Home
Login.
Artikelilmiahs
41490
Update
ARGY FADILLAH VALON
NIM
Judul Artikel
DISTRIBUSI SUHU UDARA PADA SISTEM NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) UNTUK PENANAMAN STROBERI DI DATARAN RENDAH TROPIKA DENGAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMINCS (CFD)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Budidaya stroberi masih terpusat di dataran tinggi, karena memerlukan suhu udara yang rendah, yaitu suhu 17-20oC. Produksi buah stroberi masih belum bisa memenuhi permintaan pasar yang tinggi. Pengembangan budidaya stroberi pada dataran rendah di Indonesia dapat menjadi upaya untuk peningkatan produksi. Hidroponik dapat menjadi solusi untuk budidaya tanaman stroberi di dataran rendah karena dapat memanfaatkan lahan yang sempit. Salah satu sistem hidroponik yang dapat digunakan adalah Nutrient Film Technique (NFT). NFT merupakan sistem hidroponik dengan teknik pemberian larutan nutrisi melalui aliran air dengan arus yang pelan dan dangkal supaya bagian akar tanaman mendapat oksigen dan nutrisi yang cukup. Tanaman stroberi yang ditanam di dataran rendah hasilnya akan berbeda dengan yang ditanam di dataran tinggi, hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan suhu dan intensitas cahaya matahari. Kendala tersebut dapat diatasi dengan pengendalian iklim mikro terbatas pendinginan daerah perakaran tanaman (zone cooling). Metode untuk memprediksi iklim mikro berupa distribusi suhu udara yaitu menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamics). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pola distribusi suhu udara pada produksi stroberi dengan teknik hidroponik NFT, mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman stroberi di dataran rendah tropika yang ditanam dengan teknik hidroponik NFT. Variabel dan pengukuran yang digunakan pada penelitian ini antara lain, suhu, kelembaban, intensitas cahaya, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah dan bobot buah. Data suhu udara digunakan untuk simulasi menggunakan CFD. Tanaman stroberi yang ditanam di dataran rendah dengan menggunakan teknik hidroponik NFT menghasilkan umur masa panen yang relatif lebih cepat dan buah stroberi yang bagus. Meskipun menghasilkan buah stroberi yang bagus, namun pola distribusi suhu udara yang ada pada talang NFT masih belum optimal. Hasil simulasi menggunakan aplikasi CFDSOF menunjukan masih banyaknya suhu udara yang lebih tinggi berada didaerah sekitar perakaran tanaman. Suhu udara yang lebih rendah hanya ada di area yang terkena aliran nutrisi. Penggunaan zone cooling di daerah perakaran tanaman dinilai masih kurang efektif menurunkan suhu yang ada di dalam talang NFT.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Strawberry cultivation is still concentrated in the highlands, because it requires low temperatures, namely 17-20oC. Production of strawberries is still not able to meet the high market demand. The development of strawberry cultivation in the lowlands in Indonesia can be an effort to increase production. Hydroponics can be a solution for strawberry cultivation in the lowlands because it can utilize narrow land. One hydroponic system that can be used is the Nutrient Film Technique (NFT). NFT is a hydroponic system with a technique of providing a nutrient solution through a slow, shallow stream of water so that the roots of the plant receive sufficient oxygen and nutrients. Strawberry plants planted in the lowlands will have different results from those planted in the highlands, this is due to differences in temperature and sunlight intensity. These constraints can be overcome by controlling the limited microclimate cooling the plant root area (zone cooling). The method for predicting microclimate is in the form of air temperature distribution using CFD (Computational Fluid Dynamics). The purpose of this study was to determine the pattern of air temperature distribution in strawberry production using the NFT hydroponic technique, to obtain the growth and yield of strawberry plants in tropical lowlands grown using the NFT hydroponic technique. Variables and measurements used in this study include temperature, humidity, light intensity, plant height, number of leaves, number of fruit and fruit weight. Air temperature data is used for simulation using CFD. Strawberry plants grown in the lowlands using the NFT hydroponic technique produced a relatively faster harvest age and good strawberry fruit. Even though it produces good strawberries, the air temperature distribution pattern in the NFT gutters is still not optimal. The simulation results using the CFDSOF application show that there are still many higher air temperatures in the area around plant roots. Lower air temperatures exist only in areas exposed to nutrient inflows. The use of zone cooling in plant root areas is considered to be less effective in reducing the temperature in the NFT gutters.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save