% : 90% (P1); 20% : 80% (P2); 30% : 70% (P3), there are 6 combination treatment was repeated 3 times to obtain 18 units experiment. Analysis of chemical variables using the F test (95%) and continued by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) 5% and sensory variables using the Friedman test and continued with Comparative Test Dual 5%. The best combination treatment use Effectiveness Index Test. The best treatment results is S1P1 biscuit ( catfish meat with the proportion of fish meat : flour 10% : 90%) with an energy content of 504.5 kcal/100g; 10.02%ww of water content; 2.53%dw of ash content; 22.96%dw of total fat content; 12.26%dw of total protein content; 62.21%dw of carbohydrate by difference; 2.24 of color (dark yellow); 2.47 of textures (rather crumbs); 2.98 of flavor (rather good); 3.56 of aroma (rather fishy); 3.78 of favorite (like). The best biscuit product (S1P1) give a percent (%) of energy sufficiency for toddlers aged 1-3 years at 28.73% - 42.14% and amounted to 25.59% - 38.4% protein, so it can be used as a food supplement for toddlers aged 1-3 years with PEM.
Kata kunciBiskuit, balita, KEP, lele, nila
Pembimbing 1Indah Nuraeni, S.TP., M.Sc
Pembimbing 2Friska Citra Agustia, S.TP., M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2016-02-17 09:13:05.852386
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.