Artikel Ilmiah : I1B019051 a.n. MU'TAZIATUL ADHIMAH

Kembali Update Delete

NIMI1B019051
NamamhsMU'TAZIATUL ADHIMAH
Judul ArtikelHUBUNGAN PEKERJAAN IBU DENGAN KELAHIRAN BAYI PREMATUR DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pendahuluan: Kelahiran bayi prematur di Indonesia cukup tinggi. Untuk itu, upaya untuk mengurangi risiko kelahiran bayi prematur sangat diperlukan. Salah satunya dengan mendeteksi faktor yang mungkin meningkatkan risiko ibu melahirkan prematur, seperti pekerjaan. Hasil penelitian saat ini, masih menunjukkan ketidakkonsistenan hubungan pekerjaan dan kelahiran bayi prematur. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pekerjaan dengan kelahiran bayi prematur.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan accidental sampling sejumlah 37 ibu yang sudah melahirkan di Ruang Melati dan Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada periode Januari-Februari 2023. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pengumpulan data, instrumen modifikasi dari beban kerja fisik, SSRT indikator kelelahan fisik, DASS skala stres, dan lembar klasifikasi pekerjaan ibu. Analisis statistik uji bivariat menggunakan Chi-Square.
Hasil Penelitian: Mayoritas responden bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan sebagian besar mengalami riwayat komplikasi selama kehamilan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan kelahiran bayi prematur (p= 0,078; p > 0, 05).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu dengan kelahiran bayi prematur. Pekerjaan bukan merupakan satu-satunya faktor yang berhubungan dengan kelahiran prematur.
Abtrak (Bhs. Inggris)Introduction: Premature births in Indonesia are high. For this reason, efforts to reduce the risk of premature birth are needed. One is detecting factors that might increase the risk of a mother giving birth prematurely, such as maternal occupation. The results of the current study still show the inconsistency of the relationship between maternal occupation and preterm birth. So this study aims to analyze the relationship between work and premature birth.
Methods: This study used a cross-sectional design with an accidental sample of 37 mothers who had given birth in the Melati and Flamboyan Rooms, Prof. Hospital. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto in the period January-February 2023. The research instruments used were data collection sheets, instruments of physical workload, physical fatigue, DASS, and mothers' occupational classification sheets. The bivariate statistical analysis used Chi-Square test.
Research Results: The majority of respondents work as housewives, and most have a history of pregnancy complications. The results showed that there was no relationship between the mother's occupation and the birth of premature babies (p = 0.078; p> 0.05).
Conclusion: There is no significant relationship between maternal occupation and premature birth. Occupation is not the only factor associated with preterm birth.
Kata kuncikelahiran; pekerjaan; prematur
Pembimbing 1Haryatiningsih Purwandari, S.Kep., Ns., M.Kep. Sp.Kep.An.
Pembimbing 2Eni Rahmawati S.Kep., Ns., M.Kep
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2023-02-24 05:28:20.417353
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.