Home
Login.
Artikelilmiahs
39260
Update
NOVITA ANGGRAENI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU TAPIOKA DI UD LIMBAH DI DESA NANGKOD KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ubi kayu merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang cukup penting dalam menopang ketahanan pangan di suatu wilayah. Berdasarkan Badan Pusat Statistika Kabupaten Purbalingga (2020), jumlah produksi ubi kayu di Kecamatan Kejobong sebesar 14.769 ton. Ubi kayu digunakan sebagai bahan baku makanan dan bahan baku industri salah satunya industri tepung tapioka. UD. Limba Sari dalam menentukan volume pembelian bahan baku didasarkan pada permintaan konsumen belum berdasarkan analisis jumlah pembelian ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghitung volume pembelian persediaan bahan baku yang ekonomis, 2) menghitung persediaaan pengaman yang ekonomis dan 3) menghitung titik pemesanan bahan baku yang dibutuhkan selama masa tenggang. Penelitian ini dilaksanakan di UD Limbah Sari. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 16 Januari sampai 6 Febuari 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Variabel yang diamati adalah volume pembelian, frekuensi pembelian bahan baku, harga bahan baku, biaya persediaan bahan baku meliputi biaya pemesanan bahan baku dan biaya penyimpanan bahan baku. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Jumlah pembelian bahan baku ekonomis (Economic Order Quantity) yang semestinya dilakukan perusahaan pada bulan Juli sebesar 22.454 kg dengan frekuensi pembelian 6 kali dalam sebulan, pada bulan Agustus sebesar 64.604 kg dengan frekuensi pembelian 5 kali dalam sebulan, pada bulan September sebesar 41.176 kg dengan frekuensi pembelian 7 kali dalam sebulan. Persediaan pengaman yang harus dilakukan UD Limbah Sari pada bulan Juli sebesar 5.209 kg, bulan Agustus sebesar 6.603 kg, bulan September sebesar 7.025 kg, agar perusahaan dapat terhindari dari risiko kehabisan bahan baku atau keterlambatan permintaan bahan baku yang dipesan. Perusahaan harus melakukan titik pemesanan kembali ketika persediaan bahan baku yang ada diperusahaan sebesar 22.061 kg pada bulan Juli, pada bulan Agustus sebesar 28.232 kg, pada bulan September sebesar 28.669 kg.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cassava is one of the important food crop commodities in supporting food security in a region. Based on the Central Bureau of Statistics for Purbalingga Regency (2020), the total production of cassava in Kejobong District is 14,769 tons. Cassava is used as a raw material for food and industrial raw materials, one of which is the tapioca flour industry. UD. Limba Sari in determining the purchase volume of raw materials is based on consumer demand not based on an analysis of the economic purchase amount. This study aims to 1) calculate the purchase volume of economical raw material supplies, 2) calculate economical safety stock and 3) calculate the point of ordering raw materials needed during the grace period. This research was conducted at UD Waste Sari. This research was conducted from January 16 to February 6 2023. The research method used was a case study. The variables observed were purchase volume, raw material purchasing frequency, raw material prices, raw material inventory costs including raw material ordering costs and raw material storage costs. The research results obtained were the amount of economic order quantity that the company should have made in July of 22,454 kg with a purchase frequency of 6 times a month, in August of 64,604 kg with a purchase frequency of 5 times a month, in September 41,176 kg with a purchase frequency of 7 times a month. The safety stock that UD Waste Sari must carry out in July is 5,209 kg, in August is 6,603 kg, in September is 7,025 kg, so that the company can avoid the risk of running out of raw materials or delays in requests for ordered raw materials. The company must make a reorder point when the raw material inventory in the company is 22,061 kg in July, in August it is 28,232 kg, in September it is 28,669 kg.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save