Artikelilmiahs
Menampilkan 36.421-36.440 dari 49.032 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 36421 | 44684 | G1B020028 | HUBUNGAN PERFORMA MAHASISWA PROGRAM PROFESI DOKTER GIGI DALAM MELAKUKAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP KECEMASAN DENTAL PASIEN DI KLINIK INTEGRASI RSGMP UNSOED | Pendidikan profesi dokter gigi merupakan jenis pendidikan profesi yang diarahkan pada penguasaan ilmu dan penerapan ilmu kepada masyarakat dalam bidang kedokteran gigi untuk menghasilkan dokter gigi yang berkompeten. Performa digambarkan sebagai pencapaian pelaksanaan (achievement) suatu program kegiatan perancanaan strategis dan operasional organisasi (efforts) oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi. Kecemasan dental merupakan suatu pemikiran bahwa sesuatu menyeramkan akan terjadi sebelum seseorang melakukan kunjungan atau perawatan gigi. Kecemasan dental tidak hanya dipengaruhi oleh pengalaman traumatis, jenis kelamin, takut dengan instrumen gigi, pengetahuan, jenis perawatan gigi, dan dukungan keluarga, tetapi performa dari operator juga memegang peranan penting yang dapat menyebabkan kecemasan dental pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara performa mahasiswa program profesi dokter gigi dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut terhadap kecemasan dental pasien di klinik integrasi RSGMP UNSOED. Metode penelitian ini adalah observasional analitik. Responden penelitian berjumlah 95 orang yang merupakan pasien klinik integrasi RSGMP UNSOED pada tahun 2023 dan 2024. Analisis data yang digunakan adalah korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara performa mahasiswa profesi dengan kecemasan dental pasien (p<0,05) dengan nilai coefficient correlation (cc) -0.811 yang menunjukkan hubungan antara variabel kuat. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara performa mahasiswa program profesi dokter gigi dalam melakukan pelayanan kesehatan gigi dan mulut terhadap kecemasan dental pasien. | Dental professional education is a continuation program from preclinical phase that aims to produce competent dentists. Performance is described as the achievement of a program of organizational strategic and operational planning activities (efforts) by a person or group of people in an organization. Dental anxiety is the thought that something scary will happen before someone has a dental visit or treatment. Dental anxiety is not only influenced by traumatic experiences, gender, fear of dental instruments, knowledge, type of dental treatment, and family support, but the performance of the operator also plays an important role in causing dental anxiety in patients. The aimed of this study is to determine relationship between the performance of professional dentist program students in dental and oral health services and the dental anxiety of patients at the integration clinic of Educational Oral and Dental Hospital Jenderal Soedirman University. This research was conducted by analytical observational method. The respondents in this research was 95 people who were patients at the integration clinic of Educational Oral and Dental Hospital Jenderal Soedirman University in 2023 and 2024. Data analysis was analyzed by Spearman correlation. The research results showed that there was a significant relationship between professional student performance and patient dental anxiety (p<0.05) with correlation coefficient (cc) value was -0.811, which indicates the relationship between the variables was strong. This research concludes that there is a relationship between the performance of dental professional program students in providing dental and oral health services and patients' dental anxiety. | |
| 36422 | 39398 | G1A019078 | Perbedaan Hemodinamik Pasien yang Dilakukan ERACS dan Non ERACS pada Tindakan Seksio Sesarea di RSUD Pro. Dr. Margono Soekarjo | Peningkatan persalinan seksio sesarea mengharuskan adanya peningkatan pelayanan perioperatif yaitu dengan metode ERACS. Enhanced Recovery After Cesarean Section (ERACS) merupakan managemen perioperatif untuk mempercepat pemulihan pasien. Metode ini mulai dikembangkan di beberapa rumah sakit tetapi studi terkait ERACS masih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hemodinamik pada pasien yang dilakukan ERACS dan Non ERACS pada tindakan seksio sesarea di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri atas 2 kelompok yaitu pasien yang dilakukan ERACS dan Non ERACS dengan masing-masing sebanyak 43 pasien. Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling dan menggunakan data rekam medis. Data dianalisis menggunakan independent t-test. Terdapat perbedaan tekanan darah sistolik (p = 0,000), tekanan darah diastolik (p = 0,02) dan tekanan arteri rata-rata (p = 0,004) yang signifikan pada tahap intraoperatif pasien yang dilakukan ERACS dan Non ERACS pada tindakan seksio sesarea (p <0,05). Tidak terdapat perbedaan denyut nadi pada intraoperatif (p = 0,24) pada pasien yang dilakukan ERACS dan Non ERACS pada tindakan seksio sesarea. Metode Non ERACS memiliki risiko lebih tinggi kejadian hipotensi dan bradikardia dibandingkan dengan metode ERACS. | An increase cesarean section requires an improvement in perioperative care, the ERACS method. Enhanced Recovery After Cesarean Section (ERACS) is perioperative management to accelerate patient recovery.This method has started to develop in several hospitals but studies related to ERACS are quite yet. This study aimed to determine the differences in hemodynamics in patients performed by ERACS and Non ERACS during cesarean section at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Observational study with a cross-sectional design. The sample consisted of 2 groups, namely patients who underwent ERACS and Non ERACS with 43 patients each. Samples were taken with consecutive sampling techniques and using medical record data. The data were analyzed using an independent t-test. There was a significant difference in systolic blood pressure (p = 0.000), diastolic blood pressure (p = 0.02) and mean arterial pressure (p = 0.004) in the intraoperative phase of patients performed by ERACS and Non ERACS in cesarean section (p < 0.05). There was no difference in heart rate in intraoperative (p = 0.24) in patients performed by ERACS and Non ERACS for cesarean section. Non ERACS method has a higher risk of developing hypotension and bradycardia than the ERACS method. | |
| 36423 | 39394 | E1A019024 | ANALISIS TERHADAP TINDAK PIDANA PERBANKAN BERUPA KREDIT FIKTIF AKIBAT PELANGGARAN PRINSIP KEHATI-HATIAN PERBANKAN (PRUDENTIAL BANKING PRINCIPLE) (Studi Putusan Nomor 146/Pid.Sus/2021/PN Bon) | Kredit dalam perbankan merupakan kegiatan yang rawan terjadinya suatu kecurangan, seperti merekayasa data atau laporan, menyetujui kredit tanpa menggunakan analisis mendalam terkait kemampuan debitur dan penilaian jaminan kredit. Tindakan ini digolongkan sebagai tindak pidana perbankan dalam kegiatan usaha bank. Penerbitan kredit fiktif menandakan bank telah mengabaikan salah satu prinsip perbankan yaitu prinsip kehati – hatian (prudential banking). Tindak pidana perbankan yang terjadi di Indonesia yaitu di PT. BPR Bontang Sejahtera yang dilakukan oleh Direksi Bank dengan menyalahgunakan 8 (delapan) data nasabah dalam Putusan Pengadilan Negeri Bontang dengan nomor: 146/Pid.Sus/2021/PN Bon. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara tindak pidana perbankan berupa penerbitan kredit fiktif dalam Putusan Nomor 146/Pid.Sus/2021/PN Bon dan bagaimana bentuk pelanggaran prinsip kehati-hatian dalam penerbitan kredit fiktif. Tipe penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif serta menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam memberikan pidana sudah tepat karena karena segala bentuk alasan dan dasar hukum dari unsur subyektif pelaku, unsur kesengajaan, hingga unsur perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa telah terbukti dan sesuai dengan aturan serta prinsip hukum yang berlaku. Mengenai bentuk pelanggaran prinsip kehati-hatian telah melanggar ketentuan yang diatur dalam perundang-undangan sebagaimana diatur dalam Pasal 8 UU Perbankan, Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/26/DKBU Perihal Pedoman Kebijakan dan Prosedur Perkreditan bagi BPR (PKPB) dan Lampirannya serta ketentuan/SOP internal Bank. Kata kunci: Tindak Pidana, Kredit, Perbankan, Prinsip Kehati-hatian | Credit in banking is an activity that is prone to fraud, such as manipulating data or reports, approving credit without using in-depth analysis regarding the ability of the debtor and evaluating credit guarantees. This action is classified as a banking crime in bank business activities. The issuance of fictitious credit indicates that the bank has neglected one of the banking principles, namely the principle of prudence (prudential banking). Banking crimes that occurred in Indonesia, namely at PT. BPR Bontang Sejahtera which was carried out by the Bank's Directors by misusing 8 (eight) customer data in the Bontang District Court Decision number: 146/Pid.Sus/2021/PN Bon. The problem in this research is how the legal considerations of judges in deciding cases of banking crimes in the form of fictitious credit issuance in Decision Number 146/Pid.Sus/2021/PN Bon and what forms of violation of the precautionary principle in issuing fictitious credit. The type of research used is normative juridical. The data used is secondary data with data collection methods based on literature studies, presented in the form of narrative text and using qualitative normative analysis methods. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the judges legal considerations in imposing a sentence are appropriate because all forms of reason and legal basis, from the subjective element of the perpetrator, the element of intentionality, to the element of the act committed by the Defendant have been proven and in accordance with the rules and legal principles set forth apply. Regarding the form of violation of the prudential principle, it has violated the provisions stipulated in the legislation as stipulated in Article 8 of the Banking Law, Bank Indonesia Circular Letter Number 14/26/DKBU Concerning Guidelines for Policies and Credit Procedures for Rural Banks (PKPB) and their Attachments and provisions/internal bank’s SOPs. Keywords: Criminal Act, Credit, Banking, Prudential Banking Principles | |
| 36424 | 39392 | G1A018032 | Peranan Hidrogen Peroksida (H2O2) pada Yoghurt (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) dalam Menghambat Pertumbuhan Streptococcus pyogenes | Yoghurt adalah produk makanan hasil fermentasi susu menggunakan bakteri asam laktat (BAL) yang memiliki manfaat seperti meningkatkan kekebalan tubuh karena menghasilkan asam laktat, hidrogen peroksida, diasetil, dan bakteriosin. Beberapa penelitian mengatakan bahwa yoghurt yang difermentasi oleh BAL dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Streptococcus pyogenes merupakan bakteri gram positif yang berkoloni menyerupai rantai, berukuran kecil, berbentuk bulat, permukaan morfologi koloni halus, dan memiliki pigmen putih abu-abu di media agar darah. S. pyogenes dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan seperti faringitis, bisa menyerang kulit dan menyebabkan impetigo, selulitis, dan erisipelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan hidrogen peroksida pada yoghurt (L. bulgaricus dan S. thermophilus) dalam menghambat pertumbuhan S. pyogenes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode post-test only with control group design. Penghitungan jumlah koloni dan penghitungan selisih jumlah koloni bakteri S. pyogenes dengan colony counter. Jumlah sampel yang digunakan adalah 60 sampel dengan tiga kali pengulangan, dua pengenceran dan terbagi dalam 10 kelompok konsentrasi (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45%) dengan 0% sebagai kontrol. Analisis data dalam menguji perbedaan bermakna konsentrasi yoghurt menggunakan metode Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Spearman Rho. Penelitian ini menunjukkan terdapat penghambatan pertumbuhan S. pyogenes oleh yoghurt dan konsentrasi 30% memiliki kandungan hidrogen peroksida sebanyak 0,32 mg/mL merupakan konsentrasi hambat minimal pertumbuhan S. pyogenes. Analisis data Kruskal-Wallis menunjukkan hasil p<0,05 yang menunjukkan ada perbedaan signifikan antara masing-masing kelompok konsentrasi yoghurt. Analisis data Spearman Rho adalah p<0,05 yang menunjukkan bahwa adanya hubungan antara variabel. | Yoghurt is a dairy product made from fermented milk using lactic acid bacteria (LAB) which has benefits such as increasing immunity by producing lactic acid, hydrogen peroxide, diacetyl and bacteriocin. Some studies said that yoghurt fermented by LAB can inhibit the growth of pathogenic bacteria. Streptococcus pyogenes is a gram-positive bacterium that has colonies resembling chains, small in size, round in shape, the surface of the colony morphology is smooth, and has a white-gray pigment in blood agar media. S. pyogenes can cause respiratory tract diseases such as pharyngitis, can attack the skin and cause impetigo, cellulitis, and erysipelas. This study aimed to determine the role of hydrogen peroxide in yoghurt (L. bulgaricus and S. thermophilus) in inhibiting the growth of S. pyogenes. This research is an experimental research using the post-test only method with a control group design. Counting the number of colonies and calculating the difference between the number of colonies of S. pyogenes bacteria and the colony counter. The number of samples used was 60 samples with three repetitions, two dilutions and divided into 10 concentration groups (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45%) with 0 % as control. Data analysis in testing significant differences in yoghurt concentrations used the Kruskal-Wallis method and continued with the Spearman Rho test. This study showed that yoghurt inhibited the growth of S. pyogenes and a concentration of 30% containing 0.32 mg/mL of hydrogen peroxide was the minimum inhibitory concentration for S. pyogenes growth. Kruskal-Wallis data analysis showed p <0.05 which indicated that there was a significant difference between each yoghurt concentration group. Spearman Rho data analysis was p<0.05 which indicates that there is a relation between variables. | |
| 36425 | 39393 | A1A018009 | NILAI TAMBAH KEDELAI MENJADI TEMPE DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA (Studi Kasus UMKM Pusaka di Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya) | UMKM Pusaka merupakan usaha mikro yang bergerak pada pengolahan kedelai menjadi tempe berproduksi sejak 2015. Usaha ini berdiri selain untuk menambah keuntungan dengan meningkatkan nilai tambah kedelai, diharapkan mampu memberikan lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak lagi. Nilai tambah menjadi sangat penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah yaitu melalui proses pengolahan. Pengolahan kedelai menjadi tempe ini untuk meningkatkan keawetan kedelai sehingga layak untuk dikonsumsi dan memanfaatkan kedelai agar memperoleh nilai jual yang tinggi dipasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) besarnya nilai tambah kedelai pada UMKM Pusaka di Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya; (2) faktor-faktor yang memengaruhi nilai tambah produk olahan kedelai menjadi tempe pada UMKM Pusaka di Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Periode penelitian dilakukan pada 15 September hingga 14 Oktober 2022. Tempat penelitian ini yaitu pada UMKM Pusaka dimana tempat ini merupakan sentra produksi tempe di Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan studi kasus. Data dianalisis menggunakan analisis biaya, analisis nilai tambah metode Hayami, uji asumsi klasik, analisis linier berganda, koefisien determinasi, uji f, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah pengolahan kedelai menjadi tempe yaitu sebesar Rp. 7.541,01 dengan rasio 33,15 dan tergolong pada kategori nilai tambah sedang. Faktor harga bahan baku (X1), jumlah bahan baku (X2), kapasitas produksi (X4), harga output (X5), dan sumbangan input lain (X7) berpengaruh nyata dan signifikan terhadap nilai tambah (Y). Sedangkan faktor tenaga kerja (X3) dan upah tenaga kerja (X6) tidak berpengaruh terhadap nilai tambah (Y). | Pusaka Micro, Small Medium Enterprise (MSMEs) was a micro business that has been engaged in processing soybeans into producing tempeh since 2015. This business was established in addition to increasing profits by increasing the added value of soybeans, it is hoped that it will be able to provide jobs and absorb more workers. Added value becomes very important in increasing people's income. One way to increase added value is through processing. Processing soybeans into tempeh is to increase the durability of soybeans so that they are suitable for consumption and to utilize soybeans in order to obtain a high selling value in the market. This study aims to determine: (1) the amount of added value of soybeans in SMEs heritage in Simpang village, district Bantarkalong, Tasikmalaya Regency; (2) the factors that influence the added value of processed soy products into tempeh in SMEs heritage in Simpang village, district Bantarkalong, Tasikmalaya Regency. The research period was conducted from September 15 to October 14, 2022. The place of this research is at UMKM Pusaka where this place is the center of tempeh production in Simpang village, Bantarkalong District, Tasikmalaya Regency. The method used in this study using case studies. The data were analyzed using cost analysis, Hayami method added value analysis, classical assumption test, multiple linear analysis, coefficient of determination, f test, and t test. The results showed that the added value of soybean processing into tempeh is Rp. 7,541.01 with a ratio of 33.15 and classified in the category of medium added value. Factors of raw material prices (X1), the amount of raw materials (X2), production capacity (X4), the price of output (X5), and the contribution of other inputs (X7) have a significant effect on the value added (Y). While the labor factor (X3) and labor wages (X6) does not affect the added value (Y). | |
| 36426 | 39395 | K1B016038 | MASALAH ALIRAN MAKSIMUM MENGGUNAKAN ALGORITMA FORD-FULKERSON PADA ALIRAN KAPASITAS JALAN | Penelitian ini membahas tentang pengaplikasian algoritma Ford-Fulkerson dalam menemukan solusi dari masalah aliran maksimum, khususnya masalah pada aliran kapasitas jalan pada lintasan jalan dari Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedirman menuju Stasiun Kereta Api Purwokerto. Pada lintasan jalan dari Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedirman menuju Stasiun Kereta Api Purwokerto terdapat beberapa jalur yang dilewati. Titik pada graf jalur lalu lintas dari Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedirman menuju Stasiun Kereta Api Purwokerto merupakan perpotongan jalan yang dilewati sepanjang titik sumber yaitu Fakultas MIPA menuju titik tujuan yaitu Stasiun Kereta Api Purwokerto. Dalam menentukan kapasitas yang mengalir pada jalan lalu lintas, diperlukan beberapa faktor yang dapat dihitung sehingga menghasilkan kapasitas antara lain tipe jalan, lebar lajur, ada tidaknya pemisah atau median jalan, hambatan bahu jalan, gradian jalan, di daerah perkotaan atau luar kota, dan ukuran kota. Untuk menentukan faktor-faktor tersebut, dilakukan pengamatan secara langsung pada jalan lalu lintas dan juga dengan Google Maps. Pada penelitian ini, algoritma Ford-Fulkerson bekerja dengan mengkonstruksi aliran baru dengan nilai yang lebih besar dari aliran yang lama dan menggunakan teknik pelabelan Routin, pencarian aliran baru akan berhenti ketika semua titik pada graf yang terlabel telah teramati dan titik tujuan tidak terlabel. Pada aliran kapasitas jalan pada lintasan jalan dari Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedirman menuju Stasiun Kereta Api Purwokerto dihasilkan aliran maksimumnya sebesar 1644 smp per jam. | This study discusses the application of the Ford-Fulkerson algorithm in finding solutions to the maximum flow problem, especially the problem of the flow of vehicle capacity on the road from the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Jenderal Soedirman University to the Purwokerto Railway Station. On the road from the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Jenderal Soedirman University to the Purwokerto Train Station, there are several paths to traverse. The point on the traffic route graph from the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Jenderal Soedirman University to the Purwokerto Railway Station is the intersection of roads along the source point, namely the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, to the destination point, namely the Purwokerto Railway Station. In determining the capacity flowing on the traffic roads, several factors are needed that can be calculated to produce capacity, including the type of road, lane width, whether there is a road divider or median, road shoulder barriers, road gradients, in urban or out-of-town areas, and size city. Direct observations were made on the traffic road and google maps to determine these factors. In this study, the Ford-Fulkerson algorithm worked by constructed a new flow with a greaterr value than the flow on time, and used the technique of Routine labeling, the search for a new flow will stop when all the points on the labeled graph have been observed and the destination point is not labeled. In the flow of vehicle capacity on the track from the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Jenderal Soedirman University to the Purwokerto Railway Station, the maximum flow is 1644 pcu per hour. | |
| 36427 | 39383 | A1A017006 | KELAYAKAN USAHA TANI KAPULAGA (Amomum cardamomum) DI KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS (Studi Kasus: Usaha Tani di Lahan Perum Perhutani KPH Banyumas Barat) | Kapulaga merupakan tanaman biofarmaka yang memiliki produksi tertinggi ketiga setelah jahe dan kunyit di Indonesia pada tahun 2021, yaitu sebesar 124.387 ton. Gumelar merupakan salah satu kecamatan di Banyumas yang memiliki luas lahan dan produksi kapulaga terbesar yaitu 353,25 ha dan 2.231 ton. Luas lahan Perhutani yang ditanam Kapulaga di Kecamatan Gumelar adalah 103,2 ha, dengan jumlah petani penggarap (pesanggem) 315 orang. Data dan informasi mengenai ketepatan kelayakan usaha yang dapat dijadikan acuan dalam berusaha tani kapulaga di lahan Perum Perhutani KPH Banyumas Barat Kecamatan Gumelar masih terbatas. Potensi usaha tani kapulaga perlu dikaji lebih lanjut dari segi finansial, apakah usaha tani tersebut dapat memberikan keuntungan untuk dikembangkan bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghitung total biaya dan keuntungan usaha tani kapulaga, (2) menganalisis kelayakan usaha tani kapulaga ditinjau dari aspek finansial, dan (3) menganalisis tingkat sensitivitas usaha tani kapulaga. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, dengan 36 orang petani yang pernah menanam kapulaga di lahan Perum Perhutani KPH Banyumas Barat Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas pada tahun 2016 dengan umur tanaman 5 tahun. Analisis yang digunakan adalah analisis biaya, keuntungan, nilai bersih sekarang (Net Present Value), rasio manfaat biaya (Net Benefit Cost Ratio), tingkat pengembalian internal (Internal Rate Return), periode pengembalian (Payback Period), dan analisis sensitivitas. Hasil dari penelitian usaha tani kapulaga di Lahan Perum Perhutani KPH Banyumas Barat Kecamatan Gumelar dalam satu ha masil layak diusahakan. Sementara dalam analisis sensitivitas penurunan harga jual produk sebesar 10% dan 15% usaha tani kapulaga masih layak diusahakan, namun penurunan harga jual produk sebesar 20% usaha tani kapulaga tidak layak diusahakan. | Cardamom is a biopharmaceutical crop that has the third highest production after ginger and turmeric in Indonesia in 2021, which amounted to 124,387 tons. Gumelar is one of the sub-districts in Banyumas that has the largest land area and production of cardamom, namely 353.25 ha and 2,231 tons. The area of Perhutani land planted with cardamom in Gumelar sub-district is 103.2 ha, with 315 tenant farmers (pesanggem). Data and information on the accuracy of business feasibility that can be used as a reference in cardamom farming on Perum Perhutani KPH Banyumas Barat land in Gumelar District are still limited. The potential of cardamom farming needs to be studied further from a financial perspective, whether the farm can provide benefits to be developed for farmers. This study aims to: (1) calculate the total costs and profits of cardamom farming, (2) analyze the feasibility of cardamom farming in terms of financial aspects, and (3) analyze the sensitivity level of cardamom farming. The research was conducted using a purposive sampling method, with 36 farmers who had planted cardamom on the land of Perum Perhutani KPH Banyumas Barat, Gumelar District, Banyumas Regency in 2016 with a plant age of 5 years. The analysis used is cost analysis, profit, net present value, net benefit cost ratio, internal rate of return, payback period, and sensitivity analysis. The results of research on cardamom farming in Perum Perhutani Land KPH West Banyumas, Gumelar District in one ha were still feasible to cultivate. Meanwhile, in the sensitivity analysis, a 10% and 15% reduction in product selling prices for cardamom farming is still feasible, but a 20% reduction in product selling prices for cardamom farming is not feasible. | |
| 36428 | 39399 | E1A019162 | PERLINDUNGAN HUKUM HAK EKONOMI PEMEGANG HAK CIPTA TERHADAP PENGGANDAAN BUKU YANG DIKOMERSIALISASIKAN MELALUI E-COMMERCE BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA (Studi Putusan Nomor 316/Pid.Sus/2022/PN Smn) | Latar belakang penelitian ini diambil dari permasalahan yang sering terjadi di masyarakat yaitu pelanggaran hak ekonomi pemegang Hak Cipta atas suatu ciptaan yang dimiliki oleh Pencipta dan Pemegang Hak Cipta. Salah satu contoh kasusnya terdapat dalam Putusan Nomor 316/Pid.Sus/2022/PN Smn mengenai pelanggaran hak ekonomi dengan tanpa izin pemegang Hak Cipta melakukan penggandaan buku yang dikomersialkan melalui e-commerce. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap ciptaan buku dan akibat hukum pelanggaran hak ekonomi berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan, serta dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif yang kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif secara sistematis, logis, dan rasional. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Majelis Hakim dalam putusan a quo telah memberikan perlindungan hukum terhadap pemegang Hak Cipta sesuai dengan ketentuan Pasal 113 ayat (3) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan menimbulkan akibat hukum berupa pemberian pidana penjara selama 4 (empat) bulan. Selain itu, Majelis Hakim dapat memberikan putusan ganti rugi dan memerintah pelaku untuk menghentikan penjualan buku. | The background of this research is taken from problems that often occur in society, namely violations of the economic rights of copyright holders over works owned by creators and copyright holders. One example of this case is contained in Verdict Number 316/Pid.Sus/2022/PN Smn concerning violations of economic rights without the permission of the Copyright holder to reproduce books commercially through e-commerce. The purpose of this research is to find out the legal protection for book creation and the legal consequences of violating economic rights based on Law Number 28 of 2014 concerning Copyright. This study uses a normative juridical approach with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials collected through library research, and analyzed using qualitative normative methods which are then presented in the form of narrative text in a systematic, logical, and rational manner. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the Panel of Judges in the a quo decision has provided legal protection for Copyright Holders in accordance with the provisions of Article 113 paragraph (3) of Law Number 28 of 2014 concerning Copyright and has resulted in legal consequences in the form of imprisonment for 4 (four) months. In addition, the Panel of Judges can issue a decision on compensation and order the offender to stop selling books. | |
| 36429 | 44095 | D1A019099 | PENGARUH ENZIM PROTEASE YANG BERBEDA SEBAGAI PENGGUMPAL TERHADAP RENDEMEN, pH, DAN WARNA KEJU SEGAR DARI SUSU SAPI | Penelitian ini betujuan untuk membandingkan rendemen, pH, dan warna keju yang menggunakan rennet dengan keju yang menggunakan enzim protease dari ekstrak nanas, pepaya, carica, dan jahe merah. Materi penelitian terdiri dari susu sapi 20 liter, 0,2 g bakteri mesofilik komersial, 4 g CaCl₂, 80 g ekstrak carica, 80 g ekstrak jahe merah, 80 g ekstrak nanas, 80 g ekstrak pepaya, 4 g ekstrak hewani, dan 200 g aquades. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan meliputi P0: susu+rennet (kontrol), P1: susu+ekstrak nanas 2%, P2: susu+ekstrak pepaya 2%, P3: susu+ekstrak carica 2%, dan P4: susu+ekstrak jahe merah 2%. Variabel yang diukur pada penelitian ini yaitu rendemen, pH, dan warna keju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan enzim protease yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap rendemen dan warna, namun berpengaruh tidak nyata pada pH keju. Rata-rata rendemen pada penelitian ini sebesar 10,60±1,32. Rendemen tertinggi terdapat pada perlakuan susu ditambahkan rennet sebagai kontrol (P0) sebesar 12,63±1,95, sedangkan rendemen terendah terdapat pada perlakuan susu ditambahkan ekstrak carica (P3) sebesar 8,36±0,69. Rata-rata Whiteness index pada penelitian ini sebesar 41,45±0,67. Whiteness index tertinggi terdapat pada perlakuan susu ditambahkan rennet sebagai kontrol (P0) sebesar 43,12±0,29, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan susu ditambahkan ekstrak jahe merah (P4) sebesar 40,18±0,73. Rata-rata pH keju yang dihasilkan sebesar 5,69±0,14. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan enzim protease yang berasal dari ekstrak nanas, pepaya, carica, dan jahe merah mampu menggantikan rennet dan mampu mempengaruhi rendemen serta warna, namun tidak mempengaruhi pH keju. Enzim bromelin dari ekstrak nanas menghasilkan keju dengan rendemen dan warna yang setara dengan menggunakan rennet. | This research aims to compare the yield, pH, and color of cheese that uses rennet with cheese that uses protease enzymes from pineapple, papaya, carica, and red ginger extracts. The materials used consist of 20 liters of cow's milk, 0,2 g of commercial mesophilic bacteria, 4 g of CaCl₂, 80 g of carica extract, 80 g of red ginger extract, 80 g of pineapple extract, 80 g of papaya extract, 4 g of animal rennet, and 200 g of distilled water. The research design employed a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The treatments include: P0: milk + rennet (control), P1: milk + pineapple extract 2%, P2: milk + papaya extract 2%, P3: milk + carica extract 2%, and P4: milk + red ginger extract 2%. The variables measured in this study were yield, pH, and cheese color. The results showed that the use of different protease enzymes had a highly significant effect (P<0.01) on cheese yield and color, but had a non-significant effect on cheese pH. The average yield in this study was 10,60±1.32. The highest yield was found in the treatment where milk was added with rennet as the control (P0) at 12,63±1.95, while the lowest yield was found in the treatment where milk was added with carica extract (P3) at 8,36±0.69. The average Whiteness index in this study was 41,45±0.67. The highest Whiteness index was found in the treatment where milk was added with rennet as the control (P0) at 43,12±0.29, while the lowest was found in the treatment where milk was added with red ginger extract (P4) at 40,18±0.73. The average pH of the resulting cheese was 5,69±0.14. The conclusion of this research is that the use of protease enzymes derived from extracts of pineapple, papaya, carica, and red ginger can replace rennet and affect the yield and color, but does not affect the pH of cheese. Bromelain enzyme from pineapple extract produces cheese with yield and color equivalent to cheese using rennet. | |
| 36430 | 39401 | E1A019186 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP MEREK TERKENAL GERAI KOPI STARBUCKS BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR: 836 K/Pdt.Sus-HKI/2022 | Eksistensi merek terkenal di tengah masyarakat memungkinkan terjadinya pelanggaran merek terhadap merek terkenal yang seringkali dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab atas dasar iktikad tidak baik sehingga dapat mempengaruhi perkembangan merek di Indonesia. Oleh karena itu merek terkenal harus mendapatkan perlindungan hukum dari negara agar terhindar dari pelanggaran merek yang dapat merugikan para pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap merek terkenal STARBUCKS dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor: 836 K/Pdt.Sus-HKI/2022 dan akibat hukum pembatalan merek STARBUCKS ditinjau dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, kemudian data yang diperoleh diolah dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis data yang digunakan yaitu metode normatif kualitatif. Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Majelis Hakim telah memberikan perlindungan hukum terhadap merek STARBUCKS milik Penggugat dengan melakukan pembatalan merek STARBUCKS milik Tergugat dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor: 836 K/Pdt.Sus-HKI/2022 yang sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 21 ayat (1) dan (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Merek STARBUCKS milik Tergugat telah terbukti melakukan permohonan pendaftaran merek dengan iktikad tidak baik karena Merek Tergugat memenuhi unsur persamaan pada pokoknya atau keseluruhan dengan merek terkenal STARBUCKS milik Penggugat. Sehingga akibat hukum yang timbul dari pembatalan merek STARBUCKS milik Tergugat adalah dicoretnya Merek Tergugat dari Daftar Umum Merek yang diumumkan dalam Berita Resmi Merek oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan berakhirnya perlindungan hukum terhadap Merek Tergugat. | The existence of well-known brands in the community allows for trademark violations against well-known brands which are often carried out by irresponsible parties based on bad faith so that they can affect the development of brands in Indonesia. Therefore, well-known brands must get legal protection from the state in order to avoid trademark violations that can be detrimental to the parties. This study aims to find out how the legal protection of the well-known brand STARBUCKS is in the Supreme Court Decision Number: 836 K/Pdt.Sus-HKI/2022 and the legal consequences of canceling the Defendant's brand in Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. This study uses a normative juridical approach with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data and the data collection method is carried out by means of a literature study, then the data obtained is processed in the form of narrative text with the data analysis method used namely the qualitative normative method. The research and discussion data show that the Panel of Judges has provided legal protection for the Plaintiff's STARBUCKS brand by canceling the Defendant's STARBUCKS brand in the Supreme Court Decision Number: 836 K/Pdt.Sus-HKI/2022 is in accordance with the provisions stipulated in Article 21 paragraphs (1) and (3) of Law Number 20 of 2016 Concerning Trademarks and Geographical Indications. Defendant's STARBUCKS mark has been proven to have applied for trademark registration in bad faith because Defendant's Mark fulfills an element of similarity in principle or in whole with the well-known STARBUCKS brand owned by Plaintiff. So that the legal consequences arising from the cancellation of the Defendant's STARBUCKS mark were the Defendant's Mark crossed out from the General Register of Brands announced in the Official Mark Gazette by the Directorate General of Intellectual Property and the end of legal protection for the Defendant's Mark. | |
| 36431 | 39402 | E1A019161 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP WANPRESTASI DAN SYARAT SAHNYA PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH DAN TANAH (Studi Kasus Putusan Nomor 7/Pdt.G/2022/PN. Bjn) | Penelitian ini dilaksanakan terhadap Putusan Pengadilan Nomor 7/Pdt.G/2022/PN. Bjn mengenai sengketa perjanjian jual beli rumah dan tanah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui syarat sahnya perjanjian jual beli rumah dan tanah dan pertimbangan hukum hakim dalam memutus sengketa pada Putusan Pengadilan Nomor 7/Pdt.G/2022/PN. Bjn. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber dan jenis data yang dipakai dalam penelitian ini meliputi bahan hukum primer dan sekunder. Penyajian data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis dan analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, perjanjian jual beli hak atas rumah dan tanah yang dibuat oleh MKF dan W pada tanggal 15 Maret 2016 tidak memenuhi unsur pokok perjanjian jual beli dan syarat materiel serta formil jual beli hak atas tanah yang diatur dalam UUPA yang berlandaskan hukum adat dan peraturan pelaksana UUPA, yaitu PP No. 24 Tahun 1997. Hal ini disebabkan jual beli tersebut tidak ditindaklanjuti dengan pembuatan AJB oleh PPAT sehingga hanya perjanjiannya saja yang memenuhi syarat sah perjanjian berdasarkan Pasal 1320 KUHPer. Untuk perbuatan W yang tidak menyerahkan sertifikat rumah dan tanah sekalipun sudah menerima pelunasan pembayaran memenuhi unsur-unsur debitur dapat dikatakan wanprestasi berdasarkan Pasal 1238 KUHPer. Kedua, Majelis Hakim dalam putusan Nomor 7/Pdt.G/2022/PN. Bjn berpedoman pada KUHPer, UUPA, dan peraturan pelaksana lainnya dalam menilai keabsahan perjanjian jual beli hak atas rumah dan tanah yang dibuat oleh MKF dan W. Perjanjian jual beli tersebut dinilai tidak sah dan tidak mengikat sehingga Majelis Hakim menolak untuk mengabulkan petitum nomor demikian. Kemudian, Majelis Hakim berpedoman pada Pasal 1238 KUHPer dalam menilai perbuatan W dapat disebut sebagai wanprestasi atau tidak. Perbuatan W dinilai sebagai perbuatan wanprestasi berupa tidak berprestasi sama sekali dan memenuhi unsur salah berupa kesengajaan sehingga Majelis Hakim mengabulkan petitum nomor tertera. | This research was conducted on Court Decision Number 7/Pdt.G/2022/PN. Bjn regarding the dispute over the purchase agreement of house and land. The purpose of this research is to find out the legitimate requirement of the purchase agreement for house and land and the judge's legal considerations in deciding disputes on Court Decision Number 7/Pdt.G/2022/PN. Bjn. The research method use in this research is normative juridical with descriptive research specification. Sources and types of data use in this research include primary and secondary legal materials. Presentation of data in this research is carried out systematically and the analysis is done by normatively qualitative. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded as follows: First, the purchase agreement of house and land made by MKF and W on March 15 2016 did not fulfill the main elements of the purchase agreement also the materiel and formal requirement of sale and purchase of land as regulated in the UUPA which is based on customary law and the implementing regulations of the UUPA, namely PP No. 24 of 1997. This is because the sale and purchase was not followed up with the making of AJB by the PPAT so that only the agreement fulfills the legal requirements of the agreement based on Article 1320 of the Civil Code. For W's actions that did not hand over the house and land certificates even though he had received payment in full, fulfilling the elements of the debtor, it could be said that he was in default under Article 1238 of the Civil Code. Second, the Panel of Judges in Court Decision Number 7/Pdt.G/2022/PN. Bjn are guided by the Civil Code, UUPA, and other implementing regulations in evaluate the validity of the purchase agreement of house and land made by MKF and W. The sale and purchase agreement was considered invalid and non-binding so that the Panel of Judges refused to grant petitum number. Then, the Panel of Judges was guided by Article 1238 of the Civil Code in assessing whether W's actions could be called a default or not. W's actions were considered as an act of default in the form of not achieving at all and fulfilling the wrong element in the form of intentional so that the Panel of Judges granted petitum number listed | |
| 36432 | 39403 | E1A019044 | KEBIJAKAN POLA KARIER PEGAWAI NEGERI SIPIL KEJAKSAAN YANG MENDUDUKI JABATAN FUNGSIONAL BERDASARKAN PERATURAN KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2020 | Pola karier memberikan gambaran atas kepastian tentang arah alur karier yang dapat ditempuh oleh setiap Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi syarat sebagaimana yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Pola karier memberikan kesempatan kepada PNS yang telah memenuhi syarat untuk memperoleh kenaikan pangkat dengan tepat waktu dan tepat pada orangnya didasarkan pada peraturan dan kebijakan yang ada. Pengimplementasian pola karier Pegawai Negeri Sipil kejaksaan masih kerap ditemui hal-hal yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Dalam pelaksanaannya masih ditemui hambatan dalam proses pengangkatan jabatan kejaksaan khususnya bagi pegawai kejaksaan yang menduduki jabatan fungsional dan telah memenuhi persyaratan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. Berdasarkan hambatan tersebut menunjukan bahwa pola karier masih belum diterapkan dengan baik dan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan pola karier pegawai negeri sipil kejaksaan serta implikasi hukum yang timbul dalam penerapan pola karier pegawai negeri sipil kejaksaan yang menduduki jabatan fungsional. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data dari data sekunder berupa studi Pustaka dan wawancara sebagai penunjang data sekunder. Penelitian ini diuraikan dengan teks naratif yang dianalisis dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan Kebijakan pola karier kejaksaan masih belum komperhensif karena belum adanya peraturan secara khusus yang mengatur mengenai pola karier bagi pegawai kejaksaan sehingga kebijakan yang ada pada saat ini belum mampu memberikan pengaturan secara spesifik terhadap pola karier di lingkungan. Implikasi hukum terhadap penerapan pola karier pegawai kejaksaan yang menduduki jabatan fungsional adalah terdapat perbedaan pola karier diantara unit kejaksaan, sehingga tidak adanya keseragaman dalam menerapkan standar dan kriteria yang mengakibatkan tidak dapat terpenuhinya hak kepegawaian bagi pegawai di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Kata Kunci: Pola karier, Pegawai Negeri Sipil, Kejaksaan | Career patterns provide an overview of the certainty about the direction of career flow that can be taken by every civil servant who has qualified as stipulated in the legislation. Career patterns provide opportunities for civil servants who have qualified to obtain promotion in a timely and appropriate to the person based on existing regulations and policies. The implementation of the career pattern of civil servant’s prosecutors are still often encountered things that are not in accordance with existing regulations. In practice, there are still obstacles in the process of appointing the prosecutor's office, especially for prosecutor's office employees who occupy functional positions and have met the requirements to occupy higher positions. Based on these obstacles, it shows that the career pattern is still not implemented properly. The purpose of this study was to determine the career pattern policy of the prosecutor's civil servant and the legal implications arising in the application of the career pattern of the prosecutor's civil servant who occupies a functional position. This study uses a normative juridical approach with prescriptive research specifications. Data sources of secondary data in the form of literature and interviews as supporting secondary data. This research is described with narrative text that is analyzed by qualitative analysis method. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the prosecutor's career pattern policy is still not comprehensive because there is no specific regulation governing career patterns for prosecutor's employees so that the existing policy is not able to provide specific arrangements for career patterns in the environment. The legal implications for the implementation of career patterns of prosecutor's employees who occupy functional positions is that there are differences in career patterns among the prosecutor's unit, so that there is no uniformity in applying standards and criteria that result in the non-fulfillment of personnel rights for employees within the prosecutor's Office of the Republic of Indonesia. Keywords: career pattern, civil servants, prosecutors | |
| 36433 | 39377 | K1B016023 | PERBANDINGAN MODEL ARIMA PADA DATA KASUS POSITIF COVID-19 DI DKI JAKARTA SEBELUM DAN SESUDAH DITERAPKANNYA KEBIJAKAN VAKSINASI | Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model ARIMA pada data kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta sebelum dan sesudah diterapkannya kebijakan vaksinasi menggunakan metode ARIMA. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta yang terdiri dari 308 sampel mulai tanggal 12 Agustus 2020 sampai 15 Juni 2021. Dari hasil penelitian ini diperoleh model terbaik untuk data kasus COVID-19 di DKI Jakarta sebelum diterapkannya kebijakan vaksinasi adalah ARIMA(0,1,1) dengan orde AR(0), orde MA(1) dan pembeda orde pertama menunjukkan bahwa jumlah kasus COVID-19 pada saat t akan dipengaruhi jumlah kasus hari sebelumnya dan penambahan proporsi error model hari sebelumnya sebesar 0,5047. Sementara itu, model terbaik untuk data kasus COVID-19 di DKI Jakarta sesudah diterapkannya kebijakan vaksinasi adalah ARIMA(1,1,1) dengan orde AR(1), orde MA(1) dan pembeda orde pertama menunjukkan bahwa jumlah kasus COVID-19 pada saat t akan dipengaruhi oleh penambahan proporsi jumlah kasus hari sebelumnya sebesar 1,3274, pengurangan proporsi jumlah kasus dua hari sebelumnya sebesar 0,3875 dan penambahan proporsi error model hari sebelumnya sebesar 0,8107. | This study aims to compare the ARIMA model on data on positive cases of COVID-19 before and after regulating vaccination that employs ARIMA. The secondary data collected were the positive cases of COVID-19 from 12th August 2020 until 15th June 2021. It embodied 308 samples. The results show that the best model for data on COVID-19 cases in DKI Jakarta before the implementation of the vaccination policy is ARIMA(0,1,1) with the order AR(0), order MA(1) and using first difference operator shows that the previous day's number of cases will be influenced by the number of COVID-19 cases at time t and the addition of the previous day's model error proportion is 0.5047. Meanwhile, the best model for data on COVID-19 cases in DKI Jakarta after the implementation of the vaccination policy is ARIMA(1,1,1) with order AR(1), order MA(1), and using first difference operator shows that the number of cases of COVID-19 at the time t will be influenced by the addition of the proportion of the number of cases the previous day of 1.3274, the reduction of the proportion of the number of cases and the previous day of 0.3875 and the addition of the proportion of the previous day's model error of 0.8107. | |
| 36434 | 39404 | K1C018010 | Efek Variasi Kecepatan Putar Pulley terhadap Hasil Perajangan Mesin Serbaguna | Penelitian tentang pengaruh variasi kecepatan putar pulley terhadap kualitas dan kuantitas hasil potongan mesin perajang serbaguna telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan optimum yang dapat digunakan untuk memperoleh kuantias dan kualitas mesin perajang serbaguna. Bahan yang digunakan untuk pengujian yaitu singkong dan pisang. Daya motor listrik yang digunakan yaitu ½ hp dengan kecepatannya 1400 rpm. Pulleyyang digunakan pada penggeraknya sebesar 2 inchi dan yang digerakan sebesar 6 inchi; 10 inchi. Hasil kuantitas terbaik diperoleh pada pulley6 inchi. Kualitas perajangan yang baik untuk merajang singkong dengan menggunakan pulley 6 inchi dan kualitas perajangan yang baik untuk merajang pisang dengan menggunakan pulley 10 inchi. | Research on the effect of rotational speed variations pulley on the quality dan quantity of multipurpose chopper machine cuts have been carried out. This study aims to determine the optimum speed that can be used to obtain the quantity dan quality of a multipurpose chopper. The materials used for testing are cassava dan bananas. The power of the electric motor used is ½ hp with a speed of 1400 rpm. Pulley 2 inchiies used for propulsion dan 6 inchiies for movement; 10 inchiies. The best quantity results were obtained in pulley 6 inchiies. The quality of the chopper is good for chopping cassava using pulley 6 inchiies dan a good quality chopper to chop bananas using pulley 10 inchiies. | |
| 36435 | 39405 | F1B019078 | Pengaruh Motivasi Belajar dan Fasilitas Belajar Terhadap Efektivitas Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Pasca Pandemi Covid-19 Pada Mahasiswa Fisip Unsoed | Efektivitas kebijakan pembelajaran tatap muka pasca pandemi covid-19 adalah kebijakan pembelajaran baru yang diberlakukan kembali setelah melakukan pembelajaran daring. hal itu memungkinkan terjadinya perubahan motivasi dan fasilitas belajar selama pandemi covid-19, yang mana perubahan tersebut dapat mempengaruhi efektivitas kebijakan pembelajaran. Fisip Unsoed adalah salah satu instansi yang mengalami perubahan kebijakan pembelajaran tersebut, sehingga perubahan motivasi belajar dan fasilitas belajar pada mahasiswa Fisisp dapat mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran di Fisip. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh motivasi belajar dan fasilitas belajar terhadap efektivitas kebijakan pembelajaran tatap muka pasca pandemi covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif asosiatif dengan jumlah sampel 93 responden dan menggunakan teknik pengambilan sampel Proportionate stratified random sampling. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau-b, Koefisien Konkordasi Kendall’s W, dan Analisis Regresi Ordinal. Hasil analisis menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan pembelajaran tatap muka pasca pandemi covid-19 di Fisip Unsoed berada pada kategori baik (59,1%). Kemudian tingkat motivasi belajar pada kebijakan pembelajaran ini adalah baik (48,4%) dan kondisi fasilitas belajar pasca pandemi juga baik (63,4%). Hasil korelasi Kendall Tau-b dan Konkordasi Kendall’s W menunjukkan bahwa kedua variabel bebas memiliki hubungan baik secara parsial dan stimultan pada efektivitas kebijakan pembelajaran. Kemudian analisis Regresi Ordinal juga menunjukkan bahwa kedua variabel bebas berpengaruh secara positif dan siginifikan terhadap variabel terikat. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh positif dan signifikan antara motivasi belajar dan fasilitas belajar terhadap efektivitas kebijakan pembelajaran tatap muka pasca pandemi covid-19 pada mahasiswa Fisip Unsoed. | The effectiveness of the post-covid-19 face-to-face learning policies is a new learning policy reintroduced after undertaking online learning. It allows for changes in motivation and learning facilities during the covid-19 pandemic, which can affect in the effectiveness of learning policies. Fisip Unsoed is one of the institutions that implemented these policy changes, so a change in learning motivation and learning facilities that can happen in a college students can affect the attainment of learning goals at the Fisip Unsoed. This study aims to examine the effects of learning motivation and learning facilities on the effectiveness of post-covid-19 face-to-face learning policies. This study employed an associative quantitative method, with 93 samples respondents that drawn using Proportionate stratified random sampling techniques. And the analysis methods used are the Correlation of Kendall Tau-b, The Coefficient of Kendall's W and Ordinal Regression Analysis. The result of the analysis shows that the effectiveness of post-covid-19 face-to-face learning policies at Fisip Unsoed is in “good” category (59.1%). Then the motivation rate of learning under these learning policies is in a “good” category (48.4%), and the conditions of post pandemic learning facilities are also in the “good” category (63.4%). The results of Kendall Tau-b correlation and Kendall's W indicate that both independent variables have partial relationships and are stimulants to the effectiveness of learning policies. Then, Ordinal Regression analysis reveals that both independent variables affect positive and siginificant effect to the dependent variable. The conclusion of this study is that there is a positive and significant impact between the learning motivation and learning facilities on the effectiveness | |
| 36436 | 39406 | H1B018015 | MANAJEMEN RISIKO PENERAPAN DESIGN AND BUILD PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI GEDUNG | Design and build merupakan sistem yang digunakan untuk proyek konstruksi berisiko tinggi. Risiko yang terjadi berpengaruh terhadap kesuksesan proyek konstruksi baik dari segi biaya, mutu, waktu, dan safety. Risiko ini lebih berpotensi muncul pada pihak kontraktor dan perencana proyek tersebut. Maka dari itu, untuk melakukan penanganan terhadap risiko dalam kegiatan konstruksi perlu dilakukan manajemen risiko. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan penyebaran kuesioner. Penyebaran kuesioner terbagi menjadi empat tahapan, yaitu Kuesioner Tahap I, Kuesioner Pilot Survey, Kuesioner Tahap II, dan Kuesioner Tahap III. Metode yang digunakan untuk analisis dan evaluasi risiko adalah metode Severity Index dan pengukuran tingkat risiko. Berdasarkan hasil studi literatur, terdapat 98 indikator risiko yang teridentifikasi. Dari hasil validasi oleh para pakar terdapat 40 indikator risiko yang tidak disetujui, sehingga indikator risiko yang digunakan pada penelitian ini yaitu sebanyak 58 indikator risiko. Sedangkan hasil dari pengukuran tingkat risiko didapatkan sebanyak 19 indikator risiko berkategori “Tinggi” dan 6 indikator risiko berkategori “Sangat Tinggi”. Dengan demikian, terdapat 25 indikator risiko dominan yang memerlukan pengendalian atau respon risiko lebih lanjut. Strategi penanganan untuk risiko dominan dilakukan melalui risk avoidance, risk transfer, dan risk reduction/mitigate. | Design and build is a system used for high-risk construction projects. The risks that occur affect the success of construction projects in terms of cost, quality, time, and safety. More potential risks arise on the part of the contractor and project planner. To handle risks in construction activities, it is necessary to carry out risk management. Data collection techniques were carried out through literature studies and distributing questionnaires. The distribution of questionnaire was divided into four stages, namely the Phase I Questionnaire, the Pilot Survey Questionnaire, the Phase II Questionnaire, and the Phase III Questionnaire. The methods for risk analysis and evaluation use the Severity Index and Probability Impact Matrix. Based on the results of the literature study, there are 98 identified risk indicators. From the validation results by experts, there are 40 risk indicators that are not approved, so that the risk indicators used in this study were 58 risk indicators. While the results of measuring level of risk obtained 19 risk indicators in the "High" category and 6 risk indicators in the "Very High" category. Thus, there are 25 dominant risk indicators that require further control or risk response. Handling strategies for dominant risk are carried out through risk avoidance, risk transfer, and risk reduction/mitigation. | |
| 36437 | 44096 | F1B020022 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SATU DATA INDONESIA PADA TINGKAT PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA (Penelitian pada Penyelenggaraan Satu Data Kabupaten Banyumas) | Kebutuhan pemerintah atas perbaikan tata kelola data pemerintahan pada tingkat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah menjadi latar belakang pemerintah menetapkan kebijakan Satu Data Indonesia (SDI). Penelitian ini berfokus pada “Implementasi Kebijakan SDI pada Pemerintah Kabupaten Banyumas”. Kajian pustaka penelitian ini mengadopsi kajian implementasi kebijakan model Smith (1973) dan street level bureaucracy oleh Lipsky (1983) yaitu aspek idealized policy, implementing organization, target groups, dan social dynamics. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan SDI di Kabupaten Banyumas telah berjalan, namun masih terdapat kendala. Dalam penyelenggaraan kebijakan SDI memiliki potensi pengembangan yang dapat dilakukan dengan adanya komitmen dan keberlanjutan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas. | Government needs to improve governance data management at the level of the central government as well as the local government are the background of the government's establishment of the Satu Data of Indonesia (SDI) policy. This research focuses on “Implementation of SDI Policy on the Government of Banyumas Regency”. The study of the research library adopted the Smith model policy implementation study (1973) and street level bureaucracy by Lipsky (1983) as aspects of idealized policy, implementing organization, target groups, and social dynamics. The methods used in this research are qualitative methods with data collection through interviews, observations and documentation. Research shows that implementation of SDI policy in Banyumas district has been running, but there are still obstacles. In the implementation of SDI policy, SDI has the potential for development that can be achieved with the commitment and sustainability of the Banyumas Regency Government. | |
| 36438 | 39407 | C0D020032 | MARKETING STRATEGY OF SIMPEDES SAVING PRODUCTS IN INCREASING THE NUMBER OF CUSTOMERS AT PT BANK RAKYAT INDONESIA PURWOKERTO BRANCH OFFICE | Magang ini bertujuan untuk memahami strategi pemasaran produk simpanan simpedes dalam meningkatkan jumlah nasabah di PT Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Purwokerto. Tujuan dari strategi bauran pemasaran itu sendiri adalah untuk mencapai tujuan bisnis yang diupayakan. Mereka adalah untuk meningkatkan penjualan, memuaskan dan mendapatkan loyalitas pelanggan, dan mendapatkan keuntungan. Magang ini akan dilaksanakan pada tanggal 05 Januari 2023 - 09 Februari 2023 di Bank Rakyat Indonesia Cabang Purwokerto Observasi merupakan metode utama yang digunakan dalam magang ini. Pengamatan dilakukan sekitar satu bulan. Bank Rakyat Indonesia merupakan salah satu bank yang dapat kita temukan dengan mudah, bahkan di kota-kota kecil dan kecamatan. Tidak salah jika pada akhirnya banyak orang yang lebih memilih bank yang satu ini untuk kebutuhan transaksi melalui rekening tabungan. Apalagi, setoran awal yang begitu terjangkau mampu menarik lebih banyak masyarakat yang masih minim pengetahuan tentang sistem keuangan modern. dan Bank Rakyat Indonesia , terdapat tabungan dengan setoran awal yang kecil dan biaya yang rendah yaitu Tabungan Simpedes Tabungan simpedes adalah Tabungan Simpedes Bank Rakyat Indonesia merupakan salah satu produk tabungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dalam proses pembukaan rekening tabungan tentunya ada prosedur di dalamnya. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui gambaran umum Tabungan Simpedes Bank Rakyat Indonesia dan mendeskripsikan tata cara pembukaan rekening tabungan melalui mobile banking yang dimiliki oleh Bank Rakyat Indonesia yaitu BRImo | This internship aims to understand marketing strategy of simpedes saving products in increasing the number of customers at PT Bank Rakyat Indonesia Purwokerto Branch Office The purpose of the marketing mix strategy itself to achieve the business objectives being pursued. They is to increase sales, satisfy and gain customer loyalty, and gain profits. This internship will be held on 05 January 2023 - 09 February 2023 at the Bank Rakyat Indonesia Purwokerto branch Observation is the main method employed in this internship. Observations were made about one month. Bank Rakyat Indonesia is one of the banks that we can easily find, even in small towns and sub-districts. It's not wrong if in the end many people prefer this one bank for transaction needs through a savings account. Moreover, the initial deposit is so affordable that it can attract more people who still lack knowledge about the modern financial system. and Bank Rakyat Indonesia , there is a savings account with a small initial deposit and a low fee, which is Simpedes Savings simpedes savings is Bank Rakyat Indonesia Simpedes Savings is one of PT Bank's savings products Indonesian People (Persero) Tbk. In the process of opening a savings account of course there is a procedure in it. The purpose of writing this final task is to find out an overview of Bank Rakyat Indonesia Simpedes Savings and describes the procedure for opening a savings account through mobile banking owned by Bank Rakyat Indonesia namely BRImo | |
| 36439 | 39408 | C1B019040 | Pengaruh Kualitas Pelayanan Elektronik Terhadap Minat Beli Ulang Dengan Kepercayaan Konsumen Sebagai Variabel Mediasi (Studi Pada Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Pengguna Shopee) | Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh kualitas pelayanan elektronik terhadap minat beli ulang dengan kepercayaan konsumen sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan variabel dimensi kualitas pelayanan elektronik, kepercayaan konsumen dan minat beli ulang. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman pengguna Shopee. Metode yang digunakan dalam pengambilan data ini adalah metode purposive sampling dengan menggunakan kuesioner. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SmartPLS menggunakan 160 responden dengan uji mediasi menggunakan uji Sobel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Dimensi fisiensi berpengaruh positif terhadap minat beli ulang (2) Dimensi pemenuhan tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang (3) Dimensi ketersediaan sistem tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang (4) Dimensi rahasia pribadi tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang (5) Dimensi responsif tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang (6) Dimensi kompensasi tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang (7) Dimensi efisiensi tidak berpengaruh terhadap kepercayan konsumen (8) Dimensi pemenuhan tidak berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen (9) Dimensi ketersediaan sistem berpengaruh positif terhadap kepercayaan konsumen (10) Dimensi rahasia pribadi berpengaruh positif terhadap kepercayaan konsumen (11) Dimensi responsif tidak berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen (12) Dimensi kompensasi tidak berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen (13) Kualitas pelayanan elektronik tidak berpengaruh terhadap minat beli ulang (14) Kepercayaan konsumen tidak dapat memediasi pengaruh kualitas pelayanan elektronik terhadap minat beli ulang.Implikasi dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat beli ulang pada konsumen e-commerce Shopee melalui kualitas pelayanan elektronik pada aplikasi Shopee sehingga pengguna menjadi lebih nyaman serta dapat mempertahankan kepercayaan konsumen. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan Elektronik, Kepercayaan Konsumen, Minat Beli Ulang | This study aims to explain the effect of "Electronic Service Quality on Repurchase Intention with Consumer Trust as a Mediation Variable". This study uses the dimensions of electronic service quality, consumer trust and repurchase intention. The population in this study were students at Jenderal Soedirman University who use Shopee. The method used in collecting this data is a purposive sampling method using a questionnaire. The analytical tool used in this study is SmartPLS using 160 respondents with a mediation test using the Sobel test.The results of this study indicate that: (1) The efficiency dimension has a positive effect on repurchase intention (2) The fulfillment dimension has no effect on repurchase intention (3) The system availability dimension has no effect on repurchase intention (4) The personal confidential dimension has no effect on repurchase intention (5) Responsive dimension has no effect on repurchase intention (6) Sensitive dimension has no effect on repurchase intention (7) Efficiency dimension has no effect on consumer trust (8) Compliance dimension has no effect on consumer trust (9) Availability dimension system has a positive effect on consumer trust (10) Personal cues dimension has a positive effect on consumer trust (11) Responsive dimension has no effect on consumer trust (12) Change dimension has no effect on consumer trust (13) Electronic service quality has no effect on repurchase intention ( 14) My trust consumers cannot mediate the effect of electronic service quality on repurchase intention.The implication of this research is to increase repurchase interest in Shopee e-commerce consumers through the quality of electronic services in the Shopee application so that users become more comfortable and maintain consumer trust. Keywords: Electronic Service Quality, Consumer Trust and Repurchase Intention | |
| 36440 | 39409 | G1A019068 | GAMBARAN KLINIS OTOMIKOSIS DI RS MARGONO SOEKARJO | Otomikosis merupakan penyakit pada liang telinga bagian luar yang disebabkan karena mikroorganisme jamur. Tanda yang ditemukan pada penderita otomikosis pun dapat bervariasi. Mulai dari edem atau kemerahan pada liang telinga luar, nyeri pada tragus, adanya cairan atau terdapat massa jamur yang ditemukan melalui pemeriksaan secara klinis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran klinis pada pasien terdiagnosis otomikosis di RS Margono Soekarjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study yang menggunakan data primer diambil pada bulan Juli-November 2022 di poliklinik THT-KL RS Margono Soekarjo. Data diambil melalui tahapan anamnesis dan pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis THT-KL. Setelah otomikosis terdiagnosis secara klinis selanjutnya dilakukan dokumentasi pada lembar pemeriksaan pasien terkait karakteristik subyek dan gambaran klinis berupa gejala dan tanda yang dialami subyek. Analisis data yang dilakukan merupakan analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi gambaran klinis pada subyek penelitian. Total sampel yang didapatkan adalah 46 sampel dari 42 subyek terdiagnosis otomikosis dengan rentang usia 17-73 tahun dengan usia yang rentan mengalami otomikosis adalah 26-35 tahun. Gambaran klinis berupa gejala yang umum dikeluhkan adalah rasa gatal (80,43%). Gejala lain yang umum ditemukan adalah ketulian (78,26%) dan rasa tersumbat di telinga (73,91%). Sementara tanda yang umum ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan fisik adalah massa jamur (100%) massa jamur yang umum ditemukan adalah massa keputihan. Selain itu terdapat tanda yang umum ditemukan berupa discharge (63,04%) dan perforasi (60,87%). Otomikosis merupakan penyakit yang umum ditemukan pada dewasa muda. Gejala dan tanda otomikosis bervariasi namun yang umum ditemukan adalah gejala berupa gatal, tuli dan rasa tersumbat pada telinga. Sementara tanda yang umum ditemukan adalah adanya massa jamur pada telinga, adanya cairan yang keluar dari telinga serta terdapat perforasi di telinga. | Otomycosis is a disease of the outer ear canal caused by fungal microorganisms. Signs found in patients with otomycosis may also vary, such as edema, redness of the outer ear canal, tragus pain, discharge, or fungal mass through the clinical examination. This study aimed to determine the clinical features of patients diagnosed with otomycosis at Margono Soekarjo Hospital. This research was a descriptive study with a cross-sectional approach using primary data from July-November 2022 at the ENT clinic, Margono Soekarjo Hospital. An ENT specialist took data through the stages of anamnesis and physical examination. After otomycosis is clinically diagnosed, further documentation is carried out on the patient’s examination sheet regarding the characteristics of the subject and the clinical features in the form of symptoms and signs experienced by the subject. The data analysis performed was a univariate analysis to demonstrate the frequency distribution of clinical features in the study subjects. The total samples obtained are 46 samples from 42 subjects diagnosed with otomycosis with an age range of 17-73 years, and the susceptible age to undergo otomycosis is 26-35 years. The most common symptom is itching (80,43%). Other commonly found symptoms are hearing loss (78,26%) and a sensation of blockage in the ears (73,91%). At the same time, the sign commonly found in the physical examination is a fungal mass (100%). The most typical form of fungal group is white mass. In addition, signs are frequently found in discharge (64,04%) and perforation (60,87%). Otomycosis is a common disease in young adults. Symptoms and signs of otomycosis vary, but the common symptoms are itching, hearing loss, and the sensation of blockage in the ears. At the same time, the common signs are fungal mass in the ear, discharge, and perforation of the ear |