Artikel Ilmiah : F2A021012 a.n. TOMI LUQMAN HAKIM

Kembali Update Delete

NIMF2A021012
NamamhsTOMI LUQMAN HAKIM
Judul ArtikelINOVASI PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI PROGRAM SULAP SAMPAH BERUBAH UANG (SUMPAH BERUANG) DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Permasalahan sampah masuk dalam urusan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. Meskipun begitu, pengelolaan sampah yang kurang baik akan memberikan dampak negatif terutama kesehatan. Peningkatan jumlah penduduk berbanding lurus dengan jumlah sampah yang dihasilkan baik itu sampah produksi maupun sampah rumah tangga. Peningkatan jumlah sampah ini menyebabkan tempat pembuangan akhir tidak mampu menampungsampah yang dihasilkan masyarakat. Ketika harus mencari tempat pembuangan akhir yang baru masalah akan muncul di kemudian hari, maka dari itu diperlukan inovasi untuk menyelesaikan masalah sampah. Dalam prosesnya inovasi tentu mendapati kendala sehingga tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi masalah yang ada dalam inovasi Sumpah Beruang di Kabupaten Banyumas sehingga ditemukan jawaban mengapa tujuan dari inovasi ini belum terwujud dan upaya apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mengembangkan inovasi ini. Berdasarkan analisis dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti ditemukan bahwa secara prinsip inovasi Sumpah Beruang sudah berhasil dalam mengelola sampah di Kabupaten Banyumas namun belum dapat mewujudkan tujuan utamanya yaitu Banyumas bebas sampah. Tujuan tersebut belum terwujud karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk mau mengelola sampah di hulu, kurangnya anggaran untuk pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu, kurangnya pemahaman kelompok swadaya masyarakat dalam mengelola sampah di tengah dan kurangnya kepedulian stakeholder pemerintahan lain untuk menyukseskan inovasi ini. Sedangkan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas adalah dengan terus melakukan sosialisasi kepada seluruh aktor inovasi, terus membangun TPST untuk mencukupi kebutuhan pengelolaan sampah dan bekerja sama dengan sektor privat untuk menyelesaikan masalah sampah.
Abtrak (Bhs. Inggris)The issue of waste management falls under obligatory matters that are unrelated to basic services. However, poor waste management can have negative impacts, particularly on health. The increase in population is directly proportional to the amount of waste generated, both from production and household sources. This rise in waste production leads to the inadequacy of disposal sites to accommodate the generated waste. When the need arises to find new disposal sites, problems emerge in the future. Therefore, innovative solutions are required to address waste-related challenges. Despite the innovation process, there are often obstacles that prevent the desired outcomes and what efforts have been made by the Government of Banyumas Regency to develop this innovation. Based on the analysis conducted, it is found that, in principle, the "Sumpah Beruang" innovation has succeeded in waste management in the Banyumas Regency. However, it has not fully achieved its primary goal of making Banyumas waste-free. This outcome is attributed to the lack of public awareness regarding waste management upstream, insufficient funding for integrated waste management facility construction, limited understanding among community-based organizations in waste management within communities, and inadequate commitment from other governmental stakeholders to ensure the success of this innovation. While the efforts made by the Government of Banyumas Regency are to continue to socialize to all innovators, continue to build TPSTs to meet waste management needs and work together with the private sector to solve waste problems.
Kata kunciInovasi, Pengelolaan Sampah, Sumpah Beruang
Pembimbing 1Prof. Dr. Paulus Israwan Setyoko, M.S.
Pembimbing 2Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2023-08-23 23:56:08.603389
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.