Home
Login.
Artikelilmiahs
45432
Update
HANI ZAHROTUL MUKAROMAH
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Jumlah Angkatan Kerja, UMK, PDRB, dan Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2022
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penyerapan tenaga kerja menjadi hal yang penting mengingat masih tingginya angka pengangguran yang terjadi. Tenaga kerja memiliki peranan yang sangat penting bagi keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara, namun akan menjadi masalah jika jumlahnya tidak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah angkatan kerja, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), PDRB, dan investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jawa Tengah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder secara tahunan dari 2018-2022 dan pada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Teknik pengolahan data panel dalam penelitian ini menggunakan bantuan software Eviews 10. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan data panel, hasil menunjukkan bahwa: (1) Jumlah angkatan kerja, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), PDRB, dan investasi secara bersama-sama berpengaruh siginifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. (2) Jumlah angkatan kerja dan PDRB secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. (3) Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. (4) Investasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan jumlah angkatan kerja yang terus bertambah setiap tahun pemerintah diharapkan dapat terus berupaya untuk membuka lapangan kerja baru agar dapat menampung angkatan kerja. Dalam penetapan upah minimum, pemerintah perlu memperhatikan peraturan yang berlaku. Kemudian, pemerintah harus terus berupaya untuk meningkatkan PDRB pada setiap sektor ekonomi di setiap daerah dan meningkatkan iklim investasi, dimana peningkatan PDRB dan investasi akan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Labor absorption is important considering the still high unemployment rate. Labor plays a very important role in the success of a country's economic development, but it will be a problem if the number is not commensurate with the available jobs. This research aims to analyze the influence of the number of labor force, Regency/City Minimum Wage (UMK), GRDP, and investment on labor absorption in Central Java Province. This type of research is quantitative research using secondary data annually from 2018-2022 and in 35 districts/cities in Central Java. The research method used is panel data regression analysis. The panel data processing technique in this research uses the help of Eviews 10 software. Based on the results of the analysis carried out using panel data, the results show that: (1) The number of labor force, Regency/City Minimum Wage (UMK), GRDP, and investment together have a significant effect on labor absorption. (2) The number of labor force and GRDP partially have a positive and significant effect on labor absorption. (3) The Regency/City Minimum Wage (UMK) partially has a negative and significant effect on labor absorption. (4) Partial investment has no effect on labor absorption. The implication of the results of this research is that there is an increase in the number of workers who continue to grow every year. The government is expected to continue making efforts to open new job opportunities to accommodate the workforce. In determining the minimum wage, the government needs to pay attention to applicable regulations. Then, the government must continue to strive to increase GRDP in every economic sector in every region and improve the investment climate, where increasing GRDP and investment will increase labor absorption.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save