Artikelilmiahs
Menampilkan 34.501-34.520 dari 49.934 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 34501 | 38179 | K1C018026 | Penerapan Interferometric Dan Differential-Interferometric Citra Satelit Synthetic Aperture Radar pada Monitoring Deformasi Tanah di Kota Semarang | Kota Semarang, Ibu kota Provinsi Jawa Tengah secara geografinya berbatasan langsung dengan laut Jawa. Sebagian wilayahnya merupakan kawasan industri serta padat penduduk yang memungkinkan terjadinya deformasi. Deformasi yang terjadi di Kota Semarang dapat berupa kenaikan muka tanah (uplift) dan penurunan muka tanah (subsidence) yang dalam studi ini dimonitoring menggunakan metode Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) dan Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya deformasi di Kota Semarang dengan motode InSAR dan DInSAR. Metode ini dipilih dikarenakan memiliki kemampuan untuk melakukan pemantuan terhadap kawasan yang luas dengan waktu yang cepat pada segala jenis kondisi cuaca. Data-data yang digunakan untuk kedua metode adalah citra satelit Sentinel-1A yang diakusisi pada tahun 2015 hingga 2020. Kedua metode InSAR dan DInSAR diproses dengan menggunakan perangkat lunak SNAP (Sentinal Application Platform) dimana software tersebut merupakan open source system. Dari penelitian ini diperoleh besar deformasi Kota Semarang dengan menggunakan metode InSAR pada lima pasangan citra mencapai positif 0,002-0,108 meter yang berupa kenaikan muka tanah, dan penurunan muka tanah mencapai negatif 0,132 -0,007 meter dimana pada hasil pengolahan metode InSAR masih terdapat pengaruh topografi permukaan. Hasil yang diperoleh menggunakan metode DInSAR pada lima pasangan citra, deformasi tanah yang terjadi Kota Semarang berupa kenaikan muka tanah mencapai positif 0,024 - 0,099 meter dan penurunan muka tanah mencapai negatif 0,106 - 0,017 meter. Setelah mempertimbangkan data pendukung lainnya, deformasi tanah di Kota Semarang kemungkinan diakibatkan oleh aktivitas industri dan pertambahan jumlah penduduk tiap tahunnya. | Semarang, the capital city of Central Java Province with geographical location adjacent to the Java Sea. A part of its area is an industrial and densely populated area that are probably cause of deformation. Deformations that occur in Semarang City can be in the form of uplift and subsidence, which are in this study monitored using the Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) and Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR) methods. The purpose of this research was to determine the magnitude of deformation in Semarang City using InSAR and DInSAR methods. These methode were chosen because they had an ability to monitor a large area in a short time in all kinds of weather conditions. The data used for both methods are Sentinel-1A satellite imagery data, which was acquired from 2015 to 2020. Both InSAR and DInSAR methods is processed using SNAP (Sentinal Application Platform) where the software is an open source system. From this research, it was found that the deformation of Semarang City using the InSAR method on five image pairs reached at positive 0.002 - 0.108 meters in the form of uplift, and land subsidence reached at negative 0.132 - 0.007 meters, where the results of processing the InSAR method still have the influence of surface topography. The results obtained using the DInSAR method on five image pairs show that land deformation that occurred in Semarang City in the form of uplift reached at positive 0.024 - 0.099 meters and land subsidence reached at negative 0.106 - 0.017 meters. Considering the others supporting data, the land deformation in Semarang City probably caused by the industrial activities and population increas every year. | |
| 34502 | 37418 | E1A018006 | PERBUATAN BERLANJUT TERHADAP TINDAK PIDANA PENCABULAN (Studi Putusan Nomor: 48/Pid.sus/2019/PN.Tul) | PERBUATAN BERLANJUT TERHADAP TINDAK PIDANA PENCABULAN (Studi Putusan Nomor: 48/Pid.sus/2019/PN.Tul) Oleh : Kanza Aurellia E1A018006 ABSTRAK Tindak pidana pencabulan terhadap anak dewasa ini semakin meningkat jumlah kasusnya, mengingat Indonesia merupakam negara hukum yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, termasuk juga pada anak-anak maka mereka juga mempunyai hak yang harus dilindungi oleh negara secara khusus, agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Berkaitan dengan hal tersebut penulis tertarik untuk menganalisa terkait bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menerapkan unsur-unsur tindak pidana pencabulan dengan perbuatan berlanjut kepada anak dan dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap Terdakwa dalam putusan Pengadilan Negeri Tual Nomor 48/Pid.Sus/2019/PN.Tul. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian perspektif. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka dan diuraikan secara teks naratif dengan menggunakan metode analisis kualitatif. Majelis hakim telah menerapkan unsur-unsur Pasal Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Anak, perbuatan Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi syarat pemidanaan dan unsur : a) Setiap orang, b) Melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa anak untuk melakukan perbuatan cabul, c) dengan perbuatan berlanjut. Dasar pertimbangan hukum Hakim sebagai berikut : a) Pertimbangan terhadap fakta hukum yang memenuhi unsur-unsur Pasal 82 Ayat (1) UU Perlindungan Anak, b) Pertimbangan terhadap pembuktian berdasarkan Pasal 184 KUHAP, c) Pertimbangan terhadap hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Berdasarkan teori tujuan pemidanaan maka menurut Penulis teori yang tepat dengan putusan Pengadilan Negeri Tual Nomor: 48/Pid.Sus/2019/PN.Tul ialah teori absolut, dimana penjatuhan pidana itu semata-mata karena Terdakwa melakukan tindak pidana dan bertujuan untuk memuaskan tuntutan keadilan, sehingga penulis memandang bahwa penerapan teori absolut sudah sesuai dengan penjatuhan pidana yang dihadapkan kepada Terdakwa. Kata Kunci: Pencabulan, Sanksi, Anak | CONTINUING ACTIONS AGAINST THE CRIMINAL ACT OF LAW (Study Verdict No: 48/Pid.sus/2019/PN.Tul) By : Kanza Aurellia ABSTRACT The number of cases of child molestation today is increasing, considering that Indonesia is a legal country that upholds human rights, including children, so they also have rights that must be protected by the state specifically, so that they can grow and develop properly. In this regard, the author is interested in analyzing the judge's legal considerations in applying the elements of the criminal act of obscenity with continuing actions against children and the basis of the judge's legal considerations in imposing sanctions against the Defendant in the Tual District Court decision Number 48/Pid.Sus/2019 / PN.Tul. This study uses a normative juridical approach with a specific perspective research. This study also uses secondary data obtained through literature study and described in narrative text using qualitative analysis methods. The Assembly has applied the elements of Article Article 82 paragraph (1) of the Child Protection Act that is legally proven and meets the requirements for punishment and the elements: a) Everyone, b) commits violence or threats of violence to commit obscene acts, c) with continued deeds. The basis for the judge's legal considerations are as follows: a) Consideration of legal facts that meet the elements of Article 82 Paragraph (1) of the Child Protection Law, b) Consideration of evidence based on Article 184 of the Criminal Procedure Code, c) Consideration of aggravating matters and . Based on the theory of the purpose of punishment, according to the author, the correct theory with the decision of the Tual District Court Number: 48/Pid.Sus/2019/PN.Tul is an absolute theory, where the punishment is solely because the Defendant committed a crime and aims to satisfy the demands of justice. , so that the author views that the application of the absolute theory is in accordance with the sentencing of the crime faced by the Defendant. Keywords: Obscenity, Sanctions, Child | |
| 34503 | 37419 | I1B018014 | GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN GANGGUAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) DI BOYOLALI | GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN GANGGUAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL PADA ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) DI BOYOLALI Laras Supri Hartini, Desiyani Nani, Meivita Dewi Purnamasari Latar Belakang : Autis spectrum disorder (ASD) adalah gangguan atau kelainan perkembangan yang kompleks yang disebabkan adanya kerusakan pada otak (Stephanie & Yong 2019) . ada dua faktor yang diyakini sebagai penyebab ASD, yaitu faktor genetik (keturunan) dan faktor dari lingkungan. Anak yang mengalami ASD akan mengalami beberapa gangguan dalam perkembangannya, salah satunya adalah gangguan dalam interaksi sosial dengan lingkungan disekitarnya. Metode : Penelitian ini menggunakan desian penelitian cross sectional. Populasi yang diteliti adalah anak usia 7-12 tahun penyandang ASD di SLB Bakti Sosial dan SLB Tunas Pembangunan 1 dengan menggunakan teknik consecutive sampling dan diperoleh responden sebanyak 11 anak. Penelitian ini menggunakan kuesioner SRS (Constantino 2005) yang telah dimodifikasi. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat. Hasil : Hasil penelitian bahwa gangguan kemampuan interaksi pada anak ASD yang termasuk dalam kategori berat yaitu terdapat 7 anak (63,6%), 2 anak (18,2%) termasuk dalam kategori sedang dan 2 anak (18,2) termasuk dalam kategori ringan. Kesimpulan : Hasil Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas gangguan kemampuan interaksi sosial pada anak ASD termasuk kedalam kategori berat. gangguan kemampuan interaksi sosial dalam kategori berat lebih banyak didapatkan oleh anak ASD berjenis kelamin perempuan. Kata Kunci : Gangguan Kemampuan Interaksi Sosial, ASD | DESCRIPTION OF SEVERITY OF SOCIAL INTERACTION ABILITY DISORDERS IN CHILDREN WITH AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) IN BOYOLALI Background: Autism spectrum disorder (ASD) is a complex developmental disorder or disorder caused by damage to the brain (Stephanie & Yong 2019). There are two factors that are believed to be the cause of ASD, namely genetic factors (heredity) and environmental factors. Children with ASD will experience several disorders in their development, one of which is a disturbance in social interaction with the surrounding environment. Methods: This study used a cross sectional research design. The population studied were children aged 7-12 years with ASD in SLB Bakti Sosial and SLB Tunas Pembangunan 1 using a consecutive sampling technique and obtained 11 children as respondents. This study used a modified SRS questionnaire (Constantino 2005). The data analysis performed was univariate analysis. Results: The results showed that the impaired interaction skills in ASD children were included in the severe category, namely there were 7 children (63.6%), 2 children (18.2%) were included in the moderate category and 2 children (18.2) were included in the category light. Conclusion: The results showed that the majority of impaired social interaction skills in ASD children were included in the severe category. Disorders of social interaction ability in the severe category were more common in female ASD children. Keywords: Social Interaction Ability Disorder, ASD | |
| 34504 | 37420 | H1B017069 | PENGARUH VARIASI JUMLAH WATERPROOFING COATING JENIS CEMENTITIOUS TERHADAP SIFAT ABSORBSI BETON MUTU 30 MPa | Beton merupakan bahan konstruksi komposit yang terdiri dari agregat, semen, dan juga air dengan atau tanpa adanya penambahan bahan tambah (admixture). Beton yang baik harus memiliki kekedapan terhadap air. Absorbsi pada beton normal cukup tinggi sehingga menyebabkan air akan mudah masuk melalui pori kapiler pada permukaan beton walau tanpa adanya tekanan air sekalipun. Untuk meningkatkan kekedapan permukaan beton terhadap air, dilakukan sebuah metode pelapisan permukaan beton yaitu dengan waterproofing coating. Waterproofing coating jenis cementitious dipilh dengan variasi pelapisan 0.0, 0.5, 1.0, dan 1.5 kg/m2 pada beton mutu 30 MPa. Pengujian kekedapan atau absorbsi pada beton dilakukan berdasarkan pada aturan dari British Standart 1881 : Part 122 (1983). Beton yang diujikan berbentuk kubus dengan dimensi (15x15x15 cm) berjumlah 3 benda uji untuk tiap variasinya. Hasil penelitian tersebut didapatkan nilai absorbsi rata-rata pada beton dengan mutu 30MPa dengan variasi waterproofing coating 0.0, 0.5, 1.0 dan 1.5 kg/m2 masing- masing didapatkan hasil sebesar 3.034 %, 2.407 %, 1.211 %, dan 1.183 %. Hasil peneliian menunjukan bahwa aplikasi waterproofing coating pada permukaan beton telah memberikan pengaruh terhadap penurunan nilai absorbsi beton. Penurunan nilai absorbsi tertinggi terjadi pada variasi 1,5 kg/m2 yaitu 72,66% dibandingkan dengan beton normal yang tidak dilakukan pengaplikasian waterproofing coating. | Concrete is a composite construction material consisting of aggregate, cement, and water with or without the addition of admixtures. Good concrete must be impermeable to water. Absorption in normal concrete is high enough so that water can easily enter through the capillary pores on the surface even in the absence of water pressure. In order to increase the surface resistance of concrete to water, a method of coating the concrete surface is carried out, namely by waterproofing coating. The cement type waterproofing coating was chosen with coating variations of 0.0, 0.5, 1.0, and 1.5 kg/m2 on 30 MPa. Testings for tightness or absorption in concrete are imposed according to the rules of British Standard 1881: Part 122 (1983). The tested concrete is in the form of a cube with dimensions (15x15x15 cm), amounting to 3 test objects for each variation. The results of the study revealed that the average absorption value of concrete with a quality of 30Mpa with variations of waterproofing coating 0.0, 0.5, 1.0 and 1.5 kg/m2 each obtained a result of 3.034 %, 2.407%, 1.211 %, and 1.183%. The results of the research indicated that the application of waterproofing coating on the concrete surface has an effect on the decrease of absorption value of concrete. The highest decrease in absorption value occurred at a variation of 1.5 kg/m2, which was 72.66% compared to normal concrete which was not applied with a waterproofing coating. | |
| 34505 | 37421 | G1B018031 | Perbedaan Kadar Pelepasan Fluorida Restorasi Kompomer Antara Waktu Curing 20, 40, Dan 60 Detik | Karies gigi merupakan salah satu penyakit kronis sebagai menyumbang proporsi terbesar masalah kesehatan gigi dan mulut dengan presentase yang mencapai 45,3%. Fluorida merupakan ion yang diketahui secara efektif mampu mencegah terjadinya karies gigi. Salah satu sumber fluorida adalah bahan restorasi yang dikembangkan dengan kemampuan untuk melepaskan ion fluorida saat ditempatkan pada rongga mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar releasing fluorida bahan restorasi kompomer yang dipolimerisasi dengan lama waktu penyinaran yang berbeda. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris menggunakan 27 sampel balok kompomer yang dibagi kedalam 3 kelompok berdasarkan lama waktu penyinaran 20 detik, 40 detik, dan 60 detik. Kadar pelepasan fluorida di amati dengan metode merendam bahan restorasi yang telah dipolimerisasi kedalam saliva buatan kemudian diuji secara spektrofotometri menggunakan panjang gelombang 570 nm. Uji One Way Anova menunjukan perbedaan signifikan kadar pelepasan fluorida pada 3 kelompok perlakuan dengan nilai p < 0,05. Terdapat perbedaan kadar pelepasan fluorida yang bermakna antara bahan restorasi kompomer yang dipolimerisasi dengan lama waktu penyinaran 20, 40, dan 60 detik. | Dental caries is one of the chronic diseases as the largest proportion of dental and oral health problems with a percentage reaching 45.3%. Fluoride is an ion that is known to effectively prevent dental caries. One source of fluoride is a restorative material developed with the ability to release fluoride ions when it placed in the oral cavity. The aim of this study is to determine the difference in fluoride release levels of polymerized compomer restorative materials with different curing times. This type of research is an experimental laboratory using 27 composite beam samples which are divided into 3 groups based on the duration of irradiation of 20 seconds, 40 seconds, and 60 seconds. Fluoride levels were observed by immersing the polymerized restorative material into artificial saliva and then tested spectrophotometrically using a wavelength of 570 nm. One way ANOVA test showed differences in fluoride levels in the 3 treatment groups with p < 0.05. There was a significant difference in fluoride levels between polymerized compomer restorative materials with curing time of 20, 40, and 60 seconds. | |
| 34506 | 37423 | I1C015091 | ANALISIS PERILAKU APOTEKER DALAM MELAKUKAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KOTA MADIUN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 | Abstrak ANALISIS PERILAKU APOTEKER DALAM MELAKUKAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK KOTA MADIUN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Agustina Windi Ashari, Dewi Latifatul Ilma, Nia Kurnia Sholihat Latar Belakang: World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa akhir Desember 2019 telah terjadi wabah Coronavirus disease (COVID-19) yang pertama kali dilaporkan dari Wuhan China. Apoteker memiliki peran penting dalam menghambat penyebaran COVID-19. Apoteker sebagai tenaga kesehatan diharapkan memiliki perilaku yang baik dalam melakukan pelayanan kefarmasian selama pandemi. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode cross sectional menggunakan kuesioner yang dilakukan kepada apoteker di kota Madiun. Kuesioner perilaku apoteker merujuk pada penelitian Hoti et.,al 2020. Sebanyak 51 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi ditentukan berdasarkan total sampling. Data yang didapat kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil Penelitian: Seratus persen (100%) apoteker yang berpraktik di apotek Kota Madiun memiliki perilaku yang baik dalam melakukan pelayanan kefarmasian selama masa pandemi COVID-19. Kesimpulan: Secara keseluruhan, apoteker yang bekerja di apotek kota Madiun memiliki perilaku yang baik dalam melakukan pelayanan kefarmasian selama masa pandemi COVID-19. Kata Kunci: Covid-19, perilaku, apoteker, apotek 1Mahasiswa Jurusan Farmasi FIKes Universitas Jenderal Soedirman 2Departemen Farmasi FIKes Universitas Jenderal Soedirman | Background:World Health Organization(WHO) stated that at the end of December 2019 there was an outbreak of Coronavirus disease (COVID-19) which was first reported from Wuhan, China. Pharmacists have an important role in inhibiting the spread of COVID-19. Pharmacists as health agents are expected to have good behavior in carrying out pharmaceutical services during the pandemic. Methodology:This research is a non-experimental study with a cross sectional method using a questionnaire conducted to pharmacists in the city of Madiun. The pharmacist behavior questionnaire refers to the research by Hoti et al., 2020. A total of 51 respondents who met the inclusion and exclusion criteria were determined based on total sampling. The data obtained were then analyzed descriptively. Research result:One hundred percent (100%) of pharmacists who practice at Madiun City pharmacies have good behavior in providing pharmaceutical services during the COVID-19 pandemic. Conclusion:Overall, pharmacists who work in Madiun city pharmacies have good behavior in providing pharmaceutical services during the COVID-19 pandemic. Keywords:Covid-19, behavior, pharmacist, pharmacy 1Students of the Department of Pharmacy, FIKes, Jenderal Soedirman University 2Department of Pharmacy FIKes Jenderal Sudirman University | |
| 34507 | 43935 | C1A020107 | PRODUK INOVASI DEOMORINGA DALAM PEMANFAATAN DAUN KELOR PRODUKSI PETANI DI SUMENEP, JAWA TIMUR, INDONESIA | Kegiatan kompetisi ilmiah menjadi salah satu sarana dalam mengembangkan kreativitas dan penciptaan inovasi bagi para pelajar khususnya di dunia akademis. World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA) bersama dengan Taiwan Invention Products Promotion Association (TIPPA) menyelenggarakan kegiatan kompetisi ilmiah Kaohsiung Invention and Design Expo (KIDE) 2023 sebagai wadah yang menampung inovasi dari seluruh dunia. Penyelenggaraan KIDE 2023 dilaksanakan pada 30 Novermber hingga 2 Desember 2023 di Kaohsiung Exhibition Center (KEC), Taiwan. Judul ide inovasi yaitu "Moringa Oliefera Leaves to utilize Moringa Production from Farmers in Community Groups at the Appropriate Technology Service Post in Pakandangan Sangra Village, Sumenep, Indonesia”. Inovasi ini mendapatkan perolehan Bronze Medal on the Category of Personal Care Products dan Special Award from Highly Innovative and Unique Foundation (HIUF) Kingdom of Saudi Arabia. Konsep yang diterapkan pada ide inovasi ini adalah kebijakan hilirisasi yang menekankan kegiatan ekonomi pada proses mengubah bahan mentah menjadi produk jadi dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Potensi sumber daya alam yang dikembangkan adalah daun kelor (moringa oleifera) yaitu dengan mengubah tanaman ini menjadi bahan aktif deodoran alami. Penelitian ilmiah menunjukkan tanaman ini mengandung senyawa aktif seperti saponin, triterpenoid, flavonoid, dan tanin. Selain itu juga mengandung protein dengan berat molekul rendah yang memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur yang signifikan dimana memiliki mekanisme kerja yang efisien dalam merusak membran sel bakteri, sehingga mampu membunuh bakteri penyebab bau badan. Sebagai upaya dalam mencapai prinsip hilirisasi ekonomi tersebut, produk Deomoringa dikembangkan dengan memanfaatkan bubuk daun kelor hasil produksi petani Indonesia khusunya di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur | Scientific competition activities are tools of developing creativity and creating innovation among students. The World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA) with Taiwan Invention Products Promotion Association (TIPPA) are organizing Kaohsiung Invention and Design Expo (KIDE) 2023. This competition is a forum for innovation from all over the world. KIDE 2023 be held from 30th November to 2nd December at the Kaohsiung Exhibition Center (KEC), Taiwan. The title of the innovation is "Moringa Oliefera Leaves to utilize Moringa Production from Farmers in Community Groups at the Appropriate Technology Service Post in Pakandangan Sangra Village, Sumenep, Indonesia". This innovation received a Bronze Medal in the Category of Personal Care Products and a Special Award from Highly Innovative and Unique Foundation (HIUF) Kingdom of Saudi Arabia. The concept applied to this product is a downstream policy which emphasizes economic activities in the process of changing raw materials into finished products with higher added value. The natural resource being developed is moringa oleifera leaves by converting this plant into an active ingredient in natural deodorant. Scientific research shows this plant contains active compounds such as saponins, triterpenoids, flavonoids and tannins. It also contains low molecular weight proteins which have significant antibacterial and antifungal activity which has an efficient working mechanism in damaging bacterial cell membranes, so it's able to kill bacteria that cause body odor. As a mechanism to achieve the principle of economic downstreaming, the Deomoringa product was developed by utilizing Moringa leaf produced by Indonesian farmers, especially in Sumenep Regency, East Java. | |
| 34508 | 38004 | J1E017043 | ENGLISH VOCABULARY ACQUISITION PROCESS OF EFL LEARNERS OF YOUNG LEARNERS IN INDONESIA | Pada pembelajaran bahasa baru, ada beberapa faktoryang memepengaruhi pro pemerolehan bahasa pada seseorang. Berdasarkan aspek psikologi, ada beberapa pebedaan yang mempengaruhi kesuksesan pada proses pemerolehan bahasa, salah satunya adalah umur. Oleh demikian, peneliti melaksanakan investigasi dari proses pemerolahan bahasa khususnya kosakata. Proses pemerolehan kosakata yang terjadi pada anak-anak sebagai pembelajar bahasa asing. Penelitian dilaksanakan melalui observasi, tes, dan wawancara. Data yang diperoleh secara kualitatif meliputi : 1) Anak-anak memperoleh kata kerja, kata benda, keterangan tempat, dan demonstratif. 2) Anak-anak memperoleh kosakata dari meniru dan pengulangan aktifitas sebagai proses penguatan. 3) Anak-anak masih memiliki kesulitan hampir di semua skill Bahasa Inggris. | In learning new language, there are some factors that influence a person’s language acquisition process. Reviewed from psychological aspect, there are several differences in learners that trigger their success in language acquisition process, one of the aspects is age of the learner. Therefore, the researcher conducted the investigation of the acquisition process especially in vocabulary. The process of vocabulary acquisition which occur in English Foreign Language Classroom of young learners. This research was conducted through observation, test, and interview. The data that were obtained qualitatively show that : 1) The students acquired verb, noun, place of preposition, and demonstrative. 2) The students got new vocabulary from imitating what the teacher says, do the exercise to reinforce the students’ vocabularies that the students got from the class activities. 3) The students experienced difficulties on four language skills, listening, speaking, writing, and reading. In conclusion, The students should practice more in the classroom or outside the class or students’ home. | |
| 34509 | 37424 | F1A017034 | Strategi Penghidupan Buruh Pemetik Teh di PT Perkebunan Tambi Kabupaten Wonosobo | Penelitian ini mendeskripsikan strategi penghidupan buruh pemetik teh di Unit Perkebunan Tambi, PT Perkebunan Tambi Kabupaten Wonosobo dalam mempertahankan hidupnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sasaran penelitian dalam penelitian ini adalah buruh pemetik teh di Unit Perkebunan Tambi, PT Perkebunan Tambi, teknik penentuan dilakukan dengan purposive sampling. Sumber data yang digunakan berupa data primer (hasil wawancara, dan observasi) dan data sekunder (literatur, dokumentasi, dan hal lain yang mendukung data penelitian). Hasil penelitian menunjukan strategi penghidupan yang digunakan oleh buruh pemetik teh di Unit Perkebunan Tambi, PT Perkebunan Tambi adalah rekayasa sumber nafkah dan pola nafkah ganda. Rekayasa sumber nafkah dilakukan oleh keluarga yang memiliki sawah dan ladang untuk digarap dan dimanfaatkan hasilnya baik untuk dikonsumsi sendiri ataupun untuk dijual. Kemudian, pola nafkah ganda yang dilakukan adalah dengan mengkombinasikan aktivitas keluarga pada sektor pertanian (buruh pemetik) dan sektor non pertananian yang dilakukan oleh anggota keluarga. Pemilihan strategi penghidupan yang digunakan oleh keluarga tergantung pada akses dan kemampuan keluarga dalam memanfaatkan modal yang tersedia. | This study describes the livelihood strategies of tea pickers at the Tambi Plantation Unit, PT Perkebunan Tambi, Wonosobo Regency in maintaining their lives. This research uses qualitative method. The research targets in this study were tea pickers at the Tambi Plantation Unit, PT Perkebunan Tambi, the determination technique was carried out by purposive sampling. Sources of data used in the form of primary data (interviews, and observations) and secondary data (literature, documentation, and other things that support research data). The results showed that the livelihood strategies used by tea pickers at the Tambi Plantation Unit, PT Perkebunan Tambi were engineering a source of income and a double income pattern. The engineering of livelihoods is carried out by families who own rice fields and fields to cultivate and use the results either for their own consumption or for sale. Then, the double income pattern that is carried out is by combining family activities in the agricultural sector (picking laborers) and the non-agricultural sector carried out by family members. The choice of livelihood strategy used by the family depends on the access and ability of the family to utilize the available capital. | |
| 34510 | 37371 | F1B017032 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SMART CITY DI PROVINSI DKI JAKARTA (STUDI KASUS KEBIJAKAN SMART MOBILITY MELALUI PROGRAM JAK LINGKO DI KOTA JAKARTA BARAT) | Program Jak Lingko merupakan perwujudan dari smart mobility yang dihadirkan untuk mengatasi permasalahan transportasi di Provinsi DKI Jakarta. Program Jak Lingko berhasil meningkatkan jumlah pengguna transportasi publik seiring dengan berjalannya waktu. Namun, masih terdapat cela dalam pelaksanaannya, terutama di Kota Jakarta Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi Program Jak Lingko di Kota Jakarta Barat dan mencari faktor pendorong serta penghambatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi-kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah manual data analysis procedure. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan layanan mikrotrans Program Jak Lingko di Kota Jakarta Barat dapat dikatakan telah berhasil. Keberhasilan implementasi tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal yang menjadi pendorong dan penghambat program. Faktor pendorong program, antara lain: partisipasi dan dukungan masyarakat, kebijakan dan petunjuk pelaksanaan yang jelas, sanksi program, pemahaman pelaksana dan perealisasian petunjuk pelaksanaan yang baik, komunikasi dan koordinasi yang baik, dan sumber daya pendukung memadai. Adapun faktor penghambat program, yaitu: kurangnya sosialiasi program; pelayanan sopir mikrotrans kurang ramah, cangkupan layanan tidak seluas sebelumnya, masyarakat memberhentikan mikrotrans sembarangan, mikrotrans hanya transportasi alternatif, aplikasi Jak Lingko tidak layanan mikrotrans, dan OBU yang sering mengalami kerusakan. | The Jak Lingko program is an embodiment of smart mobility presented to overcome transportation problems in the DKI Jakarta Province. The Jak Lingko program has increased the number of public transportation users over time. However, its implementation still has flaws, especially in the city of West Jakarta. This study aims to describe the implementation of the Jak Lingko Program in West Jakarta City and find the driving and inhibiting factors. The method used in this research is quasi-qualitative. The selection of informants used purposive sampling and snowball sampling techniques. Collecting data through interviews, documentation, and observation. The data analysis method used is the manual data analysis procedure. The study results indicate that implementing the Jak Lingko Program microtrans services in the City of West Jakarta can be said to have been successful. The success of the implementation is influenced by several things that are the drivers and obstacles of the program. The driving factors for the program include community participation and support, clear policies and implementation guidelines, program sanctions, understanding of implementers and the realization of good implementation guidelines, good communication and coordination, and adequate supporting resources. The inhibiting factors for the program are: lack of program socialization; microtrans driver services are not friendly, service coverage is not as wide as before, people dismiss microtrans carelessly, microtrans is the only alternative transportation, OBUs are often damaged, and the Jak Lingko application does not provide microtrans services. | |
| 34511 | 37425 | E1A018164 | TINJAUAN YURIDIS MEKANISME PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL ANTARNEGARA ANGGOTA OLEH ASSOCIATION OF SOUTH EAST ASIAN NATIONS | Salah satu fungsi organisasi internasional adalah menyelesaikan sengketa anggotanya. Sebagai organisasi internasional regional di Asia Tenggara, ASEAN mempunyai mekanisme penyelesaian sengketa. Dalam mekanisme tersebut digunakan prinsip-prinsip kesepakatan penyelesaian dengan Cara ASEAN (ASEAN Way) serta mengandung nilai-nilai hukum internasional yang disepakati oleh negara anggota yang bertujuan untuk mencapai penyelesaian sengketa secara damai tanpa ada pertikaian menggunakan senjata. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedudukan ASEAN sebagai organisasi internasional regional ditinjau dari hukum internasional dan untuk mengetahui mekanisme yang digunakan oleh ASEAN dalam menyelesaikan sengketa antarnegara anggotanya. Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif yang kemudian dianalisis secara normatif kualitatif dengan data sekunder yang diproses melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian disajikan secara naratif deskriptif guna memperoleh penjelasan dari masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASEAN memiliki kepribadian dan kapasitas hukum serta kedudukan ASEAN sebagai organisasi internasional regional ditinjau dari hukum internasional diatur dalam Pasal 3 Piagam ASEAN 2007. Selaku organisasi internasional regional, ASEAN memiliki norma dan prinsip yang melandasi kehidupan ASEAN dalam menjalankan kedamaian antaranggotanya. Mekanisme penyelesaian sengketa di ASEAN dianalisa dari Piagam ASEAN 2007 adalah melalui ASEAN Summit, ASEAN Regional Forum, mekanisme penyelesaian sengketa menurut Treaty Amity and Cooperation (TAC) 1976, dan penyelesaian sengketa didasarkan Pasal 33 ayat (1) dan BAB VIII Piagam PBB. Dari instrumen-instrumen hukum ASEAN tersebut dapat dikatakan penyelesaian sengketa dilakukan dengan cara damai dan musyawarah atau ASEAN Way. Cara penyelesaian ini merupakan suatu penyelesaian yang damai dan menjadi kunci ASEAN dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan. | One of the functions of international organizations is to resolve disputes among their members. As a regional international organization in Southeast Asia, ASEAN has a dispute resolution mechanism. In this mechanism, the principles of settlement agreements using the ASEAN Way (ASEAN Way) are used and contain international legal values agreed by member countries that aim to achieve peaceful dispute resolution without any conflict using weapons. The purpose of this study is to determine the position of ASEAN as a regional international organization in terms of international law and to determine the mechanism used by ASEAN in resolving disputes between its member countries. This study uses a normative juridical research which is then analyzed in a qualitative normative manner with secondary data which is processed through a literature study. The results of the study are presented in a descriptive narrative in order to obtain an explanation of the problem. The results show that ASEAN has a personality and legal capacity as well as ASEAN's position as a regional international organization in terms of international law regulated in Article 3 of the 2007 ASEAN Charter. As a regional international organization, ASEAN has norms and principles that underlie ASEAN's life in carrying out peace among its members. The dispute resolution mechanism in ASEAN analyzed from the ASEAN Charter 2007 is through the ASEAN Summit, the ASEAN Regional Forum, the dispute resolution mechanism according to the 1976 Treaty Amity and Cooperation (TAC), and the dispute resolution is based on Article 33 paragraph (1) and Chapter VIII of the United Nations Charter. From these ASEAN legal instruments, it can be said that dispute resolution is carried out by peaceful means and deliberation or the ASEAN Way. This method of settlement is a peaceful settlement and is the key to ASEAN in maintaining regional stability and security. | |
| 34512 | 37426 | E1A016162 | Peran Dinas Kesehatan Terhadap Pencegahan dan Penanggulangan Penularan penyakit HIV/AIDS Dalam Lingkup Keluarga (Studi Di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dinas kesehatan dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS dalam lingkup keluarga dan faktor-faktor yang cenderung memengaruhi peran dinas kesehatan terhadap pencegahan dan penanggulangan penularan HIV/AIDS dalam lingkup keluarga di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dengan 5 (lima) informan dengan metode purposive sampling dan snowball sampling. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dilakukan dengan wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumenter. Pengolahan data dilakukan dengan cara reduksi data, display data, dan kategorisasi data dan kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan matriks data kualitatif. Metode analisis data secara kualitatif dengan menggunakan model analisis isi content analysis dan teoratikal analys. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinas kesehatan sudah melakukan perannya dengan baik terkait dengan pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS dalam lingkup keluarga. Hal ini dibuktikan dengan 4 (empat) parameter meliputi baiknya kegiatan promosi kesehatan, baiknya kegiatan surveilans kesehatan, baiknya kegiatan deteksi dini, dan baiknya kegiatan penanganan kasus. Adapun faktor yang memengaruhi peran dinas kesehatan dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS dalam lingkup keluarga adalah faktor hukum; faktor penegak hukum; faktor sarana dan fasilitas; dan faktor kebudayaan. Faktor-faktor tersebut memiliki kecenderungan yang dapat menghambat dan mendukung peran dinas kesehatan terhadap pencegahan dan penanggulangan penularang penyakit HIV/AIDS dalam lingkup keluarga. | This study aims to determine the role of the health office in preventing and controlling HIV/AIDS within the family and the factors that tend to influence the role of the health office in preventing and overcoming HIV/AIDS transmission within the family in Banyumas Regency. This study uses qualitative research with an empirical juridical approach and descriptive research specifications. This study took place at the Banyumas District Health Office with 5 (five) informants using purposive sampling and snowball sampling methods. The data used include primary data and secondary data. Data was collected by means of interviews, literature studies, and documentary studies. Data processing is carried out by means of data reduction, data display, and data categorization and then presented in the form of narrative text and qualitative data matrices. The method of data analysis is qualitatively using content analysis and theoretical analysis models. The results of the study indicate that the health department has performed its role well in relation to the prevention and control of HIV/AIDS within the family. This is evidenced by 4 (four) parameters including good health promotion activities, good health surveillance activities, good early detection activities, and good case handling activities. The factors that influence the role of the health department in the prevention and control of HIV/AIDS within the family are legal factors; law enforcement factors; factors of facilities and facilities; and cultural factors. These factors have a tendency to hinder and support the role of the health department in preventing and overcoming the transmission of HIV/AIDS within the family. | |
| 34513 | 37427 | F1B018028 | Implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik di Kabupaten Cilacap | Kebijakan keterbukaan informasi publik merupakan kebijakan yang mewajibkan setiap badan publik untuk membuka informasi publik seluas-luasnya kepada masyarakat. Melalui keterbukaan informasi publik masyarakat dapat mengontrol setiap langkah dan kebijakan yang diambil oleh badan publik. Pemerintah Kabupaten Cilacap sebagai badan publik maka memiliki kewajiban melaksanakan kebijakan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik di Kabupaten Cilacap belum berjalan dengan baik. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai implementasi kebijakan keterbukaan informasi publik di Kabupaten Cilacap digunakan teori George Edwards III dengan mengkaji empat faktor yakni komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian terhadap empat aspek tersebut yaitu : 1) Komunikasi yang terjadi antara PPID Utama dengan PPID Pembantu masih terdapat kendala berupa kemampuan beberapa PPID Pembantu dalam memahami informasi berbeda dengan apa yang dimaksud serta kendala komunikasi dengan masyarakat terutama mengenai jenis informasi yang dikecualikan. 2) Sumber Daya Manusia pelaksana kebijakan dilaksanakan oleh PPID Utama yang dijabat oleh Sekretariat Diskominfo Kabupaten Cilacap dan dibantu oleh PPID Pembantu yang ada pada setiap Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Cilacap. Sumber Daya Anggaran kebijakan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Kabupaten Cilacap dengan jumlah yang sudah cukup. Sumber Daya Fasilitas berupa sarana dan prasarana masih terdapat kekurangan berupa kondisi komputer dengan spesifikasi yang kurang mendukung dan jaringan internet yang sering mengalami gangguan. 3) Disposisi atau komitmen pelaksana kebijakan belum maksimal hal ini dilihat dari komitmen PPID Utama melayani masyarakat yang membutuhkan informasi publik namun tidak mendapatkan jawaban apapun serta komitmen pada beberapa PPID Pembantu yang masih terdapat PPID Pembantu yang tidak menyediakan informasi publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4) Stuktur Birokasi dilihat dari aspek ketersediaan SOP dalam melaksanakan kebijakan pelaksana kebijakan sudah memiliki SOP dengan kualitas SOP yang sudah bagus. Fragmentasi dalam pelaksanaan kebijakan dilakukan dari pihak Sekda Cilacap, PPID Utama dan PPID Pembantu. | The public information disclosure policy is a policy that requires every public body to disclose public information as widely as possible to the public. Through the disclosure of public information , the public can control every step and policy taken by public bodies . The Cilacap Regency Government as a public body has the obligation to implement the policies set out in Law Number 14 tahun 2008 tentang Kebijakan Keterbukaan Infromasi Publik. The results of the research show that the implementation of the Public Information Disclosure Policy in Cilacap Regency has not been going well. To find out more about the implementation of public information disclosure policies in Cilacap Regency , the theory of George Edwards III by examining four factors, namely communication, resources , disposition , and bureaucratic structure. The results of the research on the four aspects are : 1) Communication that occurs between the Main PPID and the Auxiliary PPID still has various capabilities a number of PPIDs assist in understanding different information and what it means and the barriers to communication with the community , especially regarding the type of information being taugh exclude. 2) Human Resources, the implementation of the policy is carried out by the Main PPID which is held by the Secretariat of the Diskominfo District of Cilacap Regency and assisted by the PPID Assistants in each Organization Regional officials in Cilacap Regency. Budgetary Resources The policy comes from the Revenue and Expenditure Budget of the Cilacap Regency Government with an adequate amount . Sources of resources Facilities in the form of facilities and infrastructure are still lacking in the form of computer conditions with less supportive specifications and the internet network that is often disrupted . 3) The disposition or commitment to implementing policies has not been maximized, this can be seen from PPID Utama 's commitment to serving people who need public information but do not get any answers and commitments to Some PPID Assistants still have PPID Assistants who do not provide public information in accordance with applicable regulations. 4) Bureaucracy structure is seen from the aspect of the provision of SOPs in implementing policies , as policy implementers already have SOPs with good quality SOPs .Fragmentation in the implementation of policies is carried out from the Cilacap Sekda , Main PPID and PPID Assistant. | |
| 34514 | 37428 | E1A017192 | PENERAPAN PEMBUKTIAN DAN PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM TERHADAP TINDAK PIDANA PENIPUAN PINJAMAN ONLINE (Studi Putusan Nomor .30/Pid.Sus/2019/PN Skg) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuktian tindak pidana penipuan pinjaman online serta pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku tindak pidana pinjaman online dalam Putusan Nomor.30/Pid.Sus/2019/PN Skg. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan yuridis normatif, dan spesifikasi penelitian preskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dengan studi pustaka. Metode pengolahan data dengan reduksi data, kategorisasi data, dan display data. Penyajian data dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis dan logis. Metode analisis data dilakukan secara analisis kualitatif dengan menggunakan penafsiran interpretasi gramatikal, interpretasi sistematis, dan interpretasi teologis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdakwa Suparman Alias Suppa Bin Keteng di dakwa dengan dakwaan alternatif di karenakan terdakwa di duga telah terlibat dalam perkara penipuan pinjaman online. Jaksa Penuntut Umum mengajukan berbagai macam alat bukti untuk membuktikan dakwaannya, yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, surat, keterangan terdakwa, dan keterangan saksi verbalisan. Berdasarkan nilai pembuktian alat bukti yang telah diajukan oleh JPU, maka sudah sesuai dengan Pasal 183 KUHAP tentang prinsip pembuktian yang berlaku di KUHAP dengan begitu hakim memperoleh keyakinan bahwa tindak pidana penipuan online benar terjadi. Pertimbangan Majelis Hakim dalam menjatuhkan pidana pada kasus a quo berdasarkan landasan yuridis dan non-yuridis, namun demikian hakim dalam menjatuhkan pidana 1 (satu) tahun 4 (empat) bulan kurang tepat, di mana lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yakni sanksi pidana selama 2 (dua) tahun penjara dan jauh lebih rendah daripada ancaman maksimum pidana yakni 12 (dua belas) tahun yang tentunya belum sesuai dengan tujuan dibentuknya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Jo. UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik untuk memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat dalam bidang informasi dan transaksi elektronik serta mengingat kerugian yang dialami masyarakat dan pihak bank sebagai korban cukup banyak. | This study aims to determine the evidence of online loan fraud as well as the judge's legal considerations in imposing a crime against the perpetrators of online loan crimes in Decision Number 30/Pid.Sus/2019/PN Skg. This study uses research methods with a normative juridical approach, and prescriptive research specifications. The type of data used is secondary data. The method of data collection in this research is literature study. Data processing method with data reduction, data categorization, and data display. Presentation of data in the form of descriptions arranged systematically and logically. The data analysis method was carried out by qualitative analysis using grammatical interpretation, systematic interpretation, and theological interpretation. Based on the results of the study, it can be concluded that the defendant Suparman Alias Suppa Bin Keteng was charged with alternative charges because the defendant was suspected of having been involved in an online loan fraud case. The Public Prosecutor submitted various kinds of evidence to prove his indictment, namely witness statements, expert statements, letter proof, defendant statements, and verbal witness statements. Based on the evidentiary value of the evidence that has been submitted by the public prosecutor, it is in accordance with Article 183 of the KUHAP concerning the principles of evidence that apply in the KUHAP so that the judge gains confidence that the crime of online fraud actually occurred. The consideration of the Panel of Judges in imposing a sentence on the a quo case is based on juridical and non-juridical grounds, however, the judge in imposing a sentence of 1 (one) year 4 (four) months is not appropriate, which is lower than the demands of the Public Prosecutor, namely a criminal sanction of 2 (two) years in prison and much lower than the maximum penalty of 12 (twelve) years, which is certainly not in accordance with the purpose of the establishment of Law Number 11 of 2008 Jo. Law Number 19 of 2016 concerning Electronic Information and Transactions is to provide legal protection for the public in the field of information and electronic transactions and considering the losses suffered by the public and the bank as victims are quite a lot. | |
| 34515 | 37429 | E1A015103 | KESADARAN HUKUM BIDAN DALAM MEMBERIKAN PROMOSI KESEHATAN KEPADA IBU HAMIL PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS 1 DAN 2 BAWANG BANJARNEGARA | KESADARAN HUKUM BIDAN DALAM MEMBERIKAN PROMOSI KESEHATAN KEPADA IBU HAMIL PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS 1 DAN 2 BAWANG BANJARNEGARA Oleh: CINDY CALLISTA WAHYU AULIA E1A015103 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum bidan dalam memberikan promosi kesehatan kepada ibu hamil pada masa pandemi Covid-19 dan pengaruh faktor penghasilan, lama kerja dan lingkungan kerja terhadap kesadaran hukum bidan dalam memberikan promosi kesehatan kepada ibu hamil pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas 1 dan 2 Bawang Banjarnegara. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Kabupaten Banjarnegara dengan responden sebanyak 25 (tiga puluh) orang bidan. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi kemudian disajikan secara naratif dan tabel data. Anlisis data kuantitatif mengunakan metode statistik sederhana, sedangkan analisis data kualitatif menggunakan metode analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum bidan dalam memberikan promosi kesehatan kepada ibu hamil pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas 1 dan 2 Bawang Banjarnegara adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan indikator-indikator yaitu tingginya tingkat pengetahuan bidan dalam memberikan promosi kesehatan kepada ibu hamil pada masa pandemi Covid-19, banyaknya sikap setuju bidan memberikan promosi kesehatan kepada ibu hamil pada masa pandemi Covid-19, dan banyak perilaku bidan yang sesuai memberikan promosi kesehatan kepada ibu hamil pada masa pandemi Covid-19. Faktor penghasilan, lama kerja dan lingkungan kerja cenderung berpengaruh positif terhadap tingkat kesadaran hukum bidan dalam dalam memberikan promosi kesehatan kepada ibu hamil pada masa pandemi Covid-19, artinya semakin tinggi penghasilan dan lama kerja serta semakin baik lingkungan kerja bidan maka semakin tinggi pula tingkat kesadaran hukum bidan dalam memberikan promosi kesehatan kepada ibu hamil pada masa pandemi Covid-19 Kata Kunci : Kesadaran Hukum ; Lama Kerja ; Lingkungan Kerja ; Penghasilan ; Promosi Kesehatan | LEGAL AWARENESS OF MIDWIFES IN PROVIDING HEALTH PROMOTION TO PREGNANT MOTHERS DURING THE COVID-19 PANDEMIC AT PUSKESMAS 1 AND 2 BAWANG BANJARNEGARA By: CINDY CALLISTA WAHYU AULIA E1A015103 ABSTRACT This study aims to determine the level of legal awareness of midwives in providing health promotion to pregnant women during the Covid-19 pandemic and the influence of income factors, length of work and work environment on the legal awareness of midwives in providing health promotion to pregnant women during the covid-19 pandemic in Indonesia. Puskesmas 1 and 2 Bawang Banjarnegara. This research uses quantitative research methods with sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research is located in Banjarnegara Regency with 25 (thirty) midwives as respondents. The research sample was taken using simple random sampling. Types of data sources include primary and secondary data obtained using the questionnaire, documentary and library methods. The collected data is processed using coding, editing, and tabulating techniques and then presented in a narrative and data table. Quantitative data analysis uses simple statistical methods, while qualitative data analysis uses content analysis and comparison analysis methods. The results showed that the level of legal awareness of midwives in providing health promotion to pregnant women during the Covid-19 pandemic at Puskesmas 1 and 2 Bawang Banjarnegara was high. This is evidenced by the indicators, namely the high level of knowledge of midwives in providing health promotion to pregnant women during the Covid-19 pandemic, the high level of understanding of midwives providing health promotion to pregnant women during the Covid-19 pandemic, and many midwives' behaviors are appropriate to provide health promotion to pregnant women during the Covid-19 pandemic. Factors of income, length of work and work environment tend to have a positive effect on the level of legal awareness of midwives in providing health promotion to pregnant women during the Covid-19 pandemic, meaning that the higher the income and length of work and the better the working environment of midwives, the higher the level of awareness. midwife law in providing health promotion to pregnant women during the Covid-19 pandemic. Keywords : Legal Awarness ; Length of Working ; Work Environment ; Income ; Health Promotion | |
| 34516 | 37281 | I1D018022 | HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, DAN STATUS GIZI DENGAN KELELAHAN KERJA (Studi cross sectional pada karyawan PT. New Hope Farm Indonesia di Cirebon Jawa Barat) | HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, DAN STATUS GIZI DENGAN KELELAHAN KERJA (Studi cross sectional pada karyawan PT. New Hope Farm Indonesia di Cirebon Jawa Barat) Adis Aida Fitri1 , Nendyah Roestijawati2 , Widya Ayu Kurnia Putri2 Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan salah satu gangguan kesehatan akibat bekerja yang apabila terjadi secara terus menerus akan mengganggu produktivitas kerja. Faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja diantaranya aktivitas fisik, asupan zat gizi terutama zat gizi makro, dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik, asupan zat gizi makro, dan status gizi terhadap kelelahan kerja karyawan PT. New Hope Farm Indonesia. Metodologi: Penelitian cross sectional menggunakan teknik purposive sampling. Responden penelitian berjumlah 55 orang. Penelitian ini dilakukan secara luring dan daring menggunakan kuesioner GPAQ untuk mengetahui aktivitas fisik, kuesioner recall untuk mengetahui asupan zat gizi makro. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: Responden memiliki aktivitas sedang sebanyak 40%, asupan zat gizi makro kurang (karbohidrat (92,7%), lemak (76,4%), protein (65,5%)), status gizi kurang sebanyak 49,1%, dan kelelahan kerja sedang sebanyak 70,9%. Ada hubungan antara aktivitas fisik (p=0,026) dan status gizi (p=0,032) dengan kelelahan kerja, asupan zat gizi makro yaitu karbohidrat (p=0,413), lemak (0,537), dan protein (p=0,608) tidak ada hubungan dengan kelelahan kerja. Kesimpulan: Ada hubungan antara aktivitas fisik dan status gizi dengan kelelahan kerja tetapi tidak ada hubungan antara asupan zat gizi makro (karbohidrat, lemak, dan protein) dengan kelelahan kerja. | RELATIONSHIP BETWEEN PHYSICAL ACTIVITY, MACRONUTRIENTS INTAKE, AND NUTRITIONAL STATUS WITH JOB FATIGUE (Cross sectional study on PT New Hope Farm Indonesia employees in Cirebon West Java) Adis Aida Fitri1 , Nendyah Roestijawati2 , Widya Ayu Kurnia Putri2 Background: Work fatigue is one of health problems caused by work and if it happens for a long time it will reduce work productivity. Factors that affect work fatigue include physical activity, intake of macronutrients, and nutritional status. This study aims to determine the relationship between physical activity, intake of macronutrients, and nutritional status on work fatigue among employees of PT. New Hope Farm Indonesia. Methodology: This cross sectional study used purposive sampling techniques with 55 respondents. This research was conducted offline and online using a GPAQ questionnaire to determine physical activity, a food recall questionnaire to assess macronutrient intake. Data analysis using chi-square test. Results: Respondents had moderate activity as much as 40%, less intake of macronutrients (carbohydrates (92,7%), fat (76,4%), protein (65,5%)), less nutritional status 49,1%, and medium work as much as 70,9%. There was a relationship between physical activity (p=0,026) and nutritional status (p=0,032) with work fatigue but the intake of macronutrients namely carbohydrates (p=0,413), fat (p=0,537), and protein (p=0,608) had no relationship with work fatigue. Conclusion: There is a relationship between physical activity and nutritional status with work fatigue but there is no relationship between intake of macronutrients (carbohydrates, fat, and protein) with work fatigue. | |
| 34517 | 43936 | E1A018070 | PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PENIPUAN ARISAN ONLINE OLEH KEPOLISIAN RESOR KLATEN | Perkembangan teknologi yang pesat di masa modern ini sangat mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Perkembangan teknologi tersebut mempengaruhi berbagai aspek seperti kegiatan sosial dan ekonomi. Salah satu bentuk perubahan dalam bidang sosial ekonomi adalah arisan online. Arisan online memang memudahkan bagi para pelakunya, namun sangat rentan dengan tidak pidana penipuan. Penegakan hukum tentang tindak pidana penipuan arisan online sampai saat ini masih belum diterapkan dengan maksimal karena regulasi tentang penipuan arisan online yang lemah. Terdapat dua peraturan perundang-undangan yang dapat digunakan dalam penipuan arisan online yaitu Pasal 378 KUHP dan Pasal 28 ayat (1) juncto Pasal 45 Undang – Undang No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang – Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektroniki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan penegakan hukum terhadap penipuan arisan online yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Klaten serta mengetahui faktor-faktor yang menjadi hambatan penegakan hukum tersebut. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah yurudus empiris, yang bertujuan menganalisis permasalahan dilakukan dengan cara memadukan bahan-bahan yang peneliti peroleh di lapangan. Hasil penelitian yang peneliti peroleh dari penelitian ini yaitu penegakan hukum tindak pidana penipuan arisan online yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Klaten adalah dengan upaya preventif dan represif. Faktor-faktor yang menghambat dalam melakukan penegakan hukum tindak pidana arisan online oleh Kepolisian Resor Klaten adalah kurangnya personal dalam hal ini minimnya penyidik yang menguasai perkembangan teknologi informasi terkait cybercrime. | The rapid development of technology in modern times has greatly influenced people's social life. These technological developments influence various aspects such as social and economic activities. One form of change in the economic sector is online social gathering. Online social gathering does make things easier for the perpetrators, but it is very vulnerable to fraud. Law enforcement regarding criminal acts of online social gathering fraud is currently still not implemented optimally because regulations regarding online social gathering fraud are weak. There are two statutory regulations that can be used in online social gathering fraud, namely Article 378 of the Criminal Code and Article 28 paragraph (1) in conjunction with Article 45 of Law No. 19 of 2016 concerning Amendments to Law No. 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions. This research aims to determine law enforcement actions regarding online social gathering fraud carried out by the Klaten Resort Police and determine the factors that become obstacles to law enforcement. The type of research in this research is empirical juridical, which aims to analyze problems by combining materials obtained by researchers in the field. The research results that researchers obtained from this research are that law enforcement for criminal acts of online social gathering fraud carried out by the Klaten Resort Police is with preventive and repressive efforts. The factors that hinder the enforcement of the law on online social gathering crimes by the Klaten Resort Police are the lack of personnel, in this case investigators, and the lack of investigators who have mastered the development of information technology related to cybercrime. | |
| 34518 | 37431 | I1C015003 | POTENSI FARMAKOLOGI HERBAL BANDOTAN (Ageratum conyzoides L) | Potensi Farmakologi Herbal Bandotan (Ageratum conyzoides L Tanaman obat telah digunakan sejak zaman dahulu secara empiris dalam pengobatan. Ageratum conyzoides atau lebih dikenal dengan babandotan/ bandotan merupakan tanaman tumbuh sebagai gulma. Bandotan digunakan oleh masyarakat dalam pengobatan berbagai penyakit. Tanaman bandotan memiliki banyak khasiat antara lain antidiabetes, antiinflamasi, antioksidan, analgesik, antibakteri. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi farmakologi dari tanaman bandotan (Ageratum conizoides L). metode penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode literature review. Data diambil dari hasil penelitian yang termuat pada artikel junal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Review ini diharapkan dapat memberikan informasi berbagai manfaat farmakologis dari tanaman bandotan sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan pengembangan obat herbal. | Pharmacological Potential of Bandotan Herbal (Ageratum conyzoides L. Medicinal plants have been used empirically since ancient times in medicine. Ageratum conyzoides is a plant that grows as a weed. A. conyzoides by the community in the treatment of various diseases. A. conyzoides plants have many benefits, including other things that are anti-diabetic, anti-inflammatory, antioxidant, analgesic, and antibacterial. This study is to determine the pharmacological potential of A. conyzoides L. This research method was a non-experimental study with a literature review method. In this inclusion and exclusion criteria, This review provides information on various pharmacological benefits of bandotan plants in traditional medicine and the development of herbal medicines. | |
| 34519 | 37432 | F1B017105 | Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon (Studi Kasus Bank Sampah Syariah RW 08) | Penelitian ini berjudul Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon (Studi Kasus Bank Sampah Syariah RW 08). Di dalam penelitian ini bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga yang dilaksanakan di Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon dengan mengambil RW 08 Merbabu Asih sebagai sampel. Partisipasi Masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kecamatan Harjamukti dapat dilihat dari berbagai aspek yaitu, pengambilan keputusan, pelaksanaan, memanfaatkan hasil, dan evaluasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana teknik yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam upaya perbaikan lingkungan yaitu dengan memberikan sumbangan tenaga berupa gotong royong, pikiran, ataupun juga materi. Selain itu, mereka juga mengadakan pertemuan warga yang dilakukan setiap ada kegiatan atau acara, yang dihadiri oleh sebagian warga untuk tingkat RW dan seluruh warga untuk tingkat RT. Warga melakukan kegiatan tersebut tanpa merasa terpaksa sama sekali. Bentuk peran serta masyarakat ini dipengaruhi oleh lamanya tinggal. karena semakin banyak warga yang dikenal maka semakin kuat ikatan psikologis dengan lingkunganya. | This study entitled Community Participation in Household Waste Management in District Harjamukti Cirebon (Case Study of Bank Sampah Syariah RW 08). In this study aims to this study aims to determine the level of community participation in household waste management carried out in the District Harjamukti Cirebon city by taking RW 08 Merbabu Asih as a sample. Community participation in household waste management in Kecamatan Harjamukti can be seen from various aspects, namely, decision making, implementation, utilizing the results, and evaluation. This study is a qualitative research in which the techniques used in data collection using interview techniques, observation, and documentation. Based on the results of the study, one form of community participation in environmental improvement efforts is by contributing energy in the form of mutual cooperation, thought, or material. In addition, they also held a meeting of residents conducted every activity or event, which was attended by some residents for the RW level and all residents for the RT level. Residents carry out these activities without feeling forced at all. This form of community participation is influenced by the length of stay. because the more people are known, the stronger the psychological bond with the environment. | |
| 34520 | 37031 | F1B016052 | EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PROGRAM GENERASI BERENCANA (GENRE) DI KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH | Program Generasi Berencana (GenRe) merupakan salah satu program pembinaan remaja yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dalam berperilaku hidup sehat dan merencanakan kehidupannya dengan baik. Permasalahan dalam peneitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya kasus pernikahan dini, NAPZA, seksualitas, dan HIV/Aids serta belum semua remaja mengetahui tentang adanya Program GenRe di Kabupaten Purbalingga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh antara Idealized Policy, Target Group, Implementing Organization, dan Environmental Factor terhadap Efektivitas Implementasi Program Generasi Berencana (GenRe) di Kabupaten Purbalingga. Sasaran penelitian adalah pelaksana program yaitu remaja umum di Kabupaten Purbalingga sebanyak 100 orang. Metode penelitiannya adalah kuantitatif asosiatif dengan menggunakan pendekatan survey, dengan teknik Multistage Cluster Random Sampling (sampling klaster banyak tahap). Metode analisisnya adalah Korelasi Kendall Tau-c dan Regresi Ordinal. Hasil penelitian ini didasarkan pada dua cara analisis yaitu, hasil dari analisis Korelasi Kendall Tau-c diketahui bahwa semua variabel independen yaitu Idealized Policy (X1), Target Group (X2), Implementing Organization (X3), dan Environmental Factor X4) memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Efektivitas Implementasi Program (Y). Berdasarkan analisis Regresi Ordinal, diketahui bahwa semua variabel independen (X) memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Efektivitas Implementasi Program (Y). | The Generation Planned Program (GenRe) is one of the youth development programs that is expected to increase knowledge in healthy living behavior and planning a life well. The problems in this research are motivated by the high level cases of early marriage, drugs, sexuality, and HIV/Aids and not all teenagers know about the existence of the GenRe Program in Purbalingga Regency. The purpose of this study was to examine the effect of Ideal Policies, Target Groups, Implementing Organizations, and Environmental Factors on the Effectiveness of the Implementation of the Generation Planning Program (GenRe) in Purbalingga Regency. The research target is the program implementer, namely the general youth in Purbalingga Regency as many as 100 people. The research method is quantitative associative using a survey approach, with data collection techniques Multistage Cluster Random Sampling. The analytical method is the Kendall Tau-c Correlation and Ordinal Regression. The results of this study are based on two methods of analysis that is, the results of the Kendall Tau-c correlation analysis are known that all independent that is Ideal Policy (X1), Target Group (X2), Implementing Organization (X3), and Environmental Factors X4) have a significant influence and positive on Program Implementation Effectiveness (Y). Based on the Ordinal Regression analysis, it is known that all independent variables (X) have a significant and positive effect on the Effectiveness of Program Implementation (Y). |