Home
Login.
Artikelilmiahs
46170
Update
FENI SUGIASTUTI
NIM
Judul Artikel
POTENSI PENGGUNAAN TUMBUHAN SEBAGAI PEWARNA ALAMI UNTUK PEWARNAAN KERTAS DAUR ULANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sampah kertas merupakan bahan bekas dengan jumlah dan potensi yang besar. Potensi ini dapat meningkat dengan penambahan pewarna. penelitian ini menggunakan pewarna alami untuk meningkatkan nilai kertas daur ulang tanpa menimbulkan cemaran terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan kertas daur ulang dari kertas bekas jenis HVS, folio bergaris dan buram, aplikasi pewarna alami daun rengat, kayu secang, daun ketapang, an kayu tegeran pada kertas daur ulang, dan karakterisasi kertas daur ulang menggunakan Munsell Color Chart. Pembuatan kertas daur ulang berwarna dibuat dengan variasi volume pewarna alami 0,25,50,75,100 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarna daun rengat mengandung kapiton menghasilkan warna merah dengan berat jenis 0.9998 g/mL, pewarna kayu secang mengandung brazilin menghasilkan warna merah dengan berat jenis 0,9988 g/mL, pewarna daun ketapang mengandung tanin menghasilkan warna kuning kecoklatan dengan berat jenis 1,0013 g/mL, dan pewarna kayu tegeran mengandung tanin dan morin menghasilkan warna merah-kuning kecoklatan dengan berat jenis 0,9978 g/mL. Karakterisasi menggunakan MCC dilakukan dengan mencocokan warna dan diidentifikasi notasi warna dan nilai RGB lalu dideskripsikan. Variasi volume pewarna memberikan perbedaan warna pada masing-masing jenis kertas namun tidak signifikan. Warna paling tajam dihasilkan pada keras daur ulang dari jenis buram karena memiliki daya serap yang lebih tinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Paper waste is a waste material with a large amount and potential. This potential can be increased with the addition of dyes. This research uses natural dyes to increase the value of recycled paper without causing pollution to the environment. The purpose of this study is to determine the process of making recycled paper from HVS type waste paper, striped and opaque folio, the application of natural dyes of rengat leaves, secang wood, ketapang leaves, an tegeran wood on recycled paper, and the characterization of recycled paper using Munsell Color Chart. The manufacture of colored recycled paper is made with a variation in the volume of natural dye 0.25,50,75,100 mL. The results showed that rengat leaf dye containing capiton produced a red color with a specific gravity of 0.9998 g/mL, secang wood dye containing brazilin produced a red color with a specific gravity of 0.9988 g/mL, ketapang leaf dye containing tannins produced a brownish-yellow color with a specific gravity of 1.0013 g/mL, and tegeran wood dye containing tannins and morin produced a brownish-red-yellow color with a specific gravity of 0.9978 g/mL. Characterization using MCC is carried out by matching colors and identifying color notation and RGB values and then describing them. The variation in the volume of dye gives a color difference in each type of paper but is not significant. The sharpest colors are produced on the recycled hard of the opaque type because it has higher absorbency.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save