Home
Login.
Artikelilmiahs
41984
Update
MUHAMMAD ARIF MAULANA
NIM
Judul Artikel
PELAKSANAAN PEMBEBASAN BERSYARAT DALAM RANGKA PEMBINAAN NARAPIDANA (Studi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tegal )
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Dalam hukum pidana dikenal adanya sanksi penjara, Pidana penjara merupakan jalan terakhir dalam sistem hukum pidana yang berlaku, untuk itu dalam pelaksanaannya harus mengacu pada hak asasi manusia Dalam Pasal 10 ayat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan mengatur mengenai hak-hak seorang narapidana antara lain mendapatkan pembebasan bersyarat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisa pelaksanaan pemberian pembebasan bersyarat di Lembaga Pemasyarakatan Tegal serta kendala dan solusi dalam pelaksanaan pembebasan bersyarat di Lembaga Pemasyarakatan Tegal. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis sosiologis, yaitu pendekatan yang menekankan pada pencarian-pencarian. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Data disajikan secara sistematis serta dianalisis dengan metode kualitatif sedangkan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analisis. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat oleh Lembaga Pemasyarakatan Tegal telah sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, akan tetapi ada beberapa hambatan. Hambatan yang terjadi dalam Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat oleh Lembaga Pemasyarakatan Tegal antara lain proses di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sangat lama, pihak penjamin bukan dari pihak keluarga, narapidana melanggar hukum disiplin Lembaga Pemasyarakatan, terdapat hambatan psikologis dari masyarakat dalam penerimaan kembali narapidana.
Abtrak (Bhs. Inggris)
In criminal law, there is the existence of imprisonment sanctions. Imprisonment is the last resort in the prevailing criminal legal system; therefore, in its implementation, it must adhere to human rights. Article 10, paragraph of Law Number 22 of 2022 regarding Penitentiary regulates the rights of inmates, including the right to conditional release. This research aims to understand and analyze the implementation of conditional release at the Tegal Penitentiary and the challenges and solutions in the implementation of conditional release at the Tegal Penitentiary. In this research, the researcher used a juridical-sociological approach, which emphasizes investigations. The data sources consisted of primary and secondary data. The data are presented systematically and analyzed using qualitative methods, with a descriptive analytical research specification. Based on the research findings, it is known that the implementation of conditional release by the Tegal Penitentiary is in accordance with Law Number 22 of 2022 regarding Penitentiary. However, there are several obstacles. Obstacles that occur in the implementation of conditional release by the Tegal Penitentiary include the lengthy process in the Directorate General of Penitentiaries, the guarantor is not from the inmate's family, inmates violating the disciplinary rules of the Penitentiary, and psychological barriers from society in accepting inmates back into the community.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save