Artikelilmiahs
Menampilkan 36.521-36.540 dari 49.032 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 36521 | 39496 | E1A018354 | PEMBUKTIAN PADA PUTUSAN LEPAS DUA POLISI KASUS PENEMBAKAN ENAM LASKAR FRONT PEMBELA ISLAM (FPI) DI KM 50 TOL JAKARTA CIKAMPEK (Studi Putusan Nomor 868 / Pid.B / 2021/PN/Jkt.Sel) | Penelitian ini bertujuan guna mengetahui pertimbangan untuk hukum hakim dalam memutus putusan lepas dari segala tuntutan hukum dan mengetahui alat bukti yang diajukan dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 868 /Pid.B/2021/PN.Jkt.Sel sudah memenuhi syarat formil sebagai dasar pembuktian bagi penuntut umum dan bagi majelis hakim dalam memutus putusan lepas dari segala tuntutan hukum, metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan perundang-undangan, dengan metode penelitian yuridis normatif. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, jurnal, dan literatur,yang di disajikan dengan uraian yang sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Majelis Hakim memutus putusan lepas dari segala tuntutan (onslag van recht vervolging) terhadap Terdakwa M.Yusmin Ohorella. Perbuatan terdakwa memang terbukti sesuai surat dakwaan dan alat bukti yang penuntut umum ajukan ke perisidangan. Penuntut umum yang mendakwa terdakwa telah dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain yaitu telah terbukti melakukan penembakan yang mengakibatkan 6 (enam) orang anggota FPI meninggal dunia dengan sebab luka tembak. Majelis Hakim memutus lepas dari segala tuntutan terhadap Terdakwa M. Yusmin Ohorella didasarkan adanya pembelaan terpaksa (noodweer). Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam memutus lepas (onslag van recht vervolging) pada putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor : 868 /Pid.B/2021/PN. Jkt.Sel. | This study aims to find out the considerations for the judge's law in deciding the decision to escape all lawsuits and find out the evidence submitted in the decision of the South Jakarta District Court Number 868 /Pid.B/2021/PN. Jkt.Sel has qualified formil as a basis of proof for the public prosecutor and for the panel of judges in deciding the decision to escape all lawsuits, theapproach used in this study is the method of approach to legislation, with normative juridical research methods. The sources of legal materials used are secondary legal materials in the form of laws and regulations, journals, and literature, which are presented with a systematic description. Based on the results of the study, it can be concluded that the Panel of Judges decided the verdict of all charges (onslag van recht vervolging) against defendant M.Yusmin Ohorella. The defendant's actions were indeed proved according to the indictment and the evidence that the public prosecutor submitted to the court. The public prosecutor who accused the defendant of intentionally depriving another person of his life, namely that he had been proven to have carried out a shooting that resulted in 6 (six) FPI members dying from gunshot wounds. The panel of judges dismissed all charges against Defendant M. Yusmin Ohorella based on the existence of a forced defense (noodweer). The panel of judges of the South Jakarta district court in deciding the release (onslag van recht vervolging) in the decision of the South Jakarta District Court Number: 868 /Pid.B/2021/PN. Jkt.Sel. | |
| 36522 | 44105 | H1A020040 | PERANCANGAN SISTEM MONITORING KERETA PENUMPANG BERBASIS IOT MENGGUNAKAN PROTOKOL MQTT DAN PLC WAGO | Kereta merupakan moda transportasi yang menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia untuk 0melakukan perjalanan antar daerah. Data pada tahun 2022 dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sebanyak 19,44 juta orang menggunakan moda transportasi kereta api di seluruh Indonesia. Maka dari itu dibutuhkan kereta penumpang yang dapat memberikan fasilitas keamanan dan kenyamanan bagi penumpang selama berada di dalam kereta. Penggunaan PLC WAGO sebagai VCU memberikan fleksibilitas dalam pengembangan sistem sehingga PLC dapat dihubungkan dengan jaringan internet. PLC dapat mengirimkan data secara nirkabel menggunakan protokol Message Queue Telemetry Transport (MQTT) sehingga kereta penumpang dapat terhubung dengan pusat pengendali untuk melakukan monitoring jarak jauh. Berdasarkan hasil pengujian, sistem berhasil menghubungkan PLC dengan MQTT Broker ditunjukkan dengan data monitoring yang berhasil diterima oleh komputer client dengan latensi pengiriman data rata-rata sebesar 66.25 ms, dan durasi query antara Grafana dengan basis data InfluxDB yang berjalan secara lokal rata-rata sebesar 407 ms. Sehingga pusat pengendali dapat melakukan monitoring secara jarak jauh terhadap kereta penumpang dengan siklus pembaruan data setiap 5 detik sekali. | Trains are the mode of transportation that is the main choice for most Indonesians to travel between regions. Data in 2022 from the Central Statistics Agency (BPS) shows that as many as 19.44 million people use rail transportation throughout Indonesia. Therefore, a passenger train is needed that can provide safety and comfort facilities for passengers while on the train. Using the WAGO PLC as a VCU provides flexibility in system development so that the PLC can be connected to an internet network. PLCs can transmit data wirelessly using the Message Queue Telemetry Transport (MQTT) protocol so that passenger trains can be connected to a control center for remote monitoring. Based on the test results, the system successfully connected the PLC with the MQTT Broker as indicated by the monitoring data that was successfully received by the client computer with an average data transmission latency of 66.25 ms, and the query duration between Grafana and the InfluxDB database running locally was an average of 407 ms. So the control center can remotely monitor passenger trains with a data update cycle every 5 seconds. | |
| 36523 | 39478 | E1A019168 | URGENSI DAN PROBLEMATIKA PEMBENTUKAN BANK TANAH BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 64 TAHUN 2021 TENTANG BADAN BANK TANAH | Sebelum diundangkannya PP Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah, perbincangan mengenai pembentukan bank tanah telah menjadi diskursus tersendiri dalam hukum pertanahan. Tidak hanya dari kalangan akademisi, urgensi pembentukan bank tanah bahkan juga disuarakan oleh pemerintah. Di sisi lain, rumusan pembentukan bank tanah dalam Perpu Cipta Kerja dan PP Badan Bank Tanah menuai beberapa problematika seperti kritik dari berbagai kalangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui dan menganalisis urgensi pembentukan bank tanah berdasarkan PP Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah; dan (2) mengetahui dan menganalisis problematika pembentukan bank tanah berdasarkan PP Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan undang-undang (statue approach) dan pendekatan perbandingan (comparative approach). Berdasarkan hasil penelitian, urgensi pembentukan bank tanah berkaitan dengan kebutuhan tanah untuk pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dan banyaknya tanah terlantar di Indonesia. Sementara problematika pembentukan bank tanah meliputi problematika prosedural dan problematika material. Problematika prosedural berkaitan dengan pembentukan UU Cipta Kerja dan Perpu Cipta Kerja yang tidak memenuhi asas pembentukan peraturan perundang-undangan. Problematika material berkaitan dengan kekhawatiran publik bahwa bank tanah akan menghidupkan kembali praktik domein verklaring serta bertentangan dengan semangat UUPA dan reforma agraria. | Prior to the creation of Government Regulation Number 64 of 2021 on Land Bank Council, the discussion of land bank establishment has been discoursing in the context of land law. Not only from academics, but the urgency of land bank establishment has also been expressed by the government. On the other side, the formulation of land bank in The Government Regulation of Law Substitution on Job Creation and The Government Regulation on Land Bank Council evokes some problems such as critics from the public. This study aims to: (1) find out and analyze the urgency of land bank establishment based on The Government Regulation Number 64 of 2021 on Land Bank Council; and (2) to find out and analyze the problems of land bank establishment based on The Government Regulation Number 64 of 2021 on Land Bank Council. This is normative juridical research using statute approach and comparative approach. Based on the results of this study, the urgency of land bank establishment is related to the need of land acquisition to development for public interest and the number of abandoned land in Indonesia. At the same time, the problems of land bank establishment include procedural problems and material problems. The procedural problems are related to the formation of The Law on Job Creation and The Government Regulation of Law Substitution on Job Creation that needs to be fulfilled the principles of legislation forming. The material problems are related to the public’s concern that land bank will bring back the domein verklaring practice and against the Law of Agrarian Principal and agrarian reform. | |
| 36524 | 39437 | C1B018044 | ANALISIS PENGARUH KETERLIBATAN E-WOM TERHADAP NIAT BELI KONSUMEN PADA PRODUK OPPO DI KANAL YOUTUBR GADGETIN | Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterlibatan e-WOM terahadap niat beli produk oppo di kanal youtube Gadgetin dimana keterlibatan ewom di pengaruhi oleh kualitas informasi, kredibilitas informasi, kualitas website, inovatif, dukungam sosial, dan sikap terhadap e-WOM. Responden penelitian ini sebanyak 200 orang penonton kanal YouTube Gadgetin Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan: 1) Kualitas informasi tidak mepengaruhi secara positif dan signifikan terhadap keterlibatan e-WOM, 2) Kredibiliats Informasi, kualitas website, inovatif, dukungan sosial sikap terhadap e-WOM berpengaruh terhadap keterlibatan e-WOM 3) sikap terhadap e-WOM dan keterlibatan e-WOM berpengaruh terhadap niat beli. Implikasi manajerial dari kesimpulan dalam penelitian ini adalah 1) Kanal YouTube Gadgetin harus selalu melakukan review produk produk terbaru dari oppo karena informasinya kredible 2) Kanal YouTube Gadgetin harus selalu melakukan inovasi setiap kali mereview produk 3) Kanal YouTube Gadgetin secara tidak langsung membantu perusahaan dalam mempromosikan produknya. Batasan dalam penelitian ini adalah tidak bisa membuktikan pengaruh kualitas informasi terhadap keterlibatan e-WOM hanya meneliti tentang pembelian smartphone produk Oppo di kanal YouTube Gadgetin untuk produk lain dan website lain perlu di lakukan penelitian lebih lanjut karena hasilnya bisa berbeda. | This research was conducted to analyze the influence of e-WOM engagement on the purchase intention of Oppo products on the Gadgetin YouTube channel, where e-WOM engagement is influenced by information quality, information credibility, website quality, innovativeness, social support, and attitudes towards e-WOM. The respondents of this study were 200 viewers of the Gadgetin YouTube channel Based on the results of the study, it can be concluded: 1) Information quality does not significantly and positively influence e-WOM engagement, 2) Information credibility, website quality, innovativeness, social support attitudes towards e-WOM affect e-WOM engagement 3) attitudes towards e-WOM and e-WOM engagement affect purchase intention. The managerial implications of the conclusions in this study are 1) Gadgetin's YouTube channel must always review the latest products from Oppo because the information is credible 2) Gadgetin's YouTube channel must always innovate every time they review products 3) Gadgetin's YouTube channel indirectly helps companies promote the product. The limitation of this research is that it cannot prove the effect of information quality on e-WOM engagement. It only examines purchasing Oppo smartphone products on the Gadgetin YouTube channel for other products and other websites. Further research is needed because the results can be different. | |
| 36525 | 39479 | D1A019212 | PENGARUH PENINGKATAN BIOSECURITY TERHADAP TINGKAT MORTALITAS DAN PERFORMA AYAM BROILER DI PT BUSS SUKABUMI | Magang berjudul “Pengaruh Peningkatan Biosecurity Terhadap Tingkat Mortalitas Dan Performa Ayam Broiler Di Pt Buss Sukabumi” telah dilaksanakan pada tanggasl 13 September 2021 sampai 21 Desember 2021, bertembpat di Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Magang ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas ayam broiler khususnya tingkat mortalitas, pertambahan bobot badan, FCR, dan IP dengan fokus pada perlakuan biosekutiti yang berbeda. Program biosekuriti pada pemeliharaan periode 1 tidak dilakukan secara rutin dan hanya melakukan sanitasi 1 kali dalam seminggu dan tanpa melakukan dipping sebelum masuk kandang, sedangkan pada periode 2 dilakukan sanitasi kandang secara rutin 2 – 3 kali dalam seminggu menggunakan disinfektan dan melakukan dipping sebelum masuk kandang untuk mencegah penyebaran penyakit dari luar. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil pengamatan secara langsung menunjukkan bahwa tingkat mortalitas pada periode 1 adalah 8,86% dan pada periode 2 adalah 6,39%. Rata-rata bobot badan pada periode 1 adalah 1,2 kg dan pada periode 2 adalah 1,5 kg. Nilai FCR pada periode 1 adalah 1,9 dan pada periode 2 adalah 1,5. Nilai indeks produksi pada periode 1 adalah 211 dan pada periode 2 adalah 322. Kesimpulannya, pelaksanaan biosecurity berupa sanitasi kandang secara rutin 2 – 3 kali dalam satu minggu menggunakan desinfektan dan program dipping sebelum masuk kandang menghasilkan tingkat mortalitas yang rendah dan performa ayam yang optimal. | The internship entitled "The Effect of Increasing Biosecurity on Broiler Mortality and Performance Levels at Pt Buss Sukabumi" was held from 13 September 2021 to 21 December 2021, located in Bojongtipar Village, Jampang Tengah District, Sukabumi Regency, West Java. This internship aims to determine the productivity of broiler chickens, especially the mortality rate, body weight gain, FCR, and IP with a focus on different biosecurity treatments. The biosecurity program in maintenance period 1 was not carried out routinely and only sanitized once a week and without dipping before entering the cage, while in period 2, cage sanitation was carried out routinely 2-3 times a week using a disinfectant and dipping before entering the cage to prevent the spread of disease from outside. The analytical method used is descriptive analysis. The results of direct observation showed that the mortality rate in period 1 was 8.86% and in period 2 was 6.39%. The average body weight in period 1 was 1.2 kg and in period 2 was 1.5 kg. The FCR value in period 1 was 1.9 and in period 2 was 1.5. The production index value in period 1 was 211 and in period 2 was 322. In conclusion, the implementation of biosecurity in the form of routine cage sanitation 2-3 times a week using a disinfectant and dipping program before entering the cage resulted in low mortality rates and optimal chicken performance. | |
| 36526 | 44688 | I1C020051 | INTERAKSI SENYAWA PHYSALIN TERHADAP INFLAMASOM NLRP3 PADA KANKER SECARA IN SILICO | Latar Belakang: Aktivasi inflamasom NLRP3 yang berlebihan dapat menyebabkan perkembangan kanker. Senyawa bahan alam yang tengah dipelajari dapat menghambat aktivasi inflamasom NLRP3 adalah physalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi seluruh tipe physalin terhadap inflamasom NLRP3 pada kanker secara in silico. Metodologi: Molecular docking dilakukan terhadap 20 senyawa uji untuk menentukan nilai energi ikatan serta jenis ikatan. Senyawa terbaik hasil molecular docking dilakukan simulasi molecular dynamics untuk mengetahui interaksi dan kestabilannya pada kondisi fisiologis tubuh. Analisis data dengan membandingkan hasilnya terhadap MCC950. Hasil Penelitian: Tiga senyawa uji dengan nilai energi ikatan terendah yaitu physalin B (-7,2 kkal/mol), physalin M (-7,0 kkal/mol), dan physalin Y (-6,7 kkal/mol). Physalin B dan physalin M membentuk ikatan hidrogen dengan dua residu asam amino kunci Ala228 dan Arg578, sedangkan physalin Y hanya berikatan hidrogen dengan Arg578. Nilai RMSD molecular dynamics physalin B (2,414 Å), physalin M (2,076 Å), dan MCC950 (1,726 Å). Nilai RMSF MCC950 lebih rendah pada residu Ala228 dibandingkan senyawa uji. Namun, pada residu Arg578, physalin M memiliki nilai RMSF lebih rendah dibandingkan MCC950. Energi ikatan physalin B (-59,074,542 kkal/mol), physalin M (-59,791,339 kkal/mol), dan MCC950 (-59,280,897 kkal/mol). Kesimpulan: Physalin M mengikat sisi aktif dan memiliki interaksi yang baik terhadap inflamasom NLRP3. Kata Kunci: kanker, inflamasom NLRP3, physalin, molecular docking, molecular dynamics. | Background: Excessive activation of the NLRP3 inflammasome can lead to the development of cancer. A natural compound that is being studied to inhibit NLRP3 inflammasome activation is physalin. This study aims to determine the interaction of all types of physalin with the NLRP3 inflammasome in cancer by in silico. Methods: Molecular docking was carried out on 20 test compounds to determine binding energy value and type of bond. The best compound resulting from molecular docking were carried out by molecular dynamics simulations to determine their interactions and stability in the physiological conditions of the body. Data analysis by comparing the results against MCC950. Results: The three test compounds with the lowest bond energy values were physalin B (-7.2 kcal/mol), physalin M (-7.0 kcal/mol), and physalin Y (-6.7 kcal/mol). Physalin B and physalin M form hydrogen bonds with two key amino acid residues Ala228 and Arg578, while physalin Y only hydrogen bonds with Arg578. RMSD molecular dynamics values of physalin B (2.414 Å), physalin M (2.076 Å), and MCC950 (1.726 Å). The RMSF value of MCC950 was lower for residue Ala228 compared to the test compound. However, at residue Arg578, physalin M had a lower RMSF value than MCC950. Binding energy of physalin B (-59,074,542 kcal/mol), physalin M (-59,791,339 kcal/mol), and MCC950 (-59,280,897 kcal/mol). Conclusion: Physalin M binds to the active site and has good interactions with the NLRP3 inflammasome. Keywords: cancer, NLRP3 inflammasome, physalin, molecular docking, molecular dynamics. | |
| 36527 | 44106 | C1C020088 | Pengaruh Investment Opportunity Set, Cash Holding, Ukuran Perusahaan, dan Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investment opportunity set, cash holding, ukuran perusahaan, dan struktur modal terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel. Sampel yang digunakan adalah perusahaan sub sektor makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia sejumlah 42 perusahaan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui laporan tahunan perusahaan tiap perusahaan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investment opportunity set, cash holding, ukuran perusahaan dan struktur modal berpengaruh secara simultan terhadap nilai perusahaan. Secara parsial, investment opportunity set dan ukuran perusahaan berpengaruh positif, sementara cash holding dan struktur modal tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2022. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa investor lebih akan melihat kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan peluang investasi dan besar kecilnya ukuran perusahaan dibandingkan dengan melihat jumlah ketersediaan kas perusahaan dan besarnya struktur modal perusahaan. | This research aims to analyze the effect of investment opportunity set, cash holding, company size, and capital structure on company value. This research uses purposive sampling techniques as a sampling method. The sample used was 42 food and beverage sub-sector companies on the Indonesia Stock Exchange. The data in this research was obtained through each company's annual company report published on the Indonesian Stock Exchange. Hypothesis testing was carried out using panel data regression analysis. The research results show that investment opportunity set, cash holding, company size and capital structure simultaneously effect on company value. Partially, investment opportunity set and company size has a positive effect, meanwhile cash holding and capital structure has no effect on company value in food and beverage sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2022. From the results of this research, it can be concluded that investors will look more at the company's ability to take advantage of investment opportunities and the size of the company compared to looking at the amount of cash holding and the capital structure of the company. | |
| 36528 | 39483 | I1A019017 | Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) di Wilayah Kerja Puskesmas Pondok Aren Kota Tangerang Selatan Tahun 2022 | Angka kunjungan ke Posbindu PTM Pondok Aren hanya sebesar 37% dan Pondok Jaya sebesar 51,4% dari target 100%. Angka tersebut masih sangat rendah maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Posbindu PTM di wilayah kerja Puskesmas Pondok Aren Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Posbindu PTM Puskesmas Pondok Aren pada bulan Februari 2023. Responden berjumlah 70 orang menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner terkait variabel independen yang terdiri atas usia, jenis kelamin, pendidikan, status bekerja, aksesibilitas, dukungan keluarga, motivasi diri, dan peran tenaga kesehatan, dan variabel dependen yaitu perilaku pemanfaatan Posbindu PTM. Penelitian menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 65,7% responden berusia 46-55 tahun, 74,3% berjenis kelamin perempuan, 41,4% berpendidikan terakhir SMA/sederajat, 84,3% dengan status tidak bekerja, 77,1% merasa lokasi Posbindu PTM mudah ditempuh, 51,4% merasa mendapat dukungan keluarga, 68,6% memiliki motivasi diri yang tinggi, dan 77,1% merasa peran tenaga kesehatan baik. Variabel usia, aksesibilitas, dukungan keluarga, motivasi diri dan peran tenaga kesehatan berhubungan dengan perilaku pemanfaatan Posbindu PTM. Variabel usia dan motivasi diri berpengaruh signifikan dengan perilaku pemanfaatan Posbindu PTM. Faktor yang paling berpengaruh adalah usia dengan nilai p-value 0,044 dan nilai OR 14,136. Variabel usia berpengaruh terhadap perilaku pemanfaatan Posbindu PTM di wilayah kerja Puskesmas Pondok Aren sehingga diharapkan puskesmas dapat bekerja sama dengan lintas sektor lain demi menjangkau lebih banyak sasaran program. | The number of visits to the Integrated Development Post of NCDs in Pondok Aren is only 37% and Pondok Jaya is 51.4% of the target of 100%. This figure is still very low, so this study conducted to know the factors related to the utilization of Integrated Development Post of NCDs in Pondok Aren Health Center working area, South Tangerang City. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. The research conducted at the Integrated Development Post of NCDs in Pondok Aren Health Center in February 2023. A total of 70 respondents used a total sampling technique. Primary data collection used a questionnaire related to independent variables consisting of age, gender, education, working status, accessibility, family support, self-motivation, and the role of health workers, and the dependent variable, the behavior of the utilization of Integrated Development Post of NCDs. This study used univariate, bivariate, and multivariate analysis. The results showed that 65,7% of respondents were aged 40-55 years, 74.3% were female, 41.4% graduated from high school/equivalent, 84.3% with unemployed status, 77.1% felt easy accessibility, 51,4 % felt they got family support, 68.6% had high self-motivation, and 77.1% felt the role of health workers was good. The variables of age, accessibility, family support, self-motivation, and the role of health workers are related to the behavior. Age and self-motivation have a significant effect on behavior. The most influential factor is age with a p-value of 0.044 and OR 14,136. Age influences the behavior of the utilization of Integrated Development Post of NCDs in the Pondok Aren Health Center working area so it’s hoped that Health Center can work together with other cross-sectors to reach more program targets. | |
| 36529 | 39477 | C1G016035 | FACTORS AFFECTING THE SUPPLY OF WOMEN LABOR IN SUMAMPIR NORTH PURWOKERTO | Tenaga kerja bukan hanya laki-laki saja, namun perempuan juga merupakan tenaga kerja. Jenis kelamin bukan hambatan bagi pelaku ekonomi untuk bekerja. Di Indonesia keberadaan tenaga kerja perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan tenaga kerja laki-laki. Kelurahan Sumampir juga memiliki hal yang sama dimana jumlah tenaga kerja perempuan lebih banyak dibandingkan dengan tenaga kerja laki-laki. Hal ini menunjukan bahwa perempuan juga dapat berkontribusi didalam pasar tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan, pendapatan, dan pendapatan keluarga terhadap penawaran tenaga kerja wanita. Penelitian ini menggunakan data primer. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 3.547. Dengan sampel yang diambil 98 responden. Data ini akan dianalisis dengan menggunakan metode regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran tenaga kerja wanita di Kelurahan Sumampir. (2) upah tidak berpengaruh signifikan terhadap penawaran tenaga kerja wanita di Kelurahan Sumampir. (3) Pendapatan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran tenaga kerja wanita di Kelurahan Sumampir. Secara keseluruhan pendidikan, upah dan pendapatan keluarga berpengaruh secara bersama-sama terhadap penawaran tenaga kerja wanita di Kelurahan Sumampir. | The workforce is not only men, but women are also workers. Gender is not an obstacle for economic actors to work. In Indonesia, the presence of female workers is higher than that of male workers. The Sumampir Village also has the same thing where the number of female workers is greater than the male workforce. This shows that women can also contribute in the labor market. This study aims to analyze the effect of education, income, and family income on the supply of female labor. This study uses primary data. The population used in this study was 3,547. With samples taken 98 respondents. This data will be analyzed using multiple linear regression methods. The results of the study show that (1) education has a positive and significant effect on the supply of female workers in the Sumampir Village. (2) wages have no significant effect on the supply of female workers in the Sumampir Village. (3) Family income has a positive and significant effect on the supply of female labor in the Sumampir Village. Overall, education, wages and family income have a joint effect on the supply of female workers in the Sumampir Village. | |
| 36530 | 39481 | K1B018018 | APLIKASI PEWARNAAN GRAF DALAM PENJADWALAN MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH ATAS | Penjadwalan kegiatan belajar mengajar merupakan suatu hal yang sangat kompleks untuk diselesaikan. Hal tersebut dikarenakan banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari jumlah guru pengampu, maksimal beban ajar guru, dan jumlah kelas yang tersedia. Pewarnaan graf merupakan pendekatan yang memberikan solusi terhadap masalah penjadwalan. Penjadwalan mata pelajaran dilakukan dengan merepresentasikan masalah ke dalam bentuk graf berdasarkan data yang diperoleh dengan menganggap beban ajar setiap guru menjadi simpul dan waktu pengajaran sebagai sisi. Algoritma Recursive Largest First merupakan salah satu metode pewarnaan graf dengan mencari simpul yang memiliki derajat tertinggi untuk diberi warna terlebih dahulu. Penjadwalan mata pelajaran dengan algoritma Recursive Largest First menggunakan software C++ sebagai alat bantu dalam pewarnaan simpul graf menghasilkan 41 simpul dengan 19 warna yang menunjukkan bahwa dibutuhkan 19 waktu pelajaran. Jumlah simpul yang diwarnai dengan warna yang sama tidak lebih dari 4 simpul. Hasil pewarnaan tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk melakukan penjadwalan secara manual. | Scheduling teaching and learning activities is a very complex thing to solve. This is because many things need to be considered, starting from the number of supporting teachers, the maximum teaching load for teachers, and the number of available classes. Graph coloring is an approach that provides a good solution to scheduling problems. Subject scheduling is done by representing the problem in graph form based on the data obtained by assuming the teaching load of each teacher to be a node and teaching time as a side. The Recursive Largest First Algorithm is a method of coloring a graph by finding the vertices that have the highest degree to be colored first. This algorithm can be used for the development of various kinds of scheduling software in graph coloring techniques. Scheduling subjects using graph node coloring with the Recursive Largest First algorithm used C++ software as a tool in graph node coloring produces 41 knots with 19 colors are obtained which shows that it takes 19 lesson times. The number of vertices colored with the same color no more than 4 vertices The results of the coloring will be used as a reference for scheduling. | |
| 36531 | 39484 | D1A019196 | PERBANDINGAN DUA ALTITUDE LOKASI KANDANG PADA MORTALITAS DAN BOBOT PANEN AYAM BROILER (COMPARISON OF TWO CAGE LOCATIONS ON BROILER CHICKEN MORTALITY AND HARVEST WEIGHTS) | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan tingkat mortalitas dan bobot panen ayam pedaging yang dipelihara pada farm dengan altitude sedang dan rendah. Materi diambil dari farm altitude sedang yang terletak diketinggian 358 mdpl yaitu Kismo A, B, C, dan altitude rendah yang terletak diketinggian 49 mdpl yaitu CV Lestari Maju A, B, C dengan populasi masing-masing sebanyak 19.000, 22.100, 22.100, 22.500, 21.000, dan 21.000 ekor. Teknik pengambilan data mortalitas harian (%) yaitu pencatatan dari hari pertama hingga panen. Teknik pengambilan data yang digunakan untuk menghitung bobot panen ayam yaitu menimbang 16 hingga 23 sampel di mana setiap sampel terdiri dari 20 ekor. Metode analisis menggunakan uji t-test pada masing-masing lantai untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan nilai tengah pada penambahan tersebut. Hasil analisis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa ketinggian (altitude) lokasi kandang tidak berbeda nyata (P > 0,05) pada lantai satu, dan berbeda nyata (P < 0,05) pada lantai dua dan tiga terhadap mortalitas ayam pedaging. Ketinggian (altitude) lokasi kandang tidak berbeda nyata (P > 0,05) terhadap bobot panen ayam. Pemeliharaan ayam pedaging menggunakan sistem closed house pada altitude sedang dan rendah menghasilkan rataan bobot badan yang tidak berbeda. Ketinggian (altitude) lokasi kandang mempengaruhi mortalitas ayam. Tingkat mortalitas di dataran sedang memiliki nilai lebih kecil dibandingkan di dataran rendah. | This research was conducted to determine the difference in mortality rates and harvest weights of broilers raised on farms with medium and low altitudes. The material was taken from medium altitude farms located at an altitude of 358 meters above sea level, namely Kismo A, B, C, and low altitudes located at an altitude of 49 meters above sea level, namely CV Lestari Maju A, B, C with populations of 19,000, 22,100, 22,100, 22,500, 21,000, and 21,000 heads, respectively. The technique of collecting daily mortality data (%) is recording from the first day to harvest. The data collection technique used to calculate the weight of the chicken harvest is weighing 16 to 23 samples where each sample consists of 20 heads. The analysis method uses a t-test on each floor to determine whether there is a difference in the middle value of the addition. The results of the analysis using the t-test showed that the altitude of the cage location was not significantly different (P > 0.05) on the first floor, and significantly different (P < 0.05) on the second and third floors on broiler mortality. The altitude of the coop location did not differ markedly (P > 0.05) from the weight of the chicken harvest. Broiler maintenance using a closed house system at medium and low altitudes results in an average body weight that does not differ. The altitude of the location of the coop affects the mortality of chickens. The mortality rate in the temperate plains has a smaller value than in the lowlands. | |
| 36532 | 39487 | F1C018033 | Kohesivitas Kelompok Unit Kegiatan Mahasiswa Fisip Unsoed Radio | Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan upaya mempertahankan Kohesivitas Fisip Unsoed Radio dalam kepengurusan periode 2020-2021 . Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan ditelaah dengan Teori Groupthink. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat upaya dalam menjaga kohesivitas Unit Kegiatan Mahasiswa Fisip Unsoed Radio periode kepengurusan 2020-2021 di antaranya pemberian tanggung jawab terhadap anggota sesuai fungsi dan peran kemudian tetap berusaha menghubungi anggota, baik itu lewat komunikasi dua arah dengan anggota baik secara personal atau evaluasi rutin dari divisi HRD atau dari internal divisi. Selanjutnya terdapat faktor yang mendukung kohesivitas Fisip Unsoed Radio yakni tingginya minat anggota terhadap radio, anggota yang aktif, dan tanggung jawab. Terdapat pula faktor penghambat kohesivitas Fisip Unsoed Radio seperti perubahan bentuk komunikasi dan produksi dari offline ke online, culture shock, kesibukan anggota, dan jaringan internet yang tidak stabil. | This research aims to describe efforts to maintain the cohesion of Fisip Unsoed Radio during the leadership period of 2020-2021. This study uses a qualitative descriptive approach and is analyzed using the Groupthink Theory. Data collection techniques used in this research include observation, interviews, and documentation. The informants in this study were selected using purposive sampling technique. The results show that there are efforts to maintain the cohesion of Fisip Unsoed Radio, such as assigning responsibilities to members according to their functions and roles and continuously contacting members, either through two-way communication with members personally or through routine evaluations by the HRD division or from the internal division. Furthermore, there are supporting factors for the cohesion of Fisip Unsoed Radio, such as the high interest of members in radio, active members, and responsibility. There are also factors that hinder the cohesion of Fisip Unsoed Radio, such as changes in communication and production format from offline to online, culture shock, members' busy schedules, and unstable internet connections. | |
| 36533 | 39488 | D1A019078 | PRODUKTIVITAS USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER MENGGUNAKAN TIPE KANDANG YANG BERBEDA DI KABUPATEN KEBUMEN | Usaha peternakan ayam broiler menggunakan jenis kandang yang berbeba berorientasi pada pencapaian pendapatan yang maksimal. Pemenuhan suatu usaha komersial dalam jangka waktu yang lama dapat dilihat dari evaluasi ekonomi dan produksi. Artikel ini bertujuan untuk menghitung dan mengevaluasi produktivitas perusahaan yang mencakup biaya keseluruhan, penerimaan, pendapatan, rasio R/C, titik impas (BEP), rentabilitas, mortalitas, berat badan, FCR, dan indeks peformans antara peternak kandang closed house dan semi closed house di Kabupaten. Kebumen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik studi kasus. Sasaran yang diteliti adalah kandang semi closed house yang dimiliki oleh bapak Riswiyadi dan closed house yang dimiliki oleh bapak Kismo serta bermitra dengan PT. Cemerlang Unggas Lestari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas antara peternak semi closed house dan closed house. Produktivitas peternak closed house lebih tinggi dari semi closed house. Seluruh biaya yang dikeluarkan peternak closed house adalah Rp 36.238 per ekor ternak, pendapatan Rp 39.580 per ekor ternak, pendapatan Rp 3.742 per ekor ternak, rasio R/C 1.1, rentabilitas 20,85%, BEP rupiah Rp17.854/kg, dan BEP produk 112.603 kg. Total biaya yang dikeluarkan oleh peternak semi closed adalah Rp38.581 per ekor ternak, pendapatan Rp40.648 per ekor ternak, pendapatan Rp 2.433 per ekor ternak, R/C 1,05, rentabilitas 20,85%, BEP rupiah Rp18.935/kg, dan BEP produk 48.488 kg. Kandang closed house memiliki mortalitas 1,86%, bobot badan 2.050 gr/ekor, FCR 1.468, dan IP 428 sedangkan kandang semi closed house memiliki mortalitas 3,32%, bobot badan 2.110 gr/ekor, FCR 1.539, dan IP 402. | Broiler chicken farms use different types of cages that are oriented towards achieving maximum income. Fulfillment of a commercial business in the long term can be seen from the evaluation of the economy and production. This article aims to calculate and evaluate the productivity of a company which includes overall costs, revenue, income, R/C ratio, break-even point (BEP), profitability, mortality, body weight, FCR, and performance index between closed house and semi closed house breeders. in the Regency. Kebumen. This research was conducted using a case study technique. The targets studied were semi closed house owned by Mr. Riswiyadi and closed house owned by Mr. Kismo and in partnership with PT. Brilliant Sustainable Poultry. The results showed that there were differences in productivity between semi-closed house and closed house breeders. The productivity of closed house breeders is higher than that of semi closed houses. All costs incurred by closed house farmers are IDR 36,238 per head of livestock, income of IDR 39,580 per head of livestock, income of IDR 3,742 per head of livestock, R/C ratio of 1.1, profitability 20.85%, BEP of IDR IDR 17,854/kg, and BEP product 112,603 kg. The total costs incurred by semi-closed farmers are IDR 38,581 per head of livestock, income of IDR 40,648 per head of livestock, income of IDR 2,433 per head of livestock, R/C 1.05, profitability 20.85%, BEP IDR IDR 18,935/ kg, and product BEP 48,488 kg. Closed house cages had a mortality of 1.86%, body weight 2,050 gr/head, FCR 1,468, and IP 428 while semi closed house cages had a mortality of 3.32%, body weight 2,110 gr/head, FCR 1,539, and IP 402. | |
| 36534 | 39489 | H1B018024 | Analisis Kinerja Simpang Alun-Alun Kota Tasikmalaya dengan Metode PKJI 2014 dan Software Vissim | Simpang Alun-Alun Kota Tasikmalaya merupakan simpang bersinyal yang mempunyai 4 kaki pendekat yaitu Jalan Sutisna Senjaya, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Tentara Pelajar, dan Jalan R. A. A Wiratuningrat. Posisi simpang terletak di tengah kawasan perdagangan Kota Tasikmalaya, menyebabkan terjadi tundaan dan panjang antrian pada saat jam puncak, tepatnya di ruas pendekat Tentara Pelajar dan Sutisna Senjaya pengendara mendapatkan dua kali lampu merah. Faktor lainnya yaitu tingginya hambatan samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja simpang menggunakan metode PKJI 2014 dan mengetahui alternatif solusi untuk penanganan masalah pada simpang dengan Software Vissim. Pengambilan data dilakukan dengan cara survei di lapangan yang dilakukan tanggal 9-14 Agustus 2022. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa panjang antrian pada pendekat Sutisna Senjaya sebesar 93,33 m, pendekat Otto Iskandardinata sebesar 106,67 m, pendekat Tentara Pelajar sebesar 93,33 m, dan pendekat R. A. A Wiratuningrat sebesar 120 m. Simpang memiliki V/C rasio tinggi dikarenakan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,80 dan tundaan rata-rata simpang yang dihasilkan 58,78 det/skr termasuk pada tingkat pelayanan E (40-60 det/skr). Untuk meningkatkan kinerja Simpang Alun-Alun Kota Tasikmalaya dilakukan alternatif perbaikan dengan melakukan perubahan dari 4 menjadi 3 fase serta pengaturan ulang waktu siklus menjadi 64 detik yang menghasilkan nilai tundaan rata-rata simpang sebesar 18,71 det/skr dengan tingkat pelayanan meningkat menjadi B (10-20 detik/skr). Dari analisis menggunakan metode PKJI 2014 dan Software Vissim menunjukkan adanya perbedaan hasil kinerja simpang khusus pada nilai tundaan, nilai yang diperoleh dari metode PKJI 2014 lebih tinggi dibandingkan Software Vissim. | The Tasikmalaya City Alun-Alun intersection is a signalized intersection that has 4 approach legs namely Jalan Sutisna Senjaya, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Tentara Pelajar, and Jalan R. A. A Wiratuningrat. The position of the intersection is located in the middle of the Tasikmalaya City trade area, causing delays and queue lengths during peak hours, precisely in the approach sections of the Tentara Pelajar and Sutisna Senjaya drivers get two red lights. Another factor is the high side obstacles. This study aims to determine the performance of the intersection using the PKJI 2014 method and to find out alternative solutions for handling problems at the intersection with Software Vissim. Data collection was carried out by means of a field survey conducted on August 9-14, 2022. Based on the results of the study, it can be seen that the length of the queue on the Sutisna Senjaya approach is 93.33 m, the Otto Iskandardinata approach is 106.67 m, the Tentara Pelajar approach is 93.33 m, and the R. A. A Wiratuningrat approach is 120 m. The intersection has a high V / C ratio due to the degree of saturation value of 0.80 and the resulting average intersection delay of 58.78 sec / skr including at level of service E (40-60 sec / skr). To improve the performance of the Tasikmalaya City Alun-Alun Intersection, alternative improvements are made by making changes from 4 to 3 phases and resetting the cycle time to 64 seconds which results in an average intersection delay value of 18.71 sec/skr with the level of service increasing to B (10-20 sec/skr). From the analysis using the PKJI 2014 method and Software Vissim, it shows that there are differences in the results of special intersection performance on the delay value, the value obtained from the PKJI 2014 method is higher than that of Software Vissim. | |
| 36535 | 44107 | F1B020025 | Manajemen Perparkiran Untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara | Kontribusi retribusi parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah yang masih rendah serta adanya permasalahan seperti parkir liar berdampak pada tidak maksimalnya hasil retribusi. Penelitian ini berfokus pada manajemen perparkiran untuk meningkatkan PAD pada Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara melalui fungsi manajemen menurut William H. Newman yang terdiri dari planning, organizing, assembling of resources, directing, dan controlling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. manajemen perparkiran pada Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara masih belum maksimal. Hal tersebut terlihat dari fungsi manajemen yang dijalankan masih ditemukan beberapa kendala dan kekurangan. | The contribution of parking fees to PAD is still low and the existence of problems such as illegal parking has an impact on the results of fees not being optimal. This research focuses on parking management to increase local revenue at the Banjarnegara Regency Transportation Service through management functions according to William H. Newman which consist of planning, organizing, assembling resources, directing. , and controlling. The method used in this research is a qualitative method with data collection through interviews, observation and documentation. Parking management at the Banjarnegara Regency Transportation Service is still not optimal. This can be seen from the management functions that are carried out, there are still several obstacles and deficiencies found. | |
| 36536 | 39492 | C1C018012 | PENGARUH PENGETAHUAN AKUNTANSI SYARIAH, RELIGIUSITAS, DAN GENDER TERHADAP MINAT MAHASISWA BEKERJA DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengetahuan akuntansi syariah, religiusitas, dan gender terhadap minat mahasiswa bekerja di lembaga keuangan syariah. Populasi dalam penelitian ini yakni mahasiswa aktif strata-1 Prodi Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman, Prodi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Prodi Perbankan Syariah Universitas Islam Negeri Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prodi Akuntansi Universitas Wijayakusuma Purwokerto, serta Prodi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto angkatan 2017-2020 yang sedang atau telah mengambil mata kuliah akuntansi syariah. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel yaitu convenience sampling. Data diolah dan dianalisis menggunakan software SPSS versi 25. Hasil penelitian ini yaitu: (1) pengetahuan akuntansi syariah berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa bekerja di lembaga keuangan syariah, (2) religiusitas berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa bekerja di lembaga keuangan syariah, (3) gender tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa bekerja di lembaga keuangan syariah. Implikasi teoritis dari penelitian ini yakni, hasil penelitian ini membenarkan konsep pada Teori Perilaku Terencana yang menyatakan bahwa faktor persepsi kendali atas perilaku dan faktor sikap terhadap perilaku dapat mendorong minat individu. Sementara itu, implikasi praktis dari penelitian ini bagi lembaga akademik yakni memerhatikan langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan akuntansi syariah melalui mata kuliah akuntansi syariah dan religiusitas pada mahasiswa, serta tetap menjaga kesimbangan langkah-langkah dalam meningkatkan minat mahasiswa bekerja di lembaga keuangan syariah antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. | This study aims to examine the effect of Islamic accounting knowledge, religiosity, and gender on students' interest in working in Islamic financial institutions. The population in this study were active strata-1 students in Accounting Study Program, Jenderal Soedirman University, Accounting Study Program, Muhammadiyah University Purwokerto, Sharia Banking Study Program, Saifuddin Zuhri State Islamic University Purwokerto, Accounting Study Program, Wijayakusuma University Purwokerto, and Accounting Study Program, Nahdlatul Ulama University Purwokerto class of 2017-2020 who currently taking or have taken sharia accounting courses. The technique used for sampling is convenience sampling. Data were processed and analyzed using SPSS software version 25. The results of this study were: (1) knowledge of Islamic accounting had a positive effect on students' interest in working in Islamic financial institutions, (2) religiosity had a positive effect on students' interest in working in Islamic financial institutions, (3 ) gender has no effect on students' interest in working in Islamic financial institutions. The theoretical implication of this research is that the results of this study justify the concept of the Theory of Planned Behavior which states that perceived factors control behavior and attitudes towards behavior can encourage individual interest. Meanwhile, the practical implications of this research for academic institutions are paying attention to the steps that will be taken to increase Islamic accounting knowledge through Islamic accounting courses and religiosity in students, as well as maintaining a balance of steps in increasing student interest in working in financial institutions sharia between male and female students. | |
| 36537 | 39412 | F1B016115 | IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU BANYUMAS PINTAR (KBP) JENJANG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) (STUDI KASUS di SMP WILAYAH KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR) | Pemerintah Kabupaten Banyumas mengembangkan potensi program pendidikan di daerahnya melalui Peraturan Bupati Nomor 17 tahun 2012 Tentang Tata Cara-Cara Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan, Pertanggungjawaban dan Pelaporan, Monitoring & Evaluasi, Hibah dan Bansos Sumber Dari APBD Kabupaten Banyumas. Program KBP dinilai memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan Pendidikan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan model implementasi kebijakan perspektif What’s Happening yang dikemukakan oleh Randall B. Ripley & Franklin mencakup beberapa aspek yaitu: Aktor yang terlibat, Kejelasan Tujuan, Perkembangan dan Kerumitan program, Partisipasi terhadap Program, Faktor – faktor yang mempengaruhi implementasi serta aspek aspek lain yang digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas ketika menetapkan Surat Keputusan Bupati Banyumas Nomor 17 Tahun 2012 tujuan dari KBP . Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Sasaran penelitiannya adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, SMP Penerima Program KBP, dan Orangtua murid penerima program KBP. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis interaktif. Untuk mewujudkan keabsahan data, digunakan kriteria derajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan dan kepastian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program yang dipilih berdasarkan aspek Aktor yang terlibat program Kartu Banyumas Pintar bagi siswa sekolah menengah pertama di Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas mempermudah jalannya program ditandai sudah komunikatif dan kooperatif dalam menerima program. Aspek Kejelasan Tujuan pihak sasaran penerima program sudah menggunakan sesuai peruntukkannya & sudah tepat sasaran pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas menjalankan tugasnya dalam menyalurkan bantuan program KBP. Aspek Perkembangan dan Kerumitan Program perilaku siswa menjadi lebih rajin, sosialisasi sudah dilakukan sesuai pedoman pelaksanaan program KBP oleh pihak sekolah dan Dinas Pendidikan. Berdasarkan aspek Partisipasi terhadap Program bentuk pengawasan dilakukan oleh Pihak Dinas Pendidikan, Sekolah & Orangtua dengan memantau pertanggungjawaban dana KBP, bukti kuitansi. Aspek Faktor – faktor yang mempengaruhi implementasi apabila ada penyelewengan maka akan diberikan sanksi berupa tidak diusulkan kembali menjadi penerima bantuan. Aspek yang digunakan untuk menerapkan program KBP berdasarkan keberhasilan kebijakan serupa di daerah lain yang di adopsi oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas. Adopsi kebijakan serupa merupakan kriteria dalam Implementasi program KBP sebagai pengembangan potensi program kebijakan pendidikan di Kabupaten Banyumas. Kata Kunci : Implementasi, Kartu Banyumas Pintar, Sasaran Penerima Program | The Government of Banyumas Regency develops the potential of education programs in its area through Regent Regulation Number 17 of 2012 concerning Procedures for Budgeting, Implementation and Administration, Accountability and Reporting, Monitoring & Evaluation, Grants and Social Assistance Sources from the Banyumas Regency APBD. The KBP program is considered to have made a major contribution to the progress of education in Banyumas Regency. This study uses the policy implementation model from perspective of What's Happening proposed by Randall B. Ripley & Franklin covering several aspects, namely: Actors involved, Clarity of Purpose, Program Development and Complexity, Program Participation, Factors influencing implementation and other aspects that used by the Government of Banyumas Regency when establishing the Decree of the Banyumas Regent Number 17 of 2012 the purpose of KBP. The research method used is descriptive qualitative. Selection of informants using purposive sampling. The research targets were the Banyumas District Education Office, SMP recipients of the KBP program, and parents of students receiving the KBP program. Data collection was carried out through in-depth interviews, observation and documentation. Data analysis was carried out using interactive analysis methods. To realize the validity of the data, the criteria for the degree of trust, transferability, dependability and certainty are used. The results of this study indicate that the implementation of the program selected based on aspects of the actors involved in the Banyumas Smart Card program for junior high school students in East Purwokerto District, Banyumas Regency facilitates the running of the program, which is marked as communicative and cooperative in accepting the program. Aspects of Clarity of Purpose The target party receiving the program has used it according to its designation & has been right on target for the school, the Banyumas District Education Office carried out its duties in distributing KBP program assistance. Aspects of Development and Complexity Program student behavior has become more diligent, socialization has been carried out according to the guidelines for the implementation of the KBP program by the school and the Education Office. Based on the Participatory aspect of the Program, the form of supervision is carried out by the Office of Education, Schools & Parents by monitoring the accountability of KBP funds, proof of receipts. Aspects of the factors that affect implementation, if there is a deviation, a sanction will be given in the form of not being re-proposed to become a recipient of assistance. The aspects used to implement the KBP program are based on the success of similar policies in other areas adopted by the Banyumas District Government. Adoption of a similar policy is a criterion in the implementation of the KBP program as a potential development of educational policy programs in Banyumas Regency. Keywords: Implementation, Smart Banyumas Card, Target Program Recipients | |
| 36538 | 44108 | F1B020024 | Implementasi Program Sekolah Ramah Anak Sebagai Upaya Menjamin Perlindungan Anak Di Lingkungan Sekolah Pada SD Negeri 1 Arcawinangun | Meningkatnya kasus kekerasan yang terjadi pada anak khususnya di lingkungan sekolah membuat pemerintah menciptakan program Sekolah Ramah Anak (SRA) sebagai upaya menjamin perlindungan anak di lingkungan sekolah. Penelitian ini berfokus pada implementasi program Sekolah Ramah Anak (SRA) sebagai upaya menjamin perlindungan anak di lingkungan sekolah pada SD Negeri 1 Arcawinangun melalui teori implementasi kebijakan menurut Ripley dan Franklin yang terdiri dari aspek compliance dan what happening and why. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Sekolah Ramah Anak (SRA) sebagai upaya menjamin perlindungan anak di lingkungan sekolah pada SD Negeri 1 Arcawinangun telah berjalan cukup baik meskipun masih memiliki kekurangan dalam beberapa hal, | The increasing cases of violence against children, especially in the school environment, led the government to create the Child Friendly School (SRA) program as an effort to ensure child protection in the school environment. This research focuses on the implementation of the Child Friendly School (SRA) program as an effort to ensure child protection in the school environment at SD Negeri 1 Arcawinangun through the theory of policy implementation according to Ripley and Franklin which consists of aspects of compliance and what is happening and why. The method used in this research is descriptive qualitative method with data collection through interviews, observation and documentation. The research shows that the implementation of the Child Friendly School (SRA) program as an effort to ensure child protection in the school environment at SD Negeri 1 Arcawinangun has been running quite well even though it still has shortcomings in several ways. | |
| 36539 | 39494 | A1A017020 | ANALISIS PENGARUH SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN GRESIK | Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu tolak ukur yang dipakai untuk meningkatkan adanya pembangunan suatu daerah dari berbagai macam sektor. Kemajuan perekonomian suatu daerah dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi secara agregat yang dapat dihitung melalui PDRB. Kabupaten Gresik memiliki potensi sektor pertanian yang cukup besar dan memberikan sumbangan yang cukup signifikan dalam pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gresik. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Gresik dengan pengumpulan data di BPS Kabupaten Gresik yang berupa dokumentasi. Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten Gresik, dengan koefisien regresi sektor pertanian sebesar 20,732. | Economic growth is one of the benchmarks used to increase the development of a region from various sectors. The economic progress of a region can be seen from the aggregate economic growth which can be calculated through GRDP. Gresik Regency has quite a large potential in the agricultural sector and makes a significant contribution to economic growth. This study aims to determine the effect of the agricultural sector on economic growth in Gresik Regency. This research was conducted in Gresik Regency by collecting data at BPS Gresik Regency in the form of documentation. This study uses a simple linear regression analysis tool. The results showed that the agricultural sector had an effect on economic growth in Gresik district, with a regression coefficient for the agricultural sector of 20.732. | |
| 36540 | 39495 | F1C019036 | Penyelesaian Konflik Komunikasi Dalam Rumah Tangga Pada Pasangan Perkawinan Usia Muda | Trend menikah muda lambat laun mulai banyak dikenal oleh kalangan anak muda khususnya mahasiswa. Hal ini dilihat dari bagaimana jumlah anak muda yang memutuskan untuk menikah pada usia muda yang mencapai angka 33,31% atau 8,6 juta jiwa pada 2021. Sementara itu, angka tersebut tidak sebanding dengan jumlah perceraian pada pasangan menikah muda yang mencapai 75,34% atau 337.343 gugatan perceraian yang didominasi oleh adanya pertengkaran rumah tangga. Berdasarkan kondisi tersebut dapat dipahami bahwa kesiapan secara fisik maupun mental dari kedua belah pihak menjadi kunci utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konflik komunikasi dalam rumah tangga, serta bagaimana pengelolaan atas konflik komunikasi yang terjadi pada pasangan menikah usia muda mahasiswa FISIP Unsoed. Adapun subjek penelitian terdiri dari tiga pasangan mahasiswa FISIP Unsoed yang telah menjalani perkawinan pada usia muda ditengah peran mereka sebagai mahasiswa aktif. Serta dua narasumber pendukung yaitu Ahli Ilmu Komunikasi dan Psikolog. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi serta wawancara secara mendalam dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat lima jenis konflik komunikasi yang terjadi meliputi ego, pseudo, fact, policy, dan meta conflict. Selain itu, terdapat dua pola penyelesaian konflik komunikasi yang dilakukan berupa (1)pembiaran atas masalah, serta (2)upaya pengambilan solusi atas masalah. Secara Teori Dialektika Relasional diketahui salah satu pasangan memiliki intensitas dan pengalaman atas konflik yang lebih kompleks sehingga bersifat kontradiktif dan mengarah pada titik ketegangan dan perpisahan. Sedangkan dua pasangan lainnya memiliki intensitas dan pengalaman konflik yang lebih sedikit sehingga termasuk dalam kategori pergerakan dan praksis, serta mengarah pada titik keintiman serta keterbukaan diri atas satu sama lain. | The trend of young maariage is slowly becoming widely recognized by young people, especially students. This can be seen from how the number of young people who decide to marry at a young age reaches 33.31% or 8.6 million people in 2021. Meanwhile, this figure is not comparable to the number of divorces in young married couples which reach 75.34 % or 337,343 divorce claims which were dominated by domestic disputes. Based on these conditions it can be understood that the physical and mental readiness of both parties is the main key. This study aims to find out how communication conflicts in the household, as well as how to manage communication conflicts that occur in young married couples at FISIP Unsoed students. The research subjects consisted of three pairs of FISIP Unsoed students who had married at a young age in the midst of their role as active students. As well as two supporting speakers, namely Communication Science Experts and Psychologists. Data collection was carried out by means of observation and in-depth interviews with descriptive qualitative methods. The results of this study indicate that there are five types of communication conflicts that occur including ego, pseudo, fact, policy, and meta conflicts. In addition, there are two patterns of communication conflict resolution that are carried out in the form of (1) ignoring problems, and (2) efforts to find solutions to problems. In theory, it is known that one partner has the intensity and experience of a more complex conflict that is contradictory and leads to points of tension and separation. Meanwhile, the other two couples have less conflict intensity and experience so that they are included in the movement and praxis category, and aim at the point of intimacy and self-disclosure towards each other. |