Artikelilmiahs
Menampilkan 41.981-42.000 dari 48.851 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 41981 | 45309 | A1F019087 | Pengaruh Jenis Gula dan Hidrokoloid Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia, dan Sensori Permen Susu Durian | Durian adalah tanaman buah asli Asia Tenggara dengan pusat keanekaragaman tertinggi berada di pulau Kalimantan dan hingga saat ini sudah diketahui sekitar 29 spesies dari genus Durio. Durian bersifat perishable (mudah rusak) sehingga memiliki umur konsumsi singkat. Durian biasanya dijual buahnya namun ada juga durian yang diolah menjadi sebuah produk. Salah satu bahan yang dapat dikombinasikan yaitu susu. Susu dan durian dapat diolah menjadi permen susu yang memiliki cita rasa khas durian. Namun untuk mendapat permen susu durian dengan karakteristik yang baik, perlu ditentukan komponen penyusunnya dengan formulasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui penggunaan jenis gula terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori permen susu durian. 2) mengetahui penggunaan jenis hidrokoloid terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori permen susu durian. 3) menentukan kombinasi perlakuan yang tepat untuk menghasilkan permen susu durian dengan sifat fisikokimia dan sensoris terbaik. Penellitian ini dilakukan dengan metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor yang diamati yaitu jeni gula (G) yang terdiri dari G1 (gula pasir tebu), G2 (gula kelapa cetak), G3 (gula aren cetak), serta jenis hidrokoloid (H) yang terdiri dari H1 (kappa karagenan), H2 (gelatin sapi), H3 (agar) sehingga dihasilkan 9 kombinasi perlakuan dan jumlah pengulangan yang dilakukan sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari variabel fisikokimia yang meliputi kadar air, kadar abu, dan kadar gula reduksi, serta variabel sensori yang meliputi warna, rasa manis, kekenyalan, aroma durian, dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jenis gula berbeda memberikan pengaruh terhadap variabel fisikokimia dan variabel sensori permen susu durian. Jenis hidrokoloid berpengaruh terhadap variabel fisikokimia dan variabel sensori permen susu durian. Interaksi antara jenis gula dan jenis hidrokoloid tidak berpengaruh terhadap variabel fisikokimia. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu G1H2 (gula pasir tebu, gelatin sapi) dengan kadar air 13,64%, kadar abu 2,09%, kadar gula reduksi 14,48%, serta penilaian sensori warna 4,40 (kuning kecoklatan), rasa manis 3,61 (manis), kekenyalan 4,07 (kenyal), aroma durian 3,43 (agak kuat), kesukaan 3,81 (suka). | Durian is a fruit plant native to Southeast Asia with the highest centre of diversity on the island of Borneo and to date about 29 species of the genus Durio are known. Durian is perishable so it has a short consumption life. Durian is usually sold as fruit but there are also durians that are processed into a product. One of the ingredients that can be combined is milk. Milk and durian can be processed into milk candy that has a distinctive durian flavour. However, to get durian milk candy with good characteristics, it is necessary to determine the constituent components with the right formulation. This study aims to 1) determine the use of sugar types on the physicochemical and sensory characteristics of durian milk candy. 2) determine the use of hydrocolloids on the physicochemical and sensory characteristics of durian milk candy. 3) determine the right combination of treatments to produce durian milk candy with the best physicochemical and sensory properties. This research was conducted using the experimental method. The experimental design used was Factorial Randomised Group Design (RAK). The factors observed were the type of sugar (G) consisting of G1 (sugar cane), G2 (printed coconut sugar), G3 (printed palm sugar), and the type of hydrocolloid (H) consisting of H1 (kappa carrageenan), H2 (bovine gelatin), H3 (agar) resulting in 9 treatment combinations and the number of repetitions carried out 3 times. The variables observed in this study consisted of physicochemical variables including moisture content, ash content, and reducing sugar content, as well as sensory variables including colour, sweetness, chewiness, durian aroma, and liking. The results showed that the use of different types of sugar influenced the physicochemical variables and sensory variables of durian milk candy. The type of hydrocolloid influenced the physicochemical variables and sensory variables of durian milk candy. The interaction between sugar type and hydrocolloid type had no effect on physicochemical variables. The best treatment combination was G1H2 (sugar cane, cow gelatin) with moisture content of 13.64%, ash content of 2.09%, reducing sugar content of 14.48%, and sensory assessment of colour 4.40 (brownish yellow), sweetness 3.61 (sweet), chewiness 4.07 (chewy), durian aroma 3.43 (slightly strong), and liking 3.81 (like). | |
| 41982 | 45314 | D1A020069 | Ukuran Statistik Vital dan Performa Produksi Sapi Peranakan Ongole Kebumen | Penelitian ini bertujuan mengetahui dan membandingkan ukuran statistik vital dan performa produksi sapi Peranakan Ongole (PO) di Kebumen dengan ukuran Standar Nasional Indonesia (SNI) 2020 serta menganalisis pengaruh umur dan jenis kelamin terhadap bobot badan ternak sapi PO. Penelitian ini menggunakan data sekunder ukuran tubuh sapi PO di Kebumen yang dianalisis menggunakan independent sampel t-test dan regresi dengan variabel dummy. Hasil penelitian menunjukkan ukuran statistik vital sapi PO Kebumen betina umur 12 bulan, betina umur 18 bulan, dan jantan umur 12 bulan dengan ukuran rata-rata tinggi pundak, lingkar dada, dan panjang badan berdasarkan umur berturut-turut yaitu betina umur 12 bulan dengan ukuran 119,41 ± 4,47 cm, 137,73 ± 9,06 cm, dan 115,69 ± 6,51 cm, betina umur 18 bulan dengan ukuran 127,52 ± 5,28 cm, 152,67 ± 12,4 cm, dan 126 ± 7,05 cm, dan jantan umur 12 bulan dengan ukuran 124,35 ± 4,98 cm, 144,58 ± 11,34 cm, dan 122,51 ± 7,83 cm. Rata-rata tinggi pundak, lingkar dada, dan panjang badan sapi PO Kebumen dibandingkan dengan ukuran SNI 2020 yang diuji menggunakan uji-t independent sampel t-test yang menunjukkan p adalah 0,001 < 0,05, maka artinya ukuran statistik vital sapi PO Kebumen lebih tinggi dengan perbedaan yang signifikan terhadap ukuran sapi PO SNI 2020. Hasil analisis pengaruh umur dan jenis kelamin terhadap bobot badan ternak sapi PO Kebumen dengan rata-rata umur 18,19 ± 5,15 bulan dan rata-rata bobot 327,44 ± 113,78 kg yang dianalisi dengan regresi berganda variabel dummy menunjukkan P< 0,05 atau 0,009 <0,05 yang artinya umur dan jenis kelamin ternak berpengaruh nyata terhadap bobot badan ternak sapi PO, dengan persamaan regresi Y = 14,959 + 15,790 X1 + 50,474 D, artinya setiap pertambahan 1 bulan umur sapi diikuti pertambahan bobot sebanyak 15,790 kg, bobot badan sapi PO jantan lebih tinggi 50,474 kg dari sapi PO betina. | This research aims to determine and compare the vital statistics and production performance of Ongole Peranakan (PO) cattle in Kebumen with the 2020 Indonesian National Standard (SNI) and to analyze the effect of age and sex on the body weight of PO cattle. This research uses secondary data on body size of PO cattle in Kebumen which is analyzed using independent sample t-test and regression with dummy variables. The results of the research show the vital statistics of PO Kebumen female cattle aged 12 months, females aged 18 months, and males aged 12 months with the average size of shoulder height, chest circumference and body length based on age respectively, namely females aged 12 months with measurements 119.41 ± 4.47 cm, 137.73 ± 9.06 cm, and 115.69 ± 6.51 cm, 18 month old female with dimensions 127.52 ± 5.28 cm, 152.67 ± 12.4 cm, and 126 ± 7.05 cm, and 12 month old males measuring 124.35 ± 4.98 cm, 144.58 ± 11.34 cm, and 122.51 ± 7.83 cm. The average shoulder height, chest circumference and body length of PO Kebumen cattle were compared with the 2020 SNI size which was tested using the independent sample t-test which showed p was 0.001 < 0.05, meaning that the vital statistics size of PO Kebumen cattle was higher. high with a significant difference to the size of PO SNI 2020 cattle. The results of the analysis of the influence of age and sex on the body weight of PO Kebumen cattle with an average age of 18.19 ± 5.15 months and an average weight of 327.44 ± 113.78 kg which was analyzed using multiple regression dummy variables showed P< 0.05 or 0.009 <0.05, which means that the age and sex of the animal have a significant effect on the body weight of PO cattle, with the regression equation Y = 14.959 + 15.790 kg, the body weight of male PO cattle is 50.474 kg higher than female PO cattle. | |
| 41983 | 45317 | I1C020022 | FORMULASI TABLET HISAP DAUN SAGA (Abrus Precatorius L.) DENGAN VARIASI SODIUM STARCH GLYCOLATE (SSG) | Daun Saga (Abrus precatorius L.) memiliki aktivitas antibakteri dalam mengobati sariawan yang diformulasikan sebagai tablet hisap. Bahan penghancur yang ditambahkan pada formulasi tablet hisap dapat mempercepat waktu melarut tablet, sehinggga mempercepat efikasi dan meningkatkan kenyamanan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi disintegran sodium starch glycolate (SSG) yang dapat menghasilkan tablet hisap ekstrak daun saga sifat fisik yang memenuhi syarat. Formulasi tablet hisap dengan variasi konsentrasi SSG sebesar FI (2%), FII (4%), dan FIII (8%) dengan metode granulasi basah. Hasil penelitian menunjukkan FII dengan konsentrasi SSG sebesar 4% merupakan formulasi terpilih karena memenuhi semua persyaratan sifat fisik granul dan tablet hisap dengan waktu melarut 11,38 menit. | Saga leaves (Abrus precatorius L.) have antibacterial activity in treating canker sores which are formulated as lozenges. Disintegrants added to the lozenge formulation can accelerate the dissolves time of the tablet, thereby accelerating efficacy and increasing patient comfort. The purpose of this study was to determine the concentration of sodium starch glycolate (SSG) disintegrant that can produce saga leaf extract lozenges with physical properties that meet the requirements. Formulation of lozenges with varying SSG concentrations of FI (2%), FII (4%), and FIII (8%) using the wet granulation method. The research results showed that FII with an SSG concentration of 4% was the selected formulation because it met all the requirements for the physical properties of granules and lozenges with a dissolving time of 11.38 minutes. | |
| 41984 | 45319 | D1A020114 | Produksi Laktosa dan Total Solid Susu Kambing Perah yang Disuplementasi Tepung Lemna sp. pada Pakan Basal Berkromium | Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh suplementasi tepung lemna pada pakan basal kambing perah yang mengandung mineral Chromium terhadap produksi laktosa dan total solid susu kambing perah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2024 di Peternakan Kambing Perah Mendha Adhikara Farm, Jln. Brawijaya, Dusun 1, Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Laboratorium Produksi Ternak Perah Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Materi yang digunakan 18 ekor kambing sapera betina (laktasi 1, 2, dan 3) dengan rataan bobot badan 40 ± 3,56 kg, pakan basal yang diberikan sebanyak 4% BK/kg BB. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok pola split plot. Perlakuan terdiri atas: R0 sebagai pakan basal (40% konsentrat + 60% hijauan) + Chromium 1,5 ppm dan R1 (R0 + tepung lemna sp. 2%). Data penelitian dianalisis dengan analisis variansi dan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung lemna 2% pada R1 berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap peningkatan produksi laktosa dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan produksi total solid susu. Rataan produksi laktosa: R0 sebesar 60,38 ± 10,78 gram/ekor/hari dan R1 sebesar 80,05 ± 18,61 gram/ekor/hari. Rataan produksi total solid: R0 sebesar 216,42 ± 33,71 gram/ekor/hari dan R1 sebesar 275,01 ± 53,73 gram/ekor/hari. Kesimpulan, suplementasi Lemna sp. 2% (main plot) dalam pakan basal berkromium pada kambing perah dapat meningkatkan produksi laktosa dan total solid susu kambing perah. Periode laktasi (sub plot) dan interaksi antara Lemna sp. dengan periode laktasi tidak berpengaruh terhadap peningkatan produksi laktosa dan total solid susu kambing perah. | The study aimed to examine the effect of lemna flour supplementation on dairy goat basal feed containing chromium mineral on lactose production and total solid milk of dairy goats. The research was carried out in March – June 2024 at the Mendha Adhikara Farm Dairy Goat Farm, Jln. Brawijaya, Hamlet 1, Banjaranyar, Sokaraja District, Banyumas Regency, Dairy Production Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University. The material used was 18 female sapera goats (lactation 1, 2, and 3) with an average body weight of 40 ± 3.56 kg, basal feed was given as much as 4% DM/kg BW. The research method uses a random design of split plot pattern groups. The treatment consisted of: R0 as basal feed (40% concentrate + 60% forage) + Chromium 1.5 ppm and R1 (R0 + lemna flour sp. 2%). The research data was analyzed by variance analysis and further tests using the Duncan Multiple Range Test. The results showed that the supplementation of 2% lemna flour in R1 had significant effect (P<0.05) on increasing lactose production and had significant effect (P<0.01) on increasing total milk solid production. Average lactose production: R0 is 60.38 ± 10.78 grams/head/day and R1 is 80.05 ± 18.61 grams/head/day. Average solid total production: R0 is 216.42 ± 33.71 grams/head/day and R1 is 275.01 ± 53.73 grams/head/day. In conclusion, Lemna sp. 2% (main plot) in chromium basalt feed in dairy goats can increase lactose production and total milk solids in dairy goats. The lactation period (sub-plot) and the interaction between Lemna sp. with a lactation period has no effect on the increase in lactose production and total solid milk of dairy goats. | |
| 41985 | 45318 | C1L017011 | PENGARUH LEARNING MANAGEMNT SYSTEM (LMS) ELDIRU DAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, serta menguji Pengaruh Learning Management System (LMS) eLDirU dan Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi tahun 2021-2022 yang berjumlah 94 mahasiswa, dengan Nonprobability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk menjadi sampel. Sumber data penelitian ini didapatkan dari kuesioner penelitian, buku, serta artikel atau jurnal ilmiah yang terpublikasi. Kuesioner penelitian disajikan dalam bentuk kuesioner tertutup menggunakan skala likert. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu uji validitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji koefien determinasi (R^2), regresi linear berganda, uji statistik F, dan uji statistik t. Data kuesioner penelitian ditransformasi menjadi data interval menggunakan Method of Successive Intervals (MSI) berbantuan Microsoft Excel, dan analisis data menggunakan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Learning Management System (LMS) eLDirU berengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa. 2) Model Pembelajaran Project Based Learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa. 3) Learning Management System (LMS) eLDirU dan Model Pembelajaran Project Based Learning berengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini yaitu : 1) Desain LMS eLDirU selalu konsisten dalam penggunaanya sehingga diharapkan dapat membuat motivasi belajar mahasiswa menjadi meningkat. 2) Dosen diharapkan turut membantu kemampuan mahasiswa dalam membuat kesimpulan dari sebuah projek terutama ketika pembelajaran dengan menggunakan metode PjBL. | This study is a quantitative research aimed at determining, analyzing, and testing the Influence of the Learning Management System (LMS) eLDirU and the Project Based Learning Model on Student Learning Motivation. The population in this study consisted of 94 students majoring in Economic Education in the academic year 2021-2022. Nonprobability Sampling was used as a technique for sample selection, which does not provide equal opportunity for every element or member of the population to become a sample. The data sources for this research included research questionnaires, books, as well as published scholarly articles or journals. The research questionnaire was presented in the form of a closed questionnaire using a Likert scale. The data analysis techniques employed in this study included validity testing, normality testing, multicollinearity testing, heteroskedasticity testing, coefficient of determination (R^2), multiple linear regression, F-test statistics, and t-test statistics. The questionnaire data were transformed into interval data using the Method of Successive Intervals (MSI) assisted by Microsoft Excel, and the data analysis was performed using SPSS version 26. The results of the study show that: 1) the eLDirU Learning Management System (LMS) has a positive and significant effect on student learning motivation. 2) The Project Based Learning Learning Model has a positive and significant effect on Student Learning Motivation. 3) The eLDirU Learning Management System (LMS) and the Project Based Learning Learning Model have a positive and significant impact on student learning motivation. The implications of this study are: 1) The design of eLDirU LMS is always consistent in its use so that it is expected to increase student learning motivation. 2) Lecturers are expected to help students' ability to make conclusions from a project, especially when learning using the PjBL method.. | |
| 41986 | 45320 | D1A020053 | PRODUKTIVITAS AYAM PETELUR STRAIN LOHMANN BROWN DENGAN TINGKAT UMUR YANG BERBEDA DI DESA SUMBERBOTO, KEC. WONOTIRTO, KAB. BLITAR | Kegiatan magang bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkatan perbedaan umur terhadap performa ayam petelur (HDP (hen day production), FCR (feed conversion ratio), dan Mortalitas) di Desa Sumberboto, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar. Populasi ayam sebanyak 5.347 ekor dari strain Lohmann Brown yang terbagi menjadi 3 kelompok umur yaitu 40-55 minggu, 78-93 minggu, dan 91-106 minggu. Observasi dilakukan dalam kegiatan magang menggunakan Analisis Varians 3 perlakuan dengan 4 ulangan. Faktor perlakuan berupa umur yang berbeda terdiri dari perlakuan 1 (40-55 minggu), perlakuan 2 (78-93 minggu) dan perlakuan 3 (91-106 minggu). Hasil pengamatan dalam kegiatan magang menunjukkan bahwa tingkatan umur ayam petelur berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap Hen Day Production dan Feed Conversion Ratio. Hen day production dan feed conversion ratio terbaik terdapat pada umur ayam muda pada perlakukan 1 (40-55 minggu) sebesar (HDP 95,48% dan FCR 2,05). Sebaliknya, hen day production dan feed conversion ratio terburuk terdapat paka umur ayam tua yaitu perlakuan 3 (91-106 minggu) sebesar (HDP 65,25% dan FCR 2,68). Kesimpulan: Ayam umur muda (40-55 minggu) memiliki performa produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan ayam yang umurnya lebih tua (78-93 dan 91-106 minggu). Namun, perngaruh umur ayam tidak memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas (P>0,05). | The internship activity aims to determine the effect of age differences on the performance of laying hens (HDP (hen day production), FCR (feed conversion ratio), and Mortality) in Sumberboto Village, Wonotirto District, Blitar Regency. The chicken population is 5,347 from the Lohmann Brown strain which is divided into 3 age groups, namely 40-55 weeks, 78-93 weeks, and 91-106 weeks. Observations were made during the internship using Analysis of Variance 3 treatments with 4 replications. The treatment factors in the form of different ages consist of treatment 1 (40-55 weeks), treatment 2 (78-93 weeks) and treatment 3 (91-106 weeks). The results of observations during the internship activity showed that the age level of laying hens had a very significant effect (P <0.01) on Hen Day Production and Feed Conversion Ratio. The best hen day production and feed conversion ratio were found in young chickens in treatment 1 (40-55 weeks) with (HDP 95.48% and FCR 2.05). On the other hand, the worst hen day production and feed conversion ratio were found in old chickens in treatment 3 (91-106 weeks) with (HDP 65.25% and FCR 2.68). Conclusion: Young chickens (40-55 weeks) had higher production performance compared to older chickens (78-93 and 91-106 weeks). However, the effect of chicken age did not have a significant effect on mortality (P>0.05). | |
| 41987 | 45323 | A1D020119 | Penghematan Pupuk Anorganik pada Tanaman Kailan Hidroponik Wick System menggunakan Pupuk Organik Cair | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jenis formula POC, pengurangan konsentrasi AB mix, dan interaksi antara kedua faktor perlakuan terhadap pertumbuhan, fisiologi, dan hasil tanaman kailan pada hidroponik wick system. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah jenis formula POC yang terdiri dari tanpa POC, POC urine kelinci + daun kipait, POC urine kelinci + daun trembesi, dan POC urine kelinci + tanaman azolla. Faktor kedua adalah pengurangan konsentrasi AB mix yang terdiri dari pengurangan konsentrasi AB mix 0%, 25%, dan 50%. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, tingkat kehijauan daun, kandungan klorofil, kerapatan stomata, lebar bukaan stomata, panjang akar, volume akar, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot segar tanaman, bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan bobot kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis formula POC dan pengurangan konsentrasi AB mix, serta interaksi antara kedua faktor perlakuan memberikan pengaruh terhadap variabel pertumbuhan, fisiologi, dan hasil tanaman kailan pada hidroponik wick system. Interaksi perlakuan POC urine kelinci + daun trembesi dan pengurangan konsentrasi AB mix 25% dapat dijadikan alternatif dalam budidaya kailan secara hidroponik. | The research aims to determine the effect of giving the type of POC formula, reducing the concentration of AB mix, and their interaction on the growth, physiology, and yield of kailan plants in the hydroponic wick system. This research used a Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of two factors. The first factor is the type of POC formula consisting of No POC, rabbit urine + kipait leaves POC, rabbit urine + trembesi leaves POC, and rabbit urine + azolla plants POC. The second factor is the reduction of AB mix concentration consisting of 0%, 25%, and 50% AB mix concentration reduction. The variables observed were plant height, number of leaves, leaf area, leaf greenness, chlorophyll content, stomatal density, stomatal opening width, root length, root volume, crown fresh weight, root fresh weight, plant fresh weight, crown dry weight, root dry weight, and plant dry weight. The results showed that giving the type of POC formula, reducing the concentration of AB mix, and their interaction influenced the growth, physiology, and yield of kailan plants in the hydroponic wick system. The interaction of rabbit urine + trembesi leaves POC and reducing the concentration of AB mix by 25% can be used as an alternative in hydroponic kailan cultivation. | |
| 41988 | 45324 | A1D020120 | Pengaruh Konsentrasi AB Mix dan Jenis POC terhadap Pertumbuhan, Fisiologi, dan Hasil Tanaman Pakcoy pada Sistem Hidroponik NFT | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi AB Mix, jenis POC, serta interaksi konsentrasi AB Mix dan jenis POC terhadap pertumbuhan, fisiologi, dan hasil tanaman pakcoy hidroponik NFT. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (split plot) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi AB Mix yang terdiri dari dua taraf yaitu konsentrasi AB Mix 100% dan konsentrasi AB Mix 50%. Faktor kedua adalah jenis POC yang terdiri dari tanpa POC, POC urine kelinci + tanaman azolla, POC urine kelinci + daun trembesi, serta POC urine kelinci + daun kipahit. Variabel yang diamati pada penelitian ini, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, tingkat kehijauan daun, kandungan klorofil, kerapatan stomata, lebar bukaan stomata, diameter batang, diameter bonggol, panjang akar, volume akar, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot tanaman segar, bobot tajuk kering, bobot akar kering, dan bobot tanaman kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi AB Mix dan jenis POC memberikan pengaruh pada pertumbuhan, fisiologi, dan hasil tanaman pakcoy hidroponik NFT. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan konsentrasi AB Mix dan jenis POC terhadap pertumbuhan, fisiologi, dan hasil tanaman pakcoy hidroponik NFT. | The study aims to determine the effect of AB Mix concentration, POC type, and the interaction of AB Mix concentration and POC type on the growth, physiology, and yield of NFT hydroponic pakcoy plants. This study used a split plot design with two treatment factors. The first factor was AB Mix concentration, which consisted of two levels, namely 100% AB Mix concentration and 50% AB Mix concentration. The second factor was the type of POC, which consists of no POC, rabbit urine + azolla plants POC, rabbit urine + trembesi leaves POC, and rabbit urine + kipahit leaves POC. The variables observed in this study included plant height, number of leaves, leaf area, leaf greenness, chlorophyll content, stomatal density, stomatal opening width, stem diameter, stump diameter, root length, root volume, fresh crown weight, fresh root weight, fresh plant weight, dry crown weight, dry root weight, and dry plant weight. The results showed that the treatment of AB Mix concentration and type of POC had a significantly different effect on the growth, physiology, and yield of NFT hydroponic pakcoy plants. There was no interaction between the treatment of AB Mix concentration and type of POC on the growth, physiology, and yield of NFT hydroponic pakcoy plants. | |
| 41989 | 45321 | C1A020001 | Pengaruh Dana Dekonsentrasi, dan Dana Perimbangan Terhadap Angka Harapan Hidup di Indonesia | Penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh dari adanya pembiayaan kesehatan terhadap kondisi kesehatan masayrakat. Pembiayaan kesehatan digambarkan melalui variabel Dana Dekonsentrasi, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik, dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembaku (DBH CHT), sedangkan variabel kesehatan masayrakat digambarkan melalui indikator Angka Harapan Hidup (AHH). Metode yang digunakan adalah linear regresi berganda guna melihat pengaruh variable pembiayaan Kesehatan terhadap tingkat AHH. Fokus penelitian yakni pada periode 2017 hingga 2022 di 16 provinsi terkait, dengan melihat data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Kesehatan, dan berbagai sumber resmi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama seluruh variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Secara parsial Dana Dekonsentrasi Kesehatan berpengaruh signifikan secara negatif, DAK Fisik dan Nonfisik tidak berpengaruh secara signifikan, dan DBH CHT berpengaruh signifikan secara positif terhadap peningkatan Angka Harapan Hidup di Indonesia. Penelitian menunjukkan dari adanya pembiayaan Kesehatan yang secara total meningkat, namun ditemukan ketidakmerataan pada setiap provinsi. Dalam hal ini, diperlukan perbaikan penyaluran dan pelaksanaannya agar mampu meningkatkan efektivitas dan pencapaian target kesehatan nasional. | The study was conducted to see the effect of health financing on community health conditions. Health financing is described through the variables of Deconcentration Fund, Special Allocation Fund (DAK) Physical, Special Allocation Fund (DAK) Nonphysical, and Revenue Sharing Fund of Tobacco Excise (DBH CHT), while the public health variable is described through the indicator of Life Expectancy Rate (AHH). The method used is linear multiple regression to see the effect of health financing variables on the level of AHH. The focus of the research is on the period 2017 to 2022 in 16 related provinces, by looking at secondary data from the Central Statistics Agency (BPS), the Ministry of Health, and various other official sources. The results showed that jointly all independent variables had an effect on the dependent variable. Partially, the Deconcentration Fund for Health has a significant negative effect, DAK Physical and Nonphysical have no significant effect, and DBH CHT has a significant positive effect on increasing Life Expectancy in Indonesia. The research shows that the total health financing has increased, but there are inequalities in each province. In this case, it is necessary to improve the distribution and implementation in order to increase the effectiveness and achievement of national health targets. | |
| 41990 | 45326 | A1D020036 | PENGARUH BIOCHAR DAN PUPUK N-P-K TERHADAP KERAGAMAN DAN JUMLAH MIKROORGANISME DALAM MEDIA TANAM BIBIT AREN (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaplilkasian biochar dan pupuk N-P-K terhadap keragaman dan jumlah mikroorganisme yang terdapat dalam media tanam. Penelitian dilaksanakan di laboratorium agroekologi Fakultas Pertanian Unsoed dengan rancangan percobaan yaitu rancangan percobaan petak terbagi (split-plot) dengan 2 faktor dan 3 taraf. Faktor pertama, dosis biochar, yaitu tanpa biochar (B0), 200 g biochar/tanaman (B2), dan 400 g biochar/tanaman (B2). Faktor kedua, dosis pupuk N-P-K, yaitu tanpa pupuk N-P-K (P0), 50% dosis rekomendasi (P1), dan 100 % dosis rekomendasi (P2). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu kerakterisasi (bentuk, elevasi, dan margin) mikroorganisme dan jumlah mikroorganisme dalam media tanam. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu perlakuan 400 g biochar/tanaman dan 50% dosis pupuk N-P-K rekomendasi memiliki jumlah mikroorganisme terbanyak dan paling beragam dibandingkan dengan perlakuan lain yaitu 1,52 x 107 CFU/ml dengan diduga 9 jenis mikroorganisme berbeda, yang menunjukan bahwa dosis biochar yang tinggi dan pupuk N-P-K yang minim menghasilkan jumlah mikroorganisme dan keragaman mikroorganisme yang tinggi dalam media tanah. | This research aims to determine the effect of applying biochar and N-P-K fertilizer on the diversity and number of microorganisms in the planting medium. The study was carried out in the agroecology laboratory, Faculty of Agriculture, Unsoed, with an experimental design, namely a split-plot experimental design with 2 factors and 3 levels. The first factor, is biochar dose, namely without biochar (B0), 200 g biochar/plant (B2), and 400 g biochar/plant (B2). The second factor, is the dose of N-P-K fertilizer, namely without N-P-K fertilizer (P0), 50% of the recommended dose (P1), and 100% of the recommended dose (P2). The variables observed in this research are microorganisms' character (shape, elevation, and margin) and the number of microorganisms in the planting medium. The research results obtained were that the treatment of 400 g biochar/plant and 50% recommended dose of N-P-K fertilizer had the highest and most diverse number of microorganisms compared to other treatments, namely 1.52 x 107 CFU/ml with allegedly 9 different types of microorganisms, which shows that the biochar dose high levels and minimal N-P-K fertilizer produce high numbers of microorganisms and microorganisms' diversity in the soil media. | |
| 41991 | 45325 | H1E020029 | Rancang Ulang Alat Knapsack Sprayer Elektrik Menggunakan Pendekatan Biomekanika Pada Petani Di Desa Wirakanan | Berdasarkan pekerjaan yang dilakukan petani terdapat ancaman bahaya MSDs, salah satunya pada saat melakukan pekerjaan penyemprotan pestisida menggunakan alat knapsack sprayer elektrik yang menyebabkan keluhan nyeri bahu dan nyeri punggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi keluhan nyeri bahu dan nyeri punggung pada petani dengan melakukan perancangan ulang terhadap alat knapsack sprayer elektrik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu nordic body map yang digunakan untuk mengetahui keluhan awal, REBA untuk menganalisis postur tubuh, dan analisis biomekanika. Hasil dari perhitungan metode yang digunakan dan data antropometri dijadikan sebagai acuan dalam perancangan alat tersebut. Adapun usulan ukuran untuk peracangan alat tersebut, yaitu bantalan strep tali gendong dengan ukuran lebar 8 cm dan panjang 45 cm dengan panjang keseluruhan 90 cm. pada bantalan punggung dengan lebar 29 cm dan tebal 3 cm. pada bagain pinggun terdapat bantalan pinggul dengan ketebalan 3 cm dan lebar 29 cm dan juga terdapat bantalan samping pada pinggul dengan ukuran lebar 10 cm dan panjang 52 cm yang dapat disesuaikan untuk mengurangi nyeri karena beban yang terpusat. | The work of farmers has revealed the presence of musculoskeletal disorders (MSDs) hazards, including those associated with the use of electric knapsack sprayers for pesticide application. This practice has been identified as a source of shoulder and back pain among farmers. The objective of this study is to reduce the prevalence of shoulder pain and back pain among farmers by redesigning the electric knapsack sprayer. The methodology employed in this study comprises the utilisation of the Nordic Body Map for the initial assessment of symptoms, the REBA method for the analysis of posture, and a biomechanical investigation. The results of the calculations and the anthropometric data are employed as a reference for the tool's design. In regard to the proposed dimensions for the tool's design, these include a carrying strap streak pad measuring 8 cm in width and 45 cm in length, with an overall length of 90 cm; and a back cushion with a width of 29 cm and a thickness of 3 cm. In regard to the posterior aspect of the apparatus, hip pads are present with a thickness of 3 cm and a width of 29 cm. Additionally, side pads are located on the hips with a width of 10 cm and length of 52 cm, which can be adjusted to mitigate discomfort caused by a concentrated load. | |
| 41992 | 45327 | I1D020044 | EFEKTIVITAS INTERVENSI SENAM AEROBIK DAN PEMBATASAN MINUMAN MANIS TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL | Latar Belakang : Hiperkolesterolemia mulai dijumpai pada usia muda dan bermanifestasi pada penyakit jantung iskemik hingga berujung kematian. Senam aerobik dan pembatasan minuman manis diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol total. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam aerobik dan pembatasan minuman manis dalam menurunkan kadar kolesterol total. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode true experimental randomized control pre-test post-test group design. Sejumlah 42 mahasiswi usia 19-23 tahun, memiliki kadar kolestetol total >190 mg/dL, tidak sedang menjalankan diet khusus dan tidak mengonsumsi obat penurun kolesterol dibagi menjadi tiga kelompok yakni kelompok senam aerobik, pembatasan minuman manis, dan kontrol. Pemeriksaan kolesterol menggunakan metode hand prick sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi diberikan selama 4 minggu berupa senam aerobik 8 kali pada kelompok senam, pembatasan minuman manis maksimal 236 mL/hari pada kelompok pembatasan minuman manis, dan kelompok kontrol tidak diberi intervensi. Analisis statistik uji paired t-test dan ANOVA one way menggunakan SPSS versi 26.0 dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil Penelitian : Sebanyak 71,4% responden tinggal di kost dan 90,5% memiliki kualitas tidur yang buruk. Kadar kolesterol total pada kelompok senam aerobik mengalami penurunan sebesar 32,71±34,76 mg/dL dan kelompok pembatasan minuman manis 16,21±17,54 mg/dL. Terdapat pengaruh intervensi senam aerobik terhadap kadar kolesterol total (p=0,004). Terdapat pengaruh intervensi pembatasan minuman manis terhadap kadar kolesterol total (p=0,004). Terdapat perbedaan rata-rata perubahan kadar kolesterol total ketiga kelompok dengan penurunan terbesar pada kelompok senam aerobik (p= 0,012). Kesimpulan : Intervensi senam aerobik dan pembatasan minuman manis dapat menurunkan kadar kolesterol total. Intervensi yang paling efektif menurunkan kadar kolesterol total adalah senam aerobik. | Background: Hypercholesterolemia began to be found in young age and manifests in ischemic heart disease, leading to death. Aerobic exercise and restriction of sugar sweetened beverages (SSB) have been shown to reduce total cholesterol levels. The study’s aimed is to determine the effectiveness of aerobic exercise and restriction of SSB in reducing total cholesterol levels. Methods: True experimental randomized control pre-test post-test group design. A total of 42 female college students aged 19-23 years old with total cholesterol levels >190 mg/dL, who were not on a special diet or cholesterol lowering drugs, were randomized into three groups: aerobic exercise, SSB restriction, and control. Cholesterol levels are measured using the hand prick method before and after intervention. The intervention lasted 4 weeks and consisted of aerobic exercise 8 times for the aerobic group, a maximum of 236 mL of SSB per day for the SSB restriction group, and no intervention for the control group. SPSS version 26.0 is used for statistical analysis of paired t-test and one way ANOVA at a 95% confidence level. Result : A total of 71.4% of respondents lived in boarding houses and 90.5% had poor sleep quality. Aerobic exercise reduced total cholesterol levels by 32.71 ± 34.76 mg/dL, whereas SSB restriction reduced total cholesterol levels by 16.21 ± 17.54 mg/dL. There was a an effect of aerobic exercise intervention on total cholesterol levels (p=0.004). There was an effect of SSB restriction intervention on total cholesterol levels (p=0.004). The results of the one-way ANOVA test revealed differences in the average changes in total cholesterol levels of the three groups, with the aerobic exercise group experiencing the greatest decrease (p= 0.012). Conclusion : Aerobic exercise interventions and SSB restriction can lower total cholesterol levels. Aerobic exercise is the most effective intervention for lowering total cholesterol levels. | |
| 41993 | 45328 | I1D020035 | HUBUNGAN STATUS GIZI, KONSUMSI KOPI, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN SINDROM DISPEPSIA FUNGSIONAL | Pendahuluan: Dispepsia fungsional merupakan kumpulan gejala tidak nyaman pada perut dan menjalar hingga dada yang dapat menurunkan kualitas hidup. Status gizi, konsumsi kopi, dan aktivitas fisik diketahui berhubungan dengan sindrom dispepsia fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi, konsumsi kopi, dan aktivitas fisik dengan sindrom dispepsia fungsional mahasiswa. Metode: Penelitian cross sectional dengan pemilihan sampel consecutive sampling sebanyak 89 mahasiswa berusia >19 tahun, bukan atlet, bukan perokok aktif, serta tidak memiliki masalah mentaldan dispepsia struktural. Pengambilan data status gizi melalui Indeks Massa Tubuh, konsumsi kopi dengan Food Frequency Questionnaire, aktivitas fisik dengan International Physical Activity Questionnaire-Short Form dan sindrom dispepsia fungsional dengan kuesioner kriteria Roma IV. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Sebanyak 37 responden (41,6%) mengalami sindrom dispepsia fungsional, 71 responden (79,8%) berjenis kelamin perempuan, 54 responden (60,7%) memiliki uang saku ≤1.000.000, 44 responden (49,4%) memiliki frekuensi makan <3 kali per hari, dan 64 responden (71,9%) bertempat tinggal di kos. Tidak terdapat hubungan antara status gizi (p=0,958) dengan sindrom dispepsia fungsional. Terdapat hubungan antara konsumsi kopi (p=0,023) dan aktivitas fisik (p=0,009) dengan sindrom dispepsia fungsional. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan sindrom dispepsia fungsional, namun terdapat hubungan antara konsumsi kopi dan aktivitas fisik dengan sindrom dispepsia fungsional pada mahasiswa. | Introduction: Functional dyspepsia is a collection of uncomfortable symptoms in the stomach and spreads to the chest which can reduce the quality of life. Nutritional status, coffee consumption, and physical activity are known to be associated with functional dyspepsia syndrome. This study aims to analyze the relationship between nutritional status, coffee consumption, and physical activity with functional dyspepsia syndrome in students. Methods: A cross sectional study with consecutive sampling of 89 students aged >19 years, who aren’t athletes, non-active smoker, and haven’t mental issues or stuctural dyspepsia. Data collection of nutritional status used Body Mass Index, coffee consumption used Food Frequency Questionnaire, physical activity usedInternational Physical Activity Questionnaire-Short Form, and functional dyspepsia syndrome used Rome IV Criteria questionnaire. Data were analyzed with Chi Square test with a confidence level of 95%. Results: A total of 37 respondents (41,6%) suffering from functional dyspepsia syndrome, 71 respondents (79,8%) are female, 54 respondents (60,7%) are have pocket money ≤1.000.000, 44 respondents (49,4%) are have a frequency of eating <3 times per day, and 64 respondents (71,9%) are lived ini boarding houses. There is no relationship between nutritional status (p=0,958) with functional dyspepsia syndrome. There is a realtionship between coffee consumption (p=0,023) and physical activity (p=0,009) with functional dyspepsia syndrome. Conclusion: There is no relationship between nutritional status with functional dyspepsia syndrom, but there is a relationship between coffee consumption and physical activity with functional dyspepsia in students. | |
| 41994 | 45333 | C1H018009 | THE INFLUENCE OF OPERATING CASH FLOW AND FINANCIAL RATIOS ON FINANCIAL DISTRESS (Infrastructure Sector Companies Listed on Indonesia Stock Exchange for 2018-2022) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus kas operasi, leverage, dan likuiditas terhadap kesulitan keuangan yang diukur dengan model Altman’s Z”-Score. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, Sampel yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 19 perusahaan sektor infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari situs web resmi Bursa Efek Indonesia dan masing-masing perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda yang di dalamnya termasuk uji statistic deskriptif , uji asumsi klasik, uji koefisien determinasi, uji F, dan uji t untuk pembuktian hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS 27 menunjukkan bahwa arus kas operasi (operating cash flow ratio) dan likuiditas (Current Ratio) berpengaruh positif signifikan terhadap kesulitan keuangan (Z”- Score). Sedangkan leverage (Debt to Asset Ratio) berpengaruh negatif signifikan terhadap kesulitan keuangan (Z”-Score). Implikasi dari penelitian ini selaras dengan teori sinyal. investor dan manajer lebih suka perusahaan yang memiliki rasio arus kas operasi dan likuiditas yang tinggi, serta rasio leverage yang rendah. Sehingga perusahan sektor infrastuktur diharapakan bisa meningkatkan penjualan atau laba dari arus kas operasi sehingga rasio arus kas operasi bisa meningkat. Arus kas operasi yang meningkat juga dapat mengurangi perusahaan dalam penggunaan hutang. Perusahan juga bisa mengoptimalisasikan aset dengan menjual aset yang tidak produktif agar mengurangi hutang dan menaikan likuiditas. Perusahaan juga dapat merekontruksi hutang dengan menegosiasikan ulang persyaratan hutang untuk menurunkan bunga sehingga leverage bisa lebih rendah. | This study aims to determine the effect of operating cash flow, leverage, and liquidity on financial distress as measured by Altman's Z"-Score model. The sample selection in this study used purposive sampling. The samples obtained in this study were 19 infrastructure sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The research method used is a quantitative descriptive method using secondary data collected from the official website of the Indonesia Stock Exchange and each company. The analytical method used is multiple linear regression, which includes descriptivestatistical tests, the classical assumption test, the determination coefficient test, the F test, and the t-test to prove the hypothesis. Based on the results of the study and data analysis using SPSS 27, it shows that operating cash flow ratio and liquidity (Current Ratio) have a significant positive effect on financial distress (Z”-Score). Meanwhile, leverage (Debt to asset ratio) has a significant negative effect on financial distress (Z” Score). The implications of this study are in line with signal theory. Investors and managers prefer companies that have high operating cash flow and liquidity ratios, as well as low leverage ratios. So that infrastructure sector companies are expected to be able to increase sales or profits from operating cash flow so that the operating cash flow ratio can increase. Increased operating cash flow can also reduce the company's use of debt. Companies can also optimize assets by selling unproductive assets to reduce debt and increase liquidity. Companies can also reconstruct debt by renegotiating debt terms to lower interest so that leverage can be lower. | |
| 41995 | 45335 | H1E019021 | Usulan Perbaikan Kemasan Nopia UMKM Pak Narwan Menggunakan Metode KKano dan Quality Function Deployment | Penelitian ini berfokus pada usulan perbaikan kemasan produk nopia UMKM Pak Narwan dengan menggunakan metode Kano dan Quality Function Deployment (QFD). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menjawab keluhan konsemen mengenai kemasan nopia saat ini. Untuk dapat menjawab keluhan tersebut diperlukan kemasan nopia baru yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen guna meningkatkan daya tarik dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan kombinasi Metode Kano untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan terhadap kemasan nopia, serta QFD untuk mengkonversi kebutuhan tersebut menjadi spesifikasi teknis yang dapat diimplementasikan. Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan dan analisis data menggunakan metode Kano untuk mengelompokkan atribut yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen. Didapatkan sembilan kebutuhan pelanggan (customers need), yang kemudian diterjemahkan ke dalam delapan respons teknis (technical responses) melalui metode Quality Function Deployment. Berdasarkan sembilan respons teknis tersebut, didapatkan desain kemasan baru menggunakan kemasan pouch bag dengan ukuran 18 x 25cm dengan empat macam desain kemasan sesuai dengan rasa nopia. Informasi yang tercantum dalam kemasan berdasarkan pada Peraturan BPOM No. 31 Tahun 2018 Tentang Label Pangan Olahan dan menggunakan font Horizon, Impact dan Lenty sebagai font utama, serta font Gils Sans dan Lato sebagai font pendukung. Hasil penelitian ini menghasilkan desain kemasan baru yang berbentuk pouch bag dengan detail sesuai kebutuhan dan keingian konsumen. Dengan kemasan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan kepuasan konsumen terhadap produk nopia UMKM Pak Narwan. | This research focuses on proposing improvements to the packaging of Pak Narwan's MSME nopia product using the Kano method and Quality Function Deployment (QFD). The main objective of this study is to address consumer complaints regarding the current nopia packaging. To address these complaints, a new nopia packaging is needed that aligns with consumer needs and desires to enhance attractiveness and customer satisfaction. This research combines the Kano Method to identify customer needs and desires for nopia packaging, with QFD to translate these needs into technical specifications that can be implemented. The methodology includes data collection and analysis using the Kano method to categorize desired and required attributes by consumers. Nine customer needs were identified, which were then translated into eight technical responses through the Quality Function Deployment method. Based on these technical responses, a new packaging design was developed using a pouch bag with dimensions of 18 x 25 cm and four different designs according to the flavors of nopia. The information included on the packaging complies with BPOM Regulation No. 31 of 2018 concerning Processed Food Labels and uses Horizon, Impact, and Lenty as the main fonts, along with Gils Sans and Lato as supporting fonts. The results of this study yielded a new pouch bag packaging design with details tailored to consumer needs and desires. This packaging is expected to enhance the attractiveness and satisfaction of consumers towards Pak Narwan's MSME nopia product. | |
| 41996 | 45336 | H1E020017 | Optimasi Penjadwalan Perawat Menggunakan Algoritma Simulated Annealing untuk Meminimasi Pelanggaran Shift dan Waktu Kerja: Studi Kasus di Rumah Sakit di Jawa Tengah | Penjadwalan perawat merupakan aktivitas pengalokasian perawat ke dalam hari dan shift tertentu. Perawat yang memerlukan penjadwalan yang baik karena perawat melakukan interaksi secara langsung dengan pasien selama 24 jam dan setiap hari. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah penjadwalan perawat (nurse scheduling problem) menggunakan metode eksak dan metaheuristik. Metode metaheuristik, seperti simulated annealing, lebih adaptif dan efisien dalam menemukan solusi optimal dibandingkan dengan metode eksak. Algoritma simulated annealing memiliki keunggulan dalam menghindari solusi lokal suboptimal dan lebih fleksibel dalam mengatasi masalah optimasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan penjadwalan perawat di rumah sakit di Jawa Tengah untuk menghasilkan jadwal yang meminimumkan jumlah pelanggaran. Perawat yang akan ditugaskan yaitu sebanyak 16 perawat selama 31 hari dalam enam shift yang berbeda: pagi, sore, malam, lepas, libur, dan cuti. Penggunaan parameter suhu awal 500°C, maksimum iterasi sebanyak 50.000 iterasi, dan cooling rate sebesar 0,95, menghasilkan jadwal dengan pelanggaran minimum sebesar 8 pelanggaran. Hasil tersebut berarti bahwa penjadwalan dengan algoritma simulated annealing menghasilkan jumlah pelanggaran yang berkurang sebesar 75,76% dibandingkan dengan penjadwalan aktual di rumah sakit tersebut. | Scheduling involves making decisions about the allocation of activities and resources to complete a set of tasks on time and with the desired quality. It is crucial for resource allocation within a specified time frame to achieve organizational goals. This study addresses the nurse scheduling problem (NSP) at Hospital XYZ in Central Java, Indonesia. The hospital currently relies on conventional methods, resulting in numerous scheduling violations such as uneven shift distribution and excessive flexibility, which lead to workload imbalances and adversely affect nurse well-being and patient care quality. This research employs the Simulated Annealing algorithm, a metaheuristic optimization method inspired by the annealing process in metallurgy. This algorithm is selected for its ability to escape local suboptimal solutions and its adaptability to various problem parameters, making it suitable for complex optimization problems like NSP. The objective is to assign 16 nurses to 31 days across five different shifts: morning, afternoon, night, off-duty, day off, and leave. Using parameters of an initial temperature of 500°C, a maximum of 50,000 iterations, and a cooling rate of 0.95, the Simulated Annealing algorithm produced a schedule with a minimum of 8 violations. This result represents a 75.76% reduction in violations compared to the actual scheduling at the hospital. | |
| 41997 | 45334 | B1A020069 | KEMAMPUAN BAKTERI NITRIFIKASI DALAM BIODEGRADASI SAMPAH ORGANIK PADA WAKTU INKUBASI YANG BERBEDA | Pertambahan populasi manusia berdampak pada produksi sampah yang terus meningkat dan mengakibatkan adanya penumpukan sampah. Sampah organik menimbulkan bau tidak sedap sehingga pengolahan sampah organik diperlukan untuk menanggulangi ketidaknyamanan masyarakat akibat bau busuk yang ditimbulkan. Pengomposan menjadi solusi yang efektif dalam pengolahan sampah karena residu sampah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan bau busuk sampah organic teratasi. Proses pengomposan memerlukan aktivator sebagai dekomposer bahan organik seperti mikroorganisme. Isolat bakteri SA14, SA37, BA26, dan BA38 memiliki kemampuan nitrifikasi, tetapi belum diketahui kemampuannya dalam mendegradasi sampah organik. Salah satu senyawa yang terkandung dalam sampah organik adalah amonium sebagai hasil penguraian protein yang selanjutnya akan didegradasi oleh bakteri nitrifikasi. Kemampuan bakteri nitrifikasi dalam mengkonversi amonium menjadi nitrat memberi keuntungan, yakni bau sampah organik menjadi hilang. Aktivitas bakteri nitrifikasi dalam degradasi sampah organik dipengaruhi oleh lamanya inkubasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan konsorsium bakteri nitrifikasi dan waktu inkubasi terhadap degradasi sampah organik dan mengetahui identitas isolat bakteri nitrifikasi.Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor penelitian. Faktor pertama adalah konsorsium bakteri nitrifikasi dan faktor kedua adalah variasi waktu inkubasi. Masing-masing perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan. Variabel bebas pada penelitian ini adalah konsorsium bakteri dan waktu inkubasi. Variabel terikat berupa aktivitas bakteri nitrifikasi. Parameter utama yang diamati adalah kadar nitrat (NO3) dan parameter pendukung adalah kadar amonium (NH4), rasio C/N, jumlah total populasi bakteri, jumlah bakteri nitritasi dan nitratasi, suhu, nilai pH, dan kenampakan kompos. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% dan analisis dilanjutkan menggunakan uji Tukey HSD dengan tingkat kepercayaan 95%. Identifikasi isolat bakteri nitrifikasi mengacu pada Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsorsium bakteri nitrifikasi mampu mengoksidasi amonium, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap peningkatan kandungan kompos. Peningkatan kandungan nitrat kompos pada proses degradasi sampah organik dipengaruhi oleh waktu inkubasi dan interaksi perlakuan penambahan konsorsium bakteri nitrifikasi dan waktu inkubasi. Kandungan nitrat kompos tertinggi tercapai pada waktu inkubasi 42 hari, yakni sebesar 0,226 ppm. Interaksi perlakuan penambahan konsorsium bakteri nitrifikasi dan waktu inkubasi 42 hari menghasilkan kandungan nitrat tertinggi, yakni sebesar 0,304 ppm. Hasil karakterisasi fenetik menunjukkan bahwa isolat SA14 dan SA37 termasuk spesies anggota Genus Nitrosomonas, isolate BA26 termasuk spesies anggota Genus Nitrobacter, dan BA38 termasuk spesies anggota Genus Nitrococcus. | The increase in human population has an impact on waste production which continues to waste accumulation. Organic waste produces a foul odor, so waste management is needed. Composting is an effective solution in dealing with organic waste because the waste residue produced can be used as fertilizer. The composting process requires an activator as a decomposer of organic matter such as microorganisms. Bacterial isolates SA14, SA37, BA26, and BA38 have the ability to nitrify, but their ability to degrade organic waste is unknown. One of the contents in organic waste is ammonium as a result of protein decomposition which will then be degraded by nitrifying bacteria. The ability of nitrifying bacteria to convert ammonium into nitrate provides the advantage that the odor of organic waste disappears. The activity of nitrifying bacteria in organic waste degradation is influenced by the length of composting. This research aims to determine the effect of the addition of nitrifying bacterial consortium and incubation time on organic waste degradation and to determine the identity of nitrifying bacterial isolates. This research was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD) with factorial pattern included 2 experimental factors. The first factor was the nitrifying bacterial consortium and the second factor was the variations of incubation time. Each treatment was carried out with 3 repetitions. The independent variables in this study were bacterial consortium and incubation time. The dependent variable was the activity of nitrifying bacteria. The main parameter observed was nitrate (NO3) concentration and the supporting parameters were ammonium concentration (NH4), C/N ratio, total bacterial population, number of nitrifying bacteria, pH value, temperature, and compost appearance. Research data were analyzed using ANOVA and the analysis was continued using Tukey HSD test with a confidence level of 95%. Identification of nitrifying bacteria isolates refers to Bergey's Manual of Determinative Bacteriology. The results showed that the nitrifying bacterial consortium were able to oxidize ammonium, but had no significant effect on increasing compost content. The increase in nitrate content of compost in the organic waste degradation process were influenced by incubation time and the combination of both factors. The highest nitrate content of compost was reached at 42 days incubation time, which amounted to 0,226 ppm. The combination of nitrifying bacteria consortium and incubation time of 42 days produced the highest nitrate content of 0,304 ppm. The results of phenetic characterization showed that isolates SA14 and SA37 were belong to Nitrosomonas, isolate BA26 and BA38 were member of Nitrobacter and Nitrococcus as well. | |
| 41998 | 45338 | H1E020028 | Modeling Batch Scheduling in a Three-Stages Flow Shop with Multi-Items on Batch-Job-Batch Processors to Minimize Total Actual Flow Time | Penelitian ini membahas penjadwalan batch pada flow shop tiga tahap dengan pemroses batch-job-batch. Kriteria performansi dari penelitian ini adalah meminimalkan total actual flow time dengan mempertimbangkan beberapa item yang harus diselesaikan pada tanggal jatuh tempo yang sama. Masalah ini diformulasikan ke dalam model matematis dan diselesaikan dengan algoritma heuristik. Variabel keputusan meliputi jumlah batch, ukuran batch, posisi batch, dan waktu mulai waktu mulai pemrosesan batch pada setiap tahap. Pengujian model dilakukan melalui skenario dengan mengubah variasi parameter seperti jumlah batch, ukuran batch, due date, dan jumlah jenis item untuk mengukur kemampuan sistem pada kondisi yang berbeda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model penjadwalan yang diusulkan efektif untuk menyelesaikan masalah penjadwalan batch untuk flow shop tiga tahap dengan mesin-mesin pemroses batch-job-batch untuk meminimasi total waktu aliran aktual dengan due date yang sama. Hasil pengujian model menunjukkan bahwa model yang diusulkan sensitif terhadap perubahan parameter seperti jumlah permintaan tiap jenis barang, kapasitas mesin pengolah batch, dan jumlah jenis barang, namun tidak sensitif terhadap perubahan parameter common due date. | This research discusses batch scheduling in a three-stage flow shop with batch-job-batch processors. The performance criterion of this research is to minimize the total actual flow time considering multiple items that must be completed on a common due date. This problem is formulated into a mathematical model and solved using a heuristic algorithm. The decision variables include the number of batches, batch size, batch position, and the start time of processing batch at each stage. Model testing is done through scenarios by changing parameter variations such as number of batches, batch size, due date, and number of item types to measure the capability of the system under different conditions. The test results show that the proposed scheduling model is effective to solve the batch scheduling problem for a three-stage flow shop with batch-job-batch processing machines to minimize the total actual flow time with common due date. The result of model testing shows that the proposed model is sensitive to changes in parameters such as the number of demands for each item type, the capacity of the batch processing machine, and the number of item types, but not to changes in the common due date parameter. | |
| 41999 | 45339 | E1A020118 | PERTIMBANGAN HUKUM DALAM PENENTUAN PENUNTUTAN DAN PEMIDANAAN (Studi Persepsi Jaksa dan Hakim dalam Putusan No.2/Pid.Sus-ANAK/2023/PN Pwt) | Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak dibentuk sebagai upaya menekan angka kriminalitas Anak melalui penanganan perkara yang mengedepankan diversi. Namun, perkara dalam Putusan No.2/Pid.Sus-ANAK/2023/PN Pwt tidak dapat diupayakan diversi, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penentuan penuntutan dan pemidanaan, serta faktor-faktor bekerjanya hukum apa saja yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang memakai metode pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data yang disajikan dalam bentuk teks naratif serta metode analisis data berupa pendekatan kualitatif dan metode analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penentuan tuntutan dan pemidanaan dilakukan dengan mempertimbangkan keadaan yang memberatkan dan meringankan, serta hasil penelitian dari Pembimbing Kemasyarakatan. Penjatuhan pidana penjara oleh Hakim terhadap Anak dianggap sebagai keputusan yang ideal karena selama berada di LPKA Anak akan memperoleh pembinaan dan pendampingan yang sesuai. Namun, Hakim dalam menjatuhkan pidana penjara pada perkara anak harus selektif dan limitatif dengan tetap mengedepankan alternatif pemidanaan sebagai upaya perwujudan penerapan keadilan restoratif pada perkara anak | The Juvenile Criminal Justice System Law was established as an effort to reduce the number of juvenile crimes through case handling that prioritizes diversion. However, the case in Decision No.2/Pid.Sus-ANAK/2023/PN Pwt could not be pursued for diversion, so this research was conducted to find out how the determination of prosecution and punishment, as well as the factors influencing the operation of the law. This type of research is qualitative research that uses a juridical sociological approach method with descriptive research specifications. The types and sources of data used in this research are primary data and secondary data. The data obtained is then processed by data reduction, data display, and data categorization which is presented in the form of narrative text and data analysis methods in the form of qualitative approaches and content analysis methods. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the determination of the charges and punishment is carried out by considering the aggravating and mitigating circumstances, as well as the results of research from Community Supervisors. The imposition of imprisonment by the Judge against the juvenile is considered as an ideal decision because while in LPKA the juvenile will receive appropriate guidance and assistance. However, the Judge in imposing imprisonment in juvenile cases must be selective and limited by still prioritizing alternative punishment as an effort to realize the application of restorative justice in juvenile cases. | |
| 42000 | 45340 | A1D020135 | Pengaruh Jenis Bahan Organik dan Dosis Pupuk Nitrogen terhadap Respon Fisiologi dan Hasil Padi Gogo pada Tanah Ultisol | Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon fisiologi dan hasil tanaman padi gogo dengan pengaplikasian jenis bahan organik dan dosis pupuk nitrogen pada tanah ultisol. Penelitian ini merupakan percobaan pot yang dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Laboratorium Ilmu Tanah, Laboratorium Perlindungan Tanaman, serta Laboratorium Agronomi & Hortikultura Fakultas Pertanian,Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2023-Februari 2024. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu jenis bahan organik, diantaranya B0 (tanpa bahan organik), B1 (arang sekam), dan B2 (pupuk kandang sapi). Faktor kedua yaitu dosis pupuk nitrogen, diantaranya N0 (tanpa pupuk nitrogen), N1 (dosis 50 kg/ha), N2 (dosis 100 kg/ha), N3 (dosis 150 kg/ha), dan N4 (dosis 200 kg/ha). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dengan tingkat kesalahan 5%. Apabila signifikan, dilakukan uji jarak ganda Duncan (Duncan Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil kombinasi pemberian bahan organik dan dosis pupuk nitrogen berinteraksi meningkatkan serapan N, kehijauan daun, jumlah anakan produktif, dan bobot 1000 butir. | The research aims to determine the physiological response and yield of upland rice plants by applying types of organic material and doses of nitrogen fertilizer to ultisol soil. This research is a pot experiment carried out on the grounds of the Faculty of Agriculture in Kedungrandu Village, Patikraja District, Soil Science Laboratory, Plant Protection Laboratory, and Agronomy & Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research was carried out in August 2023-February 2024. The design used was a Complete Randomized Block Design (RAKL) with 2 treatment factors. The first factor is the type of organic material, consists of B0 (no organic material), B1 (charcoal husk), and B2 (cow manure). The second factor is the dose of nitrogen fertilizer, consists of N0 (without nitrogen fertilizer), N1 (dose 50 kg/ha), N2 (dose 100 kg/ha), N3 (dose 150 kg/ha), and N4 (dose 200 kg/ha). Observation data were analyzed using ANOVA with an error rate of 5%. If significant, a Duncan Multiple Range Test is carried out at an error level of 5%. The resut of the combination of applying organic matter and doses nitrogen fertilizer interacted to increase N uptake, leaf greenness, number of productive tillers, and weight of 1000 grains. |