Artikel Ilmiah : A1D018118 a.n. DINDA JASMINE SALSABILA
| NIM | A1D018118 |
|---|---|
| Namamhs | DINDA JASMINE SALSABILA |
| Judul Artikel | Identifikasi Marka DNA untuk Sifat Amilosa Tinggi pada Populasi F6 Hasil Persilangan Tanaman Varietas Padi IR 36 dengan Padi Merah PWR |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Padi beras merah memiliki kandungan gizi yang tinggi dengan kandungan antosianin pada lapisan kulit luar yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Beras merah baik dikonsumsi bagi pengidap diabetes karena umumnya memiliki nilai indeks glikemik (IG) yang rendah. Nilai IG berbanding terbalik dengan kandungan amilosa, jika kandungan amilosa tinggi maka nilai maka nilai IG rendah dan sebaliknya. Produksi beras merah di Indonesia belum cukup tinggi karena karakteristik agronomi padi beras merah kurang baik dan hasil produksi yang rendah. Persilangan antara Padi Merah PWR dengan Padi IR 36 dilakukan dengan tujuan mendapatkan varietas dengan sifat unggul dari kedua tetua. Penggunaan marka molekuler sebagai alat bantu seleksi hasil persilangan sangat umum digunakan saat ini karena memiliki banyak keunggulan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendapatkan marka molekuler yang dapat digunakan untuk membedakan sifat amilosa pada populasi F6 hasil persilangan Padi IR 36 dengan Padi Merah PWR; 2) Mengetahui keragaman amilosa pada populasi F6 hasil persilangan Padi IR 36 dengan Padi Merah PWR. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian dan Laboratorium Riset Universitas Jenderal Soedirman. Pelaksanaan penelitian dilakukan dari bulan Februari 2022 sampai Juli 2022. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 7 galur F6 hasil persilangan Padi Merah PWR dengan IR 36, dan 4 varietas pembanding yaitu varietas tetua (Padi IR 36 dan Padi Merah PWR), varietas dengan kandungan amilosa rendah (Inpari Arumba), dan varietas dengan kandungan amilosa tinggi (Logawa). Primer spesifik terkait sifat amilosa yang digunakan pada penelitian ini yaitu RM 225, RM 141, RM 434, RM 488, RM 253, RM 190, Wx, SSIIa, RM 7, RM 36, RM 440, dan RM 421, namun terdapat dua primer yang tidak dapat teroptimasi yaitu primer SSIIa dan RM 36. Daun tanaman tiap genotip diekstraksi dengan kit yaitu Quick-DNATM Plant/Seed Miniprep Kit (Zymo Research), kemudian diamplifikasi PCR dengan masing - masing primer. Kandungan amilosa tiap genotip dianalisis Pusat Pangan dan Gizi, Universitas Gajah Mada. Hasil amplikasi DNA diolah menjadi data biner atau skoring berdasarkan letak pita DNA, kemudian dianalisis regresi dengan menggunakan model analisis regresi linier sederhana pada program Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terdapat keberagam kandungan amilosa pada tiap genotip. Berdasarkan hasil amplifikasi PCR, terdapat lima marka yang dapat digunakan yaitu Wx, RM 225, RM 7, RM 488, dan RM 190. Kelima marka tersebut menunjukkan adanya keterkaitan terhadap kandungan amilosa pada genotip yang diuji. Nilai koefisien determinasi (R2) yang dihasilkan yaitu dengan rentang nilai antara 0,0018 (Wx) hingga 0,4325 (RM 190). Nilai koefisien korelasi (R) yang dihasilkan yaitu dengan rentang nilai antara 0,1 (Wx) hingga 0,66 (RM 190). Marka RM 190 merupakan marka yang paling kuat untuk membedakan sifat amilosa pada beras yang diuji, namun diperlukannya uji lanjutan terhadap RM 190 dengan gen terkait amilosa pada genotip padi lainnya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Brown rice has a high nutritional content with anthocyanin content in pericarp, which has many benefits for human health. Brown rice is good for people with diabetes because it generally has a low glycemic index (IG) value. The IG value is inversely proportional to the amylose content, if the amylose content is high, then the value is low and vice versa. Brown rice production in Indonesia is not high enough due to the poor agronomic characteristics of brown rice and low production yields. The crossing between Red Rice PWR and IR 36 was carried out with the aim of obtaining varieties with superior traits from both elders. The use of molecular markings as a selection aid in crossing of breeding is very commonly used today because it has many advantages. This study aims to: 1) Obtain molecular markings that can be used to distinguish amylose properties in F6 populations from the crossing of IR 36 with Red Rice PWR; 2) Knowing the diversity of amylose in the F6 population from the crossing of IR 36 with Red Rice PWR. The research was carried out at the Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Laboratory of the Faculty of Agriculture and the Research Laboratory of the University of Jenderal Soedirman. The research was conducted from February 2022 to July 2022. The study was conducted using 7 F6 strains from the crossing of Red Rice PWR with IR 36 and 4 comparison varieties, namely elder varieties (IR 36 Rice and Red Rice PWR), varieties with low amylose levels (Inpari Arumba), and varieties with high amylose levels (Logawa). The specific primers related to amylose properties used in this study were RM 225, RM 141, RM 434, RM 488, RM 253, RM 190, Wx, SSIIa, RM 7, RM 36, RM 440, and RM 421, but there were two primers that could not be optimized, namely SSIIa and RM 36 primers.The plant leaves of each genotype were extracted with a kit, the Quick-DNATM Plant/Seed Miniprep Kit (Zymo Research), and PCR was amplified with each primer. The amylose content of each genotype was analyzed by the Center for Food and Nutrition, Gajah Mada University. The results of DNA amplication are processed into binary data or scoring based on the location of the DNA band, then correlation analysis is analyzed using a simple linear regression analysis model in the Excel program. The results showed that there was a variety of amylose content in each genotype. Based on the pcr amplification results, there are five markers that can be used, there are Wx, RM 225, RM 7, RM 488, and RM 190. The five markers showed a linkage to amylose content in the genotype tested. The resulting coefficient of determination (R2) value has a range of values between 0.0018 (Wx) and 0.4325 (RM 190). The resulting value of the correlation coefficient (R) has a range of values between 0.1 and 0.66 (RM 190). The RM 190 mark is the strongest mark to distinguish the properties of amylose in rice. However, validation needs to be made on a broader range of genotypes to see the significance of RM 190 as a marker for amylose properties. |
| Kata kunci | Marka molekuler, kandungan amilosa, SSR, regresi linier sederhana, populasi F6, IR 36, padi merah PWR |
| Pembimbing 1 | Ir. Suprayogi, M.Sc., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Woro Sri Suharti, S.P., M.P., Ph.D. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2022-11-18 00:41:39.013267 |