| NIM | D1A019097 |
| Namamhs | IKA MIFTAHUL JANNAH |
| Judul Artikel | PENGARUH SUPLEMENTASI SELENIUM YEAST DAN VITAMIN E PADA PAKAN AYAM NIAGA PETELUR TERHADAP BOBOT ALBUMEN, HAUGH UNIT, DAN SPESIFIK GRAVITASI |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian dengan judul Pengaruh Suplementasi Selenium Yeast dan Vitamin E pada Pakan Ayam Niaga Petelur terhadap Bobot Albumen, Haugh Unit, dan Spesifik gravitasi yang dilaksanakan pada tanggal 28 September sampai dengan 16 November 2022. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji suplementasi selenium yeast dan vitamin E pada pakan ayam niaga petelur terhadap bobot albumen, haugh unit, dan spesifik gravitasi. Materi penelitian yang digunakan, yaitu ayam niaga petelur umur 94 minggu sebanyak 100 ekor, garam kasar, selenium yeast, vitamin E, dan pakan ayam periode produksi. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan rancangan penelitian berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, apabila terdapat pengaruh pada perlakuan dilanjutkan dengan Uji Lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan yang diberikan adalah P0 (pakan basal tanpa penambahan selenium yeast dan vitamin E), P1 (100 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 100 mg/kg dalam pakan basal), P2 (150 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 100 mg/kg dalam pakan basal), P3 (100 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 200 mg/kg dalam pakan basal), dan P4 (150 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 200 mg/kg dalam pakan basal). Variabel yang diamati, yaitu bobot albumen, haugh unit, dan spesifik gravitasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa bobot albumen pada perlakuan P0 sebesar 34,73 ± 1,70 g, P1 sebesar 36,56 ± 1,82 g, P2 sebesar 38,46 ± 1,13 g, P3 sebesar 37,65 ± 1,34 g, dan P4 sebesar 36,95 ± 1,61 g. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa haugh unit pada perlakuan adalah P0 87,82 ± 2,87, P1 88,04 ± 1,79, P2 87,05 ± 2,57, P3 86,91 ± 2,41, dan P4 84,67 ± 2,45. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa spesifik gravitasi pada perlakuan P0 yaitu 1,104 ± 0,0016, P1 1,107 ± 0,0048, P2 1,106 ± 0,0036, P3 1,104 ± 0,0013, dan P4 1,104 ± 0,0035. Analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot albumen, akan tetapi tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap haugh unit dan spesifik gravitasi. Kesimpulan yang diperoleh bahwa suplementasi selenium yeast dan vitamin E pada pakan ayam niaga petelur dapat meningkatkan bobot albumen telur, tetapi tidak dapat meningkatkan haugh unit dan spesifik gravitasi telur. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research “The Effect of Selenium Yeast and Vitamin E Supplementation on Laying Hens Feed on Albumen Weight, Haugh Unit, and Spesifik gravitasi” which was conducted on September 28 to November 16, 2022. The purpose of the study was to assess the supplementation of selenium yeast and vitamin E in commercial layer feed on albumen weight, haugh unit, and spesifik gravitasi. The research materials used were 100 94-week-old commercial laying hens, crude salt, selenium yeast, vitamin E, and production period chicken feed. The method used is an experimental method with a research design in the form of a Completely Randomized Design (RAL) consisting of 5 treatments and 5 replicates, if there is an effect on the treatment followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT). The treatments given were P0 (basal feed without the addition of selenium yeast and vitamin E), P1 (100 mg/kg selenium yeast and vitamin E 100 mg/kg in basal feed), P2 (150 mg/kg selenium yeast and vitamin E 100 mg/kg in basal feed), P3 (100 mg/kg selenium yeast and vitamin E 200 mg/kg in basal feed), and P4 (150 mg/kg selenium yeast and vitamin E 200 mg/kg in basal feed). The observed variables were albumen weight, haugh unit, and spesifik gravitasi. The results obtained from the study showed that the albumen weight in the P0 treatment was 34,73 ±1,70 g, P1 was 36,56 ±1,82 g, P2 was 38,46 ±1,13 g, P3 was 37,65 ±1,34 g, and P4 was 36,95 ±1,61 g. The results obtained from the study showed that the haugh units in the treatments were P0 87,82 ±2,87, P1 88,04 ±1,79, P2 87,05 ±2,57, P3 86,91 ±2,41, and P4 84,67 ±2,45. The results obtained from the study showed that the spesifik gravitasi in the P0 treatment was 1,104 ±0,0016, P1 1,107 ±0,0048, P2 1,106 ±0,0036, P3 1,104 ±0,0013, and P4 1,104 ±0,0035. The data obtained were subjected to Analysis of Variance (ANOVA) to see the effect of treatment on the parameters. Analysis of variance showed that the treatment had a significant effect (P>0.05) on albumen weight, but no significant effect (P<0.05) on haugh unit and spesifik gravitasi. It was concluded that selenium yeast and vitamin E supplementation in commercial layer feed could increase egg albumen weight, but could not increase haugh unit and spesifik gravitasi of eggs. |
| Kata kunci | ayam niaga petelur, selenium yeast, vitamin e, bobot albumen, haugh unit, spesifik gravitasi |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Ir. Ismoyowati, S.Pt., M.P., IPU |
| Pembimbing 2 | Nu'man Hidayat, S.Pt., M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2023-07-18 22:04:34.044271 |
|---|