Artikel Ilmiah : F1J011026 a.n. DESY PUSPITASARI

Kembali Update Delete

NIMF1J011026
NamamhsDESY PUSPITASARI
Judul ArtikelANALISIS KEPRIBADIAN WARTAWAN KOBE SHIMBUN DALAM FILM DOKUMENTER KOBE SHIMBUN NO NANOKAKAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Desy Puspitasari
“Analisis Kepribadian Wartawan Kobe Shimbun Dalam Film Dokumenter Kobe Shimbun No Nanokakan”
Universitas Jenderal Soedirman
Sastra Jepang
Tahun 2015

Penelitian ini berjudul “Analisis Kepribadian Wartawan Kobe Shimbun Dalam Film Dokumenter Kobe Shimbun No Nanokakan”. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan perwujudan kepribadian Akirame, Giri dan Ninjou, Omoiyari, dan Gambari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan menggunakan kajian kebudayaan. Hasil dari penelitian ini adalah adanya perwujudan kepribadian orang Jepang yang tercermin dalam diri wartawan Kobe Shimbun yakni yang dengan sepenuh hati meliput korban dan keadaan pasca gempa Kobe. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini bahwa saat bencana datang orang Jepang lebih mementingkan kepentingan umum dibandingkan pribadi namun orang Jepang tetaplah manusia biasa yang dapat merasakan sedih, dan takut saat bencana datang namun setelah bencana itu berlalu mereka akan kembali semangat untuk melanjutkan hidup.
Abtrak (Bhs. Inggris)Desy Puspitasari
The Journalist Kobe Shimbun's Personality Analysis on the Documenter Movie Kobe Shimbun No Nanokakan
Jenderal Soedirman University
Japanese Literature

The title of this research is "The Journalist Kobe Shimbun's Personality Analysis on Kobe Shimbun No Nanokakan Documentary Movie." This research aims to describe the embodiment of Akirame, Giri and Ninjou, Omoiyari, and Gambari. The method of this research is descriptive analysis using the cultural theory.The result of this research shows that there are reflection of Japanese people’s personality depicted in journalist’s of Kobe Shimbun, who enthusiasticaly recorded of struggling people with disaster. It is concluded from the research that when disaster comes, Japanese people are just common human being who will feel sad and scared, but after it all ends, they will feel the spirit to continue their life again.
Kata kunciKepribadian, Kebudayaan, Akirame, Giri dan Ninjou, Omoiyari, dan Gambari
Pembimbing 1Dr. Haryono, M.Pd
Pembimbing 2Ita Fitriana, M.A
Pembimbing 3Dr. Ely Triasih Rahayu, M.Hum
Tahun2015
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2015-11-25 13:32:53.057234
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.