Home
Login.
Artikelilmiahs
39489
Update
HAROKIAH AULIA HAQ
NIM
Judul Artikel
Analisis Kinerja Simpang Alun-Alun Kota Tasikmalaya dengan Metode PKJI 2014 dan Software Vissim
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Simpang Alun-Alun Kota Tasikmalaya merupakan simpang bersinyal yang mempunyai 4 kaki pendekat yaitu Jalan Sutisna Senjaya, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Tentara Pelajar, dan Jalan R. A. A Wiratuningrat. Posisi simpang terletak di tengah kawasan perdagangan Kota Tasikmalaya, menyebabkan terjadi tundaan dan panjang antrian pada saat jam puncak, tepatnya di ruas pendekat Tentara Pelajar dan Sutisna Senjaya pengendara mendapatkan dua kali lampu merah. Faktor lainnya yaitu tingginya hambatan samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja simpang menggunakan metode PKJI 2014 dan mengetahui alternatif solusi untuk penanganan masalah pada simpang dengan Software Vissim. Pengambilan data dilakukan dengan cara survei di lapangan yang dilakukan tanggal 9-14 Agustus 2022. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa panjang antrian pada pendekat Sutisna Senjaya sebesar 93,33 m, pendekat Otto Iskandardinata sebesar 106,67 m, pendekat Tentara Pelajar sebesar 93,33 m, dan pendekat R. A. A Wiratuningrat sebesar 120 m. Simpang memiliki V/C rasio tinggi dikarenakan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,80 dan tundaan rata-rata simpang yang dihasilkan 58,78 det/skr termasuk pada tingkat pelayanan E (40-60 det/skr). Untuk meningkatkan kinerja Simpang Alun-Alun Kota Tasikmalaya dilakukan alternatif perbaikan dengan melakukan perubahan dari 4 menjadi 3 fase serta pengaturan ulang waktu siklus menjadi 64 detik yang menghasilkan nilai tundaan rata-rata simpang sebesar 18,71 det/skr dengan tingkat pelayanan meningkat menjadi B (10-20 detik/skr). Dari analisis menggunakan metode PKJI 2014 dan Software Vissim menunjukkan adanya perbedaan hasil kinerja simpang khusus pada nilai tundaan, nilai yang diperoleh dari metode PKJI 2014 lebih tinggi dibandingkan Software Vissim.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Tasikmalaya City Alun-Alun intersection is a signalized intersection that has 4 approach legs namely Jalan Sutisna Senjaya, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Tentara Pelajar, and Jalan R. A. A Wiratuningrat. The position of the intersection is located in the middle of the Tasikmalaya City trade area, causing delays and queue lengths during peak hours, precisely in the approach sections of the Tentara Pelajar and Sutisna Senjaya drivers get two red lights. Another factor is the high side obstacles. This study aims to determine the performance of the intersection using the PKJI 2014 method and to find out alternative solutions for handling problems at the intersection with Software Vissim. Data collection was carried out by means of a field survey conducted on August 9-14, 2022. Based on the results of the study, it can be seen that the length of the queue on the Sutisna Senjaya approach is 93.33 m, the Otto Iskandardinata approach is 106.67 m, the Tentara Pelajar approach is 93.33 m, and the R. A. A Wiratuningrat approach is 120 m. The intersection has a high V / C ratio due to the degree of saturation value of 0.80 and the resulting average intersection delay of 58.78 sec / skr including at level of service E (40-60 sec / skr). To improve the performance of the Tasikmalaya City Alun-Alun Intersection, alternative improvements are made by making changes from 4 to 3 phases and resetting the cycle time to 64 seconds which results in an average intersection delay value of 18.71 sec/skr with the level of service increasing to B (10-20 sec/skr). From the analysis using the PKJI 2014 method and Software Vissim, it shows that there are differences in the results of special intersection performance on the delay value, the value obtained from the PKJI 2014 method is higher than that of Software Vissim.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save