Artikel Ilmiah : A1C011075 a.n. GALUH MEIKA SWANDINI

Kembali Update Delete

NIMA1C011075
NamamhsGALUH MEIKA SWANDINI
Judul ArtikelANALISIS FINANSIAL USAHATANI
KACANG TANAH (Arachis Hypogaea, L.)
DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kecamatan Kembaran merupakan salah satu daerah penghasil kacang tanah di Kabupaten Banyumas yang memiliki luas panen terbesar yaitu 298 hektar. Kacang tanah di Kecamatan Kembaran berpotensi untuk dikembangkan karena dapat meningkatkan pendapatan petani. Sebagian besar petani kacang tanah belum mengetahui apakah secara finansial usahatani kacang tanah yang dijalankan sudah menguntungkan atau belum dan berapa tingkat keuntungan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan dalam usahatani kacang tanah di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, 2) Mengetahui titik impas atau BEP (Break Even Point), 3) Mengetahui apakah usahatani kacang tanah di Kecamatan Kembaran layak dijadikan sebagai usaha. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kramat dan Sambeng Kulon, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas pada 1 Agustus 2015 sampai 4 September 2015. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan jumlah sampel sebanyak 43 petani kacang tanah. Pengambilan sampel petani ditentukan dengan menggunakan metode stratified random sampling. Sampel terbagi kedalam 2 strata, yaitu pada strata 1 terdapat 37 petani dan strata 2 terdapat 6 petani. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C dan analisis Break Even Point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada usahatani kacang tanah produksi rata-rata luas lahan garapan 0,30 hektar selama satu musim tanam sebanyak 524,58 kg dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp3.331.207,28. Rata-rata penerimaan sebesar Rp5.808.895,35 dan pendapatan yang diterima sebesar Rp2.477.688,07. Nilai R/C mencapai 1,74, BEP produksi sebanyak 148,02 kg, BEP harga sebesar Rp6.519,44 dan BEP penerimaan sebesar Rp1.633.827,83.
Abtrak (Bhs. Inggris)Kembaran District is one of peanut producing areas in Banyumas which has the largest harvested area with 298 hectares. Peanuts in Kembaran District is potentially developable for increasing farmers income. Most peanut farmers do not yet know whether farming peanut run is financially benefitable or not, and how much profits are gained. This study aims to: 1) Determining the amount of production costs, revenues, and income from farming peanut in Kembaran District, Banyumas Regency, 2) Knowing break-even or BEP (Break Even Point), 3) Knowing whether farming peanut in Kembaran District is worth to serve as a business. This research was conducted in the village of Kramat and Sambeng Kulon, Kembaran District, Banyumas Regency on August 1st, 2015 until September 4th, 2015. The method used is the method of survey with a total sample of 47 peanut farmers. The sampling farmer is determined by using stratified random sampling method. The sample was divided into two stratum, the stratum 1 there were 37 farmers and stratum 2, there are 6 farmers. The analytical method used is the analysis of costs and revenues, the analysis of R/C and Break Even Point analysis. The results showed that the average production of farming peanut land area 0,30 hectare during the growing season as much as 524,58 kg of the total costs incurred by Rp3.331.207,28. The average revenue of Rp5.808.895,35 and income of Rp2.477.688,07. R/C value reached 1.74, BEP production as much as 148,02 kg, the BEP price of Rp6.519,44 and BEP revenue of Rp1.633.827,83.
Kata kunciAnalisis Finansial, Usahatani, Kacang Tanah, Kembaran
Pembimbing 1Ir. Sri Widarni, M.Si.
Pembimbing 2Ir. H. Adwi Herry K.E., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2016-02-18 10:31:39.406946
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.