Home
Login.
Artikelilmiahs
13880
Update
RIZQI HUSNI MUDZAKKIR
NIM
Judul Artikel
Hubungan Antara Waist to Height Ratio (WHtR) dengan Heart Rate Recovery (HRR) pada Subjek Remaja Laki-laki.
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Prevalensi obesitas dan penyakit kardiovaskuler masih menjadi permasalahan nasional. Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu kabupaten dengan prevalensi kegemukan dan risiko penyakit kardiovaskuler yang tinggi. WHtR merupakan indeks antropometrik yang dapat digunakan sebagai parameter untuk deteksi dini risiko penyakit kardiovaskuler. HRR merupakan indikator fisiologis fungsi jantung yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler pada subjek usia remaja. Tujuan: Mengetahui hubungan antara WHtR dengan HRR pada subjek remaja laki-laki. Metode: Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian sebanyak 128 remaja laki-laki, yang terbagi dalam dua kelompok yaitu WHtR normal (n = 64) dan WHtR abnormal (n = 64). Data WHtR didapatkan melalui pengukuran langsung. Data HRR diukur setelah melakukan Kasch Step Test. Analisis hubungan HRR dan WHtR dianalisis menggunakan uji Chi square (α 0.05, 95%). Hasil: Hubungan antara WHtR dengan HRR didapatakan nilai p = 0.000 dan Rasio Prevalensi (RP) = 3. Kesimpulan: WHtR abnormal memiliki risiko 3 kali lebih besar mendapat nilai HRR yang buruk dibandingkan subjek remaja laki-laki dengan WHtR normal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: The prevalence of obesity and cardiovascular disease remains a national problem. Banyumas, Central Java, is one of the districts where the prevalence of obesity and the risk of cardiovascular disease is high. WHtR is an anthropometric index that can be a parameter for early detection of cardiovascular disease risks. HRR is a physiological indicator of the heart’s function that can be associated with cardiovascular disease in the subject of adolescence. Objective: To determine the association between WHtR and HRR in the subject of adolescent boys. Methods: This study used an analytic observational study with cross sectional approach. Total research subjects were 128 adolescent boys were divided into two groups: normal WHtR (n = 64) and abnormal WHtR (n = 64). WHtR data was obtained from direct measurements. HRR data was measured after the Kasch Step Test. Analysis of association between WHtR and HRR was analyzed using the Chi square test (α = 0.05, 95% CI). Results: Associaton between WHtR and HRR was obtained with the value of p=0.000 (p < 0.05) and the prevalence ratio (PR) = 3. Conclusion: Abnormal WHtR has 3 times higher risk obtaining a low HRR value than the subject of adolescent boys with normal WHtR.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save