| NIM | H1A020040 |
| Namamhs | FERRO MAGNA PERDANA |
| Judul Artikel | PERANCANGAN SISTEM MONITORING KERETA PENUMPANG BERBASIS IOT MENGGUNAKAN PROTOKOL MQTT DAN PLC WAGO |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kereta merupakan moda transportasi yang menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia untuk 0melakukan perjalanan antar daerah. Data pada tahun 2022 dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sebanyak 19,44 juta orang menggunakan moda transportasi kereta api di seluruh Indonesia. Maka dari itu dibutuhkan kereta penumpang yang dapat memberikan fasilitas keamanan dan kenyamanan bagi penumpang selama berada di dalam kereta. Penggunaan PLC WAGO sebagai VCU memberikan fleksibilitas dalam pengembangan sistem sehingga PLC dapat dihubungkan dengan jaringan internet. PLC dapat mengirimkan data secara nirkabel menggunakan protokol Message Queue Telemetry Transport (MQTT) sehingga kereta penumpang dapat terhubung dengan pusat pengendali untuk melakukan monitoring jarak jauh. Berdasarkan hasil pengujian, sistem berhasil menghubungkan PLC dengan MQTT Broker ditunjukkan dengan data monitoring yang berhasil diterima oleh komputer client dengan latensi pengiriman data rata-rata sebesar 66.25 ms, dan durasi query antara Grafana dengan basis data InfluxDB yang berjalan secara lokal rata-rata sebesar 407 ms. Sehingga pusat pengendali dapat melakukan monitoring secara jarak jauh terhadap kereta penumpang dengan siklus pembaruan data setiap 5 detik sekali. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Trains are the mode of transportation that is the main choice for most Indonesians to travel between regions. Data in 2022 from the Central Statistics Agency (BPS) shows that as many as 19.44 million people use rail transportation throughout Indonesia. Therefore, a passenger train is needed that can provide safety and comfort facilities for passengers while on the train. Using the WAGO PLC as a VCU provides flexibility in system development so that the PLC can be connected to an internet network. PLCs can transmit data wirelessly using the Message Queue Telemetry Transport (MQTT) protocol so that passenger trains can be connected to a control center for remote monitoring. Based on the test results, the system successfully connected the PLC with the MQTT Broker as indicated by the monitoring data that was successfully received by the client computer with an average data transmission latency of 66.25 ms, and the query duration between Grafana and the InfluxDB database running locally was an average of 407 ms. So the control center can remotely monitor passenger trains with a data update cycle every 5 seconds. |
| Kata kunci | TCMS, Sistem Monitoring, IoT, VCU, MQTT, Node-RED, InfluxDB, Grafana |
| Pembimbing 1 | Eko Murdyantoro Atmojo, S.T., M.Eng. |
| Pembimbing 2 | Arief Wisnu Wardhana, B.Eng (Hons), M.Eng. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2024 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2024-05-08 08:55:11.374687 |
|---|