Artikelilmiahs
Menampilkan 34.601-34.620 dari 49.934 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 34601 | 37491 | I1A018035 | PENGARUH FAKTOR PEKERJAAN TERHADAP KELELAHAN KERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan suatu kondisi yang timbul karena aktivitas individu hingga individu tersebut tidak mampu lagi mengerjakannya. Kelelahan kerja dapat mengakibatkan terjadinya penurunan kinerja yang berakibat pada peningkatan kesalahan kerja dan berujung pada kecelakaan kerja. Faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja terbagi menjadi dua faktor yaitu faktor individu dan faktor pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor pekerjaan terhadap kelelahan kerja guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 192 guru SD di Kecamatan Purwokerto Utara dan sampel sebanyak 117 orang yang didapatkan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan Uji Regresi Logistik Ganda. Hasil Penelitian: Variabel yang berpengaruh terhadap kelelahan kerja guru sekolah dasar negeri adalah sikap kerja (OR = 11,893) dan iklim kerja (OR = 0,466). Kesimpulan: Variabel yang paling berpengaruh adalah sikap kerja dengan nilai OR sebesar 11,893. Saran: Guru disarankan untuk memperhatikan sikap kerja selama bekerja serta melakukan peregangan disela-sela kegiatan. Kepala sekolah disarankan untuk memperbaiki sistem penerangan di dalam kelas serta dapat melakukan peremajaan lingkungan sekolah dengan memangkas dahan yang mengganggu. Kata Kunci: Guru Sekolah Dasar, Kelelahan Kerja, Faktor Pekerjaan. | Background: Work fatigue is a condition that arises due to individual activities until the individual is no longer able to do it. Work fatigue can lead to a decrease in performance which results in an increase in work errors and leads to work accidents. Factors related to work fatigue are divided into two factors, namely individual factors and work factors. This study aims to determine the effect of work factors on work fatigue of public elementary school teachers in North Purwokerto District, Banyumas Regency. Methodology: This research is a quantitative research with a cross sectional approach. The population of this study was 192 elementary school teachers in North Purwkerto District and a sample of 117 people obtained using purposive sampling technique. Data analysis using Multiple Logistics Regression Test. Research result: The variables that affect the work fatigue of public elementary school teachers are work attitude (OR = 11.893) and work climate (OR = 0.466). Conclusion: The most influential variable is work attitude with an OR value of 11.893. Suggestion: Teachers are advised to pay attention to work attitudes during work and stretch on the sidelines of activities. Principals are advised to improve the lighting system in the classroom and can rejuvenate the school environment by trimming disturbing branches. Keywords: Elementary School Teachers, Work Fatigue, Job Factors. | |
| 34602 | 38127 | C1A018079 | ANALISIS PENGARUH INDEKS PERSEPSI KORUPSI, PENGANGGURAN, DAN INFLASI TERHADAP KEMISKINAN DI INDONESIA (2001-2021) | Penelitian ini menganalisis pengaruh indeks persepsi korupsi dan faktor lainnya terhadap kemiskinan yang terjadi di Indonesia pada rentang waktu tahun 2001 hingga tahun 2021. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Pengaruh Indeks Persepsi Korupsi, Pengangguran, dan Inflasi Terhadap Kemiskinan di Indonesia, tahun 2001-2021”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh korupsi, IPM, pengangguran dan inflasi terhadap kemiskinan di Indonesia pada rentang waktu 2001-2021. Jenis penelitian merupakan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data time series pada rentang waktu 2001-2021 dan data sekunder yang bersumber dari Transparency International, Badan Pusat Statistik, dan United Nations Development Programme (UNDP). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan model lag satu tahun. Hasil penelitian ini adalah: (1) Korupsi yang menggunakan waktu lag satu tahun berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Indonesia tahun 2001-2021. (2) Dikarenakan adanya data outlier multivariat yang menyebabkan terjadinya multikolinearitas terhadap variabel independen lain, sehingga peneliti mengeluarkan variabel IPM dari model regresi. (3) Pengangguran yang menggunakan waktu lag satu tahun berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Indonesia tahun 2001-2021. (4) Inflasi yang menggunakan waktu lag satu tahun berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Indonesia tahun 2001-2021. Implikasi pada penelitian ini adalah pemerintah perlu lebih bekerja keras dan bertanggung jawab dalam memberantas korupsi yang marak terjadi di Indonesia dengan cara yaitu menghapus segala bentuk korupsi yang ada di Indonesia dengan memperbaiki sistem perizinan sehingga tidak akan menimbulkan celah untuk terjadinya tindak korupsi dan pemerintah juga perlu memperkuat supremasi hukum yang ada sehingga para pelaku koruptor akan di berikan hukuman yang sesuai dan tidak ada lagi para pelaku koruptor yang kebal akan hukum. Selain itu pemerintah dapat melakukan alokasi dari pengeluaran dana APBN yang ada untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan bagi masyarakatnya sehingga memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik dan membuat tingkat produktivitas masyarakat akan meningkat. Dan yang terakhir pemerintah perlu menjaga stabilitas inflasi dengan menggunakan kebijakan fiskal kontraktif yaitu dengan menaikan pajak, diantaranya yaitu pajak penghasilan bagi masyarakat yang berpenghasilan tinggi, lalu menaikkan pajak barang mewah. Hasil dari pajak tersebut dapat dialokasikan untuk meningkatkan pendidikan dan untuk membuka balai latihan kerja sehingga angka kemiskinan akan berkurang. | This research analyzes the effect of corruption and other factors on poverty that occurred in Indonesia in the period from 2001 to 2021. This research takes the title: "Analysis of the Effects of Index Perception Corruption, Unemployment, and Inflation on Poverty in Indonesia, 2001-2021". The purpose of this research is to analyze the effect of corruption, HDI, unemployment and inflation on poverty in Indonesia in the 2001-2021 period. This type of research is quantitative. The data used in this research is time series data for the period 2001-2021 and secondary data sourced from Transparency International, the Central Bureau of Statistics, and the United Nations Development Program (UNDP). The data analysis technique used in this research is multiple linear regression analysis using a one-year lag model. The results of this research are: (1) Corruption which uses a one-year lag has a positive and significant effect on poverty in Indonesia in 2001-2021. (2) Due to the presence of multivariate outlier data which causes multicollinearity to other independent variables, the researchers excluded the HDI variable from the regression model. (3) Unemployment using a one-year lag has a positive and significant effect on poverty in Indonesia in 2001-2021. (4) Inflation using a one-year lag has a positive and significant effect on poverty in Indonesia in 2001-2021. The implication of this research is that the government needs to work harder and be more responsible in eradicating corruption that is rife in Indonesia by eliminating all forms of corruption that exist in Indonesia by improving the system so that it will not create loopholes for acts of corruption and the government also needs to strengthen supremacy. existing laws so that corruptors will be given appropriate punishment and no more corrupt perpetrators will be immune from the law. In addition, the government can allocate funds from the existing APBN expenditures to improve the quality of education and health for its people so that they have good quality human resources and increase the level of community productivity. And finally, the government needs to maintain inflation stability by using a contractionary fiscal policy, namely by increasing taxes, including the income tax for people with high incomes, then increasing the tax on luxury goods. The results of these taxes can be allocated to improve education and to open works training center so that the poverty rate will be reduced. | |
| 34603 | 37494 | C1H018012 | WORKING CAPITAL MANAGEMENT ON FIRMS PERFORMANCE | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rata-rata hari pengumpulan piutang, rata-rata hari persediaan, rata-rata hari pembayaran hutang terhadap kinerja perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif yang populasinya adalah perusahaan ritel yang terdaftar di BEI periode 2016-2021. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan perolehan sampel sebanyak 15 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan dari situs resmi BEI dan masing-masing perusahaan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan meliputi uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji analisis regresi data panel, uji model regresi (uji F dan uji R2), dan uji hipotesis (uji t). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan EViews 12, diperoleh hasil bahwa rata-rata hari piutang berpengaruh negative dan signifikan terhadap kinerja perusahaan, rata-rata hari persediaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan dan rata-rata hari pembayaran hutang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Leverage sebagai variabel kontrol berpengaruh negative dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. | This study aimed to analyze the effect of average days of receivable, average days of inventory, average days of payable on firms’ performance. This study used a quantitative approach with an associative type and the population is retail companies listed on the IDX for the period 2016-2021. Sample selection was done by purposive sampling method and obtained 15 companies. The data used was secondary data in the form of financial statements from official website of the IDX and each company. Methods of data collection were done by literature study and documentation. The analytical methods used include descriptive statistical test, classical assumption test, panel data regression analysis test, regression model test (F test and R2 test), and hypothesis test (t test). Based on the results of study and data analysis using EViews 12, the results obtained that average days of receivable has negative and significant effect on firms’ performance, average days of inventory has positive and significant effect on firms’ performance, average days of payable has negative and significant effect on firms’ performance. Leverage as the control variable has negative and significant effect on firms’ performance. | |
| 34604 | 37495 | E2A020008 | ALTERNATIF PENYELESAIAN SECARA MEDIASI PENAL TERHADAP DUGAAN TINDAK PIDANA PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP PABRIK GULA MERAH DI KOTA TEGAL | Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia pada dasarnya bertujuan untuk melindungi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup. Selain itu juga menjamin keselamatan, kesehatan, kehidupan manusia, menjamin kelangsungan kehidupan makhluk hidup dan kelestarian ekosistem serta pelestarian fungsi lingkungan dalam rangka pembangunan berkelanjutan agar terpenuhinya keadilan bagi generasi masa kini dan generasi masa depan Pasal 3 Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Metode pendekatan yang diguanakan dalam penelitain ini yuridis sosiologi Sumber bahan hukum yang terdapat dalam penelitian ini berasal dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan teknik pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan dan metode analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini perundang-undangan yang berlaku di Indonesia saat ini (hukum positif) pada prinsipnya kasus pidana tidak dapat diselesaikan di luar pengadilan, Konstruksi penyelesaian perkara TPLH melalui pengadilan sangat rumit, memakan waktu dan biaya besar, penyelesaian perkara TPLH melalui mediasi penal relatif lebih sederhana, cepat dan berbiaya ringan. Dalam konsep mediasi penal maka diperoleh puncak keadilan tertinggi karena terjadinya kesepakatan para pihak yang terlibat dalam perkara pidana tersebut yaitu antara pihak pelaku dan korban. Pihak korban maupun pelaku diharapkan dapat menacari dan mencapai solusi serta alternatif terbaik untuk menyelesaiakn perkara tersebut. serta Kendala yang dihadapi oleh mediator dalam penyelesaian dugaan tindak pidana pencemaran lingkungan hidup pabrik gula merah di kota tegal dengan cara mediasi penal, antara lain mediator kesulitan belum jelasnya pengertian atau kriteria kerugian lingkungan, sehingga menimbulkan kerancuan antara kerugian yang diderita oleh manusia dengan kerugian lingkungan, sengketa lingkungan hidup hanya menyangkut kegiatan yang berlangsung dan bukan untuk rencana kegiatan yang dapat menimbulkan pencemaran/perusakan lingkungan, masih belum jelasnya cara dan mekanisme untuk melakukan class action atau gugatan kelompok. | Environmental protection and management in Indonesia basically aims to protect the territory of the Unitary State of the Republic of Indonesia from pollution or environmental damage. In addition, it also guarantees safety, health, human life, guarantees the life of life and the preservation of ecosystems as well as the preservation of environmental functions in the context of sustainable development in order to fulfill justice for current and future generations. Article 3 of Law no. 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management. The approach method used in this research is juridical sociology. The sources of legal materials contained in this study come from primary, secondary and tertiary legal materials with data collection techniques based on library research and data analysis methods using qualitative descriptive methods. Based on the results of this study, the current legislation in Indonesia (positive law) in principle is not criminal cases can be settled out of court, Construction settlement TPLH cases through the courts are very complicated, consuming time and large costs, settlement of TPLH cases through Penal mediation is relatively simple, fast and low-cost. In the concept of penal mediation, the highest peak of justice is obtained because of the agreement of the parties involved in the criminal case, namely between the perpetrator and the victim. The victims and perpetrators are expected to be able to find and reach solutions and the best alternatives to resolve the case. and Obstacles faced by the mediator in resolving the alleged crime of environmental pollution of the brown sugar factory in the city of Tegal by means of penal mediation, including the difficulty of the mediator not being clear on the definition or criteria for environmental losses, causing confusion between the losses suffered by humans and environmental losses, environmental disputes only concern ongoing activities and not for planned activities that can cause environmental pollution/destruction, the method and mechanism for conducting class actions or group lawsuits are still unclear. | |
| 34605 | 37496 | C2A018004 | PENGARUH EKONOMI DIGITAL, KREDIT MODAL KERJA, PARTNERSHIP, TRAINING, DAN INFLASI TERHADAP PENDAPATAN IMK DI INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekonomi digital yang diproyeksikan dengan jumlah Industri Mikro dan Kecil (IMK) yang menggunakan e-commerce, kredit, partnership, training, dan inflasi terhadap pendapatan di Indonesia pada tahun 2017-2020.Keterbaruan dalam penelitian ini adalah variabel ekonomi digital yang diproyeksikan dengan memperhitungkan jumlah IMK yang menggunakan pemasaran di pasar online atau e-commerce. Selain itu, penelitian ini menggunakan objek Industri Mikro dan Kecil (IMK) di seluruh Provinsi di Indonesia yangmana penelitian sebelumnya masih sangat jarang diteliti. Jenis dari penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis data panel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ekonomi digital, kredit, dan training berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan IMK di Indonesia. Sedangkan partnership dan inflasi tidak berpengaruh terhadap pendapatan IMK di Indonesia. Hasil ini mengimplikasikan bahwa, 1) Penggunaan ekonomi digital perlu disosialisasikan lebih masif; 2) Prosedur dalam mengakses kredit harus lebih disederhanakan dengan tetap mempertimbangkan segala resiko di masa mendatang, 3) Memberikan pendidikan dan pelatihan yang memadai dan sesuai dengan tuntutan pekerjaannya, 4) Pelaku IMK yang belum bermitra diharapkan untuk memikirkan kembali keuntungan yang diperoleh jika menjalin kemitraan, 5) Pemerintah harus siap dan siaga dalam setiap kondisi untuk menyeimbangkan kehidupan masyarakat bernegara meskipun inflasi sedang tidak stabil. | This study aims to determine the effect of the digital economy projected by the number of Micro and Small Industries (IMK) using e-commerce, credit, partnerships, training, and inflation on income in Indonesia in 2017-2020. The novelty in this study is the digital economy variable which is projected by taking into account the number of IMKs who use marketing in the online market or e-commerce. In addition, this study uses the object of Micro and Small Industries (IMK) in all provinces in Indonesia, where previous research is still very rarely studied. The type of this research is descriptive quantitative using panel data analysis. The results of this study show that the digital economy, credit, and training have a positive and significant impact on IMK income in Indonesia. Meanwhile, partnership and inflation have no effect on IMK income in Indonesia. These results imply that, 1) The use of the digital economy needs to be socialized more massively; 2) Procedures in accessing credit must be simplified by taking into account all future risks, 3) Providing adequate education and training in accordance with the demands of their work, 4) IMK actors who have not partnered are expected to rethink the benefits of establishing a partnership, 5) The government must be ready and alert in every condition to balance the life of the people of the state even though inflation is unstable. | |
| 34606 | 37497 | F1D016025 | PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI BANYUMAS TAHUN 2018 DI KELURAHAN PABUWARAN, KECAMATAN PURWOKERTO UTARA, KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul “Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas Tahun 2018 di Kelurahan Pabuwaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2018 di Kelurahan Pabuwaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas dan kendala apa saja yang dihadapi masyarakat di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah berbagai pendekatan yang dilakukan oleh partisipasi politik masyarakat Kelurahan Pabuaran pada pilbup mencapai 75,52%. Kelurahan Pabuaran menduduki urutan ke-7 atau paling akhir untuk tingkat Kecamatan Purwokerto Utara meskipun sudah dilakukan berbagai macam strategi untuk meningkatkan tingkat partisipasi politik masyarakat yang dilakukan oleh Tokoh Masyarakat, Tim Sukses Achmad Husein – Sadewo, Pengurus PDIP, Tokoh Perempuan, KPPS Kelurahan Pabuwaran dan Perwakilan dari KPU Banyumas yaitu telah melakukan sosialisasi, mengajak masyarakat untuk memilih salah satu pasangan calon, melakukan kampanye, dialog, dan lainnya dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat di Kelurahan Pabuwaran. Adapun kendala yang dihadapi dalam partisipasi politik masyarakat di Kelurahan Pabuwaran yaitu kurang paham terkait kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyumas; Kurangnya sosialisasi kepada masyarakat untuk ikut memilih pada saat Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas; Adanya pekerja yang melakukan pekerjaannya di luar kota sehingga tidak dapat meninggalkan pekerjaan pada saat Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas; Masih ada masyarakat yang kurang peduli terhadap Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas karena merasa kecewa, tidak mendengar aspirasi masyarakat dan tidak merangkul masyarakat kecil; Sebagian masyarakat di Kelurahan Pabuwaran adalah pendatang yang hanya bekerja dibidang swasta, mempunyai bisnis, dan masih ada beberapa masyarakat yang belum percaya kepada kedua calon bupati. | This research is entitled "Public Political Participation in the Election of Regent and Deputy Regent of Banyumas in 2018 in Pabuwaran Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency". The purpose of this study is to explain about Community Political Participation in the Election of Regents and Deputy Regents in 2018 in Pabuwaran Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency and what obstacles are faced by the community in Pabuaran Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency in the Election of Regent and Deputy Regent. Regent of 2018. The method used in this study is a qualitative research method. The approach used is a case study approach. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, observation and documentation. The results of this study are the various approaches taken by the political participation of the Pabuaran Village community in the Pilbup reaching 75.52%. Pabuaran Village ranks 7th or last for North Purwokerto Regency although various strategies have been carried out to increase the level of community political participation carried out by Community Leaders, Achmad Husein – Sadewo Success Team, PDIP Management, Women Leaders, Pabuwaran Village KPPS and Representatives from KPU Banyumas has carried out socialization, inviting the public to choose one candidate pair, conducting campaigns, dialogues, and others in increasing the political participation of the people in Pabuwaran Village. Obstacles faced in community political participation in Pabuwaran Village are the lack of understanding of the two pairs of candidates for Regent and Deputy Regent of Banyumas; Lack of socialization to the public to participate in the election of the Regent and Deputy Regent of Banyumas; there are workers who carry out their work outside the city so that they cannot leave their work during the election of the Regent and Deputy Regent of Banyumas; There are still people who do not care about the election of the Regent and Deputy Regent of Banyumas because they feel disappointed, do not hear the aspirations of the community and do not embrace the small community; Most of the people in Pabuwaran Village are immigrants who only work in the private sector, have businesses, and there are still some people who do not believe in the two candidates for regent. | |
| 34607 | 38182 | A1A018037 | FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KEDELAI IMPOR PADA PERAJIN TAHU DI DESA KALISARI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Desa Kalisari merupakan sentra produksi tahu di Kabupaten Banyumas. Bahan baku pembuatan tahu adalah kedelai impor asal Amerika Serikat. Permintaan kedelai impor pada perajin tahu dipengaruhi oleh faktor sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui karakteristik perajin tahu di Desa Kalisari, (2) menganalisis adanya pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi terhadap permintaan kedelai impor pada perajin tahu di Desa Kalisari, (3) mengetahui tingkat elastisitas pada permintaan kedelai impor perajin tahu di Desa Kalisari. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas pada tahun 2022. Metode penelitian menggunakan metode survei. Teknik pengambilan data menggunakan Simple Random sampling dan diperoleh sebanyak 60 perajin tahu. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda dan elastisitas permintaan. Penelitian menunjukkan karakteristis perajin tahu di Desa Kalisari sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, tergolong dalam usia produktif 15 sampai 65 tahun, berpendidikan SD, penggunaan kedelai impor sebagai bahan baku tahu skala menengah yaitu 640 sampai 2.521 kg per bulan, pengalaman usaha antara 20 sampai 38 tahun, frekuensi pembelian kedelai yaitu 9 sampai 28 kali per bulan dengan rata-rata pendapatan usaha bersih perajin tahu diperoleh sebesar Rp 6.408.418 selama periode satu bulan. Faktor- faktor yang mempengaruhi permintaan kedelai impor perajin tahu di Desa Kalisari adalah harga kedelai lokal, pendapatan usaha bersih dan kualitas kedelai. Elastisitas permintaan harga kedelai impor bersifat inelastis dengan nilai 0,05 dan elastisitas silang menunjukkan bahwa kedelai lokal merupakan barang pelengkap kedelai impor. | Kalisari Village is a tofu production center in Banyumas regency. The raw material for tofu is imported from the United States. The demand for imported soybeans on tofu producers is influenced by social and economic factors. This research aims to: (1) find out the characteristics of the tofu producers in Kalisari Village, (2) analyze the influence of socio-economic factors on the demand for imported soybeans in tofu producers in Kalisari Village, (3) find out the level of elasticity in the demand for imported soybeans in tofu producers in Kalisari Village. The research was conducted in Kalisari Village, Cilongok District, Banyumas Regency in 2022. The research method used a survey method. The sampling method was used simple random sampling and obtained as many as 60 respondents of tofu producers. The data analysis method used is descriptive analysis, multiple linear regression analysis and elasticity of demand. The results showed that the characteristics of tofu producers in Kalisari Village were mostly male, belonged to the productive age of 15 to 65 years, elementary school education, the use of medium-scale imported soybeans was 640 to 2,521 kg per month, the producers business experience between 20 to 38 years, the frequency of soybean purchases is 9 to 28 times per month with an average net income of tofu producers obtained by Rp 6.408.418 over a period of one month. The factors that influence the demand for imported soybeans by tofu producers in Kalisari Village are the price of local soybeans, net income and soybean quality. The elasticity of demand for imported soybeans is inelastic with a value of 0,05 and cross elasticity indicates that local soybeans are complementary for imported soybeans. | |
| 34608 | 37499 | A1H020006 | Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pupuk NZEO-SR Plus Terhadap Sifat KImia Tanah, Serapan Si Oleh Tanaman dan Bobot Segar Jagung Manis Di Tanah Inceptisol Pliken | Pupuk NZEO-SR Plus diketahui dapat meningkatkan sifat kimia tanah, serapan Si oleh tanaman dan bobot segar jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk NZEO-SR Plus terhadap sifat kimia tanah, serapan Si, bobot segar jagung manis dan mengetahui interaksi jarak tanam dan dosis NZEO-SR Plus terhadap sifat kimia tanah, serapan Si oleh tanaman dan bobot segar jagung manis di Inceptisol Pliken. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai dengan Februari 2022 di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Laboratorium Agronomi dan Holtikultura, serta Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas 2 faktor dengan 3 ulangan, Faktor pertama adalah dosis pupuk N yang terdiri dari 5 taraf yaitu D0 0 kg N/ha; D1 50 kg N/ha; D2 100 kg N/ha; D3 150 kg N/ha; D4 200 kg N/ha dan faktor kedua adalah jarak tanam yang terdiri dari 2 taraf yaitu J1 75x20 cm2 dan J2 50x20 cm2, sehingga banyaknya perlakuan yang dicobakan ada sebanyak 2 x 5 = 10 kombinasi. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak 3 ulangan, sehingga petak lahan yang digunakan sebanyak 10 x 3 = 30 petak percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk NZEO-SR Plus tidak dapat meningkatkan pH KCl, DHL, N-tersedia, KTK, Si-tersedia tanah, serapan Si oleh tanaman, tetapi dapat meningkatkan bobot segar jagung manis. Pengaturan jarak tanam 75x20 cm2 dan 50x20 cm2 tidak memberikan pengaruh terhadap pH KCl, DHL, N-tersedia, KTK, Si-tersedia tanah, serapan Si oleh tanaman dan bobot segar jagung manis. Tidak terdapat interaksi antara jarak tanam dan dosis pupuk NZEO-SR Plus terhadap pH KCl, DHL, N-tersedia, KTK, Si-tersedia tanah, serapan Si oleh tanaman dan bobot segar jagung manis. | NZEO-SR Plus fertilizer is known to improve soil chemical properties, Si uptake by plants and fresh weight of sweet corn. This study aimed to determine the effect of spacing and dose of NZEO- SRPlus fertilizer on soil chemical properties, Si uptake, and fresh weight of sweet corn and to determine the interaction of spacing and dose of NZEO-SRPlus on soil chemical properties, Si uptake by plant, and fresh weight of sweet corn. in Inceptisol Pliken. This research was conducted from October 2021 to February 2022 in Pliken Village, Kembaran District, Banyumas Regency, Agronomy and Horticulture Laboratory, and Laboratory of Soil and Land Resources, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research was conducted with a Ccompletely Randomized Block Design (CRBD) consisting of 2 factors with 3 replications, the first factor is the dose of N fertilization, which consists of 5 levels, namely D0 0 kg N/ha; D1 50 kg N/ha; D2 100 kg N/ha; D3 150 kg N/ha; D4 200 kg N/ha and the second factor is the spacing of the plants, which consists of 2 levels, namely J1 75x20 cm2 and J2 50x20 cm2, so that the number of treatments tried is 2 x 5 = 10 combinations. Each treatment was carried out in 3 replications, so that the plots of land used were 10 x 3 = 30 experimental plots. The results of this study showed that the application of NZEO-SR Plus fertilizer could not increase the pH of KCl, EC, N-available, CEC, soil-available Si, Si uptake by plants, but significantly increased the fresh sweet corn's weight. The spacing settings of 75x20 cm2 and 50x20 cm2 did not affect the pH of KCl, EC, N- available, CEC, Si-available soil, Si uptake by plants and the weight of the fresh sweet corn. There was no interaction between spacing and dose of NZEO-SR Plus fertilizer on pH KCl, EC, N- available, CEC, Si-available soil, Si uptake by plants and the weight of the fresh sweet corn. | |
| 34609 | 37500 | E1A018371 | IMPLEMENTASI RESTORATIVE JUSTICE DALAM PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DI WILAYAH HUKUM POLDA METRO JAYA (Studi Kasus Di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya) | Pendekatan restorative justice dalam penyelesaian perkara pidana dianggap sebagai suatu metode baru. Sejalan dengan perkembangan paradigma baru dalam hukum pidana maupun sistem peradilan pidana modern di Indonesia yang menggunakan pendekatan Restorative Justice menjadi suatu konsep yang ada didalamnya. Salah satu tindak pidana yang sangat meresahkan masyarakat sekarang ini adalah tindak pidana pencurian. Para pelaku tindak pidana pencurian melancarkan aksinya dimanapun dan kapanpun dan sering memanfaatkan kelengahan atau kelalaian korbannya. Sehingga Kepolisian diharapkan dapat mengikuti perkembangan zaman terhadap tugas dan fungsi Kepolisian dalam pencegahan, penyelidikan, penyidikan dan penindakan para pelaku kejatan harus pula dilakukan dengan cara-cara modern guna memenuhi tuntutan dan kebutuhan di zaman ini. Polri dianggap perlu mengambil langkah penerapan prinsip restorative justice. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis sosiologis dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Analisis yang dilakukan dengan cara membahas dan menganalisis sumber data primer yang diperoleh langsung dilapangan dan data sekunder yang diperoleh dengan berlandaskan pada peraturan perundang-undangan, doktrin, yurispudensi, norma-norma hukum atau kaidan yang berkaitan dengan pokok permasalahan. Penerapan restorative justice, khususnya bagi penyidik diharapkan mempunyai standar operasional prosedur yang akan dijadikan pedoman dalam penyelesaian perkara tindak pidana pencurian. Diharapkan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk dapat lebih memahami tugas dan fungsi yang diberikan terhadap penegakan hukum dengan memperhatikan asas hukum dan mempertimbangkan peraturan hukum. Diharapkan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk lebih meningkatkan kegiatan sosialisasi terkait dengan adanya restorative justice agar dalam penerapannya tidak terkendala, sehingga terwujudnya tujuan hukum; keadilan; kemanfaatan; dan kepastian hukum bagi Polri dalam melaksanakan tugasnya sebagai aparat penegak hukum. | The restorative justice approach to resolving criminal cases is considered a new method. In line with the development of a new paradigm in criminal law and the modern criminal justice system in Indonesia, which involves Restorative Justice, it becomes a concept in it. One of the crimes that are very disturbing to society today is the crime of theft. The perpetrators of the crime of theft carry out their actions wherever and whenever and often take advantage of the negligence or negligence of their victims. So the police are expected to be able to keep up with the times with respect to the duties and functions of the police in preventing, investigating, investigating and prosecuting the perpetrators of crimes must also be carried out in modern ways to meet the demands and needs of this era. The police are deemed necessary to take steps to apply the principles of restorative justice. This research is sociological-juridical research with a statutory approach and a conceptual approach. The analysis is carried out by discussing and analyzing primary data sources obtained directly in the field and secondary data obtained based on laws and regulations, doctrine, jurisprudence, legal norms, or rules relating to the subject matter. The application of restorative justice, especially for investigators, is expected to have standard operating procedures that will be used as guidelines in resolving cases of criminal acts of theft. It is hoped that the National Police of the Republic of Indonesia will be able to better understand the duties and functions assigned to law enforcement by taking into account legal principles and taking into account legal regulations. It is hoped that the National Police of the Republic of Indonesia will further enhance socialization activities related to the existence of restorative justice so that its implementation is not hampered and that the legal objectives are realized: justice; benefit; and legal certainty for the police in carrying out their duties as law enforcement officers. | |
| 34610 | 37501 | A1H020003 | Pengaruh Waktu Pemberian Dan Dosis Pupuk NZEO-SRPlus Terhadap Sifat Kimia Tanah, Serapan N Dan Hasil Tanaman Jagung | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemberian dan dosis pupuk NZEO-SRPlus terhadap sifat kimia tanah, serapan N oleh tanaman dan hasil tanaman jagung dan mengetahui adanya interaksi antara waktu pemberian dan dosis pupuk NZEO-SRPlus terhadap sifat kimia tanah, serapan N oleh tanaman dan hasil tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan November 2021 sampai dengan Februari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas 2 faktor dan 3 ulangan faktor pertama adalah waktu pemberian yang teridiri atas 2 taraf dan faktor kedua adalah dosis pupuk NZEO-SRPlus yang teridir atas 5 taraf. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaturan waktu pemberian tidak memberikan pengaruh terhadap sifat kimia tanah, serapan N oleh tanaman dan hasil tanaman jagung. Pemberian dosis pupuk NZEO-SRPlus tidak memberikan pengaruh terhadap K-total tanah, tetapi dapat meningkatkan pH KCl, N-total, P-total tanah, serapan N oleh tanaman dan hasil tanaman jagung secara sangat nyata. Tidak terdapat interaksi antara waktu pemberian dan dosis pupuk NZEO-SRPlus terhadap sifat kimia tanah, serapan N oleh tanaman dan hasil tanaman jagung. | This study aims to determine the effect of time and dose of NZEO-SRPlus fertilizer on soil chemical properties, N uptake by plants and maize yields and to determine the interaction between time of application and dose of NZEO-SRPlus fertilizer on soil chemical properties, N uptake by plants and maize yields. The study was carried out from November 2021 to February 2022. This study used a Completely Randomized Block Design (CRBD) consisting of 2 factors and 3 replications. The first factor was the time of administration which consisted of 2 levels and the second factor was the dose of NZEO-SRPlus fertilizer which consisted of 5 level. The results of this study showed that the timing of administration did not affect the chemical properties of the soil, N uptake by plants and maize yields. Dosage of NZEO-SRPlus fertilizer had no effect on K-total soil, but it could increase pH (KCl), total N, total-P, N uptake by plants and maize yields very significantly. There was no interaction between the time of application and the dose of NZEO-SRPlus fertilizer on soil chemical properties, N uptake by plants and maize yields. | |
| 34611 | 37390 | C1B015082 | PENGARUH KUALITAS WEBSITE (WEBQUAL) 4.0 TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DENGAN GENDER SEBAGAI PEMODERASI (Survei pada Konsumen E-Commerce Lazada di Purwokerto) | Penelitian ini untuk menguji pengaruh kualitas website (Webqual) 4.0 terhadap kepuasan konsumen dengan mengembangkan model penelitian sebelumnya melalui penambahan variabel gender sebagai pemoderasi terhadap konsumen e-Commerce Lazada di Purwokerto. WebQual 4.0 merupakan hasil analisis dan evaluasi dari WebQual 3.0 yang membawa pada identifikasi tiga dimensi dari kualitas website e-commerce, yaitu kemudahan penggunaan (usability quality), kualitas informasi (information quality) dan kualitas layanan interaksi (service interaction quality). Objek penelitian ini adalah kemudahan penggunaan, kualitas informasi dan kualitas interaksi layanan sebagai variabel bebas (X), gender sebagai variabel pemoderasi (Z) dan kepuasan konsumen sebagai variabel terikat (Y). Variabel-variabel penelitian ini diukur menggunakan skala Likert. Hasil penelitian ini adalah variabel kemudahan penggunaan , kualitas informasi dan kualitas layanan interaksi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan konsumen. Adanya peran gender sebagai moderasi hanya mempengaruhi variabel kemudahan penggunaan terhadap kepuasan konsumen, tidak memoderasi variabel kualitas informasi dan kualitas interaksi layanan terhadap kepuasan konsumen. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kepuasan para konsumen, pihak manajemen e-commerce Lazada perlu memprioritaskan kebijakan yang terkait dengan kemudahan penggunaan, kualitas informasi dan kualitas interaksi layanan. menyediakan informasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna website Lazada, menerapkan aturan dan prosedur belanja yang mudah dipahami serta mampu memberikan kenyamanan bagi konsumen dalam melakukan belanja secara online, menyediakan forum diskusi dan interaksi bagi para pengguna maupun pelanggan dalam website resmi Lazada agar keluhan konsumen dapat diverifikasi oleh pihak manajemen, serta meningkatkan perasaan aman kepada para pengguna dalam melakukan transaksi melalui website resmi Lazada. | This study is to examine the effect of website quality (Webqual) 4.0 on consumer satisfaction by developing a previous research model through the addition of a gender variable as a moderator for Lazada e-Commerce consumers in Purwokerto. WebQual 4.0 is the result of analysis and evaluation of WebQual 3.0 which leads to the identification of three dimensions of e-commerce website quality, namely usability quality, information quality and service interaction quality. The object of this research is ease of use, quality of information and quality of service interaction as independent variables (X), gender as moderating variable (Z) and consumer satisfaction as dependent variable (Y). The variables of this study were measured using a Likert scale. The results of this study are the variables of ease of use, quality of information and quality of interaction services have a significant influence on customer satisfaction. The existence of a gender role as a moderator only affects the ease of use variable on consumer satisfaction, does not moderate the information quality and service interaction quality variables on customer satisfaction. The implications of this research are expected to be used to increase consumer satisfaction, Lazada's e-commerce management needs to prioritize policies related to ease of use, quality of information and quality of service interaction. providing information relevant to the needs of Lazada website users, applying shopping rules and procedures that are easy to understand and able to provide convenience for consumers in doing online shopping, providing discussion and interaction forums for users and customers on the official Lazada website so that consumer complaints can be verified by management, as well as increasing the feeling of security for users in conducting transactions through the official Lazada website. | |
| 34612 | 38208 | C1C018028 | PENGARUH LITERASI KEUANGAN, MODAL MINIMAL INVESTASI dan RISIKO TERHADAP MINAT MAHASISWA BERINVESTASI di PASAR MODAL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, modal minimal investasi dan risk terhadap minat mahasiswa berinvestasi di pasar modal. Penelitian ini menggunakan data primer dari mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Pengumpulan data menggunakan purposive sampling dan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner online kepada responden yang merupakan mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman, sehingga menghasilkan sampel penelitian yang terdiri dari 100 mahasiswa. Pada penelitian ini, teknis analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa: (1) literasi keuangan berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa berinvestasi di pasar modal; (2) modal minimal berpengaruh negatif terhadap minat mahasiswa berinvestasi di pasar modal; (3) risiko berpengaruh negatif terhadap terhadap minat mahasiswa berinvestasi di pasar modal. Implikasi pada penelitian ini yaitu terdapat implikasi praktis menjelaskan secara empiris mengenai behaviour attitude, subjective norms dan perceived behaviour control yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam melakukan investasi dan dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya yang menggunakan Theory of lanned Behaviour dalam pembahasan minat investasi yang dilakukan oleh mahasiswa. Implikasi teoritis yaitu bagi Pemerintah juga bisa berperan aktif untuk meningkatkan literasi keuangan dengan bekerjasama melalui perguruan tinggi untuk melakukan edukasi terkait produk-produk keuangan atau membangun galeri investasi pada perguruan tinggi yang belum mempunyai agar minat masyarakat khusunya mahasiswa dalam berinvestasi meningkat. | This study aims to determine the effect of financial literacy, minimum investment capital and risk on student interest in investing in the capital market. This study uses primary data from students at the Faculty of Economics and Business, Jenderal Sudirman University. Data was collected using purposive sampling and was carried out by distributing online questionnaires to respondents who were students at the Faculty of Economics and Business, Jenderal Sudirman University, resulting in a research sample consisting of 100 students. In this study, the data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of the study state that: (1) financial literacy has a positive effect on student interest in investing in the capital market; (2) minimal capital has a negative effect on student interest in investing in the capital market; (3) risk has a negative effect on student interest in investing in the capital market. The implication of this study is that there are practical implications to explain empirically about behavior attitude, subjective norms and perceived behavior control that affect student interest in investing and can be used as a reference for further research using Theory of Lanned Behavior in discussing investment interests made by students. The theoretical implication is that the Government can also play an active role in improving financial literacy by collaborating through universities to provide education related to financial products or building investment galleries at universities that do not yet have so that public interest, especially students, in investing increases. | |
| 34613 | 37503 | I1E016019 | BUMI PERKEMAHAN KENDALISADA SEBAGAI PRASARANA PEMBELAJARAN AKTIVITAS LUAR KELAS | Latar Belakang: Di wilayah Banyumas terdapat Bumi Perkemahan Kendalisda dapat digunakan sebagai prasarana pendidikan aktivitas luar kelas. Metodologi: : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di wilayah Bumi Perkemahan kendalisada kalibagor. Sampel penelitian berjumlah 4 guru pendidikan jasmani dan 9 siswaSMA/Sederajat di sekitar wilayah Bumi Perkemahan Kendalisada, cara pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil Penelitian: penggunaan Bumi Perkemahan Kendalisada sebagai prasarana pembelajaran luar kelas, siswa lebih merasakan kesenangan belajar sehingga lebih termotivasi dalam kegiatan pembelajaran. Bumi Perkemahan Kendalisada juga sangat bermanfaaat karena dapat menambah wawasan tentang betapa pentingnya pembelajaran yang dilakukan di tempat yang berbeda, siswa dapat mengetahui tentang alam sekitar seperti tumbuh-tumbuhan yang ada didalamnya. Selain itu, siswa juga dapat menikmati suasana wilayah yang luas dan pepohonan yang rindang, udara yang masih asri. Kesimpulan: Faktor penghambat Bumi Perkemahan Kendalisada yaitu keamanan, belum adanya pembatas yang permanen antara tanah milik warga dengan tanah milik Bumi Perkemahan Kendalisada. Serta sumber air yang masih relatif kurang 2) Faktor pendukung Bukit Perkemahan Kendalisada yaitu fasilitas yang cukup baik, jarak yang tidak terlalu jauh dari sekolah, luas wilayah yang memadai dan pepohonan yang rindang, serta Hal ini bisa memicu minat dan memotivasi peserta didik untuk belajar. 3) Bumi Perkemahan Kendalisada berpotensi untuk dijadikan sebagai prasarana pembelajaran luar kelas. Melalui Bumi Perkemahan Kendalisada siswa dapat mengetahui betapa pentingnya pembelajaran luar kelas agar siswa dapat termotivasi dan tidak jenuh terhadap pembelajaran. | Background : In the Banyumas area there is a Kendalisda Campground that can be used as an educational infrastructure for out-of-class activities. Methode: This study used descriptive qualitative method. The research was carried out in the area of the Controlsada Campground, Kalibagor. The research sample consisted of 4 physical education teachers and 9 high school/equivalent students around the Kendalisada Campground area. The data were collected using purposive sampling and snowball sampling. Results: using Kendalisada Campground as a learning infrastructure outside the classroom, students feel more pleasure in learning so they are more motivated in learning activities. Kendalisada Campground is also very useful because it can add insight into how important learning is done in different places, students can know about the natural surroundings such as the plants that are in it. In addition, students can also enjoy the atmosphere of a large area and shady trees, the air is still beautiful. Conclusion:. The inhibiting factors for Kendalisada Campground are security, there is no permanent barrier between land owned by residents and land owned by Kendalisada Campground. As well as water sources that are still relatively lacking 2) Supporting factors for Kendalisada Campground Hill are quite good facilities, not too far from the school, adequate area and shady trees, and this can trigger interest and motivate students to learn. 3) Kendalisada Campground has the potential to be used as learning infrastructure outside the classroom. Through Kendalisada Campground, students can find out how important learning outside the classroom is so that students can be motivated and not bored with learning. | |
| 34614 | 37504 | L1C015040 | FORAMINIFERA BENTIK BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN TELUK PENYU CILACAP | Foraminifera bentik merupakan organisme bersel tunggal (Protista) dan bercangkang (test). Cangkang foraminifera terbentuk dari bahan organik CaCO3 sehingga banyak digunakan sebagai bioindikator perairan karena keberadaannya bisa bertahan lama pada sedimen. Keberadaan foraminifera bentik di wilayah Perairan Teluk Penyu, Cilacap dapat digunakan sebagai penanda kondisi lingkungan perairan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2019 dengan tujuan untuk mengetahui keberadaan spesies foraminifera bentik serta kehadiran spesies foraminifera bentik yang merupakan bioindikator kualitas perairan di Perairan Teluk Penyu Cilacap. Metode penelitian dilakukan dengan metode survey dimana objek penelitian berupa sedimen dan air laut dari 6 stasiun di wilayah Teluk Penyu Cilacap. Hasil identifikasi foraminifera ditemukan sebanyak 16 spesies dari 11 genus, 8 famili, 2 ordo dari 2 kelas dengan total individu sebanyak 1478 individu. Spesies foraminifera bentik yang ditemukan sebagai bioindikator kualitas perairan adalah Asterigerinoides guerichi, Pyrgo depressa, Pyrgo lucernula, Quinqueloculina auberiana, Quinqueloculina seminulum, Astrononion umbilicatum, dan Sogmoilopsis schlumbergeri. Berdasarkan hasil temuan spesies foraminifera yang merupakan bioindikator kualitas perairan memperlihatkan bahwa kualitas perairan di wilayah Teluk Penyu Cilacap tergolong memiliki kualitas yang baik. | Foraminifera is a shelled (test) single cell organism (Protista) made by CaCO3 organic compounds that widely used as a bioindicator of waters because its presence can last a long time in sediments. The existence of benthic foraminifera in Teluk Penyu, Cilacap is a recognition as a marker of environmental aquatic condition its surrounding area. The research about benthic foraminifera as bioindicator in December 2019 is intended to knowing the existence of benthic foraminifera and the presence benthic foraminifera species as the water quality bioindicator in Teluk Penyu Cilacap. Survei methods was conducted in this research with sea waters and sediments from six different location in Teluk Penyu Cilacap area as the objects. Identification process obtained 16 species, with 11 genus, 8 family, 2 ordo from 2 different classes with the total of 1478 individus. Benthic foraminifera spesies which are as the bioindicators of water quality are Asterigerinoides guerichi, Pyrgo depressa, Quinqueloculina auberiana, Astrononion umbilicatum, Sogmoilopsis schlumbergeri, Pyrgo lucernula, Quinqueloculina seminulum. Based on the founded foraminifera species as water quality bioindicator shows that the water quality in Teluk Penyu, Cilacap still qualified in a good quality | |
| 34615 | 37505 | A1A115040 | ANALISIS USAHA GULA KELAPA CETAK DI UD.NGUDI LESTARI KECAMATAN KEBASEN KEBUPATEN BANYUMAS | Agroindustri adalah cabang sektor industri pengolahan yang menggunakan output sektor pertanian untuk bahan baku utamanya. Salah satu komoditas pertanian yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan adalah komoditi kelapa. Salah satu agroindustri yang mengolah komoditi kelapa menjadi gula kelapa di Kabupaten Banyumas adalah UD. Ngudi Lestari. Metode yang dipakai pada penelitian ini yaitu studi kasus. Penelitian dilaksanakan di UD. Ngudi Lestari, Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, sejak 7 Mei sampai 5 Juni 2022. Analisis yang dipakai untuk mengukur kelayakan usaha gula kelapa yaitu analisis biaya, penerimaan, keuntungan, R/C ratio dan Break Even Point(BEP). Hasil perhitungan analisis kelayakan usaha pada agroindustri gula kelapa UD. Ngudi Lestari 1 dan UD. Ngudi Lestari 2 yaitu diketahui biaya tetap sebesar Rp2.645.171,00 dan Rp892.605,00, biaya variabel sebesar Rp771.884.250,00 dan Rp298.967.000, biaya total sebesar Rp774.529.421,00 dan Rp299.859.605,00, penerimaan sebesar Rp810.018.000 dan Rp324.306.000 serta keuntungan sebesar Rp35.488.579,00 dan Rp24.446.395,00. Kemudian, untuk menilai agroindustri ini layak atau tidak dikembangkan maka dilihat dari nilai R/C ratio dan Break Even Point. Nilai R/C ratio UD. Ngudi Lestari 1 dan UD. Ngudi Lestari 2 diperoleh sebesar 1,04 dan 1,08. Nilai R/C ratio yang lebih dari satu berarti agroindustri ini layak untuk dikembangkan. Hasil perhitungan BEP produksi UD. Ngudi Lestari 1 dan UD. Ngudi Lestari 2 sebesar 3.122,988 kg dan 634,854 kg, BEP harga Rp17.211,00 dan Rp16.643,00 dengan BEP penerimaan sebesar Rp52.903,00 dan Rp11.157.562,00. Nilai rentabilitas yang diperoleh UD. Ngudi Lestari 1 dan UD. Ngudi Lestari 2 sebesar 4,5 persen dan 8,1 persen. | Agroindustry is a branch of the manufacturing industry sector that utilizes the output of the agricultural sector as its main raw material. One of agricultural commodities in Indonesia which has great potential to be developed is coconut commodity. Agroindustry which process coconut commodity become palm sugar product in Banyumas Regency one of them is UD. Ngudi Lestari. The method used in this research is a case study. This research was did in UD. Ngudi Lestari Kalisalak Village, district of Kebasen, Banyumas Regency, Mey 7 to June 5, 2022. Analytical methods used to determine palm sugar business feasibility are cost analysis, revenue, profit, R/C ratio, Break Even Point (BEP), and profitability. Result of calculation of business feasibility analysis on palm sugar agroindustry UD. Ngudi Lestari 1 and UD. Ngudi Lestari 2 is known that the fixed cost of Rp2.645.171,00 and Rp892.605,00, variable cost of Rp771.884.250,00 and Rp298.967.000,00 total cost of Rp 774.529.421,00 and Rp 299.859.605,00, revenue of Rp810.018.000 and Rp 324.306.000 and also profit of Rp35.488.579,00 and Rp24.446.395,00. Then, to know the agroindustry is feasible or not developed can be seen from the value of R/C ratio and Break Even Point. The value of R/C ratio UD. Ngudi Lestari 1 and UD. Ngudi Lestari 2 is 1,04 and 1,08. The value of R/C ratio more than one means that this agroindustry is feasible to be developed. The calculation result for BEP of production UD. Ngudi Lestari 1 and UD. Ngudi Lestari 2 is 3.122,988 kg and 634,854 kg of palm sugar an d BEP of price at Rp17.211,00 and Rp16.643,00 with BEP of revenue at Rp52.903,00 and Rp11.157.562,00. The value of economic profitability UD. Ngudi Lestari 1 and UD. Ngudi Lestari 2 is amounted 4,5 percent and 8,1 percent. | |
| 34616 | 37506 | I1C016056 | Hubungan Karakteristik Caregiver Dengan Pengetahuan Terkait Antibiotik Pada Pasien Anak di Puskesmas Purwokerto Utara 1 | Latar Belakang: Penyakit infeksi merupakan penyakit yang mudah menyerang anak yang disebabkan oleh bakteri, banyaknya kasus penggunaan antibiotik yang tidak tepat juga sangat berkontribusi terhadap penyalahgunaan antibiotik pada anak. Pengetahuan antibiotik dan karakteristik caregiver merupakan faktor penting dalam keputusan penggunaan antibiotik. Caregiver adalah orang yang bertanggung jawab untuk perawatan langsung dalam semua situasi saat pasien kambuh atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan caregiver, karakteristik caregiver, dan mengetahui hubungan karakteristik caregiver dengan pengetahuan penggunaan antibiotik pada anak di Puskesmas Purwokerto Utara 1. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan pendekatan cross-sectional selama 14 hari pada tanggal 8 – 22 Februari 2022 dengan jumlah 37 responden caregiver. Pengambilan skor pengetahuan antibiotik diukur menggunakan kuesioner. Hasil data hubungan karakteristik caregiver dengan pengetahuan caregiver diuji menggunakan Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil interpretasi pengetahuan terkait antibiotik dengan persentase 16,21% caregiver memiliki tingkat pengetahuan baik, 24,32% caregiver memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, dan 59,45% caregiver memiliki tingkat pengetahuan yang buruk. Hasil uji hipotesis hubungan karakteristik caregiver dengan pengetahuan caregiver menggunakan uji chi-square tidak memenuhi syarat, maka pengambilan keputusan berpedoman pada nilai/angka yang terdapat pada hasil Uji Fisher Exact Test menunjukkan hubungan hanya terdapat pada pendidikan dengan nilai p value <0,05 yaitu 0,021 Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan karakteristik caregiver hanya terdapat pada karakteristik pendidikan. | Background: Infectious diseases are diseases that easily attack children caused by bacteria, the number of cases of inappropriate use of antibiotics also greatly contributes to the misuse of antibiotics in children. Antibiotic knowledge and caregiver characteristics are important factors in the decision to use antibiotics. The caregiver is the person who is responsible for direct care in all situations when the patient has a relapse or not. This study aims to determine caregiver knowledge, and caregiver characteristics, and determine the relationship between caregiver characteristics and knowledge of the use of antibiotics in children at Puskesmas Purwokerto Utara 1 Methods: This research is a purposive sampling technique for 14 days on 8 – 22 February 2022 with 37 caregiver respondents. Taking antibiotic knowledge scores was measured using a questionnaire. Data on the relationship between caregiver knowledge and caregiver characteristics were tested using Chi-Square. Research Results: The results of the interpretation of knowledge related to antibiotics with a percentage of 16.21% of caregivers have a good level of knowledge, 24.32% of caregivers have a sufficient level of knowledge, and 59.45% of caregivers have a poor level of knowledge. The results of the hypothesis test of the relationship between caregiver characteristics and caregiver's knowledge using the chi-square test do not meet the requirements, so decision-making is guided by the values / numbers contained in the results of the Fisher Exact Test. Conclusion: There is a relationship between knowledge and caregiver characteristics, only on education characteristics. Keywords: Antibiotics, Caregiver, Characteristic, Knowledge of antibiotics. | |
| 34617 | 37498 | C1H017043 | Cross-Cultural Leadership between Japanese and French Companies: Case Study of Carlos Ghosn at Renault-Nissan. | Dalam lingkungan bisnis global yang terus berubah, multikulturalisme dan keragaman menjadi topik diskusi penting bagi organisasi dan komunitas. Kompetensi lintas budaya bagi para pemimpin bisnis internasional telah menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi di era globalisasi. Studi ini mengkaji hubungan antara kepemimpinan dan kekompakan tim dalam budaya masyarakat yang berbeda. Kami mengharapkan efek langsung dari budaya masyarakat pada kepemimpinan dan kekompakan tim, serta efek moderasi budaya pada hubungan antara kepemimpinan dan kekompakan. Dalam kasus Carlos Ghosn, beberapa analis industri mengungkapkan bahwa ada ketidaksesuaian budaya kepemimpinan Prancis (Barat) dengan budaya kerja Jepang (Asia). Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab Carlos Ghosn menghadapi persoalan perbedaan budaya antara Renault dan Nissan. Sehubungan dengan hal tersebut, organisasi harus memiliki komitmen untuk melatih dan mempersiapkan pemimpin yang ditugaskan untuk bekerja di luar negeri. Namun, keberhasilan ini akan tergantung pada kemampuan individu pemimpin untuk beradaptasi dengan budaya lokal yang tercermin dalam interaksi yang harmonis antara pemimpin asing dan pegawai dalam negeri untuk mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan. | In a constantly changing global business environment, multiculturalism and diversity are becoming important discussion topics for organization and community. Cross-cultural competence for international business leaders has become a non-negotiable necessity in the era of globalization. This study examines the relation between leadership and team cohesiveness in different societal cultures. We expect direct effects of societal culture on leadership and team cohesiveness, as well as a moderating effect of culture on the relationship between leadership and cohesiveness. In the case of Carlos Ghosn, some industry analysts reveal that there is a mismatch of French leadership culture (Western) with Japanese work culture (Asian). Which is this condition is become one of the reason that have caused Carlos Ghosn faced his problem in cultural difference between Renault and Nissan. In connection with this, organization should have a commitment to train and prepare leaders who are assigned to work abroad. However, this success will depend on the adaptability of individual leaders to the local culture which is reflected in the harmonious interaction between foreign leaders and domestic employees to achieve the goals of organization as a whole. | |
| 34618 | 37507 | A1A015038 | Kepuasan anggota koperasi terhadap kualitas layanan koperasi unit desa (KUD) di kabupaten banyumas (studi kasus di koperasi unit desa Aris) | Kualitas pelayanan dari pengurus menjadi salah satu faktor dalam memajukan koperasi. Dengan semakin baknya kualitas pelayanan maka secara tidak langsung membuat anggotapuas terhadap kinerja pengurus koperasi itu. Kepuasan anggota adalah suatu keadaan dimana keinginan, harapan, da kebutuhan anggota dapat dipenuhi. KUD Aris merupaka salah satu koperasi yag aktif di Kecamatan Banyumas dan dalam operasionalanya KUD Aris menunjang kebutuhan para anggotanya baik kebutuhan jasa ataupun kebutuhan produk. Keberadaan KUD Aris diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik dan sesuai dengan kebutuhan aggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui faktor pelayanan yang harus menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kepuasan anggota pada KUD Aris di Kabupaten Banyumas, dan (2) Apakah pelayanan yang diberikan KUD Aris di Kabupaten Banyumas telah memuaskan anggota. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan Mei-Juni 2022, dengan sasaran anggota KUD Aris d Kabupaten Banyumas. Perhitungan sampel menggunakan teknik purposive sampling diperoleh jumlah sebanyak 42 orang dan Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi da wawancara. Analisis data yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aspek empathy merupakan aspek yang dinilai perlu di prioritaskan oleh anggota KUD Aris, aspek ini dinilai sangat penting oleh anggota KUD Aris tetapi kinerja yang diberikan kepada anggota KUD Aris belum memuaskan. Hasil tersebut ditunjukkan dengan nilai tingkat kesesuaian dari aspek empathy yang berada pada kuadran dalam diagram kartesius, (2) Pelayanan unggul yang meliputi aspek reabilitiy, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible oleh KUD Aris Banyumas belum memuaskan harapan anggota dengan ditunjukkan nilai tingkat kesesuaian antara tingkat kepentingan dan kinerja sebesar 95 %. | The quality of service from the management is one of the factors in advancing the cooperative. With the better quality of service, it will indirectly make members satisfied with the performance of the cooperative management. Member satisfaction is a condition where the wants, hopes, and needs of members can be met. KUD Aris is one of the active cooperatives in Banyumas District and in its operations KUD Aris supports the needs of its members, both service needs and product needs. The existence of KUD Aris is expected to provide good service and in accordance with the needs of community members. This study aims to (1) Knowing the service factors that must be a top priority in increasing member satisfaction at KUD Aris in Bayumas Regency. The method used is the case study method. This research was conducted in May-June 2022, with the target of members of KUD Aris in Banyumas Regency. and (2) whether the services provided by KUD Aris in Banyumas Regency have satisfied members. The method used is the case study method. This research was conducted in May-June 2022, with the target of members of KUD Aris in Banyumas Regency. Calculation of the sample using purposive sampling technique obtained a total of 42 people and data collection was carried out by observation and interview methods. Analysis of the data used is Importance Performance Analysis (Analysis of the Level of Interest and Performance). The results showed that: (1) Empathy is an aspect that is considered to need to be prioritized by members of KUD Aris, this aspect is considered very important by members of KUD Aris but the performance given to members of KUD Aris has not been satisfactory. These results are indicated by the value of the level of conformity from the empathy aspect which is in the quadrant in the Cartesian diagram (2) Superior service which includes aspects of reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible by KUD Aris Bayumas has not satisfied the expectations of members by showing the value of the level of conformity between the level of importance and performance of 95%. | |
| 34619 | 37508 | A1A015005 | KONTRIBUSI ASOSISASI PETANI KENTANG PURBALINGGA (APKP) TERHADAP PENDAPATAN PETANI KENTANG DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang dibudidayaka di Indonesia. Desa Serang merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Karangreja dan memiliki penduduk sekitar 9.490 jiwa dengan mayoritas penduduk adalah petani. Petani kentang sepakat membentuk sebuah asosiasi yaitu Asosiasi Petani Kentang Purbalingga (APKP) pada tahun 2017 yang dipimpin oleh bapak Nuryanto. Asosiasi ini membantu petani kentang untuk meningkatkan produktivitas tanaman kentang dan pendapatan petani melalui program kerja APKP. Adapun ini dilakukan bertujuan untuk : 1) Mengetahui proses terbentuknya Asosiasi Petani Kentang (APKP) di Desa Serang Kabupaten Purbalingga. 2) Untuk mengetahui kontribusi Asosiasi Petani Kentang Purbalingga (APKP) terhadap pendapatan petani kentang dan perbandingan pendapatan petani anggota dan non anggota di Desa Serang Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan di Desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga pada bulan Desember 2021 sampai Januari 2021. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kontribusi APKP terhadap pendapatan anggota termasuk dalam kategori tinggi. Nilai kontribusi APKP yang dihasilkan yaitu 114,29% nilai ini lebih dari 66,6%. Dengan pendapatan rata-rata petani anggota APKP sebesar Rp 98.867.937,- sementara petani yang tidak tergabung dalam APKP memiliki total pendapatan sebesar Rp 86.504.765,-. Berdasarkan hasil perhitungan uji t perbedaan diketahui bahwa terdapat perbedaan antara pendapatan anggota APKP dan non anggota APKP berdasarkan hasil perhitungan yaitu nilai signifikan yaitu 0,268 artinya lebih besar dari 0,05, sehingga H0 ditolak. Kata kunci : Kontribusi, usahatani kentang, pendapatan | ABSTRACT Potato (Solanum tuberosum L.) is one of the horticultural crops cultivated in Indonesia. Serang Village is one of the villages in Karangreja District and has a population of around 9,490 people with the majority of the population being farmers. Potato farmers agreed to form an association, namely the Purbalingga Potato Farmers Association (APKP) in 2017 led by Mr. Nuryanto. This association helps potato farmers to increase potato crop productivity and farmers' income through the APKP work program. This was done with the aim of: 1) Knowing the process of forming the Potato Farmers Association (APKP) in Serang Village, Purbalingga Regency. 2) To find out the contribution of the Purbalingga Potato Farmers Association (APKP) to the income of potato farmers and the comparison of the income of member and non-member farmers in Serang Village, Purbalingga Regency. The research was carried out in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency from December 2021 to January 2021. The conclusion of the research shows that the value of APKP's contribution to member income is in the high category. The resulting APKP contribution value is 114.29%, this value is more than 66.6%. With an average income of APKP member farmers of Rp 98,867,937, - while farmers who are not members of APKP have a total income of Rp 86,504,765, -. Based on the results of the calculation of the difference t test, it is known that there is a difference between the income of APKP members and non-APKP members based on the calculation results, namely the significant value is 0.268, which means it is greater than 0.05, so H0 is rejected. Keywords: Contribution, potato farming, income | |
| 34620 | 37509 | F1B018027 | PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK KELUARGA BERENCANA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK (DPPKBP3A) KABUPATEN BANYUMAS | Banyak hal yang menentukan bahwa sebuah organisasi efektif atau tidak dalam mencapai tujuannya, salah satunya adalah permasalahan kinerja pegawai di dalam suatu organisasi. Kinerja pegawai dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Permasalahan kinerja pegawai dalam sebuah organisasi menjadi masalah penting dalam manajemen sumber daya manusia. Permasalahan kinerja pegawai kini masih menjadi permasalahan serius bagi banyak Negara terutama pada sector public atau Lembaga kepemerintahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas. Dengan lingkungan kerja dan disiplin kerja sebagai variabel bebas (X) dan kinerja pegawai (Y) sebagai variabel terikat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan pemilihan informannya menggunakan Teknik sensus. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui kuesioner. Untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruhnya, Teknik Analisa yang digunakan adalah Teknik korelasi Kendall’s Tau, Kendall’s W dan regresi ordinal. Sampel yang diambil berjumlah banyaknya populasi sebanyak 47 orang dengan margin of error 5%. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai DPPKBP3A Kabupaten Banyumas. Hasil analisis data menggunakan korelasi Kendall’s Tau-b menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,494. Selain itu, variabel disiplin kerja, juga memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,602. Hasil analisis konkordansi kendall’s W variabel lingkungan kerja dan disiplin kerja bersama-sama mempengaruhi kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,504. Pada uji regresi ordinal, menunjukkan nilai sebesar 0,586 yang berarti variasi variabel kinerja pegawai (Y) yang dapat dijelaskan oleh variasi variabel lingkungan kerja (X1) dan disiplin kerja (X2) yaitu sebesar 58,6%. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang positf dan signifikan antara lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas. | Many things determine that an organization is effective or not in achieving its goals, one of which is the problem of employee performance in an organization. Employee performance is influenced by the human resources in it. The problem of employee performance in an organization is an important problem in human resource management. Employee performance problems are now still a serious problem for many countries, especially in the public sector or government institutions. The purpose of this study was to determine the effect of the work environment and work discipline on the performance of the employees of the Department of Population Control, Family Planning, Women's Empowerment and Child Protection (DPPKBP3A) Banyumas Regency. With the work environment and work discipline as the independent variable (X) and employee performance (Y) as the dependent variable. The method used is quantitative and the selection of informants using census techniques. Data was collected through a questionnaire. To determine the level of significance of the effect, the analytical technique used is the correlation technique of Kendall's Tau, Kendall's W and ordinal regression. The sample taken is a population of 47 people with a margin of error of 5%. The results of this study reveal that the influence of the work environment and work discipline has a positive and significant influence on the performance of the employees of the Banyumas Regency DPPKBP3A. The results of data analysis using Kendall's Tau-b correlation show a positive and significant relationship between the work environment and employee performance with a correlation coefficient value of 0.494. In addition, the work discipline variable also has a positive and significant relationship to employee performance with a correlation coefficient value of 0.602. The results of the concordance analysis of Kendall's W variables work environment and work discipline together affect employee performance with a coefficient value of 0.504. In the ordinal regression test, it shows a value of 0.586 which means that the variation of the employee performance variable (Y) which can be explained by the variation of the work environment variable (X1) and work discipline (X2) is 58.6%. The conclusion of this study is that there is a positive and significant influence between work environment and work discipline on employee performance at the Office of Population Control, Family Planning, Women's Empowerment and Child Protection (DPPKBP3A) Banyumas Regency. |