Artikel Ilmiah : G1B016007 a.n. VIOLENTRI MULTRI

Kembali Update Delete

NIMG1B016007
NamamhsVIOLENTRI MULTRI
Judul ArtikelAktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Daun Pepaya California (Carica papaya Linn) Terhadap Candida albicans
Abstrak (Bhs. Indonesia)Candida albicans merupakan patogen oportunistik pada membran mukosa rongga mulut. C. albicans dalam jumlah berlebihan pada mukosa rongga mulut dapat menimbulkan infeksi kandidiasis oral. Pengobatan kandidiasis menggunakan obat sintetik memiliki efek samping pada pasien dengan kondisi khusus seperti mual, muntah dan diare, sehingga diperlukan alternatif pengobatan yang lebih aman, salah satunya dengan memanfaatkan daun pepaya. Daun papaya California (Carica papaya Linn) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi ekstrak etanol daun pepaya California (Carica papaya Linn) menggunakan metode dilusi cair pada konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, 10 %, 12,5%, 15%. Penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan nilai KHM dengan kontrol positif nistatin dan kontrol negatif akuades. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris secara in vitro dengan rancangan penelitian berupa post-test only control group design. Penelitian ini menggunakan metode dilusi dengan pengukuran menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun pepaya mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, tannin, dan alkaloid. Ekstrak etanol daun pepaya dapat menghambat pertumbuhan C.albicans pada konsentrasi 7,5%, 10%, 12,5% dan 15% dengan nilai absorbansi -0,0250, -0.0125, -0.0368 dan -0.0397. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol daun pepaya California mempunyai aktivitas antifungi terhadap jamur C. albicans dengan nilai KHM sebesar 7,5%.
Abtrak (Bhs. Inggris)Candida albicans is an opportunistic pathogen of the oral mucous membranes. C. albicans in excessive amounts on the oral mucosa can cause oral candidiasis infection. Treatment of candidiasis using synthetic drugs has side effects in patients with special conditions such as nausea, vomiting and diarrhea, so a safer alternative treatment is needed, one of which is by utilizing papaya leaves. California papaya leaves (Carica papaya Linn) contain secondary metabolites which are efficacious as antifungals. This study aimed to determined the antifungal activity of the ethanol extract of California papaya leaves (Carica papaya Linn) using the liquid dilution method at concentrations of 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, 15%. This study also aimed to determined the MIC value with nystatin positive control and aquadest negative control. This research was an in vitro laboratory experiment with post-test only control group design. This study was conducted by the dilution method with measurements using a spectrophotometer. The results showed that the ethanol extract of papaya leaves contained active compounds in the form of flavonoids, saponins, tannins and alkaloids. Ethanol extract of papaya leaves could inhibit the growth of C. albicans at concentrations of 7,5%, 10%, 12,5% and 15% with absorbance values of -0.0250, -0.0125, -0.0368 and -0.0397. The conclusion of this study was the ethanol extract of California papaya leaves has antifungal activity against the fungus C. albicans with a MIC value in 7,5% consentration.
Kata kunciAntifungi, Candida albicans, Ekstrak daun pepaya, KHM
Pembimbing 1Dra. IDSAP Peramiarti, M.Kes
Pembimbing 2drg. Mutia Rochmawati, Sp.Perio
Pembimbing 3drg. Rinawati Satrio, M.Si
Tahun2023
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2023-07-19 21:06:43.61469
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.