Artikel Ilmiah : C1A019040 a.n. ZENI NUGI ARYANI

Kembali Update Delete

NIMC1A019040
NamamhsZENI NUGI ARYANI
Judul ArtikelANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN, AGLOMERASI, PAD, DAN INVESTASI TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN ANTAR WILAYAH PADA KABUPATEN/KOTA DI YOGYAKARTA TAHUN 2011-2022
Abstrak (Bhs. Indonesia)Ketimpangan pendapatan antar wilayah terjadi karena terdapat perbedaan proses pembangunan dan perbedaan kebijakan masing-masing wilayah. Ketimpangan pendapatan antar wilayah terjadi di Yogyakarta yang merupakan provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa. Kemiskinan di Yogyakarta salah satunya disebabkan oleh ketimpangan di sisi utara dan sisi selatan. Pembangunan di sisi utara berjalan secara masif sedangkan pembangunan di sisi selatan relatif tertinggal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dan elastisitas dari pertumbuhan per kapita, aglomerasi, pendapatan asli daerah, dan investasi terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ketimpangan berdasarkan indeks Bonet, PDRB per kapita, aglomerasi, pendapatan asli daerah, dan investasi dari 5 kabupaten/kota yang ada di Yogyakarta selama tahun 2011 hingga tahun 2022. Data diperoleh dari publikasi BPS Yogyakarta dan publikasi DJPK. Data diolah menggunakan analisis data panel dengan model fixed effect.
Hasi penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan per kapita berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan anatar wilayah, aglomerasi berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah, pendapatan asli daerah berpengaruh negatif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah, dan investasi berpengaruh negatif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah. Dengan adanya penelitian ini diharapkan pemerintah daerah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan melakukan pemerataan investasi khususnya di wilayah selatan dengan mempertimbangkan potensi lokal yang dimiliki.
Abtrak (Bhs. Inggris)Income inequality between regions occurs because there are differences in the development process and differences in policies for each region. Income inequality between regions occurs in Yogyakarta, which is the province with the highest poverty rate in Java. One of the causes of poverty in Yogyakarta is inequality in the north and south sides. Development on the north side is progressing massively while development on the south side is relatively lagging behind. The purpose of this research is to analyze the effect and elasticity of per capita growth, agglomeration, local own-source revenue, and investment on income inequality between regions.
This research is a quantitative research using secondary data. The data used in this research are inequality based on the Bonet index, GRDP per capita, agglomeration, local own-source revenue, and investment from 5 regencies/cities in Yogyakarta from 2011 to 2022. The data were obtained from BPS Yogyakarta publications and DJPK publications. Data were analyzed using panel data analysis with the fixed effect model.
The results showed that per capita growth has a positive and significant effect on income inequality between regions, agglomeration has a positive and significant effect on income inequality between regions, local own-source revenue has a negative and significant effect on income inequality between regions, and investment has a negative and significant effect on income inequality between regions. Based on this research, it is hoped that local governments can increase economic growth and make investment equitable, especially in the southern region by considering the potential of the area they have.
Kata kunciketimpangan, pertumbuhan per kapita, aglomerasi, PAD, investasi
Pembimbing 1Dr. Abdul Aziz Ahmad, S.E., M.Si
Pembimbing 2Dr. Diah Setyorini Gunawan, S.E., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2023-07-19 11:16:35.352547
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.