Home
Login.
Artikelilmiahs
44911
Update
WELLYAZ SAYIDI ATMAJA
NIM
Judul Artikel
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI MENGGUNAKAN METODE MIN-MAX STOCK DENGAN KLASIFIKASI MUSIC-3D PADA PUSKESMAS KECAMATAN LIGUNG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pengelolaan persediaan di puskesmas atau layanan kesehatan memegang peranan penting dalam kelancaran operasional. Persediaan yang tidak stabil dapat mengakibatkan masalah seperti kekosongan barang saat dibutuhkan atau penumpukan persediaan berlebihan, mengganggu efisiensi operasional, pelayanan pasien, dan keuangan organisasi terlebih pada Puskesmas Ligung sebagai fasilitas kesehatan tingkat 1 yang terletak cukup jauh dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan tingkat berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah memberikan rekomendasi terbaik yang dapat dipertimbangkan dalam pengelolaan persediaan yang ada pada puskesmas Ligung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Min-Max Stock yang dikombinasikan denga klasifikasi MUSIC-3D. Dimensi pendekatan yang diambil adalah HML (High-Medium-Low), FSN (Fast, Slow, Non Moving) dan SDE (Scarce-Difficult-Easy) dimana metode tersebut menghasilkan penyesuaian kebijakan terbaik berdasarkan produk yang dikategorikan. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi yang dapat membantu operator dalam menentukan kebijakan pengendalian persediaan dengan pertimbangan persediaan maksimum, minimum, persediaan pengaman dan titik pemesanan kembali. Hasil klasifikasi yang didapatkan menunjukkan bahwa terdapat 4 produk dengan skor 7, 13 produk dengan skor 6, 15 produk dengan skor 5, 11 produk dengan skor 4 dan 9 produk dengan skor 3 dari keseluruhan 52 produk yang dikelola oleh Puskesmas Kecamatan Ligung.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The management of inventory stocks in a community health center (Puskesmas) or healthcare service plays a crucial role in ensuring smooth operational processes. Unstable stock levels can lead to issues such as unavailability of essential produks when needed or excess inventory accumulation, disrupting operational efficiency, patient services, and the organization's finances. This is particularly significant for Puskesmas Ligung, a primary healthcare facility located quite a distance from hospitals or higher-level healthcare facilities. The objective of this research is to provide the best recommendations that can be considered in managing the existing inventory at Puskesmas Ligung. The method employed in this study combines the Min-Max Stock approach with the MUSIC-3D classification. The dimensions considered in the approach are HML (High-Medium-Low), FSN (Fast, Slow, Non-Moving), and SDE (Scarce-Difficult-Easy). These methods result in the best policy adjustments based on product categorization. The outcomes of this research include an application that can assist operators in determining inventory control policies, considering maximum and minimum stock levels, safety stock, and reorder points. The classification results indicate that out of a total of 52 produks managed by Puskesmas Kecamatan Ligung, there are 4 produks with a score of 7, 13 produks with a score of 6, 15 produks with a score of 5, 11 produks with a score of 4, and 9 produks with a score of 3. These scores help in prioritizing and adjusting inventory management policies for optimal efficiency in the healthcare facility.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save