Artikelilmiahs

Menampilkan 36.041-36.060 dari 49.843 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3604144057D1A020052Pengaruh Penggunaan Complete Rumen Modifier dan Indeks Sinkronisasi Protein Energi Terhadap Konsunsi dan Kecernaan Protein Kasar Pakan DimbaPenelitian yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan Complete Rumen Modifier (CRM) dan Indeks Sinkronisasi Protein Energi (SPE) terhadap konsumsi dan kecernaan protein kasar pakan domba telah dilakukan pada 5 Juni 2023 sampai dengan 5 September 2023. Metode yang digunakan yaitu eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 2x2 dengan materi 20 ekor domba lokal jantan umur 7-8 bulan dengan bobot badan berkisar dari 13-22 kg. Sebagai kelompok adalah bobot badan awal penelitian yang terdiri dari 5 kelompok. Terdapat 4 perlakuan yaitu P1 : Pakan tanpa penambahan CRM dan disusun berdasarkan indeks SPE 0,6; P2 : Pakan dengan penambahan CRM 1% dari BK dan disusun berdasarkan indeks SPE 0,6; P3 : Pakan tanpa penambahan CRM dan disusun berdasarkan indeks SPE 0,7 dan P4 : Pakan dengan penambahan CRM 1% dari BK dan disusun berdasarkan indeks SPE 0,7. Variabel yang diukur dalam penelitian yaitu konsumsi dan kecernaan protein kasar, data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) dan diuji lanjut dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis variansi terdapat interaksi yang sangat nyata (P<0,01) antara penggunaan CRM dalam indeks SPE terhadap konsumsi dan kecernaan protein kasar. Berdasarkan uji DMRT interaksi yang terbaik dalam menghasilkan konsumsi dan kecernaan protein kasar adalah perlakuan yang menggunakan CRM 1% dan disusun berdasarkan indeks SPE 0,7 (P4).Research aimed at assessing the effect of using Complete Rumen Modifier (CRM) and Synchronized Protein Energy Index (SPE) on the consumption and digestibility of crude protein in sheep feed was carried out from 5 June 2023 to 5 September 2023. The method used was an experiment using a randomized block design. (RAK) 2x2 factorial pattern with material from 20 local male sheep aged 7-8 months with body weights ranging from 13-22 kg. As a group is the initial body weight of the study which consists of 5 groups. There are 4 treatments, namely P1: Feed without the addition of CRM and arranged based on an SPE index of 0.6; P2: Feed with the addition of 1% CRM from DM and arranged based on an SPE index of 0.6; P3: Feed without the addition of CRM and arranged based on an SPE index of 0.7 and P4: Feed with the addition of CRM 1% of DM and arranged based on an SPE index of 0.7. The variables measured in the research were consumption and digestibility of crude protein. The data obtained was then analyzed using analysis of variance (ANOVA) and tested further using Duncan's New Multiple Range Test (DMRT). The results of the analysis of variance showed a very significant interaction (P<0.01) between the use of CRM in the SPE index on consumption and crude protein digestibility. Based on the DMRT test, the best interaction in producing crude protein consumption and digestibility is the treatment that uses 1% CRM and is arranged based on the SPE index of 0.7 (P4).
3604244058E1A020014PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PADA TINDAK PIDANA KEKERASAN TERHADAP ANAK YANG MENYEBABKAN MATI OLEH ORANG TUANYA
(Studi Putusan Nomor 109/Pid.Sus/2023/PN Kot)
Tindak Pidana kekerasan terhadap anak yang menyebabkan mati dalam Putusan Nomor 109/Pid.Sus/2023/Pn Kot dilakukan oleh Terdakwa yang memiliki kecerdasan dibawah rata- rata. Terdakwa dipidana dengan pidana selama 6 (enam) tahun 6 (enam) bulan dan denda sejumlah Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) subsidair 4 (empat) bulan kurungan. Keadaan kecerdasan Terdakwa tidak memenuhi unsur dalam Pasal 44 KUHP. Pasal 44 KUHP tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai klasifikasi keadaan jiwa seseorang yang dapat menjadi alasan pemaaf. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui bagaimana pertimbangan hakim dalam menentukan pertanggungjawaban pidana dan apakah hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku sudah tepat. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah preskriptif, sumber data yang digunakan adalah data sekunder, metode penyajian data dalam bentuk teks narasi, metode pengumpulan data adalah studi kepustakaan dan metode analisis data menggunakan normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Majelis Hakim telah mempertimbangkan berdasarkan fakta persidangan dan alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP, akan tetapi terkait dengan pertanggungjawabannya hakim belum dipertimbangkan. Penjatuhan pidana penjara terhadap Pelaku seharusnya lebih ringan karena Pelaku memiliki kecerdasan dibawah rata-rata yang termasuk dalam kriteria kurang mampu bertanggungjawab sehingga seharusnya mendapatkan keringanan dalam pemidanaan.The crime of violence against children which resulted in death in Decision Number 109/Pid.Sus/2023/Pn Kot was committed by the Defendant who had below average intelligence. The defendant was sentenced to 6 (six) years and 6 (six) months and a fine of IDR 100,000,000.00 (one hundred million rupiah) subsidiary to 4 (four) months in prison. The Defendant's intelligence does not meet the elements in Article 44 of the Criminal Code. Article 44 of the Criminal Code does not explain further regarding the classification of a person's mental state which can be a reason for forgiveness. This research was conducted with the aim to know how the judge considers when determining criminal responsibility and whether the judge sentenced the perpetrator appropriately. The research method used is normative juridical, research specifications are prescriptive, the data source used is secondary data, the data presentation method is in the form of narrative text, the data collection method is library research and the data analysis method uses normative qualitative. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the Panel of Judges has considered the facts of the trial and valid evidence as regulated in Article 184 paragraph (1) of the Criminal Procedure Code, however regarding the judge's responsibility it has not been considered. The prison sentence imposed on the perpetrator should be lighter because the perpetrator has below average intelligence which is included in the criteria of not being able to take responsibility so he should receive leniency in the sentence.
3604344665F1C018101Representasi Budaya SASI dalam Film Dokumenter The Mahuzes (2015) oleh Watchdoc (Kajian Semiotika John Fiske)The Mahuzes (2015) adalah sebuah film dokumenter karya Watchdoc dalam Ekspedisi Indonesia Biru yang lebih menekankan perjuangan masyarakat Malind di Merauke dalam mempertahankan tanah atau hutan adat melawan perusahaan kepala sawit dan proyek MIFEE. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja budaya sasi dalam film dokumenter The Mahuzes (2015). Penelitian ini menggunakan kajian teori semiotika John Fiske yaitu tiga tahapan pengkodean; realitas, representasi, dan ideologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan data yang dikumpulkan berupa verbal (teks) dan visual (gambar). Hasil penelitian menunjukan terdapat lima adegan yang menunjukan budaya sasi dalam The Mahuzes (2015). Dalam kelima adegan tersebut terdapat tiga level proses pengkodean John Fiske yaitu level realitas, representasi dan ideologi. Terlihat bahwa aspek yang paling dominan dalam The Mahuzes (2015) adalah aspek ekspresi, lingkungan, gerak tubuh dan cara berbicara. Kemudian, untuk proses pengambilan gambar ditemukan teknik yang paling banyak digunakan adalah medium shot dan medium close-up. Teknik-teknik yang digunakan dalam The Mahuzes (2015) bertujuan untuk menunjukan ekspresi serta aspek-aspek lain yang tergambar dalam sebuah adeganThe Mahuzes (2015) is a documentary film by Watchdoc in the Blue Indonesia Expedition which emphasizes the struggle of the Malind community in Merauke in defending their customary land or forest against palm oil companies and the MIFEE project. The aim of this research is to find out what the sasi culture is in the documentary film The Mahuzes (2015). This research uses a study of John Fiske's semiotic theory, namely three stages of coding: reality, representation, and ideology. This research uses a qualitative descriptive method and the data collected is verbal (text) and visual (images). The research results show that there are five scenes that show sasi culture in The Mahuzes (2015). In these five scenes, there are three levels of John Fiske's coding process, namely the levels of reality, representation and ideology. It can be seen that the most dominant aspects in The Mahuzes (2015) are aspects of expression, environment, body movements and way of speaking. Then, for the shooting process, it was found that the most widely used techniques were medium shot and medium close-up. The techniques used in The Mahuzes (2015) aim to show expressions and other aspects depicted in a scene.
3604444666F1C020067Analisis Strategi Komunikasi Konten Instagram @pesona.indonesia dan @wonderfulindonesia Sebagai Media Promosi Destinasi Prioritas di IndonesiaInstagram merupakan salah satu platform media sosial yang digunakan oleh Kemenparekraf untuk mempromosikan destinasi prioritas yang dimiliki Indonesia melalui dua akun Instagram yaitu akun @pesona.indonesia dan @wonderfulindonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi komunikasi konten Kemenparekraf RI dalam mengelola kedua akun tersebut sebagai media promosi destinasi prioritas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam wawancara dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan konsep POST Method dan IMC oleh Kotler (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemenparekraf memiliki beberapa strategi komunikasi pemasaran konten melalui strategi dual brand, pengadaan meeting daily week performance, dan menjalin kerja sama dengan media digital lain. Strategi tersebut berhubungan dengan penentuan audiens, tujuan pembuatan konten, dan pengaturan agenda atau jadwal publikasi konten. Berdasarkan penerapan POST Method, terdapat hal menarik yang dilakukan oleh Kemenparekraf yaitu adanya pemanfaatan konten User Generated Content dan Menteri Parekraf sebagai influencer utama Kemenparekraf dalam pasar domestik. Keterkaitan antara IMC oleh Kotler (2000) dengan Post Method ada di dalam proses strategi promosi destinasi wisata prioritas. Dalam proses strategi promosi tersebut ditentukan adanya bauran promosi oleh Kemenparekraf berupa periklanan dan setelahnya Kemenparekraf menjalankan proses pengelolaan konten melalui penerapan Post Method.Kemenparekraf uses Instagram to promote Indonesia's priority destinations through two Instagram accounts, namely @pesona.indonesia and @wonderfulindonesia. The aim is to find out the content communication strategy of Kemenparekraf RI in managing the two accounts as a medium for promoting priority destinations in Indonesia. This research uses descriptive qualitative methods and data collection through observation, interviews, and documentation. Informants were selected based on purposive sampling technique. The data were analyzed using the concept of POST Method and IMC by Kotler (2000). The results show that Kemenparekraf has a content marketing communication strategy using a dual brand strategy, procuring daily week performance meetings, and collaborating with other digital media used to determine the audience, content creation objectives, and setting an agenda or schedule for content publication. Based on the POST Method, there are interesting things done by Kemenparekraf, namely the utilization of User Generated Content and the Minister of Parekraf as the main influencer of Kemenparekraf. The link between IMC by Kotler (2000) and the Post Method is in the process of promoting priority tourist destinations. The strategy process is carried out by determining the promotion mix by Kemenparekraf and after that Kemenparekraf carries out the content management process.
3604539096F1B016029Implementasi Program Sampah Online Banyumas di Kelurahan Purwokerto Wetan Kabupaten Banyumas Program Sampah online Banyumas (Salinmas) adalah program inovasi daerah yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah di Banyumas. Penelitian ini dilatar belakangi karena turunnya minat masyarakat terhadap program Salinmas meningkat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses implementasi program Salinmas di Kelurahan Purwokerto Wetan dengan menggunakan perspektif what’s happening yang dikemukakan oleh Ripley dan Franklin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis model interaktif. Sedangkan informan dalam penelitian ini berasal dari pemerintah, KSM dan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi program Salinmas di Kelurahan Purwokerto Wetan belum berjalan dengan optimal. Aktor yang terlibat sudah berperan maksimal namun terbatasnya personil terutama pada Faskel dan KSM membuat kinerja mereka kurang optimal. Program Salinmas mengalami peningkatan pengguna pada tahun 2021 dan mengalami penurunan pada 2022 serta kedua basis aplikasi tidak dapat digunakan lagi. Masyarakat dapat menerima dengan baik serta memberi dukungan dan ikut berpartisipasi dalam program Salinmas. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi yaitu turunnya minat masyarakat terhadap program Salinmas menjadi salah satu kendala diluar ekspektasi yang terjadi. Adanya jumlah sumber daya manusia yang dimanfaatkan untuk menjadi operator dianggap masih belum bisa mencukupi kebutuhan untuk mengelola sampah di TPST 3R. Selain itu sarana dan prasarana seperti tong yang dinilai masih kurang untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan sampah menjadi kendala tersendiri dalam implementasi program Salinmas. Berdasarkan hasil dari penelitian ini peneliti merekomendasikan beberapa hal yaitu adanya komunikasi langsung secara rutin antara aktor yang terlibat, dilakukannya perbaikan pada aplikasi layanan, diadakannya sosialisasi secara rutin mengenai perkembangan dan perubahan pada program serta dilakukannya perawatan atau penambahan sarana dan prasarana penunjang program.The Banyumas Online Waste Program (Salinmas) is a regional innovation program that aims to solve waste problems in Banyumas. This research is motivated by the decline in community interest in the Salinmas program which has increased. The purpose of this research is to find out the process of implementing the Salinmas program in Purwokerto Wetan Village using the what's happening perspective put forward by Ripley and Franklin. This research is a qualitative descriptive study using interactive model analysis methods. While the informants in this study came from the government, KSM, and the community. The results of this study indicate that the implementation of the Salinmas program in Purwokerto Wetan Village has not run optimally. The actors involved have played a maximum role but the limited number of personnel, especially Faskel, and KSM, has made their performance less than optimal. The Salinmas program experienced an increase in users in 2021 and a decrease in 2022 and both application bases could no longer be used. The community can accept and provide support and participate in the Salinmas program. Some factors affect implementation, namely the decline in public interest in the Salinmas program which is one of the obstacles beyond expectations. The number of human resources used to become operators is considered to be insufficient to manage waste in TPST 3R. In addition, facilities and infrastructure, such as barrels, which are considered insufficient to meet the needs of waste management, are a separate obstacle in the implementation of the Salinmas program. Based on the results of this study, the researchers recommended several things, namely regular direct communication between the actors involved, making improvements to service applications, holding regular outreach regarding developments and changes to the program, and carrying out maintenance or addition of program-supporting facilities and infrastructure.program, and carrying out maintenance or addition of program-supporting facilities and infrastructure.
3604639097L1C016014IDENTIFIKASI DAN KUANTIFIKASI SAMPAH MAKROPLASTIK
YANG TERPERANGKAP DI EKOSISTEM MANGROVE
LAGUNA SEGARA ANAKAN BAGIAN TIMUR CILACAP
Sampah makroplastik menjadi salah satu masalah pencemaran pesisir, namun informasi mengenai sampah makroplastik di ekosistem mangrove masih relatif sedikit khususnya di Laguna Segara Anakan Bagian Timur Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan berat sampah makroplastik pada ekosistem mangrove di Laguna Segara Anakan Bagian Timur Cilacap dan mengetahui distribusi sampah plastik pada ekosistem mangrove di Laguna Segara Anakan Bagian Timur Cilacap. Metode yang digunakan adalah metode line transect dengan 3 stasiun berbeda. Hasil penelitian diperoleh jenis sampah makroplastik yang ditemukan pada lokasi penelitian berupa jenis PETE (Polyethylene Terephthalate), HDPE (High Density Polyethylene), V / PVC (Polyvinyl Chloride), LDPE (Low Density Polyethylene), PP (Polypropylene), PS (Polystyrene). Dari berbagai semua jenis sampah makroplastik yang didapatkan jenis yang paling banyak ditemukan yaitu LDPE dengan jumlah 626,67gr (60,08%). Sedangkan persentase kerapatan mangrove tertinggi pada spesies Avicennia marina sebesar 28,31 %. Macroplastic waste is one of the problems of coastal pollution, but information about macroplastic waste in the mangrove ecosystem is still relatively small, especially in the Eastern Cilacap Segara Anakan Lagoon. This study aims to determine the type and weight of macroplastic waste in the mangrove ecosystem in the Eastern Segara Anakan Lagoon and to determine the distribution of plastic waste in the mangrove ecosystem in the Eastern Segara Anakan Lagoon. The method used is a line transect method with 3 different stations. The results of the study obtained that the types of macroplastic waste found at the research site were PETE (Polyethylene Terephthalate), HDPE (High Density Polyethylene), V / PVC (Polyvinyl Chloride), LDPE (Low Density Polyethylene), PP (Polypropylene), PS (Polystyrene). ) . Of the various types of macroplastic waste, the most common type found was LDPE with a total of 626.67gr (60.08%). Meanwhile, the highest proportion of mangrove density in Avicennia marina species is 28.31%.

3604739098F1B017024Efektivitas Sistem Operasional Bus Rapid Transit (BRT) TransJakarta Koridor 1E Rute Pondok Labu - Blok MPenelitian ini berjudul Efektivitas Sistem Operasional Bus Rapid Transit (BRT) TransJakarta Koridor 1E Rute Pondok Labu – Blok M. Bus Rapid Transit (BRT) merupakan angkutan umum yang memiliki kualitas tinggi baik dari segi keamanan, kenyamanan, ketepatan waktu, infrastruktur, dan juga sistem transportasi yang terjadwal. Tujuan diadakannya Bus Rapid Transit (BRT) menjadikan transportasi umum yang mudah, cepat, dan terjangkau. Dengan begitu masyarakat dapat menggunakan dan menikmati pelayanan transportasi umum yang berkualitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sistem operasional Bus Rapid Transit (BRT) TransJakarta koridor 1E rute Pondok Labu – Blok M dan faktor yang mempengaruhi efektivitas sistem operasional tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini yaitu informan langsung, tempat, dan dokumen. Sedangkan analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis efektivitas dari Duncan yang meliputi pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Serta analisis faktor yang mempengaruhi efektivitas yang meliputi faktor dukungan pemerintah, faktor kualitas sumber daya aparatur, faktor aturan dalam pelaksanaan pelayanan publik, dan faktor produk pelayanan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan efektivitas sistem operasional Bus Rapid Transit (BRT) TransJakarta dikatakan tidak efektif. Hal ini terlihat dari pencapaian tujuan dalam aspek menjadikan TransJakarta transportasi umum yang cepat belum sesuai. Kemudian integrasi, dilihat dari kemampuan dalam melaksanakan sosialisasi pada rute ini belum disediakan informasi dalam bentuk fisik dan prosedur pelaksanaan dikatakan mudah namun masih terdapat beberapa kendala seperti tempat tunggu bus, sistem pembayaran, dan jam operasional belum sesuai. Namun pada aspek Adaptasi, TransJakarta sudah memberikan banyak inovasi seperti pembukaan koridor baru, penyedian armada dan jenisnya. Hanya saja masih perlu ditingkatkan kembali terkait kecepatan waktu tempuh transportasi dan ketersedian sarana prasarana untuk menunjang kelancaran prosedur pelaksanaan. Serta faktor yang mempengaruhi efektivitas sistem operasional dilihat dari dukungan pemerintah dalam peraturan terkait BRT, kualitas sumber daya aparatur dalam tingkat pendidikan dan pelatihan, aturan dalam pelaksanaan pelayanan publik pada SOP dan SPM, dan produk pelayanan yang disediakan.
This research is entitled The Effectiveness of the TransJakarta Bus Rapid Transit (BRT) Operational System Corridor 1E Route Pondok Labu - Blok M. Bus Rapid Transit (BRT) is a public transportation that has high quality both in terms of safety, comfort, timeliness, infrastructure, and also a scheduled transportation system. The purpose of Bus Rapid Transit (BRT) is to make public transportation easy, fast, and affordable. That way people can use and enjoy quality public transportation services.
This study aims to determine the effectiveness of the TransJakarta Bus Rapid Transit (BRT) operational system corridor 1E route Pondok Labu - Blok M and the factors that influence the effectiveness of the operational system. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection methods through interviews, observation, documentation. The data sources in this research are direct informants, places, and documents. While the analysis used in this research is the effectiveness analysis of Duncan which includes goal achievement, integration, and adaptation. As well as the analysis the factors that influence the effectiveness which includes government support factors, apparatus resource quality factors, regulatory factors in the implementation of public services, and service product factors.
The results of this study indicate that the overall effectiveness of the TransJakarta Bus Rapid Transit (BRT) operational system is said to be ineffective, this can be seen from the achievement of goals in the aspect of making TransJakarta a fast public transportation that is not yet appropriate. Then integration, seen from the ability to carry out socialization on this route, information in physical form has not been provided and the implementation procedures is said to be easy but there is still several obstacles such as bus waiting areas, payment systems, and operating hours are not appropriate. However, in the aspect of adaptation, TransJakarta has provided many innovations such as opening new corridors, providing fleets and types. It's just that it still needs to be improved again regarding the speed of transportation travel time and the availability of infrastructure to support the smooth implementation procedures. As well as factors that influence the effectiveness of operational systems that are very influential, namely government support in legislation, the quality of apparatus resources in the level of education and training, as well as rules in the implementation of public services regulated in the SOP and SPM and the service products provided.
3604839099F1F017017Analisis Perbandingan Kebijakan dan Dampak Ekonomi Malaysia dan Thailand dalam Menangani Penyebaran Covid-19 pada Tahun 2020Penelitian ini mengkaji mengenai kebijakan yang dibuat oleh Negara Thailand dan Malaysia dalam menangani penyebaran covid-19 pada tahun 2020. Dengan adanya penyebaran virus covid-19 yang terjadi secara tiba-tiba di China pada tahun 2020, pemerintah diharuskan untuk memberikan kebijakan yang kuat agar penyebaran virus tidak bertambah parah supaya kegiatan sosial dan ekonomi di negara masing-masing menjadi normal. Dikarenakan Thailand dan Malaysia merupakan destinasi wisata bagi turis China, kedua negara tersebut menjadi negara ASEAN yang terpapar covid-19 dengan cepat.
Penelitian dilakukan menggunakan studi Pustaka dengan teknik pengumpulan data metode sekunder yang didapatkan dari berbagai sumber literatur, jurnal, berita, dan media informasi lainnya. Konsep teori perbandingan politik oleh Powell, Jr digunakan untuk menganalisis dan menjawab rumusan masalah penelitian. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Thailand dan Malaysia dapat memberikan kebijakan yang efektif untuk negaranya sehingga penyebaran covid-19 bisa mereda dan mobilitas menjadi normal kembali, meskipun pada prosesnya tidak semua masyarakat dapat menerima secara langsung kebijakan tersebut dan covid-19 tidak bisa hilang secara 100% tetapi masyarakat bisa menghadapi dengan gaya hidup yang lebih bersih dan sehat.

Kata kunci: Covid-19, Thailand, Malaysia, pengambilan keputusan, kebijakan politik, teori kebijakan politik, pandemi
This study examines the policy made by Thailand and Malaysia in handling covid-19 spreads in 2020. With the sudden spread of the covid-19 virus at China in 2020, the government is required to provide a strong policy to prevent the spread of the virus from getting worse so that social and economic activities in each country become normal. Because Thailand and Malaysia are tourist destinations for Chinese tourists, the two countries became ASEAN countries that were exposed to covid-19 quickly.
This research was conducted using literature review technique with secondary data collection method obtained from various sources of literature, journals, news, and others. The concept of theory comparative politics by Powell, Jr is used to analyze and answer the research problem. The results of the study showed that Thailand and Malaysia could provide effective policies for their country so that the spread of covid-19 could subside and mobility would become normal again, Although in the process not all citizen can accept this policy directly and covid-19 cannot be 100% removed but the community can face a cleaner and healthier lifestyle.

Keywords: Covid-19, Thailand, Malaysia, decision making, policy, theory comparative politics, pandemic
3604939100A1D018099EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PARAMETRIK FISIOGRAFIK UNTUK TANAMAN SERAI WANGI DI KECAMATAN PATIKRAJA, KABUPATEN BANYUMASKebutuhan minyak serai wangi selalu meningkat 3 – 5% per tahun. Negara pengimpor minyak serai wangi Indonesia yaitu Amerika Serikat, Singapura, China, Taiwan, Belanda, Jerman dan Filipina. Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) kesesuaian lahan di Kecamatan Patikraja untuk tanaman Serai Wangi (Andropogoh nardus var. cerifirus) berdasarkan kondisi Fisiografi. (2) faktor – faktor pembatas alami pertumbuhan tanaman Serai Wangi (Andropogoh nardus var. cerifirus) berdasarkan kelas klasifikasi lahan di Kecamatan Patikraja berdasarkan Fisiografi daerah. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Maret 2022 sampai Mei 2022. Metode penelitian survei ini dilakukan dengan metode random sampling dengan penentuan 22 satuan lahan dan 56 titik sampel menggunakan peta SLH (Satuan Lahan Homogen) dengan skala 1:50.000. Titik-titik tersebut mewakili satuan lahan yaitu diambil pada berbagai kelerengan. Pada setiap titik pengamatan diambil sampel tanah terganggu (disturbed sample) dengan jarak titik 2 – 3 m pada kedalaman 0 – 20 cm dan 20 – 40 cm dengan bor tanah. Sampel tanah dalam satu titik tersebut dicampur untuk mendapatkan sampel tanah komposit yang mewakili satuan lahan tertentu. Sampel komposit tersebut kemudian digunakan untuk analisis laboratorium pada berbagai sifat tanah yang dibutuhkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian lahan di Kecamatan Patikraja untuk tanaman serai wangi secara umum cukup cocok untuk di tanami. Faktor pembatas utama untuk tanaman serai wangi yaitu seperti retensi hara, tekstur, media perakaran, salinitas dan kelerengan. Adapun satuan lahan yang yang tidak dapat ditingkatkan kelasnya karena memiliki faktor pembatas yang sulit untuk di perbaiki yaitu dengan faktor pembatas tekstur tanah.The need for citronella oil always increases by 3 - 5% per year. Indonesian citronella oil importing countries are the United States, Singapore, China, Taiwan, the Netherlands, Germany and the Philippines. The study aimed to determine (1) the suitability of land in Patikraja District for citronella plants (Andropogoh nardus var. cerifirus) based on physiographic conditions. (2) natural limiting factors of citronella plant growth (Andropogoh nardus var. cerifirus) based on land classification Class in Patikraja District based on regional physiography. The research was carried out in Patikraja District, Banyumas Regency and the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University in March 2022 to May 2022. The research method of this survey was conducted by random sampling method with the determination of 22 land units and 56 sample points using a map of SLH (homogeneous land units) with a scale of 1:50,000. The points represent units of land that are taken on various marbles. At each observation point disturbed soil samples were taken with a distance of 2-3 m at a depth of 0-20 cm and 20-40 cm with a soil drill. Soil samples in one such point are mixed to obtain a composite soil sample representing a specific unit of land. The composite sample is then used for laboratory analysis on various required soil properties. The results showed that the suitability of land in Patikraja District for citronella plants in general is quite suitable for planting. The main limiting factors for citronella plants are nutrient retention, texture, rooting media, salinity and slope. As for the land units that can not be improved class because it has a limiting factor that is difficult to fix, namely the limiting factor of soil texture.
3605039101A1D018032UJI KEMEMPANAN METABOLIT SEKUNDER JAMUR Lecanicillium saksenae TERHADAP Aphis craccivora PADA PAKCOY (Brassica rapa L.)Aphis craccivora merupakan serangga hama polifag dan mampu menurunkan produksi hingga 75% pada tanaman Brassica. Salah satu pengendalian A.craccivora yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan metabolit sekunder jamur entomopatogen. Lecanicillium saksenae merupakan jamur entomopatogen yang menghasilkan metabolit sekunder metil ester asam risinoleat dan selinane. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsentrasi dan cara aplikasi metabolit sekunder jamur L.saksenae yang dapat mengendalikan A.craccivora. Penelitian dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Januari – Juni 2022. Penelitian menggunakan RAK dengan 10 perlakuan dan diulang tiga kali. Perlakuan yang dicoba terdiri atas cara aplikasi dengan disemprot ke tanaman (A1) dan ke serangga uji (A.craccivora) (A2) serta konsentrasi yang diujikan yaitu 0% (K0); 5% (K1); 10% (K2); 15% (K3) dan insektisida dimetoat (K4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi metabolit sekunder jamur L.saksenae 10% menyebabkan mortalitas A.craccivora paling tinggi yaitu 93,74% dan konsentrasi 15% paling cepat mematikan A.craccivora dalam waktu 42,12 jam. Cara aplikasi semprot ke tanaman menyebabkan mortalitas A.craccivora paling tinggi yaitu 74,99% dan cara aplikasi semprot ke serangga uji A.craccivora paling cepat mematikan A.craccivora yaitu 33,65 jam. Mortalitas paling tinggi yaitu 94,59% pada perlakuan kombinasi cara aplikasi semprot ke tanaman dengan konsentrasi 15%. Waktu kematian paling cepat yaitu 41,5 jam pada perlakuan cara aplikasi semprot ke A.craccivora dengan konsentrasi 15%. LC50 metabolit sekunder jamur L.saksenae yaitu 6,69 %. LT50 metabolit sekunder jamur L.saksenae yaitu 8,4 jam untuk konsentrasi 15%. LT50 paling kecil yaitu 7,7 jam pada perlakuan insektisida dimetoat. Aphis craccivora is a polyphagous insect pest and can reduce production up to 75% on Brassica plants. One way to control A. craccivora is by using secondary metabolites of entomopathogenic fungi. Lecanicillium saksenae is an entomopathogenic fungus that produces secondary metabolites of methyl esters of ricinoleic acid and selinane. This study aims to examine the concentration and application of secondary metabolites of the fungus L.saksenae which can control A.craccivora. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory and greenhouses, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from January to June 2022. The study used Randomized Block Design with 10 treatments and repeated three times. The treatments tried consisted of the application method by spraying it on the plants (A1) and the test insect (A.craccivora) (A2) and the concentration tested were 0% (K0); 5% (K1); 10% (K2); 15% (K3) and dimethoate insecticide (K4). The results showed that 10% concentration of secondary metabolites of L. saksenae fungus caused the highest mortality of A. craccivora, at 93.74% and 15% concentration was the fastest to kill A. craccivora in 42.12 hours. The spray application method to plants caused the highest mortality of A. craccivora at 74.99% and the spray application method to the test insect A. craccivora killed A. craccivora the fastest at 33.65 hours. The highest mortality was 94.59% in the combined treatment of spray application to plants with a concentration of 15%. The fastest death time was 41.5 hours in the treatment of spray application to A. craccivora with a concentration of 15%. LC50 of secondary metabolites of L. saksenae fungus is 6.69%. LT50 of secondary metabolites of L. saksenae fungus is 8.4 hours for 15% concentration. The smallest LT50 was 7.7 hours in the dimethoate insecticide treatment.
3605139103A1C018042SENSITIVITAS SENSOR NDIR (NON-DISPERSIVE INFRARED) DALAM MENDETEKSI ADULTERASI MINYAK NILAM DENGAN MINYAK SAWIT (PALM OIL)Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi minyak nilam murni dengan minyak nilam non murni dengan tujuan untuk mengetahui respon sensitivitas dan tingkat akurasi sensor gas NDIR (Non-Dispersive Infrared). Data yang diperoleh kemudian dilakukan pengolahan dan analisis dengan berbasis pada nilai Atsiri Measurement (Ag) untuk mendapatkan respon individu, tingkat sensitivitas, dan tingkat akurasi pada sensor dengan menggunakan metode Principal Compoment Analysis (PCA) dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor CMD30K dan DSM501 mampu merespon aroma yang diberikan serta memiliki sensitivitas cukup baik pada perlakukan tanpa pemanasan dan dengan pemanasan. Tingkat akurasi terbaik pada nilai Atsiri Measurement (Ag) terdapat pada perlakukan dengan pemanasan sebesar 88,3%. This experiment was conducted to identify pure patchouli oil with non-pure patchouli oil with the aim of knowing the sensitivity response and accuracy level of the NDIR (Non-Dispersive Infrared) gas sensor. The data obtained was then processed and analyzed based on the value of Essential Measurement (Ag) to obtain individual responses, sensitivity levels, and accuracy levels on sensors using the Principal Compoment Analysis (PCA) method and Microsoft Excel. The results showed that the CMD30K and DSM501 sensors are able to respond to the given aroma and have good sensitivity in the treatment without heating and with heating. The best accuracy level on the value of Essentials Measurement (Ag) is found in the treatment with heating of 88.3%.
3605239104F1D018051Hubungan Pengawasan Pusat dan Daerah Dalam Pengembangan Obyek Wisata Gunung Galunggung Kabupaten TasikmalayaArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada dn tidaknya hubungan pengawasan pusat dan daerah dalam pengembangan obyek wisata gunung galunggung Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena hubungan pengawasan antara pusat dan daerah sebagai pengurus salah satu obyek wisata di Kabupaten Tasikmalaya khususnya wisata gunung galunggung. Wisata Gunung Galunggung merupakan kawasan dataran tinggi yang memiliki potensi pariwisata sangat menonjol. Keindahan alam dan kearifan masyarakat lokal yang mampu menarik daya tarik wisata, secara administratif kawasan Gunung Galunggung dikelola oleh Perum Perhutani dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, akan tetapi pada tahun 2014 Perhutani obyek wisata gunung galunggung resmi dilimpahkan kepada Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) yang lebih khusus mengelola wisata, sedangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya menunjuk Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya untuk mewakilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Hubungan pengawasan KBM dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya dalam pengelolaan wisata Gunung Galunggung. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana hubungan pengawasan pusat dan daerah dalam pengawasan wisata Gunung Galunggung, kemudian Apa upaya yang dilakukan KBM dengan Dinas Pariwisata dalam pengawasan perkembangan wisata Gunung Galunggung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Hubungan pengawasan KBM dengan Dinas pariwisata dalam pengembangan obyek wisata Gunung Galunggung berjalan dengan baik dan sangat bekerjasama dalam pengelolaan baik retribusi maupun sarana prasaranaThe results of this research article aim to determine whether there is a relationship between central and regional supervision in the development of Galunggung Mountain tourism objects, Tasikmalaya Regency. This research is motivated by the phenomenon of the supervisory relationship between the center and the regions as administrators of one of the tourism objects in Tasikmalaya Regency, especially Mount Galunggung tourism.Galunggung Mountain Tourism is a highland area that has very prominent tourism potential. The natural beauty and wisdom of the local community which is able to attract tourist attractions, administratively the Mount Galunggung area is managed by Perum Perhutani and the Regional Government of Tasikmalaya Regency, but in 2014 Perhutani the Galunggung mountain tourism object was officially delegated to a more specific Independent Business Unit (KBM). managing tourism, while the Regional Government of Tasikmalaya Regency appointed the Tasikmalaya Regency Tourism Office to represent it. This study aims to find out how the relationship between KBM supervision and the Tasikmalaya Regency Tourism Office is in managing Mount Galunggung tourism. The formulation of the problem in this study is how is the relationship between central and regional supervision in monitoring Mount Galunggung tourism, then what are the efforts made by the KBM and the Tourism Office in supervising the development of Mount Galunggung tourism. This study used descriptive qualitative method. The data used are primary data and secondary data. The research results obtained are the relationship between supervision of the KBM and the tourism office in the development of Mount Galunggung tourism objects that are going well and are very cooperative in managing both fees and infrastructure.
3605339105F1C016060Strategi Komunikasi Pemasaran Baturaden Adventure Forest Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Saat Pandemi Covid-19Penelitian ini berisi tentang Strategi Komunikasi Pemasaran yang dilakukan oleh Baturraden Adventure Forest saat Pandemi Covid-19 menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan model AIDDA. Adanya pandemi covid-19 membawa berbagai dampak kepada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sektor pariwisata merupakan salah satu bidang yang sangat terdampak adanya pandemic karena masyarakat enggan untuk keluar rumah apalagi melakukan kegiatan wisata sehingga tempat wisata sepi kunjungan. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada narasumber yaitu Direktur dan Manajer operasional Baturraden Adventure Forest dan beberapa pengunjung BAF. Proses validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Hasil yang penulis dapatkan adalah Baturraden Adventure Forest menggunakan dua media dalam melakukan kegiatan pemasaran yaitu melalui Word of Mouth dan menggunakan media sosial. Dari dua media yang digunakan, Word of Mouth efektif untuk meningkatkan pengunjung saat pandemi dari pada menggunakan media sosial dalam pemasaran. Selain itu Baturraden Adventure Forest melakukan berbagai program untuk meningkatkan pengunjung seperti kegiatan pasar organik, Wedding dan kerja sama dengan komunitas. Penelitian ini berisi tentang Strategi Komunikasi Pemasaran yang dilakukan oleh Baturraden Adventure Forest saat Pandemi Covid-19 menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan model AIDDA. Adanya pandemi covid-19 membawa berbagai dampak kepada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sektor pariwisata merupakan salah satu bidang yang sangat terdampak adanya pandemic karena masyarakat enggan untuk keluar rumah apalagi melakukan kegiatan wisata sehingga tempat wisata sepi kunjungan. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada narasumber yaitu Direktur dan Manajer operasional Baturraden Adventure Forest dan beberapa pengunjung BAF. Proses validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Hasil yang penulis dapatkan adalah Baturraden Adventure Forest menggunakan dua media dalam melakukan kegiatan pemasaran yaitu melalui Word of Mouth dan menggunakan media sosial. Dari dua media yang digunakan, Word of Mouth efektif untuk meningkatkan pengunjung saat pandemi dari pada menggunakan media sosial dalam pemasaran. Selain itu Baturraden Adventure Forest melakukan berbagai program untuk meningkatkan pengunjung seperti kegiatan pasar organik, Wedding dan kerja sama dengan komunitas.

Abstract
This research contains the Marketing Communication Strategy carried out by Baturraden Adventure Forest during the Covid-19 Pandemic using descriptive qualitative methods and using the AIDDA model. The existence of the Covid-19 pandemic has had various impacts on people in everyday life. The tourism sector is one of the fields that has been badly affected by the pandemic because people are reluctant to leave their homes let alone carry out tourism activities so that tourist attractions are quiet. In this study using data collection techniques through interviews with informants, namely the Director and operational manager of Baturraden Adventure Forest and several BAF visitors. The process of data validity in this study uses source triangulation. The results that the authors get are that Baturraden Adventure Forest uses two media in carrying out marketing activities, namely through Word of Mouth and using social media. Of the two media used, Word of Mouth is effective for increasing visitors during a pandemic rather than using social media in marketing. In addition, Baturraden Adventure Forest conducts various programs to increase visitors such as organic market activities, weddings and collaboration with the community..



3605444667A1A017033Efisiensi Usaha dan Nilai Tambah Agroindustri Tahu di Kelurahan Kartasura Kecamatan Kartasura Kabupaten SukoharjoAgroindustri adalah industri yang mengubah hasil pertanian menjadi barang setengah
jadi atau jadi. Industri tahu adalah salah satu contoh agroindustri di Indonesia. Tahu populer
karena harganya yang terjangkau dan kesehatannya. Kabupaten Sukoharjo memiliki banyak
industri tahu, terutama di Kecamatan Kartasura. Data menunjukkan bahwa produksi tahu
harian rata-rata di Kecamatan Kartasura adalah 195 kg dengan variasi harga. Efisiensi dan
nilai tambah merupakan faktor penting dalam industri ini. Fluktuasi harga bahan baku,
penggunaan teknik produksi tradisional, dan masalah efisiensi adalah tantangan utama yang
dihadapi oleh pengrajin tahu di Kelurahan Kartasura. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)
mengetahui biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan, pengrajin tahu di Kelurahan
Kartasura, (2) mengetahui tingkat efisiensi agroindustri tahu di Kelurahan Kartasura, (3)
Mengetahui nilai tambah pada agroindustri tahu di Kelurahan Kartasura.
Penelitian ini menggunakan metode survey, dimana responden diambil dari seluruh
agroindustri tahu yang berada di Kelurahan Kartasura yakni sebanyak 37 responden. Jenis
data penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis biaya, penerimaan, keuntungan, analisis efisiensi
(efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi), dan analisis nilai tambah.
Hasil penelitian agroindustri tahu di Kelurahan Kartasura menunjukkan bahwa
agroindustri tahu selama satu bulan membutuhkan rata-rata total biaya produksi sebesar
Rp74.903.393,00, rata-rata total penerimaan sebesar Rp78.662.797,00, dan memiliki rata-
rata keuntungan sebesar Rp3.759.404,00 per bulan. Agroindustri tahu di Kelurahan
Kartasura sudah efisien secara teknis sebesar 0,99, tetapi tidak efisien secara alokatif
maupun ekonomi sebesar -0,227 sehingga diperlukan pengurangan-pengurangan input agar
usaha agroindustri tahu tersebut efisien. Nilai tambah pada agroindustri tahu di Kelurahan
Kartasura sebesar Rp2.354,00 per kilogram atau sebesar 15,83 persen yang termasuk dalam
kategori nilai tambah sedang.
Agroindustry is an industry that transforms agricultural products into semi-finished or
finished goods. The tofu industry is one example of agroindustry in Indonesia. Tofu is
popular due to its affordable price and health benefits. Sukoharjo Regency has many tofu
industries, especially in Kartasura District. Data indicates that the average daily production
of tofu in Kartasura District is 195 kg with varying prices. Efficiency and added value are
important factors in this industry. Fluctuations in raw material prices, the use of traditional
production techniques, and efficiency issues are the main challenges faced by tofu artisans
in Kartasura Subdistrict. This study aims to: (1) determine the production costs, revenues,
and profits of tofu artisans in Kartasura Subdistrict, (2) determine the efficiency level of the
tofu agroindustry in Kartasura Subdistrict, and (3) determine the added value of the tofu
agroindustry in Kartasura Subdistrict.
This research uses a survey method, with respondents taken from all tofu
agroindustries in Kartasura Subdistrict, totaling 37 respondents. The types of data used in
this research include primary and secondary data. The data analysis methods used in this
research are cost analysis, revenue analysis, profit analysis, efficiency analysis (technical,
allocative, and economic efficiency), and added value analysis.
The results of the research on the tofu agroindustry in Kartasura Subdistrict show that the
tofu agroindustry requires an average total production cost of Rp74,903,393.00 per month,
with an average total revenue of Rp78,662,797.00 and an average profit of Rp3,759,404.00
per month. The tofu agroindustry in Kartasura Subdistrict is technically efficient with a score
of 0.99 but is not allocatively or economically efficient with a score of -0.227, indicating the
need for input reductions to achieve overall efficiency. The added value in the tofu
agroindustry in Kartasura Subdistrict is Rp2,354.00 per kilogram or 15.83 percent, which
falls into the category of moderate added value
3605539106L1C018019Perubahan Garis Pantai di Pesisir Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 Menggunakan Citra Satelit SentinelGaris pantai di Kabupaten Pangandaran banyak dimanfaatkan berbagai sektor seperti industri, perikanan, dan pariwisata sehingga terjadi perubahan garis pantai. Salah satu cara yang digunakan untuk melihat perubahan garis pantai di pesisir pantai Pangandaran dengan membandingkan data citra satelit dari tahun terlama sampai tahun terkini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan garis pantai di wilayah pesisir Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode observasi. Zonasi penelitian dibagi menjadi 6 zona berdasarkan wilayah Desa. Nilai rata-rata laju perubahan pada 6 zona terbagi menjadi akresi sedang dan abrasi ringan dengan nilai akresi masksimum terletak pada zona B dengan nilai 161,47 m, sedangkan nilai abrasi maksimum terletak pada zona F dengan nilai -112,82 m.The coastline in Pangandaran Regency widely used by various sectors such as industry, fisheries, and tourism therefore, the coastline could change. One of the methods used to see the coastline changes on Pangandaran is by comparing satellite imagery data from the oldest to the most recent year. The purpose of this study was to determine the coastline changes area of Pangandaran Regency. The method used in this study using the observation method. The research zoning divided into 6 zones based on the village area. The average value of those 6 zones was divided into moderate accretion and light abrasion with the maximum accretion value located in zone B with a value of 161.47 m, and the maximum abrasion value located in zone F with a value of -112.82 m.
3605639107I1D018003HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN, KECUKUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN CAIRAN DENGAN DAYA KONSENTRASI PADA SISWA SMA NEGERI 1 SALEM KABUPATEN BREBES Perkembangan kognitif berkaitan dengan kemampuan belajar siswa, yang dipengaruhi oleh konsentrasi. Penurunan konsentrasi akan berdampak pada hasil belajar siswa. Rata-rata nilai ujian nasional SMA Negeri 1 Salem yang mengukur prestasi hasil belajar siswa mengalami penurunan pada tahun 2015 dan 2016 yaitu nilai rata-rata kelas IPA dari 44,52 turun menjadi 42,49 sedangkan kelas IPS dari 41,04 turun menjadi 40,58. Kebiasaan sarapan, kecukupan zat gizi makro dan kecukupan cairan dapat membantu meningkatkan daya konsentrasi siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kebiasaan sarapan, kecukupan zat gizi makro (karbohidrat, lemak, protein), dan kecukupan cairan dengan daya konsentrasi pada siswa SMA Negeri 1 Salem. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Penelitian bertempat di SMA Negeri 1 Salem dengan 95 responden. Instrumen pengambilan data kebiasaan sarapan dilakukan dengan menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan. Data asupan zat gizi makro dan cairan diukur dengan food recall 1x24 jam selama dua hari dan daya konsentrasi diperoleh dengan menggunakan Digit Symbol Substitution Test (DSST). Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan baik (81,9%), kecukupan karbohidrat defisit tingkat berat (47,4%), kecukupan lemak normal (35,8%), kecukupan protein normal (34,7%), kecukupan cairan kurang (94,7%), dan daya konsentrasi baik (60%). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan (p=0,043; r=0,208), kecukupan karbohidrat (p=0,017; r=0,244), kecukupan protein (p=0,006; r=0,279), dengan daya konsentrasi. Tidak terdapat hubungan antara kecukupan lemak (p=0,055), kecukupan cairan (p=0,354), dengan daya konsentrasi. Cognitive development is related to students' learning abilities, which are influenced by concentration. Decreased concentration will have an impact on student learning outcomes. The average national exam score for SMA Negeri 1 Salem, which measures student achievement, decreased in 2015 and 2016, namely the average score for the Science class from 44.52 fell to 42.49 while the Social Sciences class dropped from 41.04 to 40.58. Breakfast habits, adequacy of macronutrients and adequacy of fluids can help improve students' concentration power. The purpose of this study was to analyze the relationship between breakfast habits, adequacy of macronutrients (carbohydrates, fats, proteins), and adequacy of fluids with learning concentration in students of SMA Negeri 1 Salem. The research design is cross-sectional. The research took place at SMA Negeri 1 Salem with 95 respondents. The data collection instrument for breakfast habits was carried out using a breakfast habit questionnaire. Data on macronutrient and fluid intake were measured by food recall 1x24 hours for two days and learning concentration was obtained using the Digit Symbol Substitution Test (DSST). Bivariate analysis used the Rank Spearman correlation test. Most of the respondents had good breakfast habits (81.9%), carbohydrate adequacy was deficit in weight level (47.4%), normal fat adequacy (35.8%), normal protein adequacy (34.7%), insufficient fluid adequacy (94.7%), and category learning concentration good (60%). The results of statistical analysis showed that there was a relationship between breakfast habits (p=0.043, r=0.208), carbohydrate adequacy (p=0.017, r=0.244), protein adequacy (p=0.006, r=0.279), with learning concentration. There was no relationship between adequacy of fat (p=0.055), adequacy of fluids (p=0.354), with learning concentration.
3605739108K1B016007Penerapan Konsep Analisis Survival dalam Penentuan Penilaian Tes Ujian Masuk Perguruan TinggiPada umumnya, tes masuk perguruan tinggi, dan tes-tes lainnya menggunakan jenis tes pilihan ganda. Distribusi binomial dapat digunakan untuk menganalisis jenis tes tersebut berdasarkan dua kriteria yaitu jumlah soal yang diujikan untuk setiap tes dan jumlah alternatif pilihan jawaban. Berdasarkan kedua kriteria tersebut, kombinasi jenis tes pilihan ganda yang dapat diujikan dengan jawaban salah tidak diberikan hukuman. Dalam penelitian ini didasarkan pada peluang analisis survival mendapat nilai di atas passing grade yang ditetapkan agar diperoleh input yang lebih berkualitas sekaligus meminimalkan peluang menjawab benar dengan menebak secara acak. Terdapat dua kelompok jenis tes yang dianalisis yaitu keduanya memiliki tiga tes dengan masing-masing banyaknya 50 soal, 40 soal, dan 25 soal. Perbedaan kedua kelompok jenis tes tersebut ada pada alternatif pilihan gandanya, yaitu jenis tes kelompok satu dengan 4 alternatif pilihan ganda dan jenis tes kelompok dua dengan 5 alternatif pilihan ganda. Hasil yang diperoleh adalah untuk tes masuk dengan tiga jenis tes yang disarankan adalah jenis tes kelompok dua yaitu kombinasi antara 50 soal, 40 soal, dan 25 soal dengan 5 alternatif pilihan ganda.In general, college entrance tests, and other tests use multiple-choice tests. The binomial distribution can be used to analyze these types of tests based on two criteria, namely the number of questions tested for each test and the number of alternative answer choices. Based on these two criteria, a combination of multiple choice test types that can be tested with wrong answers is not given a penalty. This study is based on the probability of survival analysis to get a value above the specified passing grade to obtatouality input while minimizing the chance of answering correctly by guessing randomly. There were two groups of test types analyzed, namely both had three tests with 50 questions, 40 questions, and 25 questions respectively. The difference between the two types of test groups is in the multiple choice alternatives, namely the type of test group one with 4 multiple choice alternatives and the type of test group two with 5 multiple choice alternatives. The results obtained are for the entrance test with three types of tests that are suggested to be the type of group 2 test, namely a combination of 50 questions, 40 questions, and 25 questions with 5 multiple choice alternatives.
3605844059D1A020120ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA TERNAK ITIK PADA POLA PEMELIHARAAN
YANG BERBEDA DI KABUPATEN BREBES
Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan dan efisiensi usaha ternak
itik pada pola pemeliharaan yang berbeda serta pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap
pendapatan dan efisiensi usaha ternak itik pada kecamatan yang terpilih di Kabupaten
Brebes. Metode pengambilan sampel yaitu metode survey. Sampel wilayah ditentukan
dengan purposive sampling di Kabupaten Brebes dengan pertimbangan sebagai basis
pengembangan ternak itik khususnya di Kecamatan Brebes, Bulakamba, dan Losari.
Penentuan responden dengan metode cluster random sampling melalui peternak
kelompok. Variabel independent yang diteliti yaitu jumlah kepemilikan ternak, curahan
jam kerja, tingkat pendidikan, lama beternak, dan pola pemeliharaan terhadap variabel
dependent yaitu pendapatan dan efisiensi usaha. Metode analisis yang digunakan yaitu
analisis pendapatan, analisis efisiensi usaha, dan analisis regresi linear berganda. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa besar rataan pendapatan peternak usaha ternak itik pola
pemeliharaan intensif sebesar Rp77.684.727,- dan semi intensif sebesar Rp51.947.750,-
dalam periode satu tahun. Nilai R/C ratio intensif dan semi intensif yaitu 1,40 dan 1,36.
Variabel independent berpengaruh nyata terhadap variabel dependent secara simultan.
Jumlah kepemilikan ternak, curahan jam kerja, dan pola pemeliharaan berpengaruh
sangat nyata terhadap pendapatan, sementara tingkat pendidikan berpengaruh nyata.
Efisiensi usaha dipengaruhi secara nyata oleh curahan jam kerja. Hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa pola pemeliharaan intensif menghasilkan pendapatan lebih banyak
dan lebih efisien dibandingkan dengan semi intensif.
The study aimed to determine the amount of income and business efficiency of ducks in
different rearing patterns and the influence of socio-economic factors on income and
business efficiency of ducks in selected sub-districts in Brebes Regency. The sampling
method is a survey method with the research target of duck farmers. The sample area was
determined by purposive sampling in Brebes District with consideration as a base for the
development of duck cattle, especially in Brebes, Bulakamba, and Losari Districts.
Determination of respondents using cluster random sampling method through group
breeders. The independent variables studied were the number of livestock ownership,
work hours, education level, length of farming, and maintenance patterns on the
dependent variables, namely income and business efficiency. The analysis methods used
were income analysis, business efficiency analysis, and multiple linear regression analysis. The results showed that the average income of duck farmers in the intensive rearing
pattern was Rp77,684,727,- and semi-intensive was Rp51,947,750,- in a one-year period.
The R/C ratio value of intensive and semi-intensive is 1.40 and 1.36. Independent variables
have a significant effect on the dependent variable simultaneously. The number of
livestock ownership, work hours, and rearing pattern have a very significant effect on
income, while education level has a significant effect. Business efficiency is significantly
influenced by labor hours. The results of the study can be concluded that intensive rearing
patterns generate more income and are more efficient than semi-intensive.
3605939110A1D115064Pengaruh Pemupukan NPK dengan Aplikasi Pemberian Kompos Azolla Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanam PakcoyLatar belakang : Pakcoy sayuran yang sangat diminati masyarakat dari anak-anak sampai orang tua, karena banyak mengandung protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, vitamin A, B, C, E dan K yang sangat baik untuk kesehatan. Dalam proses penanamannya penggunaan pupuk anorganik memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dapat merusak kesuburan tanah dan mendesak pertumbuhan mikrobia di dalam tanah. Jika hal ini terus menerus maka tumbuhan tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, oleh sebab itu budidaya sayuran yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dapat beralih menggunakan pupuk organik.

Tujuan : Peneltian ini bertujuan untuk melakukan dan menguji pengaruh pemupukan NPK dengan aplikasi pemberian kompos Azolla Microphylla terhadap pertumbuhan dan hasil tanam Pakcoy (Brassica rapa L.).

Metode : Jenis perancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang disusun secara faktorial. Dianalisis dengan uji ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Apabila hasil analisis menunjukan perbedaan nyata dan sangat nyata, dilanjutkan dengan uji Duncan (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sidik ragam uji F (P = 0,05) pengaruh Azolla microphylla dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan hasil pakcoy memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 1 MST dan jumlah daun umur 2 MST. Berdasarkan uji DMRT α 5% dosis 10 ton/ha Azolla microphylla memberikan hasil rerata tertinggi pada tinggi tanaman umur 1 MST 3,81 cm dan pupuk NPK dosis 75 kg/ha pada jumlah daun umur 2 MST sebesar 5,96.

Kesimpulan : Pupuk NPK dengan aplikasi pemberian kompos Azolla Microphylla terhadap pertumbuhan dan hasil tanam pakcoy valid dan memiliki pengaruh untuk budidaya.
Background: Pakcoy vegetables are in great demand by people from children to the elderly, because they contain lots of protein, fat, carbohydrates, Ca, P, Fe, vitamins A, B, C, E and K which are very good for health. In the process of planting, the use of inorganic fertilizers has a negative impact on the environment, can damage soil fertility and suppress the growth of microbes in the soil. If this continues, the plants will not be able to grow and develop properly, therefore the vegetable cultivation carried out by Indonesian people can switch to using organic fertilizers.

Purpose: This study aims to conduct and test the effect of NPK fertilization with the application of Azolla Microphylla compost on the growth and yield of Pakcoy (Brassica rapa L.) planting.

Methods: The type of design used was Complete Randomized Block Design (RAKL) which was arranged in a factorial manner. Analyzed by ANOVA test at 95% confidence level. If the results of the analysis show significant and very significant differences, then proceed with the Duncan test (DMRT) at the 95% level of confidence.

Results: The results showed that the F test of variance (P = 0.05) the effect of Azolla microphylla and NPK fertilizer on the growth of pakcoy yields had a significant effect on plant height at 1 WAP and number of leaves at 2 MST. Based on the DMRT test α 5% dose of 10 tons/ha Azolla microphylla gave the highest average yield at 1 WAP age of 3.81 cm and NPK fertilizer dose of 75 kg/ha at 2 MST leaf number of 5.96.

Conclusion: NPK fertilizer with the application of Azolla Microphylla compost on the growth and yield of pakcoy plants is valid and has an effect on cultivation.
3606039111F1A018002Hubungan Pengetahuan Tentang Covid-19 Dengan Kepatuhan Dalam Menjalankan Prokes Pada Mahasiswa Yang Tergabung Dalam Kepengurusan HIMA (Himpunan Mahasiswa Jurusan) FISIP UNSOEDMahasiswa merupakan remaja yang termasuk rentan terhadap Covid-19, dikarenakan suka untuk berkelompok dan berinteraksi. Penanganan untuk mencegah penularan memerlukan pengetahuan Covid-19 untuk menangkal dan memutus rantai penularan Covid-19. Berbagai cara dapat ditempuh oleh mahasiswa seperti menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas adalah cara terbaik dalam menangkal Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang Covid-19 dengan kepatuhan dalam menjalankan prokes. Penelitian ini dilakukan di FISIP UNSOED menggunakan metode survei (kuesioner) dengan teknik sampling proporsional random sampling sejumlah 152 responden. Metode pengolahan data menggunakan uji korelasi tau kendall. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan tentang Covid-19 dengan kepatuhan prokes kepengurusan HIMA FISIP UNSOED dengan hasil nilai p value 0,014 (p value < 0,05) dengan makna nilai korelasi sangat lemah sebesar 0,148. Ada faktor lain yang menyebabkan makna nilai korelasi sangat lemah yaitu belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan dan ketersediaan fasilitas mencuci tangan (sabun habis atau air tidak ada). College students are teenagers who are vulnerable to Covid-19, because they like to be in groups and interact. Handling to prevent transmission requires knowledge of Covid-19 to prevent and break the chain of transmission of Covid-19. Various ways can be taken by students, such as implementing strict health protocols by wearing masks, washing hands, maintaining distance, and reducing mobility are the best ways to ward off Covid-19. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge about Covid-19 and adherence to carrying out health programs. This research was conducted at FISIP UNSOED using a survey method (questionnaire) with a proportional random sampling technique with a total of 152 respondents. The data processing method uses the tau Kendall correlation test. The research results obtained were that there was a relationship between knowledge about Covid-19 and compliance with the HIMA FISIP UNSOED management program with a p value of 0.014 (p value <0.05) meaning a very weak correlation value of 0.148. There are other factors that cause the meaning of the correlation value to be very weak, namely not fully implementing health protocols and the availability of hand washing facilities (no soap or water available).