Home
Login.
Artikelilmiahs
37458
Update
NUR AZIZATUR ROKHMANI
NIM
Judul Artikel
Perbandingan Implementasi Penanganan Kasus Stunting pada Program Kampung KB di Desa Datar, Gandatapa, dan Susukan di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul Perbandingan Implementasi Penanganan Kasus Stunting pada Program Kampung KB (Keluarga Berencana) di Desa Datar, Gandatapa, dan Susukan di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Peneltian ini dilatar belakangi Kampung KB sebagai wadah dalam meningkatkan upaya peningkatan kualitas manusia termasuk di bidang kesehatan. Stunting menjadi salah satu jumlah yang kasusnya tinggi dalam masalah kesehatan yang ditangani Pemerintah secara serius sejak tahun 2018. Untuk itu, Kampung KB sebagai satuan organisasi yang terdekat dengan masyrakat desa/kelurahan diharapkan dapat berjalan secara terpadu bersamaan dengan program pembangunan lainnya sesuai dengan amanat yang tertuang dalam agenda prioritas ke-5 yaitu “Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia”. Di dalam penelitian ini, digunakan 4 model implementasi yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan aspek komunikasi, pengurus Kampung KB khususnya kader beserta pelaksana lainnya telah melaksanakan komunikasi dengan bentuk sosialisasi kepada masyarakat. Dalam aspek sumberdaya belum cukup baik karena tidak semua fasilitas dari pemerintah desa terpenuhi. Selanjutnnya dalam aspek disposisi, masing-masing pengurus sudah memiliki ketersediaan dalam melaksanakan program Kampung KB dalam penanganan stunting. Lalu yang terakhir aspek struktur birokrasi, ketiga Kampung KB di Kecamatan Sumbang tersebut memiliki struktur kepengurusan namun untuk penanganan stunting, Standard Operational Procedures (SOP) hanya berasal dari Puskesmas Sumbang dan jarang pengurus mengetahui hal tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is titled Comparison of the Implementation of Handling Stunting Cases for Kampung keluarga berencana in Datar, Gandatapa, and Susukan Villages in Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency. This research was motivated by the KB Village as a forum to improve efforts to improve human quality, including in the health sector. Stunting has become one of the highest number of cases in health problems that have been taken seriously by the Government since 2018. For this reason, KB Village as the closest organizational unit to the village community is expected to run in an integrated manner along with other development programs in accordance with the mandate contained in in the 5th priority agenda, namely "Improving the quality of life of Indonesian people". In this study, 4 implementation models were used, there are communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The results showed that the communication aspect, the KB Village administrators, especially cadres and other implementers, had carried out communication in the form of socialization to the community. In terms of resources, it is not good enough because not all facilities from the village government are fulfilled. Furthermore, in the aspect of disposition, each administrator already has the availability in implementing the Kampung KB program in handling stunting. Then the last aspect of the bureaucratic structure, the three KB Villages in the Contributing District have a management structure but for the handling of stunting, the Standard Operational Procedures (SOP) only come from the Public Health Center and rarely the administrators know about it.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save