Artikelilmiahs

Menampilkan 35.901-35.920 dari 49.843 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3590138980J1A018057A SEMIOTIC ANALYSIS OF DRAWING AND THEIR MEANING
IN KAUR’S MILK AND HONEY
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanda-tanda yang ditemukan dalam Milk and Honey karya Rupi Kaur dan menjelaskan jenis-jenis feminisme yang digambarkan oleh tanda-tanda tersebut. Bidang penelitian ini adalah semiotika yang merupakan kajian tentang sistem tanda untuk mengetahui bagaimana tanda-tanda berhubungan satu sama lain dalam merepresentasikan makna tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data yang terdiri dari 18 gambar yang di dalamnya terdapat figur perempuan. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, setiap gambar terdiri dari tiga tipe tanda yaitu ikon, indeks, dan simbol. Ikon mencakup semua benda dalam gambar yang merupakan replikasi, imitasi, kemiripan, atau tiruan dari objek nyatanya. Indeks terdiri dari semua tanda baik dalam bentuk gambar, kata, frasa, atau kalimat dalam gambar yang menunjukkan hubungan sebab akibat. Simbol mencakup semua tanda yang memiliki makna tertentu saat dikaitkan dengan konteks pada gambar. Dari total 4 macam feminisme yang dikemukakan oleh Steeves (1987), tanda-tanda dalam gambar-gambar tersebut hanya memaparkan 2 macam feminisme yaitu feminisme radikal dan feminisme liberal. Gagasan feminisme radikal dan liberal menjadi isu yang coba diangkat Kaur dalam puisi dan lukisannya. Karena feminisme radikal adalah gerakan yang percaya bahwa seksisme telah mengakar begitu dalam di masyarakat sehingga satu-satunya obat adalah menghilangkan konsep gender sepenuhnya, Kaur membawa ide-ide ini dengan mengangkat penindasan perempuan terkait tubuh mereka sendiri. Sedangkan untuk feminisme liberal, gagasannya digambarkan tentang bagaimana Kaur memandang dirinya dan perempuan di sekitarnya sebagai posisi yang disubjekkan dalam masyarakat. Selain itu, Kaur yang merupakan perempuan berwarna kulit coklat kehitaman dari ras kaukasoid indic, juga mengaitkan gagasan feminisme liberal dengan ketidaksetaraan yang didapat perempuan dalam pendidikan, tempat kerja, dan peran gender dalam masyarakat.The purpose of this study is to identify the meaning represented by the signs in Rupi Kaur's Milk and Honey and to explain what kinds of feminisms they represent. Semiotics, which is the study of sign is the approach of this research. The data for this study, which comprised of 18 photographs of female figures, were analyzed using a qualitative descriptive method. The study's findings include the fact that each image contains signs, such as icons, indices, and symbols. All of the image's replicas, ripoffs, likenesses, and imitations of actual objects are considered icons. The index consists of any indications of a causal relationship, whether they take the shape of images, words, phrases, or sentences in pictures. Symbols include all signs that have a certain meaning when associated with the context in the image. Out of a total of 4 kinds of feminism put forward by Steeves (1987), the signs in the pictures only show 2 kinds of feminism, namely radical feminism and liberal feminism. The idea of radical and liberal feminism is an issue that Kaur tries to raise in her poetry and paintings. Since radical feminism is a movement that believes sexism is deeply rooted in society, Kaur brings these ideas to light by highlighting women's oppression of their own bodies. As for liberal feminism, the idea is described about how Kaur views herself and the women around her as a subjected position in society. In addition, Kaur, who is tanned skin kaukasoid indic woman, also associates the idea of liberal feminism with the inequalities that women get in education, the workplace, and gender roles in society.
3590238981I1A018059FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT DI KECAMATAN KARANGLEWASLatar Belakang: Jumlah kasus diare di kecamatan Karanglewas pada tahun 2021 tercatat 2670 kasus. Hal ini menjadikan kecamatan Karanglewas salah satu wilayah resiko tinggi kasus diare. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian diare adalah kepemilikan jamban sehat. Adapun persentase kepemilikan jamban sehat di Kecamatan Karanglewas 62% menjadikan kecamatan Karanglewas dengan persentase kepemilikan jamban sehat terendah di kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat di kecamatan Karanglewas.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di kecamatan Karanglewas dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga (KK) atau yang mewakili yang terpilih dengan metode sampling multi stages cluster sampling sejumlah 100 responden. Data dianalisis menggunakan uji chi square.
Hasil Penelitian: Hasil uji penelitian ini didapatkan nilai p uji chi-square variabel pengetahuan tentang jamban sehat (0,001), sikap terhadap pemanfaatan jamban sehat (0,022), pendidikan (0,406), status ekonomi (0,000), ketersediaan air bersih (0,547), dan peran tenaga kesehatan (0,027).
Kesimpulan: Terdapat variabel yang berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat dalam penelitian ini yakni variabel pengetahuan tentang jamban sehat, sikap terhadap pemanfaatan jamban sehat, status ekonomi, dan peran tenaga kesehatan.
Background: The number of diarrhea cases in Karanglewas district in 2021 recorded 2670 cases. This make the Karanglewas district one of the high-risk areas for diarrhea cases. One of the related factors with the incidence of diarrhea is the healthy latrine ownership. The percentage of healthy latrine ownership in Karanglewas district is 62%, that making Karanglewas district the lowest percentage of healthy latrine ownership in Banyumas regency. This study aims to determine the related factors with the healthy latrine ownership in Karanglewas district.
Methodology: This research is quantitative research with a cross sectional approach. The population of this study is all the head family resided in Karanglewas district with inclution and exclution criteria. The sample of this study is all the head family or who reseprenting his family that selected with multi stages cluster sampling method. This sample is 100 people. The data is analyzed using chi square test.
Research result: The result of this study obtained p value test is knowledge about healthy latrine (0,001), attitude toward the use of healthy latrine (0,022), education (0,406), economic status (0,000), avaibility of clean water (0,547), and role of the health worker (0,027).
Conclusion: There are related factors in this study. That variable is knowledge about healthy latrine, attitude toward the use of healthy latrine, economic status, and role of the health worker.
3590345566D1B022005Identifikasi dan pendapatan pelaku usaha peternakan dipasar hewan kabupaten banyuamasIdentifikasi dan Pendapatan Pelaku Usaha Peternakan di Pasar Hewan Kabupaten Banyumas”. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pendapatan Peternak, Pengepul dan Blantik, serta untuk mengetahui pengaruh antara jumlah ternak, jenis ternak, harga jual, harga beli dan retribusi terhadap sebagian pendapatan pelaku usaha peternakan di pasar hewan Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan Purposive Sampling atau sengaja dengan memilih pasar hewan di Kabupaten Banyumas, antara lain Pasar Sokaraja, Pasar Ajibarang, Pasar Wangon dan Pasar Cilongok. Selanjutnya untuk teknik pengambilan sampel pelaku usaha di pasar hewan Kabupaten Banyumas dilakukan menggunakan incidental sampling di setiap pasar yang terpilih. Variabel dependent yang diteliti dalam penelitian yaitu pendapatan pelaku usaha peternakan di pasar hewan Kabupaten Banyumas. Sedangkan variabel independent yang diteliti terdiri, jumlah ternak, harga beli, harga jual, retribusi, dan jenis ternak. Persamaan regresi Y = -441.8352,80 + 145.666,54X1 + 10.492,27X2 – 10.575,02X3 + 49.55X4 + 163.020,76D. Dengan R-square sebesar 0,912 atau 91,2%, terdapat pengaruh sangat nyata antara jumlah ternak (X1), harga jual (X2), harga beli (X3), retribusi (X4) terhadap pendapatan (Y), sedangkan jenis ternak (dummy) berpengaruh tidak nyata terhadap pendapatan.Identification and Income of Livestock Business Actors in the Banyumas Regency Animal Market". The aim of the research is to determine the factors that influence the income of Farmers, Collectors and Farmers, as well as to determine the influence of the number of livestock, type of livestock, selling price, purchase price and levies on some of the income of livestock business actors in the Banyumas Regency animal market. The method used in the research used purposive sampling or deliberately selecting animal markets in Banyumas Regency, including Sokaraja Market, Ajibarang Market, Wangon Market and Cilongok Market. Furthermore, the sampling technique for business actors in the Banyumas Regency animal market was carried out using incidental sampling in each selected market. The dependent variable examined in the research is the income of livestock business actors in the Banyumas Regency animal market. Meanwhile, the independent variables studied consisted of number of livestock, purchase price, selling price, fees, and type of livestock. Regression equation Y = -441,8352.80 + 145,666.54X1 + 10,492.27X2 – 10,575.02X3 + 49.55X4 + 163,020.76D. With an R-square of 0.912 or 91.2%, there is a very real influence between the number of livestock (X1), selling price (X2), purchase price (X3), levies (X4) on income (Y), while the type of livestock (dummy ) has no significant effect on income.
3590438393J1C016055INTERAKSI SIMBOLIK KEKERASAN TOKOH UTAMA TATSUO PADA FILM “CONCRETE (コンクリート, KONKURITO)”Skripsi ini berjudul INTERAKSIONISME SIMBOLIK KEKERASAN PARA KARAKTER UTAMA TATSUO DALAM FILM “CONCRETE (コンクリート, KONKURITO)”. Tesis ini membahas tentang interaksi antara tokoh utama dengan sosial dan bagaimana tokoh utama menjadi penjahat. Tokoh utama melakukan kekerasan dengan orang lain karena bagaimana pola interaksionisme simbolik pikiran, diri dan masyarakat memiliki benang merah yang berhubungan dengan kekerasan yang dilakukan tokoh utama Tatsuo. Tesis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis semua hal yang berhubungan dengan pembahasan. Tesis ini menggunakan teori interaksionisme simbolik dan kekerasan untuk mendapatkan hal-hal utama yang kita bahas dalam tesis ini, dengan menampilkan tokoh utama dalam adegan film dan dialog.
Bahas lebih dalam tentang bagaimana sosial memiliki peran penting dalam membentuk karakter seseorang, dan membangun pola pikir seseorang. Begitulah interaksi yang memiliki simbol mind, self and society yang dapat menjadi pengaruh baik atau buruk seperti menjadi kekerasan sebagai akibat dari reaksi setelah tindakan. Karena tentang simbol interaksi adalah aksi dan reaksi. Tindakan yang ditunjukkan atau diberikan orang lain, kemudian reaksi yang muncul dalam pikiran, diri sendiri dan bagaimana masyarakat menjadi pengaruh penting.
Tesis ini menunjukkan bahwa dari interaksionisme simbolik pikiran, diri dan masyarakat yang berhubungan dengan kekerasan yang memiliki tiga hal yaitu Frustative, Frustative Malefic, dan Violence Offense yang terdapat pada tokoh utama.
Kata Kunci : Interaksionisme Simbolik, Kekerasan, Film映画 (Eiga).
This thesis is entitled SYMBOLIC INTERACTIONISM OF VIOLENCE OF THE MAIN CHARACTER TATSUO IN THE FILM “CONCRETE (コンクリート, KONKURITO)”. This thesis discuss about interactions between main character with the social and how the main character being the criminal. The main character do the violence with others because how pattern of interactionism simbolik of mind, self and society have the connected thread of violence that main character Tatsuo does. This thesis use qualitative descriptive metode to analysis all the connected things of the discussion. This thesis use the theory of interactionism symbolic and violence to get the main things that we discuss on this thesis, with the main character show in the scene of film and the dialog.
Discuss deeper on how social have the important part to create someones’s character, and build someone’s mindset. That’s how interactions have the symbol of mind, self and society that could being a good affect or worst effect like become the violence as the result of reaction after the actions. Because about the interactions symbol are actions and reactions. Action that others shown or gives, then reactions that comes to mind, self and how society being an important influence.
This thesis show that from the interactionism symbolic mind, self and society that connected with violence that have three things Frustative, Frustative Malefic, and Violence Offense who's exist on the main character.

Keywords : Symbolic Interactionism, Violence, Movie映画 (Eiga).
3590544042C1B019033Analisis Pengaruh Literasi Keuangan dan Gaya Hidup terhadap Perilaku Konsumtif dengan Perilaku Keuangan sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Mahasiswa di Purwokerto)Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik Structural Equation Modelling Partial Least Square (SEMPLS) dengan menggunakan software SmartPLS 3. Responden yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Islam Negeri SAIZU Purwokerto, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Populasi yang dibutuhkan untuk penelitian sebanyak 53.861 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan sampel yang diambil sejumlah 150 orang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap perilaku konsumtif. Adapun gaya hidup berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif. Literasi keuangan berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan. Sedangkan gaya hidup tidak berpengaruh terhadap perilaku keuangan. Lebih lanjut, perilaku keuangan berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumtif. Perilaku keuangan memediasi pengaruh antara literasi keuangan dengan perilaku konsumtif. Perilaku keuangan tidak memediasi pengaruh antara gaya hidup dengan perilaku konsumtif.This research is a quantitative research using Structural Equation Modelling Partial Least Square (SEMPLS) techniques using SmartPLS 3 software. The respondents used in this research were students from Jenderal Soedirman University, SAIZU Islamic State University Purwokerto, and Muhammadiyah University Purwokerto. The population required for this research is 53,861 with a sampling technique used is purposive sampling and samples taken of 150 people. The results of the research show that financial literacy has no effect on consumer behavior. Lifestyle has a positive effect on consumer behavior. Financial literacy has a positive effect on financial behavior. Meanwhile, lifestyle has no effect on financial behavior. Furthermore, financial behavior has a negative effect on consumer behavior. Financial behavior mediates the influence between financial literacy and consumer behavior. Financial behavior doesn’t mediate the influence between lifestyle and consumer behavior.
3590638985D1A018100ANALISIS TREND POPULASI DAN PEMETAAN WILAYAH BASIS PENGEMBANGAN
TERNAK KERBAU DI KABUPATEN PEMALANG
Analisis Trend Populasi dan Pemetaan Wilayah Basis Pengembangan Ternak Kerbau di Kabupaten Pemalang. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai dengan Desember 2022 di Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Menganalisis trend populasi ternak kerbau selama 10 tahun terakhir di Kabupaten Pemalang; (2) Menyusun pemetaan wilayah basis pengembangan ternak kerbau di Kabupaten Pemalang. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan data sekunder sebagai data utama. Penetapan sampel wilayah dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria kecamatan dengan indeks analisis LQ > 1. Populasi ternak kerbau dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis LQ. Hasil penelitian menunjukkan populasi ternak kerbau di Kabupaten Pemalang pada tahun 2021 yaitu sebanyak 8.267 ST dan ternak ruminansia yaitu 48.027 ST. Trend populasi ternak kerbau selama 10 tahun terakhir yaitu pada tahun 2012-2021 mengalami penurunan. Hasil analisis trend ternak kerbau di Kabupaten Pemalang mengikuti persamaan regresi y = 8.940,7 - 125,7x yang artinya bahwa titik awal populasi ternak kerbau di Kabupaten Pemalang adalah 8.940 ST dan mengalami penurunan sebanyak 125 ST/tahun. Kecamatan basis untuk pengembangan ternak kerbau di Kabupaten Pemalang berdasarkan indeks LQ (> 1) yaitu Kecamatan Bodeh, Bantarbolang, Randudongkal, Pemalang, Taman, dan Ulujami. Disimpulkan bahwa trend populasi ternak kerbau dalam 10 tahun terakhir yaitu pada tahun 2012-2021 mengalami penurunan. Basis pengembangan ternak kerbau berada di Kecamatan Pemalang, Bodeh, Taman, Randudongkal, Bantarbolang, dan Ulujami.Population Trends Analysis and Mapping of Buffalo Livestock Development Base Areas in Pemalang Regency. The research was conducted from November to December 2022 in Pemalang Regency, Central Java Province. The aims of this study were: (1) To analyze the trend of the buffalo population in the last 10 years in Pemalang Regency; (2) Compile a mapping of the buffalo livestock development base area in Pemalang Regency. The research was conducted using a survey method with secondary data as the main data. Area samples were determined using purposive sampling method based on district criteria with an analysis index of LQ > 1. The population of buffaloes was analyzed using simple regression analysis and LQ analysis. The results showed that the population of buffalo cattle in Pemalang Regency in 2021 was 8.267 AU and ruminants were 48.027 AU. The trend of the buffalo livestock population for the last 10 years, namely in 2012-2021, has decreased. The results of trend analysis of buffaloes in Pemalang Regency following a regression equation y = 8.940,7 – 125,7x, which means that the starting point for the population of buffaloes in Pemalang Regency is 8.940 AU and has decreased by 125 AU/years. Based on the LQ index (> 1), the base districts for the development of buffalo livestock in Pemalang Regency are Bodeh, Bantarbolang, Randudongkal, Pemalang, Taman, and Ulujami Districts. It was concluded that the trend of the buffalo livestock population in the last 10 years, namely in 2012-2021, has decreased. The development base for buffalo livestock is in the Districts of Pemalang, Bodeh, Taman, Randudongkal, Bantarbolang and Ulujami.
3590738986G1A019094KORELASI ANTARA KADAR PB DARAH DAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA BENGKEL MOTOR DI PURWOKERTOPaparan berlebih serta kronik timbal (Pb) dapat menyebabkan berbagai masalah serius pada tubuh salah satunya adalah hipertensi. Pekerja bengkel motor termasuk pekerjaan dengan prevalensi paparan Pb tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kadar Pb darah dan tekanan darah pada pekerja bengkel motor di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 60 pekerja bengkel motor di Purwokerto. Tekanan darah sistolik dan diastolik diukur dengan spigmomanometer digital sedangkan kadar Pb darah diukur dengan metode atomic absorption spectroscopy (AAS). Uji Pearson digunakan untuk mencari korelasi antarvariabel. Uji one-way ANOVA juga dilakukan untuk membandingkan rata-rata berbagai kelompok menurut usia dan lama kerja, sedangkan riwayat hipertensi di keluarga, serta riwayat merokok dianalisis dengan independent t-test. Rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik adalah 130,01 ± 18,791 mmHg dan 86,78 ± 13,375 mmHg sedangkan rata-rata kadar Pb darah adalah 1,84 ± 0,319 μg/dl. Sebanyak 25% responden mengalami peningkatan tekanan darah sistolik dan 35% responden mengalami peningkatan tekanan darah diastolik. Hasil uji pearson menunjukkan nilai p=0,645 dan p=0,648 (p>0,05). Tidak terdapat korelasi antara tekanan darah sistolik dan diastolik dengan kadar Pb darah.Excessive and chronic exposure to lead (Pb) can cause serious problems in the body, one of which is hypertension. Motorcycle workshop workers are the jobs with the highest prevalence of lead exposure. This study aims to determine the correlation between blood lead level and blood pressure in motorcycle repair workers in Purwokerto.A cross sectional study was conducted for 60 motorcyle workshop workers in Purwokerto. Systolic and diastolic blood pressure were measured using a digital sphygmomanometer while blood lead level was measured using atomic absorption spectroscopy (AAS). Correlation between the variables were analyzed with Pearson test. One-way ANOVA test was performed to compare the averages of various groups according to age and length of work. History of hypertension in family and history of smoking were analyzed with independent t-test.The mean of systolic and diastolic blood pressure are 130.01 ± 18.791 mmHg and 86.78 ± 13.375 mmHg while the average blood lead level is 1.84 ± 0.319 µg/dl. 25% of respondents experience an increase of systolic blood pressure and 35% of respondents experience an increase of diastolic blood pressure. Pearson test shows a value of p=0.645 and p=0.648 (p>0.05).There is no correlation between systolic and diastolic blood pressure with blood lead levels.
3590838984G1A019046Hubungan antara Perilaku Pencegahan Paparan Pb dengan Kadar Pb Darah pada Pekerja Bengkel Sepeda Motor di PurwokertoTimbal merupakan senyawa kimia logam berat yang bersifat toksik bagi tubuh. Sumber pencemaran timbal salah satunya adalah bengkel sepeda motor. Perilaku pencegahan paparan timbal di bengkel dapat mengurangi risiko masuknya timbal ke dalam tubuh sehingga mencegah terjadinya intoksikasi timbal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara perilaku pencegahan paparan Pb dengan kadar Pb darah pada pekerja bengkel sepeda motor di Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode cross-sectional. Data yang digunakan merupakan data primer. Kuisioner perilaku pencegahan paparan Pb yang peneliti susun digunakan untuk mengukur perilaku pencegahan paparan Pb. Kadar Pb darah diukur menggunakan metode AAS (atomic absorption spectrophotometer). Responden merupakan 60 pekerja bengkel sepeda motor di Purwokerto yang ditentukan dengan metode consecutive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson dan tingkat kebermaknaan p < 0,05. Hasilnya didapatkan 36 respoonden (60%) telah bekerja sebagai pekerja bengkel selama rentang 1 sampai 10 tahun. Sebanyak 34 responden (56,67%) memiliki perilaku pencegahan yang baik dan 26 responden (43,33%) memiliki perilaku pencegahan yang buruk. Seluruh responden memiliki kadar Pb darah normal yakni <5 µg/dL. Hasil uji korelasi Pearson didapatkan nilai p 0,670 (>0,05) dan nilai r 0,056. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku pencegahan paparan Pb dengan kadar Pb darah.
Kata kunci : Kadar timbal darah, pekerja bengkel, perilaku pencegahan paparan Pb
Lead is a heavy metal chemical compound that is toxic to the body. One of the sources of lead pollution is motorcycle repair shops. Lead exposure prevention behavior in garage can reduce the risk of lead entering the body, thereby preventing lead intoxication. The aim of this study was to analyze the correlation between Pb exposure prevention behavior and blood Pb levels in motorcycle repair workers in Purwokerto. The study was conducted using observasional method with cross-sectional design. The data used primary data. The researchers compiled a questionnaire on Pb exposure prevention behavior that was used to measure Pb exposure prevention behavior. Blood lead levels were measured using the AAS (atomic absorption spectrophotometer) method. Respondents were 60 motorcycle repair workers in Purwokerto who were selected by consecutive sampling method according to the inclusion and exclusion criteria. Data analysis was performed using the Pearson correlation test with the significance level of p <0.05. It was found that 36 respondents (60%) had worked as motorcycle repair workers for a period of 1 to 10 years. A total of 34 respondents (56.67%) had good preventive behavior and 24 respondents (43.33%) had bad preventive behavior. All respondents had normal blood lead levels which is <5 µg/dL. The result of the Pearson correlation test obtained a p value of 0.670 (> 0.05) and an r value of 0.056. The conclusion is no correlation between Pb exposure prevention behavior and blood Pb levels in motorcycle repair worker.
Keywords : Blood lead level, motorcycle repair worker, Pb exposure prevention behavior
3590938987F1F017058KERJASAMA TIONGKOK-INDONESIA DALAM PENGADAAN VAKSIN DI INDONESIA PADA TAHUN 2021Vaksin adalah salah satu cara dalam upaya penanggualangan pandemi yang terjadi. Munculnya pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 menyebabkan kegaduhan terhadap dunia Internasional. Kemudian pada maret 2020 World Health Organization (WHO) telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi akibat tingkat penyebarannya yang eksponensial secara global. COVID-19 tidak dapat dikategorikan sebagai epidemi dikarenakan penyebaran tidak hanya pada satu wilayah geografis. Pemerintah di seluruh dunia mengadopsi berbagai strategi untuk menyesuaikan rencana pembangunan mereka dan mengurangi dampak dari pandemi COVID-19. Tujuan mereka tidak hanya untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat dan ekonomi yang mendesak seperti menyediakan fasilitas Kesehatan dalam upaya menyelamatkan nyawa, tetapi juga untuk mencapai tujuan jangka panjang seperti mendapatkan akses ke vaksin potensial di masa depan serta untuk pulih lebih baik dari krisis. Meskipun dampak langsung dari pandemi mungkin tidak mempengaruhi setiap negara dalam skala yang sama, jelas bahwa semua negara terpengaruh oleh konsekuensi keseluruhannya. Kemudian berbagai negara besar berupaya menciptakan vaksin dalam jumlah yang cukup besar dengan tujuan untuk mencegah penyebaran virus semakin menyebar luas, salah satunya adalah Tiongkok. Tiongkok adalah salah satu negara besar pembuat vaksin yang memasok penyediaan vaksin Covid-19 ke berbagai negara. Indonesia adalah salah satu negara dengan pasokan vaksin terbesar dari Tiongkok. Urgensi Indonesia untuk menghilangkan pandemi ini didukung oleh situasi COVID-19 yang tidak terkelola dengan baik, dengan jumlah yang telah divaksinasi sangat rendah, dengan hanya 5,2% dari total target pemerintah Indonesia sebanyak 70% vaksinasi. Berdasarkan permasalahan yang ada di Indonesia, munculnya pandemi COVID-19 telah mendorong Kerjasama Indonesia dan Tiongkok dalam pengembangan vaksin.Vaccines are one way to deal with an ongoing pandemic. The emergence of the Covid-19 pandemic in early 2020 caused uproar in the international world. Then in March 2020 the World Health Organization (WHO) has declared COVID-19 a pandemic due to its exponential global spread rate. COVID-19 cannot be categorized as an epidemic because it spreads not only to one geographic area. Governments around the world are adopting various strategies to adapt their development plans and mitigate the impact of the COVID-19 pandemic. Their goals are not only to address pressing public health and economic issues such as providing healthcare in an effort to save lives, but also to achieve longer term goals such as gaining access to potential future vaccines as well as to recover better from crises. While the direct impact of the pandemic may not affect every country on the same scale, it is clear that all countries are affected by its overall consequences. Then various large countries tried to create vaccines in large enough quantities with the aim of preventing the spread of the virus from becoming more

widespread, one of which was China. China is one of the major vaccine manufacturing countries that supplies Covid-19 vaccines to various countries. Indonesia is one of the countries with the largest supply of vaccines from China. Indonesia's urgency to eliminate this pandemic is supported by the unmanaged COVID-19 situation, with a very low number of people who have been vaccinated, with only 5.2% of the Indonesian government's total target of 70% vaccination. Based on the problems that exist in Indonesia, the emergence of the COVID-19 pandemic has encouraged cooperation between Indonesia and China in vaccine development.
3591038988J1D018042Studi Komparasi Keterampilan Menulis dan Karakteristik Teks Berita di Boarding SchoolPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan sistem pendidikan boarding school. Pada boarding school terdapat siswa yang tinggal di asrama dan di luar asrama. Hal ini tidak memungkiri akan adanya perbedaan pada kondisi siswa tersebut. Tak terkecuali pada keterampilan menulis dan karakteristik teks berita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan keterampilan menulis dan karakteristik teks berita antara siswa asrama dengan non-asrama. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilakukan di MTs Al Ikhsan Beji, Kedungbanteng. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode unjuk kerja, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) terdapat perbedaan pada keterampilan menulis teks berita siswa asrama dan non-asrama; (2) keterampilan menulis teks berita siswa asrama sedikit lebih baik dibanding siswa non-asrama; dan (3) perbedaan karakteristik yang paling mencolok antara teks berita siswa asrama dengan non-asrama yaitu pada pemilihan latar tempat dan topik. Adapun kesimpulan dari penelitian ini memberikan saran terkait pada saat pembelajaran menulis teks berita hendaknya guru menggunakan metode yang membuat siswa merasa senang, serta dalam penugasan menulis teks berita guru hendaknya untuk menugaskan pula penyuntingan teks berita, supaya hasil teks berita siswa minim akan kesalahan.This research was motivated by the implementation of the boarding school education system. In boarding schools, there are students living in dormitories and outside dormitories. This does not deny that there will be differences in the condition of the student. No exception to the writing skills and characteristics of news texts. This study aims to determine the comparison of writing skills and news text characteristics between boarding and non-boarding students. This research is a comparative research with a qualitative descriptive approach conducted at MTs Al Ikhsan Beji, Kedungbanteng. Data collection techniques in this study used performance, documentation, and interview methods. The results showed that; (1) there are differences in the writing skills of news texts of boarding and non-boarding students; (2) the news text writing skills of boarding students are slightly better than non-boarding students; and (3) the most striking characteristic differences between boarding and non-boarding student news texts are in the selection of venues and topics. The conclusion of this study provides related suggestions when learning to write news texts, teachers should use methods that make students feel happy, and in writing news texts, teachers should also assign news text editing, so that student news text results are minimal.
3591138989I1C016083Pengaruh Pemberian Promosi Kesehatan Mengenai Antibiotik Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Pkk Di Desa Canggu Kabupaten Lampung SelatanLatar belakang: Permasalahan resistensi antibiotik yang terus meningkat di berbagai negara termasuk Indonesia terjadi akibat penggunaan antibiotik yang kurang bijak. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam menggunakan antibiotik secara bijak adalah promosi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan dan peningkatan pengetahuan dan sikap Ibu PKK sebelum dan sesudah mendapatkan pomosi kesehatan.

Metode: Desain penelitian ini adalah quasi experimental dengan pendekatan pre-test and post-test design with control group, dengan 25 responden kelompok intervensi dan 24 responden kelompok kontrol. Kuesioner pada penelitian diberikan secara langsung menggunakan media angket atau google form. Promosi kesehatan dilakukan selama 4 minggu dengan pemberian intervensi berupa video, e-booklet, dan infografis. Analisis data untuk mengetahui perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol menggunakan uji mann whitney dan uji independent sample t-test. Untuk peningkatan pengetahuan dan sikap sesudah promosi kesehatan menggunakan uji Wilcoxon.

Hasil penelitian : Tidak terdapat perbedaan pengetahuan (p-value 0,711) dan sikap (p-value 1.000) sebelum promosi kesehatan dan terdapat perbedaan pengetahuan (p-value 0,001) dan sikap (p-value 0,004) setelah dilakukan promosi kesehatan. Terdapat peningkatan pengetahuan (p-value 0,001) dan sikap (p-value 0,003) setelah dilakukan promosi kesehatan pada kelompok intervensi.

Kesimpulan : Promosi kesehatan menggunakan video, e-booklet, dan infografis signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap Ibu PKK mengenai antibiotik.
Background: The problem of antibiotic resistance which continues to increase in various countries including Indonesia occurs due to the use of antibiotics that are not wise enough. One effort to increase knowledge and attitudes in using antibiotics wisely is a health promotion. This study aims to determine the differences and increase in knowledge and attitudes of members PKK before and after receiving health promotion.
Methods: The design of this study was a quasi-experimental approach with a pre-test and post-test design with a control group, with 25 respondents in the intervention group and 24 respondents in the control group. Questionnaires in research are given directly using media Google forms or questionnaire. Health promotion is carried out for 4 weeks by providing interventions in the form of videos, e-booklets, and infographics. Data analysis to determine differences between the intervention group and the control group used the Mann Whitney test and the independent sample t-test. To increase knowledge and attitudes after health promotion using the Wilcoxon test.
Results: There is no difference in knowledge (p-value 0.711) and attitude (p-value 1.000) before health promotion and there is a difference in knowledge (p-value 0.001) and attitude (p-value 0.004) after health promotion. There was an increase in knowledge (p-value 0.001) and attitude (p-value 0.003) after health promotion was carried out in the intervention group.

Conclusion: Health promotion using videos, e-booklets, and infographics is significant for increasing the knowledge and attitudes of member PKK regarding antibiotics.
3591238990G1A019105Profil Strategi Belajar Self Regulated Learning Komponen Metakognitif Dalam Diskusi Kelompok Selama Masa Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (Studi Pada Mahasiswa Preklinik Jurusan Kedokteran Umum Universitas Jenderal Soedirman Tahun Ajaran 2021/2022)Latar Belakang - Lingkungan belajar yang berbeda dibandingkan selama pandemi diduga mempengaruhi penerapan strategi belajar Self-Regulated Learning oleh mahasiswa dalam konteks diskusi kelompok Problem-Based Learning yang merupakan metode pembelajaran utama fakultas kedokteran di Indonesia dan negara lainnya. Penerapan SRL komponen metakognitif selama masa Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) kemungkinan berbeda pada jenis, frekuensi, dan intensitas dibandingkan selama masa pandemi. Tujuan - Penelitian ini mendeskripsikan profil strategi belajar SRL metakogntif dalam pelaksanaan diskusi kelompok PBL selama masa PTMT di Fakultas Kedokteran Unsoed. Metode - Penelitian observasional pendekatan deskriptif ditujukan pada mahasiswa angkatan 2019, 2020 dan 2021 Jurusan Kedokteran Umum dengan total 199 responden. Responden mengisi kuesioner dengan menentukan frekuensi penerapan dari tiap strategi belajar dalam melaksanakan PBL selama masa PTMT. Terdapat 22 contoh strategi belajar yang diadaptasikan dari kuesioner-kuesioner SRL dalam literatur dan berdasarkan konteks lokal. Hasil - Terdapat 70,35% responden perempuan dan 29,65% laki-laki dengan rerata usia 19,61 tahun. Sebagian besar responden angkatan 2019 selalu menerapkan planning, cukup sering menerapkan monitoring dan jarang menerapkan fine-tuning. Sebagian besar responden angkatan 2020 selalu menerapkan planning, cukup sering menerapkan monitoring dan jarang menerapkan fine-tuning. Sebagian besar responden angkatan 2021 selalu menerapkan planning, cukup sering menerapkan monitoring dan fine-tuning. Sebagian besar keseluruhan angkatan selalu menerapkan planning dan cukup sering menerapkan monitoring serta fine-tuning. Strategi belajar yang paling jarang bahkan tidak pernah diterapkan, yaitu membaca aktif, menetapkan tujuan belajar dan pembelajaran reflektif. Kesimpulan - Profil penerapan strategi belajar SRL selama masa PTMT telah diidentifikasi. Diperlukan peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan strategi belajar SRL yang jarang atau kadang-kadang dan tidak pernah diterapkan.Background - Different learning environment compared to that during Covid-19 is thought to affect the application of self-regulated learning strategies by students in the context of PBL group discussions, the main learning method of medical faculties in Indonesia and other countries. The application of metacognitive SRL components during the limited face-to-face learning (PTMT) period is likely to differ in type, frequency, and intensity. Aim of the study - Described the profile of SRL metacognitive learning strategies in PBL group discussions during the PTMT period. Methods - Observational descriptive research was aimed for pre-clinical students of batch 2019, 2020 and 2021 with a total of 199 respondents. Respondents filled out a questionnaire in determining the application frequency of each learning strategy in PBL during the PTMT period. There are 22 learning strategies adapted from SRL questionnaires in literatures and based on local contexts. Results - 70.35% of respondents were women and 29.65% were men, with an average age of 19.61 years among total. Most of the batch 2019 respondents always did planning, quite often did monitoring, and rarely did fine-tuning. Most of batch 2020 respondents always did planning, quite often did monitoring, and rarely did fine-tuning. Most of batch 2021 respondents always did planning and quite often did monitoring and fine-tuning. Most of the three batches always did planning and quite often did monitoring and fine-tuning. The rarest or never applied strategies were active reading, setting goals, and reflective learning. Conclusion - The implementation profile of metacognitive learning strategies during PTMT period is identified. Efforts are required to improve students' abilities in implementing the rarely and never applied learning strategies.
3591352316H1D021045Pengembangan Aplikasi Pembaca Uang Kertas dan Dompet Virtual untuk Penyandang Tunanetra pada Sistem Operasi iOS
Penyandang tunanetra menghadapi kendala dalam melakukan transaksi keuangan secara mandiri, khususnya dalam mengenali nominal uang kertas secara akurat, sehingga meningkatkan risiko kesalahan transaksi dan ketergantungan pada bantuan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Dompet Netra berbasis iOS yang mengintegrasikan fitur pengenalan uang kertas dan manajemen dompet virtual dalam satu sistem yang aksesibel. Metode yang digunakan adalah prototyping, yang meliputi tahap pengumpulan kebutuhan pengguna, perancangan, pembangunan, serta evaluasi prototipe secara iteratif. Pengembangan antarmuka dilakukan menggunakan SwiftUI, sedangkan penyimpanan data lokal memanfaatkan SwiftData. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mampu mengenali nominal uang kertas secara real-time dengan tingkat akurasi yang tinggi serta menyediakan fitur pengelolaan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna tunanetra. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pengguna dalam melakukan transaksi keuangan sehari-hari.Visually impaired individuals face challenges in performing financial transactions independently, particularly in accurately recognizing paper currency denominations, which increases the risk of transaction errors and reliance on assistance from others. This study aims to develop an iOS-based application, Dompet Netra, that integrates banknote recognition and virtual wallet management features into an accessible system. The method used in this research is prototyping, which includes stages of user requirement gathering, design, development, and iterative prototype evaluation. The user interface is developed using SwiftUI, while local data storage utilizes SwiftData. The results show that the application is capable of recognizing paper currency denominations in real-time with a high level of accuracy and provides financial management features that meet the needs of visually impaired users. This application is expected to enhance users' independence in conducting daily financial transactions.
3591438991I1C016087TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ENEMA, SUPPOSITORIA DAN OVULA DI DESA KARANGNANASIbu hamil seringkali menghadapi permasalahan saat kehamilan seperti konstipasi dan keputihan. Pemberian informasi dalam pengobatan ibu hamil perlu dilakukan karena terdapat sediaan obat yang perlu perhatian khusus dalam penggunaannya contohnya sediaan enema, suppositoria, dan ovula. Pemberian edukasi mengenai cara penggunaan hingga efek yang terjadi selama penggunaan sediaan berfungsi agar penggunaannya tepat dan aman serta tidak mengganggu proses kehamilan. Desain penelitian ini menggunakan penelitian observasional dekskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling pada sejumlah responden ibu hamil diperoleh 45 orang. Alur penelitian dilakukan dengan pemberian intervensi edukasi kesehatan kepada ibu hamil oleh pelatih menggunakan media leaflet, media peraga, dan modul melalui FGD (Focus Grup Discussion) dengan instrument kuesioner pengetahuan. Tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi dianalisis statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil rata-rata pretest dan postest ibu hamil Desa Karangnanas sebesar 82% dan 94% dengan kategori tingkat pengetahuan baik terhadap penggunaan obat enema, suppositoria dan ovula. Setelah dilakukan FGD (Focus Grup Discussion) terdapat peningkatan signifikan pengetahuan ibu hamil dengan p-value sebesar 0,001. Edukasi kesehatan menggunaan media leaflet, media peraga dan modul melalui metode FGD (Focus Grup Discussion) mengenai pengetahuan obat enema, suppositoria, dan ovula signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil.Pregnant women often face problems during pregnancy such as constipation and vaginal discharge. Providing information in the treatment of pregnant women needs to be done because there are medicinal preparations that need special attention in their use, for example preparations of enemas, suppositories, and ovules. Providing education on how to use to the effects that occur during the use of the preparation serves so that its use is appropriate and safe and does not interfere with the pregnancy process. The design of this study uses descriptive observational research with a cross-sectional approach. Sampling was carried out with a total sampling of 45 respondents of pregnant women. The flow of research was carried out by providing health education interventions to pregnant women by trainers using leaflet media, demonstration media, and modules through FGD (Focus Group Discussion) with knowledge questionnaire instruments. The level of knowledge of pregnant women before and after the intervention was statistically analyzed using the Wilcoxon test. The average results of pretest and postest for pregnant women in Karangnanas Village were 82% and 94% with the good of category knowledge level both on the use of enema, suppository and ovule drugs. After the FGD (Focus Group Discussion) was carried out, there was a significant increase in the knowledge of pregnant women with a p-value of 0.001. Health education using leaflet media and focus group discussion (FGD) methods regarding knowledge of enemas, suppositories, and ovule drugs is significant in increasing pregnant women's knowledge.
3591545242D1B022003Pengaruh Jenis Aktivator dengan Media yang Berbeda terhadap Bahan Kering dan Bahan Organik Kompos Berbahan Baku Feses Sapi PotongPenelitian bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui pengaruh jenis aktivator dengan media yang berbeda terhadap bahan kering dan bahan organik kompos berbahan baku feses sapi potong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan A1 yaitu penambahan 0,3% aktivator media bekas jamur merang, A2 yaitu penambahan 0,3% aktivator media batuan, dan A3 yaitu penambahan 0,3% aktivator media cair yang masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 6 kali, sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Hasil analisis Repeated Measures Analysis of Variance (RMA) menunjukkan bahwa waktu pengamatan berpengaruh sangat nyata (P<0,01), tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada tiga perlakuan serta interaksi antara waktu pengamatan dan perlakuan terhadap bahan kering kompos berbahan baku feses sapi potong. Rataan bahan kering kompos pada saat awal pembuatan kompos atau minggu ke-0 pada perlakuan A1, A2, dan A3 secara berurutan yaitu 30,9%, 23,24%, dan 26,47%, sedangkan minggu ke-1 yaitu 39,74%, 35,94%, 37,74%, minggu ke 2 yaitu 37,06%, 35,85%, 33,65%, dan minggu ke-3 yaitu 48,65%, 51,56%, 47,79%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan aktivator dengan media yang berbeda pada pembuatan kompos berbahan baku feses sapi potong berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar bahan organik kompos. Kadar bahan organik diakhir pengomposan pada perlakuan A1, A2, dan A3 secara berurutan yaitu 31,27%, 28,12%, dan 27,66%. Penambahan aktivator dengan media yang berbeda dalam pembuatan kompos berbahan baku feses sapi potong menghasilkan kadar bahan kering paling baik pada penambahan aktivator dengan media batuan serta kadar bahan organik terendah dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia diperoleh dari penambahan aktivator dengan media cair. Penambahan aktivator dengan media batuan paling efektif dalam menghasilkan bahan kering dan bahan organik kompos berbahan baku feses sapi potong.

The research aims to examine and determine the effect of different types of activators with various media on the dry matter and organic matter of compost made from beef cattle manure. This study uses a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments: A1, which is the addition of 0.3% activator with spent mushroom substrate; A2, the addition of 0.3% activator with rock media; and A3, the addition of 0.3% activator with liquid media. Each treatment is replicated 6 times, resulting in a total of 18 experimental units. The results of the Repeated Measures Analysis of Variance (RMA) indicated that the observation time had a highly significant effect (P<0.01), but there was no significant effect (P>0.05) of the three treatments or the interaction between observation time and treatment on the dry matter of compost made from beef cattle manure. The average dry matter of compost at the start of composting (week 0) for treatments A1, A2, and A3 was 30.9%, 23.24%, and 26.47% respectively, while at week 1 it was 39.74%, 35.94%, and 37.74%, at week 2 it was 37.06%, 35.85%, and 33.65%, and at week 3 it was 48.65%, 51.56%, and 47.79%. Analysis of variance showed that the addition of activators with different media had no significant effect (P>0.05) on the organic matter content of the compost. The organic matter content at the end of composting for treatments A1, A2, and A3 was 31.27%, 28.12%, and 27.66% respectively. The addition of activators with different media in the production of compost from beef cattle manure results in the highest dry matter content with the use of rock media, while the lowest organic matter content and compliance with the Indonesian National Standard are achieved with liquid media. The addition of an activator with rock media is most effective in producing dry matter and organic matter in compost made from beef cattle manure.
3591638993I1A018020Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Perilaku Pencegahan Penularan Oleh Penderita TB Paru di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) PurwokertoLatar Belakang: TB paru adalah suatu penyakit kronik menular dan sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan global. Menghentikan penularan merupakan inti untuk menghentikan epidemi TB. Perilaku pencegahan penularan perlu dilakukan oleh penderita untuk menurunkan angka penularan terhadap orang-orang di lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan oleh penderita TB paru di BKPM Purwokerto.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional terhadap 67 penderita TB Paru di BKPM Purwokerto dengan teknik pengambilan sampel menggunakan insidental sampling. Variabel yang diteliti meliputi meliputi usia, pendidikan, lama pengobatan, pengetahuan, perilaku, sikap, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, dan penerapan protokol kesehatan. Instrumen yang digunakan yaitu wawancara dengan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat (uji chi square), dan multivariat (uji regresi logistik).
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan usia (p=0,022), pendidikan (p=0,000), pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,023), dukungan keluarga (p=0,006), dukungan petugas kesehatan (p=0,041), penerapan protokol kesehatan (p=0,012) berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan TB. Pendidikan dan dukungan keluarga merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku pencegahan penularan TB.
Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku pencegahan penularan TB di BKPM Purwokerto yaitu pendidikan dan dukungan keluarga. Responden dengan pendidikan rendah berisiko 9,533 kali lebih tinggi untuk berperilaku kurang baik dalam pencegahan penularan TB. Selain itu responden dengan dukungan keluarga yang kurang baik berisiko 5,228 kali lebih tinggi untuk berperilaku kurang baik dalam pencegahan penularan TB.
Background :Pulmonary TB is a chronic infectious disease and is still a global health problem. Stopping the transmission is the core to stop the TB epidemic. Transmission prevention behavior needs to be carried out by sufferers to reduce the rate of transmission to people in the surrounding environment. The purpose of this study was to determine the factors that influence the behavior of preventing transmission by pulmonary TB sufferers at BKPM Purwokerto.
Method: This study used a cross-sectional approach to 67 pulmonary TB patients at BKPM Purwokerto with a sampling technique using incidental sampling. The variables studied included age, education, length of treatment, knowledge, behavior, attitudes, family support, support from health workers, and implementation of health protocols. The instrument used was an interview with a questionnaire. Data analysis included univariate, bivariate (chi square test), and multivariate (logistic regression test).
Results: The results showed age (p=0.022), education (p=0.000), knowledge (p=0.000), attitude (p=0.023), family support (p=0.006), health worker support (p=0.041), protocol implementation health (p=0.012) associated with TB transmission prevention behavior. Education and family support are the most influential factors on TB transmission prevention behavior.
Conclusion: The factors that most influence the behavior of preventing TB transmission at BKPM Purwokerto are education and family support. Respondents with low education risk 9,533 times higher for bad behavior in preventing TB transmission. In addition, respondents with poor family support had a 5,228 times higher risk for bad behavior in preventing TB transmission.
3591738995F1B018047EVALUASI PROGRAM SIMPAN PINJAM PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DESA MOJOSARI KECAMATAN MOJOTENGAH KABUPATEN WONOSOBOLKM adalah lembaga keuangan yang didirikan untuk memberikan jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha skala mikro kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan program simpan pinjam pada Lembaga Keuangan Mikro Desa Mojosari Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket, wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Adapun responden yang dipilih yaitu masyarakat Desa Mojosari yang menjadi anggota LKM Koperasi Simpan Pinjam Sumber Tani Sejahtera dan telah melakukan pinjaman dana untuk usaha. Populasi yang ada pada penelitian ini berjumlah 66 orang dan sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 57 orang. Pemilihan sampel menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Single program after only. Adapun aspek-aspek yang dicantumkan untuk mengukur variabel dalam penelitian ini yaitu evaluasi tingkat keberhasilan program simpan pinjam LKM Desa Mojosari dengan melihat enam indikator atau kriteria evaluasi kebijakan publik menurut Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan program simpan pinjam LKM Desa Mojosari berada pada kategori berhasil. Hasil tersebut diperoleh melalui perhitungan data penelitian dengan rincian efektivitas program termasuk dalam kategori berhasil dengan persentase 89,91%. Efisiensi program termasuk ke dalam kategori cukup berhasil dengan persentase 65,93%. Kecukupan program masuk ke dalam kategori berhasil dengan persentase 79,25%. Responsivitas program termasuk ke dalam kategori cukup berhasil dengan persentase 69,93%. Perataan program termasuk ke dalam kategori cukup berhasil dengan persentase 71,59%. Ketepatan program termasuk ke dalam kategori berhasil dengan persentase sebesar 78,25%. Data tersebut mengartikah bahwa tingkat keberhasilan Program Simpan Pinjam pada LKM Desa Mojosari berada pada kategori berhasil.LKM is a financial institution specifically established to provide business development services and community empowerment, either through loans or financing in micro-scale businesses to public. This study aims to evaluate the level of success of the savings and loan program at the Microfinance Institution in Mojosari Village, Mojotengah District, Wonosobo Regency. Data was collected by using questionnaires, interviews, observations, documentation, and literature studies. The respondents selected are the people of Mojosari Village who are members of the LKM Sumber Tani Sejahtera Savings and Loans Cooperative and have made loan funds for businesses. The population in this study amounted to 66 people and the sample used in the study was 57 people. Sample selection using random sampling technique. This study uses a quantitative research method with the approach of Single program after only approach. As for the aspects included to measure the variables in this study, namely the evaluation of the success rate of the Mojosari Village LKM savings and loan program by looking at the six indicators or criteria for evaluating public policy according to Dunn, namely effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and accuracy. The results of this study show that the success rate of the Mojosari Village MFI savings and loans program is in the successful category. These results were obtained through the calculation of research data with details of the effectiveness of the program included in the successful category with a percentage of 89.91%. The efficiency of the program falls into the category of quite successful with a percentage of 65.93%. The adequacy of the program falls into the category of successful with a percentage of 79.25%. The responsiveness of the program is included in the category of quite successful with a percentage of 69.93%. The program leveling falls into the category of quite successful with a percentage of 71.59%. The accuracy of the program is included in the successful category with a percentage of 78.25%. The data means that the success rate of the Savings and Loans Program at the Mojosari Village MFI is in the successful category.
3591838994I1C016085Hubungan Karakteristik Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Terhadap Tingkat Pengetahuan Penggunaan Suplemen KesehatanCoronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh coronavirus baru yang secara cepat menyebar ke seluruh dunia. Akibatnya, terjadi peningkatan konsumsi suplemen kesehatan oleh mahasiswa selama pandemi COVID-19, peningkatan penggunaan suplemen kesehatan ini ditujukan untuk membantu meningkatkan imunitas dan menjaga daya tahan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman terhadap penggunaan suplemen kesehatan dan hubungan antara karakteristik mahasiswa dengan skor pengetahuan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner tingkat pengetahuan. Sebanyak 397 responden yang memenuhi kriteria inklusi dipilih menggunakan teknik quota sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji korelasi menggunakan uji Spearman. Tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap suplemen kesehatan yang termasuk dalam kategori baik 225 responden (56,7%), cukup baik 156 responden (39,3%) dan kurang baik sebanyak 16 responden (4,03%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin mahasiswa (p = 0,015) dan asal fakultas mahasiswa (p= 0,001) dengan skor pengetahuan mahasiswa. Sebanyak 56,7% Mahasiswa Universitas Jenderal Soediman memiliki pengetahuan yang baik terhadap suplemen kesehatan. Terdapat hubungan antara jenis kelamin (p=0,015) dan asal fakultas mahasiswa (p=0,001) dengan skor pengetahuan mahasiswa.Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is a disease caused by a new coronavirus that is rapidly spreading throughout the world. As a result, there has been an increase in the consumption of health supplements by students during the COVID-19 pandemic that intended to help increase and maintain the immunity. This study aims to determine the level of knowledge of the use of health supplements and the correlation between the student characteristics and the level of knowledge of the use of health supplements. This research is a non-experimental study with a cross sectional approach. The research instrument used was a questionnaire. A total of 397 respondents who met the inclusion criteria were selected using the quota sampling technique. Data were analyzed descriptively and tested for correlation using the Spearman test. The data showed, 225 respondents (56.7%) had good knowledge about health supplements, 156 respondents (39.3%) had enough knowledge and 16 respondents (4.03%) had poor knowledge. The bivariate analysis showed that there was a significant relatonship between the characteristics of the respondents including the student’s gender (p = 0.015) and the student’s faculties (p = 0.001) with the knowledge score. As many as 56.7% of Jenderal Soediman University students have good knowledge of health supplements. There is a relationship between gender (p=0.015) and student faculty origin (p=0.001) with student knowledge scores.
3591939012I1E018015Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur'an Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Penjas UnsoedLatar Belakang: Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang disusun berdasarkan fakta-fakta dan pengetahuan untuk menjawab suatu masalah dengan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu metode terapi yang bisa digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar yaitu terapi psikoreligius murottal Al-Qur’an. Murottal Al-Qur'an secara ilmiah memiliki efek menenangkan, memberikan relaksasi, dan menghilangkan gangguan fisik serta mental negatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap peningkatan motivasi belajar mahasiswa Penjas Unsoed.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan bentuk pre test and post test only. Sampel penelitian berjumlah 23 mahasiswa yang terbagi menjadi kelompok treatment dan kontrol. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis dengan bantuan aplikasi SPSS.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan pada kelompok treatment yaitu 0.000, sedangkan pada kelompok kontrol yaitu 0.453. Sedangkan hasil uji independent sample t-test dari kelompok treatment dan kontrol memiliki nilai signifikansi yang sama yaitu 0.841.

Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap peningkatan motivasi belajar mahasiswa Penjas Unsoed. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari rata-rata hasil motivasi belajar antara kelompok treatment dengan kelompok kontrol.
Background: Thesis is a scientific paper which is prepared based on facts and knowledge to answer a problem with reliable evidence. One of the therapeutic methods that can be used to increase learning motivation is psychoreligious therapy Al-Qur'an murottal. Murottal Al-Qur'an scientifically has a calming effect, provides relaxation, and eliminates negative physical and mental disturbances. The purpose of this study is to determine the effect of al-qur'an murottal therapy on learning motivation of Unsoed Physical Education students.

Methodology: This study used a quasi-experimental design with pre-test and post-test only forms. The research sample consisted of 23 students who were divided into treatment and control groups. The data analysis technique used is the normality test, homogeneity test and hypothesis testing with the help of the SPSS application.

Results: The results showed a significant value in the treatment group, namely 0.000, while in the control group it is 0.453. While the results of the independent sample t-test of the treatment and control groups have the same significance value of 0.841.

Conclusion: There is an effect of murottal al-Qur'an therapy on learning motivation of Unsoed Physical Education students. There was no significant difference in the average results of learning motivation between the treatment group and the control group.
3592044043L1A020003Metode Depurasi dengan Variasi Suhu dan Lama Perendaman pada Kerang Hijau (Perna viridis) Terkontaminasi Logam Berat Kadmium (Cd)Aplikasi metode depurasi pada kerang hijau (Perna viridis) pada penelitian ini menggunakan perlakuan variasi suhu dan lama perendaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat kadmium pada kerang hijau di Pesisir Brebes sebelum dan sesudah dilakukan depurasi serta persentase perubahan kandungan logam berat kadmium pada kerang hijau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis menggunakan uji nonparametrik Kruskal-Wallis dan uji lanjut MannWhitney. Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam berat Cd sebelum metode depurasi sebesar 0,10 mg/kg sedangkan sesudah metode depurasi menunjukkan nilai yang bervariasi dan seluruhnya masih dibawah batas baku mutu yang telah ditetapkan sebesar 0,2 mg/kg. Hampir seluruh perlakuan menunjukkan peningkatan konsentrasi logam berat kadmium dari 3% sampai 47%. Perlakuan lama perendaman 24 jam menujukkan hasil yang lebih baik dibandingkan perendaman 48 jam. The application of depuration method to green mussels (Perna viridis) in this study used variations in temperature and soaking time. The research aims to determine the heavy metal content of cadmium in green mussels on the Brebes Coast before and after depuration, percentage change of heavy metal cadmium concentration and safety standards for consumption of green mussels on the Brebes coast. The research method used is a quantitative method with analysis using nonparametric analysis Kruskal-Wallis and Mann-Whitney test. The research results showed that the heavy metal content Cd before the depuration method was 0.10 mg/kg, while after the depuration method it showed varying values and all were still below the quality standard limit that had been set at 0.2 mg/kg. Almost all treatments showed an increase in the concentration of the heavy metal cadmium from 3% to 47%. The 24 hour soaking time showed better results than 48 hour soaking.