Home
Login.
Artikelilmiahs
13875
Update
AHMAD AGUS FAISAL
NIM
Judul Artikel
KORELASI KADAR HEMOGLOBIN DENGAN PERUBAHAN KADAR ASAMLAKTAT DARAH MAHASISWA KEDOKTERAN Studi pada Intervensi Repeated Sprint Sessional 3
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Rendahnya aktifitas fisik masyarakat dunia pada abad ini menjadi masalah baru. Aktifitas fisik yang rendah akan menurunkan kebugaran fisik, salah satunya ketahanan kardiorepirasi dimana salah satu faktor yang mempengaruhi adalah hemoglobin. Hemoglobin mendistribusikan oksigen ke jaringan untuk digunakan pada metabolisme energi. Kadar hemoglobin yang rendah berakibat pada rendahnya oksigen di jaringan dan metabolisme berubah menjadi anaerobik yang akan menghasilkan asam laktat yang lebih banyak dan mengakibatkan kelelahan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi kadar hemoglobin dengan perubahan kadar asam laktat darah pada mahasiswa kedokteran setelah repeated sprint sessional 3. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan quasi experimental before and after. Subjek penelitian berjumlah 25 orang yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengukuran kadar hemoglobin menggunakan metode cyanmethemoglobin. Pengukuran kadar asam laktat menggunakan metode finger prick test dilakukan dua kali yakni sebelum dan setelah intervensi repeated sprint sessional 3. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Pearson. Prosedur penelitian ini dinyatakan diterima secara etik oleh Komisi Etik Penelitian Kesehatan Universitas Padjadjaran. Hasil: Uji korelasi pearson menunjukan korelasi bermakna antara kadar hemoglobin dengan perubahan kadar asam laktat darah (p=0,036; p<0,05) dengan tingkat korelasi sedang (r=0,422) dan arah korelasi negatif yang berarti semakain tinggi kadar hemoglobin, semakin rendah perubahan kadar asam laktat darah. Kesimpulan: disimpulkan terdapat korelasi sedang kadar hemoglobin dengan perubahan kadar asam laktat darah pada mahasiswa kedokteran setelah RSS3.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Low physical activity of global society in this era is a new problem. Low physical activity will decrease physical fitness includes cardiorespiratory fitness which one of the factor is hemoglobin. Hemoglobin distributes oxygen to the tissue that will be used for energy metabolism. Low level of hemoglobin causes low level of oxygen in the tissue and the metabolism will be shifted to anaerobic metabolism which produces more lactic acid and causes fatigue. Aim: This study was aimed to determine the correlation between hemoglobin level and changes of lactic acid level in medical student after repeated sprint sessional 3. This study was experimental research with quasi experimental before and after. Method: The subject was 25 medical students which were selected used consecutive sampling method. Hemoglobin level was measured by cyanmethemoglobin method. Blood lactic acid level was measured by finger prick test method which was measured twice before and after intervention repeated sprint sessional 3. Statistical analysis used was Pearson correlation test. This research protocol had been ethically agreed by Ethical Comission of Health Research Padjadjaran University. Result: Pearson correlation test showed significant correlation between hemoglobin level and changes of blood lactic acid level (p=0,036; p<0,05) with medium correlation (r= 0,422) and the direction of correlation was negative which means higher hemoglobin level, so lower changes of blood lactic acid level. Conclusion: There was medium correlation between hemoglobin level and changes of blood lactic acid level in medical student after RSS3.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save