Home
Login.
Artikelilmiahs
13303
Update
AGESTIA PERMATA SARI
NIM
Judul Artikel
Biomassa nipah (Nypa fruticans Wurmb.) dan tingkat pemanfaatannya di Desa Plangkapan, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Nipah (Nypa fruticans Wurmb.) adalah salah satu tumbuhan yang hidup di kawasan hutan mangrove. Biomassa nipah diartikan sebagai jumlah materi hidup dari tumbuhan nipah yang ada di atas permukaan tanah. Beragam manfaat dimiliki oleh N. fruticans Wurmb. yaitu: daun nipah berguna untuk dijadikan atap bangunan atau kerajinan, biji muda dapat diolah menjadi kolang-kaling, pelepah daun dapat dijadikan kayu bakar, abu bakarnya dapat dijadikan garam, air nira dapat diolah menjadi gula. Tumbuhan nipah yang menjadi obyek penelitian kali ini adalah tumbuhan yang sengaja ditanam pada areal dataran rendah yang merupakan kawasan rawan banjir tepatnya berada di Dusun Kalisetra, Desa Plangkapan, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dusun tersebut memiliki ketinggian tanah sekitar 14 m dari permukaan air laut, curah hujan 1.500 mm.tahun-1 dan suhu udara berkisar antara 29 - 31ºC. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey, teknik pengambilan sampel dilakukan secara purpose sampling menggunakan metode plot kuadrat. Sampel nipah diperoleh dari empat stasiun dimana setiap stasiun terdapat 3 plot transek berukuran 10 m x 10 m. Biomassa diukur dengan metode non destructive sampling dengan cara mengukur diameter pelepah pada ketinggian 0 m, 1 m, 1,3 m, dan 1,6 m dari permukaan tanah, serta panjang pelepah pada setiap plot. Tingkat pemanfaatan nipah dilakukan dengan wawancara semi terstruktur dengan responden lokal secara terpilih. Data-data yang telah diperoleh dari proses wawancara kemudian dianalisis secara deskriptif dan dihitung dengan indeks konsensus. Hasil yang didapatkan yaitu biomassa nipah di Dusun Kalisetra tergolong tinggi dengan rata-rata sebanyak 8,135 kg.m-2. Faktor lingkungan yang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan biomassa nipah di Dusun Kalisetra adalah kandungan organik tanah (0,685*). Tingkat pemanfaatan nipah yang tertinggi yaitu bagian daun yang dimanfaatkan menjadi atap (FL=96%), sedangkan tingkat pemanfaatan nipah yang terendah adalah buah yang digunakan untuk pakan/jamu ternak (FL=16%).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Nipah (Nypa fruticans Wurmb.) are plants that grow at the mangrove area. Nipah biomass defined as the number of living matter from nipah plants which above ground. The benefit of N. fruticans Wurmb. i.e.: palm leaves used for roofs of buildings or handycraft, young seeds can be processed as kolang-kaling, the stalk of leaves can be used as fuel wood, ash form leaves used as a salt, nira water can be processed into sugar, nira water fermented can also be processed into vinegar. This study located at Dusun Kalisetra, Plangkapan Village, Tambak, Banyumas, where is around 14 m above sea level, with the rainfall about 1.500 mm.year-1 and temperatures range between 29 - 31ºC. Survey method was used in this study with purpose sampling technique by using quadratic plot. Nipah was taken from four stations which is consist three plotsized 10 m x 10 m. Non destructive sampling methods used for biomass measurement. measurement the diameter of the leave stalk at high of 0 m, 1 m, 3 m, and 1.6 m, and also measure the length of the stem on each single plot. Semi structured interviews on the selected respondens was used to find the level of utilization of nipah is done. The data from the interview process, then analyzed by consensus index. The results shows that average biomass of nipah at Dusun Kalisetra is highest (8.135 kg.m-2). Environmental factor that significally affect of biomass of nipah at Dusun Kalisetra is the organic content of the soil (0.685*). The highest utilization rate of nipah is from leaf that used for roof (FL=96%), the lowest utilization rate is fruit that used as livestock feed (FL=16%).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save