Artikel Ilmiah : F1A019034 a.n. HAFIZHAH AURA IMANI

Kembali Update Delete

NIMF1A019034
NamamhsHAFIZHAH AURA IMANI
Judul ArtikelKELUARGA DAN PEMERKOSAAN INSES
(ANALISIS ISI BERITA PEMERKOSAAN INSES TERHADAP ANAK PEREMPUAN PADA BERITA ONLINE KOMPAS.COM TAHUN 2019-2020)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pemerkosaan dapat menimpa siapa saja bukan hanya perempuan dewasa namun termasuk anak-anak perempuan dibawah umur. Salah satu jenis pemerkosaan adalah pemerkosaan inses, yakni pemerkosaan yang dilakukan oleh anggota keluarga atau kerabat. Pemerkosaan inses menunjukan adanya disfungsi keluarga. Keluarga bukan lagi tempat pemberi afeksi dan perlindungan, namun menjadi lokus yang aman bagi para pelaku pemerkosaan inses.

Penelitian ini menggunakan penedektaan kuantitaif dengan metode analisis isi dengan total data yang diteliti yaitu 83 kasus. Unit analisis dan objek penelitian adalah keseluruhan berita terkait pemerkosaan inses yang dimuat pada rentang tahun 2019-2021 pada berita online kompas.com. Tahap analisisnya yaitu mengumpulkan data, pengkodingan data, pengelolaan data, pengelolan data dengan SPPS (Statistical Package for the Social Sciences) yang disajikan dengan tabel distribusi dan tabel silang untuk menggabarkan tendensi modus data.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaku pemerkosaan inses didominasi oleh ayah kandung. Umur korban didominasi oleh rentang umur 13-17 tahun dan umur pelaku. Selain itu status pernikahan pelaku sebagian besar adalah sudah menikah dan tinggal serumah dengan istri. Pekerjaan pelaku didominasi sebagai pekerja buruh dan pegawai swasta. Penlitian ini juga menemukan pola kejadian pemerkosaan umumnya dilakuakn dengan melakukan pengancaman secara nonverbal seperti pemukulan dan pengancaman dengan sajam, tempat pemerkosaan umumnya dilakukan di rumah korban. Pemerkosaan juga umunya dilakuakan berulang kali bahkan bertahun-tahun. Pihak yang menjadi pelapor didominasi oleh ibu korban.
Abtrak (Bhs. Inggris)Rape can happen to anyone, not only adult women but including underage girls. One type of rape is incest rape, namely rape committed by a family member or relative. Incest rape indicates family dysfunction. A family is no longer a place for giving affection and protection, but a safe locus for perpetrators of incest rape.
This study used a quantitative approach with content analysis method with a total of 84 cases studied. The unit of analysis and research object is all news related to incest rape published in the 2019-2021 range on online news kompas.com. The stages of analysis are collecting data, coding data, managing data, managing data with SPPS (Statistical Package for the Social Sciences) which is presented with distribution tables and cross tables to describe the tendency of data mode.
The results showed that the perpetrators of incest rape were dominated by biological fathers. The age of the victims was dominated by the age range of 13-17 years and the age of the perpetrators. Apart from that, the marital status of the perpetrators was that most of them were married and lived at home with their wife. The occupation of the perpetrators is dominated as laborers and private employees. This research also found a pattern of incidents of rape which were generally carried out by making nonverbal threats such as beatings and threats with weapons, where rapes were generally carried out at the victim's house. Rape is also generally done repeatedly, even for years. The reporting party was dominated by the victim's mother.
Kata kunciPemerkosaan, inses, anak perempuan
Pembimbing 1Dr. Nanang Martono, M.Si.
Pembimbing 2Dra. Endang Dwi Sulistyoningsih, M.Si.
Pembimbing 3Dr. Rili Windiasih, M.Si.
Tahun2023
Jumlah Halaman70
Tgl. Entri2023-02-17 10:41:41.860207
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.