Artikelilmiahs
Menampilkan 36.641-36.660 dari 49.035 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 36641 | 39571 | D1A017138 | PENGARUH PENAMBAHAN INULIN TERHADAP pH, WARNA DAN SINERESIS YOGURT SUSU RENDAH LEMAK | Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan inulin terhadap pH, warna, dan sineresis yoghurt susu rendah lemak. Materi penelitian yang digunakan yaitu susu rendah lemak 5 lt, starter yogurt, dan inulin. Metode penelitian secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu yogurt susu rendah lemak dengan penambahan inulin sebesar 0%, 1%, 2%, 3% dan 4% (w/w) yang setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diteliti adalah pH, warna, dan sineresis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi satu faktor dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan inulin pada pembuatan yoghurt susu rendah lemak berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH, warna, dan sineresis yoghurt susu rendah lemak. Penambahan inulin pada yoghurt susu rendah lemak menghasilkan rataan pH sebesar 4,50 ± 0,15, rataan nilai whiteness index (WI) sebesar 58,53 ± 2,09, dan rataan sineresis sebesar 24,41 ± 4,64%. Disimpulkan bahwa penambahan inulin sampai dengan level 4% pada yogurt susu rendah lemak akan meningkatkan pH, mencerahkan warna yogurt dan menurunkan sineresis. | This research aimed to study the effect of adding inulin to the pH, color and syneresis of low-fat milk yogurt. The research materials used were 5 liters of low-fat milk, yogurt starter, and inulin. The experimental research method used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments, namely low-fat milk yogurt with the addition of inulin of 0%, 1%, 2%, 3% and 4% (w/w) where each treatment was repeated 4 times. The variables studied were pH, color, and syneresis. The data obtained were analyzed using one factor analysis of variance and followed by an orthogonal polynomial test. The results showed that the addition of inulin in the manufacture of low-fat milk yogurt had a very significant effect (P<0,01) on the pH, color, and syneresis of low-fat milk yogurt. The addition of inulin to low-fat milk yogurt resulted in an average pH of 4.50 ± 0.15, an average whiteness index (WI) value of 58.53 ± 2.09, and an average syneresis of 24.41 ± 4.64%. It was concluded that the addition of inulin up to a level of 4% in low-fat milk yogurt would increase the pH, lighten the color of the yogurt and reduce syneresis. | |
| 36642 | 39572 | D1A019072 | HUBUNGAN ANTARA BOBOT BADAN DAN VOLUME AMBING TERHADAP PRODUKSI SUSU KAMBING SAPERA DI PETERNAKAN LURISAE | Faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya produksi susu adalah lama masa laktasi, bangsa ternak, musim, genetik, umur, frekuensi pemerahan, pakan, manajemen pemeliharaan dan sebagainya. Hal yang berkaitan dengan mutu bibit dan produksi susu dalam ternak perah dapat dilihat dari sifat kuantitatif dan kualitatif. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah delapan ekor ternak kambing Sapera. Alat yang digunakan adalah metline dan gelas ukur. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi untuk mengetahui pengaruh volume ambing dan bobot badan terhadap produksi susu. Hasil persamaan regresi dari pengaruh bobot badan dan volume ambing terhadap produksi susu yaitu Y = -378 + 2,993 X1 + 0,185 X2. Nilai R2 = 0,81 artinya 81% produksi susu Kambing Sapera dipengaruhi oleh bobot badan dan volume ambing sedangkan 19% dipengaruhi oleh faktor lainnya. Hasil persamaan regresi berganda adalah nilai konstanta (a) bertanda negatif, yaitu -378 artinya apabila nilai bobot badan dan volume ambing sama dengan nol maka produksi susu mengalami penurunan. Nilai koefisien regresi variabel bobot badan (X1) yaitu sebesar 2,993 artinya bobot badan berpengaruh positif terhadap produksi susu. Nilai koefisien regresi volume ambing (X2) yaitu sebesar 0,185 artinya volume ambing berpengaruh positif terhadap produksi susu. Berdasarkan pengambilan data di Peternakan Lurisae Kabupaten Purworejo dapat disimpulkan bahwa bobot badan dan volume ambing berpengaruh terhadap produksi susu Kambing Sapera. | Factors that affect the level of milk production are the length of lactation, livestock breed, season, genetics, age, frequency of milking, feed, rearing management and so on. Matters related to the quality of seeds and milk production in dairy cattle can be seen from the quantitative and qualitative characteristics. The material used in this research was eight Sapera goats. The tools used are metline and measuring cups. The data analysis used was regression analysis to determine the effect of udder volume and body weight on milk production. The results of the regression equation from the effect of body weight and udder volume on milk production are Y = -378 + 2.993 X1 + 0.185 X2. The value of R2 = 0.81 means that 81% of Sapera goat milk production is influenced by body weight and udder volume while 19% is influenced by other factors. The result of the multiple regression equation is that the constant value (a) is negative, i.e. -378 meaning that if the body weight and udder volume values are equal to zero then milk production will decrease. The regression coefficient value of the body weight variable (X1) is 2.993, meaning that body weight has a positive effect on milk production. The value of the udder volume regression coefficient (X2) is 0.185, meaning that udder volume has a positive effect on milk production. Based on data collection at Lurisae Farm, Purworejo Regency, it can be concluded that body weight and udder volume have an effect on milk production for Sapera Goats. | |
| 36643 | 44121 | C1A020092 | Analisis Efisiensi Kinerja Sektor Publik Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017-2022 | Realisasi belanja APBD Jawa Tengah menjadi yang tertinggi kedua di Pulau Jawa pada tahun 2017-2022 dengan rata-rata sebesar 144,16 persen yang seharusnya menggambarkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang efisien. Namun, pada kenyataannya tidak diiringi dengan pertumbuhan ekonomi, kenaikan IPM, maupun penurunan persentase jumlah penduduk miskin. Jawa Tengah memiliki kinerja paling tidak optimal karena menduduki peringkat di bawah rata-rata dibanding provinsi lainnya di Pulau Jawa pada tahun 2017-2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja dan efektivitas biaya penggunaan anggaran pada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah pada tahun 2017-2022 dengan variabel pertumbuhan PDRB, PDRB per kapita, IPM, dan kemiskinan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder. Metode penelitian yang digunakan adalah indeks MinMax untuk menentukan skor peringkat dengan membandingkan nilai antar daerah. Hasil penelitian menunjukkan Kota Semarang memiliki kinerja paling baik dan Kabupaten Brebes memiliki kinerja paling rendah. Skor efektivitas biaya tinggi di Kota Semarang, Kota Surakarta, dan Kota Salatiga menunjukkan bahwa kinerja tinggi dapat dicapai dengan efisiensi yang baik. Di sisi lain, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Pemalang memiliki efektivitas biaya yang rendah, menunjukkan perlunya peningkatan efisiensi anggaran dan kinerja. | The realization of Central Java APBD is the second highest in Java Island in 2017-2022 with an average of 144.16 percent which should describe the performance of efficient governance. However, in reality it is not accompanied by economic growth, an increase in HDI, or a decrease in the percentage of poor people. Central Java has the least optimal performance because it is ranked below average compared to other provinces in Java Island in 2017-2022. This study aims to analyze the performance and cost-effectiveness of budget use in 35 districts/cities in Central Java in 2017-2022 with variables of GDP growth, GDP per capita, HDI, and poverty. This research is a descriptive quantitative research using secondary data. The research used the MinMax method to determine ranking scores by comparing scores between regions. The results showed high variations in performance and cost-effectiveness between regions. Semarang City has the best performance and Brebes Regency has the lowest performance. The cost-effectiveness between regions also shows high variation. Semarang City, Surakarta City, and Salatiga City show that high performance can be achieved with good efficiency. On the other hand, Kebumen Regency, Banjarnegara Regency, and Wonosobo Regency have low cost-effectiveness, indicating the need for improved budget efficiency and performance. | |
| 36644 | 39573 | G1B019003 | HUBUNGAN ANTARA KEPARAHAN GINGIVITIS DENGAN PENINGKATAN KADAR LACTOFERRIN SALIVA PADA ANAK TALASEMIA MAYOR USIA 12 – 17 TAHUN (Penelitian Cross Sectional di RSUD Banyumas) | Talasemia mayor merupakan talasemia yang terjadi ketika kedua orang tua membawa sifat talasemia. Manifestasi klinis talasemia mayor secara umum yaitu anemia berat dengan salah satu manifestasi di rongga mulut adalah gingivitis. Lactoferrin merupakan glikoprotein yang terdapat dalam saliva serta dapat digunakan sebagai biomarker untuk menilai tingkat keparahan dari penyakit periodontal yang dialami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keparahan gingivitis dengan peningkatan kadar lactoferrin saliva pada anak talasemia mayor usia 12 – 17 tahun. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak talasemia mayor usia 12 – 17 tahun di RSUD Banyumas. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel penelitian adalah 23 anak talasemia mayor. Pengukuran skor modified gingival index (MGI) dilakukan pada gigi 16, 11, 24, 36, 31, dan 44 dan pengukuran kadar lactoferrin saliva menggunakan uji ELISA. Analisis statistik dilakukan menggunakan Uji Kruskall-Wallis dengan uji post-hoc Mann Whitney dan uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna kadar lactoferrin saliva pada berbagai kategori tingkat keparahan gingivitis (p < 0,05) dan terdapat hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara keparahan gingivitis dengan peningkatan kadar lactoferrin saliva (p < 0,01, cc = 0,872). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara keparahan gingivitis dengan peningkatan kadar lactoferrin saliva pada anak talasemia mayor usia 12 – 17 tahun di RSUD Banyumas. | Thalassemia major is thalassemia which occurs when both parents carry the thalassemia trait. The clinical manifestation of thalassemia major is generally severe anemia, with gingivitis as one of the manifestations in the oral cavity. This study aimed to determine the relationship between the severity of gingivitis and increased levels of salivary lactoferrin in children with thalassemia major aged 12-17 years. This research method is analytically observational with a cross-sectional approach. The population in this study were children with thalassemia major 12-17 years old at RSUD Banyumas. The research sample was selected using a purposive sampling technique with inclusion and exclusion criteria. The number of research samples was 23 children with thalassemia major. The modified gingival index (MGI) score was measured on teeth 16, 11, 24, 36, 31, and 44, and the salivary lactoferrin level was measured using the ELISA test. Statistical analysis was performed using the Kruskall-Wallis test, Mann-Whitney post-hoc, and Rank Spearman correlation tests. The results of statistical analysis showed that there were significant differences in salivary lactoferrin levels in various categories of gingivitis severity (p < 0.05), and there was a significant relationship between the severity of gingivitis and increased salivary lactoferrin levels (p < 0.01, cc = 0.872). This study concludes that there was a relationship between the severity of gingivitis and increased levels of salivary lactoferrin in children with thalassemia major aged 12-17 years at RSUD Banyumas. | |
| 36645 | 39574 | A1C019045 | ANALISIS WATER RECHARGE DAS SERAYU DENGAN MODEL SOIL AND WATER ASSESSMENT TOOL (SWAT) | Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan nilai water recharge DAS Serayu dengan menggunakan model SWAT menggunakan tool QSWAT+ dan mendapatkan sebaran spasial potensi water recharge DAS Serayu menggunakan model SWAT. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan dan Pengendalian Bio-Lingkungan, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan September 2022-November 2022. Penelitian ini menggunakan beberapa bahan dan alat sebagai penunjang. Bahan yang digunakan berupa peta DAS Serayu (DEM, sungai, jenis tanah, dan tata guna lahan) dan data iklim. Alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa laptop bertipe ASUS dengan 2 macam software, yaitu QGIS tool SWAT+ dan Ms. Excel. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis tipe hidrologi sederhana dengan model SWAT untuk menggambarkan kondisi suatu DAS yang berkaitan dengan hidrologi. Hasil penelitian menunjukkan peta persebaran water recharge di DAS Serayu sebelum kalibrasi atau setelah kalibrasi dengan parameter cn2, yang menggambarkan kondisi water recharge di beberapa wilayah di DAS Serayu masih baik karena memiliki kriteria wilayah berwarna biru dengan nilai recharge di atas 930 mm. Selain itu, hasil penelitian juga memberikan nilai water recharge pertahun yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk grafik yang menggambarkan bahwa kondisi water recharge pertahun pada DAS Serayu memiliki kedudukan yang setara atau tidak ada kemrosotoan yang tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa recharge di DAS Serayu selalu memberikan sumber daya air yang cukup untuk ketersediaan air tanah dalam jangka panjang. Adapun hasil kalibrasi dengan parameter cn2 yang dibandingkan dengan hasil sebelum dikalibrasi menunjukkan perbedaan yang diakibatkan nilai run off. Walaupun demikian, hasil sebelum dan setelah kalibrasi tidak menunjukkan perbedaan yang jauh, sehingga dapat dinyatakan bahwa nilai run off pada water recharge di DAS Serayu masih stabil atau tidak mengakibatkan nilai water recharge menurun secara drastis. | The purpose of this research was to obtain the value of water recharges of Serayu watershed using SWAT model using QSWAT+ tool and to obtain the spatial distribution of water recharges potential of Serayu watershed using SWAT model. This research was conducted at the Laboratory of Processing Engineering and Bio-Environmental Control, Department of Agricultural Technology, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman in September 2022-November 2022. This research used several materials and tools as support. The materials used were maps of the Serayu watershed (DEM, rivers, soil types, and land use) and climate data. The tool used in this research is an ASUS type laptop with 2 kinds of software, namely QGIS tool SWAT + and Ms. Excel. Data analysis in this study used a simple hydro logical type analysis with the SWAT model to describe the condition of a watershed related to hydrology. The results showed a map of the distribution of water recharges in the Serayu watershed before calibration or after calibration with the cn2 parameter, which illustrates the condition of water recharges in some areas in the Serayu watershed is still good because it has the criteria for blue areas with recharges values above 930 mm. In addition, the research results also provide the value of water recharges per year which is then applied in the form of a graph which illustrates that the condition of water recharges per year in the Serayu watershed has an equal position or there is no high decline, so it can be said that recharges in the Serayu watershed always provides sufficient water resources for long-term groundwater availability. The calibration results with the cn2 parameter compared to the results before calibration show differences caused by the run off value. However, the results before and after calibration do not show much difference, so it can be stated that the value of run off on water recharges in the Serayu watershed is still stable or does not cause the value of water recharges to decrease drastically. | |
| 36646 | 39575 | A1C019094 | PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN DAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP EFISIENSI PENGGUNAAN PHOTOVOLTAIC TIPE MONOCRYSTALLINE PADA UKURAN DAYA YANG BERBEDA | Energi adalah salah satu kebutuhan utama bagi kehidupan manusia. Suplai energi sebagian besar berasal dari bahan bakar fosil yang merupakan sumber energi non terbarukan. Salah satu kebutuhan energi manusia yang masih bergantung pada sumber energi fosil yaitu listrik. Energi matahari merupakan salah satu sumber energi listrik. Sinar matahari modal utama yang digunakan sebagai pemanfaatan pembangkit listrik menggunakan photovoltaic (pv). Dalam pemaksimalkan efektivitas pv, diperlukan pemasangan sudut kemiringan photovoltaic yang tepat. Ketepatan sudut kemiringan akan berpengaruh terhadap perolehan intensitas cahaya matahari yang diterima oleh pv. Penelitian ini menggunakan 2 buah photovoltaic yaitu photovoltaic tipe monocrystalline 50 wp dan 200 wp, serta 2 kondisi cuaca, yaitu cuaca cerah dan cuaca mendung. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemasangan sudut kemiringan dan besaran intensitas cahaya matahari terhadap daya keluaran yang dihasilkan oleh photovoltaic, serta untuk mengetahui nilai efisiensi optimal photovoltaic ukuran 50 wp dan 200 wp. Analisis data yang digunakan yaitu analisis matematika melalui perhitungan rumus daya (P). Kemudian dilanjutkan menggunakan analisis regresi linier berganda guna mengetahui pengaruh antara variabel bebas (x) yaitu sudut kemiringan (X1) dan intensitas cahaya matahari (X2), terhadap variabel terikat (Y) yaitu daya aktual yang dihasilkan photovoltaic. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketepatan peletakan sudut kemiringan photovoltaic mempengaruhi besarnya intensitas cahaya matahari yang diserap oleh pv. Nilai intensitas matahari yang diserap mempengaruhi besar kecilnya daya keluaran yang dihasilkan photovoltaic. Kemudian sudut kemiringan dengan perolehan daya tertinggi yaitu pada sudut 600 menghadap ke utara. Efisiensi photovoltaic pada saat cuaca cerah dan mendung menghasilkan nilai yang berbeda. Pada PV 50wp cuaca cerah efisiensi kurang dari 15% sedangkan saat cuaca mendung lebih dari 15%. Efisiensi PV 200wp saat cuaca cerah yaitu kurang dari 5% dan saat cuaca mendung lebih dari 5%. Kata kunci: cuaca, daya, intensitas matahari, photovoltaic, sudut kemiringan | ABSTRACT Energy is one of the main needs for human life. Most of the energy supply comes from fossil fuels which are non-renewable energy sources. One of the human energy needs that still depends on fossil energy sources, namely electricity. Solar energy is one source of electrical energy. The main capital sunlight used as the utilization of power plants uses photovoltaic (pv). In maximizing the effectiveness of pv, it is necessary to install the right photovoltaic tilt angle. The accuracy of the angle of inclination will affect the intensity of sunlight received by the pv. This study used 2 photovoltaics, namely photovoltaic type monocrystalline 50 wp and 200 wp, as well as 2 weather conditions, namely sunny weather and cloudy weather. The aim of the study was to determine the effect of installing the tilt angle and the amount of sunlight intensity on the output power produced by photovoltaic, and to determine the optimal efficiency value of photovoltaic size 50 wp and 200 wp. The data analysis used is mathematical analysis through the calculation of the power formula (P). Then proceed using multiple linear regression analysis to determine the effect of the independent variable (x), namely the angle of inclination (X1) and sunlight intensity (X2), on the dependent variable (Y), namely the actual power produced by photovoltaic. The results showed that the accuracy of placing the tilt angle of the photovoltaic affects the intensity of sunlight absorbed by the pv. The value of the intensity of the sun absorbed affects the size of the output power produced by the photovoltaic. Then the slope angle with the highest power gain is at an angle of 600 facing north. Photovoltaic efficiency in sunny and cloudy weather produces different values. In sunny weather pv 50wp the efficiency is less than 15% while in cloudy weather it is more than 15%. pv efficiency 200wp when the weather is sunny, which is less than 5% and when the weather is overcast, it is more than 5%. | |
| 36647 | 39576 | H1B019036 | ESTIMASI PERUBAHAN IKLIM (POLA CURAH HUJAN) TERHADAP PENINGKATAN RISIKO KEKERINGAN DI DAS CIMANUK-CISANGGARUNG MENGGUNAKAN SCENARIO-NEUTRAL) | Perubahan iklim merupakan salah satu permasalahan global yang memiliki dampak yang sangat luas di berbagai sektor kehidupan manusia. Perubahan ekstrem pada variabel hidroklimatologi seperti suhu, curah hujan, kelembapan udara, kecepatan angin, dan sebagainya menjadi pemicu dari dampak perubahan iklim seperti bencana alam. Perubahan pola curah hujan yang ekstrem dapat berpengaruh pada durasi dan pergeseran musim kemarau, sehingga durasi musim kemarau dapat terjadi lebih panjang dan sulit untuk diprediksi. Oleh karena itu, estimasi perubahan pola curah hujan yang lebih akurat diperlukan untuk meminimalkan terjadinya maladaptasi terhadap bahaya dari bencana kekeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan pola curah hujan menggunakan pendekatan scenario-neutral dengan simulasi stokastik dan pendekatan inverse untuk menilai dampak dan sensitivitas DAS Cimanuk-Cisanggarung terhadap peningkatan risiko bencana kekeringan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data curah hujan harian di DAS Cimanuk-Cisanggarung dari tahun 1979 – 2019 di 2 titik pengukuran. Hasil dari penelitian ini berupa skenario estimasi pola curah hujan dengan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dalam hal atribut curah hujan berubah dimana intensitas hujan cenderung lebih rendah dibandingkan data pengamatan sebelumnya. | Climate change is a global problem that has a very broad impact on various sectors of human life. Extreme changes in hydroclimatological variables such as temperature, rainfall, air humidity, wind speed, and so on are triggers for climate change impacts such as natural disasters. Changes in extreme rainfall patterns can affect the duration and shifts of the dry season, so that the duration of the dry season can be longer and difficult to predict. Therefore, a robust estimation of rainfall changes is required to minimize the occurrence of maladaptation to drought hazards. The purpose of this study is to analyze changes in rainfall patterns using a scenario-neutral approach with stochastic simulations and inverse approaches to assess the impact and sensitivity of the Cimanuk-Cisanggarung watersheds to the drought risk. This research was conducted using daily rainfall data in the Cimanuk-Cisanggarung watersheds from 1979 – 2019 at 2 measurement points. The results of this study are estimation rainfall patterns scenarios with a higher success rate in terms of rainfall attributes changed where the rainfall intensity tends to be lower than previous observational data. | |
| 36648 | 39577 | F1B019047 | Strategi Program Mageh Padha Sekolah dalam Penanganan Anak Tidak Sekolah Kabupaten Purbalingga | Strategi Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui Program Mageh Padha Sekolah (MPS) Kabupaten Purbalingga dilatarbelakangi dengan tingginya angka anak tidak sekolah di Kabupaten Purbalingga. Permasalahan anak tidak sekolah menjadi isu nasional yang merupakan permasalahan jangka panjang dan berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu strategi untuk melakukan penanganan anak tidak sekolah. Penelitian ini menggunakan dasar teori manajemen yang dikemukakan oleh Hikmat (2009) dikaji dengan 5 variabel yaitu perencanaan, pengorganisasian, personalia, anggaran biaya, dan pengawasan/pengendalian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dengan analisis interaktif oleh Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada aspek perencanaan menunjukan bahwa sudah disusun dokumen RAD-PATS (Rencana Aksi Daerah-Penanganan Anak Tidak Sekolah) di tingkat kabupaten dan sudah ada legal formalnya yaitu Perbup Nomor 109 Tahun 2021 tetapi penyusunan RADes di desa non piloting belum tersusun. Pada aspek pengorganisasian, dilakukan pembentukan Tim MPS yang berlandaskan pada SK sehingga terjalinnya koordinasi dan ketersediaan fasilitas atau keperluan tim tetapi di desa/kelurahan banyak yang belum terbentuk. Pada aspek personalia, ketersediaan jumlah sumber daya manusia sudah memenuhi tetapi banyak ditemukan yang belum membentuk tim dan penetapan personil masih belum terspesialisasi dengan jelas. Pada aspek anggaran biaya, dialokasikan anggaran melalui APBD, APBDes, GNOTA, dan CSR tetapi di tingkat desa/kelurahan non piloting masih belum menganggarkan untuk penanganan anak tidak sekolah. Pada aspek pengawasan/pengendalian, dilakukan pendampingan dan monev namun belum ada SOP (Standar Operasional Prosedur) yang mengatur. | The strategy of handling out-of-school children through the Mageh Padha Sekolah (MPS) programme in Purbalingga Regency is motivated by the high number of out-of-school children in Purbalingga Regency. The problem of out-of-school children is a national issue that is a long-term problem and has an impact on the quality of human resources. Therefore, a strategy is needed to deal with out-of-school children. This research uses the basis of management theory proposed by Hikmat (2009) studied with 5 variables, namely planning, organising, personnel, budgeting, and monitoring/controlling. The research method used is descriptive qualitative research method with informant selection technique using purposive sampling with interactive analysis by Miles Huberman. The results showed that in the planning aspect, a RAD-PATS (Regional Action Plan-Handling Out-of-School Children) document has been prepared at the district level and there is a legal form, namely Perbup Number 109 of 2021, but the preparation of RADes in non-piloting villages has not yet been compiled. On the organisational aspect, the MPS Team is formed based on a decree so that coordination is established and the availability of facilities or team needs but in many villages/kelurahan it has not yet been formed. On the personnel aspect, the availability of the number of human resources has been fulfilled but many have not formed a team and the determination of personnel is still not clearly specialised. On the cost aspect, the budget is allocated through the APBD, APBDes, GNOTA, and CSR but at the nonpiloting village/kelurahan level there is still no budget for handling out-of-school children. On the supervision/control aspect, mentoring and monitoring and evaluation are carried out but there is no SOP (Standard Operating Procedure) that regulates them. | |
| 36649 | 41324 | A1F019084 | ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK EGG ROLL BEBAS GLUTEN BERBASIS MOCAF DENGAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) | Egg roll merupakan salah satu makanan ringan dengan paduan rasa manis, gurih, renyah, berbentuk gulungan panjang berlubang atau pipa. Umumnya pembuatan egg roll dilakukan menggunakan bahan baku berupa terigu, sehingga penggunaan mocaf sebagai pengganti terigu diharapkan dapat menghasilkan produk egg roll yang bersifat bebas gluten. Egg roll bebas gluten memiliki tantangan tersendiri untuk dapat diterima oleh konsumen baik mutu maupun secara keseluruhan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengetahui keinginan konsumen adalah dilakukannya survey konsumen menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1). Menetapkan atribut dari tiap tiap variabel yang memiliki tingkat kepentingan tertinggi. 2). Menetapkan atribut dari tiap tiap variabel yang memiliki tingkat kepuasan teringgi. 3). Menetapkan atribut dari tiap tiap variabel yang memiliki tinggi kesesuaian tertinggi. 4). Menetapkan atribut unggulan dari produk berdasarkan matriks IPA. 5). Menetapkan atribut yang direkomendasikan untuk diperbaiki berdasarkan matriks IPA. 6). Menetapkan indeks kepuasan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode Importance Performance Matrix dan Customer Satisfaction Index (CSI). Kuesioner disajikan menggunakan Google Form yang terdiri dari pertanyaan terbuka dan terutup dengan skala likert 1-5 mengenai 3 variabel (mutu produk, kemasan, harga dan promosi). Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling technique dengan kriteria responden berusia minimal 17 tahun dan pernah mengkonsumsi CassaBe egg roll yang merupakan produk egg roll bebas gluten minimal 2x dalam 2 bulan terakhir. Unknown population digunakan sebagai acuan jumlah minimum sampel dikarenakan populasi konsumen CassaBe egg roll tidak diketahui secara pasti sehingga penelitian ini menggunakan data dari 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepentingan tertinggi terdapat pada atibut kerenyahan, kemampuan kemasan melindungi produk, dan kesesuaian harga, dan kualitas produk. Tingkat kepuasan tertinggi terdapat pada atribut kerenyahan kelengkapan informasi pada label kemasan, dan kemudahan memperoleh produk di toko online. Tingkat kesesuaian tertinggi terdapat pada atribut dimensi kemasan, kandungan nilai fungsional yaitu gluten free (bebas gluten) dan high dietary fiber (tinggi serat pangan), dan kemudahan memperoleh produk di toko online. Importance Performance Matrix menunjukkan bahwa terdapat 5 atribut pada egg roll CassaBe yang perlu dipertahankan (atribut rasa, aroma, kerenyahan, daya tarik desain label, dan kelengkapan informasi pada label kemasan) dan 5 atribut prioritas perbaikan (kesesuaian harga dan kualitas, promosi melalui pameran atau bazar, kemampuan kemasan mempertahankan umur simpan produk, kemampuan kemasan melindungi produk, dan berat produk). Berdasarkan metode Customer Stisfaction Index (CSI), CassaBe egg roll memperoleh nilai sebesar 77.35% dengan kategori puas. | Egg roll is one of the snacks with a blend of sweet, savory, crunchy flavors, in the form of a long hollow roll or a pipe. In general, the production of egg rolls uses flour as raw material, so the use of mocaf as a substitute for flour is expected to produce gluten-free egg roll products. Gluten-free egg rolls have their own challenges to be accepted by consumers both in quality and as a whole. Efforts that can be made to find out consumer desires are conducting consumer surveys using the Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) methods. Based on this, this research was conducted with the objectives: 1). Determine the attribute of each variable that has the highest level of importance. 2). Determine the attributes of each variable that has the highest level of satisfaction. 3). Determine the attribute of each variable that has the highest suitability. 4). Determine the superior attributes of the product based on the IPA matrix. 5). Define the recommended attributes for improvement based on the IPA matrix. 6). Establish a consumer satisfaction index. This study uses Importance Performance Matrix and Customer Satisfaction Index (CSI) methods. The questionnaire was presented using a Google Form which consisted of open and closed questions with a Likert scale of 1-5 regarding 3 variables (product quality, packaging, price and promotion). Sampling used a purposive sampling technique with the criteria that the respondent was at least 17 years old and had consumed CassaBe egg roll which is a gluten-free egg roll product at least 2x in the last 2 months. Unknown population is used as a reference for the minimum sample size because the population of CassaBe egg roll consumers is not known with certainty, so this study uses data from 100 respondents. The results showed that the highest level of importance was found in the attributes of crispness, the ability of packaging to protect the product, and price suitability, and product quality. The highest level of satisfaction is found in the crispness, completeness of the information on the packaging labels, and the ease of obtaining products in online stores. The highest level of conformity is found in the attributes of packaging dimensions, content of functional values, namely gluten free and high dietary fiber, and the ease of obtaining products in online stores. Importance Performance Matrix shows that there are 5 attributes of CassaBe egg rolls that need to be maintained (attributes of taste, aroma, crispness, attractiveness of label design, and completeness of information on packaging labels) and 5 priority attributes of improvement (price and quality suitability, promotion through exhibitions or bazaars, packaging capabilities maintain product shelf life, packaging capabilities protect products, and product weight). Based on the Customer Stisfaction Index (CSI) method, CassaBe egg rolls scored 77.35% in the satisfied category. | |
| 36650 | 39578 | K1B019034 | PENENTUAN CURAH HUJAN DI JAWA TENGAH MENGGUNAKAN FUZZY INFERENCE SYSTEM METODE SUGENO | Logika fuzzy adalah cabang ilmu matematika untuk mengatasi permasalahan ketidakpastian dan direpresentasikan dengan nilai linguistik. Metode logika fuzzy yang dapat figunakan untuk melakukan prediksi salah satunya adalah Fuzzy Inference System (FIS) metode Sugeno. Penelitian ini menggunakan FIS metode Sugeno untuk menentukan curah hujan, dengan lima variabel input yang digunakan yaitu lama penyinaran matahari, suhu udara, kelembapan relatif, kecepatan angin, dan tutupan awan pada data di Stasiun Klimatologi Jawa Tengah tahun 2017 – 2022. Tahapan FIS metode Sugeno terdiri dari fuzzifikasi, aplikasi fungsi implikasi, komposisi aturan, dan defuzzifikasi. Penentuan curah hujan menggunakan FIS metode Sugeno menghasilkan akurasi sebesar 72%, dari 67 data yang diujikan terdapat 48 data yang sesuai dengan data aktual. | Fuzzy logic is a branch of mathematics that solve uncertainty problems. Fuzzy logic is represented by linguistic values. One of the fuzzy logic methods that can be used to make predictions is Sugeno's Fuzzy Inference System (FIS). This research used the FIS Sugeno method is applied to determine rainfall. The following five input variables were used: sunshine duration, air temperature, relative humidity, wind speed, and cloud cover using the data from Central Java Climatology Station in 2017 – 2022. The steps of FIS Sugeno method are fuzzification, implication function application, rules composition, and defuzzification. The rainfall determination using the FIS Sugeno method produces an accuracy rate of 72%, 48 out of the 67 data tested match the actual data. | |
| 36651 | 39579 | K1B019039 | PENENTUAN KUALITAS AIR SUNGAI DI KABUPATEN BANYUMAS DENGAN FUZZY INFERENCE SYSTEM METODE MAMDANI | Penurunan kualitas air sungai menyebabkan air sungai tidak layak digunakan sebagai sumber air bersih. Penelitian ini menggunakan Fuzzy Inference System (FIS) metode Mamdani untuk menentukan kualitas air sungai di Kabupaten Banyumas. Variabel input yang digunakan adalah BOD, COD, TSS, TDS, dan DO, sedangkan variabel outputnya kualitas air sungai. FIS metode Mamdani mempunyai 4 tahapan, yaitu fuzzifikasi, aplikasi fungsi implikasi, komposisi aturan, dan defuzzifikasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dari 29 sampel air sungai di Kabupaten Banyumas, 11 bagian sungai masuk ke dalam kategori Kelas 1, 12 bagian sungai masuk ke dalam kategori Kelas 2, 5 bagian sungai masuk ke dalam kategori Kelas 3, dan 1 bagian sungai masuk ke dalam kategori Kelas 4. Kategori Kelas 1 didominasi oleh bagian hulu sungai, Kelas 2 didominasi oleh bagian hulu sungai menuju bagian tengah sungai, Kelas 3 didominasi oleh bagian hulu sungai menuju bagian tengah sungai, dan Kelas 4 terdiri dari bagian tengah sungai. | The decrease in river water quality makes river water unfit for use as a source of clean water. This research used the Fuzzy Inference System (FIS) Mamdani method to determine the river water quality in the Banyumas Regency. The input variables used are BOD, COD, TSS, TDS, and DO, while the output variable is the river water quality. The FIS Mamdani method has 4 stages: fuzzification, implication function application, rule composition, and defuzzification. According to the data collected from 29 river water samples in the Banyumas Regency, 11 river sections fall into the Class 1 category, 12 river sections categorized into the Class 2 category, 5 river sections classified into the Class 3 category, and 1 river section identified into the Class 4 category. Class 1 category is dominated by the upper reaches of the river, Class 2 is dominated by the upper reaches of the river towards the middle of the river, Class 3 is dominated by the upper reaches of the river towards the middle of the river, and Class 4 consists of the middle part of the river. | |
| 36652 | 44119 | H1C017043 | ANALISIS SEBARAN GAS BIOGENIK MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK DAERAH KALIBENING DAN SEKITARNYA KECAMATAN KALIBENING KABUPATEN BANJARNEGARA JAWA TENGAH | Kebutuhan akan konsumsi energi ini semakin meningkat dan berbanding terbalik dengan ketersediaan yang terus menurun sehingga diperlukan energi alternatif pengganti minyak dan gas bumi, salah satunya yaitu gas biogenik. Tujuan dari penilitian ini yaitu untuk menentukan indikasi persebaran dari gas biogenik di didaerah penelitian berdasarkan metode geolistrik resistivitas dan menentukan keadaan litologi di bawah permukaan didaerah penelitian berdasarkan data sumur. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis geolistrik konfigurasi Schlumberger dan Wenner serta analisis data sumur bor. Hasil dari pengolahan data geolistrik, terdapat indikasi persebaran dari gas biogenik di daerah penelitian terdapat pada lintasan empat geolistrik Wenner dengan litologi berupa pasir. Keadaan litologi di bawah permukaan didaerah penelitian berdasarkan data sumur dibedakan menjadi beberapa lapisan diantaranya yaitu lempung (0 meter hingga 21 meter), lanau lempungan (21 meter hingga 36 meter), pasir halus (36 meter hingga 51 meter), gambut dan karbon (51 meter hingga 57 meter), pasir halus (57 meter hingga 72 meter), pasir sedang (72 meter hingga 75 meter), pasir halus (75 meter hingga 81 meter). Lapisan yang terdapat indikasi keberadaan gas biogenik yaitu lapisan di kedalaman 36 meter hingga 81 meter. | The need for energy consumption is increasing and is inversely proportional to the decreasing availability, so alternative energy is needed to replace oil and natural gas, one of which is biogenic gas. The aim of this research is to determine indications of the distribution of biogenic gas in the research area based on the geoelectric resistivity method and determine the condition of subsurface lithology in the research area based on well data. The method used in this research is geoelectrical analysis of the Schlumberger and Wenner configurations and analysis of drilled well data. The results of the geoelectric data processing show that there are indications that the distribution of biogenic gas in the research area is in the four Wenner geoelectric paths with sand lithology. The lithological condition below the surface in the research area based on well data is divided into several layers, namely clay (0 meters to 21 meters), clay silt (21 meters to 36 meters), fine sand (36 meters to 51 meters), peat and carbon (51 meters). meters to 57 meters), fine sand (57 meters to 72 meters), medium sand (72 meters to 75 meters), fine sand (75 meters to 81 meters). The layer that contains indications of the presence of biogenic gas is the layer at a depth of 36 meters to 81 meters. | |
| 36653 | 44120 | C1B020025 | PENGARUH DAYA TARIK WISATA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP NIAT KUNJUNGAN KEMBALI DENGAN KEPUASAN PENGUNJUNG SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Kasus pada Tempat Wisata di Kabupaten Banyumas) | Kabupaten Banyumas adalah salah satu wilayah di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, yang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Akan tetapi, angka kunjungan ke obyek wisata di Banyumas tahun 2023 mengalami penurunan hingga 38.486 pengunjung atau 15,96 presen di banding tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya tarik wisata dan kualitas pelayanan terhadap niat kunjungan kembali dengan kepuasan pengunjung sebagai variabel mediasi. Sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 121 responden dengan teknik penetapan sampel menggunakan purposive sampling. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) diolah dengan software AMOS menunjukkan bahwa:(1) Daya Tarik Wisata tidak berpengaruh positif signifikan terhadap Kepuasan Pengunjung (2) Kualitas Pelayanan berpengaruh positif signifikan terhadap Kepuasan Pengunjung (3) Daya Tarik Wisata berpengaruh positif signifikan terhadap Niat Kunjungan Kembali (4) Kualitas Pelayanan tidak berpengaruh positif signifikan terhadap Niat Kunjungan kembali (5) Kepuasan Pengunjung berpengaruh positif signifikan terhadap Niat Kunjungan Kembali (6) Kepuasan Pengunjung tidak mampu memediasi hubungan Daya Tarik Wisata terhadap Niat Kunjungan Kembali (7) Kepuasan Pengunjung tidak mampu memediasi hubungan Kualitas Pelayanan terhadap Niat Kunjungan Kembali. | Banyumas Regency is one of the regions in Central Java Province, Indonesia, which has enormous tourism potential. However, the number of visits to tourist attractions in Banyumas in 2023 has decreased to 38,486 visitors or 15.96 percent compared to 2022. This research aims to determine the influence of tourist attractions and service quality on return visit intentions with visitor satisfaction as a mediating variable. The sample in this study was 121 respondents with a sample determination technique using purposive sampling. Based on research that has been conducted using Structural Equation Modeling (SEM) analysis processed with AMOS software, it shows that: (1) Tourist Attraction has no significant positive effect on Visitor Satisfaction (2) Service Quality has a significant positive effect on Visitor Satisfaction (3) Power Tourist Attractions have a significant positive effect on Return Visit Intentions (4) Service Quality does not have a significant positive effect on Return Visit Intentions (5) Visitor Satisfaction has a significant positive effect on Return Visit Intentions (6) Visitor satisfaction is unable to mediate the relationship between Tourist Attractions and Return Visit Intentions (7) Visitor Satisfaction is unable to mediate the relationship between Service Quality and Intention to Return Visits. | |
| 36654 | 44122 | H1A019090 | CLUSTERING DAN KLASIFIKASI DATA CUACA KOTA CILACAP MENGGUNAKAN K-MEANS DAN RANDOM FOREST | Pengamatan dan analisis data cuaca merupakan aspek penting dalam memahami kondisi atmosfer di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data cuaca berbasis BMKG dari Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap menggunakan metode K-Means clustering dan algoritma Random Forest. Data cuaca dari tahun 1975 hingga 2023 diambil untuk mengidentifikasi pola dan karakteristik unik dalam kondisi atmosfer. Metode K-Means clustering digunakan untuk membentuk cluster, yang kemudian digunakan sebagai dasar untuk klasifikasi kondisi cuaca dengan algoritma Random Forest. Melalui penggunaan algoritma Random Forest, model klasifikasi berhasil memprediksi kondisi cuaca dengan tingkat akurasi yang memuaskan. Meskipun demikian, penurunan performa pada rentang tahun 2018-2023 menunjukkan adanya tantangan dalam memodelkan pola cuaca yang kompleks. Analisis menggunakan metode Elbow dan Silhouette menunjukkan jumlah cluster optimal dan evaluasi kualitas pengelompokkan. Implikasi temuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam pemahaman dan prakiraan cuaca yang lebih akurat, dengan potensi dampak positif pada berbagai sektor, seperti pertanian dan transportasi. Dengan memadukan teknik clustering dan klasifikasi, penelitian ini membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut dalam analisis cuaca berbasis data. | Observing and analyzing weather data is crucial in understanding atmospheric conditions in a particular region. This study aims to analyze BMKG-based weather data from the Tunggul Wulung Cilacap Meteorological Station using the K-Means clustering method and Random Forest algorithm. Weather data from 1975 to 2023 were collected to identify unique patterns and characteristics in atmospheric conditions. The K-Means clustering method was utilized to form clusters, which were then used as a basis for weather condition classification using the Random Forest algorithm. Through the implementation of the Random Forest algorithm, the classification model successfully predicted weather conditions with satisfactory accuracy. However, a decrease in performance during the 2018-2023 period indicates challenges in modeling complex weather patterns. Analysis using the Elbow and Silhouette methods revealed the optimal number of clusters and evaluated the quality of clustering. The implications of these findings are expected to provide benefits in understanding and forecasting more accurate weather conditions, with potential positive impacts on various sectors such as agriculture and transportation. By integrating clustering and classification techniques, this research opens opportunities for further development in data-driven weather analysis. | |
| 36655 | 39582 | C1A017097 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI DIKABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2014-2021 | Pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan proses kenaikan kapasitas produksi yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional, Pertumbuhan ekonomi dapat ditandai dengan naiknya tingkat produksi barang dan jasa melalui proses kegiatan pemerintahan maupun kegiatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyumas merupakan salah satu tingkat pertumbuhan ekonomi yang meningkat di Indonesia. Penelitian ini akan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyumas tahun 2014-2021 . Metode penelitian yang dilakukan dengan menggunakan regresi berganda. Dimana variabel dependen menggunakan variabel pertumbuhan ekonomi serta variabel independent menggunakan variabel investasi, tenaga kerja, dan pengeluaran pemerintah. Hasil analisis menunjukan (1) tenaga kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten banyumas, (2) investasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyumas, (3) pengeluaran pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil analisis menujukan bahwa variabel tenaga kerja, investasi, dan pengeluaran pemerintah berpengaruh secara bersama-sama terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyumas. | Economic growth is related to the process of increasing production capacity, realized by national income increase. Economic growth can be characterized by an increase in the level of production of goods and services through the process of government activities and community activities. Economic growth in Banyumas Regency is one of the development levels of economic growth in Indonesia. . This study will analyze the factors that influence the economic growth of Banyumas Regency in 2014-2021. The research method was carried out using multiple regression. Where the dependent variable uses economic growth variables and the independent variable uses investment, labor, and government expenditure variables. The results of the analysis show (1) labor has a negative and insignificant effect on economic growth in Banyumas Regency, (2) investment has a negative and insignificant effect on economic growth in Banyumas Regency, (3) government spending has a positive and significant effect on economic growth in Kabupaten Banyumas. Based on the results of the analysis, it shows that the variables of labor, investment, and government spending have a joint effect on the economic growth of Banyumas Regency. | |
| 36656 | 39581 | D1A019148 | HUBUNGAN PANJANG BULU DENGAN BOBOT BADAN AYAM BROILER PERIODE BROODING PADA PEMELIHARAAN SISTEM CLOSED HOUSE | Pemeliharaan sistem closed house memungkinkan dilakukannya manipulasi lingkungan sesuai dengan kebutuhan kenyamanan ayam broiler. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengkaji performa ayam broiler periode brooding dan hubungan panjang bulu punggung dan panjang bulu sayap dengan bobot badan ayam broiler pada pemeliharaan sistem closed house. Materi pada penelitian yang dilakukan yaitu ayam broiler strain lohmann sebanyak 25 ekor selama periode brooding pada pemeliharaan sistem closed house di Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Penimbangan bobot badan ayam broiler menggunakan timbangan digital dengan satuan gram (g). Pengukuran panjang bulu punggung dan panjang bulu sayap menggunakan metline dalam satuan sentimeter (cm). Metode yang digunakan yaitu analisis regresi linier sederhana menggunakan SPSS IBM 25. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan keeratan (P<0,05) antara panjang bulu dengan bobot badan ayam broiler pada pemeliharaan sistem closed house. Nilai korelasi panjang bulu punggung dan panjang bulu sayap masing-masing yaitu 0,961 dan 0,987 serta nilai determinasi panjang bulu punggung dan panjang bulu sayap sebesar 0,924% dan 0,974%. Ayam broiler pada periode brooding belum menampilkan performa yang optimal berupa capaian bobot badan yang ideal. | Maintenance of a closed house system allows environmental manipulation according to the comfort needs of broiler chickens. The research was conducted to examine the performance of broiler chickens during the brooding period and the relationship between back feather length and wing feather length with broiler body weight in closed house maintenance. The material for the research was 25 Lohmann strain broiler chickens during the brooding period in the maintenance of a closed house system in Kunduran District, Blora Regency, Central Java. Weighing the body weight of broiler chickens using a digital scale with units of grams (g). Measuring the length of the back feathers and the length of the wing feathers with metline in centimeters (cm). The method used is simple linear regression analysis using SPSS IBM 25. The results of the analysis showed that there was a close relationship (P<0.05) between feather length and broiler body weight in closed-house maintenance. The correlation values of the length of the back feathers and the length of the wing feathers were 0,961 and 0,987 respectively and the determined values of the length of the back feathers and the length of the wing feathers were 0,924% and 0,974%. Broiler chickens during the brooding period have not shown optimal performance in the form of achieving ideal body weight | |
| 36657 | 39583 | F1C019002 | Program Local Project AIESEC in Unsoed dalam Mendukung SDGs No. 4 | AIESEC in Unsoed merupakan UKM tingkat Universitas yang berfokus dalam meningkatkan kepemimpinan pemuda. AIESEC melakukan program yang mendukung pembangunan berkelanjutan dunia sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), salah satunya program Local Project. Tahun 2022 AIESEC in Unsoed mengambil tema Edutopia dalam mendukung SDGs No. 4 yaitu Pendidikan Berkualitas. Dalam program ini, AIESEC in Unsoed melakukan komunikasi pemasaran sosial mengenai pentingnya pemahaman SDGs dan kepedulian terhadap masalah di lingkungan sekitar, khususnya di Banyumas dengan mengajak pemuda untuk dapat berkontribusi dengan mengikuti proyek sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran sosial Local Project AIESEC in Unsoed dalam mendukung SDGs No. 4. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan Teori Pemasaran Sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Local Project Edutopia 1.0 AIESEC in Unsoed melakukan pemasaran sosial menggunakan elemen 4P (product, price, place, promotion) dalam mendukung SDGs No. 4. Namun, strategi komunikasi pemasaran sosial yang dilakukan oleh AIESEC in Unsoed pada Local Project Edutopia 1.0 masih fokus pada elemen promotion dengan 3 temuan baru strategi komunikasi pemasaran sosial yaitu Teknik soft selling, brand advokasi dan social media centralization, sedangkan untuk product, price dan place hanya sebagai pendukung. Keempat hal tersebut perlu didukung dengan adanya perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi mulai dari menganalisis lingkungan pemasaran sosial, memilih target audiens, mendesain tujuan dan strategi komunikasi pemasaran sosial, perencanaan program pemasaran sosial, pengorganisasian dan implementasi, serta mengontrol dan evaluasi program pemasaran sosial. | AIESEC in Unsoed is a university-level organization that focuses on improving youth leadership. AIESEC carries out programs that support the world's sustainable development through sustainable development goals (SDGs), one of which is the Local Project program. In 2022 AIESEC in Unsoed took the theme Edutopia in support of SDGs No.4, namely Quality Education. In this program, AIESEC in Unsoed conducts social marketing communications regarding the importance of understanding SDGs and concern for problems in the surrounding environment, especially in Banyumas, by inviting youth to be able to contribute by participating in social projects. This study aims to describe the social marketing communication strategy of Local Project AIESEC in Unsoed in supporting SDGs No. 4. This research method uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques, observation, in-depth interviews, and documentation. This study uses Social Marketing Theory. The results of the study show that the Local Project Edutopia 1.0 AIESEC in Unsoed conducts social marketing using the 4P elements (product, price, place, promotion) in support of SDGs No. 4. However, the social marketing communication strategy carried out by AIESEC in Unsoed on the Edutopia 1.0 Local Project still focuses on promotion elements with three new findings on social marketing communication strategies namely soft selling techniques, brand advocacy, and social media centralization, while for product, price, and place is only as a support. These four things need to be supported by planning, implementing, monitoring, and evaluating, starting from analyzing the social marketing environment, selecting target audiences, designing social marketing communication goals and strategies, planning social marketing programs, organizing and implementing, as well as controlling and evaluating social marketing programs. | |
| 36658 | 39584 | C1G018036 | The Effect Of Ecommerce On The Revenue Of Vegetable Traders In The Cempaka Putih Market | Pasar tradisional sampai sekarang masih menjadi pusat kegiatan ekonomi yang sangat penting bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Di pasar, seseorang bisa mendistribusikan produk-produk yang dihasilkannya untuk dijual, dengan kegiatan tersebut para penjual bisa memperoleh pendapatan setiap harinya, sehingga bisa mensejahterakan hidupnya. Pendapatan pedagang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-commerce, modal, jam kerja, pendidikan dan lama usaha terhadap pendapatan pedagang sayur di Pasar Tradisional Cempaka Putih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Pasar Tradisional Cempaka Putih dengan jumlah populasi sebanyak 265 pedagang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 responden yang diambil melalui teknik simple random sampling. Sedangkan metode pengambilan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Variabel yang digunakan meliputi ecommerce, modal, jam kerja, pendidikan, lama usaha dan pendapatan pedagang. Analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal dan pendidikan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang sayur di Pasar Tradisional Cempaka Putih. Sedangkan variabel ecommerce, jam kerja dan lama usaha tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang sayur di Pasar Tradisional Cempaka Putih. Faktor yang paling besar berpengaruh pada pendapatan pedagang sayur di Pasar Tradisional Cempaka Putih adalah modal berdagang. | For certain people in Indonesia, traditional marketplaces continue to be crucial hubs of economic activity. A person can distribute the goods they manufacture for sale in the market. By these actions, the sellers can make money every day and prosper in their lives. Several things might have an impact on a trader's income. The aim of this study is to examine the impact of e-commerce, capital, working hours, education, and business tenure on the earnings of vegetable vendors at the Cempaka Putih Traditional Market. This study uses a quantitative approach. This research was conducted at the Cempaka Putih Traditional Market with a total population of 265 traders. The sample in this study were 73 respondents who were taken through simple random sampling technique. While the method of data collection using questionnaires and interviews. The variables used include e-commerce, capital, working hours, education, firm age and revenue. The data analysis used is multiple linear regression. The findings demonstrated that capital and education significantly impacted the fluctuating revenue of vegetable traders at the Cempaka Putih Traditional Market. . The revenue of vegetable traders in the Cempaka Putih Traditional Market, however, is unaffected by the variables of e-commerce, working hours, or firm age. Capital is the factor that most significantly affects the revenue of vegetable traders in the Cempaka Putih Traditional Market. | |
| 36659 | 44123 | K1C020022 | Analisis Tingkat Resiko Bahaya Seismik Berdasarkan Nilai Peak Ground Acceleration (PGA) Menggunakan Rumus Empiris Boore & Atkinson Tahun 2008 Di Wilayah Bantul Yogyakarta | Kabupaten Bantul merupakan salah satu daerah yang termasuk dalam kategori rawan terhadap bencana gempabumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko akibat gempabumi berdasarkan PGA maksimum di daerah tersebut. Percepatan gerakan tanah (PGA) merupakan salah satu parameter yang sering digunakan untuk mengestimasi tingkat kerusakan tanah akibat guncangan gempabumi. Dalam penelitian ini, nilai PGA diperoleh melalui proses perhitungan secara empiris menggunakan perumusan Boore dan Atkinson tahun 2008 dan tingkat risiko bencana gempabumi dilakukan dengan mengaplikasikan persamaan Wald. Adapun parameter yang harus diperhatikan adalah nilai magnitudo, jarak episenter, jarak hiposenter, amplifikasi lapangan dan kecepatan gelombang geser (shear wave velocity). Hasil yang diperoleh divisualisasikan menggunakan Software ArCgis 10.8 metode interpolasi Spline. Penelitian ini dilakukan pada koordinat -7,38 sampai -8,24 °LS dan bujur koordinat 109,96 sampai 110,86°BT. Data yang digunakan diperoleh dari situs USGS dan katalog BMKG dengan magnitude > 3 dan pada kedalaman 0 – 300 km. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Kabupaten Bantul berada pada rentang PGA 0,33 – 0,82 g dengan tingkat risiko sebesar VII – IX MMI. | Bantul Regency is one of the areas that is categorized as vulnerable to earthquake disasters. The aim of this research is to determine the level of risk due to earthquakes based on the maximum PGA in the area. Peak Ground Acceleration (PGA) is one of the parameters that is often used to estimate the level of ground damage due to earthquake shocks. In this research, the PGA value was obtained through an empirical calculation process using the Boore and Atkinson formulation in 2008 and the earthquake disaster risk level was carried out by applying the Wald equation. The parameters that must be considered are the magnitude value, epicenter distance, hypocenter distance, field amplification and shear wave speed (shear wave velocity). The results obtained were visualized using the Software ArCgis 10.8 at Spline interpolation method. This research was carried out at coordinates -7,38 to -8,24 °S and longitude coordinates 109,96 to 110,86 °E. The data used was obtained from the USGS website and the BMKG catalog with a magnitude >3 and at a depth of 0 – 300 km. The results obtained from this research are that Bantul Regency is in the PGA range of 0,33 – 0,82 g with a risk level of VII – IX MMI. | |
| 36660 | 39580 | E1A116045 | TINJAUAN YURIDIS PERDAGANGAN ILEGAL SATWA LANGKA OLEH DIPLOMAT MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (Studi tentang Kasus Penyelundupan Cula Badak oleh Diplomat Korea Utara di Afrika Selatan pada 2015) | Berdasarkan Konvensi Wina 1961 mengenai Hubungan Diplomatik, kekebalan dan keistimewaan diplomatik diberikan kepada agen diplomatik untuk memastikan kelancaran misi diplomatik. Dalam praktiknya, tidak sedikit perwakilan diplomatik yang melakukan pelanggaran di negara penerima dengan mengeksploitasi kekebalan yang dimiliki. Pada 2015, dua pria tertangkap di Maputo, Mozambik dan ternyata salah satu orang tersebut, yaitu Pak Chol-jun merupakan diplomat penasihat politik di Kedutaan Besar Korea Utara untuk Pretoria, Afrika Selatan. Di dalam mobil yang terdaftar sebagai kendaraan diplomat ditemukan uang 100 ribu USD dan cula badak seberat 4,5 kilogram yang disimpan dalam tas diplomatik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan mengenai kekebalan diplomatik menurut hukum internasional dan menganalisis penyelesaian kasus penyelundupan cula badak yang dilakukan Pak Chol-jun. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan analisis (analytical approach) dan pendekatan kasus (case study). Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan yang disajikan dengan teks naratif. Metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diketahui bahwa Konvesi Wina 1961 mengatur kekebalan diplomatik dalam Pasal 29 dan 31. Kekebalan untuk tas diplomatik diatur dalam Pasal 27 ayat 4. Kekebalan berupa tidak dapat diganggugugatnya barang milik diplomat dalam Pasal 30 ayat 2 dan kewajiban perwakilan diplomat untuk tetap patuh pada peraturan yang ada di negara penerima diatur dalam Pasal 41 ayat 1. Dalam kasus ini, Pak Chol-jun, seorang anggota diplomat Korea Utara melakukan pelanggaran aturan yang terdapat di Afrika Selatan dengan menyelundupkan cula badak dari Mozambik ke Afrika Selatan. Peraturan yang dilanggar terdapat dalam Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Animals and Plants Pasal 2 ayat 2 sub bagian a. Cula badak tersebut disimpan di dalam tas diplomatik yang berarti melanggar Konvensi Wina 1961 Pasal 27 ayat 4. Pemerintah Afrika Selatan mengeluarkan perintah pengusiran kepada Pak Chol-jun dimulai 30 hari dan apabila gagal untuk mematuhi, dia akan diberikan status persona non-grata. Perintah ini disampaikan ke Kedutaan Besar Korea Utara di Pretoria. Pada 11 Desember 2015, Pak Chol-jun telah meninggalkan negara tersebut. | According to the 1961 Vienna Convention on Diplomatic Relations, diplomatic immunities and privileges are granted to diplomatic agents to ensure the smooth running of diplomatic missions. In practice, not a few diplomatic representatives commit offenses in the receiving country by exploiting their immunity. In 2015, Mozambican police detained two men in the country's capital, Maputo. It turned out that one of the men, Pak Chol-jun, was a political adviser diplomat at the North Korean Embassy in Pretoria, South Africa. In a car registered as a diplomat's vehicle, USD 100,000 and 4,5 kilograms of rhino horn stored in a diplomatic bag were found. The purposes of this research are to find out the arrangements governing diplomatic immunity according to international law and analyze the settlement of the rhino horn smuggling case committed by Pak Chol-jun. The approach method used is statute approach, analytical approach and a case approach. This research uses a normative juridical approach method with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data. The data collection method is done by literature study which is presented with narrative text. The data analysis method used is qualitative normative method. Based on the results of research and dismission, it is known that the 1961 Vienna Convention regulates diplomatic immunity in Articles 29 and 31. Immunity in the form of diplomatic bags in Article 27 paragraph 4. Immunity in the form of inviolability of diplomat's property in Article 30 paragraph 2. The obligation of diplomat representatives to comply with existing regulations in the receiving state in Article 41 paragraph 1. In this case, Pak Chol-jun, a member of the North Korean diplomats, violated the rules in South Africa by smuggling rhino horn from Mozambique. The rhino horn was kept in a diplomatic bag, which is a violation to 1961 Vienna Convention article 27 paragraph 4. The regulations that were violated are contained in the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Animals and Plants (CITES) Article 2 paragraph 2 sub part a. The South African government issued an expulsion order to Mr. Chol-Jun beginning in thirty days, failing which he will be granted persona non-grata status. This order was served on the North Korean Embassy in Pretoria. On December 11, 2015, Pak Chol-jun left the country. |