Artikelilmiahs

Menampilkan 33.641-33.660 dari 49.979 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3364136687E1A018053PERLINDUNGAN HUKUM MEREK TERKENAL “FARMSTAY” BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN NOMOR 43/PDT.SUS/MEREK/2021/PN NIAGA JKT.PSTMerek sebagai salah satu bagian dari Hak Kekayaan Intelektual yang memiliki perlindungan hukum. Merek sangat penting bagi publik dalam menentukan suatu kualitas barang dan/atau jasa yang diproduksi yang nantinya dapat menimbulkan keuntungan secara komersial. Pendaftaran merek sebagai salah satu upaya perlindungan hukum bagi pemilik merek. Persaingan usaha yang semakin meningkat menyebabkan terjadinya kecurangan dengan meniru merek orang lain, terutama merek terkenal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap merek terkenal “FARMSTAY” dalam putusan nomor 43/Pdt.sus/Merek/2021/PN Niaga Jkt.Pst serta akibat hukum pembatalan merek milik Tergugat ditinjau dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, kemudian data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif dan metode analisis data yang digunakan yaitu metode normatif kualitatif.
Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan upaya penegakan perlindungan hukum terhadap merek “FARMSTAY” milik Penggugat dengan pembatalan merek “FARMSTAY” milik Tergugat dalam putusan nomor 43/Pdt.sus/Merek/2021/PN Niaga Jkt.Pst. sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 21 ayat (1) huruf b dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Merek “FARMSTAY” milik Tergugat telah terbukti memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhan dengan merek “FARMSTAY” milik Penggugat serta terdapat unsur iktikad tidak baik. Akibat hukum terhadap Merek “FARMSTAY” milik Tergugat dalam pembatalan merek dilakukan dengan mencoret Merek “FARMSTAY” milik Tergugat dalam Daftar Umum Merek yang diumumkan dalam Berita Resmi Merek oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Trademark as a part of Intellectual Property Rights which has legal protection. Brands are very important for the public in determining the quality of goods and/or services produced which can later generate commercial profits. Trademark registration is one of the legal protection measures for brand owners. Increasing business competition causes fraud by imitating other people's brands, especially well-known brands. This study aims to find out how the legal protection of the famous brand "FARMSTAY" in the decision number 43/Pdt.sus/Merek/2021/PN Niaga Jkt.Pst and the legal consequences of canceling the Defendant's trademark in terms of Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks. and Geographical Indications.
This study uses a normative juridical approach with descriptive analytical research specifications. The data sources used are secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data collection method was carried out by literature study, then the data obtained were presented in the form of narrative text and the data analysis method used was the qualitative normative method.
Based on the data from the research and discussion, it shows that efforts to enforce legal protection against the Plaintiff's “FARMSTAY” brand with the Defendant's decision on the “FARMSTAY” brand in the decision 43/Pdt.sus/Merek/2021/PN Niaga Jkt.Pst. in accordance with the provisions stipulated in Article 21 paragraph (1) letter b and paragraph (3) of Law Number 20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications. The Defendant's “FARMSTAY” brand has been proven to have similarities in principle or in whole to the Plaintiff's “FARMSTAY” mark and there is no element of bad faith. The legal consequences for the Defendant's "FARMSTAY" Mark in the mark are carried out by crossing out the Defendant's "FARMSTAY" Mark in the General Register of Marks announced in the Official Gazette of Marks by the Directorate General of Intellectual Property.
3364236702F1B018108IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENANGANAN COVID.19
(Penelitian Tentang Program Vaksin Booster Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap)
Penelitian ini dilatarbelakangi akibat pandemi covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia termasuk Indonesia, untuk mengatasi kasus yang kian melonjak dan mencegah penularan maka pemerintah mengeluarkan kebijakan vaksin dan telah dilakukan yang terbagi atas vaksin primer dan dilanjuti oleh vaksin booster. Akan tetapi, pelaksanaan program vaksin booster sama halnya dengan vaksin dosis 1 dan 2 dimana cukup sulit untuk mencari sasaran penerima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program vaksin booster pada Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap berdasarkan teori Ripley dan Franklin yang melihat dari tiga aspek, yaitu: 1)Kepatuhan, 2)Keterlibatan Stakeholder, 3)Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis deskriptif. Pemilihan informan menggunakan penetapan key informan yang diikuti dengan snowball. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Program Vaksin Booster Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap cukup baik tetapi masih kurang optimal, karena dengan tujuan melihat kepatuhan implementor pada petunjuk teknis masih belum tercapai secara maksimal karena tidak semua terlibat dalam agenda rapat atau briefing yang diselenggarakan, kebijakan wajib booster sebagai syarat pemudik dan penerima bantuan pemerintah cukup meningkatkan antusiasme masyarakat meskipun masih ditemukan masyarakat yang enggan untuk melakukan vaksinasi booster akibat termakan berita hoax.
Kata Kunci : Vaksin Booster, Implementasi, Kebijakan, Covid-19
This research is motivated by the COVID-19 pandemic that has hit almost the entire world, including Indonesia, to overcome the increasing number of cases and prevent transmission, the government has issued a vaccine policy and has carried out which is divided into primary vaccines and followed by booster vaccines. However, the implementation of the booster vaccine program is the same as vaccine doses 1 and 2 where it is quite difficult to find target recipients. This study aims to determine the implementation of the booster vaccine program at the Cilacap District Health Office based on Ripley and Franklin's theory which looks at three aspects, namely: 1) Compliance, 2) Stakeholder Involvement, 3) Factors that influence implementation. The method used in this research is descriptive qualitative using descriptive analysis. Selection of informants using key informant followed by snowball. The results showed that the implementation of the Booster Vaccine Program at the Cilacap District Health Office was quite good but still less than optimal, because with the aim of seeing the implementor's compliance with the technical instructions still not achieved optimally because not all were involved in the agenda of the meeting or briefing held, the mandatory booster policy as The requirements for travelers and recipients of government assistance are enough to increase the enthusiasm of the community, although there are still people who are reluctant to carry out booster vaccinations due to being consumed by hoax news.
Keywords: Booster Vaccine, Implementation, Policy, Covid-19
3364336703D1A018154PENGARUH SUPLEMENTASI NUKLEOTIDA DAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica Val.) TERHADAP MASSA PROTEIN DAN LEMAK DAGING DADA AYAM BROILERPenelitian dengan judul “Pengaruh Suplementasi Nukleotida dan Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.) terhadap Massa Protein dan Lemak Daging Dada Ayam Broiler”. Penelitian bertujuan untuk mengkaji penggunaan kombinasi nukleotida dan ekstrak kunyit terhadap massa protein dan lemak daging dada ayam broiler. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 2 Juli – 8 Agustus 2021, bertempat di kandang Sokaraja Banyumas dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Daging Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Materi penelitian yang digunakan yaitu 168 ekor DOC strain CP 707, pakan basal, nukleotida, ekstrak kunyit, antibiotik zinc bacitracin, vitamin, vaksin, kandang dan seperangkat peralatan kandang. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan menggunakan 6 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diberikan yaitu Kontrol= Pakan basal + zinc Bacitracin 100 mg/hari ; N0K0 = Pakan basal ; N0K1 = Pakan basal + ekstrak kunyit 600 mg/kg pakan ; N1K0 = Pakan basal + nukleotida 250 mg/kg pakan ; N1K1 = Pakan basal + nukleotida 250 mg/kg pakan + ekstrak kunyit 600 mg/kg pakan ; N2K0 = Pakan basal + nukleotida 500 mg/kg pakan ; N2K1 = Pakan basal + nukleotida 500 g/kg pakan + ekstrak kunyit 600 mg/kg pakan. Hasil penelitian mendapat rata-rata massa protein daging dada ayam broiler 20,11± 4,29 – 30,55± 5,59 g/ekor, serta massa lemak 9,39 ± 1,62 - 14,43 ± 3,36 g/ekor. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi nukleotida dan ekstrak kunyit terhadap massa protein dan lemak daging dada ayam broiler berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian adalah suplementasi nukleotida pada taraf 250-500 mg/kg pakan dan ekstrak kunyit (Curcuma domestica Val.) 600 mg/kg pakan dalam pakan tidak dapat meningkatkan massa protein dan menurunkan massa lemak daging dada ayam broiler.The research with the title "Effect Supplementation Nucleotide and Extract Turmeric (Curcuma domestica Val.) to Protein Mass and Fat Broiler Chicken Breast”. The aim for study use combination nucleotides and turmeric extract against mass protein and fat broiler chicken breast. The research was carried out on July 2 – August 8, 2021, at Kandang Sokaraja Banyumas and Meat Science and Technology Laboratory Gadjah Mada University Yogyakarta. The research material consisted of 168 DOC strain CP 707, feed basalt, nucleotide, extract turmeric, antibiotics zinc bacitracin, vitamins, vaccine, and set equipment cage. Study conducted use method experiment use Design Random Complete with 7 treatment and 4 repeats, each repeat using 6 chicken broilers. The treatment given is Control negative = Basal feed + zinc Bacitracin 100 mg/day; N0K0 = Basalt feed; N0K1= feed basalt + extract turmeric 600 mg/kg feed ; N1K0= feed basalt + nucleotide 250 mg/kg feed; N1K1= feed basalt + nucleotide 250 mg/kg feed + extract turmeric 600 mg/kg feed; N2K0= feed basalt + nucleotide 500 mg/kg feed; N2K1= feed basalt + nucleotide 500g/kg feed + extract turmeric 600 mg/kg feed. Results study obtained average mass protein meat broiler chicken breast 20,11 ± 4,29 – 30,55 ± 5,59 g/head, as well as mass fat 9.39 ± 1,62–14,43± 3,36 g/head. Results analysis variance show that supplementation nucleotide and extract turmeric to mass protein and fat broiler chicken breast had no significant effect (P>0.05). Conclusion from study is supplementation nucleotide at the level of 250-500 mg/kg feed and extract tumeric at the level 600 mg/kg in feed not increase protein mass and reduce fat mass of broiler chicken breast.
3364436704D1A018048PENGARUH SUPLEMENTASI NUKLEOTIDA DAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica Val) TERHADAP KADAR ASAM URAT DAN ALBUMIN AYAM BROILERPenelitian dengan judul “Suplementasi Nukleotida dan Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val)
terhadap Kadar Asam Urat dan Albumin Ayam Broiler” bertujuan untuk mengetahui penggunaan
nukelotida dan ekstrak kunyit pada pakan terhadap kadar asam urat dan albumin ayam broiler.
Penelitian dilaksanakan pada tanggal 2 Juli – 8 Agustus 2021, pemeliharaan ayam bertempat di
Peternakan ayam broiler, Desa Sokaraja, Banyumas dan pemeriksaan kadar asam urat dan
albumin darah dilakukan di Laboratorium Pre Klinis Program Studi Diploma Kesehatan Hewan
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen
menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan
menggunakan 6 ekor ayam broiler. Perlakuan yang berpengaruh diuji lanjut dengan uji Dunnet.
Perlakuan yang diberikan yaitu Kontrol = Pakan Basal + Zink Bacitracin 100 mg/hari ; N0K0 = Pakan
Basal ; N0K1 = Pakan basal + ekstrak kunyit 600 mg/kg pakan ; N1K0 = Pakan basal + nukleotida
250 mg/kg pakan ; N1K1 = Pakan basal + nukleotida 250 mg/kg pakan + ekstrak kunyit 600 mg/kg
pakan ; N2K0 = Pakan basal + nukleotida 500 mg/kg pakan ; N2K1 = Pakan basal + nukleotida 500
g/kg pakan + ekstrak kunyit 600 mg/kg pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi
nukelotida dan ekstrak kunyit berpengaruh tidak nyata (F hit<F 0,05) terhadap kadar asam urat
ayam broiler dengan nilai rataan sebesar 4,31 ± 1,2 mg/dL namun berpengaruh sangat nyata
(P<0,01) terhadap kadar albumin ayam broiler. Hasil uji lanjut Dunnet menunjukkan bahwa
suplementasi nukleotida dan ekstrak kunyit menunjukkan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01)
pada kelompok perlakuan pakan basal + nukleotida 500 g/kg pakan + ekstrak kunyit 600 mg/kg
pakan (N2K1). Kesimpulan dari penelitian adalah suplementasi nukleotida dan ekstrak kunyit
(Curcuma domestica Val) dalam pakan memberikan respon relatif sama terhadap kadar asam
urat. Namun, suplementasi nukleotida 500 mg/kg dan 600 mg/kg ekstrak kunyit) di dalam pakan
basal mampu meningkatkan kadar albumin darah ayam broiler dibandingkan kontrol dan
perlakuan lainnya.
ABSTRACT
The research with "Supplementation of Nucleotides and Turmeric Extract (Curcuma domestica
Val) on Uric Acid and Albumin Levels in Broiler Chickens" the aims was to determine the used of
nucleotides and turmeric extract in feed on uric acid and albumin levels in broiler chickens. The
research was carried out on July 2 – August 8, 2021, the rearing of chickens took place at the
Broiler Farm, Sokaraja Village, Banyumas and examination of uric acid and blood albumin levels
was carried out at the Pre-Clinical Laboratory of Animal Health Diploma Study Program, Gadjah
Mada University Yogyakarta. The study was conducted using an experimental method using a
completely randomized design with 7 treatments and 4 replications, each replication using 6
broiler chickens. Influential treatments was further tested with Dunnet’s test. The treatment
given is Control = Basal Feed + Zinc Bacitracin 100 mg/day; N0K0 = Basalt Feed ; N0K1 = basal feed
+ turmeric extract 600 mg/kg feed; N1K0 = Feed basal + nucleotide 250 mg/kg feed ; N1K1 = Feed
basal + nucleotide 250 mg/kg feed + turmeric extract 600 mg/kg feed; N2K0 = Feed basal +
nucleotide 500 mg/kg feed ; N2K1 = Feed basal + nucleotides 500 g/kg feed + turmeric extract 600
mg/kg feed. The results showed that nucleotide supplementation and turmeric extract had no
significant effect (F Cal < F 0.05) on uric acid levels in broiler chickens with an average value of
4.31 ± 1.2 mg/dL but had a very significant effect (P >0.01) on albumin levels in broiler chickens.
Dunnet's test results showed that nucleotide supplementation and turmeric extract showed a
very significant effect (P>0.01) in the in the basal feed + nucleotide 500 g/kg feed + turmeric
extract 600 mg/kg feed (N2K1) treatment group. The conclusion of the study was that nucleotide
supplementation and turmeric extract (Curcuma domestica Val) in feed gave relatively the same
response to uric acid levels. However, nucleotide supplementation (500 mg/kg and 600 mg/kg
turmeric exctract) in basal feed was able to increase blood albumin levels in broiler chickens
compared to controls and other treatments.
3364536705C1I018035THE INFLUENCE OF SOCIAL MEDIA INFLUENCERS, INVESTMENT KNOWLEDGE, AND INCOME ON THE MILLENNIAL GENERATION SHARE INVESTMENT INTEREST
(STUDY ON BANYUMAS REGENCY)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui seberapa besar pengaruh Social Media Influencers, Pengetahuan Investasi, dan Pendapatan terhadap minat investasi Generasi Millennial di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner. Teknik pengumpulan sample dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Social Media Influencer tidak berpengaruh signifikan terhadap minat investasi generasi milenial dan pengetahuan investasi, pendapatan berpengaruh positif signifikan terhadap minat investasi generasi milenial. This study aims to analyze and determine how much influence Social Media Influencers, Investment Knowledge, and Income have on Millennial Generation's investment interest in Banyumas Regency. The method used in this study is a quantitative method using primary data obtained from distributing questionnaires. The sample collection technique in this study was purposive sampling with a sample size of 100 respondents. The data analysis method in this study used SPSS. The results of this study indicate that social media influencers have no significant effect on the millennial generation's investment interest and knowledge. However, income has a significant positive effect on the millennial generation's investment interest.
3364636706D1A018121PENGARUH SUPLEMENTASI NUKLEOTIDA DAN EKSTRAK KUNYIT
(Curcuma domestica Val.) TERHADAP KADAR KREATININ
DAN UREUM DARAH AYAM BROILER
Penelitian dengan judul “Pengaruh Suplementasi Nukleotida dan Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.) Terhadap Kadar Kreatinin dan Ureum Darah Ayam Broiler” telah dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2021 sampai 7 Agustus 2021 bertempat di Sokaraja Kulon, Banyumas dan analisis darah di Laboratorium Pre Klinis Program Studi Kesehatan Hewan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh suplementasi nukleotida dan ekstrak kunyit terhadap kadar kreatinin dan ureum darah yang dapat digunakan untuk mengindikasikan kesehatan ginjal ayam broiler. Materi penelitian terdiri dari 168 ekor DOC ayam broiler strain CP707 yang dipelihara selama 35 hari, kandang dengan sistem open house, pakan basal, air bersih, nukleotida, ekstrak kunyit, antibiotik zink bacitracin, vitamin dan vaksin (ND dan Gumboro), serta seperangkat peralatan kendang, peralatan sanitasi kendang, dan peralatan untuk pengambilan sampel darah. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental, dengan perlakuan suplementasi nukleotida dan ekstrak kunyit. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) denga 7 perlakuan dan masing-masing perlakuan akan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan terdiri atas perlakuan Kontrol, N0K0, N0K1, N1K0, N1K1, N2K0 dan N2K1. Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar kreatinin ayam broiler dengan perlakuan Kontrol sebesar (1,15 ± 0,34 ml/dl), N0K0 (1,05 ± 0,44 ml/dl), N0K1 (1,20 ± 0,37 ml/dl), N1K0 (1,05 ± 0,34 ml/dl), N1K1 (1,05 ± 0,38 ml/dl), N2K0 (1,30 ± 0,38 ml/dl), dan N2K1 (1,10 ± 0,38 ml/dl), serta kadar ureum dengan perlakuan Kontrol sebesar (4,01 ± 1,15 ml/dl), N0K0 (4,61 ± 1,44 ml/dl), N0K1 (5,26 ± 1,41 ml/dl), N1K0 (5,53 ± 1,56 ml/dl), N1K1 (5,07 ± 1,79 ml/dl), N2K0 (3,95 ± 0,77 ml/dl), N2K1 (4,93 ± 0,81 ml/dl). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi nukleotida dan ekstrak kunyit berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar kreatinin dan ureum darah ayam broiler. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu suplementasi nukleotida dan ekstrak kunyit aman untuk diberikan sebagai pakan tambahan ayam broiler karena tidak meningkatkan kadar kreatinin dan ureum dalam darah sehingga tidak mengganggu kesehatan dan kinerja ginjal.The research entitled "The Effect of Nucleotide Supplementation and Turmeric Extract (Curcuma domestica Val.) on Blood Creatinine and Urea Levels in Broiler Chickens" was carried out from 2 July 2021 to 7 August 2021 at Sokaraja Kulon, Banyumas and blood analysis at the Pre-Clinical Laboratory Program Animal Health Studies, Gadjah Mada University, Yogyakarta. The purpose of this study was to examine the effect of nucleotide supplementation and turmeric extract on blood creatinine and urea levels which can be used to indicate kidney health in broiler chickens. The research material consisted of 168 DOC broiler chicken strain CP707 reared for 35 days, cage with open house system, basal feed, clean water, nucleotides, turmeric extract, antibiotic zinc bacitracin, vitamins and vaccines (ND and Gumboro), and a set of equipment. drums, drum sanitation equipment, and equipment for blood sampling. The research was conducted using an experimental method, with nucleotide supplementation and turmeric extract treatment. The research design used was a completely randomized design (CRD) with 7 treatments and each treatment would be repeated 4 times. The treatment consisted of control treatment, N0K0, N0K1, N1K0, N1K1, N2K0 and N2K1. The research data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Based on the results of the study, the average creatinine level of broiler chickens with control treatment was (1.15 ± 0.34 ml/dl), N0K0 (1.05 ± 0.44 ml/dl), N0K1 ( 1.20 ± 0.37 ml/dl), N1K0 (1.05 ± 0.34 ml/dl), N1K1 (1.05 ± 0.38 ml/dl), N2K0 (1.30 ± 0.38 ml/dl), and N2K1 (1.10 ± 0.38 ml/dl), and urea levels with the control treatment (4.01 ± 1.15 ml/dl) , N0K0 (4.61 ± 1.44 ml/dl), N0K1 (5.26 ± 1.41 ml/dl), N1K0 (5.53 ± 1.56 ml/dl ), N1K1 (5.07 ± 1.79 ml/dl), N2K0 (3.95 ± 0.77 ml/dl), N2K1 (4.93 ± 0.81 ml/ etc.). The results of the analysis of variance showed that nucleotide supplementation and turmeric extract had no significant effect (P>0.05) on creatinine and blood urea levels in broiler chickens. The conclusion that can be drawn is that nucleotide supplementation and turmeric extract are safe to be given as additional feed for broiler chickens because they do not increase creatinine and urea levels in the blood so they do not interfere with kidney health and performance.
3364736707C1C018098Analisis Pengaruh Abnormal Return Terhadap Peristiwa Pengumuman Pemberlakuan PSBB (Event Study Pada Sembilan Indeks Sektor Industri yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia) Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisis perbedaan abnormal return pada sembilan indeks sektor industri di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah peristiwa pengumuman pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan event study. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sembilan indeks sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Periode pengamatan dari penelitian ini adalah 15 hari. Wilcoxon signed ranks test digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan average abnormal return sebelum dan setelah peristiwa pengumuman pemberlakuan PSBB pada indeks sembilan sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengujian abnormal return dilakukan pada masing-masing sektor menggunakan paired sample t-test dan wilcoxon signed ranks test. Hasil dari uji tersebut menunjukkan sektor konsumsi terdampak dilihat dari adanya abnormal return selama periode pengamatan. Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan investor atau pelaku pasar dapat melihat kondisi pasar saham di Indonesia untuk melakukan analisis dalam membuat rencana investasi masa depan. This study aims to examine and analyze the differences in abnormal returns on nine industrial sector indices on the Indonesia Stock Exchange before and after the announcement of the implementation of Large-Scale Social Restrictions (PSBB). This research is a quantitative research with an event study approach. This study use nine industrial sector indexes listed on the Indonesia Stock Exchange as samples. The observation period of this study is 15 days. This study use wilcoxon signed ranks test to test the hyphothesis. The results show that there is no difference in the average abnormal return before and after the announcement of the PSBB implementation on the index of nine industrial sectors listed on the Indonesia Stock Exchange. The results of the test show that the consumption sector is affected by the presence of abnormal returns during the observation period. The implication of this research is that it is hoped that investors or market participants can see the condition of the stock market in Indonesia to conduct analysis in making future investment plans.
3364836708D1A018125PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN PERSENTASE YANG BERBEDA TERHADAP KADAR AIR, TEKSTUR, DAN TOTAL ASAM LAKTAT KEJU LOW FATPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk daun kelor pada pembuatan keju low fat terhadap kadar air, tekstur (kekerasan) dan total asam laktat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2022 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Metode penelitian meliputi materi penelitian yang digunakan antara lain 20.000 g susu sapi low fat pasteurisasi, 100 g serbuk daun kelor, 1 g bakteri mesofilik, 20 ml rennet, 1000 g susu skim, 4 g CaCl2, aquades dan garam secukupnya. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah kontrol (P0), penambahan daun kelor 0,25 % (P1), 0,50% (P2), 0,75% (P3), dan 1,00% (P4). Variabel yang diamati berupa kadar air, tekstur (kekerasan) dan total asam laktat. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis menunjukkan penambahan serbuk daun kelor dengan persentase yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air, tekstur (kekerasan) dan total asam laktat keju low fat. Rataan kadar air keju diperoleh sebesar 58,20%, rataan tekstur (kekerasan) sebesar 107,84 gf dan rataan total asam laktat sebesar 3,08%. Kesimpulan, penambahan serbuk daun kelor dapat ditambahkan pada keju low fat hingga 1% tanpa mengubah kadar air, tekstur (kekerasan) dan total asam laktat keju low fat. This study aimed to determine the effect of adding Moringa leaf powder in the manufacture of low fat on moisture content, texture (hardness) and total lactic acid. The research was conducted from May to June 2022 at the Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research method includes research materials used, including 20,000 g of pasteurized low fat milk, 100 g of Moringa leaf powder, 1 g of mesophilic bacteria, 20 ml rennet, 1000 g of skim milk, 4 g of CaCl2, aquades and salt to taste. The study was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The treatments given were control (P0), the addition of moringa leaves 0.25% (P1), 0.50% (P2), 0.75% (P3), and 1.00% (P4). The variables observed were moisture content, texture (hardness) and total lactic acid. Data were analyzed using analysis of variance. The results of the analysis showed that the addition of Moringa leaf powder with different percentages did not have a significant effect on the moisture content, texture (hardness) and total lactic acid of low fat. The average moisture content of the cheese was 58.20%, the average texture (hardness) was 107.84 gf and the total lactic acid average was 3.08%. In conclusion, the addition of Moringa leaf powder can be added to low fat up to 1% without changing the moisture content, texture (hardness) and total lactic acid of low fat cheese.
3364936711E1A018323PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PEMIDANAAN PELAKU TINDAK PIDANA TRANSFER DANA DAN PENCUCIAN UANG (Studi Putusan Nomor 489/Pid.Sus/2021/PN.Smn)Salah satu kasus Tindak Pidana Transfer Dana yang dilakukan oleh Marry Tung yang dengan sengaja menerima suatu dana yang berasal dari transfer dana yang dibuat secara melawan hukum dan terdakwa pergunakan untuk membayar pembelian mobil dan sejumlah perhiasan yang pada akhirnya terdakwa gadaikan kembali sebagai bentuk upaya terdakwa dalam menyamarkan asal usul harta atau dalam hal ini uang hasil transfer dari pihak Gold Crown Food atau Global Tea Kenya yang sebenarnya milik PT Pagilaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan Majelis Hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana Transfer dana dan Pencucian Uang pada putusan nomor 489/Pid.Sus/2021/PN.Smn.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk uraian uraian yang sistematis, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan, Majelis Hakim memperoleh keyakinan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan Kedua melanggar Pasal 82 Undang-undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan Dakwaan Ketiga melanggar Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
One of the cases of the Fund Transfer Crime committed by Marry Tung who knowingly received a fund from a transfer of funds made illegally and the defendant used it to pay for the purchase of a car and a number of jewelry which in the end the defendant pawned it back as a form of the defendant's efforts to disguise the origin of the assets or in this case the money transferred from the Gold Crown Food or Global Tea Kenya which actually belongs to PT Pagilaran. This study aims to determine the consideration of the Panel of Judges in imposing criminal sanctions against the perpetrators of the crime of Fund Transfer and Money Laundering in decision number 489/Pid.Sus/2021/PN.Smn.
This study employed a normative legal method with descriptive-analytical research criteria. Primary legal documents, secondary legal materials, and tertiary legal materials were utilized as data sources. The information gathered is given in the form of a systematic description, with a qualitative legal approach of data analysis being applied.
Based on these considerations, the Panel of Judges obtained the belief that the defendant has been legally and convincingly proven guilty of committing a criminal act as charged in the second indictment of violating Article 82 of Law Number 5 of 2011 concerning Transfer of Funds and the third indictment of violating Article 3 of Law Number 8 of 2010 concerning the Prevention and Eradication of the Crime of Money Laundering.
3365036712D1A018092PENGARUH PENAMBAHAN PEKTIN SEBAGAI BAHAN PENGENTAL TERHADAP pH, SINERESIS, DAN VISKOSITAS YOGHURT SUSU KAMBINGPenelitian berjudul Pengaruh Penambahan Pektin sebagai Bahan Pengental terhadap pH, Sineresis, dan Viskositas Yoghurt Susu Kambing dilaksanakan pada bulan Juni 2022 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh dan taraf optimal penambahan pektin terhadap pH, sineresis, dan viskositas yoghurt susu kambing. Materi yang digunakan yaitu susu kambing segar Saanen 10.000 gr, starter yoghurt kering komersial 10 gr, pektin komersial 100 gr, es batu 3 unit, akuades secukupnya, dan larutan buffer 250 ml. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu P0 = tanpa penambahan pektin, P1 = penambahan pektin 0,5%, P2 = penambahan pektin 1%, P3 = penambahan pektin 1,5%, dan P4 = penambahan pektin 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pektin berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH, sineresis, dan viskositas yoghurt susu kambing dengan nilai rataan pH yoghurt sebesar 3,81 ± 0,02 sampai 4,29 ± 0,04, nilai rataan sineresis yoghurt sebesar 0,00 ± 0,00% sampai 9,53
± 0,24%, dan nilai rataan viskositas yoghurt sebesar 215,48 ± 33,02 mPa.s sampai 500,50 ± 0,41 mPa.s. Data yang diperoleh dari analisis variansi kemudian diuji lanjut menggunakan uji orthogonal polynomial. Hasil uji lanjut orthogonal polynomial diperoleh persamaan regresi kubik tentang hubungan penambahan pektin terhadap pH, sineresis, dan viskositas yoghurt susu kambing masing-masing yaitu y = -0,4394x3 + 1,245x2 - 0,6185x + 3,8274 dengan R2 sebesar 81,58%, y = -0,615x3 + 5,8186x2 - 13,941x + 9,601 dengan R2 sebesar 99,31%, dan y = 116,02x3 - 494,1x2 + 666,65x + 216,45 dengan R2 sebesar 98,35%. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi persentase pektin yang ditambahkan maka akan semakin meningkatkan pH dan viskositas, serta menurunkan sineresis yoghurt susu kambing. Penambahan pektin dengan persentase 1,5% menghasilkan nilai pH dan viskositas yoghurt terbaik serta dapat mencegah terjadinya sineresis.
The research entitled The Effect of Additional Pectin as a Thickening Agent on the pH, Syneresis, and Viscosity of Goat Milk Yogurt was held in June 2022 at the Laboratory of Animal Production Technology, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. The purpose of this study was to examine the effect and optimal level of pectin addition on pH, syneresis, and viscosity of goat milk yogurt. The material used was 10.000 gr of Saanen fresh goat milk, 10 gr of commercial dry yogurt starters, 10 gr of commercial pectin, 3 units of ice cubes, enough aquadest, and 250 ml of buffer solution. The research method used was an experimental method using a Complete Randomized Design (RAL) with 5 treatments and 4 repeats. The treatment applied in the addition of pectin is P0 = without the addition of pectin, P1 = addition of pectin 0.5%, P2 = addition of pectin 1%, P3 = addition of pectin 1.5%, and P4 = addition of pectin 2%. The results showed that the addition of pectin 0,5% - 2% in goat milk yogurt had a very significant effect (P<0,01) on the pH, syneresis, and viscosity of goat milk yogurt with the average value of pH was 3,81 ± 0,02 to 4,29 ± 0,04, average value of syneresis was 0,00 ± 0,00% to 9,53 ± 0,24%, and average value of viscosity was 215,48 ± 33,02 mPa.s to 500,50 ± 0,41 mPa.s. The data obtained from the analysis of variance were then further tested using polynomial orthogonal assays. The results of further tests of orthogonal polynomials obtained cubic regression equations on the relationship of pectin addition to pH, syneresis, and viscosity of goat milk yogurt, respectively, namely y = -0.4394x3 + 1.245x2 - 0.6185x + 3.8274 with R2 of 81.58%, y = -0.615x3 + 5.8186x2 - 13.941x + 9.601 with R2 of 99.31%, and y = 116.02x3 - 494.1x2 + 666.65x + 216.45 with R2 of 98.35%. The conclusion of this study is that the higher the percentage of pectin added, the more it will increase pH and viscosity, as well as reduce the syneresis of goat milk yogurt. The addition of pectin with a percentage of 1.5% produces the best pH value and viscosity of yogurt and can prevent syneresis.
3365138165H1B018067ANALISIS WASTE ALAT BERAT TOWER CRANE TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN BIAYA MENGGUNAKAN MPDM (Method Productivity Delay Model)
Dalam pelaksanaan proyek konstruksi, penggunaan alat berat pada suatu proyek ditujukan untuk
memudahkan penyelesaian pekerjaan proyek yang sudah tidak efisien lagi apabila dikerjakan hanya dengan tenaga
manusia. Adanya waste alat berat atau penundaan waktu akibat alat berat ini mengakibatkan penurunan produktivitas
operator, dimana hal ini berpengaruh terhadap waktu dan biaya proyek. Untuk mengatasi masalah terjadinya
penundaan, penurunan produktivitas dan meningkatnya biaya maka perlu dilakukan perhitungan produktivitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai produktivitas alat berat, mengetahui lama waktu penundaan yang
diakibatkan oleh waste alat berat, dan mengetahui perbandingan biaya alat berat Tower Crane di lapangan dan biaya
setelah dilakukan analisis menggunakan MPDM pada proyek gedung bertingkat yaitu proyek gedung TK dan SD/MI
UMP. Metode MPDM digunakan untuk mendapatkan lama waktu penundaan, nilai produktivitas aktual dan produktivitas
ideal. Analisis perbandingan biaya dilakukan untuk mendapatkan total biaya realisasi dan total biaya perkiraan setelah
dilakukan analisis MPDM. Dari hasil analisa didapatkan nilai produktivitas aktual sebesar 10,4 siklus/jam dan
produktivitas ideal 11,8 siklus/jam. Total lama waktu penundaan yang terjadi adalah 4651 detik (1,3 jam) dari total
waktu pengamatan 38474 detik (10,7 jam). Dari hasil analisa perbandingan biaya didapatkan total biaya di lapangan
sebesar Rp 1.240.320.952,00 dan total biaya setelah dilakukan analisis MPDM sebesar Rp 1.100.122.088,00 selama
proyek pembangunan.
In the implementation of construction projects, using construction equipment on a project is intended to
facilitate the completion of project that is no longer efficient if done only with human power. The existence of
construction equipment waste or time delays due to construction equipment take effect in a decrease in operator
productivity, which affects project time and costs. To resolve the problem of delays, decreased productivity and
increased costs, it is necessary to calculate productivity. This study aims to find out the productivity value of
contruction equipment, find out the length of time delays caused by construction equipment waste, and find out the
cost comparison of Tower Crane in the field and costs after analysis using MPDM on high-rise building projects,
namely TK and SD/MI building projects UMP. The MPDM method is used to obtain the length of delay time, the value
of actual productivity and ideal productivity. A cost comparison analysis was carried out to obtain the total realized
cost and the estimated total cost after the MPDM analysis. From the analysis results, the actual productivity value is
10.4 cycles/hour and the ideal productivity is 11.8 cycles/hour. The total delay time that occurred was 4651 seconds
(1.3 hours) of the total observation time of 38474 seconds (10.7 hours). From the results of the cost comparison
analysis, the total cost in the field was Rp. 1,240,320,952.00 and the total cost after the MPDM analysis was carried
out was Rp. 1,100,122,088.00 during the construction project.
3365236713D1A018003PENGARUH SUPLEMENTASI NATRIUM SELENITE TERHADAP CLUTCH SIZE DAN PRODUKSI TELUR AYAM NIAGA PETELURABSTRAK
Ibrani Wahyu Fernanda. Skripsi dengan judul “Pengaruh Suplementasi Natrium Selenite Terhadap Clutch size dan Produksi Telur Ayam Niaga Petelur” bertujuan untuk mengetahui level selenium yang paling optimal dalam meningkatkan clutch size dan produksi telur ayam niaga petelur. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus – 17 Oktober 2021, bertempat di Teaching and Experimental Farm dan Laboratorium Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Materi penelitian yang digunakan adalah ayam niaga petelur strain Hy-Line yang berumur 34 minggu sebanyak 80 ekor. Pakan basal dengan kandungan nutrisi terdiri dari energi metabolisme (ME) (2600 – 3000 kkal/kg), protein (min 16,5%), lemak (min 3%), serat kasar (maks 7%), kalsium (maks 14%), fosfor total (min 0,6%), lisin (min 0,80%) dan metionin (min 0,40%). Kandang yang digunakan adalah kandang baterai sebanyak 20 unit percobaan. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu natrium selenite 0 (kontrol) (S0), natrium selenite 0,2 mg/kg (S1), natrium selenite 0,4 mg/kg (S2), natrium selenite 0,6 mg/kg dan 5 kali ulangan dan setiap unit percobaan terdapat 4 ekor ayam niaga petelur. Variabel yang diukur meliputi Hen Day Production (HDP), Hen House Production (HHP), total produksi telur dan clutch size . Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata produksi telur selama 8 minggu dengan perlakuan kontrol S0 (51,90 ± 2,45 butir/ekor), S1 (52,45 ± 1,92 butir/ekor), S2 (53,55 ± 1,14 butir/ekor), dan S3 (50,85 ± 4,42), HDP dan HHP dengan perlakuan kontrol S¬0 (92,68 ± 4,38 %), S1 (93,66 ± 3,42 %), S2 (95,62 ± 2,03 %) dan S3 (90,80 ± 7,90%) serta clutch size dengan perlakuan kontrol S0 (6,20 ± 0,57), S1 (6,35 ± 0,42), S2 (6,58 ± 0,22) dan S3 (5,95 ± 0,90). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi natrium selenite berpengaruh tidak nyata (F hitung < F tabel 0,05) terhadap produksi telur, HDP, HHP dan clutch size ayam niaga petelur. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu penambahan natrium selenite sampai level 0,6 mg/kg pakan basal belum dapat meningkatkan produksi telur dan clutch size ayam niaga petelur umur 34 – 43 minggu.

Kata Kunci : Ayam niaga petelur, Natrium selenite, Produksi telur, Clutch size
ABSTRACT
Ibrani Wahyu Fernanda. The thesis titled "The Effect of Sodium Selenite Supplementation on Clutch size and Egg Production of Layer Commercial Chickens" aims was to determined the optimal level of selenium in increased clutch size and egg production of laying hens. The research was carried out on August 15 – October 17, 2021, at the Teaching and Experimental Farm and Poultry Livestock Production Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University. The research material used was 80 strains of Hy-Line laying hens aged 34 weeks. Basal diet with nutritional content consisting of metabolic energy (ME) (2600 – 3000 kcal/kg), protein (min 16.5%), fat (min 3%), crude fiber (max 7%), calcium (max 14%), total phosphorus (min 0.6%), lysine (min 0.80%) and methionine (min 0.40%). The cage used was a battery cage with 20 experimental units. The research method used was experimental with a completely randomized design (CRD) which consisted of 4 treatments, namely sodium selenite 0 (control) (S0), sodium selenite 0.2 mg/kg (S1), sodium selenite 0.4 mg/ kg (S2), sodium selenite 0.6 mg/kg and 5 replicates and each experimental unit contained 4 laying hens. The variables measured included Hen Day Production (HDP), Hen House Production (HHP), total egg production, and clutch size. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Based on the results of the study, it was found that the average egg production for 8 weeks with control treatment S0 (51.90 ± 2.45 eggs/hen), S1 (52.45 ± 1.92 eggs/hen), S2 (53, 55 ± 1.14 eggs/hen), and S3 (50.85 ± 4.42 eggs/hen), HDP and HHP with control treatment S0 (92.68 ± 4.38% ), S1 (93.66 ± 3.42 %), S2 (95.62 ± 2.03%) and S3 (90.80 ± 7.90%) and clutch size with control treatment S0 (6.20 ± 0.57), S1 (6.35 ± 0.42), S2 (6.58 ± 0.22) and S3 (5.95 ± 0.90) . The results of the analysis of variance showed that supplementation with sodium selenite had no significant effect (F count < F table 0.05) on egg production, HDP, HHP and clutch size of laying hens. The conclusion that can be drawn is that the addition of sodium selenite to a level of 0.6 mg/kg basal feed has not been able to increase egg production and clutch size laying hens aged 34 – 43 weeks.

Keywords : Laying hens, Sodium selenite, Egg production, Clutch size
3365336714D1A018136Profil Kambing Kejobong Berdasarkan Paritas Litter Size dan Mortalitas di Sentra Pengembangan Kambing Kejobong Kecamatan Kejobong Kabupaten PurbalinggaDika Setiawan. Profil Kambing Kejobong Berdasarkan Paritas, Litter Size, dan Mortalitas di Sentra Pengembangan Kambing Kejobong Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas induk kambing Kejobong berdasarkan paritas, litter size, dan mortalitas di Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga tepatnya Kelompok Tani Ternak Ngudi Dadi yang merupakan sentra pengembangan kambing Kejobong. Materi yang digunakan adalah 70 ekor induk kambing Kejobong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan data secara purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan mengelompokkan setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induk kambing Kejobong telah memasuki paritas pertama 21,43%, paritas kedua 44,28%, paritas ketiga 28,57% dan paritas keempat 5,72% telah melahirkan anak 121 ekor cempe dengan litter size satu 32,86%, litter size dua 61,43%, dan litter size 3 5,71% kemudian daya hidup dari anak yang dilahirkan sebesar 84,30% dan mortalitas sebesar 15,70%. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan paritas terbanyak adalah paritas kedua, litter size terbanyak adalah dua ekor, mortalitas relatif rendah dan paritas tidak mempengaruhi litter size dan daya hidup.Dika Setiawan. Kejobong Goat Profile Based on Parity, Litter Size, and Mortality at the Kejobong Goat Development Center, Kejobong District, Purbalingga Regency. This study aims to determine the productivity of kejobong goat mothers based on parity, litter size, and mortality in Kejobong District, Purbalingga Regency, precisely the Ngudi Dadi Livestock Farmer Group which is the center of Kejobong goat development. The material used is 70 mother goats kejobong. The research method used is a survey method with purposive sampling data collection techniques. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis, namely by grouping each variable. The results showed that the mother goat Kejobong had entered the first parity of 21.43%, the second parity of 44.28%, the third parity of 28.57% and the fourth parity of 5.72% had given birth to 121 cempe cubs with litter size one 32.86%, litter size two 61.43%, and litter size 3 5.71% then the life force of the children born was 84.30% and mortality of 15.70%. Based on research , it can be concluded that the most parity is the second parity, the most litter size is two tails, mortality is relatively low and parity does not affect litter size and life force.
3365436715F1C018024Penetrasi Sosial Antarmahasiswa Magang Merdeka Pada Bagian Content Taxonomy Di PT Vidio Dot ComPenelitian ini membahas tentang penetrasi sosial yang terjadi antara mahasiswa magang merdeka pada bagian Content Taxonomy di PT Vidio Dot Com. Hal yang menjadi latar belakang dalam penelitian ini adalah terjadinya pandemi covid-19 yang menyebabkan sistem kerja harus dilaksanakan secara work from home. Sistem kerja yang berlangsung secara work from home ini membuat interaksi antara mahasiswa magang juga harus dilakukan secara online atau termediasi. Para mahasiswa magang merdeka bahkan belum pernah bertemu sampai masa magang selesai. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana setiap proses perkembangan hubungan mereka meskipun terjadi secara online. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling agar data yang didapatkan bisa lebih sesuai. Penelitian ini kemudian dideskripsikan menggunakan teori penetrasi sosial milik Irwin Altman dan Dalmas Taylor. Berdasarkan data yang didapatkan melalui observasi dan wawancara, hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah mahasiswa magang merdeka telah melalui semua proses penetrasi sosial mulai dari pertukaran informasi yang bersifat umum, pertukaran informasi yang terjadi secara timbal balik, penetrasi yang cepat di awal namun kemudian melambat, hingga mencapai titik depenetrasi. Selama menjalani penetrasi sosial para mahasiswa magang merdeka ternyata belum bisa terbuka untuk bertukar informasi yang sifatnya private. Keterbukaan itu tidak dapat terwujud sampai masa akhir magang karena mereka merasa tidak bisa percaya dengan orang yang belum pernah ditemui sama sekali. Sehingga ketika berinteraksi mereka lebih memilih untuk membahas hal-hal umum saja, seperti pekerjaan, perkuliahan, dan program kampus merdeka itu sendiri.This study discusses the social penetration that occurs between independent interns in the Content Taxonomy section at PT Vidio Dot Com. The background in this research is the occurrence of the covid-19 pandemic which causes the work system to be carried out by working from home. The work system that takes place in a work from home manner makes interactions between interns also have to be done online or mediated. The independent interns have not even met until the internship period is over. So the purpose of this research is to find out how each process of their relationship development even though it occurs online. The research method used is descriptive qualitative. The informants of this study were selected by purposive sampling technique so that the data obtained could be more appropriate. This research is then described using the social penetration theory of Irwin Altman and Dalmas Taylor. Based on the data obtained through observations and interviews, the results obtained from this study are independent interns have gone through all processes of social penetration starting from general information exchange, reciprocal exchange of information, rapid penetration at the beginning but then slowing down, until it reaches the point of penetration. During their social penetration, the independent internship students were not open to exchanging private information. This openness cannot be realized until the end of the internship because they feel they cannot trust people they have never met at all. So that when interacting they prefer to discuss general things, such as work, lectures, and the independent campus program itself.
3365536716D1B020010PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK BUNGA TELANG ( Clitoria ternatea L. ) TERHADAP TOTAL PADATAN DAN WARNA PADA WHEY KEFIR SUSU KAMBING.Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap total padatan dan warna pada whey kefir susu kambing. Bahan yang digunakan yaitu 12.000 gr susu kambing, bubuk bunga telang sebanyak 0% (0 gr), 0,5 % (10 gr), 1% (20 gr), 1,5% (30 gr), 2% (40 gr), dan 2,5% (50 gr) untuk setiap perlakuan dan penggunaan biji kefir secara total yaitu 240 gr (40 gr/perlakuan). Metode yang digunakan untuk penelitian adalah experimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan diulang sebanyak 4 kali dengan uji lanjut orthogonal polynomial. Variabel yang diukur yaitu total padatan dan warna. Hasil penelitian total padatan diperoleh rataan 6,92%±1,02 dan hasil penelitian warna diperoleh rataan data yaitu kecerahan (L*) sebesar 13,62±1,41, redness (a*) 2,10±0,32, dan yellowness (b*) 4,05±0,42. Penambahan bubuk bunga telang tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap total padatan dan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap variabel warna dengan uji lanjut orthogonal polynomial. Persamaan garis pada (L*), (a*) dan (b*) yaitu Y = -2,2333x + 16,413 R2 = 68,37%, Y = 0,3404x2 + 0,3035x + 0,9477 R2 = 90,3% dan Y = -0,7177x + 4,9471 R2 = 68,49%. Kesimpulan penambahan bubuk bunga telang dengan persentase yang berbeda pada whey kefir susu kambing menghasilkan total padatan yang sama. Semakin banyak penambahan bubuk bunga telang maka warna whey kefir yang dihasilkan semakin biru dan gelap.The study aimed to determine the effect of adding butterfly pea flower powder (Clitoria ternatea L.) to the total solids and color of goat's milk whey kefir. The ingredients used are 12,000 grams of goat's milk, 0% (0 gr), 0.5% (10 gr), 1% (20 gr), 1.5% (30 gr), 2% (40 gr) powder. ), and 2.5% (50 g) for each treatment and the total use of kefir grains was 240 g (40 g/treatment). The method used for this research is experimental using Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments repeated 4 times with further orthogonal polynomial test. The variables measured were total solids and color. The results of the total solids study obtained an average of 6.92%±1.02 and the results of the color study obtained the average data, namely brightness (L*) of 13.62±1.41, redness (a*) 2.10±0.32, and yellowness (b*) 4.05±0.42. The addition of butterfly pea flower powder had no significant effect (P>0.05) on the total solids and had a very significant effect (P<0.01) on the color variable with an orthogonal polynomial further test. The equations of the lines in (L*), (a*) and (b*) are Y = -2.2333x + 16,413 R2 = 68.37%, Y = 0.3404x2 + 0.3035x + 0.9477 R2 = 90, 3% and Y = -0.7177x + 4.9471 R2 = 68.49%. In conclusion the addition of butterfly pea flower powder with different percentages to the goat's milk kefir whey resulted in the same total solids. More the addition of butterfly pea flower powder, that’s produce the bluest and darkest whey kefir.
3365636813L1B018046PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP EFISIENSI PAKAN DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA NIRWANA (Oreochromis spp.)Ikan nila nirwana (Oreochromis spp.) adalah salah satu komoditas ikan air tawar yang banyak dibudidayakan dan diminati oleh masyarakat. Pemberian probiotik yang mengandung bakteri dalam pakan dimaksudkan untuk meningkatkan daya cerna ikan terhadap pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan spesifik (LPS), efisiensi pakan (EP) dan kelangsungan hidup (SR) ikan nila nirwana dengan pakan yang ditambahkan probiotik. Objek yang digunakan ikan nila nirwana dengan panjang 3,67±0,09 cm dan berat 0,99±0,06 g dari UPT Balai Benih Ikan Sidabowa. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf
perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (Pakan tanpa tambahan probiotik), P1 (Pakan dengan tambahan probiotik 10 mL/kg pakan), P2 (Pakan dengan tambahan probiotik 20 mL/kg pakan), dan P3 (Pakan dengan tambahan probiotik 30 mL/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak (1,08±0,02 g), efisiensi pakan (18,79±0,98 %) dan tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak (1,34±0,12 cm), laju pertumbuhan spesifik (2,47±0,28 %/hari), tingkat konsumsi pakan (14,32±1,52 g), kelangsungan hidup (84,44±3,85 %). Dosis probiotik 10 mL/kg pakan (P1) menghasilkan hasil yang terbaik. Kualitas air meliputi suhu 27,4–29,2°C, pH 6, Oksigen terlarut 6,2 mg/L.
Nila nirwana (Oreochromis spp.) is one of the freshwater fish commodities that are widely cultivated and in demand by the public. Provision of probiotics containing bacteria in feed is intended to increase the digestibility of fish to feed. This study aimed to determine the specific growth rate (LPS), feed efficiency (EP) and survival rate (SR) of nirwana tilapia with probiotic added feed. The object used was nirwana tilapia with length 3.67±0.09 cm and weight 0.99±0.06 g from UPT Balai Benih Ikan Sidabowa. The method used in this study use an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatment levels and 3 replications. The treatments consisted of P0 (Feed without additional probiotics), P1 (Feed with additional probiotics 10 mL/kg feed), P2 (Feed with additional probiotics 20 mL/kg feed), and P3 (Feed with additional probiotics 30 mL/kg feed). The results showed significant differences in absolute weight growth (1.08±0.02 g), feed efficiency (18.79±0.98%) and no significant differences in absolute length growth (1.34±0.12 cm),
specific growth rate. (2.47±0.28 %/day), feed consumption rate (14.32±1.52 g), survival (84.44±3.85%). Probiotic dose 10 mL/kg feed (P1) produced the best results. Water quality includes temperatures 27.4–29.2°C, pH 6, Dissolved oxygen 6.2 mg/L.
3365737930J1D018036Analisis Kelayakan Isi, Bahasa, dan Aspek Berpikir Kritis Pada Buku Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas XIISMA kelas 12 saat ini dihadapkan pada problematika tidak bisa mengikuti ujian nasional. Mereka dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis terutama dalam menghadapi penerimaan mahasiswa baru. Buku teks perlu untuk dikaji guna mempersiapkan kelulusan dan melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Sumber belajar juga perlu untuk memperhatikan isi dan bahasa yang digunakan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan isi, bahasa, dan aspek berpikir kritis pada buku teks bahasa Indonesia untuk SMA-MA Kelas XII terbitan Yrama Widya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik content analysis. Kegiatan analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan triangulasi teori untuk memperkuat hasil penelitian dan membandingkan hasil dengan perspektif teori yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan isi pada buku bahasa Indonesia untuk SMA-MA kelas XII memperoleh kategori Baik Sekali (BS) dengan skor rata-rata 9,77. Kelayakan bahasa memperoleh skor rata-rata 9,86 dengan kategori Baik Sekali (BS). Pemerolehan skor rata-rata pada aspek berpikir kritis adalah 9,54 dengan kategori Baik Sekali (BS). Berdasarkan penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa buku bahasa Indonesia untuk SMA-MA kelas XII sudah layak digunakan dalam pembelajaran.12th grade high school is currently faced with the problem of not being able to take the national exam. They are required to have the ability to think critically, especially in the face of new admissions. Textbooks need to be studied in order to prepare for graduation and continue their studies to a higher level. Learning resources also need to pay attention to the content and language used. Based on these problems, this study aims to describe the appropriateness of content, language, and critical thinking aspects of Indonesian textbooks for Senior High School class XII by Yrama Widya. This research uses qualitative descriptive method with content analysis technique. Data analysis activities carried out with Miles and Huberman model which includes data collection, data reduction, data display, and conclusion. This study uses triangulation theory to strengthen research results and compare results with relevant theoretical perspectives.The results showed that the appropriateness of the contents of the Indonesian book for Senior High School class XII obtained the excellent category and with average score of 9,77. The language appropriateness obtained an average score of 9,86 in the excellent category. The average score on the critical thinking aspect is 9,54 in the excellent category. Based on the research, it can be concluded that Indonesian language books for Senior High School class XII are suitable for use in learning.
3365836698I1E017007Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik Siswa dalam Mengikuti Ekstrakurikuler Karate di SMA Negeri 1 SokarajaMotivasi merupakan kekuatan atau dorongan yang timbul baik dari dalam diri individu atau dari luar individu untuk melakukan sebuah aktivitas atau tindakan yang terarah, sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Semakin besar motivasi seseorang dalam melakukan aktivitas, maka semakin besar kemungkinan orang tersebut mencapai keberhasilan.Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sokaraja pada bulan April 2022. Pengumpulan data menggunakan kuisioner atau angket skala likert. Uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan uji Cronbach’s Alpha menggunakan bantuan program SPSS. Kuisioner atau angket diujikan kepada sampel 14 siswa dengan Teknik total sampling. Analisis data menggunakan rumus persentase dan dideskripsikan berdasar pada data yang terkumpul. Berdasarkan analisis data keseluruhan menunjukkan bahwa motivasi intrinsik siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler karate termasuk dalam kategori tinggi dan sedang dengan persentase 42,86% dan motivasi ekstrinsik siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler karate termasuk dalam kategori sedang dengan persentase 42,86%. Perbandingan persentase di peroleh hasil 55,17% pada motivasi intrinsik dan 44,83% pada motivasi ekstrinsik. Masing-masing indikator pada motivasi intrinsik memperoleh persentase 35,77% pada indikator sikap, 27,34% pada indikator harapan, 36,89% pada indikator pengalaman masa lalu, dan pada masing-masing indikator pada motivasi ekstrinsik memperoleh persentase 30,84% pada indikator sarana prasarana, 30,69% pada indikator program Latihan dan 38,47% pada indikator lingkungan. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa Motivasi Intrinsik siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler karate di SMA Negeri 1 Sokaraja termasuk ke dalam kategori tinggi dengan indikator yang paling dominan adalah indikator pengalaman masa lalu, dan motivasi ekstrinsik siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler karate di SMA Negeri 1 Sokaraja termasuk ke dalam kategori sedang dengan indikator yang paling dominan adalah indikator lingkungan.Motivation is a force or drive that arises both from within the individual or from outside the individual to carry out an activity or action that is directed, so as to achieve the goals that have been set. The greater the motivation of a person in carrying out activities, the more likely that person is to achieve success.This study uses a quantitative descriptive method. This research was conducted at SMA Negeri 1 Sokaraja in April 2022. The data was collected using a questionnaire or Likert scale questionnaire that had been tested for construct validity using expert judgment and tested on samples outside the real sample,and the instrument reliability test was carried out using the Cronbach's test. Alpha uses the help of the SPSS program. Questionnaires or questionnaires were tested on a sample of 14 students with a total sampling technique. Data analysis uses the percentage formula and is described based on the data collected.Results: Based on the overall data analysis, it shows that the intrinsic motivation of students in participating in karate extracurricular is included in the high and medium categories with a percentage of 42.86% and the extrinsicmotivation of students in participating in karate extracurricular is included in the medium category with a percentage of 42.86%. Comparison of percentages obtained results of 55.17% on intrinsic motivation and 44,83% on extrinsic motivation. Each indicator on intrinsic motivation gets a percentage of 35.77% on the attitude indicator, 27.34% on the expectation indicator, 36.89% on the past experience indicator, and each indicator on extrinsic motivation gets a percentage of 30.84% on infrastructure indicators, 30.69% on training program indicators and 38.47% on environmental indicators.Conclusions: Intrinsic motivation of students in participating in karate extracurricular at SMA Negeri 1 Sokaraja is included in the high category with the most dominant indicator being past experience indicators, and extrinsic motivation of students in participating in karate extracurricular at SMA Negeri 1 Sokaraja is included in the medium category with the most dominant are environmental indicators.
3365936717E1A015112Upaya Hukum Banding Terhadap Pembatalan Putusan Arbitrase Proyek Reklamasi Pelabuhan Belawan Yang Tidak Dapat Diterima
(Studi Putusan No. 465B/Pdt.Sus-Arbt/2020 j.o Putusan No.287/Pdt.G/2019/PN Mdn)
Arbitrase sebagai alternatif penyelesaian sengketa non litigasi atau diluar pegadilan. Putusan arbitrase dibuat oleh suatu lembaga yang disebut Badan Arbitrase Nasional Indonesia atau bisa disingkat dengan BANI. Putusan arbitrase bersifat final dan mengikat, dan harus dilaksanakan. Akan tetapi setelah diputus BANI, muncul gugatan pembatalan. Putusan arbitrase dapat diajukan pembatalan melalui permohonan yang diajukan oleh pemohon ke Pengadilan Negeri setempat dengan alasan pembatalan sesuai dengan ketentua pasal 70 Undang-undang no 30 tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. penelitian terhadapa Putusan Nomor 465B/Pdt.Sus-Arbt/2020 j.o Putusan Nomor.287/Pdt.G/2019/PN Mdn. Majelis Hakim pada tingkat pertama menolak pembatalan putusan arbitrase, penggugat mengajukan banding ke Mahkamah Agung, kemudian Majelis Hakim pada tingkat akhir memberikan putusan berupa pembatalan putusan arbitrase tidak dapat diterima. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis normative dengan analisi normative kualitatif. Spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yaitu kepustakaan. Metode penyajian data naratif. Hasil Penelitian: 1) Pertimbangan hukum hakim Mahkamah Agung yang dalam memutus gugatan yang dinyatakan tidak dapat diterima. Karena tidak terpenuhinya syarat materil dan formil, sesuai dengan ketentuan Pasal 70 dan pasal 71 UUAAPS serta SEMA No.4 tahun 2006. 2) Akibat hukum dengan putusan banding yang dinyatakan tidak dapat diterima yaitu pemohon harus menjalankan isi putusan BANI, karena permohonan pembatalan putusan arbitrase tidak dapat diterima.

Arbitration as an alternative to resolving non-litigation or non-litigation disputes The arbitral award is made by an institution called the Indonesian National Arbitration Board or can be abbreviated as BANI. The arbitral award is final and binding, and must be enforced. However, after being terminated by BANI, a lawsuit arose for cancellation. An arbitration decison can be filed for cancellation through an application submitted by the applicant to the local District Court on the grounds of cancellation in accordance with the provisions of Article 70 of Law number 30 of 1999 concerning Arbitration and Alternative Dispute Resolution. The research of Decision Number 465B/Pdt.Sus-Arbt/2020 j.o Decision Number.287/Pdt.G/2019/PN Mdn. The Panel of Judges at the first level rejected the cancellation of the arbitral decision, the plaintiff filed an appeal to the Supreme Court, then the Panel of Judges at the final level gave a decision in the form of annulment of the arbitral decision which was unacceptable. The researcher uses normative juridical. Legislative approach method. Prescriptive research specifications. Secondary data sources. The data collection method is literature study. Narrative data presentation method. The results of the study: 1) The legal considerations of supreme court judges who in deciding a lawsuit are declared inadmissible. Due to the non-fulfillment of material and formal requirements, in accordance with the provisions of Article 70 and article 71 of UUAAPS and SEMA No.4 of 2006. 2) The legal consequence of an appeal decision that is declared unacceptable is that the applicant must carry out the contents of the BANI decision, because the request for the cancellation of the arbitral decision cannot be accepted.

3366037932K1B016047PEMODELAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2020 MENGGUNAKAN REGRESI LOGISTIK Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah ukuran ringkasan pencapaian rata-rata dalam dimensi utama pembangunan manusia yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Selama periode 2010 – 2020, IPM terus mengalami peningkatan sebesar 5,94 poin. Namun peningkatan IPM yang terjadi pada tahun 2020 tidak lebih besar dibandingkan dengan tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi IPM di Jawa Barat tahun 2020 menggunakan regresi logistik ordinal. Regresi logistik ordinal adalah regresi logistik untuk variabel respon yang bersifat polikotomus dengan skala ordinal. Penelitian ini menggunakan data IPM Jawa Barat tahun 2020. Faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah persentase kemiskinan, angka ketergantungan, rasio jenis kelamin, dan laju pertumbuhan penduduk. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap variabel respon adalah persentase kemiskinan, dan angka ketergantungan. Nilai odds ratio untuk persentase kemiskinan adalah 2,457 dan untuk angka ketergantungan adalah 1,957. Hal ini menyatakan bahwa penambahan satu persen pada persentase kemiskinan akan menurunkan odds kategori IPM sebesar 2,457 kali lipat dan penambahan satu persen pada angka ketergantungan akan menurunkan odds kategori IPM sebesar 1,957 kali lipat.The Human Development Index (HDI) is a summary measure of average achievement in key dimensions of human development such as longevity and healthy living, knowledge, and decent living standards. During the period from 2010 to 2020, HDI continued to increase by 5.94 points. However, the HDI increase that happened in 2020 was not greater than in 2019. This study aims to analyze the factors that affect HDI in West Java in 2020 using ordinal logistic regression. Ordinal logistic regression is a logistic regression for response variables that are polychotomous with ordinal scales. This study used HDI data for West Java in 2020. Factors used in this study are the percentage of poverty, dependency rate, sex ratio, and population growth rate. The results showed that variables that influenced response variables were percentage of poverty and dependency rate. Odds ratio for the percentage of poverty is 2,457 and for the dependency ratio is 1,957. It states that adding one percent to the poverty percentage will decrease the odds of the HDI category by 2,457 times and adding one percent to the dependency rate will reduce the odds of the HDI category by 1,957 times.