| NIM | A1A019015 |
| Namamhs | HANA RIZMA MAULIDA |
| Judul Artikel | KELAYAKAN FINANSIAL DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN INDUSTRI RUMAH TANGGA JENANG WIJEN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA PEKAJA KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Desa Pekaja merupakan sentra industri jenang wijen yang banyak diusahakan perajin masih dalam bentuk industri skala rumah tangga dengan ciri pengusahaan yang diwariskan secara turun temurun dari keluarga perajin, dengan mengutamakan ketersediaan tenaga kerja dalam rumah tangga serta dengan menggunakan peralatan produksi yang masih tradisional. Industri rumah tangga jenang wijen merupakan kegiatan usaha dengan bahan utama beras ketan dengan tambahan gula jawa, santan kelapa dan wijen. Industri rumah tangga jenang wijen merupakan pekerjaan utama bagi perajin, namun para perajin belum mempunyai pembukuan finansial yang jelas dan terperinci seperti biaya produksi yang dikeluarkan, penerimaan dan pendapatan yang diperoleh, sehingga para perajin tidak mengetahui usaha tersebut layak atau tidak untuk dijalankan, serta belum diketahui seberapa besar kontribusi dari industri jenang wijen ini terhadap pendapatan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghitung besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan, (2) Mengetahui kelayakan finansial dari industri rumah tangga jenang wijen, (3) Menghitung besarnya kontribusi pendapatan dari industri rumah tangga jenang wijen terhadap pendapatan keluarga. Lokasi penelitian ditentukan secara (purposive) di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, Banyumas. Rancangan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sensus atau sampling total. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Biaya dan Pendapatan, Kelayakan finansial yakni Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Produktivitas Modal (π/C Ratio), dan Break Event Point (BEP), dan Analisis Kontribusi Pendapatan. Hasil penelitian menunjukan: (1) Biaya rata-rata yang dikeluarkan dalam produksi jenang wijen sebesar Rp39.801.523,00 dalam satu bulan produksi, dengan penerimaan rata-rata sebesar Rp46.346.875,00 dalam satu bulan produksi, sehingga pendapatan rata-rata yang diperoleh perajin sebesar Rp6.545.352,00 dalam satu bulan produksi (2) Industri rumah tangga jenang wijen layak atau menguntungkan secara ekonomi diukur dengan R/C ratio sebesar 1,16, π/C Ratio sebesar 6,71 persen lebih besar dibandingan tingkat suku bunga KUR BRI yakni 0,2 persen, dan rata-rata BEP unit produksi sebesar 41 kilogram untuk satu kali proses produksi, rata-rata BEP penerimaan sebesar Rp1.027.523,00 per hari, dan rata-rata BEP harga sebesar Rp21.296,10, (3) Besarnya kontribusi pendapatan industri rumah tangga jenang wijen terhadap pendapatan keluarga sebesar Rp6.545.352,00 (94,58 persen). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Pekaja Village is the center of the jenang wijen industry, which many artisans work on, still in the form of a household scale industry, which has been passed down from generation to generation from the craftsmen’s family, prioritizing the availability of labor in households with production equipment that is still traditional. The jenang wijen home industry is a business activity with the main ingredients being glutinous rice with added palm sugar, coconut milk and sesame. The jenang wijen home industry is the main job for the craftsmen, but the craftsmen do not yet have clear and detailed financial records such as production costs incurred, receipts and income earned, so the craftsmen do not know if the business is feasible or not to run, and it is not yet known how much the contribution of the jenang wijen industry is. This study aims to: (1) Calculate the cost, revenue, and income (2) Calculate the financial feasibility of the jenang wijen home industry (3) Calculate the size of the income contribution from the jenang wijen home industry to family income. The Research location was determined purposively in Pekaja Village, Kalibagor District, Banyumas. The sampling design was carried out using a cencus technique or total sampling. The data analysis used in cost and income analysis, finansial feasibility namely Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Income Cost Ratio (π/C Ratio), dan Break Event Point (BEP), and income contribution analysis. The results showed: (1) The jenang wijen home industry was profitable. The jenang wijen production process requires an average cost of IDR 39.801,523 in one month of production, with an average revenue earned by artisans of IDR 46.346.875,00 in one month of production,, so that the average income is IDR 6.545.352,00 in one month producion; (2) The jenang wijen home industry is economically feasible or profitable as measured by the R/C ratio obtained at 1,16. The Jenang Wijen home industry is feasible to run as measured by the π/C Ratio obtained by 6,71 percent rate of 0,2 percent. The average BEP for a product unit is 41 kilograms for one production process, the average BEP for receipts is IDR 1.027.523,00 for one day, and the average BEP for prices is IDR 21.296,10; (3) The income contribution of the jenang wijen home industry to family income is Rp6545.352,00 (94,58 percent). |
| Kata kunci | Jenang Wijen, Kelayakan Finansial, Kontribusi Pendapatan |
| Pembimbing 1 | Ir. Endang Sriningsih, M.P. |
| Pembimbing 2 | Rifki Andi Novia, S.P., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2023-04-13 13:06:34.970961 |
|---|