Artikelilmiahs

Menampilkan 34.481-34.500 dari 49.935 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3448137266I1E018022Pendayagunaan Objek Wisata Watu Kumpul Pekuncen Banyumas Sebagai Prasarana Kegiatan CampingLatar Belakang: Pendidikan luar kelas adalah kegiatan di alam bebas atau kegiatan di luar kelas yang mencakup beberapa kegiatan salah satunya kegiatan camping. Kegiatan camping sebagai bagian dari pendidikan luar kelas dapat menggunakan prasarana di objek wisata termasuk objek wisata yang ada di sekitar Wilayah Banyumas yaitu Watu Kumpul. Objek Wisata Watu Kumpul bisa dijadikan sebagai prasarana pendidikan luar kelas khususnya kegiatan camping.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di wilayah Objek Wisata Watu Kumpul, SMP dan SMA/Sederajat se-Kecamatan Pekuncen. Sampel penelitian berjumlah 6 guru pendidikan jasmani dan 64 siswa SMP dan SMA/Sederajat se-Kecamatan Pekuncen dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman.

Hasil Penelitian Objek Wisata Watu Kumpul layak untuk dijadikan sebagai prasarana pendidikan luar kelas berupa camping pada SMP/Sederajat dan SMA/Sederajat se-Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Siswa lebih merasakan kesenangan belajar sehingga lebih termotivasi dalam kegiatan pembelajaran. Objek Wisata Watu Kumpul juga sangat bermanfaaat karena dapat menambah wawasan tentang keindahan alam, siswa dapat mengetahui tentang alam seperti tumbuh-tumbuhan yang ada didalamnya. Akan tetapi, masih perlu adanya peningkatan keamanan dan akses menuju lokasi objek wisata.

Kesimpulan: 1) Faktor penghambat Objek Wisata Watu Kumpul yaitu keamanan, tidak adanya pembatas antara area Watu Kumpul dengan jurang dan akses menuju Objek Wisata. 2) Faktor pendukung Objek Wisata Watu Kumpul yaitu fasilitas yang mendukung, jarak yang tidak terlalu jauh dari sekolah, secara alam bagus dan menunjang, dan dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. 3) Objek Wisata Watu Kumpul berpotensi untuk dijadikan sebagai prasarana pembelajaran penjasorkes melalui kegiatan camping.

Kata Kunci: Watu Kumpul, Prasarana, Kegiatan Camping

1Mahasiswa Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
Background: Out-of-class education is an activity outdoors or a move outside the classroom that includes several activities, one of which is camping. Camping activities as part of out-of-class education can use infrastructure in tourist attractions, including attractions in the Banyumas area, namely Watu Kumpul. Watu Kumpul tourist attractions can be used as educational infrastructure outside the classroom, especially camping activities.
Methodology: This research uses the qualitative descriptive method. The research was carried out in Watu Kumpul tourist attractions, middle and high school/equivalent in Pekuncen sub-district. The study sample amounted to 6 physical education teachers and 64 middle and high school students equivalent in the pekuncen sub-district with purposive sampling techniques. Data analysis using miles and Huberman model.
Result: Watu Kumpul tourist attractions deserve to be used as an out-of-class educational infrastructure in the form of camping in junior and senior high school equivalent throughout Pekuncen sub-district, Banyumas Regency. Students feel more pleasure in learning, so they are more motivated in learning activities. Watu Kumpul attractions are also very useful because they can add insight into the beauty of nature, and students can learn about nature, such as its plants. However, there is still a need to increase security and access to the location of tourist attractions.
Conclusion: 1) Factors inhibiting Watu Kumpul tourist attractions are security, the absence of barriers between the Watu Kumpul area and the ravine and access to tourist attractions. 2) The factors for Watu Kumpul tourist attractions are supporting facilities, a distance not too far from the school, and excellent and supportive nature. So they can increase students' interest and motivation to learn. 3) Watu Kumpul tourist attractions have the potential to be used as infrastructure for physical education learning through camping activities.

Keyword: Watu Kumpul, Infrastructure, Camping Activities

1Student of Physical Education Departement, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University
2Lecturer of Physical Education Departement, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University
3448238002A1D018036Kajian Agihan Kandungan C-Organik Tanah dan Korelasinya dengan Hasil Tanaman Padi Sawah di Sub DAS Klawing DAS Serayu Kecamatan Kaligondang Kabupaten PurbalinggaPenelitian dilaksanakan di lahan sawah Kecamatan Kaligondang, Kabupaten
Purbalingga. Persiapan dan analisis tanah serta jaringan tanaman dilaksanakan di Laboratorium
Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dimulai
pada bulan Januari 2022 sampai bulan Mei 2022. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)
Mengetahui sebaran unsur hara C-organik tanah di lahan sawah Sub DAS Klawing, DAS
Serayu, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, (2) mengetahui korelasi C-organik
tanah dengan hasil tanaman padi sawah di Sub DAS Klawing, DAS Serayu, Kecamatan
Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, dan (3) menentukan rekomendasi pemberian pupuk
organik yang tepat untuk lahan sawah di Sub DAS Klawing, DAS Serayu, Kecamatan
Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status unsur C-
organik pada kedalaman tanah 0-25 cm memiliki kisaran 1,32-2,63% sedangkan pada
kedalaman 25-50 cm bernilai 1,11-2,36%, kedua kedalaman tanah tersebut memilki harkat
rendah hingga sedang. Hasil korelasi terbaik terdapat antara C-organik tanah dengan hasil
tanaman padi gabah basah karena bernilai positif dengan nilai r = 0,578 yang berarti memiliki
hubungan yang tidak nyata. Rekomendasi pemupukan organik dilakukan menggunakan pupuk
kompos jerami dengan rerata sebesar 14,50 ton/ha.
The study was conducted in the paddy fields of Kaligondang District, Purbalingga
Regency. Preparation and analysis of soil and plant tissue was carried out at the Soil and Land
Resources Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, starting in
January 2022 until May 2022. The research aims to: 1.) Determine the distribution of soil
organic C-nutrients in lowland rice fields in Klawing sub-watershed, Serayu watershed,
Kaligondang district, Purbalingga district, 2.) to determine the correlation of C-organic soil
with rice yield fields in Klawing sub-watershed, Serayu watershed, Kaligondang district,
Purbalingga district, 3.) determine the appropriate organic fertilizer recommendations for rice
fields in Klawing sub-watershed, Serayu watershed, Kaligondang district, Purbalingga
district. Soil sampling was done in a composite manner at each observation location. Soil
sampling (survey) was carried on the vegetative period of rice. The results of the study in
Kaligondang Subdistrict at a soil depth of 0-25 cm showed that the status of soil C-organic at
low to moderate (1.32-2.63%) and at a depth of 25-50 cm had low to moderate values (1.11 -
2.36%). The best correlation results were found between soil C-organic and yields of wet paddy
rice. Fertilization recommendations is using one type of fertilizer, namely straw compost with
an average of 14.50 tons/ha.
3448337401I1A015030FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KERACUNAN AKUT PESTISIDA PADA PENYEMPROT PESTISIDA: SYSTEMATIC REVIEW Penggunaan pestisida di sektor pertanian di Indonesia semakin meningkat. Berdasarkan WHO setiap tahun terjadi1-5 juta kasus keracunan pestisida pada pekerja pertanian dengan tingkat kematian mencapai 220.000 korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keracunan akut pestisida berdasarkan hasil kajian systematic review. Desain penelitian yang digunakan Systematic Review (SR). Data dari penelitian ini menggunakan data sekunder sebanyak 17 artikel penelitian terdahulu yang dipilih dengan kategori artikel baik. Analisis penelitian ini dengan menggunakan tool procedure yaitu Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA) dengan bantuan lembar ceklis RCT CASP. Metode artikel penelitian yang digunakan dalam artikel penelitian ada beberapa macam diantaranya yaitu observasional analitik, survei analitik, dan studi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dari 235 artikel yang ditemukan, didapatkan 17 artikel yang terdapat hubungan dengan keracunan akut pestisida, yaitu penggunaan APD (7 artikel), masa kerja (5 artikel), pengelolaan pestisida (4 artikel), kebersihan perorangan (4 artikel), lama penyemprotan (3 artikel), frekuensi penyemprotan (3 artikel), jumlah jenis pestisida (3 artikel), pendidikan (3 artikel), jenis pestisida (2 artikel), jenis alat penyemprotan (2 artikel), pengetahuan (2 artikel), usia (2 artikel), sikap (1 artikel), kondisi lingkungan ketika menyemprot (1 artikel), merokok saat penyemprotan (1 artikel), dan suka mengkonsumsi alkohol (1 artikel). Faktor yang paling banyak dikaji yaitu hubungan penggunaan APD. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah artikel yang dikaji sebanyak 17 artikel penelitian. Tempat penelitian dilakukan di 8 negara yang berbeda. Berdasarkan teori H.L Blum peneliti membagi menjadi 2 kelompok besar yaitu faktor perilaku dan faktor lingkungan (fisik dan kimia).The use of pesticides in the agricultural sector in Indonesia is increasing. According to WHO, every year 1-5 million cases of pesticide poisoning occur in agricultural workers with a death rate of 220,000. The purpose of this study is to analyze the factors associated with acute pesticide poisoning based on the results of a systematic review. The research design used is Systematic Review (SR). Data from this study used secondary data as many as 17 previous research articles that were selected with good article category. The analysis of this research uses a tool procedure, namely Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA) with the help of the CASP RCT checklist. There are several types of research methods used in research articles, including analytical observational, analytical survey, and analytical study with a cross-sectional approach. Of the 235 articles found, 17 articles were found that were related to acute pesticide poisoning, namely the use of PPE (7 articles), years of service (5 articles), pesticide management (4 articles), personal hygiene (4 articles), duration of spraying (3 articles), frequency of spraying (3 articles), number of types of pesticides (3 articles), education (3 articles), types of pesticides (2 articles), types of spraying equipment (2 articles), knowledge (2 articles), age (2 articles) , attitude (1 article), environmental conditions when spraying (1 article), smoking when spraying (1 article), and likes to consume alcohol (1 article). Based on the theory of HL Blum, the researchers divided into 2 major groups, namely behavioral factors and environmental factors (physical and chemical).
3448437402I1A015124SYSTEMATIC REVIEW: PENERAPAN HIGIENE SANITASI PADA INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT DI INDONESIAKualitas makanan harus terjamin setiap saat agar masyarakat sebagai pemakai produk makanan tersebut dapat terhindar dari penyakit serta keracunan akibat makanan, terutama bagi pasien yang sedang dirawat di rumah sakit yang tubuhnya rentan terhadap berbagai penyakit termasuk penyakit akibat makanan yang terkontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan higiene sanitasi pada instalasi gizi rumah sakit di Indonesia berdasarkan kajian systematic review. Penelitian ini menggunakan metode systematic review dan tool procedure PRISMA dengan tahapan analisis yaitu identifikasi, screening, uji kelayakan (eligibility) menggunakan ceklis CASP, dan disintesis. Hasil menunjukkan terdapat 12 artikel yang telah memenuhi kriteria penelitian dimana 5 artikel menyatakan higiene sanitasi pada instalasi gizi termasuk dalam kategori baik dan 7 artikel termasuk dalam kategori belum sesuai standar. Aspek higiene sanitasi yang dibahas dalam artikel meliputi pemilihan dan penyimpanan bahan baku, pengolahan, penyimpanan makanan jadi, pengangkutan, dan penyajian makanan. Pemilihan bahan baku pada pengelolaan makanan secara umum telah memenuhi peraturan yang berlaku. Pada beberapa instalasi gizi, penyimpanan bahan baku belum sesuai standar karena masih ditemukan adanya bakteri E.coli, pengolahan makanan belum sesuai standar karena penjamah makanan yang tidak disiplin dan belum melakukan pemeriksaan lab secara berkala, belum ada pengaturan suhu pada tempat penyimpanan makanan jadi, tidak adanya pengaturan waktu pada jalur pengangkutan makanan, dan penyajian makanan yang belum sesuai prosedur.Food quality must be guaranteed at all times so that people as users of these food products can avoid diseases and food poisoning, especially for patients who are being treated in hospitals whose bodies are susceptible to various diseases including foodborne disease. This study aims to analyze the application of sanitation hygiene in hospital nutrition installations in Indonesia based on a systematic review. This study uses a systematic review method and the PRISMA tool procedure with the stages of analysis, identification, screening, eligibility using the CASP checklist, and synthesis. The results showed that there were 12 articles that met the research criteria where 5 articles stated that the sanitation hygiene in the nutrition units was in the good category and 7 articles were included in the category not according to standards. The hygiene and sanitation aspects discussed in the article include the selection and storage of raw materials, processing, storage of finished food, transportation, and serving of food. The selection of raw materials in food management in general has complied with applicable regulations. In some nutrition units, the storage of raw materials is not up to standard because E.coli bacteria are still found, food processing is not up to standard because the food handlers are not disciplined and the handlers have not carried out regular laboratory checks, there is no temperature regulation in the finished food storage area, there is no time setting on the food transport line, and the food presentation is not according to the procedure.
3448538602A1A017074DAYA SAING DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME EKSPOR VANILI INDONESIA DI PASAR INTERNASIONALVanili merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan indonesia subsektor perkebunan, biasa juga disebut dengan emas hijau karena memiliki nilai atau harga yang tinggi di pasar dunia. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui tingkat daya saing ekspor vanili Indonesia di pasar internasional dan 2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor vanili indonesia di pasar internasional. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kuantitatif deskriptif yaitu menggambarkan atau melakukan deskripsi atas angka-angka yang telah diolah sehingga dapat memberikan gambaran informasi dengan bahasa yang mudah untuk dipahami. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang berupa time series mulai tahun 1990 hingga tahun 2019. Adapun obyek penelitian yang digunakan ialah vanili Indonesia dengan kode Harmonized System (HS) 0905 (vanili, termasuk vanili basah, dikeringkan atau kering olah). Analisis yang digunakan untuk mengetahui daya saing vanili Indonesia di pasar internasional yaitu Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamics (EPD), sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor vanili Indonesia di pasar Internasional yaitu Analisis Regresi Liner Berganda. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini ialah produksi vanili indonesia, harga ekspor vanili Indonesia, nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, dan inflasi. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu volume ekspor vanili Indonesia di pasar Internasional.Vanilla is one of Indonesia's leading export commodities in the plantation sub-sector and also known as green gold because it has a high value or price in the world market. This study aims to: 1) Determine the competitiveness of Indonesian vanilla exports in the international market and 2) Identify the factors that affect the volume of Indonesian vanilla exports in the international market. The method used in this study was descriptive quantitative, that is describing or doing a description of numbers that have been processed so as to provide an overview of information in a language that is easy to understand. The data used was secondary data in the form of time series from 1990 to 2019. The research object used was Indonesian vanilla with the Harmonized System (HS) code 0905 (vanilla, including wet, dried or dry processed vanilla). The analysis used to determine the competitiveness of Indonesian vanilla in the international market was Revealed Comparative Advantage (RCA) and Export Product Dynamics (EPD), whereas to find out the factors that affect the volume of Indonesian vanilla exports in the international market, namely the Multiple Liner Regression Analysis. The independent variables used in this study were the production of Indonesian vanilla, the export price of Indonesian vanilla, the exchange rate of rupiah currency to United States dollar, and inflation. The dependent variable in this study was the volume of Indonesian vanilla exports in the international market.
3448637403E1A018040PENERAPAN KLAUSULA BAKU ATAS PERJANJIAN
PEMBIAYAAN DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8
TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM
PUTUSAN NOMOR 20/Pdt.G/2021/PN-Pwt
Ketentuan pencantuman klausula baku tercantum dalam Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Pasal tersebut didalamnya memuat ketentuan-ketentuan pencantuman klausula baku.
Salah satunya pada penelitian ini membahas mengenai pencantuman klausula baku dan penerapan pada Pasal 18 ayat (1) huruf h atas perjanjian pembiayaan antara Ragil Muslimah selaku konsumen dengan PT. Nusa Surya Ciptadana selaku pelaku usaha.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan mencakup bahan hukum primer, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumen sudah mendapatkan perlindungan hukum. Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Purwokerto
Nomor 20/Pdt.G/2021/PN-Pwt, majelis hakim sudah menerapkan UndangUndang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terkhususnya pada Pasal 18 ayat (1) huruf h sebagai dasar pertimbangan dalam membuat
putusan akhir.
Provisions for the inclusion of standard clauses are contained in Article 18 of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The article contains provisions that prohibit business actors from including standard clauses. One of them in this study discusses the inclusion of standard clauses and the application of Article 18 paragraph (1) letter h on the financing agreement between Ragil Muslimah as a consumer and PT. Nusa Surya
Ciptadana as a financing company.
This research was conducted using a normative juridical legal research method, with a descriptive analytical research specification. The data used is
secondary data by covering primary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained are presented with narrative text and the data analysis method used is a qualitative normative method.
The results of the research show that consumers have received legal protection. Based on the decision of the Purwokerto District Court Number 20/Pdt.G/2021/PN-Pwt, the panel of judges has implemented Law Number 8 of
1999 concerning Consumer Protection, especially Article 18 paragraph (1) letter h as a basis for consideration in making the final decision.
3448737404A1C017049RANCANG BANGUN MIKRO TURBIN ANGIN AERODINAMIKA UNTUK SUMBER LISTRIK PADA KENDARAAN RODA DUAMikro turbin merupakan salah satu solusi pemanfaatan energi terbarukan angin. Salah satunya adalah angin aerodinamika yang dihasilkan pada kendaraan bermotor roda dua. Tujuan penelitian ini adalah merancang mikro turbin angin aerodinamika kendaraan roda 2, mengetahui kecepatan angin aerodinamika menggunakan anemometer digital, dan mengetahui pengaruh jumlah blade terhadap besaran kelistrikan seperti arus, tegangan, dan daya listrik.
Penelitian dilaksanakan dalam 6 tahap, yaitu desain mikro turbin dan mikrokontroler untuk alat ukur arus dan tegangan pada mikor turbin, perakitan, pemasangan, pengujian, kalibrasi, dan pengukuran.
Hasil alat ukur arus dan tegangan diperoleh layak digunakan untuk pengukuran karena nilai koreksi tegangan dan arus jauh dibawah nilai koreksi pada multimeter digital, yaitu sebesar 0,5% dan 1%. Berdasarkan persamaan matematis, nilai koefisien daya yang diperoleh dari prototype mikro turbin sebesar kurang dari 0,02 dan masih jauh dari koefisien daya optimum. Pengukuran langsung besaran listrik pada mikro turbin dilakukan menggunakan kecepatan kendaraan 10-60 km/jam. Data tegangan, arus, dan daya listrik angin aerodinamika diperoleh dengan grafik naik dan terbesar pada kecepatan 60 km/jam dengan nilai masing-masing tegangan, arus, dan daya sebesar 4,758 volt; 0,055 ampere; dan 0,262 watt yang dihasilkan oleh turbin dengan blade 3. Semakin banyak jumlah blade tidak menunjukan peningkatan nilai besaran listrik yang dihasilkan.
Micro turbine is one of the solutions for the use of renewable wind energy. One of them is the aerodynamic wind generated on two-wheeled vehicles. The purpose of this study is to design a two-wheeled vehicle aerodynamic micro turbine, determine aerodynamic wind speed using a digital anemometer, and determine the effect of the number of blades on electrical quantities such as current, voltage, and electric power.
The research was carried out in 6 stages, namely the design of micro turbines and microcontrollers for measuring current and voltage on micro turbines, assembling, installing, testing, calibrating, and measuring.
The results of the current and voltage measuring instruments obtained are suitable for measurement because the voltage and current correction values are far below the correction values on a digital multimeter, which are 0,5% and 1%. Based on the mathematical equation, the power coefficient value obtained from the micro turbine prototype is less than 0,02 and is still far from the optimum power coefficient. Direct measurement of the amount of electricity in the micro turbine is carried out using a vehicle speed of 10–60 km/hour. The data of voltage, current, and electric power were obtained by graphing the largest and highest at a speed of 60 km/hour with the respective values are 4,758 volts; 0,055 amperes; and 0,262 watts produced by a turbine with a blade 3. The greater number of blades does not show an increase in the value of the amount of electricity generated.
3448837405K1C016048PERANCANGAN ALAT PEREKAMAN SUHU DENGAN MULTICHANNEL DAN DATA LOGGER BERBASIS ARDUINOPerancangan alat perekaman suhu dengan multichannel dan Data logger telah dibuat dengan sensor termokopel. Sensor termokopel membutuhkan rangkaian penguat untuk dapat diolah oleh arduino. Tujuan penelitian ini 1) Membuat rangkaian penguat untuk termokopel sebagai sensor pengukuran suhu. 2) Membuat multichannel sensor termokopel sebagia pengukur suhu. 3) Melakukan karakterisasi sistem pengukuran dan perekaman suhu dengan multichannel. Sensor termokopel mengunakan rangkaian penguat memakai sifat non-inverting dengan penguatan 100 kali menggunkan komponen LM324 untuk dapat diolah oleh arduino. Sensor termokopel yang sudah dikuatkan dihubungkan dengan multichannel yang menggunakan komponen multiplekser 74HC4051 yang memiliki 8 input yang tersedia namun yang digunakan hanya 4 input. Data yang dihasilkan dari sensor termokopel dan multichannel akan disimpan pada memori eksternal yaitu SD card sebagai data logger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) rangkaian penguat tegangan untuk termokopel mampu memberikan penguatan pada suhu 40 ̊ C sampai suhu 95 ̊C, 2) sistem multichannel yang dibuat mampu membaca empat sensor sekaligus dan tidak mengalami gagal channel, dan 3) sistem perancangan alat perekam suhu dengan multichannel dan data logger memiliki karakteristik statik dengan rata-rata nilai akurasi sebesar 91,66 % untuk sensor satu; 94,63 % untuk sensor dua; 94,20 % untuk sensor tiga; dan 95,97 % untuk sensor empat, dan rata-rata nilai presisi sebesar 96,69 % untuk sensor satu; 95,75 % untuk sensor dua; 96,88 % untuk sensor tiga; dan 96,48 % untuk sensor empat.The design of a temperature recording device with multichannel and data logger has been made with a thermocouple sensor. The thermocouple sensor requires an amplifier circuit to be processed by Arduino. The purpose of this study 1) To make an amplifier circuit for a thermocouple as a temperature measurement sensor. 2) Making a multichannel thermocouple sensor as a temperature gauge. 3) Performing the characterization of the temperature measurement and recording system with multichannel. The thermocouple sensor uses an amplifier circuit using non-inverting with a gain of 100 times using the LM324 component to be processed by Arduino. The amplified thermocouple sensor is connected to multichannel multiplexer using the 74HC4051 component which has 8 available inputs but only 4 inputs are used. The data generated from the thermocouple and multichannel will be stored in external memory, namely the SD card as a data logger. The results showed that 1) the voltage amplifier circuit for the thermocouple was able to provide amplification at a temperature of 40 ̊C to 95 ̊C, 2) a multichannel that was made capable of reading four sensors at once and not experiencing channel failure, and 3) a temperature recorder design system with multichannel and data loggers have static characteristics with an average accuracy value of 91.66 % for sensor one; 94.63 % for sensor two; 94.20 % for triple sensor; and 95.97 % for sensor four, and the average precision value is 96.69 % for sensor one; 95.75 % for sensor two; 96.88 % for triple sensor; and 96.48 % for sensor four.
3448937406A1C018035ANALISIS PENGARUH PEMBEDAAN WAKTU FOGGING SYSTEM TERHADAP DISTRIBUSI SUHU UNTUK PRODUKSI BENIH KENTANG (Solamun tuberosum L.) DI DATARAN RENDAH DENGAN SIMULASI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) Suhu udara yang tinggi membatasi produksi benih kentang di dataran rendah, sehingga tanaman kentang tidak dapat bertahan hidup secara optimal hingga masa panen. Penerapan fogging system merupakan salah satu solusi untuk menurunkan suhu udara di dalam greenhouse. Namun, distribusi suhu dan kelembapan dengan pengaplikasian fogging system ini seringkali tidak merata. Maka, diperlukan suatu metode untuk memprediksi iklim mikro di dalam greenhouse terkait dengan penggunaan fogging system. CFD adalah salah satu metode prediksi iklim mikro yang dapat digunakan dengan biaya rendah. Tujuan penelitian ini dapat memperoleh pola distribusi suhu dan kelembapan serta memprediksi distribusi iklim mikro di greenhouse untuk produksi benih kentang dataran rendah. Rancangan percobaan membedakan waktu fogging system : 1). Periode 10 menit menyala dan 5 menit mati, 2). Periode 5 menit menyala dan 10 menit mati. Parameter yang diukur meliputi iklim mikro greenhouse dan iklim mikro di area box aeroponik. Analisis prediksi suhu dan kelembapan menggunakan software CFDSOF untuk simulasi parameter iklim mikro di area box aeroponik. Data parameter iklim mikro greenhouse disajikan dalam grafik.
Hasil penelitian diperoleh bahwa suhu dan kelembapan rata-rata di dalam greenhouse selama pengukuran sebesar 29,7 oC dan 71,7 %. Hasil pembedaan waktu fogging diperoleh waktu fogging 10 menit menyala dan 5 menit mati serta waktu fogging 5 menit menyala dan 10 menit mati mampu menurunkan suhu sebesar 1-4 oC ataupun meningkatkan kelembapan sebesar 5 % di sekitar area box aeroponik dan merata di area greenhouse dalam kondisi fogging menyala. Namun, distribusi kelembapan pada waktu 5 menit menyala dan 10 menit mati kurang merata di daerah sekitar box aeroponik dan di area greenhouse dalam kondisi fogging menyala. Oleh karena itu, penggunaan fogging system dengan waktu 10 menit hidup dan 5 menit mati lebih efektif daripada 5 menit hidup dan 10 menit mati. Rata-rata persentase error dengan prediksi CFD dari perhitungan validasi sebesar 6,49%.
High temperatures limit potato seed production in the lowlands, so potato plants cannot survive optimally until harvest. Applying a fogging system is one solution to reduce the air temperature in the greenhouse. However, the distribution of temperature and humidity with the application of this fogging system is often uneven. Therefore, we need a method to predict the microclimate in the greenhouse related to the use of a fogging system. CFD is one of the microclimate prediction methods that can be used at a low cost. This study aimed to obtain the distribution pattern of temperature and humidity as well as predict the distribution of the microclimate in the greenhouse for lowland potato seed production. The experimental design distinguishes the fogging system time: 1). Periods of 10 minutes on and 5 minutes off, 2). Periods of 5 minutes on and 10 minutes off. The parameters measured include the greenhouse microclimate and the microclimate in the aeroponic box area. It Uses CFDSOF software to simulate microclimate parameters in the aeroponic box area and analyse temperature and humidity predictions. The greenhouse microclimate parameter data is presented in a graph.
The results showed that the average temperature and humidity in the greenhouse during the measurements were 29.7 oC and 71.7%, respectively. The results of the fogging time difference obtained that the fogging time of 10 minutes on and 5 minutes off and the fogging time of 5 minutes on and 10 minutes off was able to reduce the temperature by 1-4 oC or increase the humidity by 5% around the aeroponic box area and evenly in the greenhouse area under conditions fogging is on. However, humidity distribution at 5 minutes on and 10 minutes off was not evenly distributed in the area around the aeroponic box and the greenhouse in the fogging condition. Therefore, using a fogging system with 10 minutes on and 5 minutes off is more effective than 5 minutes on and 10 minutes off. The average percentage error with CFD predictions from the validation calculation is 6.49%.
3449037407I1B018073HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN SOSIALISASI REMAJA TUNARUNGU DI SLB B YAKUT PURWOKERTOLatar Belakang: Remaja tunarungu memiliki hambatan pendengaran yang menyebabkan masalah dalam hal komunikasi. Akibat hambatan tersebut remaja tunarungu cenderung menutup diri dan mengurangi inttensitas interaksi sosialnya dengan masyarakat sehingga menyebabkan masalah pada kepribadian dan kemampuan sosialisasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara konsep diri dengan kemampuan sosialisasi remaja tunarungu.

Metodologi: Desain penelitian kuantitatif asosiatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih dengan teknik total sampling, sampel sejumlah 32 siswa tunarungu di SLB B YAKUT Purwokerto. Analisis data menggunakan uji Gamma.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan usia medium responden 15 tahun, 71,9 % responden berjenis kelamin perempuan, 71,9 % penyebab tunarungu terjadi sejak lahir, 56,3% memiliki konsep diri negatif dan 68,8% kemampuan sosialisasi cukup. Hasil uji Gamma diperoleh p=0,040.

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan kemampuan sosialisasi pada remaja tunarungu.

Kata kunci: kemampuan sosialisasi, konsep diri, remaja tunarungu

1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan FIKes Universitas Jenderal Soedirman
2 Dosen Jurusan Keperawatan Anak FIKes Universitas Jenderal Soedirman
3 Dosen Jurusan Keperawatan Jiwa FIKes Universitas Jenderal Soedirman
Background: Deaf teenagers have hearing impairments that cause communication problems. The effect of these obstacles, deaf adolescents will close themselves off and reduce the intensity of their social interactions with the community, causing problems on personality and socialization ability. This study aims to analyze the relationship between self-concept with socialization ability of deaf adolescents.

Methods: Design of research used associative quantitative with cross sectional approach. The sample was selected using total sampling technique of 32 deaf students at SLB B YAKUT Purwokerto. Data analysis using Gamma test.

Results: The results showed that the respondent's medium age was 15 years, 71.9% of respondents were female, 71.9% of the causes of deafness occurred from birth, 56.3% had negative self-concepts and 68.8% had moderate socialization abilities. The results of Gamma test results obtained p = 0,040.

Conclusion: There is a significant relationship between self-concept with socialization ability of deaf adolescents.

Keywords: deaf adolescents, self-concept, socialization ability

1 Student majoring in Nursing FIKes Jenderal Soedirman University
2 Lecturers of the Department of Pediatric Nursing, FIKes, Jenderal Soedirman University
3 Lecturers of the Department of Psychiatric Nursing FIKes Jenderal Soedirman University
3449137408I1A018082FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN
DIARE PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS TERDAMPAK ROB
KECAMATAN PEKALONGAN UTARA
Latar Belakang : Diare merupakan penyakit pada saluran pencernaan yang
disebabkan oleh bakteri, virus dan parasit organisme yang masih menjadi masalah
khusunya di wilayah rawan banjir. Faktor risiko yang menyebabkan diare adalah
pengetahuan ibu, riwayat pendidikan ibu, perilaku ibu, dan sanitasi lingkungan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap
kejadian diare pada balita di wilayah terdampak rob Kota Pekalongan.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional. Populasi penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai balita di Kecamatan
Pekalongan Utara dengan sampel sebanyak 153. Pengambilan data menggunakan
teknik startified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan
wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji regresi
logistik dengan derajat kepercayaan 95%.
Hasil Penelitian : Variabel yang berpengaruh adalah sarana air bersih (0,000),
sarana pembuangan sampah (0,014), perilaku ibu (0,015), sarana jamban sehat
(0,045), usia balita (0,050). Variabel yang tidak berpengaruh adalah Pendidikan ibu
(0,607), pengetahuan ibu (0,868), sarana pembuangan air limbah (0,059), pelayanan
kesehatan (0,708).
Simpulan: Variabel yang paling berpengaruh adalah sarana air bersih.
Saran: Masyarakat diharapkan memahami pentingnya perilaku hidup bersih dan
sehat serta menjaga kebersihan lingkungan.
Background : Diarrhea is a digestive tract disease caused by bacteria, viruses and parasitic organisms which is still a problem, especially in flood-prone areas. Risk factors that influence diarrhea include mother's knowledge, mother's education
history, mother's behavior, and environmental sanitation. The purpose of this study was to determine what factors influence the incidence of diarrhea on toddler in the area of the health center affected by the tidal flood in Pekalongan city.
Method : This research is quantitative method with cross sectional approach. The population of this research is all mothers who have toddlers in North Pekalongan District with a sample of 153. Data collection using a stratified random sampling
technique and interviews with questionnaires. Data were analyzed by logistic regression test with 95% confidence degree.
Research and Result : The influential variable is clean water facilities (0,000), waste disposal facilities (0,014), mother’s behaviour (0,015), healthy latrine
facilities (0,045), toodler age (0,050). The variable that has no effect is mother’s education (0,607), mothers knowledge (0,868), waste water disposal facilities
(0,059), health services (0,708).
Conclusion: The most influential variable is clean water facilities.
Suggestion : The community understands the importance of clean and healthy living behavior and maintaining a clean environment.
3449237409I1A016051FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KANDUNGAN RHODAMIN B DAN METHANYL YELLOW PADA MAKANAN DAN MINUMAN: SYSTEMATIC REVIEWLatar belakang : Hasil laporan tahunan BPOM RI pada tahun 2018 dan 2019 serta hasil laporan tahunan BBPOM Semarang tahun 2020, terdapat beberapa makanan dan minuman yang ditemui mengandung zat pewarna makanan sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor – faktor yang berhubungan dengan kandungan Rhodamin B dan Methanyl Yellow pada makanan dan minuman berdasarkan kajian systematic review.
Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau systematic review dengan metode pengumpulan data pustaka menggunakan kata kunci melalui database Google Shoclar, Semantic Scholar dan Portal Garuda yang dilakukan skrining kemudian dilakukan analisis data dan diambil kesimpulan.
Hasil Penelitian : Berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi ditemukan 4 literatur. Hasil kajian literatur diperoleh bahwa faktor - faktor yang berhubungan dengan kandungan Rhodamin B dan Methanyl Yellow pada makanan dan minuman yaitu pengetahuan pedagang, tingkat pendidikan pedagang, sikap pedagang, serta pembinaan dan pengawasan dari pemerintah. Faktor yang berisiko terhadap kandungan Rhodamin B dan Methanyl Yellow pada makanan dan minuman yaitu pengetahuan.
Kesimpulan : Faktor- faktor yang berhubungan dengan kandungan Rhodamin B dan Methanyl Yellow pada makanan dan minuman yaitu pengetahuan pedagang, tingkat pendidikan pedagang, sikap pedagang, serta pembinaan dan pengawasan dari pemerintah.
Background: The results of the BPOM RI annual reports in 2018 and 2019 as well as the results of the BBPOM Semarang annual reports in 2020, there were several foods and beverages that were found to contain synthetic food coloring. This study aims to find out what factors are related to the content of Rhodamine B and Methanyl Yellow in food and beverages based on a systematic review study.
Methodology: This study is a literature study or systematic review with the method of collecting library data using keywords through the Google Shoclar, Semantic Scholar and Garuda Portal databases which were screened then analyzed the data and drawn conclusions.
Research Results: Based on the inclusion and exclusion criteria found 4 literatures. The results of the literature review showed that the factors related to the content of Rhodamin B and Methanyl Yellow in food and beverages were knowledge of traders, level of education of traders, attitudes of traders, as well as guidance and supervision from the government. The risk factor for the content of Rhodamine B and Methanyl Yellow in food and beverages is knowledge.
Conclusion: The factors related to the content of Rhodamin B and Methanyl Yellow in food and beverages are knowledge of traders, level of education of traders, attitudes of traders, as well as guidance and supervision from the government.
3449337410F1B018007IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU JAKARTA PINTAR PLUS (KJP
PLUS) SEBAGAI UPAYA TERSELENGGARANYA WAJIB BELAJAR 12
TAHUN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) ASSA’ADAH
Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) adalah program strategis untuk
memberikan akses bagi warga DKI Jakarta dari kalangan masyarakat tidak mampu
untuk mengenyam pendidikan minimal sampai dengan tamat SMA/SMK dengan
dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta. KJP Plus memberikan
bantuan kepada siswa yang kurang mampu agar bisa melanjutkan pendidikan.
Lokasi penelitian ini tepatnya di SMK Assa’adah. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan bagaimana Implementasi Program Kartu Jakarta Pintar
Plus (KJP Plus) Sebagai Upaya Terselenggaranya Wajib Belajar 12 Tahun di
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Assa’adah. Metode penelitian dengan
menggunakan Metode Kualitatif Deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah kepala
sekolah SMK Assa’adah, Dinas P4OP, Penerima bantuan Kartu Jakarta Pintar Plus
(KJP Plus) dan orang tua penerima bantuan Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus).
Pemilihan informan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi.
Pelaksanaan program Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) sudah berjalan dengan
baik, namun hasil penelitian menemukan beberapa kekurangan sebagai perhatian
untuk dapat diperbaiki seperti komunikasi yang diberikan kepada para penerima
Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus). Selain itu, disposisi yang belum maksimal
dilaksanakan membuat perlu adanya perhatian untuk diperbaiki.
The Jakarta Smart Plus Card (KJP Plus) is a strategic program to provide
access for DKI Jakarta residents from underprivileged communities to obtain a
minimum education up to high school/vocational high school graduation with full
funding from DKI Jakarta Provincial APBD funds. KJP Plus assists
underprivileged students so that they can continue their education. The location of
this research is precisely at Assa'adah Vocational School. The purpose of this study
is to describe how the Implementation of the Jakarta Smart Plus Card Program
(KJP Plus) as an Effort for the Implementation of 12 Years Compulsory Education
in Assa'adah Vocational High School (SMK). The research method uses the
descriptive qualitative method. The targets of this study were the principal of
Assa'adah Vocational School, the P4OP Service, beneficiaries of the Jakarta Smart
Plus Card (KJP Plus), and parents of the recipients of the Jakarta Smart Plus Card
(KJP Plus). Selection of informants using a purposive sampling technique. Data
was collected using interviews and documentation. The implementation of the
Jakarta Smart Plus Card (KJP Plus) program has been going well, but the results
of the study found some shortcomings that need attention to be an improvement,
such as the communication provided to the recipients of the Jakarta Smart Plus
Card (KJP Plus). In addition, the disposition that has not been maximally
implemented requires attention to be improved.
3449437411F1A017074Syiah di Lingkaran Sunni (Studi tentang Eksistensi Kelompok Syiah di Tengah Masyarakat Sunni Purwokerto) Penelitian ini menjelaskan mengenai eksistensi kelompok Syiah sebagai madzhab minoritas dalam Islam yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Sunni di Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu dengan melalui wawancara kepada pihak-pihak yang menjadi sasaran penelitian, yang terdiri dari dua organisasi kelompok Syiah di wilayah Purwokerto yaitu ABI (Ahlul Bait Indonesia) dan IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia). Sasaran penelitian yang dimaksud terdiri dari masing-masing Ketua dari organisasi ABI dan IJABI. Selain itu, terdapat sasaran penelitian tambahan yang terdiri dari akademisi, warga sekitar, pihak yang pernah melakukan kegiatan dengan kelompok Syiah, dan tokoh madzhab Sunni sebagai sasaran validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya kelompok madzhab Syiah di wilayah Purwokerto, dimulai setelah berdirinya organisasi Syiah yaitu ABI dan IJABI secara resmi di Indonesia. Kelompok Syiah di wilayah Purwokerto, seringkali melakukan kegiatan-kegiatan tertentu baik yang bersifat ritual keagamaan maupun kegiatan sosial lainnya, juga melakukan kaderisasi anggota sebagai upaya mempertahankan eksistensi kelompoknya. Berdasarkan hasil penelitian, interaksi yang dilakukan antara para penganut Madzhab Syiah dengan warga sekitar di luar kelompok tersebut maupun organisasi lain terjalin secara asosiatif yang terlihat dari adanya kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama antara organisasi Syiah khususnya ABI dengan organisasi-organisasi lain seperti HMI dan Gusdurian. This research explains the existence of Shia groups as minority madhabs in Islam that live and develop in the Sunni community in Purwokerto, Banyumas Regency. This research was conducted using a descriptive qualitative method, namely through interviews with the parties targeted by the study, consisting of two Shia group organizations in the Purwokerto area, namely ABI (Ahlul Bait Indonesia) and IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia). The research targets in question consist of each Chairperson of the ABI and IJABI organizations. In addition, there are additional research targets consisting of academics, local residents, parties who have carried out activities with Shia groups, and Sunni madzhab figures as validation targets. The results showed that the emergence of Shia madzhab groups in the Purwokerto region, began after the establishment of Shia organizations, namely ABI and IJABI officially in Indonesia. Shia groups in the Purwokerto area, often carrying out certain activities both of a religious ritual nature and other social activities, also carry out regeneration of members in an effort to maintain the existence of their group. Based on the results of the study, the interactions carried out between adherents of the Shia Madzhab and surrounding residents outside the group and other organizations were associatively established which can be seen from the activities carried out jointly between Shia organizations, especially ABI and other organizations such as HMI and Gusdurian.
3449537412H1B018016PREDIKSI UMUR LAYANAN EMBUNG BLORA BERDASARKAN LAJU SEDIMENTASI MENGGUNAKAN METODE USLE, RUSLE, MUSLE (STUDI KASUS PROYEK SI/DD EMBUNG BLORA)Kebutuhan air bersih dalam masyarakat cenderung semakin meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan bertambahnya laju pertumbuhan penduduk. Namun sebaliknya, ketersediaan air cenderung semakin menurun sebagai akibat dari perubahan tata guna lahan sehingga ketersediaan air yang ada tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan air masyarakat. Maka dari itu perlu dibangunnya tampungan air guna menampung air agar air pada sungai yang ada tidak terbuang begitu saja. Maksud dan tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui besar laju erosi dan sedimentasi pada embung Blora serta mengetahui umur layanan embung Blora dengan menggunakan tiga metode yaitu metode USLE (Universal Soil Loss Equation), RUSLE (Revised Universal Soil Loss Equation) dan MUSLE (Modified Univesal Soil Loss Equation). Penelitian ini berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, tepatnya pada sungai gendongan yang memiliki luas DTA 2.56 km2. Stasiun hujan yang berpengaruh pada penelitian ini yaitu Stasiun Hujan Greneng. Besarnya kehilangan tanah yang terjadi dengan menggunakan metode USLE, RUSLE, MUSLE berturut-turut adalah 1146.06 ton/th, 1787.34 ton/th, 1938.19 ton/th, dan laju erosi yang terjadi dengan menggunakan metode USLE, RUSLE, MUSLE berturut-turut yaitu sebesar 57.63 ton/ha/th, 89.88 ton/ha/th, 97.46 ton/ha/th. Diperkirakan sisa umur layanan menurut USLE selama 6-7 tahun, RUSLE selama 4-5 tahun, dan MUSLE selama 4-5 tahun.As the population growth rate increases, the demand for clean water in the community tends to increase year by year. But conversely, changes in land use tend to reduce water availability, so existing water availability cannot meet the overall water needs of the community. Therefore, it is necessary to construct a reservoir for collecting water so that the water of the existing river is not wasted. The purpose of this study is to determine the degree of erosion and sedimentation rates in blora dews and find out the service life of Blora dews using three methods, USLE (Universal Soil Loss Equation), RUSLE (Revised Universal Soil Loss Equation) and MUSLE (Modified Univesal Soil Loss Equation). This study was located in the village of Kedungrejo in the Tunjungan district of Blora Regency, Central Java, on the Gendongan River which has a DTA area of 2.56 km2. The rain station that influenced this study was the Greneng rain station. The amount of land loss that occurred using the USLE, RUSLE, MUSLE methods was 1146.06 tons/th, 1787.34 tons/th, 1938.19 tons/th, and the erosion rate that occurred using the USLE, RUSLE, MUSLE methods was 57.63 tons/ha/th, 89.88 tons/ha/th, 97.46 tons/ha/th. It is estimated that the remaining service life according to USLE is for 6-7 years, RUSLE for 4-5 years, and MUSLE for 4-5 years.
3449643934C1C020028Pengaruh Profitabilitas, Kompleksitas, dan Risiko Perusahaan Terhadap Audit Fee pada Perusahaa Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2018 - 2022Penelitian ini memiliki tujuan guna melakukan analisis secara empiris terkait pengaruh profitabilitas perusahaan, kompleksitas perusahaan, dan risiko perusahaan terhadap audit fee pada perusahaan infrastruktur, utilitas, dan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018 – 2022. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan studi pustaka. Metode teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dengan Software IBM SPSS Statistics 29. Purposive sampling digunakan sebagai metode penentuan sampel. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 170 sampel penelitian. Hasil penelitian yang didapat menunjukan bahwasannya profitabilitas perusahaan yang diproksikan menggunakan Return on Asset (ROA) berpengaruh positif terhadap audit fee, kompleksitas perusahaan yang diproksikan menggunakan jumlah anak perusahaan berpengaruh positif terhadap audit fee, risiko perusahaan yang diproksikan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh positif terhadap audit fee.This research aims to carry out empirical analysis regarding the influence of company profitability, company complexity and company risk on audit fees in infrastructure, utility and transportation companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) for the period 2018 - 2022. The research method uses quantitative methods. . The data used in this research is secondary data collected using documentation techniques and literature study. The technical method of data analysis used in this research is using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) with IBM SPSS Statistics 29 Software. Purposive sampling was used as the sample determination method. The number of samples in this research was 170 research samples. The research results obtained show that company profitability which is proxied using Return on Assets (ROA) has a positive effect on audit fees, company complexity which is proxied using the number of subsidiaries has a positive effect on audit fees, company risk which is proxied using Debt to Equity Ratio (DER) does not. has a positive effect on audit fees.
3449737414F1A017020Minat Pengurus Lembaga Dakwah Kampus Universitas Jenderal Seodirman terhadap Gerakan Dakwah di Masjid-masjid di PurwokertoGerakan dakwah adalah kegiatan dakwah yang dilakukan secara nyata seperti kajian rutin, pengajian mingguan dan masih banyak lainnya. Gerakan dakwah berisi tentang kegiatan-kegiatan dakwah yang diadakan oleh lembaga dakwah atau majelis taklim yang berpusat di masjid-masjid seperti kajian rutin bulanan, taklim mingguan, rumah tahfidz, dan sebagainya. Hampir seluruh aktifitas dakwah Islam dikembangkan lewat masjid, sehingga gerakan dakwah-pun lebih banyak atau rutin diadakan di dalam masjid. Penelitian ini menggambarkan bahwa minat pengurus LDK Universitas Jenderal Soedirman terhadap gerakan dakwah di masjid-masjid di Purwokerto terjadi karena adanya perasaan suka terhadap topik yang diajarkan dalam gerakan dakwah tersebut, kebutuhan terhadap iman serta keinginan untuk belajar mengenai agama Islam dan juga teradapat pengaruh dari lingkungan sekitar. Sikap positif tersebut kemudian mendorong minat pengurus LDK untuk terus mengikuti gerakan dakwah. Hal itu ditunjukkan dengan adanya perhatian dari pengurus LDK yang berusaha mencari informasi mengenai gerakan dakwah di masjid-masjid melalui teman atau media sosial dan berusaha untuk terlibat dalam gerakan dakwah tersebut seperti menghadiri kajian dakwah sebagai peserta atau menjadi panitia dalam gerakan dakwah tersebut. Pengurus LDK merasa bersyukur dan bangga mengikuti gerakan dakwah di masjid-masjid karena memberikan manfaat seperti semakin bertambahnya ilmu tentang agama Islam dan teman-teman yang baik.Da'wah movements are da'wah activities that are carried out in real terms such as routine studies, weekly recitations and many others. The da'wah movement contains da'wah activities held by da'wah institutions or taklim assemblies centered in mosques such as monthly routine studies, weekly taklim, tahfidz houses, and so on. Almost all Islamic da'wah activities are developed through mosques, so even more da'wah movements or routines are held in mosques. This study illustrates that the interest of the LDK administrators at Jenderal Soedirman University in the da'wah movement in mosques in Purwokerto occurs because of the feeling of liking the topics taught in the da'wah movement, the need for faith and the desire to learn about Islam and also the influence of the surrounding environment. . This positive attitude then encouraged the interest of the LDK management to continue to follow the da'wah movement. This is indicated by the attention of LDK administrators who are trying to find information about the da'wah movement in mosques through friends or social media and trying to get involved in the da'wah movement such as attending da'wah studies as participants or being a committee in the da'wah movement. The LDK management feels grateful and proud to participate in the da'wah movement in mosques because it provides benefits such as increasing knowledge about Islam and good friends.
3449837415G1B018027Pengaruh Pemberian Antibacterial Photodynamic Therapy dengan Photosensitizer Erythrosine terhadap Jumlah Limfosit Tikus Model Periodontitis Kronis (Penelitianin vivo Tikus Sprague dawley)

Periodontitis merupakan inflamasi pada jaringan ikat pendukung gigi yang menimbulkan kegoyangan hingga kehilangan gigi. Inflamasi yang terjadi akan mengaktifkan respon imun host, salah satunya adalah limfosit. Scaling root planing (SRP) merupakan perawatan gold standard pada pasien periodontitis kronis namun pada beberapa kasus poket yang dalam seringkali membutuhkan perawatan adjuvan, salah satunya adalah antibacterial photodynamic therapy (APDT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian APDT dengan sinar LED biru dan photosensitizer (PS) erythrosine terhadap jumlah limfosit pada model periodontitis kronis. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris dengan 45 tikus dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan; kelompok PL (perlakuan dengan LED saja), kelompok PE (perlakuan dengan PS saja), kelompok APDT (perlakuan dengan APDT), kelompok KS (kontrol sehat), kelompok KN (kontrol negatif) pada hari ke-1, 3, 5. Jumlah limfosit pada jaringan gingiva diamati secara histologis dengan pewarnaan HE. Analisis statistik menggunakan uji One-way ANOVA dan uji posthoc Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan jumlah limfosit seiring hari pada seluruh kelompok perlakuan. Jumlah limfosit tertinggi pada KN hari ke-5 dan jumlah terendah pada APDT hari ke-5. Kelompok APDT memiliki jumlah limfosit lebih rendah dan berbeda bermakna dibandingkan kelompok PL pada hari ke-3, serta kelompok APDT dengan kelompok KN dan KS pada hari ke- 3 dan 5 (p≤0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh APDT menggunakan sinar LED biru dan PS erythrosine terhadap jumlah limfosit. Hari ke-3 merupakan hari paling efektif dalam pemberian perlakuan APDT (p≤0,05).Periodontitis is an inflammation of the periodontal tissue that causes mobility and loss of teeth. Inflammation will activate the host immune response, one of which is lymphocytes. Scaling root planing (SRP) is the gold standard treatment for chronic periodontitis patients, but in some cases, deep pockets often require adjuvant treatment, one of which is antibacterial photodynamic therapy (APDT). This study aims to determine the effect of giving APDT with blue LED light and photosensitizer (PS) erythrosine on the number of lymphocytes in chronic periodontitis models. This study used 45 rats divided into 5 treatment groups; PL group (treatment with LED only), PE group (treatment with PS only), APDT group (treatment with APDT), KS group (healthy control), KN group (negative control) on day 1, 3, 5. Lymphocytes in the gingival tissue were observed histologically (HE staining), and analyzed with One-way ANOVA test and Least Significant Difference (LSD) posthoc test. The results showed the number of lymphocytes decreased over the day in all treatment groups. The highest number of lymphocytes is KN group on day 5 and the lowest number is APDT group on day 5. The APDT group had a lower lymphocyte count and was significantly different from the PL group on day 3, and the APDT group with KN and KS groups on days 3 and 5 (p≤0.05). This study concludes there is an effect of APDT using blue LED light and PS erythrosine on the number of lymphocytes. Day 3 was the most effective in giving APDT treatment (p≤0.05).
3449937416E1A018108ANALISIS HUKUMAN PIDANA BERSYARAT DALAM TINDAK PIDANA KEKARANTINAAN KESEHATAN DAN TIDAK MEMATUHI PERINTAH YANG DIBERIKAN OLEH PEJABAT YANG SAH DI TENGAH PANDEMI COVID-19
(Studi Kasus Putusan Nomor 123/Pid.B/2020/PN.Tgl)
Pidana bersyarat merupakan suatu sistem penjatuhan hukuman pidana oleh hakim yang pada pelaksanaan putusannya dengan memperhatikan syarat-syarat tertentu. Penjatuhan hukuman pidana bersyarat dapat diterapkan pada ketentuan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 ayat (1) KUHP berdasarkan pada pertimbangan hukum hakim sebagaimana dalam Putusan Pengadilan Nomor 123/Pid.B/2020. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka dan diuraikan secara teks naratif dengan menggunakan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbuatan Terdakwa telah memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 ayat (1) tentang tidak mematuhi perintah yang diberikan oleh pejabat yang sah. Dasar pertimbangan hukum Hakim dalam memutus telah memperhatikan dasar mengadili dan dasar memutus. Pertimbangan Hakim juga telah berpijak pada keadaan yang memberatkan dan meringankan Terdakwa. Namun demikian putusan hakim dalam memutus perkara terhadap Terdakwa dengan pidana bersyarat dinilai tidak berorientasi pada keadilan dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat. Oleh karena itu putusan yang dijatuhkan majelis hakim tidak memenuhi aspek flosofis dan aspek sosiologis. Penjatuhan pidana bersyarat kepada Terdakwa tentunya tidak memberikan adanya efek jera bagi Terdakwa, karena Terdakwa sejak awal telah memiliki niat untuk menyelenggarakan acara hajatan pernikahan dan khitanan ditengah masa Pandemi Covid-19. Conditional sentence is a criminal punishment system by the judge who in the execution of his decision taking into certain condition. In this regard the author is interested in analyze related to implementation Article elements 93 Constitution Number 6 Year 2018 about Health Quarantine and non-compliance of order which are given by legitimate official government as well as the judge’s legal considerations as in decision court Number 123/Pid.B/2020. This research uses the method the juridical normative approach with prescriptive research specifications. This research also uses secondary data obtained through literature study and described in narrative text using qualitative analysis methods. Research result shows that the defendant’s actions has fulfilled the elements in Articel 93 Constitution Number 6 Year 2018 about Health Quarantine, and Article 216 clause (1) about non-compliance of order which are give by legitimate official government. Basic legal considerations Judge in making decisions have taken into account of basis for judging and the basis for deciding. the Judge consideration has also been based on aggraving and mitigating circumstances for the Defendant. However, the Judge decision in descending the case against the Defendant with a conditional sentence is considered not to be oriented towards certainly and legal benefits for the community. Therefore, the decision handed down by the panel of judge did not meet the philosophical and sociological aspects. The imposition of a conditional sentence on the Defendants certainly does not provide a deterrent effect for the Defendants, because the Defendants from the beginning had the intention to hold a weeding party and circumsicion ceremony in the middle of Pandemic Covid-19.
3450038179K1C018026Penerapan Interferometric Dan Differential-Interferometric Citra Satelit Synthetic Aperture Radar pada Monitoring Deformasi Tanah di Kota SemarangKota Semarang, Ibu kota Provinsi Jawa Tengah secara geografinya berbatasan langsung dengan laut Jawa. Sebagian wilayahnya merupakan kawasan industri serta padat penduduk yang memungkinkan terjadinya deformasi. Deformasi yang terjadi di Kota Semarang dapat berupa kenaikan muka tanah (uplift) dan penurunan muka tanah (subsidence) yang dalam studi ini dimonitoring menggunakan metode Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) dan Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya deformasi di Kota Semarang dengan motode InSAR dan DInSAR. Metode ini dipilih dikarenakan memiliki kemampuan untuk melakukan pemantuan terhadap kawasan yang luas dengan waktu yang cepat pada segala jenis kondisi cuaca. Data-data yang digunakan untuk kedua metode adalah citra satelit Sentinel-1A yang diakusisi pada tahun 2015 hingga 2020. Kedua metode InSAR dan DInSAR diproses dengan menggunakan perangkat lunak SNAP (Sentinal Application Platform) dimana software tersebut merupakan open source system. Dari penelitian ini diperoleh besar deformasi Kota Semarang dengan menggunakan metode InSAR pada lima pasangan citra mencapai positif 0,002-0,108 meter yang berupa kenaikan muka tanah, dan penurunan muka tanah mencapai negatif 0,132 -0,007 meter dimana pada hasil pengolahan metode InSAR masih terdapat pengaruh topografi permukaan. Hasil yang diperoleh menggunakan metode DInSAR pada lima pasangan citra, deformasi tanah yang terjadi Kota Semarang berupa kenaikan muka tanah mencapai positif 0,024 - 0,099 meter dan penurunan muka tanah mencapai negatif 0,106 - 0,017 meter. Setelah mempertimbangkan data pendukung lainnya, deformasi tanah di Kota Semarang kemungkinan diakibatkan oleh aktivitas industri dan pertambahan jumlah penduduk tiap tahunnya. Semarang, the capital city of Central Java Province with geographical location adjacent to the Java Sea. A part of its area is an industrial and densely populated area that are probably cause of deformation. Deformations that occur in Semarang City can be in the form of uplift and subsidence, which are in this study monitored using the Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR) and Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar (DInSAR) methods. The purpose of this research was to determine the magnitude of deformation in Semarang City using InSAR and DInSAR methods. These methode were chosen because they had an ability to monitor a large area in a short time in all kinds of weather conditions. The data used for both methods are Sentinel-1A satellite imagery data, which was acquired from 2015 to 2020. Both InSAR and DInSAR methods is processed using SNAP (Sentinal Application Platform) where the software is an open source system. From this research, it was found that the deformation of Semarang City using the InSAR method on five image pairs reached at positive 0.002 - 0.108 meters in the form of uplift, and land subsidence reached at negative 0.132 - 0.007 meters, where the results of processing the InSAR method still have the influence of surface topography. The results obtained using the DInSAR method on five image pairs show that land deformation that occurred in Semarang City in the form of uplift reached at positive 0.024 - 0.099 meters and land subsidence reached at negative 0.106 - 0.017 meters. Considering the others supporting data, the land deformation in Semarang City probably caused by the industrial activities and population increas every year.