Artikelilmiahs

Menampilkan 34.541-34.560 dari 49.934 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3454137446F2A017009KINERJA PERANGKAT DESA DALAM PELAYANAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB –P2)
DI WILAYAH KECAMATAN PAGERBARANG
KABUPATEN TEGAL
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah hingga tingkat desa. Pengoptimalan Penerimaan PBB diharapkan mampu meningkatkan penerimaan Pendapatan Daerah, termasuk meningkatkan pembangunan di desa. Permasalahan yang terjadi tidak terlepas dari Kinerja Perangkat Desa dalam pelayanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kinerja Perangkat Desa, kendala Pemerintah Desa, dan solusi guna mengatasi kendala dalam pelayanan PBB.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja pelayanan PBB cukup baik, namun belum optimal. Dari 13 (tigabelas) desa di Kecamatan Pagerbarang saat tanggal jatuh tempo 30 September setiap tahunnya selalu ada desa yang belum mencapai target realiasasi 100%. Diperlukan upaya peningkatan kinerja ini dengan melibatkan semua komponen. Pihak kecamatan sering kali memotivasi agar Kepala Desa dan Perangkat Desa dapat lebih giat lagi untuk peningkatan realisasi perolehan PBB di desa masing-masing. Sistem punisment and reward juga dinilai efektif guna meningkatkan kinerja perangkat desa. Kendala yang dialami Pemerintah Desa dalam pelayanan PBB adalah kurangnya jumlah perangkat desa, rendahnya kualitas SDM perangkat desa, jumlah waktu beban kerja perangkat desa yang relatif besar, reward (penghargaan) berupa insentif dana bagi hasil yang masih rendah serta punishment (hukuman) yang masih ringan bagi perangkat desa yang melanggar aturan.Solusi guna mengatasi kendala dalam pelayanan PBB antara lain diperlukannya pembinaan secara intensif dari pihak Kecamatan dan Kabupaten, perlunya diklat/ bintek peningkatan keterampilan dan pengetahuan perangkat desa, Sistem kompensasi berupa bagi hasil PBB yang memadai, Iklim kerja yang kondusif, Strategi organisasi Pemerintah Desa, Dukungan sumberdaya manusia perangkat desa dan kepala desa yang berkualitas, serta Manajemen pemerintahan desa yang baik.
Land and Building Tax (PBB) which is used to finance the administration of government and regional development to the village level. Optimizing PBB Revenue is expected to be able to increase regional revenue revenues, including increasing development in the village. The problems that occur can not be separated from the Performance of the Village Apparatus in service. The purpose of this study was to determine the performance of the village apparatus, the constraints of the village government, and solutions to overcome obstacles in the service of the PBB.
The results showed that the performance of PBB services was quite good, but not yet optimal. Of the 13 (thirteen) villages in Pagerbarang Subdistrict when the due date of September 30 each year there are always villages that have not reached the 100% realization target. This performance improvement effort is needed by involving all components. The sub-district often motivates the Village Head and Village Apparatus to be even more active in increasing the realization of PBB acquisition in their respective villages. The punishment and reward system is also considered effective in improving the performance of village officials. Constraints experienced by the Village Government in providing PBB services are the lack of village apparatus, the low quality of village apparatus human resources, the relatively large amount of time the workload of village officials, rewards in the form of profit sharing incentives are still low and punishments are still light. for village officials who violate the rules. Solutions to overcome obstacles in UN services include the need for intensive guidance from the sub-district and district, the need for training/instruction for improving skills and knowledge of village officials, compensation system in the form of adequate PBB profit sharing, conducive work climate , Village Government organizational strategy, Support of quality human resources of village officials and village heads, as well as good management of village government.
3454237447F1F018021KERJA SAMA LOCAL CURRENCY SETTLEMENT DALAM MENINGKATKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL INDONESIA TAHUN 2018-2021Kerja sama Local Currency Settlement hadir sebagai upaya yang dilakukan Indonesia dan negara mitranya untuk mengurangi ketergantungan dan adanya beban biaya transaksi oleh mata uang dolar AS. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana kerja sama Local Currency Settlement dapat meningkatkan perdagangan internasional Indonesia di tahun 2018-2021. Jenis penelitian yang digunakan dalam menyusun penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan konsep monetary power menurut Benjamin Cohen. Penelitian ini menemukan bahwa, Penawaran mekanisme pembayaran menggunakan LCS yang lebih efisien dari penyelesaian transaksi sebelumnya yang dilakukan melalui cross currency rate ke dolar AS menjadi hanya dilakukan dari rupiah ke mata uang lokal negara mitra atau sebaliknya. Sehingga menciptakan lebih stabilnya nilai tukar mata uang antar negara yang menerapkan LCS. Begitu juga dengan nilai tukar rupiah yang cenderung stabil karena permintaan dari kebutuhan dolar AS menjadi berkurang. Kemudian adanya akses bagi Indonesia untuk mendapatkan mata uang lain dari negara mitra LCS yang menambah cadangan devisa Indonesia. Peningkatan perdagangan Indonesia terjadi karena adanya pemanfaatan yang maksimal terhadap total perdagangan dari negara-negara utama mitra dagang yang menerapkan LCS.Local Currency Settlement cooperation exists as an effort made by Indonesia and its partner countries to reduce dependence and the burden of transaction costs by the US dollar. This study aims to explain how Local Currency Settlement cooperation can increase Indonesia's international trade in 2018-2021. The type of research used in compiling this research is descriptive qualitative. In this study, researchers used the concept of monetary power according to Benjamin Cohen. This study found that, offering a payment mechanism using LCS which is more efficient than previous transaction settlements made through the cross currency rate to the US dollar, being only made from rupiah to the local currency of the partner country. Thus creating a more stable exchange rate between countries that implement the LCS. Likewise, the rupiah exchange rate tends to be stable due to reduced demand for US dollars. Then there is access for Indonesia to get other currencies from LCS partner countries which increase Indonesia's foreign exchange reserves. The increase in Indonesia's trade occurs because of the maximum utilization of total trade from the main trading partner countries that implement the LCS.
3454337448F1F018028PENGARUH ISLAMOFOBIA TERHADAP KEAMANAN KOMUNITAS MUSLIM DI PRANCIS TAHUN 2015-2019Penelitian ini menganalisis adanya pengaruh Islamofobia terhadap keamanan komunitas muslim di Prancis tahun 2015-2019. Dalam menganalisis hal tersebut, penulis menggunakan human security serta keamanan komunitas. Human security dan keamanan komunitas digunakan untuk menganalisis terancamnya keamanan suatu komunitas. Berdasarkan data yang diperoleh, fenomena Islamofobia yang terjadi di Prancis terbagi dalam empat tindakan yaitu diskriminasi, kekerasan fisik maupun verbal, ujaran kebencian, dan penistaan agama. Islamofobia berdampak pada terancamnya keamanan komunitas muslim di Prancis untuk mendapatkan akses freedom from want (kebebasan dari keinginan) dan freedom from fear (kebebasan dari rasa takut), yang menjadi tolak ukur terancamnya keamanan suatu komunitas. Komunitas muslim di Prancis yang mengalami kesulitan untuk mengakses freedom from fear dan freedoom from want menunjukkan validitas bahwa fenomena Islamofobia berpengaruh terhadap keamanan komunitas Muslim di Prancis.This research analyzes the influence of Islamophobia on the security of the Muslim community in France in 2015-2019. In analyzing this, the author uses human security and community security. Human security and community security are used to analyze the threat to the security of a community. Based on the data obtained, the Islamophobia phenomenon that occurred in France is divided into four actions, namely discrimination, physical and verbal violence, hate speech, and blasphemy. Islamophobia has an impact on the security of the Muslim community in France to get access to freedom from want and freedom from fear, which are benchmarks for the threat to the security of a community. The Muslim community in France who has difficulty accessing freedom from fear and freedom from want shows the validity that the Islamophobia phenomenon affects the security of the Muslim community in France.
3454437450I1C016078TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEKApotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian dan sarana penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat. Pelayanan tersebut dapat berupa interaksi dengan tenaga kefarmasian, pasien, atau sistem pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Penelitian ini mengenai tingkat kepuasan mahasiswa kesehatan universitas jendral soedirman terhadap pelayanan kefarmasian di apotek. penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian cross sectional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner yang diadaptasi dari penelitian Juwita et al (2019). Analisis yang digunakan dengan mengitung persentase dan analisis hubungan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara karakteristik jenis kelamin p-value(0,007); jurusan p-value (0,043), dan frekuensi p-value (0,000), sedangkan tidak terdapat hubungan angkatan p-value (0,074) dengan kepuasan mahasiswa kesehatan Universitas Jenderal Soedriman terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek.A pharmacy is a pharmaceutical service facility and a means of distributing pharmaceutical supplies to the public. These services can be in the form of interactions with pharmacists, patients, or the health care system as a whole. This research is about the level of satisfaction of health students at the University of Jenderal Soedirman with pharmaceutical services in pharmacies. This research is a non-experimental research with a cross sectional research design. The instrument used in the study was a questionnaire adapted from the research of Juwita et al (2019). The analysis used by calculating the percentage and analysis of the relationship using the chi-square test. The results of the analysis show that there is a relationship between gender characteristics p-value (0.007); majors p-value (0.043), and frequency p-value (0.000), while there is no relationship between class p-value (0.074) and the satisfaction of health students at Jenderal Soedriman University with pharmaceutical services at the pharmacy.
3454537422C1H017031THE EFFECT OF COMPENSATION JUSTICE ON JOB PERFORMANCE THROUGH JOB SATISFACTION AS MEDIATION VARIABLE (STUDY ON COFFEE SHOP IN PURWOKERTO)Penelitian ini membahas tentang compensation justice yang meliputi distributive compensation justice dan procedural compensation justice terhadap job performan baik secara langsung maupun tidak langsung dimediasi oleh job satisfaction. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan coffee shop di Purwokerto berjumlah 79 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei yaitu dengan memberikan daftar pertanyaan atau kuesioner langsung kepada responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan anlisis program SEM (Structural Equation Modeling) yang dioperasikan melalui SMARTPLS3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distributive compensation justice berpengaruh positif signifikan terhadap job satisfaction, procedural compensation justice berpengaruh poisitif signifikan terhadap job satisfaction, distributive compensation justice berpengaruh positif signifikan terhadap job performance, procedural compensation justice tidak berpengaruh signifikan terhadap job performance, job satisfaction tidak berpengaruh signifikan terhadap job performance, job satisfaction tidak memediasi pengaruh distributive compensation justice terhadap job performance, dan job satisfaction tidak memediasi pengaruh terhadap procedural compensation justice terhadap job performance.This study discusses the compensation justice include distributive compensation justice and procedural compensation justice on job performance both directly and indirectly influenced by job satisfaction. The populations in this study were coffee shop employees on coffee shop in Purwokerto totaling 79 people. Data were collected by survey method is to provide a list of questions or questionnaires directly to the respondent. Data analysis techniques in this study using analysis of SEM (Structural Equation Modeling) program operated through SMARTPLS3. The results showed that distributive compensation justice has positive significant effect on job satisfaction, procedural compensation justice has positive significant on job satisfaction, distributive compensation justice has positive significant effect on job performance, procedural compensation justice has no significant effect on job performance, job satisfaction has no significant effect on job performance, job satisfaction has no mediate the effect of distributive compensation justice on job performance, and job satisfaction has no mediate the effect of procedural compensation justice on job performance.
3454638009E1A018283PUTUSAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PIDANA PERCOBAAN (VOORWAARDELIJKE VEROORDELING) TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KEKARANTINAAN KESEHATAN
(Studi Putusan Nomor 21/Pid.S/2021/PN Tng)
Pidana percobaan merupakan suatu sistem penjatuhan hukuman pidana oleh hakim yang pada pelaksanaan putusannya dengan memperhatikan syarat-syarat tertentu yaitu terdapat syarat umum dan syarat khusus(bersifat fakultatif). Rachel Vennya Roland, Salim Suhaili Nauderer, dan Maulida Khairunnisa dijatuhi putusan percobaan oleh majelis hakim pada Pengadilan Negeri Tangerang melalui Putusan Nomor 21/Pid.S/2021/PN Tng. Dalam penelitian ini, putusan yang digunakan merupakan putusan pada pengadilan tingkat pertama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum Pengadilan Negeri Tangerang dalam menjatuhkan pidana percobaan terhadap tindak pidana kekarantinaan kesehatan pada Putusan Nomor 21/Pid.S/2021/PN Tng serta untuk mengetahui akibat hukum dari penjatuhan pidana percobaan kepada terdakwa dalam Putusan Nomor 21/Pid.S/2021/PN Tng. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji penerapan norma- norma dalam hukum positif dengan pendekaan perundang-undangan. Spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif analitis, yaitu menguraikan hasil-hasil penelitian serta menganalisanya dari segi peraturan perundang-undangan yang berlaku dikaitkan dengan teori-teori hukum. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penelitian kepustakaan (library research), yaitu dengan mempelajari buku-buku pustaka, makalah-makalah, dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pokok masalah dalam objek penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa majelis hakim dalam putusan ini telah menjatuhkan putusan percobaan (voorwaardelijke veroordeling) terhadap Rachel Vennya Roland, Salim Suhaili Nauderer, dan Maulida Khairunnisa dengan pertimbangan hakim bahwa putusan yang didakwakan terhadap terdakwa tidak lebih dari 1 (satu) tahun kurungan dan dalam menjatuhkan putusan juga hakim mempertimbangkan faktor- faktor dalam persidangan baik secara filosofis, yuridis maupun sosiologis.Probation is a system in which criminal penalties are imposed by a judge who takes into account certain conditions, namely general conditions and special conditions (incumbency), in enforcing their decisions. Rachel Vennya Roland, Salim Suhaili Nauderer and Maulida Khairunnisa were given suspended sentences by the Tangerang District Court's panel of judges through Judgment No. 21/Pid.S/2021/PN Tng. In this study, the judgment used was that of the court of first instance. The purpose of this study is to find out the basis of legal considerations for the suspended sentence for health quarantine offences imposed by the Magistrates Court of Dangland in Decision No. 21/Pid.S/2021/PN Tng, and to find out Legal Consequences of the Defendant's Suspended Sentence in Decision /PN Tng. This study uses a normative juridical approach, namely research that is focused on examining the application of norms in positive law with a statutory approach. The specification of this research is analytical prescriptive, which describes the research results and analyzes them in terms of applicable laws and regulations related to legal theories. The method of data collection was carried out by library research, namely by studying library books, papers, and laws and regulations relating to the subject matter of the research object. The results of this study indicate that the panel of judges in this decision has handed down a probationary decision (voorwaardelijke veroordeling) against Rachel Vennya Roland, Salim Suhaili Nauderer, and Maulida Khairunnisa with the judge's consideration that the verdict charged against the defendant is not more than 1 (one) year in prison and In making a decision, the judge also considers the factors in the trial, both philosophically, juridically, and sociologically.
3454737451A1F015054KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK BAWANG GORENG SARNAM JAYA

Bawang merah adalah salah satu hasil pertanian yang mudah mengalami penurunan mutu. Salah satu cara untuk mempertahankan mutu yaitu melalui pengolahan menjadi produk bawang merah goreng. Bawang merah goreng adalah makanan yang terbuat dari bawang merah dan diolah dengan cara digoreng. Bawang goreng merek SARNAM merupakan produk bawang goreng yang diproduksi oleh UMKM SARNAM JAYA dan lumayan di kenal di wilayah Ajibarang, Banyumas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesukaan konsumen terhadap rasa, warna, aroma, kerenyahan, dan kemasan bawang goreng SARNAM. Penelitian dilakukan secara survei di Kecamatan Ajibarang pada bulan Juni 2022. Pemilihan responden dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode uji hedonik 50 orang responden. Terdapat 5 variabel yang diamati yaitu rasa, warna, aroma, kerenyahan, dan kemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen paling menyukai atribut warna bawang goreng berdasarkan prosentase tertinggi yaitu 46%. Sedangkan prosentase terendah terdapat pada atribut rasa dan kerenyahan dengan prosentase 40%.Onions are one of the agricultural products that easily degraded in quality. One way to maintain quality is through processing into fried onion products. Fried onion is food from onion and processed through frying process. Sarnam Fried onion is product from UMKM Sarnam Jaya and well-known in Ajibarang, Banyumas. This study aims to determine consumer preferences for taste, colour, flavour, crispness, and packaging of Sarnam Fried Onion. This research was conducted in survey held in Ajibarang in June 2022. The selection of respondents was done by purposive sampling method. Research data collection was carried out using the hedonic test method on 50 respondents. There was 5 attribute that are observed, namely taste, colour, flavour, crispness, and packaging. The results showed that the most liked attribute is colour based on highest percentage that is 46%.
3454837452I1B018062HUBUNGAN GAYA BELAJAR DI MASA PEMBELAJARAN ONLINE DENGAN
NILAI INDEKS PRESTASI KUMULATIF PADA MAHASISWA JURUSAN
KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Latar belakang: Salah satu upaya pemerintah untuk meminimalkan penularan virus corona adalah
dengan membuat kebijakan di bidang pendidikan dengan membatasi aktifitas di luar rumah yang
memungkinkan proses pembelajaran dilakukan secara online dari rumah. Gaya belajar visual,
auditori, kinestetik dan campuran merupakan gaya belajar yang dilakukan oleh mahasiswa untuk
membantu mendapatkan prestasi terbaik di saat pembelajaran online. Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui hubungan antara gaya belajar dengan indeks prestasi kumulatif di masa
pembelajaran online.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sebanyak
127 mahasiswa keperawatan FIKes Unsoed menjadi responden menggunakan teknik simple
random sampling. Data dianalisis menggunakan uji koefisien kontingensi.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar visual menjadi gaya belajar yang banyak
dimiliki oleh responden (33,9%). Sedangkan untuk indeks prestasi kumulatif (IPK) didapati bahwa
kategori sangat bagus, yaitu nilai IPK diatas 3,5 banyak dimiliki oleh responden (48,8%). Pada
penelitian ini didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara gaya belajar dan indeks prestasi
kumulatif pada mahasiswa keperawatan FIKes Unsoed karena p=0,064 (p>0,05).
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara gaya belajar dengan indeks prestasi kumulatif di masa
pembelajaran online.
Background: One of the government's efforts to minimize the transmission of the corona virus is
to make policies in the field of education by limiting activities outside the home that allow the
learning process to be carried out online from home. Visual, auditory, kinesthetic and mixed
learning styles are learning styles that are used by students to help get the best achievement when
learning online. This study was conducted to determine the relationship between learning styles
and the cumulative achievement index in the online learning period.
Methods: This research is a quantitative research with cross sectional design. A total of 127
nursing students FIKes Unsoed became respondents using simple random sampling technique. The
data were analyzed using the contingency coefficient test.
Results: The results showed that the visual learning style became the learning style that many
respondents had (33.9%). Meanwhile, for the Cumulative achievement index it was found that the
very good category, namely the Cumulative achievement index value more than 3.5, was mostly
owned by respondents (48.8%). In this study, it was found that there was no relationship between
learning style and cumulative achievement index in nursing students at FIKes Unsoed because of
the p=0.064 (p>0.05).
Conclusion: There is no relationship between learning style and cumulative achievement index in
the online learning period.
3454938008B1B017039PREVALENCE AND ABUNDANCE OF ECTOPARASITES IN BANANA PRAWN (Penaeus merguiensis) AS CATCHES IN SEGARA ANAKAN ESTUARY CILACAP
Udang pisang (Penaeus merguiensis de Man, 1888) merupakan jenis udang yang termasuk dalam kelas Crustacea, ordo Decapoda, dan Famili Penaeidae. Udang pisang dalam siklus hidupnya menggunakan muara hutan mangrove sebagai daerah pembibitan dan laut lepas pantai sebagai daerah pemijahan. Udang pisang di muara Segara Anakan memiliki peran ekonomi yang penting bagi masyarakat sekitar dengan produksi mencapai 13% dari total produksi udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan kelimpahan ektoparasit yang ditemukan pada Udang Pisang (P. merguiensis) hasil tangkapan di Muara Sungai Segara Anakan Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi ektoparasit pada Udang Pisang (P. merguiensis) sebesar 54%. Hasil tersebut termasuk dalam kategori sangat sering. Jenis ektoparasit pada udang galah yang ditemukan terdiri dari tiga spesies Apiosoma sp. Oodinium sp. dan Vorticella sp. 2. Kelimpahan ektoparasit pada Udang Pisang (P. merguiensis) yang tertangkap di Muara Segara Anakan Cilacap adalah Apiosoma sp. 0,15 ekor/udang, Oodinium sp. 0,52 ekor/udang dan Vorticella sp, 0,04 ekor/udang.Banana prawn (Penaeus merguiensis de Man, 1888) is a type of prawn belonging to the class Crustacea, order Decapoda, and Family Penaeidae. Banana prawn in their life cycle uses mangrove forest estuaries as a nursery area and off-shore sea as spawning areas. Banana prawns in the Segara Anakan estuary have an important economic role for the surrounding community with production reaching 13% of the total prawn production. This study aims to determine the prevalence and abundance of ectoparasites found in Banana prawn (P. merguiensis) as catches in Segara Anakan estuary Cilacap. The research method used is a survey method using a random sampling technique. The results showed that the prevalence of ectoparasites in Banana Prawn (P. merguiensis) was 54%. These results were included in the very frequent category. The types of ectoparasites in banana prawn were found to consist of three species Apiosoma sp. Oodinium sp. and Vorticella sp. 2. The abundance of ectoparasites in Banana Prawn (P. merguiensis) caught in the Segara Anakan Estuary Cilacap was Apiosoma sp. 0.15 individuals/prawn, Oodinium sp. 0.52 individuals/prawn and Vorticella sp, 0.04 individuals/prawn.
3455037454F1A016088Representasi Hubungan Orang Tua dengan Anak dalam Keluarga Single Parent dalam Film SearchingAbstrak
Dalam kehidupan berkeluarga terdapat berbagai macam permasalahan salah satunya adalah perpisahan dalam keluarga karena kematian. Perpisahan dalam keluarga dapat menyebabkan berbagai masalah bagi anggota keluarga seperti hilangnya kehangatan dalam keluarga serta kegagalan keluarga dalam menjalankan perannya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan ayah dengan anak dalam keluarga single parent dalam fil m searching. Sesuai dengan tujuannya maka penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data dilakukan dengan memahami jalan cerita film, menyusun kategorisasi dan menyusun draft laporan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika Roland Barthes dan menganalisis menggunakan teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead. Hasil dari penelitian ini adalah keluarga single parent yang digambarkan dalam film searching memiliki gangguan dalam berinteraksi dan hubungan antara orang tua dengan ayah dingin. Hal itu disebabkan oleh kegagalan anggota keluarga untuk membicarakan tentang kematian sosok ibu dalam keluarga. Kegagalan tersebut menyebabkan permasalahan lebih besar dalam keluarga Kim seperti perubahan kepribadian anggota keluarga serta tidak hangatnya hubungan antar anggota dalam keluarga.






Abstract
In family life there are various kinds of problems, one of them is separation in the family due to death. Separation in the family can cause various problems for family members such as the loss of warmth in the family and the failure of the family to carry out its role. This study aims to examine the relationship between fathers and children in single parent families in the movie searching. In accordance with its purpose, this research uses qualitative methods with data collection methods carried out by understanding the storyline of the film, compiling categorization and compiling draft reports. The data analysis technique used in this research is Roland Barthes' semiotics and analyzes using George Herbert Mead's Symbolic Interactionism theory. The result of this research is that the single parent family depicted in the movie searching has a disorder in interacting and the relationship between the parents and the father is cold. It is caused by the failure of family members to talk about the death of the mother figure in the family. The failure causes bigger problems in Kim's family such as changes in the personality of family members and the lack of warm relations between members in the family.




Abstract
In family life there are various kinds of problems, one of them is separation in the family due to death. Separation in the family can cause various problems for family members such as the loss of warmth in the family and the failure of the family to carry out its role. This study aims to examine the relationship between fathers and children in single parent families in the movie searching. In accordance with its purpose, this research uses qualitative methods with data collection methods carried out by understanding the storyline of the film, compiling categorization and compiling draft reports. The data analysis technique used in this research is Roland Barthes' semiotics and analyzes using George Herbert Mead's Symbolic Interactionism theory. The result of this research is that the single parent family depicted in the movie searching has a disorder in interacting and the relationship between the parents and the father is cold. It is caused by the failure of family members to talk about the death of the mother figure in the family. The failure causes bigger problems in Kim's family such as changes in the personality of family members and the lack of warm relations between members in the family.

Keywords; movie, Roland Barthes’s semiotics, symbolic interactionism, single parent, searching





3455137453K1A018025MODIFIKASI ELEKTRODA SCREEN PRINTED MENGGUNAKAN KITOSAN-NiCaFe2O4 UNTUK BIOSENSOR GLUKOSAPengujian kadar glukosa dalam darah dapat dideteksi salah satunya menggunakan biosensor. Salah satu metode biosensor glukosa yang banyak dikembangkan yaitu metode elektrokimia dengan teknik voltametri siklik menggunakan elektroda screen printed. Penelitian ini bertujuan untuk modifikasi elektroda screen printed menggunakan cryogel kitosan-NiCaFe2O4 nanopartikel dalam meningkatkan kinerja biosensor glukosa secara elektrokimia. Enzim glukosa oksidase diamobilisasi menggunakan cryogel kitosan pada elektroda screen printed. Modifikasi yang dilakukan menggunakan NiCaFe2O4 nanopartikel untuk meningkatkan konduktivitas dari elektroda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi elektroda dengan penambahan cryogel kitosan-NiCaFe2O4 nanopartikel memiliki daya hantar elektron yang lebih tinggi dibandingkan dengan elektroda tanpa modifikasi, sehingga kinerja biosensor glukosa meningkat. Kondisi optimal yang diperoleh dari pendeteksi elektrokimia menggunakan elektroda termodifikasi cryogel kitosan-NiCaFe2O4 yaitu dengan penambahan 0,2 gram/ml NiCaFe2O4 nanopartikel, scan rate 0,3 V/s, pH buffer fosfat 7,5 dengan konsentrasi 100 mM. Pengujian glukosa menghasilkan linieritas dengan persamaan y = 2,6463x + 28,238, dimana nilai R2 = 0,991. Batas deteksi sebesar 1,047 mM sebagai batas analit terkecil dan batas kuantifikasi sebesar 3,489 mM sebagai konsentrasi analit terkecil yang dapat dideteksi oleh elektroda modifikasi.Testing levels of glucose in the blood can be detected by using a biosensor. One method of glucose biosensor that is widely developed is the electrochemical method with cyclic voltammetric techniques using screen printed electrodes. This study aims to modify screen printed electrodes using chitosan cryogel-NiCaFe2O4 nanoparticles in improving the performance of glucose biosensors electrochemically. The glucose oxidase (GOD) enzyme was immobilized using chitosan cryogel on screen printed electrodes. Modifications were made using NiCaFe2O4 nanoparticles to increase the conductivity of the electrode. The results showed that the modification of electrodes with the addition of chitosan cryogel-NiCaFe2O4 nanoparticles has a higher electron conductivity compared to without modification electrodes, so that the performance of glucose biosensors increases. The optimal condition obtained from electrochemical detectors uses modified electrodes of chitosan cryogel NiCaFe2O4, namely by adding 0,2 g/ml of NiCaFe2-O4 nanoparticles, scan rates of 0,3 V/s, buffer phosphate pH 7,5 with a concentration of 100 mM. Glucose testing produces a linearity with the equation y = 2,6463x + 28,238, where the value of R2 = 0,991. The detection limit (LOD) is 1,047 mM as the smallest analyte limit and the quantification limit (LOQ) of 3,489 mM as the smallest analyte concentration that can be detected by the modification electrode.
3455236392H1B017022ANALISIS KAPASITAS SAMBUNGAN BAUT AKIBAT PERGESERAN BAUT PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN SAMBUNGAN BALOK-KOLOM MENGGUNAKAN SAMBUNGAN TIPE KAKU PADA KONSTRUKSI BAJA DENGAN ANALISIS NUMERIKALStruktur baja merupakan salah satu alternatif yang menguntungkan dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi baik dalam skala kecil maupun besar. Namun dalam pelaksanaannya, karena adanya hal-hal tertentu seperti kesulitan dalam pemasangan, ukuran lubang baut yang tidak sesuai rencana, dan permasalahan lain, permasalahan yang terjadi salah satunya adalah pergeseran lubang baut karena kesalahan proses fabrikasi. Sehingga dalam hal ini perlu dilakukan analisis mengenai permasalahan tersebut untuk mengetahui pengaruh pergeseran lubang baut terhadap kapasitas sambungan. Pada penelitian ini, peneliti membandingkan hasil dan perilaku pada pekerjaan sambungan balok – kolom tipe kaku menggunakan analisis numerikal dengan bantuan software Abaqus terhadap permasalahan pergeseran lubang baut karena kesalahan proses fabrikasi. Pergeseran lubang baut diasumsikan sebesar 10 mm ke arah vertikal dan 10 mm ke arah horisontal sehingga menghasilkan 12 variasi pemodelan dengan mutu baja yang digunakan yaitu ASTM A36, ASTM A572 dan untuk baut digunakan ASTM A325, ASTM A490. Pemodelan didasarkan pada SNI 1729:2020 tentang spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria signifikan terdapat pada regangan maksimum untuk selisih antara sambungan dengan posisi baut bergeser arah horisontal dengan posisi baut tidak bergeser yaitu sebesar 48,948%, dan sambungan dengan posisi baut bergeser arah vertikal dengan posisi baut tidak bergeser yaitu sebesar 26,327%. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan pergeseran lubang baut memberikan pengaruh yang berarti terhadap kapasitas sambungan kaitannya dengan regangan. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa adanya penggunaan kombinasi baja dan pelat sambung mutu normal dengan baut mutu tinggi memberikan pengaruh yang cukup berarti pada hasil persentase selisih. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi baut sebelum bergeser memberikan pengaruh yang signifikan sehingga kerusakan besar terjadi pada profil, begitu pula posisi baut saat bergeser arah vertikal dan horisontal memberikan pengaruh yang signifikan dan kerusakan besar kemungkinan terjadi pada plat.The steel structure is one of the profitable alternatives in the planning and implementing of construction both on a small and large scale. However, in practice, due to certain things such as difficulties in installation, the size of the bolt holes that are not according to the plan, and other problems, one of the problems that occur is the shift of the bolt holes due to an error in the fabrication process. So, in this study, the researchers compared the results and behavior of the beam-column connections for rigid type with a numerical analysis with the help of Abaqus software on the problem of shifting bolt holes due to errors in the fabrication proces. The shift on the bolt hole is assumed to be 10 mm in the vertical direction and 10 mm in the horizontal direction, resulting in 12 variations of modeling with the quality of steel used, namely ASTM A36, ASTM A572, and ASTM A325, ASTM A490 for bolts. The modeling is based on SNI 1729:2020 regarding specifications for structural steel buildings. The result showed that the significant criteria were in the maximum strain for the difference between the connection with the bolt position shifting horizontally and the bolt position not shifting, which was 48,948%, and the connection with the bolt position shifting vertically with the bolt position not shifting which was 26,327%. This shows that the bolt hole shift problem significantly affects the connection capacity to strain. In addition, this also indicates that using a combination of standard steel and connection plates with high-strength bolts has significant effects on the result of the percentage difference. Based on the results of the study shows that the position of the bolt before shifting has a significant effect so that major damage occurs to the profile, as well as the position of the bolt when shifting in the vertical and horizontal directions has a significant effect and major damage is likely to occur on the plate.
3455337456F1B018019Inovasi Pelayanan Publik Melalui Si Geulis Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten CiamisPenelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan masyarakat bahwa keterjangkauan pelayanan perizinan belum optimal dan perlu untuk diperbaiki. Untuk menjawab permasalahan publik Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Ciamis membuat Inovasi Si Geulis, Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan Inovasi pelayanan publik yang ada di Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purpose sampling.
Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi pelayanan publik melalui Si Geulis pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Ciamis dibentuk pada pertengahan tahun 2021, dan inovasi ini pun diluncurkan kepada tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Ciamis. Selama ini inovasi Si Geulis sudah dapat dikatakan berhasil dan memudahkan dalam pembuatan NIB, ditandai dengan banyaknya partisipasi dan dukungan dari pelaku UMKM salah satunya dalam pembuatan NIB, dalam penyebaran inovasi Si Geulis pun dengan cara melayangkan surat kepada kecamatan untuk mensosialisasikan perkembangan dari Si Geulis dan penyebarannya pun melalui media sosial, dan kemampuan kinerja organisasi sudah sesuai dengan tupoksinya masing- masing meskipun adanya suatu keterbatasan SDM dan dampak nya dengan adanya inovasi Si Geulis memberikan dampak baik karena memudahkan dalam pembuatan NIB bagi masyarakat, koordinasi sering dilakukan, meskipun pasti adanya suatu kendala seperti sinyal yang tidak memadai, dan peran kepeimpinan pada inovasi Si Geulis sangat mendukung, apalagi setelah inovasi Si Geulis diluncurkan kepada tujuh kecamatan yang diharapkan bisa mengarahkan masyarakat, dan koordinasi selalu saja dilakukan untuk melihat perkembangan Si Geulis.


This research is motivated by the community's problem that the affordability of licensing services is not optimal and needs to be improved. To answer public problems, the Investment and One-Stop Integrated Service Office of Ciamis Regency made the Si Geulis Innovation. The purpose of this study was to describe the innovation of public services in Ciamis Regency. This research uses descriptive qualitative method. The informant selection technique used a purpose sampling technique.
The results showed that public service innovation through Si Geulis at the Office of Investment and One Stop Integrated Services of Ciamis Regency was formed in mid-2021, and this innovation was launched to seven sub-districts in Ciamis Regency. So far, Si Geulis' innovation can be said to have succeeded and made it easier to make NIB, marked by the large number of participation and support from MSME actors, one of which is in making NIB, in spreading Si Geulis's innovation by sending letters to the sub-district to socialize the development of Si Geulis and its distribution. even through social media, and the organization's performance capabilities are in accordance with their respective tupoksi even though there is a limited human resources and its impact with the Si Geulis innovation has a good impact because it makes it easier to make NIB for the community, coordination is often done, although there must be an obstacle such as inadequate signal, and the role of leadership in Si Geulis innovation is very supportive, especially after Si Geulis' innovation was launched to seven sub-districts which are expected to be able to direct the community, and coordination is always carried out to see the development of Si Geulis.


3455438010B1A018119Uji Ketahanan Isolat Bifidobacterium sp. BBP6 pada Variasi Suhu dan pH Tertentu secara In VitroBifidobacterium merupakan salah satu bakteri yang memiliki manfaat positif di antaranya digunakan sebagai bakteri probiotik. Probiotik Bifidobacterium dapat menjaga keseimbangan mikroflora pada usus. Bifidobacterium sp. BBP6 diuji ketahanannya terhadap pH dan suhu agar memenuhi syarat probiotik, yaitu ketahanannya pada pH rendah dan suhu tubuh pada manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui viabilitas Bifidobacterium sp. BBP6 terbaik sebagai indikator ketahanan isolat pada pH dan suhu yang berbeda.
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan faktor perlakuan suhu dengan taraf 36,5ºC, 37,5ºC, 40oC dan faktor pH dengan taraf pH 2,0; 3,0; 4,0; 5,0 dan 6,0 beserta interaksinya. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 45 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Varian (ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95% dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bifidobacterium sp. BBP6 tidak tumbuh pada pH 2,0 dan pH 3,0, tetapi pertumbuhan terdapat pada pH 4,0; pH 5,0 dan pH 6,0. Suhu 37,5℃ berpengaruh tinggi terhadap viabilitas Bifidobacterium sp. BBP6. Viabilitas Bifidobacterium sp. BBP6 pada pH 4,0 dan suhu 37,5℃ adalah 37,36% dan viabilitas tertinggi terdapat pada interaksi pH 6,0 dan suhu 36,5℃, yaitu 91,9%. Bifidobacterium sp. BBP6 dapat menjadi probiotik bila terdapat agensia proteksi terhadap pH rendah.
Bifidobacterium is one of the bacteria that has positive benefits, including being used as probiotic bacteria. Bifidobacterium probiotics can maintain the balance of microflora in the intestine. Bifidobacterium sp. BBP6 tested for its resistance to pH and temperature in order to meet the requirements of probiotics, namely its resistance to low pH and body temperature in humans. The purpose of this study was to determine the best viability of Bifidobacterium sp. BBP6 as an indicator of isolate resistance at different pH and temperature.
This reasearch was conducted using a completely randomized design (CRD) factorial pattern with temperature treatment factors of 36.5°C, 37.5°C, and 40°C, and pH factors of 2.0; 3.0; 4.0; 5.0, and 6.0, as well as their interactions. Each treatment was repeated three times, so that were 45 experimental units. The obtained data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with a 95% confidence level and the Least Significant Difference (LSD) follow-up test.
The results showed that Bifidobacterium sp. BBP6 did not grow at pH 2.0 and pH 3.0, but growth was present at pH 4.0; pH 5.0 and pH 6.0. Temperature of 37.5℃ has a high effect on the viability of Bifidobacterium sp. BBP6. Viability of Bifidobacterium sp. BBP6 at pH 4.0 and temperature 37.5℃ was 37.36% and the highest viability was found at the interaction of pH 6.0 and temperature 36.5℃, namely 91.9%. Bifidobacterium sp. BBP6 can be a probiotic if there is a protective agent against low pH
3455537458F1B016035Perbandingan Implementasi Penanganan Kasus Stunting pada Program Kampung KB di Desa Datar, Gandatapa, dan Susukan di Kecamatan Sumbang Kabupaten BanyumasPenelitian ini berjudul Perbandingan Implementasi Penanganan Kasus Stunting pada Program Kampung KB (Keluarga Berencana) di Desa Datar, Gandatapa, dan Susukan di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Peneltian ini dilatar belakangi Kampung KB sebagai wadah dalam meningkatkan upaya peningkatan kualitas manusia termasuk di bidang kesehatan. Stunting menjadi salah satu jumlah yang kasusnya tinggi dalam masalah kesehatan yang ditangani Pemerintah secara serius sejak tahun 2018. Untuk itu, Kampung KB sebagai satuan organisasi yang terdekat dengan masyrakat desa/kelurahan diharapkan dapat berjalan secara terpadu bersamaan dengan program pembangunan lainnya sesuai dengan amanat yang tertuang dalam agenda prioritas ke-5 yaitu “Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia”. Di dalam penelitian ini, digunakan 4 model implementasi yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan aspek komunikasi, pengurus Kampung KB khususnya kader beserta pelaksana lainnya telah melaksanakan komunikasi dengan bentuk sosialisasi kepada masyarakat. Dalam aspek sumberdaya belum cukup baik karena tidak semua fasilitas dari pemerintah desa terpenuhi. Selanjutnnya dalam aspek disposisi, masing-masing pengurus sudah memiliki ketersediaan dalam melaksanakan program Kampung KB dalam penanganan stunting. Lalu yang terakhir aspek struktur birokrasi, ketiga Kampung KB di Kecamatan Sumbang tersebut memiliki struktur kepengurusan namun untuk penanganan stunting, Standard Operational Procedures (SOP) hanya berasal dari Puskesmas Sumbang dan jarang pengurus mengetahui hal tersebut.This research is titled Comparison of the Implementation of Handling Stunting Cases for Kampung keluarga berencana in Datar, Gandatapa, and Susukan Villages in Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency. This research was motivated by the KB Village as a forum to improve efforts to improve human quality, including in the health sector. Stunting has become one of the highest number of cases in health problems that have been taken seriously by the Government since 2018. For this reason, KB Village as the closest organizational unit to the village community is expected to run in an integrated manner along with other development programs in accordance with the mandate contained in in the 5th priority agenda, namely "Improving the quality of life of Indonesian people". In this study, 4 implementation models were used, there are communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The results showed that the communication aspect, the KB Village administrators, especially cadres and other implementers, had carried out communication in the form of socialization to the community. In terms of resources, it is not good enough because not all facilities from the village government are fulfilled. Furthermore, in the aspect of disposition, each administrator already has the availability in implementing the Kampung KB program in handling stunting. Then the last aspect of the bureaucratic structure, the three KB Villages in the Contributing District have a management structure but for the handling of stunting, the Standard Operational Procedures (SOP) only come from the Public Health Center and rarely the administrators know about it.
3455637199E1A018220PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN DALAM PELAYANAN TRANSFUSI DARAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATANDarah adalah komponen terpenting dalam tubuh manusia yang berfungsi mengirimkan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh, mengangkut bahan kimia hasil metabolisme, dan sebagai pertahanan tubuh dari virus dan bakteri. Seseorang dapat memberikan darahnya kepada orang lain yang memerlukan sumbangan darah melalui transfusi darah. Pelayanan transfusi darah merupakan kegiatan yang memiliki risiko yang dapat menimbulkan efek samping atau reaksi yang tidak diharapkan akibat penggunaan komponen darah, terjadinya kontaminasi, kesalahan transfusi, maupun transmisi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan transfusi darah dan bentuk perlindungan hukum bagi pasien dalam pelayanan transfusi darah berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Bahan hukum diolah dengan reduksi data, display data, dan klasifikasi data yang dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan transfusi darah berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan harus dilakukan secara aman dalam setiap tahapan kegiatannya dan dilakukan sesuai standar pelayanan transfusi darah. Pelayanan transfusi darah melibatkan berbagai pihak meliputi pemerintah, pemerintah daerah, UTD, BDRS, Pusat Plasmapheresis, tenaga kesehatan, dimana setiap pihak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai kewenangan yang dimiliki. Bentuk perlindungan hukum pasien dalam pelayanan transfusi darah berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan meliputi perlindungan hukum preventif dan perlindungan hukum represif. Bentuk perlindungan preventif bagi pasien dalam pelayanan transfusi darah meliputi memperoleh pelayanan transfusi darah yang bermutu, berkualitas, terjangkau, dan aman dalam setiap tahapan kegiatannya dilakukan sesuai standar; pertanggungjawaban pemerintah dan pemerintah daerah; hak pasien atas rekam medis; kebebasan menentukan nasib kesehatannya sendiri; memperoleh informasi medis dan kerahasiaan mengenai penyakitnya. Bentuk perlindungan hukum represif bagi pasien dalam pelayanan transfusi darah meliputi pemberian sanksi dalam pelayanan transfusi darah dan pasien berhak menuntut ganti rugi atas kesalahan atau kelalaian yang terjadi dalam pelayanan transfusi darah.Blood is the most important component in the human body that functions to deliver nutrients and oxygen needed by the body, transport chemicals from metabolism, and as a defense against viruses and bacteria. A person can give his blood to another person who needs blood donation through blood transfusion. Blood transfusion services are activities that have risks that can cause side effects or unexpected reactions due to the use of blood components, contamination, transfusion errors, or disease transmission. This study aims to determine blood transfusion services and forms of legal protection for patients in blood transfusion services based on Law Number 36 of 2009 concerning Health. This study uses a normative juridical research method with prescriptive research specifications. Sources of legal materials used are secondary data obtained from literature studies. Legal materials are processed by data reduction, data display, and data classification which are analyzed using qualitative normative methods and presented in the form of narrative text. The results showed that blood transfusion services based on Law Number 36 of 2009 concerning Health must be carried out safely in every stage of its activities and carried out according to blood transfusion service standards. Blood transfusion services involve various parties including the government, local governments, UTD, BDRS, Plasmapheresis Centers, health workers, where each party carries out their duties and responsibilities according to their authority. The form of legal protection for patients in blood transfusion services based on Law Number 36 of 2009 concerning Health includes preventive legal protection and repressive legal protection. Forms of preventive protection for patients in blood transfusion services include obtaining quality, quality, affordable, and safe blood transfusion services at every stage of their activities carried out according to standards; accountability of the government and local governments; the patient's right to medical records; freedom to determine one's own health destiny; obtain medical and confidential information about the disease. The form of repressive legal protection for patients in blood transfusion services includes the provision of sanctions in blood transfusion services and patients have the right to claim compensation for errors or omissions that occur in blood transfusion services.
3455737460F1B018012Efektivitas Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Bagi Administrator
dan Pengawas di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kabupaten Banyumas
BKPSDM Kabupaten Banyumas bekerjasama dengan BPSDMD Provinsi
Jawa Tengah menyelenggarakan Diklat Kepemimpinan bagi pejabat administrator
dan pengawas yang bertujuan untuk memenuhi persyaratan kompetensi
kepemimpinan. Namun seringkali Diklat Kepemimpinan hanya sebagai formalitas
guna memenuhi syarat yang ada dalam regulasi sehingga pelaksanaannya menjadi
kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana efektivitas diklat
kepemimpinan bagi pejabat administrator dan pengawas di BKPSDM Kabupaten
Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan
purposive sampling sebagai teknik penentuan informan. Teknik pengumpulan
data menggunakan teknik observasi partisipan, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan 3 (tiga) aspek yang digunakan untuk
mengukur efektivitas diklat kepemimpinan, yaitu: 1) Tujuan diklat kepemimpinan
dicapai oleh pejabat administrator dan pengawas, dengan kemampuan memahami
isi serta melaksanakan serangkaian kegiatan berupa proyek perubahan sebagai
seorang pemimpin untuk memecahkan masalah dalam kurun waktu kurang lebih 3
bulan. 2) Setelah mengikuti diklat kepemimpinan hubungan antar pegawai
semakin terintegrasi dalam mencapai tujuan organisasi, terutama komunikasi ke
bawah sehingga perannya sebagai seorang pimpinan dapat terlihat dalam
kemampuannya memberi arahan yang baik. 3) Pejabat administrator dan
pengawas selaku peserta diklat kepemimpinan, pasca mengikuti kegiatan mampu
menerapkan output yang didapatkan untuk kemudian dikembangkan lagi di kantor
asal mereka.
Kata Kunci: Efektivitas, Diklat Kepemimpinan, Administrator dan Pengawas
Agency for Personnel and Human Resources Development Banyumas
Regency in collaboration with Regional Human Resources Development Agency
Central Java Province held Leadership Education ans Training for administrators
and supervisors with the aim of meeting leadership competency requirements.
However, leadership training is often only a formality to fulfill the requirements
in the regulations so that its implementation becomes less effective. This study
aims to see how the effectiveness of leadership training for administrators and
supervisors at Agency for Personnel and Human Resources Development
Banyumas Regency. This study uses a descriptive qualitative method with
purposive sampling as a technique for determining informants. Data collection
techniques using participant observation techniques, interviews and
documentation.
The results showed that 3 (three) aspects were used to measure the
effectiveness of leadership training, namely: 1) The objectives of leadership
training were achieved by participants, namely administrators and supervisors,
with the ability to understand the content and carry out a series of activities in the
form of change projects as a leader to solve problems in a period of approximately
3 months. 2) after attending leadership training, relations between employees are
increasingly integrated in achieving organizational goals, especially downward
communication so that their role as a leader can be seen in their ability to give
good directions. 3) Administrator and supervisory officers as participants in
leadership training, after participating in the activity, are able to apply the outputs
obtained and then develop them again in their home offices.
Keywords: Effectiveness, Leadership Training, Administrator and Supervisor
3455837457I1I020005PERBEDAAN POLA KONSUMSI SERAT DAN AKTIVITAS FISIK PADA MAHASISWA DENGAN DAN TANPA KONSTIPASI FUNGSIONAL DI
POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA WILAYAH CIREBON
Latar Belakang: Konstipasi fungsional disebabkan oleh pola konsumsi serat dan aktivitas fisik ringan, serat memiliki kemampuan mengikat air di usus besar membuat volume feses menjadi besar sehingga mudah dikeluarkan. Aktivitas fisik ringan memperlambat pembentukan feses, sehingga menjadi keras serta sulit dikeluarkan. Konstipasi fungsional dapat menyebabkan hemoroid dan kanker kolon.
Metode : Desain penelitian cross-sectional, dengan jumlah sampel 100 responden. Pemilihan sampel secara stratified random sampling, pengambilan data menggunakan kuesioner Rome III untuk konstipasi, Food Frequency Questionnaire untuk pola konsumsi serat dan International Physical Activity Questionnaire untuk aktivitas fisik. Analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square dan Uji Fisher’s Exact.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan pola konsumsi serat sering sebanyak 39% dan jarang 61%. Uji Chi-square perbedaan pola konsumsi serat pada mahasiswa dengan dan tanpa konstipasi didapatkan nilai p= 0,384. Sedangkan mahasiswa dengan aktivitas fisik ringan sebanyak 89%, dan berat 11%. Uji Fisher’s Exact perbedaan aktivitas fisik pada mahasiswa dengan dan tanpa konstipasi didapatkan nilai p= 0,053
Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara pola konsumsi serat pada mahasiswa dengan dan tanpa konstipasi, dan tidak terdapat perbedaan bermakna antara aktivitas fisik pada mahasiswa dengan dan tanpa konstipasi.
Kata Kunci : Pola konsumsi serat, aktivitas fisik, konstipasi.
1Mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi Fikes, Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Jurusan Ilmu Gizi Fikes, Universitas Jenderal Soedirman
Background: Functional constipation is caused by a pattern of fiber consumption and light physical activity, fiber has the ability to bind water in the large intestine, making the stool volume large so that it is easy to expel. Light physical activity slows down the formation of stool, making it hard and difficult to pass. Functional constipation can lead to hemorrhoids and colon cancer.
Methods : The research design is cross-sectional, the number of samples is 100 respondents. The sample was stratified random sampling, data collection using Rome III questionnaire for constipation, Food Frequency Questionnaire for fiber consumption patterns and the International Physical Activity Questionnaire for physical activity. Bivariate analysis using Chi-Square and Fisher's Exact test.
Results : The results showed that students with frequent fiber consumption patterns were 39% and 61% rarely. Chi-square test differences in fiber consumption patterns in students with and without constipation obtained p value = 0.384 while students with light physical activity were 89%, and heavy 11%. Fisher exact test differences in physical activity in students with and without constipation obtained p value = 0.053.
Conclusion: The results show that this study find no significant difference between fiber consumption patterns in students with and without constipation, and no significant difference in physical activity in students with and without constipation.
Keywords : Fiber consumption pattern, physical activity, constipation.
1Student in Departement of Nutrition sciences, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University.
2Lecture in Departement of Nutrition sciences, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
3455937400I1D018027Pengaruh Pemberian Kacang Edamame dan Kacang Almond Terhadap Kadar Low Density Lipoprotein (LDL) Wanita Usia SuburLatar Belakang: Low Density Lipoprotein (LDL) merupakan kolesterol yang bermanifestasi terhadap kejadian aterosklerosis. Edamame dan almond memiliki kandungan gizi yang berpotensi menurunkan kadar LDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan pengaruh pemberian edamame dan almond terhadap kadar LDL wanita usia subur.
Metodologi: Penelitian true experimental ini menggunakan rancangan pre and post-test control group design pada bulan Maret-Agustus 2022. Responden merupakan 28 orang wanita usia subur dengan kadar LDL ≥100 mg/dL. Intervensi edamame sebanyak 49 g/hari dan almond sebanyak 43 g/hari selama 6 minggu. LDL diambil melalui sampel darah yang dianalisis dengan rumus Friedewald. Analisis data menggunakan uji dependent t-test.
Hasil Penelitian: Rerata kadar LDL kelompok edamame sebelum intervensi 119,64 ± 15,23 mg/dL, setelah intervensi 114,29 ± 25,07 mg/dL. Rerata kadar LDL kelompok almond sebelum intervensi 124,93 ± 21,31 mg/dL, setelah intervensi 113,57 ± 26,81 mg/dL. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada kadar LDL sebelum dan setelah intervensi edamame (p=0,400). Terdapat perbedaan signifikan pada kadar LDL sebelum dan setelah intervensi almond (p=0,014).
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan kadar LDL sebelum dan setelah konsumsi kacang edamame, terdapat perbedaan signifikan kadar LDL sebelum dan setelah konsumsi kacang almond.
Background: Low Density Lipoprotein (LDL) is a cholesterol that manifests itself in the incidence of atherosclerosis. Edamame and almonds contain nutrients that are potential to lower LDL levels. This study aims to determine and compare the effect of edamame and almonds intervention on LDL levels in reproductive women.
Methods: This true experimental study used a pre and post-test control group design in March-August 2022. The respondents were 28 reproductive women who had LDL levels ≥100 mg/dL. The intervention of edamame was 49 g/day and almond 43 g/day for 6 weeks. LDL was taken through blood samples which were analyzed by Friedewald's formula. Data analysis used the dependent t-test.
Result: The mean LDL level of the edamame group before the intervention was 119.64 ± 15.23 mg/dL, after the intervention was 114.29 ± 25.07 mg/dL. The mean LDL level of the almond group before the intervention was 124.93 ± 21.31 mg/dL, after the intervention was 113.57 ± 26.81 mg/dL. The results showed that there was no significant difference in LDL levels before and after the edamame intervention (p=0,400). There was a significant difference in LDL levels before and after almond intervention (p=0,014).
Conclusion: There was no difference in LDL levels before and after the intervention of edamame, there was a significant difference in LDL levels before and after intervention of almond.
3456037461I1B016058PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG KESIAPAN WANITA MENGHADAPI MENOPAUSE

Pemahaman wanita tentang menopause diharapkan wanita dapat melakukan upaya pencegahan sedini mungkin untuk siap memasuki umur menopause tanpa harus mengalami keluhan yang berat. Peningkatan pemahaman dan pengetahuan ibu dapat dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan. Penggunaan audio visual akan memberikan pengalaman lebih mudah diterima serta dimengerti oleh seseorang sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan pengetahuan tentang informasi atau pengetahuan yang sedang dipelajariWomen's understanding of menopause was expected that women can make prevention efforts as early as possible to be ready to enter menopause without having to experience severe complaints. Increased understanding and knowledge of mothers can be done by providing health education. The used of audio-visual will provide was more easily accepted and understood by it will indirectly increase knowledge about the information or knowledge being studied.