Artikelilmiahs

Menampilkan 37.501-37.520 dari 48.997 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3750140283L1C019026Pemetaan Kesesuaian Lahan Budidaya Ikan Kerapu di Perairan Utara Bali Menggunakan Google Earth Engine (GEE)
Perairan Utara Bali memiliki potensi sebagai area budidaya dikarenakan topografi dasar laut yang landai dan gelombang yang relatif kecil. Komoditas yang dominan dikembangkan di perairan Utara Bali adalah ikan kerapu. Sumberdaya perikanan budidaya laut dapat dimanfaatkan secara optimal apabila dilakukan pada area yang sesuai. Luasnya area yang akan dipilih sebagai lokasi potensial untuk budidaya ikan kerapu membutuhkan metode yang efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan data penginderaan jauh untuk menggambarkan kondisi parameter lingkungan dan mengetahui tingkat kesesuaian lahan perairan untuk budidaya ikan kerapu. Metode yang digunakan yaitu pemberian nilai (scoring) untuk menilai enam parameter dan pembobotan (weighting) pada setiap parameter menggunakan platform Google Earth Engine (GEE). Hasil pengukuran parameter lingkungan diperoleh kedalaman mencapai 1-87 m, nilai sebaran material padatan tersuspensi mencapai 3,77-29,2 mg/l, nilai sebaran suhu permukaan laut mencapai 27,41-33,86 °C, nilai kecepatan arus mencapai 3,14 – 38,91 cm/s, nilai sebaran klorofil-a mencapai 0,63 – 12,68 mg/m3, nilai salinitas mencapai 30,90 – 33,16 ppt. Hasil analisis tingkat kesesuaian di Perairan Utara Bali termasuk ke dalam 4 kategori yaitu sangat sesuai (S1) seluas 4682,72 Ha, kategori sesuai (S2) seluas 48167,95 Ha, kategori cukup sesuai (S3) seluas 21334,86 Ha, kategori tidak sesuai (S4) seluas 4884,44 Ha.North Bali waters have potential as an aquaculture area due to the sloping seabed topography and relatively small waves. The dominant commodity developed in the North Bali waters is grouper. Marine aquaculture resources can be optimally utilized if done in the appropriate area. The vast area to be selected as a potential location for grouper aquaculture requires an effective and efficient method. The purpose of this study is to determine the ability of remote sensing data to describe the condition of environmental parameters and determine the level of suitability of aquatic land for grouper cultivation. The method used is scoring to assess six parameters and weighting each parameter using the Google Earth Engine (GEE) platform. The results of water parameter measurements obtained depth reached 1-87 m, the value of suspended solids material distribution (MPT) reached 3,77-29,2 mg/l, the value of sea surface temperature distribution reached 27,41-33,86 °C, the value of current velocity reached 3,14-38,91 cm/s, the value of chlorophyll-a distribution reached 0,63-12,68 mg/m3, the value of salinity distribution reached 30,90-33,16 ppt. The results of the analysis of the level of suitability in the North Bali Waters fall into 4 categories, namely very suitable (S1) covering 4682,72 Ha, suitable category (S2) covering 48167,95 Ha, moderately suitable category (S3) covering 21334,86 Ha, unsuitable category (S4) covering 4884,44 Ha.
3750240351K1B016025TRIVEKTOR BESERTA HASIL KALI DALAM
DAN HASIL KALI LUARNYA DENGAN VEKTOR
Penelitian ini membahas mengenai trivektor beserta hasil kali dalam dan hasil kali luar trivektor dengan vektor. Trivektor merupakan hasil kali luar dari tiga vektor. Hasil kali dalam trivektor dengan vektor memenuhi sifat komutatif. Hasil kali dalam trivektor dengan vektor adalah bivektor. Sementara itu, di ruang Euclid dimensi tiga, hasil kali luar trivektor dengan vektor adalah nol.This research discusses the inner product and the outer product between trivector and vector. Trivector is formed by the outer product of 3 vectors. The inner product between trivector and vector fulfills commutative property. The inner product between trivector and vector are bivectors. Meanwhile, in three dimensional Euclidean space, the outer product between trivector and vector are zero.
3750340280E1A019097PENGARUH PENELITIAN KEMASYARAKATAN BALAI PEMASYARAKATAN (BAPAS) TERHADAP PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM DALAM MEMUTUS PERKARA ANAK PELAKU (Studi di Balai Pemasyarakatan Kelas II Purwokerto dan Pengadilan Negeri Purwokerto)Laporan Penelitian Kemasyarakatan (LITMAS) merupakan salah satu instrumen penting dalam Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Proses peradilan anak, mulai dari tahap penyidikan, pemeriksaan persidangan, hingga pembinaan pasca perkara diputus harus mempertimbangkan laporan LITMAS dari Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan (BAPAS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses LITMAS dan bagaimana pengaruh LITMAS terhadap pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara Anak Pelaku. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Lokasi penelitian yaitu di BAPAS Kelas II Purwokerto dan Pengadilan Negeri Purwokerto. Metode penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data diolah dengan reduksi data, kategorisasi data, dan display data serta dianalisis dengan teknik Content Analisys Methode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses LITMAS dilakukan dalam beberapa tahap mulai dari tahap penerimaan hingga tahap pelaporan LITMAS. Pembimbing Kemasyarakatan dalam memberikan rekomendasi harus merujuk pada indikator penyusunan LITMAS yang termuat dalam Surat Edaran Nomor PAS6.PK.01.05.02-573 Tahun 2014 tentang Pedoman Umum Penyusunan Rekomendasi Penelitian Kemasyarakatan. Laporan LITMAS dari BAPAS Kelas II Purwokerto sangat berpengaruh terhadap pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara Anak Pelaku di Pengadilan Negeri Purwokerto. Pasal 60 Ayat (3) dan (4) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak mewajibkan hakim untuk mempertimbangkan LITMAS sebelum menjatuhkan putusan, karena apabila tidak maka berakibat putusan batal demi hukum. Namun demikian, putusan hakim tidak harus mengikuti rekomendasi hasil LITMAS.The Public Research Report (LITMAS) is one of the important instruments in SPPA. The juvenile justice process, starting from the investigation stage, trial hearing, to post-case guidance must consider the LITMAS report. This research aims to find out how the LITMAS process and how the influence of LITMAS on the judge's legal considerations in deciding the case of the Children Perpetrator. This research uses a sociological juridical approach method with analytical descriptive research specifications. The research location is at the Purwokerto Class II Penitentiary Center (BAPAS) and the Purwokerto District Court. The method of determining informants in this study used Purposive Sampling and Snowball Sampling techniques. The data sources used are primary data and secondary data. Data is processed by data reduction, data categorization, and data display, and analyzed with Content Analysis Method techniques. The results show that the LITMAS process was carried out in several stages starting from the acceptance stage to the LATMAS reporting stage. Public Advisors in providing recommendations must refer to the indicators of the preparation of LITMAS contained in Circular Number PAS6. PK.01.05.02-573 of 2014 concerning General Guidelines for the Preparation of Community Research Recommendations. The LITMAS report from BAPAS Class II Purwokerto is very influential on the judge's legal considerations in deciding the case of the Perpetrator's Child in the Purwokerto District Court. Article 60 Paragraphs (3) and (4) of Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System requires judges to consider LITMAS before handing down a decision, because otherwise the decision will be null and void. However, the judge's decision does not have to follow the recommendations of the LITMAS results.
3750440281L1C019014PERBANDINGAN SOUND VELOCITY PROFILE IN-SITU DENGAN HASIL PEMODELAN DI PERAIRAN TAMAN NASIONAL BUNAKEN, SULAWESI UTARAPenelitian ini berjudul Perbandingan Sound Velocity Profile In-situ dengan Hasil Pemodelan di Perairan Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara. Sound Velocity Profile dalam pengolahan Multibeam Echosounder (MBES) sangat diperlukan untuk mengoreksi hasil pemeruman. Perbedaan data kedalaman hasil survei MBES yang sudah terkoreksi SVP dengan data yang belum terkoreksi akan jauh berbeda. Taman Nasional Bunaken termasuk ke dalam wilayah Laut Sulawesi yang merupakan salah satu pintu utama masuknya Arus Lintas Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sebaran SVP, membandingkan nilai akurasi hasil model SVP dengan hasil in-situ berdasarkan kedalaman, dan mengidentifikasi seberapa besar perbedaan nilai kedalaman yang dihasilkan di Perairan TN. Bunaken, Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan data in-situ berupa data suhu, salinitas dan kedalaman serta data sekunder dari hycom.org dan marine.copernicus.eu. Untuk menguji akurasi nilai model SVP dengan nilai in-situ maka dilakukan uji RMSE. Hasil penelitian menunjukkan profil kecepatan suara pada lapisan mixed layer hingga deep layer cenderung menurun. Nilai RMSE hasil perhitungan metode Leroy 0,023 – 0,06; Copernicus 0,418 – 3,24; dan model dengan persamaan statistik 0,88 – 8,95. Perhitungan kedalaman menggunakan pendekatan model empiris dan statistik diperoleh perbedaan yang yakni 0-4 meter, pendekatan model Hycom yakni 1-3 meter, dan pendekatan model marine Copernicus yakni 2 meter. Pemodelan SVP dapat digunakan untuk mengoreksi nilai kedalaman apabila survei SVP tidak dilakukan pada pekerjaan survei batimetri. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut, terutama pada perairan dangkal.This study is entitled Comparison of In-situ Sound Velocity Profile with Modeling Results in the Waters of Bunaken National Park, North Sulawesi. Sound Velocity Profile in Multibeam Echosounder (MBES) processing is needed to correct the sounding results. The difference between the depth data of SVP-corrected MBES survey results and uncorrected data will different significantly. Bunaken National Park is located in the Sulawesi Sea region, one of the main entry points for the Indonesian Through Flow or ARLINDO. This research aims to find out the SVP distribution value, compare the accuracy value of SVP model results with in-situ results based on depth, and identify how much the difference in depth values produced in TN Waters. Bunaken, North Sulawesi. The data used in the research included in-situ data in the form of temperature, salinity, depth data, and secondary data from hycom.org and marine.copernicus.eu. The accuracy of the SVP model value is tested by finding the RMSE value compared to the value of the in-situ data collection. The results showed that the sound speed profile on the mixed layer to the deep layer tends to decrease. The RMSE value calculated by Leroy method is 0.023–0.06; for Copernicus is 0.418–3.24; and using the statistical models is 0.88–8.95. Depth calculations using empirical and statistical approaches obtained differences of 0-4 meters, Hycom model approach which is 1-3 meters, and Copernicus marine model approach which is 2 meters. SVP modelling can be used to correct depth values if there is no SVP survey on bathymetric survey work. Further research is needed, especially in shallow waters.
3750540282C1A019049Pola Konsumsi Mahasiswa Penerima Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Pemerintah Kabupaten WonogiriABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pada mahasiswa penerima beasiswa mahasiswa berprestasi Kabupaten Wonogiri periode 2021. Penelitian ini mengambil judul : “Pola Konsumsi Mahasiswa Penerima Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Pemerintah Kabupaten Wonogiri”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola konsumsi dan pengaruh pendapatan, jarak tempat tinggal, dan jenis kelamin terhadap konsumsi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa penerima beasiswa mahasiswa berprestasi kabupaten wonogiri periode 2021. Jumlah responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 87 responden dengan menggunakan metode simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data dengan menggunakan software SPSS menunjukkan bahwa: (1) Pengeluaran konsumsi pada mahasiswa terbesar adalah untuk konsumsi makanan (51,55%), konsumsi hobi dan hiburan (30,85%), penunjang perkuliahan (20,66%), transportasi (17,50%), fashion (14,85%), dan komunikasi (12,38%), (2) pendapatan secara signifikan berpengaruh terhadap konsumsi mahasiswa, (3) jarak tempat tinggal tidak berpengaruh signifikan terhadap konsumsi mahasiswa, (4) jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap konsumsi mahasiswa, (5) secara bersama-sama pendapatan, jarak tempat tinggal, dan jenis kelamin berpengaruh terhadap konsumsi mahasiswa. Implikasi dari kesimpulan hasil penelitian di atas yaitu dalam penggunaan dana beasiswa mahasiswa dapat lebih bijak dalam mengalokasikan pendapatan untuk melakukan konsumsinya. Sebaiknya mahasiswa lebih memprioritaskan pada konsumsi untuk kebutuhan yang mendukung peningkatan prestasi dan studi yang dijalani di samping kebutuhan pokoknya.
This research is a quantitative research on students receiving outstanding student scholarships in the Wonogiri district government for the 2021 period. This research takes the title: "Consumption Patterns of Students who Receive Scholarships for Outstanding Students from the Wonogiri District Government" The purpose of this study was to determine consumption patterns and the effect of income, distance of residence, and gender on consumption. The population in this study were students who received scholarships for outstanding students in the Wonogiri district for the 2021 period. The number of respondents who became the sample in this study were 87 respondents using the simple random sampling method. Based on the research results and the results of data analysis using SPSS software, it shows that: (1) The largest consumption expenditure for students is for food consumption (51.55%), consumption of hobbies and entertainment (30.85%), supporting lectures (20.66 %), transportation (17.50%), fashion (14.85%), and communication (12.38%), (2) income has a significant effect on student consumption, (3) distance of residence has no significant effect on student consumption, (4) gender has no significant effect on student consumption, (5) together income, distance of residence, and gender have an effect on student consumption. The implication of the conclusions from the research results above is that in the use of scholarship funds students can be wiser in allocating income for consumption. It is better for students to prioritize consumption for needs that support increased achievement and studies in addition to their basic needs.
3750640284C2C020032 The Effect of Trust, Perceived Benefit Perception and Religiosity in the Continuity Intention of Digital Wallet Services.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kepercayaan, persepsi manfaat dan religiusitas terhadap niat berkelanjutan layanan Dompet Digital. Penelitian ini melibatkan 102 responden yang sebagian besar merupakan pemilik usaha UMKM di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya. Data dianalisis dengan menggunakan metode regresi berganda, untuk melihat apakah kepercayaan, persepsi manfaat dan religiositas berpengaruh terhadap continuance intention layanan dompet digital. Sebagai aplikasi teknologi keuangan, penyedia dompet digital harus melihat strategi ke depan yang akan menguntungkan UMKM dalam mendukung aktivitas transaksi sehari-hari mereka. Penyedia layanan dapat melihat dalam penelitian ini jika kepercayaan, persepsi manfaat yang dirasakan, dan religiusitas dapat membawa manfaat berdampak pada implementasi keseluruhan strategi yang diberikan untuk mendukung pengembangan UMKM.ABSTRACT
The purpose of this study was to examine the effect of trust, benefit perception and religiosity on continuance intention of the Digital Wallet services. This study involved 102 respondents, mostly the MSME business owner in Banyumas District and surrounding areas. The data were analyzed using multiple regression method, to see if the trust, benefit perception and religiosity affected the continuance intention of digital wallet services. As a financial technology application, the digital wallet provider should see the future strategy that will benefit the MSME in supporting their daily transaction activities. The service provider could see in this study if the trust, perceived benefit perceptions and religiosity could bring an
impact on the implementation of overall strategy provided to support the MSME development.
3750740285A1D019037Keragaman Genetik 7 Aksesi Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum) dan Varietas Jahira 2 Menggunakan marka Simple Sequence Repeat (SSR)Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu jenis tanaman rimpang yang berasal dari famili Zingiberaceae yang telah dikenal sebagai tanaman obat. Tanaman jahe dikenal sebagai tanaman obat yang berasal dari Cina dan India. Jahe merupakan salah satu komoditas pertanian yang dapat memberikan peluang dan prospek yang cukup baik untuk dibudidayakan di Indonesia. Sentral budidaya tanaman jahe di Indonesia yang berlokasi di Pulau Jawa. Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan salah satu varietas jahe yang ada di Indonesia yang memiliki rasa terpedas, dan ukuran rimpang lebih kecil dengan lapisan kulit berwarna merah. Permintaan jahe merah yang semakin tinggi di Indonesia mengharuskan petani jahe dapat meningkatkan produksinya. Ketersediaan bibit unggul jahe merah menjadi pembatas dalam budidaya, selain itu tanaman jahe hanya diperbanyak secara vegetatif dan sulit melakukan pembungaan, sehingga keanekaragamannya rendah. Informasi terkait keragaman genetik pada spesies jahe merah dapat menjadi dasar dalam seleksi tanaman.
Keragaman genetik pada aksesi-aksesi jahe merah dapat dilihat dengan menggunakan penanda molekuler. Marka (penanda) molekuler adalah sekuen DNA yang dapat diidentifikasi, salah satunya adalah menggunakan marka Simple Sequence Repeat (SSR). Penelitian dilakukan untuk mengetahui kekerabatan genetik pada 7 aksesi jahe merah dan varietas Jahira 2 menggunakan marka SSR. Penelitian ini dilakukan dengan metode skoring, hasil skoring akan dimasukkan ke dalam bentuk data biner kemudian data biner tersebut dianalisis dengan menggunakan program Sequential Agglomerative Hierarchial and Nested-Unweighted Pair-Group Method with Arithmetic (SAHN-UPGMA) pada perangkat lunak NTSYSpc 2.02. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 7 akses jahe merah dan varietas Jahira 2 memiliki kekerabatan genetik yang dekat secara molekuler. Informasi mengenai keragaman genetik pada penelitian ini dapat menjadi pedoman untuk melakukan analisis keragaman genetik pada tanaman Zingiberaceae yang masih belum diketahui di Indonesia, sehingga dapat memperluas informasi terkait keragaman genetik yang berguna untuk dasar seleksi tanaman sebagai tetua.
Ginger (Zingiber officinale Rosc.) is a type of rhizome plant from the Zingiberaceae family which has been known as a medicinal plant. Ginger plant is known as a medicinal plant originating from China and India. Ginger is an agricultural commodity that can provide good opportunities and prospects to be cultivated in Indonesia. The center of ginger cultivation in Indonesia is located on the island of Java. Red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) is one of the ginger varieties in Indonesia which has the hottest taste, and smaller rhizome size with a red skin layer. The increasing demand for red ginger in Indonesia requires ginger farmers to increase their production. The availability of superior red ginger seeds is a limitation in its cultivation, besides that ginger plants are only propagated vegetatively and it is difficult to flower, so the diversity is low. Information related to genetic diversity in red ginger species can be the basis for plant selection.
Genetic diversity in red ginger accessions can be seen using molecular markers. Molecular markers (markers) are DNA sequences that can be identified, one of which is using Simple Sequence Repeat (SSR) markers. This research was conducted to determine the genetic relationship between 7 red ginger accessions and the Jahira 2 variety using SSR markers. This research was conducted using the scoring method, the scoring results will be entered into the form of binary data then the binary data is analyzed using the Sequential Agglomerative Hierarchial and Nested-Unweighted Pair-Group Method with Arithmetic (SAHN-UPGMA) program on NTSYSpc 2.02 software. The results of this study indicate that the 7 accesses of red ginger and the Jahira 2 variety have a close molecular genetic relationship. Information regarding genetic diversity in this study can be used as a guideline for analyzing genetic diversity in Zingiberaceae plants that are still unknown in Indonesia, so as to expand information related to genetic diversity which is useful for the basis of plant selection as parents.
3750840374D1A020206TestTestTest
3750944219A1D019150KOMPONEN PERTUMBUHAN DAN HASIL ENAM GENOTIPE TANAMAN BROKOLI (Brassica oleracea var. italica) INTRODUKSI DI DAERAH DATARAN TINGGI PRATIN PURBALINGGABrokoli (Brassica oleracea var. italica) merupakan tanaman hortikultura. Brokoli memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan oleh manusia karena memiliki kandungan, mineral dan vitamin. Produksi brokoli di Indonesia tergolong masih rendah baik secara kualitas maupun kuantitas. Produksi brokoli Indonesia belum dapat mencukupi kebutuhan pasar lokal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui komponen hasil dan hasil beberapa galur tanaman brokoli introduksi yang di tanam pada dataran tinggi Pratin, Desa Kutabawa, Kabupaten Purbalingga, 2) Mengetahui galur tanaman brokoli introduksi yang terbaik dibandingkan dengan galur pembanding. Penelitian dilaksanakan pada lahan terbuka di dataran tinggi Pratin Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah dimulai pada bulan Juli hingga Oktober 2022. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non factorial dengan penggunaan 4 varietas brokoli introduksi berupa Chevalier (8), Legacy (9), Tie Mountain (10), dan Eiffel (11); serta 2 varietas brokoli pembanding berupa Hybrida lucky (33) dan Valencia/BL 14001 (34) yang diulang sebanyak 3 kali. Data dianalisis menggunakan analis ragam (ANOVA) pada taraf kesalahan 5%. Apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh signifikan, dilakukan uji lanjut Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Parameter yang meliputi data kuantitatif yakni Tinggi tanaman, Jumlah daun, Diameter batang, Lebar daun, Panjang daun, umur muncul bunga, diameter bonggol bunga, Panjang bonggol bunga, lingkar bonggol bunga, umur panen, berat kotor, dan berat bersih, lalu pada data kualitatif meliputi warna bonggol bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas brokoli introduksi mampu beradaptasi pada kondisi lingkungan di lokasi penelitian terbukti semua varietas brokoli mampu menghasilkan bunga brokoli yang cukup baik. Respon pertumbuhan dan hasil varietas brokoli introduksi bervariasi yaitu pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, lebar dan panjang daun, umur muncul bunga, diameter dan panjang bonggol bunga (curd), lingkar bonggol bunga, umur panen, berat kotor, dan berat bersih. Varietas Tie Mountain menunjukkan potensi hasil yang tinggi dibandingkan dengan varietas Chevalier, Legacy, Eiffel, dan varietas pembandingnya yaitu Hibrida Lucky serta Valencia. Namun waktu panen varietas pembanding lebih cepat dibandingkan dengan brokoli varietas introduksi, yang cepat berbunga adalah Eiffel, tetapi hasil (bobot bunga) rendah dan waktu panennya lebih lama.Brocolli(Brassica oleraceae var. italica) is horticultural plant. Broccoli contains nutrients needed by humans because it contains minerals and vitamins. Broccoli production in Indonesia is still relatively low both in quality and quantity. Indonesian broccoli production is not yet sufficient for local market needs. This research aims to 1) determine the morphological characteristics and the results of several introduced strains of broccoli plants, 2) determine the best varieties of introduced broccoli plants compared to comparison strains. The research was carried out on open land in the Pratin highlands of Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency, Central Java starting in July-October 2022. This research was carried out using a non-factorial Randomized Block Design (RBD) using four strains of introduced broccoli Chevalier (8), Legacy (9), Tie 2 Mountain (10), dan Eiffel (11) and two hybrid varieties as comparison varieties, namely the Hybrida lucky (33) dan Valencia/BL 14001 (34) strains which were repeated 3 times. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at an error level of 5%. If the analysis results show a significant effect, Duncan's Multiple Range Test (DMRT) is carried out further. Parameters that include quantitative data are plant height, number of leaves, stem diameter, width and length of leaves, age at flower emergence, diameter and length of the flower head (curd), flower head circumference, harvest age, gross weight, and net weight, then in the data, qualitative includes the color of the flower heads. The research results showed that the introduced broccoli varieties were able to adapt to the environmental conditions at the research location. It was proven that all broccoli varieties were able to produce quite good broccoli flowers. The growth response and yield of introduced broccoli varieties varied, namely in the parameters of plant height, number of leaves, stem diameter, flowering age, harvest age, root length, flower diameter, economic flower weight, and physiological flower weight. The Tie Mountain variety shows high yield potential compared to the Chevalier, Legacy, and Eiffel varieties, and the comparison varieties, namely the Lucky and Valencia hybrids. However, the harvest time for the comparison varieties was faster than the introduced broccoli varieties. The variety that flowers quickly is Eiffel, but the yield (flower weight) is low and the harvest time is longer.
3751040286L1C017037STATUS TROFIK MUSIM TIMUR DAN PERALIHAN II BERDASARKAN INDEKS TRIX DI LAGUNA SEGARA ANAKAN TIMUR, KABUPATEN CILACAPPerairan Laguna Segara Anakan (LSA) Timur, Kabupaten Cilacap dipengaruhi oleh faktor alami dan antropogenik yang berpotensi menimbulkan degradasi ekologis. Faktor tersebut diduga menyebabkan akumulasi makronutrien yang mengakibatkan tingginya status trofik di perairan dalam kategori eutrofikasi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui status trofik dengan indikator ukur antara lain Total Nitrogen (TN), Total Fosfat (TP), klorofil-a, dan DO saturasi. Penelitian dilakukan secara temporal pada Musim Timur (Juli) dan Peralihan II (Oktober) di 6 stasiun dengan karakteristik yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan purposive sampling. Pengukuran klorofil-a (spektofotometri), pengukuran TN TP (Kjedahl), DO saturasi (Titrasi), dan penetuan status trofik berdasarkan indeks TRIX. Data dianalisis untuk penentuan status trofik. Hasil menunjukkan pada Musim Timur konsentrasi TN 1,31-5,35 mg/L; konsentrasi TP 2,63-6,74 mg/L; Klorofil-a 0,0001-18.205 mg/L; DO saturasi 0,23-0,48%. Musim Peralihan II konsentrasi TN 2,80-5,60 mg/L; TP berkisar 1,25-2,47 mg/L; Klorofil-a 2.626-14.417 mg/L; DO saturasi 0,20-0,59%. Selanjutnya status trofik Musim Timur berkisar 0,10-5,28 pada kategori oligotrofik hingga eutrofik, sedangkan pada Musim Peralihan II berkisar 4,27-5,02 pada kategori eutrofik. Perlu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan stakeholder setempat dalam meminimalisir terjadinya eutrofikasi dengan melakukan monitoring lingkungan secara berkelanjutan.
Kata kunci: Laguna Segara Anakan Timur, Status Trofik, Indeks TRIX, Total Nitrogen, Total Fosfat.
Segara Anakan Lagoon (LSA), Cilacap Regency are influenced by natural and anthropogenic factors that have the potential to cause ecological degradation. These factors are thought to cause accumulation of macronutrients resulting in high trophic status in waters in the eutrophication category. The purpose of this study was to determine the trophic status with measuring indicators according including Total Nitrogen (TN), Total Phosphate (TP), chlorophyll-a, and DO saturation. The research was conducted temporally during the East Season (July) and Transition II (October) at 6 stations with different characteristics. The research method used was purposive sampling. Chlorophyll-a measurement (spectophotometry), TN TP measurement (Kjedahl), DO saturation (Titration), and determination of trophic status based on the TRIX index. Data were analyzed for determination of trophic status. The results showed that in the East Season the concentration of TN was 1.31-5.35 mg.L-1; TP concentration 2.63-6.74 mg.L-1; Chlorophyll-a 0.0001-18.205 mg.L-1; DO saturation 0.23-0.48%. Transition Season II TN concentration 2.80-5.60 mg.L-1; TP ranged from 1.25-2.47 mg.L-1; Chlorophyll-a 2,626-14,417 mg.L-1; DO saturation 0.20-0.59%. Furthermore, the trophic status of the East Season ranges from 0.10 to 5.28 in the oligotrophic to eutrophic category, while in the Transitional Season II it ranges from 4.27 to 5.02 in the eutrophic category. Special attention needs to be given to the government and local stakeholders in minimizing the occurrence of eutrophication by conducting environmental monitoring on an ongoing basis.
Keywords: East Segara Anakan Lagoon, Trophic Status, TRIX Index, Total Nitrogen, Total Phosphate
3751140288A1D019175Isolasi, Uji Resistensi, dan Uji Kemampuan Remediasi Bakteri Indigenous Lahan Pertanaman Padi Kabupaten Pemalang pada Medium Tercemar Timbal (Pb)Sampel tanah yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari lima lokasi di Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, yaitu Dukuh Kembang, Krajan Barat I, Krajan Barat II, Krajan Timur I dan Krajan Timur II, Desa Mandiraja. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, melakukan uji resistensi, dan menguji kemampuan remediasi bakteri pada medium yang mengandung Pb. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel tanah, pengukuran pH tanah, perhitungan jumlah koloni dan pengamatan makromorfologi koloni, isolasi bakteri, pewarnaan gram dan endospora, uji kurva pertumbuhan bakteri tanpa cemaran dan dengan cemaran Pb, uji resistensi, serta uji remediasi. Isolasi dan seleksi bakteri pada medium NA diperoleh lima isolat bakteri, yaitu KMPb O, KB1Pb H, KB2Pb K, KT1Pb C, dan KT2Pb H. Kelima isolat bakteri secara umum memiliki bentuk koloni bulat, tepian halus, elevasi datar, bakteri gram negatif dan mampu menghasilkan endospora. Kurva pertumbuhan isolat bakteri pada medium NB tanpa cemaran menunjukkan isolat KMPb O memiliki waktu generasi terbaik, sedangkan kurva pada medium NB diperkaya Pb 10 ppm menunjukkan isolat KT1Pb C dan KT2Pb H memiliki resistensi logam berat yang tinggi. Uji resistensi bakteri pada medium NA diperkaya Pb hingga 100 ppm, isolat KT1Pb C dan KT2Pb H memiliki kemampuan resistensi terbaik. Uji remediasi timbal dengan medium NB yang diperkaya Pb 10 ppm dan waktu inkubasi 72 jam menunjukkan bahwa kelima isolat bakteri dapat mereduksi logam berat timbal hingga tidak terdeteksi (0 ppm) dan persentase penurunannya mencapai 100%.The soil samples used in this study were taken from five locations in Moga District, Pemalang Regency: Dukuh Kembang, West Krajan I, West Krajan II, East Krajan I, and East Krajan II, Mandiraja Village. This study aims to isolate, conduct resistance tests, and test the remediation ability of indigenous bacteria in a medium containing Pb. The research stages include soil sampling, soil pH measurement, counting the number of colony and observation of colony macromorphology, isolation of bacteria, gram and vendospore staining, bacterial growth curve test without contamination and with Pb contamination, resistance test, and remediation test. Isolation and selection of bacteria on NA medium obtained five bacterial isolates: KMPb O, KB1Pb H, KB2Pb K, KT1Pb C, and KT2Pb H. The five bacterial isolates in general have a round colony shape, smooth edges, flat elevations, gram-negative bacteria and capable of producing endospores. The growth curve of bacterial isolates on NB medium without contamination shows that isolate KMPb O has the best generation time, while the curve NB medium enriched with 10 ppm Pb showed isolates KT1Pb C and KT2Pb H had high heavy metal tolerance. Bacterial resistance test on NA medium enriched with Pb up to 100 ppm, isolates KT1Pb C and KT2Pb H had the best resistance ability. Lead remediation tests with NB medium enriched with 10 ppm Pb and 72 hours incubation time showed that the five bacterial isolates could reduce the heavy metal lead to undetectable (0 ppm) and the percentage reduction reached 100%.
3751240289I1C019070Analisis Bioinformatika dan Molecular Docking Senyawa Cucurbitacin E Sebagai Antikanker pada Colon Cancer Stem Cells (CCSCs)Latar Belakang : CCSCs merupakan CSC yang terdapat pada kolon. Keberadaan CCSCs ditandai munculnya ekspresi gen, gen yang diketahui salah satunya dari reseptor GPCR seperti GNAI2, GNAI1, GNAQ, GNAI3, GNB1, GNAT3, dan GNB3. Senyawa cucurbitacin E mempunyai potensi bioaktifitas sebagai antikanker terhadap CCSCs. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa cucurbitacin E sebagai penghambat pada gen yang terlibat pada CCSCs secara in silico menggunakan penambatan molekuler.

Metodologi : Analisis bioinformatika menggunakan STITCH, STRING untuk mencari target protein cucurbitacin E. Target potensial cucurbitacin E dianalisis menggunakan Venny 2.1. WebGestalt digunakan untuk mendapatkan informasi terkait ontologi gen, jalur KEGG, dan asosiasi obat serta diolah menggunakan Cytoscape untuk mendapatkan top 10 hub gene. Analisis molecular docking menggunakan AutoDock Tools, PyMol, AutoDock Vina untuk mendapatkan energi ikatan dan divisualisasikan menggunakan DS Biovia.

Hasil Penelitian : Hasil analisis bioinformatika didapatkan top 10 hub gene yaitu GNAI2, GNAI1, GNAQ, GNAI3, GNB1, MAPK3, GNAT3, RGS20, GNB3 dan RGS17. Analisis molecular docking senyawa cucurbitacin E terhadap GNB1 menghasilkan energi ikatan namun tidak lebih baik daripada ligan natif. Selain itu, cucurbitacin E juga mengikat residu asam amino pada sisi aktif protein.

Kesimpulan : Target protein cucurbitacin E terhadap colon cancer stem cells yaitu pada protein GNB1 yang memiliki nilai energi ikatan namun tidak lebih baik daripada ligan natifnya.

Kata kunci : Cucurbitacin E, Bioinformatika, Molecular Docking, Sel induk kanker kolon, Protein GNB1.
Background : CCSCs are CSCs found in the colon. The existence of CCSCs is characterized by the emergence of gene expression, genes known one of which is from GPCR receptors such as GNAI2, GNAI1, GNAQ, GNAI3, GNB1, GNAT3, and GNB3. Cucurbitacin E compounds have potential bioactivity as anticancer against CCSCs. This study aims to determine the potential of cucurbitacin E compounds as inhibitors in genes involved in CCSCs in silico using molecular docking.

Methods : Bioinformatic analysis using STITCH, STRING, and Swisstargetprediction to search for cucurbitacin E protein targets. Cucurbitacin E potential target were analyzed using Venny 2.1. WebGestalt was used to obtain information related to gene ontology, KEGG pathways, and drug associations and was processed using Cytoscape to obtain the top 10 hub genes. Molecular docking analysis using, AutoDock Tools, PyMol, AutoDock Vina to obtain bond energy and visualized using DS Biovia.

Results : The results of bioinformatics analysis showed that the top 10 hub genes were GNAI2, GNAI1, GNAQ, GNAI3, GNB1, MAPK3, GNAT3, RGS20, GNB3 and RGS17. Analysis of molecular docking of cucurbitacin E compounds against GNB1 yielded bond energy but was no better than native ligands. In addition, cucurbitacin E also binds to amino acid residues on the active side of proteins.

Conclusion : The target of cucurbitacin E protein against colon cancer stem cells is the GNB1 protein which has binding energy value but is not better than its native ligand.

Keywords : Cucurbitacin E, Bioinformatics, Molecular Docking, Colon Cancer Stem Cells, GNB1 Protein.
3751340290C1L019028Pengaruh Kesadaran Diri, Manajemen Diri dan Keteladanan Guru terhadap Disiplin Belajar pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS SMAN 5 PurwokertoPenelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei yang dilaksanakan pada peserta didik SMAN 5 Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesadaran diri, manajemen diri dan keteladanan guru terhadap disiplin belajar pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS SMAN 5 Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2022/2023.
Populasi penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI IPS 1, XI IPS 2 dan XI IPS 3 SMAN 5 Purwokerto yang berjumlah 108 peserta didik. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 86 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada responden. Data kuesioner yang didapatkan terlebih dahulu ditransformasikan menjadi data interval dengan menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, analisis regresi berganda, uji F dan uji T.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kesadaran diri berpengaruh positif terhadap disiplin belajar. Adanya kesadaran diri yang baik pada peserta didik akan meningkatkan perilaku disiplin belajar peserta didik. (2) Manajemen diri berpengaruh positif terhadap disiplin belajar. Semakin baik manajemen diri yang dimiliki oleh peserta didik maka akan semakin baik juga perilaku disiplin belajar pada peserta didik. (3) keteladanan guru berpengaruh positif terhadap disiplin belajar. Semakin baik keteladanan guru maka akan semakin baik disiplin belajar peserta didik.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu peserta didik dapat meningkatkan disiplin belajar melalui adanya pemahaman akan pentingnya kesadaran diri yang merupakan awal terbentuknya perilaku disiplin dalam belajar dan kemampuan mengelola diri yang mengarahkan segala tingkah lakunya ke arah yang lebih baik.
Guru dapat meningkatkan sikap disiplin belajar peserta didik melalui pemberian keteladanan yang baik dari guru, dengan pemberian contoh yang baik maka akan berdampak baik pada kualitas disiplin peserta didik dalam belajar.

Kata Kunci: Kesadaran Diri, Manajemen Diri, Keteladanan Guru, Disiplin belajar
This research is a type of quantitative research with a survey method conducted on students of SMAN 5 Purwokerto. This study aims to analyze the effect of self-awareness, self-management and teacher example on learning discipline in economics class XI IPS SMAN 5 Purwokerto. This research was conducted in the even semester of the 2022/2023 school year.
The population of this study were students in class XI IPS 1, XI IPS 2 and XI IPS 3 SMAN 5 Purwokerto, totaling 108 students. The sample used in this study amounted to 86 respondents who were taken by simple random sampling technique. This study uses data obtained from the results of distributing questionnaires to respondents. The questionnaire data obtained was first transformed into interval data using the Method of Successive Interval (MSI). The data analysis techniques used in this study are validity test, reliability test, normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, multiple regression analysis, F test and T test.
The results of research show that: (1) Self-awareness has a positive effect on learning discipline. The existence of good self-awareness in students will increase the behavior of disciplined learning of students. (2) Self-management has a positive effect on learning discipline. The better self-management possessed by students, the better the disciplined behavior of learning in students. (3) the teacher's example has a positive effect on learning discipline. The better the teacher's example, the better the learning discipline of students.
The implication of the conclusions above is that students can improve learning discipline through an understanding of the importance of self-awareness which is the beginning of the formation of disciplined behavior in learning and the ability to manage oneself which directs all behavior in a better direction.
Teachers can improve the attitude of student learning discipline through providing good examples from the teacher, by providing good examples it will have a good impact on the quality of student discipline in learning.

Keywords: Self-Awareness, Self-Management, Teacher Modeling, Learning Discipline
3751440292C1G019002Analysis of the Profit and Development Strategy of Elephant Foot Yam Farming in Purworejo RegencyPertanian merupakan sektor yang memberikan kontribusi penting dalam perekonomian
Indonesia. Sektor pertanian mempekerjakan sebagian besar penduduk, terutama di
daerah pedesaan. Desa Kaliwader Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo mayoritas
penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Salah satu tanaman pertanian yang
ditanami petani di Desa Kaliwader yaitu porang. Porang di Desa Kaliwader memiliki
kualitas yang lebih bagus dibuktikan dengan kandungan glukomanan yang tinggi. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan rata-rata petani porang dalam sekali
panen serta menyusun strategi pengembangan Usahatani Porang di Kabupaten
Purworejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata keuntungan usahatani
porang di Desa Kaliwader sebesar Rp12,782,674 per sekali panen (perenam bulan), dan
(2) strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan usahatani porang di Desa
Kaliwader adalah strategi S-O.
Pertanian merupakan sektor yang memberikan kontribusi penting dalam perekonomian
Indonesia. Sektor pertanian mempekerjakan sebagian besar penduduk, terutama di
daerah pedesaan. Desa Kaliwader Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo mayoritas
penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Salah satu tanaman pertanian yang
ditanami petani di Desa Kaliwader yaitu porang. Porang di Desa Kaliwader memiliki
kualitas yang lebih bagus dibuktikan dengan kandungan glukomanan yang tinggi. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan rata-rata petani porang dalam sekali
panen serta menyusun strategi pengembangan Usahatani Porang di Kabupaten
Purworejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata keuntungan usahatani
porang di Desa Kaliwader sebesar Rp12,782,674 per sekali panen (perenam bulan), dan
(2) strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan usahatani porang di Desa
Kaliwader adalah strategi S-O.
3751540293B1A019035KARAKTERISASI DAN KEMAMPUAN BAKTERI SELULOLITIK ISOLAT SD5, KS1 DAN KS4 DALAM MENDEGRADASI JERAMI PADISelulosa merupakan karbohidrat yang disintesis oleh tanaman dan termasuk salah satu komponen terbesar penyusun struktur tumbuhan. Salah satu contoh keberadaan selulosa yaitu terdapat pada jerami padi. Kandungan selulosa dalam jerami padi termasuk tinggi sehingga diperlukan bantuan mikroorganisme untuk mempercepat proses degradasi. Contoh mikroorganisme yang dapat menghasilkan enzim selulase yaitu bakteri selulolitik yang berperan dalam menghidrolisis selulosa menjadi lebih sederhana. Isolat bakteri SD5, KS1, dan KS4 bersifat selulolitik sehingga diharapkan mampu mempercepat proses degradasi jerami padi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik ketiga isolat bakteri dan kemampuannya dalam mendegradasi jerami padi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah isolat bakteri selulolitik yaitu isolat SD5, KS1 dan KS4. Variabel terikat berupa kemampuan isolat bakteri selulolitik dalam mendegradasi jerami padi. Parameter utama yaitu penurunan nilai rasio C/N, sedangkan parameter pendukung yaitu jumlah total bakteri dan jumlah bakteri selulolitik. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%, dilanjutkan analisis Beda Nyata Jujur (BNJ). Identifikasi isolat bakteri mengacu pada Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology. Hasil karakterisasi fenetik baik secara morfologi, fisiologis, biokimiawi, dan nutrisional menunjukkan bahwa bakteri selulolitik KS1 dan KS4 belum dapat merujuk ke suatu karakter pada genus tertentu, sedangkan isolat SD5 teridentifikasi sebagai spesies anggota genus Bacillus. Bakteri selulolitik SD5, KS1 dan KS4 memiliki kemampuan mendegradasi jerami padi yang ditunjukkan oleh menurunnya rasio C/N yaitu berkisar antara 49,160-52,450. Perlakuan P1 (inokulum SD5) mampu menurunkan rasio C/N lebih tinggi dibandingkan dengan isolat lainnya dengan rasio C/N yaitu 49,160.
Cellulose is a carbohydrate synthesized by plants and is one of the largest components that make up plant structures like rice straw. The cellulose content contained in rice straw is relatively high, so microbial assistance is needed to accelerate the degradation process of the straw. One microorganism that can produce cellulase enzyme is cellulolytic bacteria. This bacterium plays a role in hydrolyzing cellulose into simpler components. SD5, KS1, and KS4 bacterial isolates are cellulolytic and are expected to accelerate the process of degrading rice straw. The aim of this study is to determine the characteristics of the three bacterial isolates and their ability to degrade rice straw. This study was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD). The dependent variable is the ability of the cellulolytic bacterial isolate to degrade rice straw. The main parameter measured is the decrease in the C/N ratio value, while the supporting parameters are the total number of bacteria and the number of cellulolytic bacteria. The research results were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a confidence level of 95%, and the treatment shows significantly different results, it will be followed by BNJ or BNT analysis. Bacterial isolate identification will refer to Bergey's Manual of Systematic Bacteriology. The results showed that isolates SD5, KS1, and KS4 based on the phenetic characterization both morphologically, physiologically, biochemically and nutritionally were not belong to species of certain genera, while isolate SD5 was belong to Bacillus. Cellulolytic bacteria SD5, KS1, and KS4 have the ability to degrade rice straw with C/N ratios ranging from 49.165-52.542. The P1 (inoculum SD5) showed the highest degradation ability in rice straw degradation with C/N ratio 49,160.
3751640294G1A019102KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DENGAN SKIZOFRENIA DI KECAMATAN PATIKRAJA BANYUMASLatar Belakang: Salah satu permasalahan yang dialami individu dengan skizofrenia
adalah perubahan kualitas hidup (quality of life. Kualitas hidup dipengaruhi oleh berbagai
dimensi dari kualitas hidup. Studi ini mengukur dimensi-dimensi dalam kuesioner MHQoL
(Mental Health Quality Of Life Questionnaire) dari individu dengan skizofrenia di
Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas
Tujuan: Mengetahui gambaran kualitas hidup pada pasien dengan skizofrenia di
Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan
cross-sectional yang melibatkan 40 pasien dengan skizofrenia di kecamatan Patikraja,
Kabupaten Banyumas. Kualitas hidup diukur dengan menggunakan kuesioner MHQoL
Teknik analisis data menggunakan analisis univariat berupa gambaran atau karakteristik
variabel dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil: Hasil pengukuran menggunakan kuesioner MHQoL bagian 7D menunjukkan bahwa
17 orang (42,5%) mendapat kisaran skor total 8-14 menunjukkan kualitas hidup yang
buruk dan sebanyak 23 orang (57,5%) mendapat kisaran skor total 15-21 menunjukkan
kualitas hidup yang baik. Hasil pengukuran menggunakan kuesioner MHQoL bagian
sistem analog visual (MHQoL-VAS) menujukkan 24 orang (60%) memiliki indeks skala
7-10 hasil tersebut menunjukkan kesejahteraan psikologis responden baik dan 16 orang
(40%) memiliki indeks skala 1-6 hasil tersebut menunjukkan kesejahteraan psikologis
responden buruk.
Kesimpulan: Sekitar 57,5% responden dengan skizofrenia di Kecamatan Patikraja
Kabupaten Banyumas memiliki gambaran kualitas hidup yang baik.
Background: One of the problems experienced by individuals with schizophrenia is a
change in the quality of life. Quality of life is influenced by various dimensions of quality
of life. This study measures the dimensions in the MHQoL (Mental Health Quality Of Life
Questionnaire) questionnaire from individuals with schizophrenia in Subdistrict Patikraja,
Banyumas Regency
Purpose: To describe the quality of life in patients with schizophrenia in Subdistrict
Patikraja, Banyumas Regency.
Method: This is a descriptive observational study with a cross-sectional approach
involving 40 patients with schizophrenia in Subdisctrict Patikraja, Banyumas Regency.
Quality of life was measured using the MHQoL questionnaire. Data analysis techniques
used univariate analysis by describing the characteristics of the variable in frequency and
percentage distribution.
Result: The measurement results using the MHQoL questionnaire 7D part showed that 17
individuals (42.5%) got a total score range of 8-14 indicates a poor quality of life while 23
individuals (57.5%) got a total score range of 15-21 shows a good quality of life. The
results of measurements using the MHQoL questionnaire part of the visual analog system
(MHQoL-VAS) show that 24 people (60%) have an index scale of 7-10. The results show
that the psychological well-being of the respondents is good and 16 people (40%) have an
index scale of 1-6. The results show that the psychological well-being of the respondents is
poor..
Conclusion: Approximately 57.5% of respondents with schizophrenia in Subdistrict
Patikraja, Banyumas Regency have a good quality of life description.
3751740295G1A019086EFEK EKSTRAK ETANOL CIPLUKAN (Physalis angulata L.)
TERHADAP EKSPRESI GEN TLR-4 PADA TIKUS PUTIH (Rattus
norvegicus) MODEL DIABETES MELITUS INDUKSI STZ-NA
Diabetes melitus (DM) merupakan kumpulan kelainan metabolik kompleks dengan
karakteristik adanya kondisi hiperglikemia. DM dapat menimbulkan komplikasi
mikrovaskular dan makrovaskular. Progresi komplikasi DM timbul karena adanya proses
inflamasi berkepanjangan. Inflamasi pada DM melibatkan aktivasi Toll-Like Receptor 4
(TLR-4). Ciplukan (Physalis angulata L.) telah diteliti memiliki efek farmakologis memiliki
aktivitas antiinfamasi, imunomodulasi, antiproliferasi, antioksidan, dan antibakterial.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol ciplukan (Physalis
angulata L.) terhadap penurunan ekspresi gen TLR-4 pada tikus putih model DM induksi
STZ-NA. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan pendekatan posttest
only with control group design menggunakan bahan biologi tersimpan berupa organ
pankreas tikus putih. Tikus putih berjumlah 25 ekor yang dibagi kedalam 5 kelompok berupa
kelompok A: kontrol normal. B: kontrol sakit, C, D, dan E: intervensi dengan dosis 75, 150,
300 mg/KgBB ekstrak etanol ciplukan. Ekspresi gen TLR-4 diperiksa dengan metode
Polymerase Chain Reaction (PCR) dan dikuantifikasi dengan software ImageJ. Analisis data
menggunakan uji One Way ANOVA Welch. Didapatkan rerata ekspresi gen TLR-4 setiap
kelompok yaitu A=0,81±0,41; B=1,08±0,73; C=0,42±0,18; D=1,27±0,91; E=0,34±0,20.
Rerata ekspresi gen TLR-4 kelompok B lebih tinggi dari kelompok A. Terdapat tren
penurunan rerata ekspresi gen TLR-4 antara kelompok B dengan C dan E. Hasil One Way
ANOVA Welch menunjukkan p=0,109 sehingga tidak terdapat perbedaan rerata ekspresi gen
TLR-4 yang signifikan antar seluruh kelompok. Ekstrak etanol ciplukan (Physalis angulat
L.) tidak signifikan menurunkan ekspresi gen TLR-4 pada tikus putih model DM induksi
STZ-NA.
Diabetes mellitus (DM) is a group of complex metabolic disorder with characteristic
hyperglicemia. DM causes complications such as microvascular and macrovascular
complications. Progression of these complications occur due to prolonged inflammation in
DM. Toll-Like Receptor 4 (TLR-4) is involved in DM prolonged inflammation process.
Ciplukan (Physalis angulata L.) has been studied and its pharmacological properties such
as antiinflammation, immunomodulation, antiproliferation, antioxidant, and antibacterial
properties are known. This study was aimed to determine the effect of ethanolic ciplukan
extract to TLR-4 gene expression decrease in diabetic STZ-NA induced white rats. This was
a true experimental study with posttest only with control group design approach using stored
biological material obtained in the form of pancreas from 25 white rats which were divided
into 5 group. These groups were comprised as Group A: normal control, B: negative control,
C, D, and E: Intervention with ethanolic ciplukan extract was done with doses as 75,150,300
mg/KgBW. Gene expression was examined using Polymerase Chain Reaction (PCR) method
and quantified using ImageJ software. Data analysis was carried using One Way ANOVA
Welch test. The average of TLR-4 expression in each group is A=0,81±0,41; B=1,08±0,73;
C=0,42±0,18; D=1,27±0,91; E=0,34±0,20. The average for NF-κB gene expression of
Group B is higher compared to group A. The result shows a decrease of the mean with group
C and E compared to group B. One Way ANOVA Welch obtained p=0,109 meaning there is
no significant TLR-4 average expression difference between all groups. Ethanolic extract of
ciplukan put on insignificant decrease on the gene expression of TLR-4 in diabetic STZ-NA
induced white rat.
3751840296G1A019047RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT PADA PREEKLAMSIA DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PERIODE 1 JANUARI 2022 – 31 DESEMBER 2022Preeklamsia ditandai oleh hipertensi gestasional dengan proteinuria atau gangguan multiorgan. Preeklamsia bersifat progresif, tidak dapat diprediksi, dan hingga saat ini langkah penyembuhannya hanya dengan terminasi kehamilan. Maka identifikasi awal preeklamsia penting untuk dilakukan. Pada preeklamsia, maternal merespon adanya antigen asing dari janin dengan merilis respon inflamasi yang berlebih. Respon ini dapat menyebabkan invasi trofoblast tidak memadai, gagalnya remodeling arteri spiralis, iskemia plasenta, dan pelepasan sitokin pro inflamasi ke sirkulasi sistemik. Adanya inflamasi dan keadaan hipoksia ini dikaitkan dengan peningkatan nilai rasio neutrofil limfosit. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan rasio neutrofil-limfosit pada kehamilan normotensi, preeklamsia, dan preeklamsia dengan gejala pemberat di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode penelitian dilakukan dengan desain studi cross-sectional ini melibatkan 321 pasien ibu hamil di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo tahun 2022 yang diambil dengan metode consecutive sampling. Sampel terdiri dari 206 pasien preeklamsia, 70 pasien preeklamsia dengan gejala pemberat, dan 45 pasien dengan kehamilan normotensi tanpa penyulit kehamilan lainnya. Penegakan diagnosis preeklamsia ditentukan oleh diagnosis dokter pada rekam medis dan nilai RNL didapatkan dari hasil laboratorium rumah sakit. Rerata RNL ketiga kelompok akan dibandingkan dengan uji analisis non parametrik Kruskal Wallis. Hasil analisis ketiga kelompok menunjukkan p=0,264 (p>0,05). Artinya, tidak ada perbedaan rerata rasio neutrofil-limfosit yang bermakna antara ketiga kelompok. Hasil rerata rasio neutrofil-limfosit pada kelompok preeklamsia 4,90±1,91, kelompok preeklamsia dengan gejala pemberat 4,95±12,17, dan kehamilan normotensi 5,90±13,31. Tidak ada perbedaan rerata rasio neutrofil-limfosit yang bermakna antara kelompok preeklamsia, preeklamsia dengan gejala pemberat, dan kehamilan normotensi.Preeclampsia is characterized by gestational hypertension with proteinuria or multiorgan disorders. Preeclampsia is progressive, unpredictable, and the only cure is termination of pregnancy. Therefore, early identification of preeclampsia is important. In preeclampsia, the mother responds to the presence of foreign antigens from the fetus by releasing an exaggerated inflammatory response. This response can lead to inadequate trophoblast invasion, failed spiral artery remodeling, placental ischemia, and release of pro-inflammatory cytokines into the systemic circulation. This inflammatory and hypoxic state is associated with increased neutrophil-lymphocyte ratio values. This study aimed to compare the neutrophil- lymphocyte ratio in normotensive, mild preeclampsia, and severe preeclampsia at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. This cross-sectional study design involved 321 pregnant women patients at RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo in 2022 who were taken by consecutive sampling method. The sample consisted of 206 patients with mild preeclampsia, 70 patients with severe preeclampsia, and 45 patients with normotensive pregnancy without other pregnancy complications. The diagnosis of preeclampsia was determined by the doctor's diagnosis in the medical record and the RNL value was obtained from the hospital laboratory results. The mean RNL of the three groups will be compared by Kruskal Wallis non-parametric analysis test. The results of the analysis of the three groups showed p=0.264 (p>0.05). This means that there is no significant difference in the mean neutrophil-lymphocyte ratio between the three groups. The mean neutrophil-lymphocyte ratio in the mild preeclampsia group was 4.90±1.91, the severe preeclampsia group was 4.95±2.17, and the normotensive pregnancy was 5.90±3.31. There is no significant difference in the mean neutrophil-lymphocyte ratio between mild preeclampsia, severe preeclampsia, and normotensive pregnancy groups.
3751940299K1B019029PENERAPAN TEORI PERMAINAN FUZZY DALAM PERSAINGAN ANTAR JASA PESAN-ANTAR MAKANANSaat ini memesan makanan dapat mudah dilakukan hanya dengan melalui aplikasi yang terpasang pada smartphone. Beberapa aplikasi pesan-antar makanan yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia antara lain adalah ShopeeFood, GoFood, dan GrabFood. Banyaknya aplikasi tersebut mengakibatkan timbulnya persaingan yang ketat di pasaran. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus menerapkan strategi terbaik yang sesuai dengan keadaan pasar. Pada skripsi ini dibahas mengenai bagaimana menentukan strategi pemasaran terbaik yang digunakan oleh setiap perusahaan jasa pesan-antar makanan. Penentuan strategi pemasaran ini dapat dilakukan dengan menggunakan teori permainan dan logika fuzzy. Logika fuzzy digunakan untuk mengintrepretasikan ketidakpastian penilaian konsumen. Hasil dari penelitian ini diperoleh, untuk ShopeeFood vs GoFood saddle point yang didapat adalah -0,349 dimana ShopeeFood menggunakan strategi kecepatan pengiriman dan GoFood menggunakan strategi metode pembayaran, untuk ShopeeFood vs GrabFood saddle point yang didapat adalah -0,112 dimana ShopeeFood menggunakan strategi kecepatan pengiriman dan GrabFood menggunakan strategi pelayanan kurir, dan untuk GoFood vs GrabFood saddle point yang didapat adalah -0,167 dimana GoFood menggunakan strategi metode pembayaran dan GrabFood menggunakan strategi metode pembayaran.Nowadays ordering food can be easily done only through an application installed on a smartphone. Several food delivery applications that are used by Indonesians include ShopeeFood, GoFood, and GrabFood. The large number of applications resulted in intense competition in the market. Therefore, every company must apply the best strategy according to market conditions. This thesis discusses how to determine the best marketing strategy used by every food delivery service company. The determination of this marketing strategy can be done using game theory and fuzzy logic. Fuzzy logic is used to interpret the uncertainty of consumer judgments. The results of this study were obtained, for ShopeeFood vs GoFood the saddle point obtained was -0.349 where ShopeeFood used the speed delivery strategy and GoFood used the payment method strategy, for ShopeeFood vs GrabFood the saddle point obtained was -0.112 where ShopeeFood used the speed delivery strategy and GrabFood used courier service strategy, and for GoFood vs GrabFood the saddle point obtained is -0.167 where GoFood used a payment method strategy and GrabFood used a payment method strategy.
3752040301G1A019010Pengaruh Usia Terhadap Reinfeksi Covid-19 pada Dosen, Karyawan dan Mahasiswa Unsoed yang Telah Menerima Vaksinasi
Latar belakang: Reinfeksi Covid-19 dapat diartikan sebagai seseorang yang telah sembuh dari infeksi Covid-19 kemudian terinfeksi kembali. Banyaknya kejadian reinfeksi dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, dan komorbid. Salah satu faktor reinfeksi adalah usia dimana pada individu lanjut usia terjadi penurunan imunitas tubuh.
Tujuan: Memberikan gambaran terkait pengaruh usia terhadap angka kejadian reinfeksi Covid-19 pada dosen, karwayan dan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang telah menerima vaksinasi dosis lengkap
Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan crosssectional dilakukan pada responden dengan riwayat Covid-19 di tahun 2022 yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dari kuesioner yang diberikan kepada dosen, karyawan, dan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.
Hasil: Dari 54 responden, terdapat 22 responden yang mengalami reinfeksi. Responden yang mengalami reinfeksi terbanyak terdapat pada usia golongan <25 tahun. Hasil uji Chi-square didapatkan p-value ≤ 0,05 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara usia dengan angka kejadian reinfeksi Covid-19
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dengan angka kejadian reinfeksi Covid-19 pada dosen, karyawan, dan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman
Backgrounds: Covid-19 reinfection is defined as someone who has recovered from Covid-19 infection and got then reinfected. A large number of reinfection events can be caused by several factors, such as age, gender, and comorbidities. One of the reinfection factors is age. In elderly individuals experience a decrease in body immunity with age
Objective: provide an overview regarding the effect of age the incidence of Covid-19 reinfection in lecturers, employees, and students of Jenderal Soedirman University (Unsoed) who have received a complete dose of vaccination
Method: an analytic observational study with a cross-sectional approach was conducted on respondents with a history of Covid-19 in 2022 who meet the inclusion and exclusion criteria from the questionnaire given to the lecturers, employees, and students of Jenderal Soedirman University
Results: of the 54 respondents, there were 22 respondents experienced reinfection. Respondents who experienced reinfection were mostly in the age group <25 years. Chi-square test results p-value ≤ 0,05, which means that there is a significant relationship between age and the incidence of Covid-19 reinfection
Conclusion: there is relationship between age and the incidence of Covid-19 reinfection in lecturers, employees, and students of Jenderal Soedirman University