Artikelilmiahs

Menampilkan 35.921-35.940 dari 49.843 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3592138998A1A017064EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI KENTANG DI KECAMATAN KARANGREJA, KABUPATEN PURBALINGGAKomoditas kentang merupakan salah satu tanaman pangan yang paling banyak diproduksi di Kecamatan Karangreja khususnya di Desa Serang dan Desa Kutabawa. Permasalahan yang sering dijumpai pada usahatani kentang di Kecamatan Karangreja yaitu penggunaan faktor produksi yang belum optimal sehingga berdampak pada biaya produksi yang seringkali menjadi hambatan bagi petani kentang karena tidak jarang ditemukan bahwa kenaikan produksi tidak menghasilkan pendapatan yang sesuai dengan korbanan waktu, tenaga kerja dan biaya yang dikeluarkan. Petani kentang juga tidak akan lepas dari kemungkinan gagalnya produksi karena cara budidaya yang belum tepat dan penggunaan faktor produksi yang diduga belum efisien.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil produksi kentang dan menganalisis tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani kentang di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah fungsi produksi Cobb-Douglas untuk mengetahui pengaruh faktor produksi terhadap produksi kentang dan analisis efisiensi alokatif (harga) dari penggunaan faktor-faktor produksi menggunakan analisis NPMx/Px = 1.
Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa lahan kentang, bibit, dan pupuk organik berpengaruh nyata terhadap hasil produksi kentang di Kecamatan Karangreja. Faktor produksi lahan dan pupuk organik belum mencapai efisien secara harga (alokatif) sehingga penggunaannya masih dapat ditingkatkan sampai batas perbandingan nilai produk marjinal dan biaya korbanan marjinalnya sama dengan satu. Faktor produksi lain seperti bibit tidak efisien secara harga (alokatif) yang berarti penggunaannya sudah berlebihan sehingga perlu adanya pengurangan penggunaan faktor produksi tersebut untuk mencapai tingkat efisien.
Potato commodity is one of the most widely produced food crops in Karangreja District, especially in Serang Village and Kutabawa Village. The common problem that often occur are the use of production factors is not optimal which impacts production cost and becomes an obstacle for potato farmers because it is not uncommon to find that increased production does not generate income by the sacrifice of time, work and costs incurred. Potato farmers will also not be separated from the possibility of product failure due to improper cultivation methods and the use of production factors is allegedly inefficient.
This study aims to analyze the effect of production factors on potato production and the efficiency level in the use of production factors in potato farming in Karangreja District, Purbalingga Regency. The sampling method used in this study is a survey using simple random sampling with a sample of 50 people. The analysis data used in this research is the Cobb-Douglas production function to determine the effect of production factors on potato production and the allocative efficiency (price) analysis of the use of production factors using NPMx/Px = 1 anylisis.
The results indicate that potato fields, seeds, and organic fertilizers have a significant effect on potato production in Karangreja District. The production factors of land and organic fertilize haven’t yet reached efficiency price (allocative) so it can be increased to the limit that the ratio of the value of the marginal product and the cost of the marginal factor is equal to one. Other factors such as seeds, are not price efficient (allocative) which means their use is excessive, so it is necessary to reduce the use of these production factors to achieve an efficiency level.
3592238983J1C016033Formation and Meaning of Fukugoudoushi (~Komu)Bahasa adalah alat untuk bertukar informasi. Studi tentang bahasa disebut linguistik. Di dalamnya terdapat pembahasan seputar verba. Selain itu, dalam bahasa Jepang, terdapat proses penggabungan dua kata kerja menjadi satu kata kerja yang disebut dengan fukugoudoushi (kata kerja majemuk). Terkadang, bagi penutur asli bahasa Jepang, sangat sulit untuk memahami arti dari fukugoudoushi. Salah satu fukugoudoushi tersebut adalah fukugoudoushi yang berakhiran ~komu. Penelitian ini bertujuan untuk membantu pembelajar bahasa Jepang dalam memahami fukugoudoushi ~komu dengan mendeskripsikan pola pembentukan dan maknanya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berasal dari kalimat dalam artikel Yahoo News Japan pada bulan Mei 2022 yang mengandung fukugoudoushi ~komu. Sebanyak 136 data berhasil dikumpulkan. Data yang telah dianalisis kemudian diklasifikasikan ke dalam dua klasifikasi yang berasal dari makna keseluruhan berdasarkan Himeno. Klasifikasi yang menunjukkan pergerakan ke arah dalam menghasilkan 114 data, sedangkan klasifikasi yang menunjukkan perubahan tingkat menghasilkan 22 data. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa fukugoudoushi ~komu lebih banyak digunakan untuk menunjukkan pergerakan sesuatu ke dalam suatu area atau kerangka yang terdiri dari ruang konkret dan ide abstrak. Selain itu, fukugoudoushi ~komu juga berfungsi sebagai penekanan pada makna leksikal kata kerja yang mendahuluinya. Termasuk pengulangan suatu tindakan untuk mencapai tujuan tertentu, menjadi sangat fokus pada sesuatu, atau memasuki suatu keadaan tertentu dan terus bertahan di dalamnya di mana sulit untuk kembali ke keadaan sebelumnya.Language is a tool for exchanging information. The study of language is called linguistics. There, exist a discussion surrounding verbs. Moreover, in Japanese, there is a process of combining two verbs into a one single verb called fukugoudoushi (compound verb). At times, for non-native speakers, it’s very difficult to understand the meaning of fukugoudoushi. One such fukugoudoushi is the one ending in ~komu. This study aims to help Japanese learners understand fukugoudoushi ~komu by describing its formation pattern and meaning. The research method is descriptive with a qualitative approach. The source of the data comes from Yahoo News Japan articles sentence in May 2022 that contain fukugoudoushi ~komu. A total of 136 data were collected. Analysed data were then classified into two classifications derived on its overall meaning based on Himeno. Classification indicating an inward movement resulted in 114 data while a total of 22 data amounted for progression in degree. As for the result, it was found that fukugoudoushi ~komu is mainly used to indicate a movement of something into an area or framework consist of both concrete space and an abstract idea. Moreover, it also serves as an emphasis on its preceding verb’s lexical meaning. Including a repetition of an action in order to achieve a certain goal, to be very focused on something, or to enter a certain state and keep staying on it in which returning into the previous state is difficult.
3592338999I1A018032FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU
PEMELIHARAAN ORGAN REPRODUKSI PADA
REMAJA PUTRI DI WILAYAH PESISIR DI
KECAMATAN BULUSPESANTREN
Latar Belakang : Masalah kesehatan reproduksi remaja putri karena
pemeliharaan yang tidak baik dapat menyebabkan keputihan, infeksi organ
reproduksi, serta risiko terkena kanker. Remaja di wilayah pesisir cenderung
memiliki keterbatasan sumber informasi, dukungan orang tua dan fasilitas
kesehatan yang kurang memadai terkait kesehatan reproduksi remaja. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku
pemeliharaan organ reproduksi pada remaja putri di wilayah pesisir di Kecamatan
Buluspesantren.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu remaja putri di wilayah pesisir di
Kecamatan Buluspesantren sebanyak 859 remaja putri dan jumlah sampel
sebanyak 96 responden diambil dengan menggunakan purposive sampling. Data
dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat.
Hasil : Ada hubungan antara ketersediaan sarana dan prasarana (p-value = 0,049);
dan sikap (p-value = 0,012) dengan perilaku pemeliharaan organ reproduksi pada
remaja putri di wilayah pesisir di Kecamatan Buluspesantren. Faktor yang paling
berpengaruh yaitu sikap (p-value = 0,018), dengan Odds Ratio (OR) = 3,004.
Kesimpulan : Remaja putri dengan sikap yang positif memiliki kemungkinan
3,004 kali lebih tinggi untuk memiliki perilaku pemeliharaan organ reproduksi
yang baik dibandingkan remaja putri dengan sikap yang negatif. Remaja putri
perlu mendapatkan informasi pemeliharaan organ reproduksi dari berbagai
sumber terpercaya supaya cenderung memiliki sikap positif terhadap perilaku
pemeliharaan organ reproduksi.
Background : Improper of taking care reproductive organs among adolescents
girls can cause vaginal discharge, reproductive organs infection, and the risk of
getting cancer. Adolescents in coastal areas tend to have limited sources of
information, parental support, and inadequate health facilities related to adolescent
reproductive health. The aim of this study is to determine the factors that
influence adolescent girls’ behavior of taking care their reproductive organs in the
coastal area of Buluspesantren.
Methods: This study used quantitative method with a cross-sectional approach.
The population of this study was 859 adolescent girls the coastal area of
Buluspesantren with total sample are 96 respondents that was taken by purposive
sampling. Data were analyzed by univariate, bivariate and multivariate.
Results: There is a relationship between the availability of facilities and
infrastructure (p-value = 0.049); and attitude (p-value = 0.012) with the behavior
of reproductive organs care among adolescent girls in coastal areas in the District
of Buluspesantren. The most influential factor is attitude (p-value = 0,018), with
Odds Ratio (OR) = 3.004.
Conclusion: Adolescent girls with a positive attitude are 3.004 times higher
probability of having a good reproductive organ care behaviors compared to
adolescents girls with a negative attitude. Adolescent girls need to get information
about the reproductive organs care from various reliable sources. Therefor, they
will have tendency to have a positive attitude towards the reproductive organs
care.
3592444045L1A020021Respons Kerang Hijau (Perna viridis) terhadap Depurasi Logam Berat Kromium (Cr) dengan Metode Filtrasi dan Resirkulasi Air LautKerang hijau (Perna viridis) adalah kelompok bivalvia yang memiliki kemampuan untuk memfilter partikel yang ada di suatu perairan atau filter feeder. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan logam berat kromium (Cr) pada kerang hijau (Perna viridis) sebelum dan sesudah depurasi dengan filtrasi dan resirkulasi air laut dan mengetahui perubahan persentase kandungan logam berat kromium pada kerang hijau. Penelitian ini menggunakan metode filtrasi dan resirkulasi air laut dengan lama waktu perendaman 24 dan 48 jam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan konsentrasi logam berat Cr pada kerang hijau setelah depurasi cenderung mengalami penurunan pada perendaman 24 jam. Konsentrasi kerang hijau ssebelum dan setelah depurasi menunjukkan nilai yang masih di bawah ambang batas. Konsentrasi kerang hijau sebelum dan sesudah depurasi menunjukkan nilai yang masih dibawah ambang batas. Diketahui persentase perubahan logam berat Cr pada kerang yang dihasilkan berkisar antara 6-11%, namun terdapat pula perlakuan depurasi yang mengakibatkan peningkatan persentase logam berat Cr pada kerang hijau yaitu sekitar 22-25%.
ABSTRACT
Green mussels (Perna viridis) are a group of bivalves that have the ability to filter particles in water or filter feeders. The aim of this research was to determine the heavy metal chromium (Cr) content in green mussels (Perna viridis) before and after depuration by filtration and seawater recirculation and to determine changes in the percentage of chromium heavy metal content in green mussels. This research uses seawater filtration and recirculation methods with soaking times of 24 and 48 hours. The results of this study showed that the concentration of the heavy metal Cr in green mussels after depuration tended to decrease after 24 hours of immersion. The concentration of green mussels before and after depuration showed values that were still below the threshold. The percentage change in the heavy metal Cr in the shellfish produced is known to be in the range of 6-11%, but there is also depuration treatment which results in an increase in the percentage of the heavy metal Cr in green shellfish, which is around 22-25%.


3592544044D1A020080PENGARUH JUMLAH PAKAN DAN LETAK KANDANG SUSUN TERHADAP FCR DAN IP (Studi Kasus)Penelitian ini dilaksanakan di Farm Sudarwo Mitra PT Cemerlang Unggas Lestari, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah pada kandang closed house. Populasi ayam pada periode 24 kandang B1 dan B2 total sebanyak 43.500 ekor. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh letak kandang susun dan jumlah pakan terhadap FCR dan IP. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu data yang terkumpul diuji dengan Analisis Regresi Linier Berganda dengan Variabel Dummy. Data yang diambil yaitu jumlah pakan, FCR dan IP pada setiap lantai kandang yaitu B1 (bawah) dan B2 (atas). Hasil nilai koefisien determinasi (R2) jumlah pakan yang dikonsumsi dan letak kandang terdapat pengaruh sebesar 64,8% terhadap FCR dan signifikasi berdasarkan Uji t bahwa jumlah pakan yaitu sebesar 0,000 < 0,05 dan signifikasi dummy (letak kandang) 0.083 > 0,05. Hasil nilai koefisien determinasi (R2) jumlah pakan yang dikonsumsi dan letak kandang terdapat pengaruh sebesar 3% terhadap IP dan signifikasi keduanya yaitu pakan dan dummy nilai siginifikasi berdasarkan Uji t bahwa jumlah pakan yaitu sebesar 0,152 > 0,05 dan signifikasi dummy (letak kandang) 0,681 > 0.05. Kesimpulan bahwa jumlah pakan berpengaruh terhadap FCR sedangkan letak kandang tidak berpengaruh dan jumlah pakan serta letak kandang tidak berpengaruh terhadap IP.This research was carried out at the Sudarwo Mitra Farm of PT Cemerlang Unggas Lestari, Banyumas Regency, Central Java Province in a stable closed house. The total chicken population in the period of 24 cages B1 and B2 was 43,500 birds. The aim of this research is to determine the effect of the location of the bunk cage and the amount of feed on FCR and IP. The method used in this research is that the collected data is tested using Multiple Linear Regression Analysis with Variables Dummy. The data taken is the amount of feed, FCR and IP on each floor of the cage, namely B1 (bottom) and B2 (top). The results of the coefficient of determination (R2) value of the amount of feed consumed and the location of the cage have an influence of 64.8% on FCR and significance based on the t test shows that the amount of feed is 0.000 < 0.05 and the significance of the dummy (location of the cage) is 0.083 > 0.05 . The results of the coefficient of determination (R2) value of the amount of feed consumed and the location of the cage have an influence of 3% on the IP and the significance of both, namely the feed and the dummy, the significance value is based on the t test that the amount of feed is 0.152 > 0.05 and the significance of the dummy (location of the cage) 0.681 > 0.05. The conclusion is that the amount of feed has an effect on FCR, while the location of the cage has no effect and the amount of feed and location of the cage has no effect on IP.
3592639001C1G018008Factors Affecting the Income of Parking Workers in Purbalingga DistrictPenelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Juru Parkir Di Kecamatan Purbalingga”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jam kerja, lokasi, pengalaman kerja, dan setoran parkir terhadap pendapatan juru parkir di Kecamatan Purbalingga. Populasi penelitian ini adalah juru parkir sekitar Alun-Alun Purbalingga dengan radius 700 meter sebanyak 100 orang yang semuanya dipilih sebagai sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara berdasarkan kuesioner dengan teknik analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan analisis data diketahui bahwa jam kerja, lokasi, pengalaman kerja dan setoran parkir secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pekerja parkir. Secara parsial jam kerja, lokasi, dan setoran parkir berpengaruh positif terhadap pendapatan pekerja parkir. Pengalaman kerja berpengaruh negatif terhadap pendapatan pekerja parkir. Variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi pendapatan juru parkir adalah jam kerja.
Implikasi dari penelitian ini adalah jika juru parkir ingin meningkatkan pendapatannya, maka juru parkir harus menambah jam kerjanya, namun hal tersebut tidak mungkin dilakukan karena akan mengurangi pendapatan juru parkir lainnya. Oleh karena itu, lebih baik jika dilakukan pengacakan juru parkir agar juru parkir bisa mendapatkan penghasilan dari lokasi sepi dan ramai. Setoran parkir dapat disesuaikan berdasarkan potensi lokasi ramai atau sepinya lokasi parkir. Sebaiknya pekerjaan sebagai juru parkir tidak dijadikan sebagai pekerjaan andalan karena semakin berkembangnya suatu negara juru parkir akan diganti dengan mesin parkir. Pemerintah harus lebih tegas dalam pengelolaan lahan parkir karena beberapa masih dikuasai oleh organisasi atau kelompok masyarakat tertentu.
This research is entitled ”Factors Affecting the Income of Parking Workers in Purbalingga District”. The purpose of this research was to analyze the effect of working hours, location, work experience, and parking fees on the income of parking workers in Purbalingga District. The population of this research was 100 parking workers in Purbalingga Square with a radius of 700 meters, all of whom were selected as samples. Data collection techniques using interviews based on questionnaires with multiple linear regression analysis techniques.
Based on the data analysis, it was found that simultaneously working hours, location, work experience and parking fees have a significant effect on the income of parking workers. Partially working hours, location, and parking fees have a positive effect on the income of parking workers. Work experience has negative effect on the income of parking workers. The most dominant variable in influencing the income of parking workers is working hours.
The implication of this research is if the parking workers want to increase their income, then the parking workers must increase their working hours, but this is not feasible because it will reduce the income of other parking workers. Therefore, it is better if the parking worker rolls over so that the parking workers can get income from a quiet and crowded location. Parking fees can be adjusted based on the potential for crowded or quiet parking locations. In addition, the job of a parking worker should not be used as a mainstay job because as a country develops, parking workers will be replaced by parking machines. The government must be more assertive in managing parking lots because some are still controlled by certain organizations or community groups.
3592739003I1A018040FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN UNMET NEED PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA SALEM KECAMATAN SALEM KABUPATEN BREBESLatar Belakang : Desa Salem merupakan desa dengan angka unmeet need terbanyak di Kecamatan Salem Kabupaten Brebes dengan jumlah PUS bukan KB sebesar 36% dari jumlah PUS pada tahun 2019, kemudian mengalami kenaikan menjadi 37% pada tahun 2020 dan pada bulan September 2021 menjadi 40% dari jumlah PUS sebanyak 7514. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian unmet need pada WUS di Desa Salem Kecamatan Salem Kabupaten Brebes

Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu WUS Desa Salem sebanyak 1754 WUS dan jumlah sampel sebanyak 95 responden. Penentuan sampling menggunakan teknik cluster random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat.

Hasil Penelitian : Ada hubungan antara dukungan suami dengan kejadian unmet need (p-value = 0,035), Tidak ada hubungan antara pengetahuan responden (p-value = 0,865), kualitas pelayanan KB (p-value = 0,386), akses pelayanan KB (p-value = 0,487), efek samping (p-value = 0,913) dengan kejadian Unmet Need di Desa Salem Kecamatan Salem Kabupaten Brebes.

Kesimpulan : Ada hubungan antara dukungan suami responden dengan kejadian Unmet Need di Desa Salem dengan nilai odds ratio pada tabel risk estimate sebesar 2,813. Penyedia layanan KB dan instansi pemerintahan Desa Salem perlu meningkatkan keikutsertaan suami dalam kegiatan konseling, edukasi maupun perencanaan berkeluarga
Background : Salem Village is the highest number of unmeet need in Salem District, Brebes Regency with the number of couples fertilizer age that not participating in family planning is 36% from the number of couples fertilizer age in 2019, then increasing to 37% in 2020 and in September 2021 up to 40% from 7514 of couples fertilizer age. This research aims to find out the related factors of unmet need group among reproductive age women in Salem Village, Salem District, Brebes Regency.

Methods: This research used a quantitative method with a cross-sectional approach. The population of this research consisted of 1754 women reproductive age, 95 women reproductive age drawn from the population through a cluster random sampling strategy. The data were analyzed using univariate and bivariate analyses.

Results : There was significant relation between husband support with unmet need (p-value = 0,035), There were no relation between respondents knowledge (p-value = 0.865), quality of family planning services (p-value = 0.386), access to family planning services (p-value = 0.487), side effects (p-value = 0.913) with the Unmet Need incident in Salem Village, Salem District, Brebes Regency.

Conclusions : There was significant relation between husband support with unmet need in Salem Village with odds ratio in risk estimate table of 2,813. Family planning service providers and government agencies in Salem Village need to increase the husband’s participation in counseling, education and family planning activities.
3592839004J1A016041RACIAL DISCRIMINATION IN HARRIET (2019)Gagermatahai, Mercy T. 2022. Racial Discrimination in Harriet (2019). Skripsi. Program Studi Sastra Inggris. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Pembimbing 1: Tri Murniati, S.S., M. Hum., Ph.D. Pembimbing 2: Rizki Februansyah, S.S, MA. Penguji Eksternal: Mia Fitria Agustina, S.S., S.E., M.A.

Harriet (2019) adalah film karya Kasi Lemmons yang bercerita tentang Harriet Tubman, seorang wanita kulit hitam yang melarikan diri dari perbudakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diskriminasi rasial yang dialami Tubman dan orang kulit hitam di Harriet (2019). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan diskriminasi rasial sebagai teori utama Rebecca M. Blank dan Marilyn Dabady (2004) kemudian menggunakan pendekatan sosiologis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan data yang dikumpulkan berupa verbal (teks) dan visual (gambar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tubman dan orang kulit hitam dalam film Harriet mengalami diskriminasi rasial. Ada tiga jenis diskriminasi rasial yang ditemukan yaitu diskriminasi yang disengaja dan eksplisit; diskriminasi halus, tidak sadar, dan otomatis; dan diskriminasi dan profil statistik. Selain itu, perbandingan kondisi sosial orang kulit hitam pada abad ke-19 antara kota Maryland dan Philadelphia menunjukkan bahwa praktik perbudakan dan perdagangan budak di Maryland lebih banyak terjadi, berbeda dengan Philadelphia yang memberikan lebih banyak kebebasan kepada orang kulit hitam. Ada jaringan rahasia Underground Railroad di Philadelphia yang berperan membantu para budak menemukan kebebasan.

Kata kunci: Diskriminasi Rasial, Perbudakan, Kondisi Sosial Abad 19
Gagermatahai, Mercy T. 2022. Racial Discrimination in Harriet (2019). Thesis. English Literature Study Program. Department of English Language and Literature. Faculty of Humanities. Jenderal Soedirman University. Purwokerto. Supervisor 1: Tri Murniati, S.S., M. Hum., Ph.D. Supervisor 2: Rizki Februansyah, S.S, MA. External Examiner: Mia Fitria Agustina, S.S., S.E., M.A.

Harriet (2019) is a film by Kasi Lemmons which tells the story of Harriet Tubman, a black woman who escapes from slavery. This research aims to determine the racial discrimination experienced by Tubman and the black people in Harriet (2019). In this research, the researcher uses racial discrimination as the main theory from Rebecca M. Blank and Marilyn Dabady and sociological approach. This research applied a descriptive qualitative method and the collected data are in the form of both verbal (texts) and visual (images). The results show that Tubman and the black people in the Harriet film experienced racial discrimination. There are three types of racial discrimination found namely intentional and explicit discrimination; subtle, unconscious, and automatic discrimination; and discrimination and statistical profiling. In addition, the comparison of the social conditions of black people in the 19th century between the cities of Maryland and Philadelphia shows that the practice of slavery and slave trade in Maryland was more common, in contrast to Philadelphia, which provides more freedom to black people. There is a secret network of the Underground Railroad in Philadelphia whose role is to help slaves find freedom.

Keywords: Racial Discrimination, Slavery, Social Conditions in the 19th century
3592939005F1C018051Analisis Komunikasi Internal dalam Membentuk Iklim Organisasi (Studi Kasus Bagian Komunikasi Pimpinan dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap)Bagian Komunikasi Pimpinan dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap dibagi menjadi tiga sub bagian yaitu Sub Bagian Protokol, Sub Bagian Komunkasi Pimpinan, dan Sub Bagian Dokumentasi Pimpinan. Di ketiga sub bagian tersebut, aktivitas komunikasi internal yang terjadi berbeda-beda sehingga membentuk iklim organisasi yang berbeda pula. Tujuan penelitian ini adalah (1) menguraikan aktivitas komunikasi internal yang terjadi di Bagian Komunikasi Pimpinan dan Protokol. (2) Memaparkan hambatan-hambatan yang dihadapi selama aktivitas komunikasi internal di Bagian Komunikasi Pimpinan dan Protokol. (3) Menguraikan upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Bagian Komunikasi Pimpinan dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data milik Miles dan Hubberman.The Leadership Communication and Protocol Section of the Regional Secretariat of Cilacap Regency is divided into three sub-sections, namely the Protocol Sub-Division, the Leadership Communication Sub-Division, and the Leadership Documentation Sub-Division. In the three sub-sections, the internal communication activities that occur are different so as to form a different organizational climate. The aims of this research are (1) to describe the internal communication activities that occur in the Leadership and Protocol Communication Section. (2) Describe the obstacles encountered during internal communication activities in the Leadership and Protocol Communication Section. (3) Describe the efforts made in overcoming the obstacles encountered. This study uses a descriptive qualitative research method. This research was conducted at the Leadership Communication and Protocol Section of the Regional Secretariat of Cilacap Regency. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The informant selection technique used was non-probability sampling with purposive sampling method. The data analysis technique used is Miles and Hubberman's data analysis technique.
3593039006F1A019030Keterlibatan Orang Tua Siswa Miskin dalam Pembelajaran Pascapandemi di SDN 2 Cidora Kabupaten BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterlibatan orang tua siswa miskin dalam pembelajaran pascapandemi. Keterlibatan orang tua pada pascapandemi perlu dilakukan karena siswa mengalami demotivasi dalam belajar. Hal tersebut disebabkan pandemi covid-19 yang telah berakhir. Oleh karena itu, mereka perlu beradaptasi dengan kondisi pascapandemi di sekolah dan di rumah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah rang tua siswa, siswa, dan guru SDN 2 Cidora Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua siwa terlibat dalam kegiatan siswa seperti menyediakan fasilitas fisik, memberi motivasi, memberikan perhatian kepada tugas anak, dan terlibat pada kegiatan sekolah. Namun, orang tua siswa miskin tidak terlibat pada kegiatan akademik anak dengan baik karena mereka tidak dapat memahami materi belajar dan tidak memiliki waktu luang yang cukup banyak untuk mendampingi. Strategi yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah mereka meminta bantuan kepada saudara untuk membantu mengatasi kendala yang ada. Dalam hal ini, siswa miskin dapat menutupi kekurangan modal ekonomi dengan modal sosial dan modal budaya yang dimiliki.This study aims to describe the engagement of poor students' parents in post-pandemic learning. Parental involvement in post-pandemic needs to be done because students experience demotivation in learning. This is due to the Covid-19 pandemic which has ended. Therefore, they need to adapt to post-pandemic conditions at school and at home. This study uses qualitative research methods by conducting interviews, observation, and documentation. The informants in this study were the parents of students, students, and teachers of SDN 2 Cidora, Lumbir District, Banyumas Regency. The results show that parents of students are involved in student activities such as providing physical facilities, giving motivation, paying attention to children's assignments, and being involved in school activities. However, parents of poor students are not involved in their children's academic activities properly because they cannot understand the learning material and do not have enough free time to accompany them. The strategy adopted to overcome this is that they ask for help from relatives to help overcome existing obstacles. In this case, poor students can make up for the lack of economic capital with the social capital and cultural capital they have.
3593144046C1C020075Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pemahaman Akuntansi Dimoderasi Literasi Digital
Terhadap Minat Penyusunan Laporan Keuangan Usaha Mikro Purbalingga
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peranan penting untuk pertumbuhan ekonomi negara di seluruh dunia baik negara maju ataupun berkembang. Keberadaan UMKM khususnya di Purbalingga belum terlepas dari adanya kendala, salah satunya adalah terkait penyusunan laporan keuangan. Banyak pelaku usaha di Kabupaten Purbalingga yang menganggap penyusunan laporan keuangan bukanlah hal yang penting dan menganggap pemasukan sebagai laba. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat penyusunan laporan keuangan yaitu tingkat pendidikan, pemahaman akuntansi secara independen dan dengan dimoderasi literasi digital pada Usaha Mikro di Kabupaten Purbalingga. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Perilaku Terencana. Penelitian menggunakan data primer melalui
kuesioner yang dibagikan secara langsung dan menggunakan Google Form dengan menggunakan alat ukur skala likert 1-5. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pemahaman akuntansi berpengaruh terhadap minat penyusunan laporan keuangan. Sedangkan tingkat pendidikan, tingkat pendidikan yang dimoderasi oleh literasi digital, pemahaman akuntansi yang dimoderasi oleh literasi digital tidak berpengaruh terhadap minat penyusunan laporan keuangan pada Usaha Mikro di Kabupaten Purbalingga.
Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) have an important role in the economic growth of countries throughout the world, both developed and developing countries. The existence of MSMEs, especially in Purbalingga, has not been free from obstacles, one of which is related to the preparation of financial reports. Many business people in Purbalingga Regency consider preparing financial reports to be unimportant and consider income as profit. This research was conducted to determine the factors that influence interest in preparing financial reports, namely level of education, independent understanding of accounting and moderated by digital literacy in Micro Enterprises in Purbalingga Regency. The theory used in this research is the Theory of Planned Behavior. The research uses primary data through questionnaires distributed directly and using Google Form using a 1-5 Likert scale measuring tool. Based on the research results, it was found that understanding accounting influences interest in preparing financial reports. Meanwhile, the level of education, the level of education which is moderated by digital literacy, understanding of accounting which is moderated by digital literacy has no effect on interest in preparing financial reports for micro businesses in Purbalingga Regency.
3593244856C1A017007Analisis Preferensi Konsumen Produk Kosmetik Domestik dan Impor di Kecamatan Tawang Kota TasikmalayaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi preferensi konsumen kosmetik dengan menggunakan variabel pendapatan, harga, fitur, merek, informasi, kualitas, dan pilihan produk sebagai variabel terikat. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan data primer yang diambil dari 100 orang responden berjenis kelamin perempuan berusia 15 - 64 tahun melalui media kuesioner. Kuesioner yang digunakan menggunakan skala likert yang kemudian diubah ke data interval dengan metode MSI. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara parsial variabel pendapatan, harga, fitur, merek, dan pilihan produk tidak mempengaruhi preferensi konsumen produk kosmetik; (2) Variabel informasi dan kualitas berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen produk kosmetik; (3) Secara bersama-sama seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen produk kosmetik. This study aims to analyze what factors influence cosmetics consumer preferences using income, price, features, brand, information, quality, and product choice variables as dependent variables. This research is using a quantitative approach and uses primary data taken from 100 female respondents aged 15 - 64 years through a questionnaire. The questionnaire used used a Likert scale which was then converted to interval data using the MSI method. The analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results showed that: (1) Partially, income, price, features, brand, and product choice variables do not affect consumer preferences of cosmetic products; (2) Information and quality variables have a significant effect on consumer preferences of cosmetic products; (3) Simultaneously all seven variables have a significant effect on consumer preferences of cosmetic products.
3593344658H1B020004ANALISIS PENENTUAN JARINGAN BANDAR UDARA HUB DAN SPOKE DI PULAU JAWA, KALIMANTAN, DAN SUMATERA DENGAN METODE HERFINDAHL-HIRSCHMANN INDEX (HHI)Pada saat ini, penerbangan Indonesia terpusat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta yang terletak di Provinsi Banten menjadi titik sentral dan menyediakan akses ke berbagai destinasi untuk penerbangan domestik dan penerbangan internasional. Meskipun demikian, pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia ke Pulau Kalimantan, tepatnya Kabupaten Penajam Paser Utara maka hal tersebut akan memicu perpidahan pergerakan transportasi udara ke Bandar Udara Muhammad Sulaiman Sepinggan di Kota Balikpapan. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan analisis untuk mengevaluasi terhadap jaringan bandar udara hub dan spoke. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis jaringan bandar udara hub dan spoke yang dilakukan pada 24 bandara di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Herfindahl-Hirschmann Index (HHI). Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder berupa data produksi transportasi udara yang meliputi data pergerakan penumpang, bagasi, barang, dan pos/paket pada tahun 2019 sampai 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi transportasi pada kondisi eksisting dengan 3 hub dan 21 spoke di tahun 2019-2022 sebesar 28,84%, 27,96%, 18,83%, dan 28,03% yang belum berjalan dengan efisien. Pada kondisi rencana hub-spoke dari hasil HHI data tahun 2020-2022 untuk 1 bandara hub dan 23 bandara spoke sebesar 49,61% serta dari hasil HHI data tahun 2019 untuk 2 bandara hub dan 22 bandara spoke sebesar 49,26% yang sudah efisien atau berada di rentang efisiensi 49-52%. Pada rasio perbandingan 30:70 tahun 2022 untuk kondisi eksisting sebesar 29,12% dan untuk kondisi setelah IKN berpindah ke Kalimantan dengan sistem hub-spoke dari 2 bandara hub dan 22 bandara spoke sebesar 51,43% sudah berjalan dengan efisien karena berada di rentang efisiensi 49-52%. Dari hasil tersebut, maka direkomendasikan agar nilai ET dapat ditingkatkan menjadi ideal dengan cara menambah kapasitas pesawat dan jadwal penerbangan menyesuaikan jumlah penumpang yang terkumpul pada bandara hub.Currently, Indonesian flights are centered at Soekarno-Hatta International Airport which is located in Banten Province, which is the central point and provides access to various destinations for domestic flights and international flights. However, the move of Indonesia's capital city to Kalimantan Island, specifically North Penajam Paser Regency, will trigger a shift in air transportation movements to Muhammad Sulaiman Sepinggan Airport in Balikpapan City. Therefore, one effort that can be made is to carry out an analysis to evaluate the hub and spoke airport network. The aim of the research is to analyze the hub and spoke airport network carried out at 24 airports on the islands of Java, Kalimantan and Sumatra. The method used in this research is the Herfindahl-Hirschmann Index (HHI) method. The data used in this research is secondary data in the form of air transportation production data which includes data on the movement of passengers, baggage, goods and postal/parcels from 2019 to 2022. The results of this research show that transportation efficiency in existing conditions with 3 hubs and 21 spokes in 2019-2022 it was 28.84%, 27.96%, 18.83% and 28.03% which were not running efficiently. In the condition of the hub-spoke plan, from the 2020-2022 HHI data results for 1 hub airport and 23 spoke airports it is 49.61% and from the 2019 HHI data results for 2 hub airports and 22 spoke airports it is 49.26% which is already efficient or is in the efficiency range of 49-52%. At a ratio ratio of 30:70 in 2022 for existing conditions of 29.12% and for conditions after IKN moved to Kalimantan with a hub-spoke system from 2 hub airports and 22 spoke airports of 51.43%, it has been running efficiently because it is in the range efficiency 49-52%. From these results, it is recommended that the ET value can be increased to ideal by increasing aircraft capacity and flight schedules adjusting the number of passengers collected at the hub airport.
3593439007A1A018025Efisiensi Alokatif Penggunaan Faktor Produksi Pada Usahatani Bengkuang di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh luas lahan, dan faktor-faktor produksi (benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja) terhadap hasil produksi usahatani bengkuang di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas, dan (2) Mengetahui efisiensi alokatif penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani bengkuang di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas
Lokasi penelitian di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada September Oktober 2022. Penelitian dilakukan secara sensus terhadap 37 orang petani. Analisis data yang digunakan adalah Analisis fungsi produksi Cobb-Douglass dan analisis Tingkat Efisiensi Alokatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) variabel bebas yang berpengaruh secara nyata terhadap variabel terikat yaitu luas lahan, penggunaan pestisida, dan benih. Sedangkan variabel penggunaan pupuk, dan tenaga kerja tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi bengkuang. (2) Faktor produksi benih dan tenaga kerja yang digunakan sudah mencapai efisien alokatif, sedangkan faktor produksi pupuk tidak efisien yang berarti penggunaanya sudah berlebihan sehingga perlu adanya pengurangan penggunaan faktor produksi untuk mencpai tingkat efisien dan faktor produksi luas lahan serta pestisida belum efisien yang berarti penggunaannya masih dapat ditingkatkan sampai batas perbandingan nilai produk marjinal dan biaya marjinal sama dengan satu.
This study aims to: (1) find out the effect of land area, and production factors (seed, fertilizers, pesticides, and labor) for the production result of jicama farming in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency, and (2) find out the allocative efficiency of production factors utilization in jicama farming in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency.
The research location in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency, Central Java. The time of this study was held in August – September 2022. The sampling design was carried out using the census method and obtained 37 farmers. The data analysis in this study is the Cobb-Douglass production function analysis and the allocative efficiency level analysis.
This study showed, (1) the independent variables that significantly affect the dependent variable are land area, use of pesticides, and seeds. While the variable use of fertilizers and labor did not significantly affect the production of Jicama. (2)The factors of seed production and labor used have reached allocative efficiency, while the factors of production of fertilizers are not efficient yet, which implies there is excessive usage, therefore it is necessary to reduce the usage of those factors of production to achieve efficient levels. The factors of production of land area and pesticides are also not efficient yet, which means their usability can still be increased until the ratio between the values of the marginal product and the marginal cost is equal to one.
3593539008J1A018041OPPRESSION FACED BY KAMBILI IN PURPLE HIBISCUS (2003)Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bentuk-bentuk penindasan yang terjadi terhadap tokoh utama bernama Kambili dalam novel Purple Hibiscus. Sumber data penelitian ini dikumpulkan dari novel Purple Hibiscus karya Chimamanda Ngozi Adhicie dan data penelitian ini adalah bukti penindasan terhadap Kambili. Penelitian kualitatif ini menggunakan teori Iris Marion Young tentang Penindasan dan teori Patriarki Sylvia Walby. Dalam teori Iris Marion Young, penindasan terbagi menjadi eksploitasi, marginalisasi, ketidakberdayaan, imperialisme budaya dan kekerasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman Kambili dalam penindasan terwujud dalam bentuk penindasan bahasa dan budaya, ketidakberdayaan dalam pengambilan keputusan, dan kekerasan fisik dan psikologis. Selain itu, tekanan yang dihadapi Kambili juga dilanggengkan oleh ayahnya sendiri yang menganut praktik patriarki yang berdampak pada kurangnya suara Kambili.This research intends to show the forms of oppression experienced by Kambili in Purple Hibiscus novel. This novel talks about how Kambili as the main character encounters oppression from her father who adheres patriarchal ideology within the household. To analyze this issue, this research uses a qualitative method. Moreover, this research applies Iris Marion Young theory of Oppression and Sylvia Walby’s theory of Patriarchy to analyze the reason behind the father’s patriarchal ideology and oppressive acts. Iris Marion Young divides oppression into five types namely exploitation, marginalization, powerlessness, cultural imperialism, and violence. The result of this study shows that Kambili only experiences three types of oppression out of five types proposed by Young’s theory. Kambili’s experiences in oppression manifest in form of language and cultural oppression, powerlessness in decision making, and physical and psychological violence. It is found that the oppression experienced by Kambili is due to the patriarchal value and religious justification examined by her father. In addition, the oppression experienced by Kambili affects Kambili’s lack of confidence and voice as she is terrified by the punishment from her authoritarian father.6
3593639009I1A018045FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI
S1 FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Menstruasi adalah peristiwa luruhnya dinding rahim akibat berkurangnya hormon estrogen dan progesteron pada akhir siklus ovarium. Pada mahasiswi, kebiasaan pola hidup yang tidak sehat dapat mengganggu siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi S1 Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada mahasiswi S1 Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Sampel yang digunakan sebanyak 94 orang dengan teknik Cluster Random Sampling. Data masing-masing variabel kemudian dideskripsikan dan dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan terhadap siklus menstruasi. Penelitian dilakukan pada bulan November 2022 menggunakan wawancara kuisioner.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara IMT (p-value = 0,000); stress (p-value = 0,000); kualitas tidur (p-value = 0,000); dan aktivitas fisik (p-value = 0,000) dengan siklus menstruasi pada mahasiswi. Faktor yang paling berpengaruh yaitu kualitas tidur, dengan Odds Ratio (OR) = 16,036.
Simpulan: Menjaga pola hidup terutama menjaga kualitas tidur yang baik dapat meningkatkan kemungkinan 16,036 kali lebih tinggi untuk memiliki siklus menstruasi yang normal.
ABSTRACT
Background: Menstruation is a monthly bleeding due to the shedding of the uterine wall at the end of the monthly ovarian cycle. In female students, unhealthy lifestyle habits can disrupt the menstrual cycle. This study aims to determine the factors that influence the menstrual cycle in undergraduate students of the Faculty of Health Sciences at Jenderal Soedirman University.

Methods: Using quantitative research with a cross-sectional method with a population of undergraduate students at the Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University The sample used was 94 people with the Cluster Random Sampling technique. The data for each variable were described and analyzed using the chi-square test to determine the relationship to the menstrual cycle. The research was conducted in November 2022 using a questionnaire and an interview.
Results: The results showed that there was an influence of BMI (p-value = 0.000); stress (p-value = 0.000); sleep quality (p-value = 0.000); and physical activity (p-value = 0.000) on the menstrual cycle in female students. The most influential factor is sleeping quality, with Odds Ratio (OR) = 16.036.
Conclusion: Maintaining a healthy lifestyle, especially for good quality sleep, can increase the likelihood of having a normal menstrual cycle 16,036 times.
Keywords: Menstrual Cycle, BMI, Stress, Physical Activity, Sleep Quality.
3593739011E1B018030IDENTIFICATION OF CRITERIA AND ESTABLISHMENT OF SANCTIONS FOR VIOLATIONS OF MUTATION OF ADMINISTRATIVE POSITIONS IN THE LOCAL GOVERNMENT OF PURWOREJO REGENCYMutasi adalah perpindahan atau alih tugas dari suatu unit organisasi ke unit organisasi lain. Mutasi merupakan salah satu subjek yang disusun dan ditetapkan dalam manajemen Pegawai Negeri Sipil yang menerapkan sistem merit dalam pelaksanaannya. Kepala Daerah selaku Pejabat Pembina Kepegawaian di Pemerintah Daerah bertanggung jawab dalam menyelenggarakan manajemen kepegawaian daerah. Tanpa dilakukan pengawasan terhadap Kepala Daerah sangat dimungkinkan terjadinya pelanggaran dalam pelaksanaan tugasnya. Salah satu pelanggaran yang kerap dilakukan adalah pelaksanaan mutasi dan disiplin Pegawai Negeri Sipil khususnya terhadap Pejabat Administrator yang tidak sesuai dengan kriteria dan prosedur yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Penelitian ini mengacu kepada Surat Rekomendasi KASN Nomor B-4172/KASN/11/2021 tentang Rekomendasi terkait dengan Dugaan Pelanggaran dalam Mutasi Pejabat Administrator di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian Preskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan wawancara, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Pejabat Pembina Kepegawaian memenuhi Kriteria pelanggaran mutasi jabatan administrasi di lingkungan Pemerintah Daerah Purworejo menurut Undang-Undang No 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintah. 3 kriteria pelanggaran yang dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yaitu Pelanggaran terhadap Subtansi, Pelanggaran terhadap Prosedur dan Pelanggaran terhadap wewenang serta mengetahui bagaimana mekanisme penilaian danpenetapan sanksi bagi pelanggaran mutasi jabatan
Mutation is the movement or transfer of tasks from one organizational unit to another organizational unit. Mutation is one of the subjects compiled and established in the management of Civil Servants who apply the merit system in its implementation. The Regional Head as the Civil Service Supervisory Officer in the Regional Government is responsible for organizing regional personnel management. Without supervision of the Regional Head, it is very possible for violations to occur in the implementation of their duties. One of the violations that are often committed is the implementation of mutations and discipline of Civil Servants, especially against Administrator Officers who do not comply with the criteria and procedures that have been regulated in Government Regulation Number 94 of 2021 concerning Civil Service Discipline. This research refers to the KASN Recommendation Letter Number B-4172 / KASN / 11/2021 concerning Recommendations related to Alleged Violations in the Mutation of Administrator Officials in the Purworejo Regency Government Environment.
This research uses a normative juridical approach method with prescriptive research specifications. The data source used is secondary data. The data collection method is carried out with literature studies and interviews, the data obtained are presented with narrative texts, and the data analysis method used is a qualitative normative method.
The results of this study concluded that the Civil Service Supervisory Officer met the criteria for violating the mutation of administrative positions within the Purworejo Regional Government according to Law No. 30 of 2014 concerning Government Administration. The 3 criteria for violations committed by the Civil Service Supervisory Officer are Violations of Substance, Violations of Procedures, and Violations of authority also knowing how the mechanism for assessing and imposing sanctions for violations of office mutations
3593844047K1B020058Regresi Ridge dan Aplikasinya pada Market Value Pemain Sepak Bola Profesional di IndonesiaMarket value merupakan nilai perkiraan suatu pemain bola profesional ketika ingin dibeli oleh tim yang lain. Berdasarkan data dari Transfermarkt, market value pemain sepak bola profesional di Indonesia masih di tingkat berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengatuhi market value dengan metode regresi ridge karena terdeteksinya multikolinearitas antara variabel independen. Regresi ridge merupakan suatu modifikasi dari metode kuadrat terkecil yang menghasilkan penduga bias dari parameter regresi. Data yang digunakan adalah data statistik Liga 1 Indonesia 2022/2023 dan berdasarkan uji F secara simultan diperoleh bahwa umur, goal, assist, menit bermain, dan starting 11 secara bersama-sama berpengaruh signifikan serta memberikan kontribusi sebesar 37,44% terhadap market value pemain sepak bola profesional di Indonesia. Dalam konteks ini, jika diuji secara parsial dengan uji t hanya jumlah goal yang berpengaruh signifikan terhadap market value pemain sepak bola profesional di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regresi ridge mampu mengatasi multikolinearitas yang terjadi pada variabel menit bermain dan starting 11 dengan menurunkan nilai VIF menjadi kurang dari sepuluh.Market value is the estimated value of a professional soccer player when he wants to be bought by another team. Based on data from Transfermarkt, the market value of professional soccer players in Indonesia is still at a developing level. This study aims to analyze the factors that influence market value with the ridge regression method due to the detection of multicollinearity between the independent variables. Ridge regression is a modification of the least squares method which produces biased estimates of regression parameters. The data used is statistical data for the 2022/2023 Indonesian League 1 and based on the F test simultaneously obtained that age, goals, assists, minutes played, and starting 11 together have a significant effect and contribute 37.44% to the market value of professional soccer players in Indonesia. In this context, if tested partially with the t test, only the number of goals has a significant effect on the market value of professional soccer players in Indonesia. The results showed that ridge regression was able to overcome the multicollinearity that occurred in the minutes played and starting 11 variables by reducing the VIF value to less than ten.
3593939010A1C018062Uji Performansi Tungku Modifikasi Berbahan Bakar Serbuk Kayu pada Produksi Gula Semut di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten BanyumasPermintaan gula semut terus meningkat dari waktu ke waktu. Namun dengan banyaknya permintaan produk terkadang belum bisa mengimbangi dengan jumlah dan kondisi tungku yang masih seadanya yaitu masih memakai tungku tradisonal. Oleh karena itu perlu adanya inovasi alat yang digunakan untuk memproduksi gula semut yaitu dengan cara meningkatkan sisi kepraktisan dan efisiensi tungku pada produksi gula semut. . Penelitian ini dilakukan dengan menguji performansi tungku modifikasi dan tungku tanpa modifikasi. Penelitian dilaksanakan di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2022. Pengambilan data dilakukan tiga pengulangan pada setiap tungkunya dengan mengukur variabel yang telah ditentukan. Analisis data dilakukan dengan melakukan perhitungan biaya bahan bakar yang digunakan, laju konsumsi bahan bakar (Fuel Consumption Rate), rendemen gula, dan efisiensi energi meliputi nilai efisiensi tungku dan nilai efisiensi sistem. Tahapan peneltian meliputi persiapan, pengukuran dan perhitungan.
Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh efisiensi tungku rata-rata pada tungku serbuk kayu dengan modifikasi adalah 29,21% sedangkan pada tungku tanpa modifikasi adalah 27,56%, biaya bahan bakar sekali produksi rata-rata tungku dengan modifikasi adalah Rp13.727 sedangkan pada tungku tanpa modifikasi adalah Rp14.073, laju rata-rata konsumsi bahan bakar tungku dengan modifikasi adalah 5,38 kg/jam sedangkan pada tungku tanpa modifikasi adalah 6,16 kg/jam, rendemen rata-rata yang dihasilkan tungku dengan modifikasi adalah 13,5 % sedangkan pada tungku tanpa modifikasi adalah 14 %.
Demand for granular sugar continues to increase from time to time. However, with the large demand for products, sometimes they cannot keep up with the number and condition of the stoves which are still improvised, namely still using traditional stoves. Therefore it is necessary to innovate the tools used to produce granular sugar by increasing the practicality and efficiency of the furnance in the production of granular sugar. This research was conducted by testing the performance of modified and unmodified stoves. The research was carried out in Gandatapa Village, Sumbang District, Banyumas Regency from August to October 2022. Data collection was carried out in three repetitionsm on every furnance by measuring predetermined variables. Data analysis was carried out by calculating the cost of fuel used, the rate of fuel consumption (Fuel Consumption Rate), sugar yield, and energy efficiency including furnace efficiency values ​​and system efficiency values. The research stages include preparation, measurement and calculation. Based on the data analysis conducted, the average furnace of the wood powder stove with modification is 29,21% while on the stove without modification is 27,56%, the average fuel cost of a single production furnace with Modification is Rp13,727 while for the stove without Modification it is Rp14,073, the average rate of fuel consumption of the furnace with modification is 5.38 kg/hour while in the furnace without modification it is 6.16 kg/hour, the average yield produced by the furnace with modification is 13.5% while in the furnace without modification it is 14%.
3594039013H1B018054SKENARIO KEANDALAN TAMPUNGAN EMBUNG UNTUK KEBUTUHAN AIR IRIGASI
(Studi Kasus Proyek SI/DD Embung Kabupaten Blora)
Blora merupakan salah satu kabupaten di ujung timur Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Timur dengan luas wilayah 1.804,60 km2, yang sebagian besar wilayahnya merupakan daerah krisis air (baik untuk air minum maupun untuk irigasi). Salah satu upaya untuk mengatasi masalah ini adalah dengan pembangunan embung yang nantinya digunakan untuk menampung air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi air yang ada untuk memenuhi kebutuhan air irigasi seluas 185 ha, berdasarkan keandalan debit inflow dan untuk mempersiapkan agar di beberapa kondisi debit inflow waduk dapat selalu memasok air secara cukup. Metode yang digunakan dalam studi ini merupakan tampungan dengan menggunakan 4 skenario kondisi debit bersumber dari Montarcih (2018), yaitu skenario menggunakan debit air cukup (26%), debit air normal (50,7%), debit air rendah (75,3%), dan debit musim kering (97,3%), dengan data sekunder yang ada. Hasil keandalan yang didapatkan yaitu dengan debit air cukup (26%) 88,462%, debit air normal (50,7%) 82,692%, debit air rendah (75,3%) 64,103%, dan debit musim kering (97,3%) 43,269%. Blora is one of the regencies on the eastern tip of Central Java which borders East Java with an area of 1,804.60 km2, most of which is a water crisis area (both for drinking water and for irrigation). One effort to overcome this problem is to build a reservoir which will later be used to store water. This study aims to determine the potential of existing water to meet the needs of irrigation water for an area of 185 ha, based on the reliability of inflow discharge and to prepare so that in some conditions the inflow discharge of the reservoir can always supply enough water. The method used in this study is a reservoir using 4 scenarios of discharge conditions sourced from Montarcih (2018), namely scenarios using sufficient water discharge (26%), normal water discharge (50.7%), low water discharge (75.3%) ), and dry season discharge (97.3%), with existing secondary data. The reliability results obtained are sufficient water discharge (26%) 88.462%, normal water discharge (50.7%) 82.692%, low water discharge (75.3%) 64.103%, and dry season discharge (97.3%) 43.269%.