Artikel Ilmiah : J1C020007 a.n. SRI NURUL HIDAYAH

Kembali Update Delete

NIMJ1C020007
NamamhsSRI NURUL HIDAYAH
Judul ArtikelEstetika Mono no Aware pada Kimono dalam Film Memoirs of a Geisha
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pada penelitian ini mengkaji bentuk representasi estetika mono no aware pada kimono dalam film Memoirs of a Geisha. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika Rolan Barthes dan konsep estetika mono no aware. Penelitian ini bertujuan mengurai relasi penandaan berupa denotasi, konotasi dan mitos yang berhubungan dengan konsep mono no aware pada motif kimono yang dikenakan oleh Satsu, Sayuri dan Pumpkin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi visual film dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif kimono dalam film mencerminkan nuansa mono no aware, memperkuat penggambaran emosi dan perjalanan hidup karakter utama. Motif seperti bunga sakura, bunga plum, dan pola seigaiha selain hiasan, juga merupakan simbol perubahan, harapan, dan melankolia yang menyertai hidup geisha. Analisis ini memperkaya pemahaman tentang bagaimana elemen visual dalam sinema dapat digunakan untuk merefleksikan nilai-nilai budaya Jepang yang mendalam.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aims to described the aesthetic representation of mono no aware in kimonos within the film Memoirs of a Geisha. The approach used in this study is Roland Barthes semiotics and the aesthetic concept of mono no aware. The research aims to unravel the relationships of signification, including denotation, connotation, and myth, related to the concept of mono no aware in the kimono motifs worn by Satsu, Sayuri, and Pumpkin. This study employs a qualitative method with data collection techniques that include visual observation of the film and descriptive analysis. The findings indicate that the kimono motifs in the film reflect the essence of mono no aware, enhancing the portrayal of emotions and the life journey of the main characters. Motifs such as cherry blossoms, plum blossoms, and seigaiha patterns serve not only as decorations but also as symbols of change, hope, and the melancholy that accompanies the lives of geishas. This analysis enriches our understanding of how visual elements in cinema can be used to reflect profound cultural values in Japan.
Kata kunciMono no aware, kimono, Memoirs of a Geisha, estetika Jepang
Pembimbing 1Muammar Kadafi, S.S., M.A.
Pembimbing 2Diana Puspitasari, S.S., M.A.
Pembimbing 3-
Tahun2024
Jumlah Halaman5
Tgl. Entri2024-11-25 09:04:49.981014
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.