Home
Login.
Artikelilmiahs
39485
Update
Arieza Efrieza Wiriamihardja
NIM
Judul Artikel
PENGGUNAAN MURAL DALAM RUANG PUBLIK BATUCEPER SEBAGAI BENTUK KRITIK TERHADAP KEBIJAKAN PENANGANAN COVID-19
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Dampak yang ditimbulkan dari kebijakan PPKM dalam penanganan Covid-19 ini sangat terasa di sektor perekonomian, terutama oleh kelas menengah ke bawah, dan hal ini diekspresikan dalam bentuk mural yang berisi tentang keadaan sosial-ekonomi saat pandemi. Hal yang menarik adalah maraknya penghapusan mural yang mengkritik kinerja pemerintah dalam penanganan Covid-19, salah satu di antaranya adalah mural bergambar Presiden Joko Widodo yang dibubuhi kata “404: not found” pada bagian matanya, mural ini berlokasi di daerah Batuceper, Kota Tangerang. Penghapusan dilakukan oleh aparat setempat dengan alasan penghinaan terhadap lambang negara dan vandalisme. Tujuan penelitian ini adalah (1) menjelaskan fungsi mural di ruang publik sebagai alat ekspresi masyarakat; (2) penggunaan tata kota sebagai ruang publik dalam menyampaikan aspirasi. Dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus, hasilnya adalah: (1) mural adalah bagian dari representasi politik massa untuk mengisi ruang kosong partisipasi politik tidak disalurkan politik formal seperti partai politik.; (2) Adanya kontestasi dalam penggunaan ruang publik oleh masyarakat dan pemerintah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The impact of the PPKM policy in handling Covid-19 is very much felt in the economic sector, especially by the lower-middle class, and this is expressed in the form of a mural containing socio-economic conditions during the pandemic. What is interesting is the widespread removal of murals criticizing the government's performance in handling Covid-19, one of which is a mural depicting President Joko Widodo with the word "404: not found" on his eye. This mural is located in the Batuceper area, Tangerang City. The deletion was carried out by local officials on the grounds of insulting the state symbol and vandalism. The aims of this study are (1) to explain the function of murals in public spaces as a means of public expression; (2) the use of urban planning as a public space in conveying aspirations. By using a qualitative case study method, the results are: (1) murals are part of mass political representation to fill the empty space of political participation not channeled by formal politics such as political parties; (2) There is contestation in the use of public space by the community and the government.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save