Artikelilmiahs

Menampilkan 35.961-35.980 dari 49.843 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3596144050H1B020020STUDI PARAMETRIK PEMBEBANAN MONOTONIK BALOK BETON BERTULANG TAMPANG T DENGAN PERKUATAN HSM PADA DAERAH MOMEN NEGATIF (A PARAMETRIC STUDY ON THE MONOTONIC LOADING OF RC T-BEAMS WITH NEGATIVE MOMENT REGION HSM STRENGTHENING STRATEGIES)Bangunan dengan struktur beton bertulang rentan terhadap kerusakan. Oleh karena itu, perkuatan struktur dilakukan untuk mencegah potensi kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuat tekan beton, rasio penulangan, dan metode perkuatan pada model numerik balok beton bertulang tampang T yang diperkuat dengan High Strength Mortar (HSM) pada daerah momen negatif dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (FEM). Daerah momen negatif dianggap kritis karena memiliki nilai maksimum untuk momen dan gaya geser. Penelitian ini menggunakan 21 model benda uji yaitu balok tanpa perkuatan (BK), dengan kuat tekan 17,5 MPa, 28,68 MPa, dan 50 MPa, kondisi over reinforced dan under reinforced. Balok-balok tersebut juga diperkuat dengan dua diameter baja tulangan yang berbeda yaitu 13 mm (BM-13) dan 16 mm (BM-16). Balok-balok ini memiliki kuat tekan 17,5 MPa, 28,68 MPa, dan 50 MPa. Kedua balok perkuatan tersebut juga dimodelkan dalam kondisi over reinforced dan under reinforced. Variasi ketebalan HSM yang digunakan adalah 20 mm, 25 mm, dan 30 mm. Dengan menggunakan software ATENA, analisis dilakukan untuk menentukan pola retak dan nilai beban lendutan. Hasil yang didapatkan kemudian digunakan untuk menghitung kapasitas beban lentur, kekakuan, daktilitas, dan nilai penyerapan energi. Balok yang diperkuat menunjukkan peningkatan kapasitas beban lentur, kekakuan, dan penyerapan energi terhadap balok kontrol. Sebaliknya, balok perkuatan menunjukkan penurunan daktilitas terhadap balok kontrol. Model benda uji dalam kondisi over reinforced menunjukkan kegagalan geser, sedangkan model-model lainnya mengalami kegagalan lentur.Buildings with reinforced concrete structures are susceptible to damage. Consequently, structural strengthening is implemented in order to avert any potential destruction. This study aims to investigate the impact of concrete compressive strength, reinforcement ratio, and reinforcement method on the reinforced concrete T-beams strengthened with High Strength Mortar (HSM) in the negative moment region using the Finite Element Method (FEM). The negative moment region is considered critical due to its maximum values for moment and shear force. This study employed 21 beam models, specifically unstrengthened beams (BK), with compressive strengths of 17.5 MPa, 28.68 MPa, and 50 MPa, under both over reinforced and under reinforced conditions. The beams were also strengthened with two different diameters of steel bars: 13 mm (BM-13) and 16 mm (BM-16). These beams have compressive strengths of 17.5 MPa, 28.68 MPa, and 50 MPa. They were then be applied in both over reinforced and under reinforced conditions. The HSM thickness variations were 20 mm, 25 mm, and 30 mm. By employing the ATENA software, an analysis to determine the crack patterns and deflection load values was conducted. These findings were subsequently utilized to calculate the flexural load capacity, stiffness, ductility, and energy absorption values. The strengthened beams exhibited enhanced flexural load capacity, stiffness, and energy absorption compared to the control beams. Conversely, the strengthened beams exhibited a decrease in ductility compared to the control beams. The models in the over reinforced condition exhibited shear failure, whereas the remaining models underwent flexural failure.
3596244661G1B020015Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Lesi Oral pada Perajin Logam di Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten BanyumasLesi oral yang terjadi pada suatu kelompok pekerjaan menjadi hal yang cukup diwaspadai untuk menjadi sebuah permasalahan di rongga mulut. Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, merupakan daerah dengan jumlah perajin logam terbanyak di Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara lama kerja, frekuensi kerja, kebiasaan merokok, kebiasaan menyikat gigi, dan kebiasaan konsumsi obat-obatan dengan lesi oral pada perajin logam di Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan metode cross sectional study. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 63 perajin logam. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis chi-square. Hasil penelitian ini menemukan adanya karakteristik lesi oral yang beragam pada seluruh subjek penelitian seperti exogenous pigmentation, gingivitis, fissure tongue, crenated tongue, coated togue, ulcer, dan geographic tongue dengan faktor risiko yang berbeda-beda. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan (p<0,05) dengan tingkat keeratan cukup kuat antara lama kerja dengan kejadian lesi oral, tingkat keeratan hubungan lemah antara frekuensi kerja, kebiasaan merokok, dan kebiasaan konsumsi obat-obatan. Tidak terdapat hubungan antara usia dan kebiasaan menyikat gigi dengan kejadian lesi oral. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian lesi oral pada perajin logam di Desa Pasir Wetan, antara lain paparan logam ke tubuh, oral hygiene, dan kebiasaan merokok.Oral lesions that occur in a certain group of workers are becoming a cause for concern in the oral cavity. Pasir Wetan Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, is an area with the highest number of metal workers in Banyumas. This study aims to determine the relationship between length of employment, frequency of work, smoking habits, tooth brushing habits, and drug consumption habits with oral lesions in metal workers in Pasir Wetan Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. This type of research is an observational descriptive study with a cross-sectional study method. The sampling method used total sampling. The sample in this study amounted to 63 metal workers. The data analysis used in this study is chi-square analysis. The results of this study found various characteristics of oral lesions in all research subjects such as exogenous pigmentation, gingivitis, fissured tongue, crenated tongue, coated tongue, ulcers, and geographic tongue with different risk factors. The analysis results showed a significant relationship (p<0.05) with a moderately strong association between length of employment and the occurrence of oral lesions, a weak association between frequency of work, smoking habits, and drug consumption habits. There was no relationship between age and tooth brushing habits with the occurrence of oral lesions. The conclusion of thus study is that there are risk factirs associated with the occurrence of oral lesions among metal craftsmen in Pasir Wetan village, including metal exposure to the body, oral hygiene, and smoking habits.
3596339027H1D017012ANALISIS SENTIMEN PENGGUNA TWITTER TERHADAP PERMENDIKBUD NOMOR 30 TAHUN 2021 MENGGUNAKAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINEPada tanggal 03 September 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia telah memberlakukan kebijakan yang disebut Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. Peraturan ini dibuat dalam rangka mengatasi kekhawatiran yang dirasakan oleh sejumlah pihak, terutama mahasiswa dan mahasiswi di seluruh perguruan tinggi di Indonesia mengenai kejadian kekerasan seksual di lingkungan kampus. Namun munculnya peraturan ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, sehingga masyarakat menuangkannya opininya dengan berbagai cara, salah satunya membuat tulisan di platform media sosial seperti twitter. Untuk mengetahui persepsi publik mengenai peraturan ini, maka perlu dilakukan analisis sentimen.On September 3rd, 2021, the Indonesian Ministry of Education, Culture, Research, and Technology issued a policy known as Permendikbudristek No. 30 of 2021 on the prevention and handling of sexual violence in higher education institutions. This regulation was created in response to the concerns felt by many parties, particularly students in all higher education institutions in Indonesia regarding incidents of sexual violence on campus. However, the introduction of this policy has sparked both pros and cons within society, leading people to express their opinions through various means, such as writing on social media platforms like Twitter. In order to gauge the public's perception of this policy, sentiment analysis must be conducted.
3596439024J1C016028Metafora pada Lirik Lagu AAA dalam Album Love Song CollectionPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi metafora pada lirik lagu AAA untuk mengetahui makna cinta yang ingin diungkapkan oleh penulis lirik lagu. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lirik lagu AAA dalam album Love Song Collection yang berisi 22 lagu. Data penelitian ini berupa kalimat yang mengandung ungkapan metafora pada lirik lagu AAA dalam album Love Song Collection. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik simak dan catat. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 27 data yang mengandung ungkapan metafora berdasarkan konsep ruang persepsi manusia oleh Michael C. Haley. Kategori yang paling banyak digunakan penulis untuk merepresentasikan cinta adalah kategori being. Hasil ini menunjukkan bahwa interaksi antara penulis dengan lingkungannya dalam menciptakan metafora lebih dekat dengan kategori being. Hal ini berupa pengalaman dalam mencintai seseorang meskipun seseorang itu tidak memiliki perasaan yang sama dengannya.This research aims to describe the metaphorical representation in lyrics of AAA song to find out the meaning of love that the songwriter wants to express. The data source used in this research is the lyrics of AAA songs in the Love Song Collection album which contains 22 songs. The research data is in the form of sentences containing metaphorical phrases in the lyrics of AAA song in the Love Song Collection album. The data collection technique in this research is observation and note-taking technique. Based on the results of the analysis, 27 data were found containing metaphorical phrases based on the concept of human perception space by Michael C. Haley. The most used category that songwriter uses to represent love is the being category. These results indicate that the interaction between the songwriter and environment in creating metaphor is closer to the being category. It is the experience of loving someone even though that someone does not have the same feelings as the songwriter does.
3596539028K1C017014IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN ANALISIS TILT DERIVATIVE PADA DATA ANOMALI GEOMAGNETIK DI WILAYAH PROSPEK EMAS DESA PANINGKABAN KABUPATEN BANYUMASPenelitian dilakukan di desa Paningkaban yang daerahnya berprospek emas. Luas peneltian daerah tersebut adalah 1,02 km2. Secara geografis penelitian ini terletak pada 108˚59’24,61” BT hingga 109˚0’5,11” BT dan 7˚24’50,51” LS hingga 7˚25’17,00” LS. Penelitian ini menggunakan metode magnetik. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui nilai kontras dan pola anomali untuk mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan desa Paningkaban berdasarkan analisa filter tilt derivative dan pemodelan 2D yang dilakukan. Filter tilt derivative dapat mempermudah interpretasi data yang telah di dapatkan berdasarkan data lapangan. Filter tilt derivative berfungsi untuk mempertegas batas struktur yang dimana dapat diduga sebagai sesar atau batuan intrusi. Anomali reduksi ke kutub menghasilkan nilai anomali magnetik sebesar -381,8 nT hingga 218,7 nT. Berdasarkan analisa tilt derivative, pola kontras persebaran anomali yang bernilai tinggi berada di arah timur – barat. Hal ini dapat diduga sebagai pola pesebaran struktur sesar dan tubuh intrusi pada daerah penelitian yang mana sebagai jalur mineralisasi emas. Pemodelan dilakukan pada software Geosoft Oasis Montaj v. 8.4. struktur geologi bawah permukaan pada hasil pemodelan sayatan A-A’, B-B’, dan C-C’ menghasilkan beberapa intrusi dan sesar. Sayatan A-A’ terdapat satu batuan intrusi yaitu intrusi andesit. Sayatan B-B’ terdapat dua intrusi yaitu batuan intrusi andesit. Sayatan C-C’ terdapat intrusi batuan dan satu sesar. Batuan intrusi tersebut diduga sebagai pembawa mineralisasi emas.
Kata kunci : Anomali magnetik, tilt derivative, mineralisasi emas, Desa Paningkaban.
This research has been carried out in Paningkaban village with prospect of having gold deposits. The research used the magnetic method. the research intends to evaluate the significance of contrast and anomaly patterns to pinpoint the subsurface geological structure of Paningkaban Village based on tilt derivative filter analysis and 2D modelling. The understanding of data that has been gathered via field data can be made easier with derivative tilt filters. The boundary structure, which might be a fault or rock incursion, is strengthened by a derivative tilt filter. Data retrieval, data processing, modeling, and interpretation are the steps or processes that can be used in research to achieve certain outcomes. Data processing takes the form of daily correction, IGRF correction, flat plane reduction, upward lifting, reduction to the pole, and tilt derivative. The reduction data is processed to create a contour map of the tilt derivative anomaly at the pole, where the data no longer exhibits the dipole effect and has turned into a monopole, make the research data is suitable study objectives inside the research region. Magnetic anomaly readings ranged from -381.8 nT to 218.7 nT near the poles due to reduction abnormalities. Accorded from the tilt derivative analysis, the east-west orientation is represented by the highvalue anomaly distribution contrast pattern. This can be inferred as a distribution pattern of intrusion bodies and fault structures in the research area, which is a pathway for gold mineralization. Geosoft Oasis Montaj, version 8.4, is used for modeling. The A-A', A-B', and C-C' incision models' subsurface geological structures give rise to a number of intrusions and faults. One andesite intrusion rock can be found in Incision A-A. Two andesite intrusion rocks can be found in the B-B’ incision. There is a fault and rock intrusion in incision C-C'. It is believed that the intrusive rocks contain gold mineralization.
Keyword : Magnetic anomaly, tilt derivative, gold mineralization, Paningkaban Village
3596638908J0A019019Translating “Fight Depression - Powerful Motivation” And
“Overcome Depression - Powerful Motivation” by Jessica
Houston (From English into Indonesian)
Pada laporan tugas akhir ini, penulis tertarik untuk menerjemahkan video
motivasi dari Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia dengan tema “Depresi”.
Depresi merupakan gangguan yang terjadi pada mood seseorang, biasanya ditandai
dengan perasaan sedih yang terus-menerus, kecemasan, rasa takut akan kehilangan
sesuatu dan hilangnya minat untuk melakukan kegiatan dan aktivitas sehari-hari.
Tujuan dari pelatihan kerja ini adalah menerjemahkan video motivasi dari bahasa
Inggris ke dalam bahasa Indonesia, memberikan ketundukan bahasa Indonesia pada
video ini, dan menjelaskan kendala dan solusi dalam menerjemahkan video motivasi
tersebut.
Dalam menerjemahkan video motivasi ini, ada beberapa kendala, seperti
kurangnya penguasaan bahasa Inggris langua ge dan sulitnya menemukan padanan
yang sesuai untuk beberapa kalimat,suchsebagai kesulitan mengubah kata atau kalimat,
dan merasa ragu dalam mengambil keputusan dalam menerjemahkan praktik kerja ini.
Untuk mengatasi kendala tersebut, solusinya adalah dengan menonton terjemahan
video dan mencari kalimat atau kata-kata yang tidak dipahami melalui kamus online.
In this final report, the focus of this tranlation is two videos about "Depression".
Depression is a disorder that occurs in a person's mood, characterized by persistent
feelings of sadness, fear of losing something and interest in carrying out daily activities
and activities.
The purposes of this job training are, translating motivational videos from
English into Indonesian, giving Indonesian subtittle on this video, and describing the
obstacle and solutions in translating the motivational video.
In translating this motivational video, there are several obstacles, such as the lack
of mastery of English language and the difficulty of finding appropriate equivalents for
several sentences, such as the difficulty of changing words or sentences, and feeling
doubtful in making a decision in translating this work practice. To overcome these
obstacles, the solution is to watch a video translation and look for sentences or words
that are not understood through an online dictionary.
3596744051C1G017048ANALISIS DETERMINAN TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN
KERJA (TPAK) DI KOTA CIREBON, KABUPATEN BOGOR
KABUPATEN BANDUNG, KABUPATEN CIREBON, KABUPATEN
KARAWANG, KABUPATEN INDRAMAYU, KOTA BOGOR,
KOTA BANDUNG, KOTA BEKASI, KOTA DEPOK

TAHUN 2017-2021
Angkatan kerja merupakan penduduk yang sudah memasuki usia kerja
yaitu 15 tahun ke atas yang bekerja atau punya pekerjaan namun tidak bekerja
atau menganggur. Angkatan kerja merupakan penduduk yang aktif dalam
kegiatan ekonomi. Sedangkan bukan angkatan kerja merupakan penduduk
yang masih sekolah dan mengurus rumah tangga. Tingkat partisipasi
angkatan kerja (TPAK) sendiri merupakan suatu indikator ketenagakerjaan
yang memberikan gambaran tentang penduduk yang aktif secara ekonomi
dalam kegiatan sehari-hari merujuk pada suatu waktu dalam periode survei.
Sebagai salah satu provinsi terbesar yang ada di Pulau Jawa tentunya
Provinsi Jawa Barat mempunyai jumlah penduduk yang besar. Dengan
jumlah penduduk yang besar seharusnya Jawa Barat juga menjadi provinsi
dengan TPAK tertinggi, namun ternyata tidak. Oleh karena itu, peneliti
memilih Jawa Barat sebagai topik yang akan diteliti dan akan memilih 10
Kota Kabupaten sebagai sampel.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Hasil dalam
penelitian ini menggunakan Upah Minimum setiap Kota dan Kabupaten,
Jumlah Angkatan Kerja, Tingkat Pendidikan, Inflasi, dan Pertumbuhan
Ekonomi sebagai variabel independen. Dan hasilnya adalah variabel Jumlah
Angkatan Kerja dan Inflasi mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen
yaitu Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Provinsi Jawa Barat.
The labor force is a population that has entered the working age, namely
15 years and over who work or have a job but are not working or
unemployed. The labor force is a population that is active in economic
activities. While not the labor force is a population who is still in school and
takes care of the household. The labor force participation rate (TPAK) itself is
an employment indicator that provides an overview of the population who are
economically active in daily activities referring to a time in the survey period.
As one of the largest provinces on the island of Java, of course, West Java
Province has a large population. With a large population, West Java should
also be the province with the highest TPAK, but it is not. Therefore,
researchers choose West Java as the topic to be researched and will choose 10
Regency Cities as samples.
The data used in this study was quantitative. The results in this study use
the Minimum Wage of each City and District, Number of Labor Force,
Education Level, Inflation, and Economic Growth as independent variables.
And the result is that the variables of the Number of Labor Force and
Inflation have an influence on the dependent variable, namely the Labor
Force Participation Rate in West Java Province.
3596839029I1A018024IMPLEMENTASI PELAYANAN KELUARGA BERENCANA
PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS TELUK
PUCUNG BEKASI UTARA
Latar Belakang : Pada tahun 2020 terjadi Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan
masyarakat mengalami kesulitan dalam mengakses pelayanan kesehatan terutama
pelayanan Keluarga Berencana (KB). Upaya untuk menangani pandemi Covid-19
dengan diberlakukan kebijakan PSBB yang berdampak angka cakupan KB
mengalami penurunan sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan ledakan
penduduk akibat dari meningkatnya angka kehamilan yang tidak diinginkan.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan isi dan lingkungan kebijakan pada
pelaksanaan kebijakan pelayanan KB pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas
Teluk Pucung.
Metodologi : Penelitian ini penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus
yang bertujuan untuk untuk menganalisis mengenai implementasi pelayanan
keluarga berencana pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Teluk Pucung.
Hasil Penelitian : Implementasi pelayanan KB pada saat pandemi Covid-19 di
Puskesmas Teluk Pucung telah dilaksanakan berdasarkan isi dan lingkungan
kebijakan. Namun, terdapat kendala yaitu kurangnya pelaksana program untuk
melaksanakan pelayanan KB di masa pandemi, belum tersedia SOP dan alur
layanan KB secara tertulis sehingga masyarakat membutuhkan waktu untuk
menerima kebijakan KB.
Kesimpulan : Implementasi pelayanan KB pada saat pandemi Covid-19 di
Puskesmas Teluk Pucung terlaksana, tetapi masih terdapat kendala dari sisi isi
kebijakan serta lingkungan kebijakan.
Saran : Merekrut pegawai sementara pada masa pandemi Covid-19 disesuaikan
dengan anggaran yang ada, membuat SOP secara tertulis untuk membantu petugas
kesehatan dalam menjalankan perannya, dan membuat alur pelayanan secara
tertulis untuk memudahkan pelayanan yang ada di puskesmas
Kata kunci : Implementasi, Kebijakan, Pelayanan KB, Covid-19
Background: Covid 19 Pandemic in 2020 resulted in difficulties with accessing
health services, especially family planning (FP) services. Efforts to deal with the
Covid-19 pandemic with the PSBB policy are implemented to decrease the number
of birth control coverage, which is feared to cause a population explosion due to the
increase in the number of unwanted pregnancies. This study aims to describe the
content and context of the implementation of family planning service policies
during the Covid-19 pandemic at Teluk Pucung Health Center.
Methodology: This research is qualitative research with a case study approach that
aims to analyze the implementation of family planning services during the Covid19 pandemic at Teluk Pucung Health Center.
Results: The implementation of family planning services during the Covid-19
pandemic at Teluk Pucung Health Center has been carried out based on the content
and context of the policy. However, there are obstacles, for example the lack of
program implementers to carry out family planning services during the pandemic,
the unavailability of Standard Operating Procedure (SOPs), and written flow of
family planning services so the community needs time to accept the family planning
policy.
Conclusion: The implementation of family planning services during the Covid-19
pandemic at Teluk Pucung Health Center was carried out, but there are obstacles
in terms of content and context of the policy
Suggestion : Recruiting temporary employees during the Covid-19 pandemic is
adjusted to the existing budget, make SOPs in writing to assist health workers in
carrying out their roles, and create a written flow of services to facilitate services in
the Health Center.
Keywords: Implementation, Policy, FP Services, Covid-19
3596939030A1A017079Analisis Perwilayahan Komoditas Tanaman Pangan dan Kontribusi Terhadap Pengembangan Wilayah di Kabupaten PurbalinggaTanaman pangan merupakan jenis tanaman yang didalamnya terkandung karbohidrat dan protein sebagai sumber energi. Setiap kecamatan di Kabupaten Purbalingga memproduksi semua jenis tanaman pangan, sehingga belum terfokus
untuk memproduksi tanaman pangan sesuai untuk dikembangkan di masing-masing kecamatan. Oleh karena itu, diperlukan penelitian analisis perwilayahan komoditas tanaman pangan serta kontribusinya terhadap pengembangan wilayah di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui wilayah sektor basis produksi komoditas tanaman pangan di wilayah Kabupaten Purbalingga. (2) Untuk mengetahui karakteristik penyebaran komoditas tanaman pangan di Kabupaten Purbalingga.(3) Untuk mengetahui peranan komoditas
tanaman pangan terhadap pengembangan wilayah di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif , jenis data yaitu
data sekunder dengan metode pengambilan data menggunakan dokumentasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam waktu 2016 sampai 2020. Data sekunder diolah menggunakan Software Excel 2013. Komoditas dalam penelitian ini yaitu komoditas tanaman pangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai
September 2022. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Location Quotient (LQ); analisis Lokalita dan Spesialisasi;dan Analisis Basic Service Ratio (BSR)
dan Regional Multiplier (RM). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Kecamatan basis paling banyak dari komoditas tanaman pangan di Kabupaten Purbalingga adalah Kecamatan Kemangkon, Kaligondang dan Mrebet dengan lima komoditas, sedangkan kecamatan paling sedikit adalah Kecamatan Bukateja, Bobotsari dan
Karangmoncol dengan satu komoditas. Komoditas basis tanaman pangan paling banyak di Kabupaten Purbalingga adalah padi sawah, sedangkan yang paling sedikit adalah kedelai. (2) Karakteristik penyebaran komoditas tanaman pangan di
Kabupaten Purbalingga terpusat pada satu kecamatan yaitu komoditas padi ladang, kedelai, kacang hijau dan ketela rambat serta tersebar dibeberapa kecamatan yaitu pada komoditas padi sawah, kacang tanah, jagung dan ketela pohon.(3) Komoditas
tanaman yang berkontribusi dalam pengembangan wilayah di Kabupaten Purbalingga adalah padi sawah, padi ladang, kedelai, kacang tanah, jagung, ketela
rambat dan ketela pohon.
Food crops are types of plants that contain carbohydrates and protein as an
energy source. Each sub-district in Purbalingga Regency produces all types of food crops, so it has not focused on producing suitable food crops to be developed in each sub-district. Therefore, it is necessary to analyze the regional analysis of crop
commodities and their contribution to regional development in Purbalingga Regency. This study aims to: (1) To determine the area of the food crop commodity production base sector in the Purbalingga Regency. (2) To determine the characteristics of the distribution of food crop commodities in Purbalingga
Regency. (3) To determine the role of food plant commodities on regional development in Purbalingga Regency. This research is a descriptive quantitative study, the type of data is secondary data with the data collection method using documentation from the Central Statistics Agency (BPS) within 2016 until 2020. Secondary data was processed using Excel 2013 software. The commodities in this study are food crops. The research was conducted in August until September 2022. The data analysis used was Location Quotient(LQ) analysis; analysis of Locality and Specialization; and Analysis of Basic Service Ratio (BSR) and Regional Multiplier (RM).The results of this study indicate that (1) The subdistricts with the most
bases of food crop commodities in Purbalingga Regency are Kemangkon, Kaligondang and Mrebet Subdistricts with five commodities, while Bukateja,
Bobotsari and Karangmoncol Subdistricts have the least number of commodities with one commodity. The most abundant food crop base commodity in
Purbalingga Regency is paddy rice, while the least is soybeans.(2) The characteristics of the distribution of food crop commodities in Purbalingga Regency are characterized in a sub-district, namely field rice, sociology, green beans and sweet potatoes and spread over several sub-districts, namely paddy rice, peanuts, corn and cassava (3) Plant commodities that contribute to regional development in Purbalingga Regency are lowland rice, dryland rice, soybeans,
peanuts, corn, sweet potatoes and cassava.
3597039031A1A016080ANALISIS POTENSI WILAYAH BERBASIS PERTANIAN SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN BANJARNEGARABanjarnegara merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi tanaman pangan dan hortikultura cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui sub sektor tanaman pangan dan hortikultura yang menjadi basis di masing-masing kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, 2) Mengetahui sub sektor tanaman pangan dan hortikultura basis apa saja yang mempunyai pertumbuhan cepat dan daya saing yang baik di masing-masing kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, 3) Membuat pemetaan sub sektor tanaman pangan dan hortikultura basis yang diprioritaskan untuk dikembangkan di masing-masing kecamatan di Kabupaten Banjarnegara.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021-Januari 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei pada tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Banjarnegara. Analisis data yang digunakan yaitu Location Quotient, Shift Share Analysis, dan gabungan antara Location Quotient dan Shift Share Analysis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Banjarnegara terdapat 7 komoditas tanaman pangan dan 8 komoditas tanaman hortikultura basis. Komoditas basis yang paling banyak dibudidayakan di tiap kecamatan yaitu tanaman pangan meliputi padi, tanaman hortikultura meliputi pisang. Komoditas yang memiliki pertumbuhan cepat karena struktur industri/sektornya mendukung dalam arti lain sebagian besar sektornya mempunyai laju pertumbuhan yang cepat
meliputi padi, jagung, ubi jalar, ubi kayu, kedelai, kacang tanah, pepaya, pisang, durian, cabe besar, kentang, dan wortel. Komoditas yang memiliki daya saing baik atau unggulan kompetitif meliputi padi, jagung, ubi jalar, ubi kayu, kacang tanah, kedelai, pisang, papaya, cabe besar, durian, salak, wortel, pepaya, dan kol. Komoditas yang perlu dijadikan pertimbangan untuk dikembangkan di Kabupaten Banjarnegara antara lain, padi, jagung, kedelai, ubi jalar, cabe besar, kentang, wortel, pisang, pepaya, dan durian.
Banjarnegara is one of the regencies in Central Java Province which has quite large potential for food crops and horticulture. This study aims to: 1) Know the food crops and horticulture sub-sectors that form the basis of each sub-district in Banjarnegara Regency, 2) Know which food crops and horticulture sub-sectors have a fast growth and good competitiveness in each sub-sector each sub-district in Banjarnegara Regency, 3) Make a mapping of the basic food crops and horticulture sub-sectors that are prioritized for development in each sub-district in Banjarnegara Regency.
This research was conducted in December 2021-January 2022. The research method used was a survey method on food crops and horticulture in Banjarnegara Regency. The data analysis used is Location Quotient, Shift Share Analysis, and a combination of Location Quotient and Shift Share Analysis.
The results showed that in Banjarnegara Regency there were 7 food crop commodities and 8 basic horticultural crop commodities. The most cultivated basic commodities in each district are food crops including rice, horticultural crops including bananas. Commodities that have fast growth because the industry/sector structure supports it, in other words, most of the sectors have a fast growth rate include rice, corn, sweet potatoes, cassava, soybeans, peanuts, papaya, bananas, durians, large chilies, potatoes and carrots. Commodities that have good competitiveness or competitive advantage include rice, corn, sweet potatoes, cassava, peanuts, soybeans, bananas, papaya, large chilies, durian, salak, carrots, papaya and cabbage. Commodities that need to be considered for development in Banjarnegara Regency include rice, corn, soybeans, sweet potatoes, large chilies, potatoes, carrots, bananas, papaya, and durian.
3597144052D1A020093Evaluasi Performa Produksi Ayam Layer: Studi Kasus
Strain Isa Brown dan Strain Lohmann Brown
Penelitian bertujuan untuk menilai performa produksi ayam layer jenis strain ayam
petelur yang banyak di pelihara pada peternakan rakyat yaitu strain Isa Brown dan
strain Lohmann Brown, dimana kedua strain memiliki genetik yang berbeda.
Kegiatan penelitian dilaksanakan di peternakan rakyat Dusun Kedungwaru 2,
Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan
metode deksriptif dengan teknik studi kasus. Materi penelitian adalah catatan
produksi ayam niaga petelur umur 30-34 minggu dengan strain Isa Brown dan strain
Lohmann Brown yang masing-masing berjumlah 456 ekor dan 483 ekor yang
dipelihara pada kandang baterai dan kondisi lingkungan peternakan yang sama.
Variabel yang diamati meliputi Hen Day Production (HDP), Feed Conversion Ratio
(FCR), berat telur dan mortalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam layer
strain Isa Brown dan strain Lohmann Brown yang dipelihara pada peternakan rakyat
tidak dapat mencapai produksi yang optimal sesuai standar dari pembibit. Hasil
penilaian rata-rata performa produksi pada strain Isa Brown adalah Hen Day
Production (HDP) 74,86% ± 4,03 %, Feed Conversion Ratio (FCR) 2,41 ± 0,18, berat telur
62,12 ± 0,62 g/butir, mortalitas 0,08%. Sedangkan pada strain Lohmann Brown nilai
Hen Day Production (HDP) 78,65 ± 1,21 %, Feed Conversion Ratio (FCR) 2,34 ± 0,07,
berat telur 60,14 ± 0,73 g/butir, mortalitas 0,12%. Kesimpulan penelitian adalah
penilaian performa produksi dari kedua strain memiliki keunggulan dan
kekurangannya masing-masing, sehingga diharapkan peternak mampu
mengembangkan strategi dan tindakan yang tepat guna meningkatkan
produktivitas peternakan ayam layer.
The research aims to assess the production performance of layer chickens of the Isa
Brown and Lohmann Brown strains, which are widely raised in small-scale poultry
farms, where both strains have different genetics. The research was conducted at
the Kedungwaru 2 hamlet small-scale poultry farm, Kalipare District, Malang
Regency, East Java. The research used a descriptive method with a case study
technique. The research material consisted of production records of commercial
layer chickens aged 30-34 weeks with Isa Brown and Lohmann Brown strains, each
numbering 456 and 483 birds respectively, raised in battery cages and under the
same farm environmental conditions. The observed variables included Hen Day
Production (HDP), Feed Conversion Ratio (FCR), egg weight, and mortality. The
results showed that Isa Brown and Lohmann Brown layer chickens raised in small-
scale farms could not achieve optimal production according to breeding standards.
The average production performance assessment results for Isa Brown strain were
Hen Day Production (HDP) 74.86% ± 4.03%, Feed Conversion Ratio (FCR) 2.41 ±
0.18, egg weight 62.12 ± 0.62 g/egg, mortality 0.08%. Meanwhile, for Lohmann
Brown strain, the values were Hen Day Production (HDP) 78.65 ± 1.21%, Feed
Conversion Ratio (FCR) 2.34 ± 0.07, egg weight 60.14 ± 0.73 g/egg, mortality 0.12%.
The conclusion of the research is that the production performance assessment of
both strains has its own advantages and disadvantages, thus it is expected that
farmers can develop appropriate strategies and actions to improve the productivity
of layer chicken farms.
3597239034K1B018069PENENTUAN SPEKTRUM DETOUR DAN INDEKS DETOUR PADA GRAF BERLIANPenelitian ini bertujuan untuk menentukan spektrum detour dan indeks detour dari graf berlian Br_n. Matriks detour suatu graf G adalah matriks simetris yang entri-entrinya merupakan panjang lintasan terpanjang dari simpul ke-i sampai simpul ke-j. Spektrum detour adalah kumpulan nilai eigen dan multiplisitas yang diperoleh dari matriks detour. Penentuan spektrum detour diawali dengan menentukan polinomial karakteristik dari graf berlian Br_n dengan n≥3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polinomial karakteristik dari graf berlian Br_n dengan n≥3 adalah p(Br_n,μ)=(μ-(2n-1)^2 ) (μ+(2n-1))^(2n-1). Selanjutnya, diperoleh spektrum detour dari graf berlian Br_n dengan n ≥ 3, yaitu spec_DD (Br_n)=[((2n-1)^2 -(2n-1); 1 (2n-1))]. Pada penelitian ini juga diperoleh indeks detour dari graf berlian Br_n dengan n≥3, yaitu ω(Br_n )=n(2n-1)^2.This study aims to determine the detour spectrum and the detour index from the diamond graph Br_n. The detour matrix of graph G is a symmetric matrix whose entries are the length of the longest path from the i-th vertex to the j-th vertex. The detour spectrum is the set of eigenvalues and multiplicity obtained from the detour matrix. Determination of the detour spectrum begins by determining the characteristic polynomial of a diamond graph of Br_n with n≥3. The results show that the characteristic polynomial of a diamond graph of Br_n with n≥3 is p(Br_n,μ)=(μ-(2n-1)^2 ) (μ+(2n-1))^(2n-1). Furthermore, the detour spectrum of the diamond graph Br_n with n ≥ 3 is spec_DD (Br_n)=[((2n-1)^2 -(2n-1); 1
(2n-1))]. This study also obtained the detour index of diamond graph Br_n with n≥3 is ω(Br_n )=n(2n-1)^2.
3597338996I1E018054PENGARUH METODE LATIHAN IMAGERY TERHADAP
KEMAMPUAN FREE THROW PADA SISWA PUTRI EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET
DI MAN 1 BANYUMAS
ABSTRAK

PENGARUH METODE LATIHAN IMAGERY TERHADAP KEMAMPUAN FREE THROW PADA SISWA PUTRI
EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET
DI MAN 1 BANYUMAS
Latar belakang : Free throw adalah tembakan yang diberikan pada seorang pemain karena melakukan suatu pelanggaran.Tembakan dilakukan tepat diposisi belakang garis free trow sesuai dengan peraturan. Treatment latihan yang digunakakan adalah latihan imagery diberikan untuk meningkatkan kemampuan pada free throw. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan imagery terhadap kemampuan free throw siswa ektrakurikuler bola basket di MAN 1 Banyumas.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan one group pretest posttest design. Instrumen yang digunakan adalah tes free throw dan dilakukan sebanyak 10 kali. Subjek penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler bola basket MAN 1 Banyumas sebanyak 10 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik SPSS, uji Shapiro-Wilk, dan uji paired sample t-test.
Hasil Penelitian : Terdapat hasil Uji normalitas menujukan nilai sig dari pretest 0,55 > 0,05 dan posttest 0,466 > 0,05. Terdapat hasil homogenitas menunjukan nilai sig sebesar 0,561 > 0,05. Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest dapat dilihat Std.Dev 0,972 dan correlation 0,702 dengan nilai signifikansi p=0,001. Berdasarkan hasil tersebut ada pengaruhnya pada metode latihan imagery tehadap kemampuan free throw.
Kesimpulan : Terdapat pengaruh metode latihan imagery terhadap kemampuan free throw pada siswa ekstrakurikuler bola basket putri di MAN 1 Banyumas.

Kata kunci :Latihan, lmagery, free throw, bola basket
1Jarwanto, Ayu Rizky Febriani, Ajeng Dian Purnamasari Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Pendidikan Jamani FIKes Universitas Jenderal Soedirman
ABSTRACT

THE EFFECT OF IMAGERY TRAINING METHOD ON
FREE THROW ABILITY IN FEMALE STUDENTS
EXTRACURRICULAR BASKETBALL
AT MAN 1 BANYUMAS
Jarwanto, Ayu Rizky Febriani, Ajeng Dian Purnamasari
Background : A free throw is a shot given to a player for committing a violation. The shot is taken right behind the free throw line according to the rules. The training treatment used is imagery training given to improve ability on free throws. This study aims to determine the effect of the imagery training method on the free throw ability of basketball extracurricular students at MAN 1 Banyumas.
Methodology : This study used a one group pretest posttest design. The instrument used is the free throw test and is carried out 10 times. The subjects of this study were 10 students of MAN 1 Banyumas basketball extracurricular activities. The sampling technique uses total sampling. Data analysis techniques in this study used the SPSS statistical test, the Shapiro-Wilk test, and the paired sample t-test.
Research Results : There are normality test results showing a sig value of pretest 0.55 > 0.05 and posttest 0.466 > 0.05. There are homogeneity results showing a sig value of 0.561 > 0.05. There is a significant difference between the results of the pretest and posttest. It can be seen that the Std.Dev is 0.972 and the correlation is 0.702 with a significance value of p=0.001. Based on these results there is an influence on the imagery training method on free throw ability.
Conclusion: There is an influence of the imagery training method on the free throw ability of female basketball extracurricular students at MAN 1 Banyumas.

Keyword : Practice, lmagery, free throw, basketball
1Jarwanto, Ayu Rizky Febriani, Ajeng Dian Purnamasari Department of Physical Education FIKes, Jenderal Soedirman University
2Department of Education Jamani FIKes Jenderal Soedirman University
3597439035C1C016110PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, PROFITABILITAS, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP TIMELINESS DENGAN AUDIT DELAY SEBAGAI VARIABEL PEMEDIASI
(Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Perdagangan, Jasa, dan Investasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2020)
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan mengambil judul: “Pengaruh Financial Distress, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Timeliness dengan Audit Delay sebagai Variabel Pemediasi (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Perdagangan, Jasa, dan Investasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018-2020)”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh financial distress, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap timeliness serta pengaruh audit delay dalam memediasi hubungan financial distress, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap timeliness. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor perdagangan, jasa, dan investasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018-2020. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian adalah 318 sampel dari 106 perusahaan. Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling.
Hasil penelitian dan analisis data menggunakan model common effect dan analisis regresi menunjukkan bahwa: (1) Financial distress tidak memiliki pengaruh terhadap timeliness, (2) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap timeliness, (3) Ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap timeliness, (4) Audit delay tidak dapat memediasi hubungan financial distress terhadap timeliness, (5) Audit delay memediasi secara parsial hubungan antara profitabilitas terhadap timeliness, (6) Audit delay tidak memediasi hubungan antara ukuran perusahaan terhadap timeliness.
Implikasi dari kesimpulan diatas adalah perusahaan diharapkan dapat meminimalisasi keterlambatan waktu pelaporan keuangan dengan cara mempertahankan profitabilitas yang tinggi serta bagi pembuat kebijakan untuk dapat memperketat aturan denda agar investor memiliki waktu yang cukup dalam mengambil keputusan bisnis.
The research was framed in a quantitative perspective. The Effect of Financial Distress, Profitability, and Firm Size on the Timeliness of Financial Reporting with Audit Delay as a Mediating Variable (Empirical Study on Trade, Services, and Investment Firms Listed in Indonesian Stock Exchange for the period 2018-2020).
The purpose of this research is to find out the effect of financial distress, profitability, and firm size on the timeliness of financial reporting with audit delay as the mediating variable. The research population are trade, services, and investment companies listed in Indonesia Stock Exchange for the period 2018-2020. There were 318 samples from 106 different companies. Purposive sampling was used to determine the sample of the population.
Based on the results and data analysis using common effect model and regression, the study reached a set of conclusions: (1) Financial distress has no significant effect on timeliness, (2) Profitability has positive and significant effect on timeliness, (3) Firm size has positive and significant effect on timeliness, (4) Audit delay can not mediate the influence of financial distress on timeliness, (5) Audit delay can partially mediate the influence of profitability on timeliness, (6) Audit delay can not mediate the influence of firm size on timeliness.
The implications of this research are companies could minimize the delays of financial reporting time by maintaining high profitability and for the regulator (Indonesian Stock Exchange) to be able to tighten the regulations so that investors have sufficient time to make good business decisions.
3597539040E1A019304Hak Asuh Anak Akibat Kedua Orang Tua Meninggal Dunia
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Tinggi Agama DKI Jakarta Nomor : 118/Pdt.G/2022/PTA.JK)
Wali adalah orang atau badan yang dalam kenyataannya menjalankan kekuasaan
asuh sebagai orang tua terhadap anak diatur dalam Pasal 1 Peraturan Pemerintah
Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Syarat dan Tata Cara Penunjukan Wali. Pada
penelitian ini, terdapat sengketa hak asuh (hadhanah) dan perwalian anak terhadap
anak yang orang tuanya telah meninggal dunia.
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim
dalam mengabulkan hak asuh anak akibat kedua orang tua meninggal dunia pada
perkara Nomor : 118/Pdt.G/2022/PTA.JK dan bagaimana akibat hukum terhadap hak
asuh anak akibat kedua orang tua meninggal dunia. Metode penelitian yuridis
normatif, spesifikasi penelitian pendekatan kasus dan perundang-undangan, data yang
digunakan adalah sumber data sekunder, dengan metode pengumpulan data studi
kepustakaan, metode penyajian data teks naratif, serta metode analisis data analisis
kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam
mengabulkan hak asuh anak akibat kedua orang tua meninggal dunia pada perkara
Nomor : 118/Pdt.G/2022/PTA.JK mendasar pada Pasal 14 Undang-Undang Nomor
35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang
Perlindungan Anak, Pasal 156 huruf a Kompilasi Hukum Islam, Pasal 3 dan Pasal 4
Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Syarat dan Tata Cara
Penunjukkan Wali, dan fakta persidangan. Menurut Peneliti, untuk memperkuat
putusan tersebut Majelis Hakim dalam pertimbangan hukumnya dapat menambahkan
Pasal 26 Undang-Undang Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang
Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
Akibat hukum terhadap hak asuh anak akibat kedua orang tua meninggal dunia, yaitu
ditunjuk seorang wali yang diatur dalam Pasal 33 Undang-Undang Nomor 35 Tahun
2014 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang
Perlindungan Anak. Kewajiban dan tanggung jawab seorang wali diatur dalam Pasal
14 Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Syarat dan Tata Cara
Penunjukkan Wali. Wali dapat dicabut kekuasaannya terhadap anak yang diatur
dalam Pasal 53 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Wali
dapat dituntut ganti rugi apabila merugikan harta benda milik anak yang diatur dalam
Pasal 54 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.
Kata Kunci : Hak Asuh Anak, Orang Tua Meninggal Dunia
A guardian is a person or entity that in reality exercises parental authority over
a child as regulated in Article 1 of Government Regulation Number 29 of 2019
concerning Terms and Procedures for Appointing a Guardian. In this study, there are
custody disputes (hadhanah) and child custody of children whose parents have died.
The formulation of the research problem is how the judge's legal considerations
in granting child custody as a result of both parents dying in case Number:
118/Pdt.G/2022/PTA.JK and what are the legal consequences for child custody due
to both parents dying. Normative juridical method, specification of case and statutory
research approach, data used are secondary data sources, with library study data
collection method, narrative text data presentation method, and qualitative analysis
data analysis method.
The results of the study show that the judge's legal considerations in granting
child custody as a result of both parents dying in case Number:
118/Pdt.G/2022/PTA.JK are based on Article 14 of Law Number 35 of 2014
concerning Amendments to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection,
Article 156 letter a Compilation of Islamic Law, Article 3 and Article 4 of
Government Regulation Number 29 of 2019 concerning Requirements and
Procedures for Appointing Guardians, and the facts of the trial. According to the
researcher, in order to strengthen the decision, the Panel of Judges in their legal
considerations may add Article 26 to Law Number 35 of 2014 concerning
Amendments to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection. Legal
consequences for child custody due to the death of both parents, namely the
appointment of a guardian regulated in Article 33 of Law Number 35 of 2014
concerning Amendments to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection.
The obligations and responsibilities of a guardian are regulated in Article 14 of
Government Regulation Number 29 of 2019 concerning Terms and Procedures for
Appointing a Guardian. Guardians can have their powers revoked over children as
regulated in Article 53 of Law Number 1 of 1974 Concerning Marriage. Guardians
can be sued for compensation if they harm the child's property as regulated in Article
54 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage.
Keywords : Child Custody, Parents Died
3597639041F1A019034KELUARGA DAN PEMERKOSAAN INSES
(ANALISIS ISI BERITA PEMERKOSAAN INSES TERHADAP ANAK PEREMPUAN PADA BERITA ONLINE KOMPAS.COM TAHUN 2019-2020)
Pemerkosaan dapat menimpa siapa saja bukan hanya perempuan dewasa namun termasuk anak-anak perempuan dibawah umur. Salah satu jenis pemerkosaan adalah pemerkosaan inses, yakni pemerkosaan yang dilakukan oleh anggota keluarga atau kerabat. Pemerkosaan inses menunjukan adanya disfungsi keluarga. Keluarga bukan lagi tempat pemberi afeksi dan perlindungan, namun menjadi lokus yang aman bagi para pelaku pemerkosaan inses.

Penelitian ini menggunakan penedektaan kuantitaif dengan metode analisis isi dengan total data yang diteliti yaitu 83 kasus. Unit analisis dan objek penelitian adalah keseluruhan berita terkait pemerkosaan inses yang dimuat pada rentang tahun 2019-2021 pada berita online kompas.com. Tahap analisisnya yaitu mengumpulkan data, pengkodingan data, pengelolaan data, pengelolan data dengan SPPS (Statistical Package for the Social Sciences) yang disajikan dengan tabel distribusi dan tabel silang untuk menggabarkan tendensi modus data.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaku pemerkosaan inses didominasi oleh ayah kandung. Umur korban didominasi oleh rentang umur 13-17 tahun dan umur pelaku. Selain itu status pernikahan pelaku sebagian besar adalah sudah menikah dan tinggal serumah dengan istri. Pekerjaan pelaku didominasi sebagai pekerja buruh dan pegawai swasta. Penlitian ini juga menemukan pola kejadian pemerkosaan umumnya dilakuakn dengan melakukan pengancaman secara nonverbal seperti pemukulan dan pengancaman dengan sajam, tempat pemerkosaan umumnya dilakukan di rumah korban. Pemerkosaan juga umunya dilakuakan berulang kali bahkan bertahun-tahun. Pihak yang menjadi pelapor didominasi oleh ibu korban.
Rape can happen to anyone, not only adult women but including underage girls. One type of rape is incest rape, namely rape committed by a family member or relative. Incest rape indicates family dysfunction. A family is no longer a place for giving affection and protection, but a safe locus for perpetrators of incest rape.
This study used a quantitative approach with content analysis method with a total of 84 cases studied. The unit of analysis and research object is all news related to incest rape published in the 2019-2021 range on online news kompas.com. The stages of analysis are collecting data, coding data, managing data, managing data with SPPS (Statistical Package for the Social Sciences) which is presented with distribution tables and cross tables to describe the tendency of data mode.
The results showed that the perpetrators of incest rape were dominated by biological fathers. The age of the victims was dominated by the age range of 13-17 years and the age of the perpetrators. Apart from that, the marital status of the perpetrators was that most of them were married and lived at home with their wife. The occupation of the perpetrators is dominated as laborers and private employees. This research also found a pattern of incidents of rape which were generally carried out by making nonverbal threats such as beatings and threats with weapons, where rapes were generally carried out at the victim's house. Rape is also generally done repeatedly, even for years. The reporting party was dominated by the victim's mother.
3597738837C1A018075ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN BURUH JAHIT DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA TEMBOK KIDUL KECAMATAN ADIWERNA KABUPATEN TEGALSektor industri khususnya industri manufaktur menjadi sektor yang berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Sektor industri juga banyak menyerap tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh usia, jam kerja, pengalaman kerja, jenis kelamin, dan kepemilikan mesin jahit terhadap pendapatan buruh jahit; mengukur tingkat kontribusi pendapatan buruh jahit terhadap pendapatan rumah tangga, dan mengukur tingkat kelayakan hidup buruh jahit. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa jam kerja dan pengalaman kerja berpengaruh signifikan positif terhadap pendapatan buruh jahit. Buruh jahit laki-laki memperoleh pendapatan yang lebih besar dibandingkan buruh jahit perempuan. Usia dan kepemilikan mesin jahit tidak berpengaruh signifkan terhadap pendapatan buruh jahit. Rata-rata kontribusi pendapatan buruh jahit terhadap pendapatan rumah tangga sebesar 40,51 persen dengan kategori kontribusi sedang. Pendapatan yang diterima buruh jahit belum mampu mencapai standar kehidupan layak ditetapkan sesuai UMK.The industrial sector, especially the manufacturing industry, contributes greatly to Indonesia's gross domestic product (GDP). The purpose of this study was to analyze the effect of age, working hours, work experience, gender, and ownership of sewing machines on the income of sewing workers; measures the level of contribution of sewing workers' income to household income, and measures the level of viability of sewing workers. The result of this study shows that working hours and work experience have a significant positive effect on the income of sewing workers. Male sewing workers earn more income than female sewing workers. The age and ownership of the sewing machine have no significant effect on the income of sewing workers. The average contribution of sewing workers income to household income was 40.51 percent with a moderate contribution category. The income received by sewing workers has not been able to achieve a decent standard of living set according to the MSE.
3597839037A1A017075PREFERENSI DAN LOYALITAS KONSUMEN TERHADAP PRODUK COCONUT OIL BRAND NUCIFERA PADA CV. INDOCOCO PACIFIC DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMASPerilaku konsumen produk terus berubah, dan pertumbuhan industri olahan kelapa dipengaruhi perubahan preferensi pelanggan yang cepat. Perubahan perilaku dan preferensi konsumen menyebabkan strategi yang ada tidak dapat bekerja optimal. Adanya penambahan banyak produk Nucifera yang beragam maka perlu diketahui produk Nucifera apa yang paling disukai konsumen sesuai dengan preferensi konsumen tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil penyebaran kuesioner kepada konsumen produk olahan Nucifera CV. Indococo Pacific sebanyak 100 orang dan dari pengujian ke 6 atribut yaitu harga, kemasan produk, label keterangan, ketersediaan produk, kemudahan diperoleh, dan manfaat menggunakan Cochran Q test pada tahap keempat memakai 3 atribut produk yaitu ketersediaan produk, kemudahan diperoleh, dan manfaat produk. Dari preferensi konsumen pada produk coconut oil Nucifera pada CV. Indococo Pacific menganggap alasan manfaat mempunyai nilai kepentingan tertinggi. Urutan selanjutnya yakni kemudahan didapat. Urutan ketiga yakni atribut harga. Sebaliknya kepentingan terendah adalah kemasan produk.Consumer behavior of products continues to change, and the growth of the coconut processing industry is influenced by rapid changes in customer preferences. Changes in consumer behavior and preferences cause existing strategies to not work optimally. With the addition of many diverse Nucifera products, it is necessary to know what Nucifera products are the most preferred by consumers according to the preferences of these consumers. The results showed that from the results of distributing questionnaires to consumers of processed products of Nucifera CV. Indococo Pacific as many as 100 people and from testing the 6 attributes, namely price, product packaging, description label, product availability, ease of obtaining, and the benefits of using the Cochran Q test in the fourth stage using 3 product attributes, namely product availability, ease of obtaining, and product benefits. From consumer preferences on Nucifera coconut oil products at CV. Indococo Pacific considers the reasons for benefits to have the highest importance. The next order is the ease of obtaining. The third order is the price attribute. On the other hand, the lowest importance is product packaging.
3597939038G1B018017PENGARUH LAMA WAKTU CURING TERHADAP KADAR PELEPASAN FLUORIDE BAHAN RESTORASI GIOMERKaries gigi merupakan salah satu penyakit rongga mulut kronis dengan prevalensi sebanyak 45,3% pada penduduk di indonesia. Fluoride merupakan salah satu ion yang dapat membantu mencegah terjadinya karies gigi maupun terbentuknya karies sekunder. Salah satu sumber ion fluoride terdapat pada bahan restorasi gigi yang mampu melepaskan ion fluoride didalam rongga mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara lama waktu curing dengan kadar pelepasan fluoride bahan restorasi giomer. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratoris menggunakan 27 sampel silinder giomer yang dibagi kedalam 3 kelompok berdasarkan lama waktu penyinaran 20 detik, 40 detik, dan 60 detik. Kadar pelepasan fluoride di amati dengan merendam bahan restorasi yang telah dipolimerisasi kedalam saliva buatan dan kemudian diuji menggunakan spektrofotometer UVVis dengan panjang gelombang 570 nm. Uji One Way Anova menunjukkan perbedaan signifikan kadar pelepasan fluorida pada 3 kelompok perlakuan dengan nilai p < 0,05. Terdapat perbedaan kadar pelepasan ion fluoride yang bermakna antara bahan restorasi giomer yang dipolimerisasi dengan lama waktu penyinaran 20, 40, dan 60 detikDental caries is one of the chronic disease of the oral cavity with a prevalence of 45,3% in
indonesia. Fluoride is one of the substance that could help in preventing carries and secondary carries. Fluoride can also be found in restorative materials used in dentistry that could release fluoride ions inside the oral cavity. The aim of this study is to determine the differences of different curing time on giomer’s fluoride release.The method used in this study is experimental laboratory design using 27 giomer samples that are divided into 3 groups based on the duration of irradiation of 20 seconds, 40 seconds, and 60 seconds. Fluoride-release were observed by immersing the polymerized restorative material into artificial saliva and then tested using UVVis Spectrophotometer with a wavelength of 570 nm. One way ANOVA test showed differences in fluoride levels in the 3 treatment groups with p < 0.05. There was a significant difference in fluoride levels between polymerized giomer restorative materials with curing time of 20, 40, and 60 seconds
3598039039E1A018208PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN BUMBU
BAKSO BASI BERDASARKAN UNDANG UNDANG NOMOR 8
TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
DALAM PUTUSAN NOMOR : 82/PID.SUS/2021/PN IDI
Perlindungan Konsumen di Indonesia telah di atur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah Rohmat Bin Kasam selaku pelaku usaha yang telah melanggar hal,kewajiban,serta perbuatan yang dilarang kepada konsumen terkait penjualan bumbu bakso basi yang dicampur dengan bahan b.cereus sehingga menyebabkan keracunan masal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum konsumen bumbu bakso basi yang berbahaya jika dikonsumsi langsung berdasarkan Undang-Undang Nomor Tahun 1999 tentang Perlindunga Kosumen.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Putusan Pengadilan Negeri Idi Nomor 82/Pid.Sus/2021/PN.Idi, konsumen sudah mendapatkan perlidungan hukum karena pelaku usaha mendapatkan hukuman sesuai dengan Pasal Pasal 135 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja juncto Pasal 71 ayat (2) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) .
Consumer safety in Indonesia has been regulated in regulation number 8 of 1999 regarding purchaser safety. One of the instances of consumer protection is Rohmat Bin Kasam as a commercial enterprise actor who has violated things, obligations, and moves that are prohibited to clients associated with the sale of stale meatball seasoning blended with b.cereus ingredients, inflicting mass poisoning. This examine objectives to decide customer legal safety for stale meatball seasoning which is dangerous if consumed at once based on regulation wide variety 1999 regarding consumer safety.
The method used in this studies is normative juridical with descriptive research specifications. The data source used is secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. The data collection method was completed via a literature study, the data obtained become presented in narrative text, and the data analysis method used was normative qualitative method.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the Idi District court decision number 82/Pid.Sus/2021/PN.Idi, consumers have received legal protection because business actors receive punishment in accordance with Article 135 of law number 18 of 2012 concerning food as has been amended via regulation number 11 of 2020 concerning job creation in conjunction with Article 71 paragraph (2) of law number 18 of 2012 concerning food and regulation quantity 8 of 1981 regarding criminal method Code (KUHAP).