Artikel Ilmiah : I1A019103 a.n. JOGITA CENDRAWANI SILITONGA

Kembali Update Delete

NIMI1A019103
NamamhsJOGITA CENDRAWANI SILITONGA
Judul ArtikelHUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, KUALITAS TIDUR, KONSUMSI JUNK FOOD, DAN STRES DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI DI SMK DEWANTARA SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Premenstrual syndrome (PMS) pada remaja merupakan masalah kesehatan reproduksi yang dapat mempengaruhi produktivitas. Kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri di Kabupaten Banyumas khususnya di wilayah kerja Puskesmas Sumbang masih tinggi. Mengingat masih tingginya kejadian premenstrual syndrome maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri. Desain penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional bertempat di SMK Dewantara Sumbang Kabupaten Banyumas dilakukan pada bulan Juni 2023. Responden berjumlah 98 orang yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner modifikasi SPAF dan BPAQ dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri di SMK Dewantara Sumbang sebagian besar adalah PMS berat sebesar 42,9% disusul PMS sedang 34,7% dan PMS ringan 22,4%. Hasil analisis diketahui faktor yang berhubungan signifikan terhadap kejadian PMS adalah stress (p value 0,000) dan konsumsi junk food (p value 0,030), sedangkan aktifitas fisik (p value 0,547) dan kualitas tidur (p value 0,213) tidak berhubungan signifikan. Faktor yang berhubungan dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja adalah stres dan konsumsi junk food sehingga remaja diharapkan untuk dapat memanajemen stres dengan baik dan mengurangi makanan tinggi lemak, natrium, gula, dan kalori untuk mencegah terjadinya premenstrual syndrome berat.
Abtrak (Bhs. Inggris)Premenstrual Syndrome (PMS) in adolescents is a reproductive health problem that can affect productivity. The incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls in Banyumas Regency, especially in the Sumbang Health Center working area, is still high. Given the high incidence of premenstrual syndrome, it is necessary to conduct research to determine the factors associated with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls. The research design used was a quantitative method with a cross sectional approach located at SMK Dewantara Sumbang, Banyumas Regency, conducted in June 2023. Respondents totaled 98 people who were taken using purposive sampling technique. Primary data collection using modified SPAF and BPAQ questionnaires with univariate and bivariate analysis. The results showed that the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls at SMK Dewantara Sumbang was mostly severe PMS at 42.9% followed by moderate PMS 34.7% and mild PMS 22.4%. The results of the analysis showed that the factors significantly related to the incidence of PMS were stress (p value 0.000) and junk food consumption (p value 0.030), while physical activity (p value 0.547) and sleep quality (p value 0.213) were not significantly related. Factors associated with the incidence of premenstrual syndrome in adolescents are stress and junk food consumption so that adolescents are expected to be able to manage stress well and reduce foods high in fat, sodium, sugar, and calories to prevent severe premenstrual syndrome.
Kata kunciPremenstrual Syndrome, Konsumsi Junk Food, Stres, Remaja
Pembimbing 1Dr. Eri Wahyuningsih, S.Ked., M.Kes.
Pembimbing 2Colti Sistiarani, S.K.M., M.Kes.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2023-08-23 11:37:05.623351
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.