Artikelilmiahs
Menampilkan 36.561-36.580 dari 49.035 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 36561 | 44689 | A1A017024 | Analisis Komparatif Keuntungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Getuk Goreng Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19 di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas | Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak pada berbagai sektor, di antaranya adalah ekonomi dan pariwisata. Getuk goreng merupakan makanan khas Sokaraja sehingga wisatawan dari luar Kabupaten Banyumas biasanya membelinya sebagai oleh-oleh. Namun, akibat pandemi Covid-19, jumlah wisatawan di Kabupaten Banyumas menurun sehingga memengaruhi penjualan UMKM getuk goreng di Kecamatan Sokaraja. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui metode penjualan yang dilakukan UMKM getuk goreng di Kecamatan Sokaraja sebelum dan saat pandemi Covid-19, 2) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keuntungan UMKM getuk goreng di Kecamatan Sokaraja, dan 3) menganalisis perbedaan keuntungan, BEP, dan R/C Ratio UMKM getuk goreng di Kecamatan Sokaraja antara sebelum dan saat pandemi Covid-19. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sokaraja yang terdiri dari Desa Sokaraja Tengah, Sokaraja Kulon, Karangkedawung, dan Kedondong pada tanggal 23 September 2021 sampai 19 Desember 2021. Rancangan penentuan responden yang digunakan adalah metode purposive sampling. Kriteria responden dalam penelitian ini adalah UMKM getuk goreng yang memproduksi sendiri sekaligus menjualnya ke konsumen dan minimal aktif beroperasi pada periode satu tahun sebelum pandemi Covid-19 dan satu tahun saat pandemi Covid-19. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, dan keuntungan, analisis Break Even Point, analisis R/C Ratio, analisis regresi berganda, dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penjualan yang dilakukan UMKM getuk goreng sebelum pandemi Covid-19 adalah 90% secara offline dan 10% secara kombinasi (offline-online), sedangkan saat pandemi Covid-19 adalah 70% secara offline dan 30% secara kombinasi (offline online). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keuntungan UMKM getuk goreng adalah volume produksi, harga jual, dan tenaga kerja. Ada perbedaan keuntungan dan BEP produksi antara sebelum dan saat pandemi Covid-19. | The Covid-19 pandemic has made an impact in various sectors, including economics and tourism. Getuk goreng is a typical Sokaraja food so tourists from outside Banyumas Regency usually buy it as a souvenir. However, due to the Covid-19 pandemic, the number of tourists in Banyumas Regency has decreased, af ecting sales of getuk goreng MSMEs in Sokaraja District. This research aims to: 1) find out the sales methods used by getuk goreng MSMEs in Sokaraja District before and during the Covid-19 pandemic, 2) find out the factors that influence the profits of getuk goreng MSMEs in Sokaraja District, and 3) analyze differences in profits, BEP, and R/C Ratio getuk goreng MSMEs in Sokaraja District between before and during the Covid-19 pandemic. This research was carried out in Sokaraja District which consists of villages Sokaraja Tengah, Sokaraja Kulon, Karangkedawung, and Kedondong from 23 September 2021 to 19 Desember 2021. The design for determining respondents used was the purposive sampling method. The criteria for respondents in this research were getuk goreng MSMEs that produce their own food and sell it to consumers and were at least actively operating in the period one year before the Covid-19 pandemic and one year during the Covid-19 pandemic. The data analysis used is cost, revenue, and profit analysis, Break Even Point analysis, R/C Ratio analysis, multiple regression analysis, and comparative analysis. The research result show that the sales method used by getuk goreng MSMEs before the Covid-19 pandemic was 90% offline and 10% combination (offline-online), while during the Covid-19 pandemic was 70% offline and 30% combination (offline-online). Factors that influence the profits of getuk goreng MSMEs are production volume, selling price, and labor. There are dif erences in profits and BEP of production between before and during the Covid-19 pandemic. | |
| 36562 | 44111 | E1A020092 | KOMPETENSI PENGADILAN NEGERI PADA PENETAPAN KEADAAN TIDAK HADIR DALAM PEMANFAATAN HARTA BERSAMA YANG BELUM DIBAGI (Studi Penetapan Nomor 52/Pdt.P/2022/PN Bms) | KOMPETENSI PENGADILAN NEGERI PADA PENETAPAN KEADAAN TIDAK HADIR DALAM PEMANFAATAN HARTA BERSAMA YANG BELUM DIBAGI (Studi Penetapan Nomor 52/Pdt.P/2022/PN Bms) Oleh: Damai Indah Setiawati E1A020092 ABSTRAK Permasalahan suatu ketidak hadiran seseorang atau keadaan tidak hadir (Afwezigheid) dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menjadi kewenangan Pengadilan Negeri. Keadaan tidak hadir dalam perkawinan juga dapat menjadi alasan pengajuan gugatan cerai. Perceraian perkawinan akan menimbulkan akibat terhadap harta bersama. Penelitian terhadap Penetapan Nomor 52/Pdt.P/2022/PN Bms bertujuan untuk mengatahui mengenai kompetensi atau kewenangan Pengadilan Negeri mengenai keadaan tidak hadir terhadap harta bersama yang belum dibagi serta mengetahui pertimbangan hakim terhadap penolakan penguasaan harta bersama yang belum dibagi setelah terjadinya suatu perceraian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Yuridis Normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif, dan sumber datanya adalah sekunder. Berdasarkan hasil penelitian pada penetapan Nomor 52/Pdt.P/2022/PN Bms, bahwa Pemohon Renny Anggraeni Dewanty seharusnya tidak perlu lagi mengajukan keadaan tidak hadir terhadap mantan suaminya karena hal tersebut telah menjadi alasan perceraian. Pemohon yang berkepentingan terhadap harta bersama seharusnya mengajukan pembagian harta bersama. Sesuai Pasal 49 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama pembagian harta bersama yang merupakan akibat dari perceraian perkawinan merupakan kompetensi atau kewenangan dari Pengadilan Agama maka dalam perkara ini Pengadilan Negeri tidak berwenangan terhadap permasalahan harta bersama dan pembagiannya. Kata Kunci : Kompetensi, Keadaan tidak hadir (Afwezigheid), Harta Bersama | COMPETENCE OF THE DISTRICT COURT IN THE DETERMINATION OF THE STATE OF ABSENCE IN THE UTILIZATION OF JOIN PROPERTY THAT HAS NOT BEEN DIVIDED (Study of Determination Number 52/Pdt.P/2022/PN Bms) By: Damai Indah Setiawati E1A020092 ABSTRACT The problem of a person's absence or state of absence (Afwezigheid) in the Civil Code is an authority of the District Court. Absence in marriage can also be a reason for filing a divorce suit. The divorce of the marriage then has consequences for the joint property. Research on Determination Number 52/Pdt.P/2022/PN Bms aims to find out about the competence or authority of the District Court regarding the state of absence of undivided joint property and to find out the judge's consideration of the refusal to control undivided joint property after a divorce. This research uses the Normative Juridical research method, with perspective research specifications, and the data source is secondary. Based on the results of research on determination Number 52/Pdt.P/2022/PN Bms, that the Applicant Renny Anggraeni Dewanty should no longer need to apply for a state of absence against her ex-husband because this has become a reason for divorce. Applicants with an interest in joint property should apply for the division of joint property. In accordance with Article 49 of Law Number 3 of 2006 concerning Religious Courts, the division of joint property which is a result of marital divorce is the competence or authority of the Religious Court, so in this case the District Court has no authority over the issue of common property and its division. Keywords: Competence, Absence (Afwezigheid), Join Property | |
| 36563 | 39511 | D1A019063 | Pengaruh Perbedaan Sistem Kandang Terhadap PBBH dan FCR Ayam Broiler di PT. Berkat Unggas Sehat Sejahtera Kabupaten Sukabumi | Kegiatan magang dilakukan menggunakan materi yaitu kandang sistem terbuka (opened house), dengan populasi ayam sebanyak 4200 ekor dan kandang sistem semi tertutup (semi closed house) dengan populasi ayam sebanyak 12.069 ekor. PT. Berkat Unggas Sehat Sejahtera terletak di Desa Bojong Tipar RT 04 RW 04, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, kegiatan magang ini dilaksanakan selama satu periode pemeliharaan, pada bulan September sampai dengan desember 2021 dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan sistem kandang opened house dan semi closed house ternadap Pertumbuhan Bobot Badan Harian (PBBH) dan Feed Convertion Ratio (FCR) ayam broiler. Magang dilakukan dengan cara mengikuti seluruh kegiatan meliputi pemberian pakan, pemberian obat-obatan, maupun pembersihan kandang (sanitasi). Metode yang digunakan dalam kegiatan magang ini yaitu observasi dan pengambilan data sekunder dari perusahaan, sedangkan analisis data pada kegiatan magang ini yaitu menggunakan analisis deskriptif dengan perbandingan antara data pada kandang sistem terbuka (opened house) dan sistem semi tertutup (semi closed house). Hasil kegiatan magang ini yaitu Pertumbuhan Bobot Badan Harian (PBBH) ayam broiler di kandang opened house rata-rata sebesar 42,91 g/e/hari sedangkan di kandang semi closed house sebesar 48,28 g/e/hari. Feed Convertion Ratio (FCR) ayam broiler di kandang opened house sebesar 1,54 dan di kandang semi closed house sebesar 1,38. Dari hasil kegiatan magang dapat disimpulan bahwa PBBH ayam broiler di kandang opened house lebih rendah dibandingkan PBBH ayam broiler di kandang semi closed house dan FCR ayam broiler di kandang opened house lebih tinggi dibandingkan dengan FCR di kandang semi closed house. | Apprenticeship activities was carried out using materials, namely open house systems with a population of 4,200 chickens and semi closed house systems with a population of 12,069 chickens. PT. Berkat Sehat Unggas Sejahtera located in Bojong Tipar Village RT 04 RW 04, Jampang Tengah District, Sukabumi Regency, West Java Province, this internship activity was carried out during one maintenance period, from September to December 2021 and aims to determine the effect of differences in the cage system opened houses and semi-closed houses affected Average Daily Gain (ADG) and Feed Conversion Ratio (FCR) of broiler chickens. The internship is carried out by participating in all activities including feeding, giving medicines, and cleaning cages (sanitation). The method used in this internship activity is observation and secondary data collection from the company, while data analysis in this internship activity is using descriptive analysis with a comparison between data in open system cages (opened house) and semi closed system (semi closed house). The results of this internship activity were Average Daily Gain (ADG) for broiler chickens in opened house cages an average of 42.91 g/e/day while in closed house cages it was 48.28 g/e/day. The Feed Conversion Ratio (FCR) for broiler chickens in opened house cages was 1.54 and 1.38 in closed house cages. From the results of the internship activities, it can be concluded that the ADG for broiler chickens in the opened house cage is lower than the ADG for broiler chickens in the closed house cage and the FCR of broiler chickens in the opened house cage is higher than the FCR in the closed house cage. | |
| 36564 | 39485 | F1D017030 | PENGGUNAAN MURAL DALAM RUANG PUBLIK BATUCEPER SEBAGAI BENTUK KRITIK TERHADAP KEBIJAKAN PENANGANAN COVID-19 | Dampak yang ditimbulkan dari kebijakan PPKM dalam penanganan Covid-19 ini sangat terasa di sektor perekonomian, terutama oleh kelas menengah ke bawah, dan hal ini diekspresikan dalam bentuk mural yang berisi tentang keadaan sosial-ekonomi saat pandemi. Hal yang menarik adalah maraknya penghapusan mural yang mengkritik kinerja pemerintah dalam penanganan Covid-19, salah satu di antaranya adalah mural bergambar Presiden Joko Widodo yang dibubuhi kata “404: not found” pada bagian matanya, mural ini berlokasi di daerah Batuceper, Kota Tangerang. Penghapusan dilakukan oleh aparat setempat dengan alasan penghinaan terhadap lambang negara dan vandalisme. Tujuan penelitian ini adalah (1) menjelaskan fungsi mural di ruang publik sebagai alat ekspresi masyarakat; (2) penggunaan tata kota sebagai ruang publik dalam menyampaikan aspirasi. Dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus, hasilnya adalah: (1) mural adalah bagian dari representasi politik massa untuk mengisi ruang kosong partisipasi politik tidak disalurkan politik formal seperti partai politik.; (2) Adanya kontestasi dalam penggunaan ruang publik oleh masyarakat dan pemerintah. | The impact of the PPKM policy in handling Covid-19 is very much felt in the economic sector, especially by the lower-middle class, and this is expressed in the form of a mural containing socio-economic conditions during the pandemic. What is interesting is the widespread removal of murals criticizing the government's performance in handling Covid-19, one of which is a mural depicting President Joko Widodo with the word "404: not found" on his eye. This mural is located in the Batuceper area, Tangerang City. The deletion was carried out by local officials on the grounds of insulting the state symbol and vandalism. The aims of this study are (1) to explain the function of murals in public spaces as a means of public expression; (2) the use of urban planning as a public space in conveying aspirations. By using a qualitative case study method, the results are: (1) murals are part of mass political representation to fill the empty space of political participation not channeled by formal politics such as political parties; (2) There is contestation in the use of public space by the community and the government. | |
| 36565 | 39501 | E1A017249 | TINJAUAN YURIDIS LEGALITAS INTERVENSI ASING DALAM HUKUM INTERNASIONAL (STUDI KASUS INTERVENSI NEGARA ATAS PERMINTAAN PEMERINTAH IRAK UNTUK MEMBANTU MELAWAN ISLAMIC STATE OF IRAQ AND SYRIA PADA 2014) | Penyelesaian sengketa dalam hukum internasional terbagi menjadi dua yaitu penyelesaian sengketa secara damai dan kekerasan. Intervensi merupakan salah satu cara penyelesaian sengketa secara kekerasan yang dilarang dalam Piagam PBB karena diselesaikan dengan ikut campur terkait permasalahan dalam negeri negara lain tanpa izin, serta melanggar kedaulatan dari negara yang bersangkutan. Pada 2014 pemerintah Irak mengajukan permintaan intervensi asing untuk membantu melawan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan intervensi menurut hukum internasional dan menganalisis legalitas intervensi atas permintaan yang dilakukan oleh Irak untuk membantu melawan ISIS pada 2014. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan menggunakan metode pendekatannya berupa pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, dan pendekatan kasus. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan yang kemudian disajikan secara sistematis, logis dan rasional serta menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa intervensi sebagai cara penyelesaian sengketa dengan cara paksa disertai kekerasan merupakan hal yang dilarang dalam Piagam PBB terdapat dalam Pasal 2 ayat 4 dan Pasal 2 ayat 7. Intervensi memiliki berbagai macam bentuk salah satunya intervensi atas permintaan. Lebih lanjut dalam Pasal 51 Piagam PBB terdapat pengecualian intervensi yang diperbolehkan dalam hukum internasional yaitu: intervensi kolektif sesuai dengan Piagam PBB, intervensi untuk melindungi hak-hak dan kepentingan-kepentingan serta keselamatan jiwa warga negara di luar negeri, pertahanan diri apabila tujuan dari intervensi diperlukan untuk menghilangkan bahaya serangan bersenjata yang nyata, dalam urusan-urusan protektorat yang berada di bawah kekuasaannya, apabila negara yang menjadi subjek intervensi dipersalahkan melakukan pelanggaran berat atas hukum internasional menyangkut negara yang melakukan intervensi. Intervensi atas permintaan diatur lebih lanjut dalam Pasal 20 dan 26 Articles on Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts (ARSIWA). Amerika Serikat melakukan intervensi berdasarkan atas permintaan dari Irak melalui surat yang disampaikan langsung ke Dewan Keamanan PBB (UN Doc. S/2014/440) sekaligus diperkuat dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2170 (2014) dan Resolusi Dewan Keamanan 2178 (2014). | The Settlement of disputes in international law is divided into two peaceful and violent settlements. Intervention is a method of violent dispute resolution that is prohibited in the UN Charter because it is resolved by interfering with other state domestic problems without permission, and violating the sovereignty of the state concerned. In 2014 the Iraqi government submitted a foreign intervention by invitation to help in fighting Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). This study aims to determine the intervention arrangements according to international law and analyse the legality of the intervention by invitation carried out by Iraq to help in fighting ISIS in 2014. The research method used in this research is normative juridical by using statutory, analytical, and legal approaches case. The data used is secondary data with data collection methods based on literature studies which are then presented in the form of systematic, logistical and rational description by using qualitative analysis method. Based on the results of the research and discussion shows that intervention as a method of resolving disputes by force and violence is prohibited in the UN Charter contained in Article 2 paragraph 4 and Article 2 paragraph 7. The intervention has various form one of the forms is intervention by invitation. Furthermore, in Article 51 of the UN Charter there are exceptions to interventions that are allowed in international law, i.e.: collective intervention in accordance with the UN Charter, intervention to protect the rights and interests and safety of the lives of citizens abroad, self-defense if the purpose of the intervention is necessary to eliminate the real danger of armed attack, in the affairs of the protectorate under its control, when the state that is the subject of the intervention is blamed for committing a gross violation of international law regarding the intervening state. Intervention by invitation is further regulated in Article 20 and 26 Articles on Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts ARSIWA. The United States intervened based on a request from Iraq through a letter delivered directly to the UN Security Council (UN Doc. S/2014/440) as well as reinforced by UN Security Council Resolution 2170 (2014) and Security Council Resolution 2178 (2014). | |
| 36566 | 44113 | J1A017046 | TRANSLATION OF LEXICAL COLLOCATIONS AND THEIR ACCEPTABILITY IN QUIMCHEE’S WEBTOON “I LOVE YOO” | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis kolokasi leksikal, pergeseran penerjemahan serta aspek keberterimaan dari terjemahan kolokasi leksikal dalam webtoon I Love Yoo karya Quimchee. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Kolokasi Leksikal oleh Benson et.al (2010: XXXI), teori pergeseran penerjemahan oleh Catford (1965: 73), dan teori Keberterimaan yang dikemukakan oleh Nababan (2012: 44). Data penelitian ini adalah 453 data kolokasi leksikal bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dari 50 episode webtoon. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dan total sampling. Hasil kuesioner yang diperoleh dari responden juga menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari seluruh jenis kolokasi leksikal ditemukan enam jenis dimana verba + adverbia mendominasi dengan total kolokasi leksikal sebesar 62%, diikuti oleh adjektiva + nomina (12%), verba + nomina (12%), adverbia + adjektiva (10%), nomina + nomina (3%) dan nomina + verba (2%). Sementara itu, pergeseran penerjemahan yang digunakan hanya 2 pergeseran, yaitu pergeseran unit (59%) dan pergeseran struktur (41%). Pergeseran yang paling banyak digunakan adalah pergeseran unit yang dipengaruhi oleh penggunaan istilah yang sudah dikenal dan umum dalam bahasa sasaran, sedangkan pergeseran yang paling sedikit digunakan adalah pergeseran struktur yang menggunakan istilah yang tidak umum untuk mengekspresikan kolokasi leksikal cerita. Terakhir, aspek keberterimaan dari data sebagian besar berterima dengan total kolokasi leksikal sebesar 59% dan 41% dikategorikan kurang berterima. Dengan demikian, terjemahan kolokasi leksikal dalam webtoon I Love Yoo secara umum dapat dimengerti, menggunakan istilah yang familiar, wajar dan umum dalam bahasa sasaran. Oleh karena itu, hal ini dilihat dari penggunaan pergeseran unit dan struktur yang diterapkan pada setiap Jenis kolokasi leksikal dan korelasi antara jenis kolokasi leksikal, pergeseran terjemahan, dan keberterimaan yang kompleks dan bergantung pada konteks dalam webtoon I Love Yoo. | This research aims to analyze the types of lexical collocation, translation shifting as well as the acceptability aspect of the translation of lexical collocation in I Love Yoo webtoon by Quimchee. The analysis was conducted by using the theory of Lexical Collocation by Benson et.al (2010: XXXI), theory of translation shifting by Catford (1965: 73), and theory of Acceptability proposed by Nababan (2012: 44). The data of this research consisted of 453 data of English and Indonesian lexical collocation from 50 webtoon episodes. In order to answer the research question, the researcher used the descriptive qualitative method and total sampling. The result of questionnaires acquired from the respondents were also taken into consideration in conducting this research. The result of this research shows that all types of lexical collocation are found six types in which verb + adverb dominates has a total of 62% lexical collocation, followed by adjective + noun (12%), verb + noun (12%), adverb + adjective (10%), noun + noun (3%), and noun + verb (2%). Meanwhile, the translation shifting that are used only 2 shifting, unit shift (59%) and structure shift (41%). The most used shifting is unit shift which is affected by use of familiar and common term in target language while at least used shifting is structure shift which use uncommon term to express of lexical collocation of the story. Lastly, the acceptability aspect of the data is predominantly acceptable which has a total 59% of lexical collocation and 41% categorized as less acceptable. Thus, the translation of lexical collocation in I Love Yoo webtoon are generally understandable, use familiar, natural and common term in target language. Therefore, this is retrieved by the use of the unit and structure shifting that are applied to each types of lexical collocation and the correlation between types of lexical collocation, translation shifting, and acceptability is complex and context-dependent in I Love Yoo webtoon. | |
| 36567 | 39512 | D1A019025 | FEED CONVERSION RATIO (FCR) DAN KEUNTUNGAN AYAM BROILER STRAIN YANG BERBEDA DI PT BERKAT UNGGAS SEHAT SEJAHTERA | Penelitian berjudul “Feed Conversion Ratio (FCR) dan keuntungan ayam broiler strain yang berbeda di PT Berkat Unggas Sehat Sejahtera”. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strain yang berbeda terhadap Feed Conversion Ratio (FCR) dan keuntungan ayam broiler. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi data primer dan data sekunder, dengan sasaran pemilik peternakan PT. Berkat Unggas Sehat Sejahtera. Data dianalisis menggunakan uji t dan deskriptif. Strain ayam broiler yang digunakan pada penelitian ini yaitu Cobb dan Ross pada sistem kandang close house. Populasi pada masing-masing strain yaitu 12.000 ekor dan dipelihara 1 periode selama 28 hari, dari bulan November sampai Desember. Hasil penelitian yaitu rata-rata FCR pada ayam broiler strain Ross 0,93 sedangkan pada strain Cobb 1,04. Pendapatan yang dihasilkan dari strain Ross sebanyak Rp 12.136.043 sedangkan strain Cobb mengalami kerugian sebesar Rp. 17.140.895, hal tersebut menunjukkan bahwa strain Ross menghasilkan keuntungan yang cukup baik. Hasil analisis uji t menunjukkaan bahwa strain berbeda nyata terhadap FCR ayam broiler. Kesimpulan penelitian ini adalah pemilihan strain yang tepat dapat meningkatkan efisiensi pakan dan keuntungan hasil produksi pada ayam broiler. | The study entitled "Feed Conversion Ratio (FCR) and the advantages of different strains of broiler chickens at PT Berkat Unggas Sehat Sejahtera". This study aims to examine the different strains on the Feed Conversion Ratio (FCR) and the advantages of broiler chickens. The research method used is the observation of primary data and secondary data, with the target of PT. Thanks to Healthy and Prosperous Poultry. Data were analyzed using t and descriptive tests. The broiler strains used in this study were Cobb and Ross in a close house cage system. The population for each strain was 12,000 and reared for 1 period for 28 days, from November to December. The results of the study showed that the average FCR for broiler chickens in the Ross strain was 0.93 while in the Cobb strain it was 1.04. Revenue generated from the Ross strain was IDR 12,136,043 while the Cobb strain suffered a loss of IDR. 17,140,895, this shows that the Ross strain produces a fairly good profit. The results of the t test analysis showed that the strains were significantly different from the FCR of broiler chickens. The conclusion of this study is the selection of the right strain can increase feed efficiency and production gains in broiler chickens. | |
| 36568 | 39513 | D1A019204 | PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN DI DALAM KANDANG ANTARA KANDANG OPEN HOUSE DAN SEMI CLOSED HOUSE TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER DI PT BUSS SUKABUMI | Magang berjudul “Pengaruh Kondisi Lingkungan Di Dalam Kandang Antara Kandang Open House Dan Semi Closed House Terhadap Performa Ayam Broiler Terhadap Performa Ayam Broiler Di PT BUSS Sukabumi” telah dilaksanakan pada tanggal 15 September 2021 sampai 25 Desember 2021, bertempat di PT. Berkat Unggas Sehat Sejahtera, Sukabumi, Jawa Barat. Tujuan dari magang ini adalah untuk menganalisis pengaruh kondisi lingkungan di dalam kandang antara kandang open house dan semi closed house. Metode yang digunakan pada magang ini adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan ayam broiler dengan focus pengamatan kondisi lingkungan kandang dan performans ayam broiler. Sasaran magang adalah peternakan ayam broiler di PT. Berkat Unggas Sehat Sejahtera. Materi yang digunakan pada kandang open house adalah ayam strain Cobb dengan jumlah 6500 ekor sementara untuk kandang semi closed house menggunakan ayam strain Rose dengan populasi 12.103 ekor. Pengamatan bertempat di PT. Berkat Unggas Sehat Sejahtera Sukabumi. Variabel yang diamati adalah bobot badan, pertambahan bobot badan, mortalitas, feed conversion ratio (FCR), dan IP pada ayam yang dipelihara pada kandang open house dan semi closed house. Perfoma pada kandang open house diminggu keempat menghasilkan bobot badan seberat 1530 g dengan PBB 573 g nilai mortalitas yang didapat 4,75%, lalu FCR yang didapat 1,48, serta IP sebesar 350. Performa pada kandang semi closed house diminggu keempat menghasilkan bobot badan 1552g dengan PBB 578 g, nilai mortalitas yang didapat 4,34%, lalu FCR yang didapat 1,43, serta IP sebesar 372. Jika dibandingkan dengan kandang open house, suhu kandang semi closed house lebih kondusif untuk pertumbuhan ayam broiler. Ayam broiler tampil berbeda di kandang open house dan semi closed house karena variasi suhu dan kelembaban. Performa kandang semi closed house lebih unggul dari kandang open house. | The internship entitled "The Effect of Environmental Conditions in Cages Between Open House Cages and Semi-Closed Houses on the Performance of Broiler Chickens on the Performance of Broiler Chickens at PT BUSS Sukabumi" was held on September 15 2021 to December 25 2021, at PT. Berkat Unggas Sehat Sejahtera, Sukabumi, West Java. The purpose of this internship is to analyze the influence of environmental conditions in the cage between open house and semi closed house cages. The method used in this internship is carrying out broiler maintenance activities with a focus on observing the environmental conditions of the cage and the performance of broiler chickens. The target of the internship is broiler chicken farm at PT. Berkat Unggas Sehat Sejahtera. The material used in open house cages was Cobb strain chickens with a total of 6500 population while for semi closed house cages using Rose strain chickens with a population of 12,103 population. The observation took place at PT. Berkat Unggas Sehat Sejahtera. The variables observed were body weight, body weight gain, mortality, feed conversion ratio (FCR), and IP in chickens kept in open house and semi closed house cages. Performance in the open house cage in the fourth week resulted in a body weight of 1530 g with a PBB of 573 g with a mortality rate of 4.75%, then the FCR obtained was 1.48, and the IP was 350. Performance in the semi closed house cage in the fourth week resulted in body weight 1552 g with PBB of 578 g, the mortality rate was 4.34%, then the FCR was 1.43, and the IP was 372. When compared to the open house cage, the temperature in the semi-closed house cage is more conducive to broiler chicken growth. Broiler chickens perform differently in open-house and semi-closed-house cages due to variations in temperature and humidity. The performance of semi-closed house cages is superior to that of open house cages. | |
| 36569 | 39510 | D1A019210 | Analisis Komparatif Kinerja Ekonomi Usaha Ayam Broiler Sistem Kandang Terbuka dan Kandang Semi Tertutup di Perusahaan PT.BUSS (Studi Kasus) | Magang berjudul “Analisis Komparatif Kinerja Ekonomi Usaha Ayam Broiler Sistem Kandang Terbuka dan Kandang Semi Tertutup di Perusahaan PT.BUSS (Studi Kasus)” telah dilaksanakan pada tanggal 15 September 2021 sampai 25 Desember 2021, bertempat di PT. Berkat Unggas Sehat Sejahtera, Sukabumi, Jawa Barat. Tujuan dari magang ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan perbedaan keuntungan, rentabilitas, dan BEP usaha ayam niaga pedaging sistem kandang terbuka dan kandang semi tertutup. Metode yang digunakan pada magang ini adalah pemeliharaan langsung atau data primer. Sasaran magang adalah peternakan ayam broiler di PT. Berkat Unggas Sehat Sejahtera. Data dianalisis menggunakan analisis ekonomi dan deskriptif. Strain ayam broiler pada sistem kandang terbuka yaitu strain Cobb dengan populasi 5.000 ekor dan lama pemeliharaan selama 1 periode atau 28 hari. Strain ayam broiler pada sistem semi tertutup yaitu strain Ross dengan populasi 12.000 ekor dan lama pemeliharaan selama 1 periode atau 28 hari. Hasil analisis ekonomi kandang semi tertutup mendapatkan keuntungan sebesar Rp 10.660.506, Rentabilitas 12,06%, Break Even point produk sebesar 1.074kg, BEP harga sebesar Rp 14.163/kg dan Payback periode selama 1 tahun 3 bulan. kandang terbuka mendapatkan keuntungan sebesar Rp 8.932.836, Rentabilitas 14,29%, Break Even point produk sebesar 1.008 kg, BEP harga sebesar Rp 14.511/kg dan Payback periode selama 1 tahun 1 bulan. Kesimpulan bahwa sistem kandang semi tertutup lebih menguntungkan dari segi keuntungan, sehingga disarankan untuk peternak ayam niaga pedaging dengan sistem kandang terbuka yang memiliki modal untuk beralih ke sistem kandang semi tertutup. | The research internship " Comparative Analysis Of The Economic Performance The Broiler Chicken Of Open House System And Semi Closed System In PT. BUSS (Case Study)" has been held from September 15, 2021 to December 25, 2021, at PT.BUSS, Sukabumi, West Java. The purpose of this internship is to analyze and compare the differences in profits, rentability, and BEP of broiler commercial chicken business open system and semi-closed systems. The method used in this internship is direct maintenance or primary data. The target of the internship is a broiler chicken farm in PT. Berkat Unggas Sehat Sejahtera. The data was analyzed using economic analysis and then the and descriptively. The strain of broiler chickens in the open house system is the Cobb strain with a population of 5,000 heads and a maintenance period of 1 period or 28 days. The strain of broiler chickens in a semi-closed system is the Ross strain with a population of 12,000 heads and a maintenance period of 1 period or 28 days. The results of the economic analysis, semi-closed cages get a profit of Rp. 10.660.506, Rentability of 12,06%, Break Even point products of 1.074 kg, BEP price of Rp. 14.163/kg and Payback period for 1 years 3 month. The open house gets a profit of Rp 8.932.836, rentability of 14,29%, Break Even point product of 1.008 kg, BEP price of Rp 14.511/kg and Payback period of 1 years 1 months. The conclusion that the semi-closed house system is more profitable in terms of profit, so it is recommended for broiler commercial breeders with an open house system that has the capital to switch to a semi-closed house system. | |
| 36570 | 39517 | E1A018115 | AKIBAT HUKUM KEBIJAKAN SATU CHINA TERHADAP KEDUDUKAN TAIWAN DALAM HUKUM INTERNASIONAL | Sebagai sebuah negara dengan kapabilitas ekonomi dan politik yang cukup dominan, China memiliki kepentingan dalam upaya mengakui Taiwan sebagai bagian dari wilayah negaranya. Kedudukan dan pengakuan Taiwan dalam Hukum Internasional menjadi sebuah masalah karena banyaknya pemutusan hubungan diplomatik yang terjadi akibat adanya Kebijakan Satu China. Taiwan memiliki kedudukan yang unik dalam Hukum Internasional karena Taiwan diakui oleh beberapa negara, namun China tetap menganggap bahwa Taiwan adalah bagian dari negaranya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis akibat hukum Kebijakan Satu China terhadap kedudukan Taiwan dalam Hukum Internasional dan untuk menganalisis hubungan diplomatik Taiwan dengan negara lain dengan adanya Kebijakan Satu China. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, dan pendekatan kasus. Tipe penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Data yang digunakan data sekunder dengan pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan dan disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Taiwan memenuhi kriteria untuk menjadi sebuah negara, sehingga dapat menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain. Sebagai sebuah negara, Taiwan saat ini mempunyai hubungan diplomatik dengan 9 negara, dan terlibat dalam beberapa organisasi internasional, seperti di World Trade Organization sebagai anggota, dan pada World Health Assembly sebagai pengamat, serta menjalin hubungan secara tidak resmi dengan beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Inggris. Kebijakan Satu China menjadi suatu hambatan bagi Taiwan dalam melakukan hubungan diplomatik yang menjadikan Taiwan banyak kehilangan mitra diplomatiknya. Akibat hukum yang terjadi dalam pemutusan hubungan diplomatik adalah terkait dengan hak dan kewajiban antarnegara seperti penutupan kantor kedutaan besar dan penarikan kembali Duta Besar. Pemutusan hubungan diplomatik yang terjadi tidak menyalahi ketentuan yang ada dalam Konvensi Wina 1961. | As a state with dominant economic and politic capability, China has their own interest on attempting Taiwan as a part of their state. Recognition of Taiwan’s status in the International Law came into question since many states cut their diplomatic relations with Taiwan cause of One China Policy. Taiwan has an unique status in the International Law since Taiwan recognized by some states but China still recognize Taiwan as a part of China. The purpose of the study was to analyze the legal consequences of One China Policy toward Taiwan’s stance in the International Law and to analyze the diplomatic relations between Taiwan and other countries with the One China Policy. The approach method used are statute approach, analytical approach, and case approach. The reaserch type is a normative juridical approach. The data used secondary data with data collection based on literature study and presented in the form of narrative text with qualitative normative analysis methods. Based on the results of the research, Taiwan fulfil the criteria as a county, so it can be in a diplomatic relation with other countries. As a state, now Taiwan open their diplomatic relations with 9 other countries, and involves in some international organitazions such as World Trade Organization as a member, World Health Assembly as an observer, also have non formal relations with several countries such as United state and Japan. One China Policy became an obstacle for Taiwan to open their diplomatic relations and start losing many of their diplomatic ally. The consequences that happens in the termination of diplomatic relations are related to rights and obligations between two countries such as embassy closing and Ambassador recalls. The terminaton of diplomatic relationsthat occurs does not violate the 1961 Vienna Convention on Diplomatic Relations. | |
| 36571 | 39523 | B1A018098 | Identifikasi Potensi Pengembangan Ekoturisme Berkelanjutan Objek dan Daya Tarik Wisata Hutan Bambu Kota Bekasi | Hutan Bambu Kota Bekasi diketahui sebagai salah satu objek wisata alam di Kota Bekasi memiliki potensi yang besar untuk dijadikan kawasan ekoturisme. Kekayaan vegetasi bambu yang terdapat di Hutan Bambu Kota Bekasi juga diperkirakan dapat memperbaiki pencemaran Kali Bekasi yang mengalir di sepanjang kawasan wisata. Pengelolaan kawasan wisata yang kurang tepat juga dapat menimbulkan masalah baru bagi lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan Hutan Bambu Kota Bekasi menjadi kawasan ekoturisme dengan menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan seperti perlindungan relung ekologi, memberi manfaat ekonomi, dan pelestarian budaya lokal. Penelitian dilaksanakan dengan metode analisis deskriptif menggunakan teknik survei, observasi, dan studi pustaka. Indeks potensi pengembangan ekoturisme dievaluasi dengan pedoman analisis daerah operasi objek dan daya tarik wisata alam (ADO-ODTWA), perumusan strategi didasarkan dari analisis SWOT melalui data kuesioner yang dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan indeks potensi pengembangan Hutan Bambu Kota Bekasi menjadi kawasan ekoturisme tergolong tinggi (p=74,34%) dengan potensi alam bambu yang dimiliki terdiri dari enam spesies berbeda. Visi pengembangan strategi yang dianalisis menggunakan model grand strategy matrix dirumuskan melalui pendekatan agresif meliputi pengembangan rute wisata dan sistem informasi geografis, pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan, pengembangan program pendidikan konservasi, penguatan kerja sama dengan komunitas lokal, dan peningkatan aktivitas promosi melalui media sosial. | Hutan Bambu Kota Bekasi is known as one of the natural tourist attractions in Bekasi City with immense potential to be developed as an ecotourism area. The richness of bamboo vegetation in the Hutan Bambu Kota Bekasi is also expected to improve the pollution condition of the Kali Bekasi that flows through the tourist area. Poor management of the tourist area can also create new problems for the environment. Therefore, this study aims to determine the potential for developing Hutan Bambu Kota Bekasi into an ecotourism area by applying sustainable principles such as ecological protection, economic benefits, and local cultural preservation. The study was conducted using descriptive analysis methods through survey techniques, observations, and literature reviews. The potential index for ecotourism development was evaluated using the object operating area and natural tourist attraction analysis guidelines, and the strategy formulation was based on SWOT analysis through questionnaire data collected using purposive sampling techniques. The results of the study found that the potential index for developing Hutan Bambu Kota Bekasi into an ecotourism area was classified as high (p=74.34%) with six different bamboo species that have potential as a natural attraction. The strategic development vision analyzed using the grand strategy matrix model was formulated through an aggressive approach, including developing tourism routes and a geographic information system, developing environmentally friendly infrastructure, developing conservation education programs, strengthening cooperation with local communities, and increasing promotion activities through social media. | |
| 36572 | 39514 | A1A019015 | KELAYAKAN FINANSIAL DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN INDUSTRI RUMAH TANGGA JENANG WIJEN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA PEKAJA KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS | Desa Pekaja merupakan sentra industri jenang wijen yang banyak diusahakan perajin masih dalam bentuk industri skala rumah tangga dengan ciri pengusahaan yang diwariskan secara turun temurun dari keluarga perajin, dengan mengutamakan ketersediaan tenaga kerja dalam rumah tangga serta dengan menggunakan peralatan produksi yang masih tradisional. Industri rumah tangga jenang wijen merupakan kegiatan usaha dengan bahan utama beras ketan dengan tambahan gula jawa, santan kelapa dan wijen. Industri rumah tangga jenang wijen merupakan pekerjaan utama bagi perajin, namun para perajin belum mempunyai pembukuan finansial yang jelas dan terperinci seperti biaya produksi yang dikeluarkan, penerimaan dan pendapatan yang diperoleh, sehingga para perajin tidak mengetahui usaha tersebut layak atau tidak untuk dijalankan, serta belum diketahui seberapa besar kontribusi dari industri jenang wijen ini terhadap pendapatan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghitung besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan, (2) Mengetahui kelayakan finansial dari industri rumah tangga jenang wijen, (3) Menghitung besarnya kontribusi pendapatan dari industri rumah tangga jenang wijen terhadap pendapatan keluarga. Lokasi penelitian ditentukan secara (purposive) di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, Banyumas. Rancangan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sensus atau sampling total. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Biaya dan Pendapatan, Kelayakan finansial yakni Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Produktivitas Modal (π/C Ratio), dan Break Event Point (BEP), dan Analisis Kontribusi Pendapatan. Hasil penelitian menunjukan: (1) Biaya rata-rata yang dikeluarkan dalam produksi jenang wijen sebesar Rp39.801.523,00 dalam satu bulan produksi, dengan penerimaan rata-rata sebesar Rp46.346.875,00 dalam satu bulan produksi, sehingga pendapatan rata-rata yang diperoleh perajin sebesar Rp6.545.352,00 dalam satu bulan produksi (2) Industri rumah tangga jenang wijen layak atau menguntungkan secara ekonomi diukur dengan R/C ratio sebesar 1,16, π/C Ratio sebesar 6,71 persen lebih besar dibandingan tingkat suku bunga KUR BRI yakni 0,2 persen, dan rata-rata BEP unit produksi sebesar 41 kilogram untuk satu kali proses produksi, rata-rata BEP penerimaan sebesar Rp1.027.523,00 per hari, dan rata-rata BEP harga sebesar Rp21.296,10, (3) Besarnya kontribusi pendapatan industri rumah tangga jenang wijen terhadap pendapatan keluarga sebesar Rp6.545.352,00 (94,58 persen). | Pekaja Village is the center of the jenang wijen industry, which many artisans work on, still in the form of a household scale industry, which has been passed down from generation to generation from the craftsmen’s family, prioritizing the availability of labor in households with production equipment that is still traditional. The jenang wijen home industry is a business activity with the main ingredients being glutinous rice with added palm sugar, coconut milk and sesame. The jenang wijen home industry is the main job for the craftsmen, but the craftsmen do not yet have clear and detailed financial records such as production costs incurred, receipts and income earned, so the craftsmen do not know if the business is feasible or not to run, and it is not yet known how much the contribution of the jenang wijen industry is. This study aims to: (1) Calculate the cost, revenue, and income (2) Calculate the financial feasibility of the jenang wijen home industry (3) Calculate the size of the income contribution from the jenang wijen home industry to family income. The Research location was determined purposively in Pekaja Village, Kalibagor District, Banyumas. The sampling design was carried out using a cencus technique or total sampling. The data analysis used in cost and income analysis, finansial feasibility namely Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Income Cost Ratio (π/C Ratio), dan Break Event Point (BEP), and income contribution analysis. The results showed: (1) The jenang wijen home industry was profitable. The jenang wijen production process requires an average cost of IDR 39.801,523 in one month of production, with an average revenue earned by artisans of IDR 46.346.875,00 in one month of production,, so that the average income is IDR 6.545.352,00 in one month producion; (2) The jenang wijen home industry is economically feasible or profitable as measured by the R/C ratio obtained at 1,16. The Jenang Wijen home industry is feasible to run as measured by the π/C Ratio obtained by 6,71 percent rate of 0,2 percent. The average BEP for a product unit is 41 kilograms for one production process, the average BEP for receipts is IDR 1.027.523,00 for one day, and the average BEP for prices is IDR 21.296,10; (3) The income contribution of the jenang wijen home industry to family income is Rp6545.352,00 (94,58 percent). | |
| 36573 | 44112 | C1C019059 | Pengaruh Pemutihan Pajak Kendaraan, Sosialisasi Perpajakan, dan Samsat keliling terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor | Penelitian ini dilakukan mengacu pada penerimaan pajak kendaraan Provinsi Jawa Tengah setelah covid 19 atau saat Indonesia dalam masa endemic. Penelitian ini mengambil judul: "Pengaruh Pemutihan Pajak Kendaraan, Sosialisasi Perpajakan, dan Samsat Keliling terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan". Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh parsial variabel pemutihan pajak, sosialisasi perpajakan, dan samsat keliling terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan. Penelitian ini mengacu pada Teori Atribusi dan Teori Prilaku Berencana sebagai suatu ikhtisar fakta dan hukum yang jelas dan ilmiah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data primer yang berupa jawaban responden dari kuesioner yang diberikan yang diolah dengan aplikasi pengolah data SPSS 25. Populasi dari penelitian ini merupakan seluruh pemilik kendaraan bermotor di Provinsi Jawa Tengah yang terdaftar sebagai wajib pajak kendaraan. Pengambilan sampel menggunakan metode convenience sampling yang menghasilkan 400 sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan software SPSS. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, dan uji t. Hasil penelitian ini; (1) Pemutihan pajak kendaraan berpengaruh positif terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor; (2) Sosialisasi perpajakan berpengaruh positif terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor; (3) Samsat keliling berpengaruh positif terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Kata Kunci: Pemutihan Pajak Kendaraan, Sosialisasi Perpajakan, Samsat Keliling, Kepatuhan Wajib Pajak. | This research was conducted referring to the vehicle tax revenue of Central Java Province after covid 19 or when Indonesia was in the endemic period. This study takes the title: “The Effect of Vehicle Tax Bleaching, Taxation Socialization, and Mobile Samsat on Vehicle Taxpayer Compliance”. The purpose of this study was to analyze the partial effect of tax bleaching variables, tax socialization, and mobile samsat on vehicle taxpayer compliance. This research refers to Attribution Theory and Planned of Behaviour Theory as a clear and scientific overview of facts and laws. This research is quantitative research. This study uses primary data in the form of respondents' answers from the questionnaire given which is processed with the SPSS 25 data processing application. The population of this study are all motor vehicle owners in Central Java Province who are registered as vehicle taxpayers. Sampling using convenience sampling method which resulted in 400 research samples. The data analysis technique used is multiple regression analysis with the help of SPSS software. The data analysis used is descriptive statistics, classical assumption test, multiple regression analysis, and t-test. The results of this study: (1) Vehicle tax bleaching has a positive effect on the level of compliance of motor vehicle taxpayers; (2) Tax socialization has a positive effect on the level of compliance of motor vehicle taxpayers; (3) Mobile Samsat has a positive effect on the level of compliance of motor vehicle taxpayers. Keywords: Vehicle Tax Bleaching, Taxation Socialization, Mobile Samsat, Taxpayer Compliance. | |
| 36574 | 39515 | E1A019004 | POLA PENGISIAN DAN KEWENANGAN PEJABAT DALAM PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DI KABUPATEN KARAWANG | Penelitian ini dilatarbelakangi dari adanya 16 kepala Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Karawang yang kosong karena meninggal dan mutasi. Kepala Organisasi Perangkat Daerah yang kosong termasuk pada Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Kekosongan tersebut harus ditindaklanjuti dengan segera untuk melaksanakan Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama sesuai dengan peraturan perundang-undangan kepegawaian yang berlaku. Permasalahan terletak pada pola pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kabupaten Karawang dan kewenangan Pejabat Pembina Kepegawaian dalam mengangkat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Kabupaten Karawang. Metode penelitian menggunakan yuridis normatif dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan metode pendekatan analisis. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan penyajian data deskriptif dan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian membuktikan pola pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kabupaten Karawang dilaksanakan terbuka dan kewenangan Pejabat Pembina Kepegawaian dalam mengangkat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Kabupaten Karawang adalah kewenangan presiden yang didelegasikan kepada Bupati Karawang. Prosedur pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kabupaten Karawang melanggar asas lex superior derogat legi inferiori karena Peraturan Bupati Karawang Nomor 55 Tahun 2022 tidak sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 yang membuat pengisian jabatan tidak sesuai prosedur akibatnya melanggar keabsahan tindak pemerintah. Akibat hukum hal tersebut tidak membuat sertamerta ketetapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama langsung batal melainkan dapat dibatalkan berdasarkan asas praduga rechtmatigheid. Saran peneliti yaitu prosedur pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kabupaten Karawang sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020. | The background of this research is that 16 heads of Regional Apparatus Organizations in Karawang Regency are vacant due to death and mutations. The vacant Head of the Regional Apparatus Organization includes the Primary High Leadership Position. This vacancy must be followed up immediately to carry out the Filling of the Primary High Leadership Position by the applicable staffing laws and regulations. The problem lies in the pattern of filling in the Pratama High Leadership Positions in the Karawang Regency and the authority of the Personnel Development Officer in appointing Primary High Leadership Officers in the Karawang Regency. The research method uses a normative juridical approach using statutory and analytical approaches. This study uses secondary data by presenting descriptive data and using qualitative analysis. The study results prove that the filling pattern for the Primary High Leadership Positions in Karawang Regency is carried out openly, and the authority of the Civil Service Development Officer in appointing Primary High Leadership Officers in Karawang Regency is the president's authority which is delegated to the Karawang Regent. The procedure for filling the Primary Higher Leadership Position in Karawang Regency violates the principle of lex superior derogat legi inferiori because Karawang Regent Regulation Number 55 of 2022 is not by Law Number 5 of 2014 and Government Regulation Number 17 of 2020, which makes filling positions not according to a procedure, as a result, violates legitimacy government act. The legal consequence does not immediately cancel the decision of the Primary High Leadership Official but can be cancelled based on the presumption of rechtmatigheid. The researcher suggests the procedure for filling out the Primary Higher Leadership Position in Karawang Regency according to Law Number 5 of 2014 and Government Regulation Number 17 of 2020. | |
| 36575 | 39522 | B1A019031 | VARIASI ANGGOTA SUKU POLYPODIACEAE DI KEBUN RAYA BATURRADEN BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI | Tumbuhan paku termasuk tumbuhan kormofita berspora yang memiliki persebaran yang luas. Salah satu suku tumbuhan paku yang memiliki anggota paling banyak kedua adalah Polypodiaceae. Tumbuhan paku anggota suku Polypodiaceae dijumpai tumbuh di Kebun Raya Baturraden, namun penelitian terkait tumbuhan paku khususnya anggota suku Polypodiaceae di Kebun Raya Baturraden belum banyak dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku suku Polypodiaceae yang tumbuh liar di Kebun Raya Baturraden dan mengetahui variasi jenis dalam satu marganya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling selama Desember 2022-Januari 2023. Variabel yang digunakan terdiri atas tumbuhan paku suku Polypodiaceae di Kebun Raya Baturraden sebagai variabel bebas dan karakter morfologi sebagai variabel terikat. Parameter yang diamati pada karakter morfologi meliputi: habitus, tinggi tumbuhan, akar, rimpang, penampang batang, warna batang, permukaan batang, tipe daun, ental, tekstur lamina, warna daun permukaan atas, warna daun permukaan bawah, tata letak daun, tepi daun, ujung daun, bangun daun, ibu tulang daun bagian atas, ibu tulang daun bagian bawah, permukaan daun bagian atas, permukaan daun bagian bawah, bentuk sorus, letak sorus, ukuran spora, bentuk spora, warna spora, tipe spora, laesura, dan tipe ornamentasi spora. Data hasil pengamatan morfologi dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan sebanyak 17 jenis paku dari 8 marga, jenis Selliguea albidosquamata paling banyak ditemukan dan Loxogramme avenia paling sedikit ditemukan. Setiap marga bervariasi pada bentuk daun dan ornamentasi spora. | Ferns are spore-forming cormophytes which have a wide distribution. Polypodiaceae is the second largest group of ferns that also can be found natively in Baturraden Botanical Garden, but their diversity has not been widely reported. The aims of this study was to obtain data ondiversity of Polypodiaceae and variations within one genus.The method used in this study was survey method with a purposive sampling technique during December 2022-January 2023. The variables used consisted of Polypodiaceae ferns in the Baturraden Botanical Garden as the independent variable and morphological characters as the dependent variable. Parameters observed for morphological characters included: habitus, plant height, roots, rhizomes, stem cross-section, stem color, stem surface, leaf type, thallus, lamina texture, upper surface leaf color, lower leaf color, leaf layout, leaf margin, leaf apex, leaf shape, upper midrib, lower leaf midrib, upper leaf surface, lower leaf surface, sorus shape, sorus location, spore size, spore shape, spore color, spore type, laesura, and spore ornamentation type. Data from morphological observations were analyzed descriptively. Based on the observations, there were 17 types of ferns from 8 genera, Selliguea albidosquamata was the most common species while Loxogramme avenia was the least found species. Each genus varies in leaf shape and spore ornamentation. | |
| 36576 | 39537 | F1D019026 | Pengaruh Tingkat Kepercayaan Politik terhadap Perilaku Memilih Warga Kelurahan Kober dalam Pemilihan Bupati Kabupaten Banyumas Tahun 2018 | Artikel hasil penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh tingkat kepercayaan politik terhadap perilaku memilih masyarakat di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas dalam Pemilihan Bupati Banyumas Tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik simple random sampling. Populasi penelitian ini berjumlah 5.341 orang, dan sampel yang digunakan setelah dihitung menggunakan rumus slovin dengan margin of error 10% maka jumlah responden adalah 100 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan ialah uji validitas, uji reliabilitas, uji korelasi rank spearman dan uji regresi ordinal. Hubungan antara variabel tingkat kepercayaan politik dengan perilaku memilih berdasarkan perhitungan korelasi rank spearman yaitu sebesar 0,313 dengan arah hubungan yang positif. Meskipun terdapat korelasi, tetapi hubungan antara keduanya masuk dalam kategori rendah. Adapun pengaruh berdasarkan perhitungan regresi ordinal yaitu pada nilai nagelkerke dalam tabel pseudo r square memiliki besaran nilai 0,338 atau 34%. Angka tersebut dimaknai bahwa besaran pengaruh antara variabel tingkat kepercayaan politik terhadap perilaku memilih sebesar 34% sedangkan sisanya, yaitu 66% perilaku memilih dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. | The purpose of this study was to determine wheter or not the influence of the level of political trust on the voting behaviour of the people in Kober Village, West Purwokerto District, Banyumas Regency in the 2018 Banyumas Regent Election. The research method used in this study is a quantitative method. The sampling technique used is simple random sampling technique. Respondents in this study were all residents living in Kober Village who were registered in the DPT and had used their voting rights in the 2018 Banyumas Regent Election. The population of this study amounted to 5,341 people, so the sample to be used after being calculated using the slovin formula with a margin of error 10% then the number of respondents is 100 people. The distribution of questionnaires to respondents will be carried out as a data collection technique in this study. While the data analysis techniques that will be used are validity test, reliability test, Spearman rank correlation test, and ordinal regression test. The relationship between the variable level of political trust and voting behaviour is based on the calculation of the correlation rank spearman, which is equal to 0,313 with a positive direction. Even though there is a correlation, the relationship between the two is in the low category. The effect is based on ordinal regression calculations, namely the nagelkerke value in the pseudo r square table has a value of 0,338 or 34%. This figure means that the magnitude of the influence between the variable of the level of political trust on voting behaviour is 34% while remaining 66% of voting behaviour is influenced by other variables not examined in this study. | |
| 36577 | 39518 | C1G019017 | Determinants Factors of Labor Participation Rate in 10 Province with the Lowest Labor Force Participation in Indonesia Period 2012-2021 | Indonesia sebagai negara berkembang memiliki jumlah penduduk yang cukup padat, namun jumlah penduduk yang besar menyebabkan potensi tenaga kerja meningkat. Keadaan ini harus diantisipasi dengan adanya lapangan pekerjaan. Sayangnya, masih banyak provinsi yang memiliki tingkat partisipasi angkatan kerja yang rendah di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengelompokan usia, upah tenaga kerja, dan tingkat pendidikan terhadap partisipasi angkatan kerja di 10 provinsi dengan tingkat partisipasi angkatan kerja terendah di Indonesia Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Analisis Data Sekunder. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 provinsi dengan tingkat partisipasi angkatan kerja terendah tahun 2012-2021. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda Hasilnya menunjukkan beberapa kesimpulan. Pertama, terdapat pengaruh yang signifikan antara kelompok umur terhadap partisipasi angkatan kerja di 10 provinsi dengan tingkat partisipasi angkatan kerja terendah di Indonesia tahun 2012-2021. Kedua, terdapat pengaruh yang signifikan antara upah tenaga kerja terhadap partisipasi angkatan kerja di 10 provinsi dengan tingkat partisipasi angkatan kerja terendah di Indonesia tahun 2012-2021. Ketiga, terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan terhadap partisipasi angkatan kerja di 10 provinsi dengan tingkat partisipasi angkatan kerja terendah tahun 2012-2021. | Indonesia as a developing country has a fairly dense population, however the large population causes the potential for workforce to increase. This circumstance must be anticipated with the employment opportunities. Unfortunately, there are many provinces that have a low labor force participation rate in Indonesia. Therefore, This research aims to analyze the effect of age grouping, labor wage, and education level on the labor force participation rate in the 10 provinces with the lowest labor force participation in Indonesia in 2012-2021. This research is using quantitative method with Secondary Data Analysis. The sample in this study were 10 provinces with the lowest labor force participation in 2012-2021. The data analysis technique used are validity and reliability test, classic assumption test, and multiple linear regression analysis. The result shows several conclusions.First, here is a significant influence between group age on labor force participation in the 10 provinces with the lowest labor force participation in Indonesia in 2012-2021. Second, there is a significant influence between labor wages on labor force participation in the 10 provinces with the lowest labor force participation in Indonesia in 2012-2021. Third, there is a significant influence between education level on labor force participation in the 10 provinces with the lowest labor force participation in Indonesia in 2012-2021 | |
| 36578 | 39519 | K1B019043 | Perumuman (R,S)-Modul dari (R,S)-Bimodul | Diberikan R dan S adalah ring sembarang. Pada skripsi ini dibahas tentang (R,S)-modul yang merupakan suatu perumuman dari (R,S)-bimodul. Pembahasan perumuman ini dilakukan dengan memperlemah syarat pada (R,S)-bimodul, dan selanjutnya menunjukkan syarat agar (R,S)-modul memenuhi (R,S)-bimodul. Hasil yang diperoleh adalah (R,S)-modul merupakan perumuman dari (R,S)-bimodul dengan memperlemah syarat kompatibilitas pada (R,S)-bimodul. Selain itu, (R,S)-modul merupakan (R,S)-bimodul apabila ring R dan ring S masing-masing memiliki elemen idempoten sentral selain elemen nol. | Let R and S are arbitrary rings. This thesis discusses (R,S)-module which is a generalization of (R,S)-bimodule. The discussion of this generalization is carried out by weakening the requirements for (R,S)-bimodule, and then showing the requirements for (R,S)-module to fulfill (R,S)-bimodule. The result obtained is that (R,S)-module is a generalization of (R,S)-bimodule by weakening the compatibility requirements on (R,S)-bimodule. In addition, (R,S)-module is (R,S)-bimodule if ring R and ring S each have a central idempotent element in addition to a zero element. | |
| 36579 | 39520 | C1C019006 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RETURN SAHAM KOMPAS100 (Studi Periode 2017-2021) | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data keuangan dengan judul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham Kompas100 (Studi Periode 2017-2021)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Arus Kas Operasi, Arus Kas Investasi, Arus Kas Pendanaan, Laba Akuntansi, dan Current Ratio terhadap Return Saham pada perusahaan yang terdaftar dalam Kompas100 BEI periode 2017-2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan tetap yang terdaftar dalam Kompas100 periode tahun 2017-2021. Sampel diambil menggunakan metode Purposive Sampling, dengan kriteria: merupakan perusahaan tetap yang terdaftar dalam Kompas100 BEI periode 2017-2021, perusahaan yang menerbitkan laporan tahunan selama masa pengamatan yaitu 2017-2021, dan perusahaan yang menyajikan data dengan lengkap terkait variabel-variabel penelitian ini yaitu Arus Kas Operasi, Arus Kas Investasi, Arus Kas Pendanaan, Laba Akuntansi, dan Current Ratio. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda pada IBM SPSS Statistic versi 27.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Arus Kas Operasi, Arus Kas Investasi, Arus Kas Pendanaan, dan Laba Akuntansi berpengaruh positif terhadap Return Saham. Sedangkan Current Ratio tidak berpengaruh terhadap Return Saham. Implikasi dari penelitian ini bagi perusahaan adalah dapat meningkatkan arus kas operasi, arus kas investasi, arus kas pendanaan, dan laba akuntansi karena terbukti berpengaruh terhadap return saham yang akan membuat investor tertarik untuk berinvestasi. Implikasi selanjutnya bagi investor adalah dapat dijadikan acuan dan pertimbangan sebelum mengambil keputusan investasi, khususnya investasi saham. Anda bisa melihat terlebih dahulu arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan perusahaan karena terbukti berpengaruh positif terhadap return saham. | This research is a quantitative research using financial data with the title “Factors Influencing Kompas100 Stock Returns (Study Period 2017-2021)”. This study aims to determine and analyze the effect of operating cash flow, Investment Cash Flow, Funding Cash Flow, Accounting Profit, and Current Ratio to Return Shares in companies listed on the Kompas100 IDX for the 2017-2021 period. Population in this study are all permanent companies listed in Kompas100 period 2017-2021. Samples were taken using the Purposive Sampling method, with criteria: is a permanent company listed in the Kompas100 BEI period 2017-2021, companies that publish annual reports during the observation period v2017-2021, and companies that present complete data related to variables this research namely Operating Cash Flow, Investment Cash Flow, Funding Cash Flow, Profit Accounting, and Current Ratio. Data analysis used multiple regression analysis techniques on IBM SPSS Statistics version 27.0. The results of this study indicate that Cash Flow Operations, Investment Cash Flow, Funding Cash Flow, and Accounting Profit have a positive effect on Stock Returns. Meanwhile, Current Ratio has no effect on Stock Return. The implication of this research for the company is that it can increase operating cash flow, investment cash flow, financing cash flow, and accounting profit because it is proven influential on stock returns that will make investors interested in investing. Implications Furthermore, for investors, it can be used as a reference and prior consideration make investment decisions, especially stock investments. You can see more first operating cash flow, investing cash flow, and financing company cash flow due proved to have a positive effect on stock returns. | |
| 36580 | 39521 | E1A019039 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PELAKU USAHA YANG MEMPERDAGANGKAN TANAH KAVLING SIAP BANGUN YANG TIDAK SESUAI DENGAN JANJI (Studi Putusan Nomor 459/Pid.Sus/2022/PN. Plg) | Tanah Kavling adalah bagian tanah yang sudah dipetak-petak dengan ukuran tertentu yang akan dijadikan bangunan atau tempat tinggal. Tanah juga merupakan kebutuhan hidup manusia yang sangat mendasar karena hampir semua kegiatan hidup manusia baik secara langsung maupun tidak langsung selalu memerlukan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen atas pelaku usaha yang memperdagangkan tanah kavling siap bangun yang tidak sesuai dengan janji dalam iklan dalam Putusan Pengadilan Negeri Palembang Nomor 459/Pid.Sus/2022/Pn. Plg ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikiasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder dengan studi kepustakaan. Data disajikan melalui uraian secara sistematis dan logis dengan bentuk teks naratif, kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, konsumen telah mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf f Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan menjatuhkan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan. Putusan tersebut menjadi bukti upaya perlindungan hukum terhadap konsumen atas tanah kavling yang tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam iklan atau promosi penjualan serta perlindungan hukum atas hak konsumen yang dimuat dalam Pasal 4 huruf c dan h Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. | Plots of land are parts of land that have been plotted with a certain size that will be used as a building or residence. Land is also a very basic need for human life because almost all activities of human life, either directly or indirectly, always require land. This study aims to determine legal protection for consumers for business actors who trade plots of ready-to-build land that are not in accordance with promises in advertisements in the Palembang District Court Decision Number 459/Pid.Sus/2022/Pn. Plg in terms of Law Number 8 of 1999 Concerning Consumer Protection. The method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. Sources of data used are primary and secondary legal materials with literature studies. Data is presented through systematic and logical descriptions in the form of narrative text, then analyzed qualitatively normatively. Based on the results of the research and discussion, consumers have received legal protection under Article 62 paragraph (1) in conjunction with Article 8 paragraph (1) letter f of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection by imposing prison sentences of 2 (two) years and 6 (three) years. six months. This decision is evidence of legal protection efforts for consumers over plots of land that are not in accordance with promises stated in advertisements or sales promotions as well as legal protection for consumer rights contained in Article 4 letters c and h of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. |