Home
Login.
Artikelilmiahs
14169
Update
PUTRI HOLAW HENING PRATIWI
NIM
Judul Artikel
KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN PERTUMBUHAN GALUR KEDELAI POPULASI ALAM DAN POPULASI INTRODUKSI DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini melibatkan 104 genotipe kedelai yang dikelompokan menjadi dua populasi, yaitu populasi alam dan populasi introduksi. Populasi alam adalah hasil seleksi massa kedelai lokal, sedangkan populasi introduksi merupakan kedelai yang berasal dari daerah subtropis dan kedelai hasil silangan antara kedelai lokal dan kedelai subtropis. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon kedua populasi yang ditanam di Banyumas. Mengetahui karakter penunjang adaptabilitas populasi intoduksi dan menyeleksi sejumlah galur harapan untuk uji daya hasil lanjutan dan uji multi lokasi. Penelitian dilaksanakan di lahan petani, di Desa Karangwangkal, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2015. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan satu faktor yaitu 104 genotipe. Percobaan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati adalah komponen morfologi, komponen pertumbuhan, komponen reproduktif, komponen hasil, dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan Kedua populasi yang ditanam di Kabupaten Banyumas memberikan respon yang berbeda, umumnya populasi introduksi memiliki tinggi tanaman yang lebih pendek, bobot kering tajuk lebih ringan, jumlah buku batang utama lebih sedikit, umur berbunga lebih awal, kandungan klorofil lebih tinggi, laju senesen lebih lambat dan periode pengisian polong yeng lebih lama dibandingkan dengan populasi alam. Karakter yang dapat mendukung kedelai introduksi dapat beradaptasi dan memiliki hasil yang tinggi adalah tinggi tanaman (51-70 cm), umur mulai berbunga (35-40 hst), jumlah buku pada batang utama(≥13), jumlah polong(≥97), jumlah cabang (≥5) dan umur masak (≥75 hst). Berdasarkan karakter tersebut dipilih galur-galur dengan karakter unggul yaitu 2, 71, 74, 76, 41, 65, A343, SSD 301, A223 dan A10-2.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research involved 104 soybean genotypes were divided into two populations, namely local population and introduction population. Local populations was the selection mass of local soybeans, while the introduction population is subtropical soybeans and soybean lines from crosses of local soybean and subtropical soybean. This research aims to study response both populations were planted in Banyumas. Knowing the character that support adaptability of introduction population and selects a numbers of soybean lines for next experiment. This research was done in farmers fields, that’s located in Desa Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Central Java, starting from April to June 2015. The experimental design used was a randomized block design with 1 factor is 104 soybean lines. The experiment was repeated 3 times. The researches were made on variables of growth component, morphology component, reproductive component, yield components, and yield. The results showed that both populations had different response, generally the introduction population has shorter plant height, lighter dry shoot weight, less number node of main stem, early flowering, higher chlorophyll content, slower rate of senesen and longer pod filling period than the local population. Plant height (51-70 cm), number nodes of main stem (≥13), number of pods (≥97), number of branches (≥5), flowering age (35-40 das) and maturity age (≥75 das) is known as characters that support high yielding soybean. Based on that was selected soybean lines with superior character, they are 2, 71, 74, 76, 41, 65, A343, SSD 301, A223 and A10-2.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save