Artikel Ilmiah : F1A017050 a.n. MIFTAH NUR AZIZA
| NIM | F1A017050 |
|---|---|
| Namamhs | MIFTAH NUR AZIZA |
| Judul Artikel | PANDANGAN MASYARAKAT MENGENAI BUDAYA PATRIARKI (STUDI DI DESA JEMBANGAN, KECAMATAN PLUPUH, KABUPATEN SRAGEN) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Patriarki merupakan akar permasalahan ketidakadilan gender dalam masyarakat. Kultur ini masih tetap eksis, terutama di pedesaan, karena masyarakat desa dianggap memiliki pemikiran yang kuno dan kurang berpendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat desa mengenai budaya patriarki. Penelitian dilakukan di Desa Jembangan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Kuesioner dibagikan secara online dengan google form melalui media sosial Whatsapp dan secara offline melalui wawancara langsung dengan responden. Metode pengumpulan data juga menggunakan metode observasi. Metode kualitatif juga digunakan untuk menggali informasi tentang praktik-praktik kultur patriarki serta perbedaannya antara masa lampau dan masa kini. Sasaran penelitian ini adalah warga yang sudah berusia minimal 18 tahun dengan sampel sebanyak 97 orang. Pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling (sampel acak berstrata proporsional). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Desa Jembangan cenderung masih menyetujui kultur patriarki. Kemudian, masyarakat lebih suka dipimpin laki-laki. Hal ini antara lain tercermin pada struktur kepemimpinan desa yang semuanya dijabat laki-laki, mulai dari kepala desa dan perangkatnya hingga para ketua RT dan RW. Terdapat perbedaan kultur patriarki pada zaman dahulu dengan era modern sekarang. Jika di masa lalu perempuan dibatasi dalam hal pendidikan dan pekerjaan, saat ini perempuan dapat sekolah dan memilih pekerjaan yang diinginkan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Patriarchy is the root cause of gender inequality in society. This culture still exists, especially in rural areas, because village people are considered to have old-fashioned thinking and lack of education. This study aims to determine the views of the village community regarding patriarchal culture. The research was conducted in Jembangan Village using a quantitative method with a survey approach. Questionnaires were distributed online with the Google form via Whatsapp social media and offline through direct interviews with respondents. The data collection method also uses the observation method. Qualitative methods are also used to gather information about patriarchal cultural practices and the differences between the past and the present. The target of this research is residents who are at least 18 years old with a sample of 97 people. Sampling using proportionate stratified random sampling (proportional stratified random sample). The results of the study show that the perceptions of the people of Jembangan Village tend to still approve of patriarchal culture. Then, society prefers to be led by men. This is reflected, among other things, in the village leadership structure, where all positions are held by men, starting from the village head and his officials to the heads of the RT and RW. There are differences in patriarchal culture in ancient times with today's modern era. If in the past women were limited in terms of education and work, now women can go to school and choose the job they want. |
| Kata kunci | Kata kunci: patriarki, ketidakadilan gender, perempuan |
| Pembimbing 1 | Dra. Tri Rini Widyastuti, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Soetji Lestari, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 23 |
| Tgl. Entri | 2023-02-23 20:57:49.214539 |