Home
Login.
Artikelilmiahs
39522
Update
ADRISTI SHAFA WIDYASARI
NIM
Judul Artikel
VARIASI ANGGOTA SUKU POLYPODIACEAE DI KEBUN RAYA BATURRADEN BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tumbuhan paku termasuk tumbuhan kormofita berspora yang memiliki persebaran yang luas. Salah satu suku tumbuhan paku yang memiliki anggota paling banyak kedua adalah Polypodiaceae. Tumbuhan paku anggota suku Polypodiaceae dijumpai tumbuh di Kebun Raya Baturraden, namun penelitian terkait tumbuhan paku khususnya anggota suku Polypodiaceae di Kebun Raya Baturraden belum banyak dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku suku Polypodiaceae yang tumbuh liar di Kebun Raya Baturraden dan mengetahui variasi jenis dalam satu marganya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling selama Desember 2022-Januari 2023. Variabel yang digunakan terdiri atas tumbuhan paku suku Polypodiaceae di Kebun Raya Baturraden sebagai variabel bebas dan karakter morfologi sebagai variabel terikat. Parameter yang diamati pada karakter morfologi meliputi: habitus, tinggi tumbuhan, akar, rimpang, penampang batang, warna batang, permukaan batang, tipe daun, ental, tekstur lamina, warna daun permukaan atas, warna daun permukaan bawah, tata letak daun, tepi daun, ujung daun, bangun daun, ibu tulang daun bagian atas, ibu tulang daun bagian bawah, permukaan daun bagian atas, permukaan daun bagian bawah, bentuk sorus, letak sorus, ukuran spora, bentuk spora, warna spora, tipe spora, laesura, dan tipe ornamentasi spora. Data hasil pengamatan morfologi dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan sebanyak 17 jenis paku dari 8 marga, jenis Selliguea albidosquamata paling banyak ditemukan dan Loxogramme avenia paling sedikit ditemukan. Setiap marga bervariasi pada bentuk daun dan ornamentasi spora.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Ferns are spore-forming cormophytes which have a wide distribution. Polypodiaceae is the second largest group of ferns that also can be found natively in Baturraden Botanical Garden, but their diversity has not been widely reported. The aims of this study was to obtain data ondiversity of Polypodiaceae and variations within one genus.The method used in this study was survey method with a purposive sampling technique during December 2022-January 2023. The variables used consisted of Polypodiaceae ferns in the Baturraden Botanical Garden as the independent variable and morphological characters as the dependent variable. Parameters observed for morphological characters included: habitus, plant height, roots, rhizomes, stem cross-section, stem color, stem surface, leaf type, thallus, lamina texture, upper surface leaf color, lower leaf color, leaf layout, leaf margin, leaf apex, leaf shape, upper midrib, lower leaf midrib, upper leaf surface, lower leaf surface, sorus shape, sorus location, spore size, spore shape, spore color, spore type, laesura, and spore ornamentation type. Data from morphological observations were analyzed descriptively. Based on the observations, there were 17 types of ferns from 8 genera, Selliguea albidosquamata was the most common species while Loxogramme avenia was the least found species. Each genus varies in leaf shape and spore ornamentation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save