Artikelilmiahs
Menampilkan 33.721-33.740 dari 49.962 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 33721 | 36769 | L1C016023 | HUBUNGAN KELIMPAHAN TERIPANG (Holothuria spp) DENGAN KERAPATAN LAMUN DI PERAIRAN KARANG TENGAH, PULAU NUSAKAMBANGAN KABUPATEN CILACAP | Lamun merupakan habitat penting di ekosistem pesisir yang menjadi habitat berbagai jenis biota, salah satunya teripang. Teripang berasosiasi dengan vegetasi lamun dalam bentuk simbiosis mutualisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan teripang, kerapatan lamun dan hubungan kelimpahan teripang dengan kerapatan lamun di perairan Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap. Penelitian observasi ini mengkoleksi dan mengidentifikasi teripang dan lamun. Kelimpahan teripang dianalisis berdasarkan Zulham et al., (2018) dan kerapatan lamun dianalisis berdasarkan Fachrul (2007). Hubungan kelimpahan kedua spesies tersebut dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari sampai Maret 2022. Hasil penelitian bahwa teripang yang diperoleh hanya spesies H. atra dan kelimpahannya didapatkan 6 individu/10 m2. Spesies lamun yang diperoleh 4 spesies yaitu H. uninervis, H. pinifolia, C. rotundata dan H. Decipiens, dengan kerapatan lamun 108 tegakan/100 m2. Hubungan kelimpahan teripang dengan kerapatan lamun diperoleh hubungan yang sangat kuat. Eksistensi lamun di wilayah ini perlu dipertahankan sebagai habitat berbagai larva, juvenil dan biota dewasa yang mendukung ketahanan pangan lokal maupun nasional | Seagrass is an important habitat in coastal ecosystems which is the habitat of various types of biota, one of which is sea cucumbers. Sea cucumbers are associated with seagrass vegetation in the form of a mutualism symbiosis. The purpose of this study was to determine the abundance of sea cucumbers, seagrass density and the relationship between sea cucumber abundance and seagrass density in Nusakambangan Island waters, Cilacap Regency. This observational study collects and identifies sea cucumbers and seagrasses. Sea cucumber abundance was analyzed based on Zulham et al., (2018) and seagrass density was analyzed based on Fachrul (2007). The abundance relationship of the two species was analyzed descriptively. This research was conducted from January to March 2022. The species of sea cucumber were found H. atra and its abundance was 6 individuals/10 m2. Seagrass species was obtained 4 species, namely H. uninervis, H. pinifolia, C. rotundata and H. decipiens, with a density of 108 stands/100 m2 of seagrass. The relationship between sea cucumber abundance and seagrass density was very strong. The existence of seagrass in this area needs to be maintained as a habitat for various larvae, juveniles and adult biota that support local and national food security. | |
| 33722 | 36770 | C1C016121 | PENGARUH PENERAPAN SISTEM e-FILING, INTERNET SELF-EFFICACY, SOSIALISASI PERPAJAKAN, DAN PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA CILACAP | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan sistem e-filing, internet self-efficacy, sosialisasi perpajakan, dan pemahaman peraturan perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi pada KPP Pratama Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak selain karyawan yang terdaftar di KPP Pratama Cilacap dengan total populasi sebanyak 36.378 wajib pajak. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan dan diperoleh 100 sampel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem e-filing berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi , internet self-efficacy berpengaruh negatif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi, sosialisasi perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi, dan pemahaman peraturan perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Implikasi dari penelitian ini adalah KPP Pratama Cilacap diharapkan dapat melakukan sosialisasi yang lebih terkait hal-hal yang perpajakan. Sosialisasi harus dapat dilakukan secara berkala dengan memberikan informasi penting, baik peraturan, tata cara, maupun informasi yang berguna bagi wajib pajak. | This study aims to examine the effect of implementing e-filing system, internet self-efficacy, tax socialization, and understanding of tax regulations on individual taxpayer compliance at KPP Pratama Cilacap. This research is a quantitative research. The population in this study is taxpayers other than employees who are registered at KPP Pratama Cilacap with a total population of 36,378 taxpayers. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique with predetermined criteria and 100 samples were obtained. The data analysis technique used in this research is multiple regression test. The results of this study indicate that the implementation of the e-filing system has a positive effect on individual taxpayer compliance, internet self-efficacy has a negative effect on individual taxpayer compliance, tax socialization has a positive effect on individual taxpayer compliance, and understanding of tax regulations has a positive effect on individual taxpayer compliance. The implication of this research is that KPP Pratama Cilacap is expected to conduct more socialization related to tax matters. Socialization must be carried out periodically by providing important information, both regulations, procedures, and useful information for taxpayers. | |
| 33723 | 36771 | A1D018024 | PENAMPILAN AGRONOMI BEBERAPA GENOTIP KEDELAI HASIL MUTASI SINAR GAMMA PADA GENERASI M1 | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan agronomi beberapa genotip kedelai hasil mutasi sinar gamma pada generasi M1, mendapatkan dosis radiasi yang efektif terhadap peningkatan penampilan dari beberapa genotip kedelai, serta untuk mengetahui adanya interaksi antara dosis radiasi sinar gamma dengan beberapa genotip kedelai. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan menggunakan 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis radiasi sinar gamma dengan taraf 0 Gy, 100 Gy dan 200 Gy dan faktor kedua adalah jenis genotipe kedelai yaitu Varietas Grobogan, Slamet, Galur GS 3, GS 7, GS 12, GS 30 dan GS47. Variabel yang diamati yaitu waktu berkecambah, persentase perkecambahan, warna hipokotil, tinggi tanaman, jumlah buku, jumlah daun, luas daun, warna daun, umur tanaman berbunga, umur panen, jumlah polong pertanaman, bobot biji pertanaman, bobot 100 biji, dan bobot kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa penampilan agronomi seluruh genotip kedelai yang diuji berbeda pada variabel persentase perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah buku, jumlah daun, luas daun, umur tanaman berbunga, umur panen, jumlah polong pertanaman, bobot biji pertanaman, bobot 100 biji dan bobot kering tanaman. Dosis radiasi sinar gamma yang dicobakan belum kuat merubah struktur genetik kedelai sehingga penampilannya tidak banyak mengalami perubahan. Terjadi interaksi antara dosis sinar gama dengan genotip kedelai pada variabel persentase perkecambahan, umur tanaman berbunga, umur panen dan bobot 100 biji. | This study aims to determine the agronomic appearance of several soybean genotypes resulting from gamma ray mutations in the M1 generation, to obtain an effective radiation dose to increase the appearance of several soybean genotypes, and to determine the interaction between gamma ray radiation dose and several soybean genotypes. The research was conducted at the screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The experimental design used in the study was a randomized block design using 2 factors. The first factor is the gamma radiation dose with levels of 0 Gy, 100 Gy and 200 Gy and the second factor is the type of soybean genotype, namely the Grobogan variety, Slamet variety, GS3, GS7, GS12, GS30, and GS47 strains. The variables observed were germination time, percentage of germination, the color of hypocotyl, plant height, number of nodes, number of leaves, leaf area, leaf color, age of the flowering plant, age of harvest, number of pods planted, the weight of seeds planted, the weight of 100 seeds, and plant dry weight. The results showed that the agronomic performance of all soybean genotypes tested differed on the variables of germination percentage, plant height, number of nodes, number of leaves, leaf area, age of the flowering plant, age of harvest, number of pods planted, the weight of seeds planted, the weight of 100 seeds and plant dry weight. The dose of gamma ray radiation that was tried was not strong enough to change the genetic structure of soybeans so their its appearance did not change much. There was an interaction between the dose of gamma rays and soybean genotype on the variables of germination percentage, flowering plant age, harvest age and weight of 100 seeds. | |
| 33724 | 36772 | E1A016313 | IMPLEMENTASI HUKUM PENYELENGGARAAN JAMINAN KESEHATAN BAGI MASYARAKAT MISKIN DALAM PELAYANAN KESEHATAN (Studi di Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dalam pelayanan kesehatan dan faktor yang cenderung mempengaruhi implementasi hukum penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan Dinas Sosial Kabupaten Banyumas. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara sedangkan data sekunder dengan studi pustaka dan studi dokumenter. Metode pengolahan data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dilakukan secara analisis kualitatif dengan menggunakan content analysis dan comparative analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum penyelenggaraan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Banyumas sebagian besar telah terimplementasi dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari 6 (enam) parameter yang didasari pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan meliputi: terlaksananya pendaftaran kepesertaan jaminan kesehatan dengan baik; belum maksimalnya partisipasi masyarakat terhadap program jaminan kesehatan; terlaksananya penyelenggaraan pelayanan kesehatan dengan baik; tersedianya dukungan sarana dan prasarana terhadap program jaminan kesehatan dengan baik; tersedianya biaya penyelenggaraan jaminan kesehatan dengan baik; terlaksananya bentuk/jenis pelayanan kesehatan yang dijamin dengan baik. Adapun faktor-faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum penyelenggarakan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Banyumas adalah faktor-faktor yang dapat menghambat dan mendukung implementasi hukum penyelenggaraan jaminan kesehatan peserta non-PBI dalam pelayanan kesehatan di BPJS Kesehatan Purwokerto. | This study aims to determine the legal implementation of health insurance for the poor in health services and the factors that tend to influence the implementation of the law on the implementation of health insurance for the poor in health services in Banyumas Regency. This study uses qualitative research methods with sociological juridical approach, and descriptive research specifications. The research locations are the Health Office, BPJS Health, and the Banyumas District Social Service. The types of data used are primary data and secondary data. The primary data collection method is by interviewing while the secondary data is by literature study and documentary study. The data processing method is done by data reduction, data display, and data categorization. Presentation of data in the form of a qualitative matrix and narrative text. The data analysis method was carried out by qualitative analysis using content analysis and comparative analysis. The results showed that the implementation of the law on the implementation of health insurance for the poor in health services in Banyumas Regency was mostly well implemented. This can be seen from the 6 (six) parameters based on the Presidential Regulation of the Republic of Indonesia Number 82 of 2018 concerning Health Insurance including: the implementation of registration of health insurance participation properly; community participation in the health insurance program has not been maximized; the implementation of good health service delivery; the availability of supporting facilities and infrastructure for the health insurance program properly; the availability of good health insurance costs; implementation of the form / type of health services that are guaranteed well. The factors that tend to influence the legal implementation of health insurance for the poor in health services in Banyumas Regency are factors that can hinder and support the implementation of the law on the implementation of health insurance for non-PBI participants in health services at BPJS Kesehatan Purwokerto. | |
| 33725 | 36773 | J1A018009 | REVISITING BATTLE OF HATTIN DEPICTED IN SCOTT’S KINGDOM OF HEAVEN (2005): A NEW HISTORICISM STUDY | This research entitled “Revisiting Battle of Hattin Depicted in Scott’s Kingdom of Heaven (2005): A New Historicism Study” is aimed to figuring out the different version of battle of Hattin as portrayed in Kingdom of Heaven (2005) by Ridley Scott. Since this film is made based on the historical event in 12th century, this research will examine some contradictive representations of this event as recorded in some history books. In analyzing the historicity of battle in Hattin in both film and history books, this research uses new historicism as the the theoretical framework. Furthermore, the researchers used qualitative methods since the research deals with the link between literary text and non-literary text in order to uncover the historicity of battle of Hattin. The data of this research is obtained from the movie in the form of dialogues and pictures, also from some history books contained about battle of Hattin event. Consequently, the result indicates that this film portrays the events of the battle of Hattin which are different through both aspects, namely the crucial motive of the battle and the great pre-war strategy of Saladin. Besides, the research also finds the influences of the mastermind of this film. | Penelitian yang berjudul “Revisiting Battle of Hattin Depicted in Scott's Kingdom of Heaven (2005): A New Historicism Study” ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan versi pertempuran Hattin yang digambarkan dalam Kingdom of Heaven (2005) oleh Ridley Scott. Karena film ini dibuat berdasarkan peristiwa sejarah pada abad ke-12, penelitian ini akan mengkaji beberapa representasi kontradiktif dari peristiwa ini seperti yang tercatat dalam beberapa buku sejarah. Dalam menganalisis historisitas pertempuran di Hattin baik dalam film maupun buku sejarah, penelitian ini menggunakan historisisme baru sebagai kerangka teori. Selanjutnya, peneliti menggunakan metode kualitatif karena penelitian ini berkaitan dengan keterkaitan antara teks sastra dan teks non-sastra untuk mengungkap historisitas pertempuran Hattin. Data penelitian ini diperoleh dari film berupa dialog dan gambar, juga dari beberapa buku sejarah yang berisi tentang peristiwa battle of Hattin. Akibatnya, hasil menunjukkan bahwa film ini menggambarkan peristiwa pertempuran Hattin yang berbeda melalui kedua aspek, yaitu motif penting pertempuran dan strategi besar sebelum perang Saladin. Selain itu, penelitian ini juga menemukan pengaruh dalang dari film ini. | |
| 33726 | 37934 | K1B017051 | IMPLEMENTASI DIGRAF EKSENTRIK PADA PENENTUAN TITIK PUSAT WILAYAH BUMI UNTUK PEMBAGIAN ZONA WAKTU DUNIA | Digraf eksentrik pada graf G dinotasikan dengan ED(G) merupakan graf berarah yang mempunyai himpunan titik sama dengan G dan himpunan sisi yang menghubungkan titik u dan v jika v adalah titik terjauh dari u. Salah satu implementasi digraf eksentrik adalah menentukan pusat suatu graf. Penelitian ini bertujuan meneliti Ka’bah di Makkah sebagai pusat koordinat wilayah bumi untuk pembagian zona waktu di dunia. Prosedur penelitian yang dilakukan adalah merepresentasikan wilayah permukaan bumi ke dalam bentuk graf, mengonstruksi digraf eksentrik dari setiap subgraf menggunakan software MATLAB R208a dengan terlebih dahulu menentukan titik eksentrik dan eksentrisitas titiknya, menentukan titik pusat dari graf H sebagai representasi keterhubungan antar benua di wilayah permukaan bumi dan Ka'bah, serta menentukan pembagian zona waktu di dunia dengan Ka’bah sebagai pusat koordinat wilayah bumi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa titik yang merepresentasikan Ka’bah merupakan titik pusat dari graf H. Pada digraf eksentriknya, titik tersebut memiliki derajat keluar lebih banyak dibandingkan derajat masuknya dan memiliki eksentrisitas titik terkecil, yaitu 13.497,61 km. Hal ini menyimpulkan bahwa Ka’bah merupakan pusat koordinat wilayah bumi. Hasil pembagian zona waktu di dunia dengan Ka’bah sebagai pusat koordinat atau Ka’bah Mean Time (KMT), yaitu terdapat 24 zona waktu yang membagi 195 ibu kota negara di dunia. | The eccentric digraph on graph G annotated with ED(G) is a directional graph that has a set of points equal to G and a set of sides connecting the points u and v if v is the farthest point from u. One of the implementations of eccentric digraphs is to determine the center of a graph. This study aims to examine the Ka'bah in Mecca as the coordinate center of the earth's territory for the division of time zones in the world. The research procedure carried out is to represent the surface area of the earth into the form of a graph, construct the eccentric digraph of each subgraph using MATLAB R208a software by first determining the eccentric points and the eccentricity and of its points, determining the central point of the graph H as a representation of the intercontinental connection in the surface area of the earth and the Ka'bah, and determining the division of time zones in the world with the Ka'bah as the coordinate center of the earth's territory. The results of this study show that the point representing the Ka'bah is the central point of the graph H. In its eccentric digraph, the point has more exit degrees than the degree of entry and has the eccentricity of the smallest point, which is 13,497.61 km. This concludes that the Ka'bah is the coordinate center of the earth's territory. The result of the division of time zones in the world with the Ka'bah as the coordinate center or Ka'bah Mean Time (KMT), there are 24 time zones that divide 195 national capitals in the world. | |
| 33727 | 36774 | D1A015207 | PERSEPSI SANTRI TERHADAP PERAN PEMIMPIN PONDOK DALAM MEMOTIVASI DAN MENUMBUHKAN ETOS KERJA UNTUK BETERNAK KAMBING (STUDY KASUS di PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA KROYA) | Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama nyantri dan tingkat Pendidikan dengan persepsi santri tentang peranan pemimpin dalam memotivasi dan menumbuhkan etos kerja santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda dalam usaha beternak kambing. Penelitian ini menggunakan metode survey. Sasaran penelitian adalah santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Penentuan lokasi berdasarkan purposive sampling. Penentuan sampel menggunakan rumus slovin dengan margin of eror 10% di peroleh sebanyak 60 santri. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Deskriptif dan analisis Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama santri tinggal di pondok pesantren (nyantri) yaitu 3 tahun, rata-rata pendidikan santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda adalah tingkat SMA, tingkat motivasi, tingkat etos kerja dan persepsi santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda masuk pada kategori tinggi. Hasil analisis korelasi Rank Spearman menunjukan bahwa korelasi antara persepsi dan lama nyantri cukup kuat dengan masing-masing koefisien sebesar (0,289) dan korelasi antara persepsi dengan tingkat pendidikan juga cukup kuat dengan masing-masing koefisien sebesar (0,324). | Abstract This study aims to analyze the relationship between length of stay and level of education with students' perceptions of the role of leaders in motivating and growing the work ethic of students at Miftahul Huda Islamic Boarding School in goat raising business. This research uses survey method. The target of this research is students at Miftahul Huda Islamic Boarding School, Kroya District, Cilacap Regency. Determination of the location based on purposive sampling. Determination of the sample using the Slovin formula with a margin of error of 10% obtained as many as 60 students. The analytical method used is descriptive analysis and Rank Spearman analysis. The results showed that the average length of stay in Islamic boarding schools (nyantri) was 3 years, the average student education at Miftahul Huda Islamic Boarding School was high school level, motivation level, work ethic level and student perception at Miftahul Huda Islamic Boarding School entered at high category. The results of the Spearman Rank correlation analysis show that the correlation between perception and length of stay is quite strong with each coefficient of (0.289) and the correlation between perception and education level is also quite strong with each coefficient of (0.324). | |
| 33728 | 38095 | C1I018032 | THE INFLUENCE OF COMPANY SIZE, LEVERAGE, COMPANY AGE, BONUS COMPENSATION ON EARNINGS MANAGEMENT | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, leverage, usia Perusahaan, kompensasi bonus terhadap manejemen laba. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Teknik pengambilan sempel menggunakan metode purposive sampling yang sesuai dengan kriteria dan sampel yang diperoleh sebanyak 12 perusahaan dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 36 sampel. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan IBM SPSS 25 menunjukkan bahwa variabel ukuran Perusahaan berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Leverage berpengaruh positif terhadap manajemen laba, sedangkan. Usia Perusahaan tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Kemudian bonus Kompensasi berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. Implikasi pada penelitian ini adalah perusahaan dapat lebih fokus dalam memperhatikan kondisi keuangan perusahaan karena hal tersebut akan menjadi pertimbangan regulator untuk mengevaluasi kebijakan yang dijalankan dan secara praktik menunjukan bahwa praktik manajemen laba masih ada dan berpengaruh walaupun tidak semua faktor. | This study aims to determine the effect of company size, leverage, company age, bonus compensation on earnings management. This research is quantitative research. The data used in this research is secondary data. The sampling technique used a purposive sampling method in accordance with the criteria and samples were obtained from as many as 12 companies with the number of samples used as many as 36 samples. The data analysis method used is multiple linear regression analysis. Based on the results of data analysis using IBM SPSS 25, shows that the firm size variable has a negative effect on earnings management. Leverage has a positive effect on earnings management, whereas. Company age has no effect on earnings management. Then the compensation bonus has a negative effect on earnings management. The implication of this research is that the company can focus more on paying attention to the company's financial condition because it will be considered by the regulator to evaluate the policies implemented and practically show that earnings management practices still exist and have an effect, although not all factors. | |
| 33729 | 36775 | C1C018020 | Pengaruh Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, Orientasi Kewirausahaan, dan Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Kinerja UMKM pada Masa Pandemi Covid-19 | Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, orientasi kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja UMKM pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Ciamis dengan sampel penelitian sebanyak 80 UMKM. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang disebar kepada responden. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM, (2) Inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM, (3) Orientasi Kewirausahaan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM, dan (3) Pemanfaatan Teknologi Informasi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. | The purpose of this study is to determine the effect of financial literacy, financial inclusion, entrepreneurial orientation, and the use of information technology on the performance of SMEs during the Covid-19 pandemic. This research was conducted in Ciamis Regency with 80 SMEs as the sample. This is a quantitative study with multiple linear regression analysis techniques. Data collected by distributing questionnaires. The results of this study indicate that: (1) Financial literacy has a positive and significant effect on the performance of SMEs, (2) Financial inclusion has a positive and significant effect on the performance of SMEs, (3) Entrepreneurial orientation has no positive and significant effect on the performance of SMEs, and (3) The use of information technology has no positive and significant effect on the performance of SMEs. | |
| 33730 | 36776 | I1B018050 | ANGKA KEMATIAN KASUS DAN PERBEDAAN PROPORSI KESAKITAN BAYI PREMATUR DIBANDINGKAN BAYI ATERM DI RSU KOTA BANJAR PROVINSI JAWA BARAT | Latar Belakang : Angka kematian kasus bayi prematur dan kesakitan bayi prematur dibandingkan bayi aterm di Rumah Sakit Umum Kota Banjar belum teridentifikasi. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui angka kematian kasus dan a proporsi kesakitan bayi prematur dibandingkan bayi aterm. Metodologi : Penelitian menggunakan desain kasus dan kontrol melibatkan convenience sample data dari 151 bayi prematur dan 151 bayi cukup bulan dari RSU Kota Banjar. Analisis data mengunakan uji univariat, Chi-square, dan uji fisher exact. Hasil Penelitian : Persentase angka kematian kasus bayi prematur lebih besar dibandingkan bayi aterm (23,29% versus 2,25%). Penyakit yang dialami bayi adalah Asfiksia, Anemia, Anensefali, Berat badan bayi lahir sangat rendah (BBLSR), Hidrosefalus, Hipoglikemiaa, Intrauterine Fetal Death (IUFD), Labiopalatoskisiskisis, Respiratory Distress Syndrome (RDS), Sepsis. Penelitian menemukan adanya perbedaan proporsi kesakitan yang bermakna pada bayi prematur dibandingkan bulan yaitu IUFD (6,6 % versus 0,7%, p= 0,015) dan RDS (9,3% versus 2,6%, p= 0,006). Kesimpulan : Angka kematian kasus lebih banyak terjadi pada bayi prematur dibandingkan bayi aterm. Terdapat perbedaan yang signifikan proporsi kesakitan pada bayi prematur dan aterm khususnya untuk kasus IUFD dan RDS. | Background: The case fatality rate of preterm infants and term infants at the Banjar Public Hospital has not been investigated. Furthermore, this study aimed to investigate the case fatality rate and morbidity differences between preterm infants and term infants. Methodology: The study used a case and control design involving convenience sample data from 151 preterm infants and 151 term infants from Banjar Public Hospital. Data analysis used univariate, Chi-Square, and Fisher's exact tests. Result: Case fatality rate of preterm infants was higher than term infants (23.29% versus 2.25%, respectively). The infants experienced Asphyxia, Anemia, Anensefali, Very low birth weight (LBW), Hydrocephalus, Hypoglycemia, Intrauterine fetal death (IUFD), Labiopalatoskisischisis, Respiratory Distress Syndrome (RDS), and Sepsis. This study found that there were significant differences on types of diseases, namely IUFD (6.6% versus 0.7%, p= 0.015) and RDS (9.3% versus 2.6%, p= 0.006). Conclusion: The case fatality rate is more in premature babies than in term babies. There is a significant difference between preterm and term infants, especially for cases of IUFD and RDS | |
| 33731 | 36738 | F1B017010 | Kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) (Studi di Desa Singajaya Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya) | Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga niaga tingkat desa yang dikelola bersama oleh masyarakat dan pemerintah desa untuk memperkuat perekonomian desa dan dibentuk sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa. Salah satu BUMDes yang memaksimalkan potensi sumber daya alam dengan mengikuti perkembangan zaman adalah BUMDes Karya Mukti yang terletak di Desa Singajaya Kabupaten Tasikmalaya. Dalam melaksanakan usahanya BUMDes Karya Mukti memiliki berbagai faktor pendukung yaitu adanya kesesuaian program kegiatan dan penerapannya yang sesuai visi misi, peran ketua BUMDes yang baik dalam menjalankan kepemimpinan, sumber daya manusia yang memiliki kemandirian dan inisiatif, dan komunikasi yang baik yang dibentuk oleh pemerintah daerah dan masyarakat terjalin, yang didukung oleh peran serta masyarakat yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan yang terbentuk pemerintah setempat maupun kepada masyarakat terjalin dengan baik, hal tersebut didukung dengan adanya partisipasi masyarakat yang berperan aktif dalam pelaksanaan program. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Singajaya Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi validitas data. Kinerja BUMDes Karya Mukti dari rencana kegiatan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi, rencana yang sudah berjalan memenuhi kebutuhan masyarakat, mengoptimalkan peran masyarakat desa dan mengoptimalkan pengelolaan BUMDes, meskipun masih ada beberapa program yang belum berjalan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja BUMDes Karya Mukti dapat dilihat dari kepemimpinan manajemen, yaitu pimpinan BUMDes diketahui melakukan kegiatan perencanaan untuk proyek yang akan dilaksanakan. Namun dalam fungsi organisasi pengelolaan sumber daya harus didasarkan pada konsep yang benar, yaitu melalui berbagai fungsi seperti kebutuhan tugas, prosedur kerja, tanggung jawab, hubungan antar fungsi, dan lain-lain. Selain fungsi yang diemban oleh program, kepala BUMDes memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini. Penanggung jawab BUMDes melihat langsung ke lokasi, dan pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai dengan rencana kerja yang dirumuskan. Kepala BUMDes juga melakukan fungsi kontrol secara langsung atau melalui telepon. Faktor lain berkaitan dengan SDM, pengelola BUMDes masih minim pengalaman dan minim skill. Namun, sebagian besar pengelola BUMDes mandiri dalam menjalankan tugasnya. Dari segi faktor komunikasi, baik komunikasi ke bawah maupun ke atas dilakukan dalam pelaksanaannya untuk mencegah kesalahpahaman dan informasi yang hilang. Faktor lainnya adalah keterlibatan masyarakat, yang berkontribusi dan mendukung program BUMDes. Kata Kunci: Kinerja, kepemimpinan, komunikasi, sumberdaya manusia, partisipasi | Village-Owned Enterprises (BUMDes) are village-level commercial institutions that are jointly managed by the community and the village government to strengthen the village economy and are formed according to the needs and potential of the village. One of the BUMDes that maximizes the potential of natural resources by keeping up with the times is the Karya Mukti BUMDes which is located in Singajaya Village, Tasikmalaya Regency. In carrying out its business, Karya Mukti BUMDes has various supporting factors, namely the suitability of the activity program and its implementation in accordance with the vision and mission, the role of a good BUMDes chairman in carrying out leadership, human resources who have independence and initiative, and good communication formed by the local government and The community is established, which is supported by the participation of the community who have played an active role in the implementation of what was formed by the local government as well as to the community. This is supported by the participation of the community who play an active role in program implementation. Therefore, it is necessary to conduct research to determine the performance of Village Owned Enterprises (BUMDes) in Singajaya Village, Cibalong District, Tasikmalaya Regency and the factors that influence this performance. The research method used is observation, interviews and documentation. This research uses data validity triangulation technique. Karya Mukti's BUMDes performance from the activity plan and its implementation is in accordance with the vision and mission, the existing plans meet the needs of the community, optimize the role of village communities and optimize the management of BUMDes, although there are still several programs that have not been implemented. The factors that affect the performance of BUMDes Karya Mukti can be seen from the management leadership, namely the BUMDes leadership is known to carry out planning activities for projects to be implemented. However, in the organizational function, resource management must be based on the correct concept, namely through various functions such as task requirements, work procedures, responsibilities, relationships between functions, and others. In addition to the functions carried out by the program, the head of BUMDes has a very important role in this regard. The person in charge of BUMDes looks directly at the location, and the implementation of the work is in accordance with the formulated work plan. The Head of BUMDes also performs control functions in person or by telephone. Another factor is related to human resources, BUMDes managers still lack experience and lack of skills. However, most BUMDes managers are independent in carrying out their duties. In terms of communication factors, both downward and upward communication is carried out in its implementation to prevent misunderstandings and lost information. Another factor is community involvement, which contributes and supports the BUMDes program. Keywords: Performance, leadership, communication, human resources, participation | |
| 33732 | 36777 | E1A016089 | PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA KEKERASAN TERHADAP ORANG YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 58/Pid.B/2012/PN.Amt) | Hukum acara pidana merupakan ketentuan-ketentuan yang digunakan untuk mencari dan mendapatkan kebenaran yang selengkap-lengkapnya. Kebenaran tersebut harus diuji dengan alat-alat bukti yang ada, yang ditentukan undang-undang secara limitatif sebagaimana disebut dalam Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Pada saat proses pemeriksaan sidang pengadilan, Pembuktian merupakan masalah yang memegang fungsi menentukan. Dengan adanya pembuktian inilah akan ditentukan nasib terdakwa, bersalah atau tidak bersalah. Berkaitan dengan hal tersebut, Pembuktian adanya tindak pidana kekerasan yang mengakibatkan kematian kerapkali menghadapi sejumlah kendala, yaitu salah satunya tidak dilakukan pemeriksaan dalam (otopsi) sehingga penyebab pasti kematian korban tidak dapat dipastikan apakah korban meninggal disebabkan karena kekerasan yang dilakukan terdakwa, atau kecelakaan atau mati karena suatu penyakit. Pada Penelitian Putusan Nomor 58/Pid.B/2012/PN Amt. bertujuan untuk menganalisa bagaimana pembuktian tindak pidana kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan kematian yang dilakukan secara bersama-sama dan bertujuan untuk menganalisa bagaimana hakim mengkualifikasikan alat bukti surat. Metode yang digunakan adalah pendeketan yuridis notmatif yaitu dengan cara menelaah bahan pustaka (data sekunder) yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuktian tindak pidana kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan kematian yang dilakukan secara bersama-sama dalam putusan putusan No.58/Pid.B/2012/PN.Amt dibuktikan dengan keterangan saksi, surat, dan keterangan terdakwa, alat bukti yang dihadirkan telah memenuhi syarat pembuktian sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 183 KUHAP yaitu minimum adanya dua alat bukti yang sah dan telah memperoleh keyakinan hakim dan hakim mengkualifikasikan Visum Et Repertum ke dalam kategori alat bukti surat yang disebutkan dalam ketentuan Pasal 187 huruf c KUHAP. | Criminal procedural law is the provisions used to seek and obtain the complete truth. The truth must be tested with the available evidence, which is determined by law in a limited manner as referred to in Article 184 of the Criminal Procedure Code (KUHAP). During the trial process, evidence is a matter that has a decisive function. With this evidence, the fate of the accused will be determined, guilty or not guilty. In this regard, evidence of violent criminal acts resulting in death often faces a number of obstacles, one of which is that an internal examination (autopsy) is not carried out so that the exact cause of death of the victim cannot be ascertained whether the victim died due to violence by the defendant, or an accident or death. because of an illness. In the Decision Research Number 58/Pid.B/2012/PN Amt. aims to analyze how the evidence of criminal acts of violence against people resulting in death is carried out jointly and aims to analyze how judges qualify documentary evidence. The method used is a notmative juridical approach, namely by examining existing library materials (secondary data). The results of the study show that proving the crime of violence against people resulting in death which is carried out together in the verdict No.58/Pid.B/2012/PN.Amt is evidenced by witness statements, letters, and statements from the defendant, the evidence presented has met the evidentiary requirements as stated in Article 183 of the Criminal Procedure Code, namely a minimum of two valid pieces of evidence and has obtained the judge's conviction and the judge has qualified Visum Et Repertum into the category of documentary evidence as stated in the provisions of Article 187 letter c of the Criminal Procedure Code. | |
| 33733 | 36778 | K1A018021 | VALIDASI METODE ANALISIS SENYAWA DEKSAMETASON DARI SEDIAAN FARMASI DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI | Deksametason adalah kartikosteroid yang memiliki efek anti inflamasi dan anti alergi dengan pencegahan pelepasan histamin. Kemampuan deksametason dalam mengatasi peradangan dan alergi kurang lebih sepuluh kali lebih hebat dari yang dimiliki prednison. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) pada analisis senyawa deksametason dalam sediaan tablet. Sistem KCKT dioptimasi menggunakan kolom perkin elmer C8 (150 mm x 4,0 mm ID, 3 μm) pada perbandingan komposisi fase gerak asetonitril : aquabides (45:55, v/v), laju alir sebesar 1,0 mL/menit, volume injeksi sebanyak 10 µL, panjang gelombang 244 nm, dan didapatkan waktu retensi kurang dari 2,5 menit. Kurva kalibrasi linear diperoleh pada rentang konsentrasi 10-50 ppm dengan nilai koefisien determinasi (r2 ) sebesar 0,9984 Batas deteksi (LOD) yang didapatkan sebesar 4,35 ppm dan batas kuantitasi (LOQ) sebesar 14,5 ppm. Standar deviasi (SD) diperoleh sebesar 0,208; koefisien variasi (KV) sebesar 0,50 %; dan HORRAT sebesar 0,046. Nilai % (recovery) sebesar 103,565 % dan nilai selektivitas sebesar 1,64. Hasil yang didapat memenuhi persyaratan sehingga dapat digunakan untuk menentukan deksametason dalam tablet dan diperoleh kadar deksametason dalam sediaan tablet sebesar 39,24 ppm dengan perolehan kembali sebesar 98,1 %. Metode KCKT ini valid, akurat, dan memiliki waktu analisis yang singkat. | Dexamethasone is a corticosteroid that has anti-inflammatory and anti-allergic effects by preventing histamine release. The ability of dexamethasone in overcoming inflammation and allergies is approximately ten times greater than that of prednisone. This study aims to validate the High Performance Liquid Chromatography (HPLC) method in the analysis of dexamethasone compounds in tablet preparations. The HPLC system was optimized using a Perkin Elmer C8 column (150 mm x 4.0 mm ID, 3 m) in a comparison of the mobile phase composition of acetonitrile: aquabides (45:55, v/v), flow rate of 1.0 mL/minute, volume injection of 10 L, a wavelength of 244 nm, and the retention time was less than 2.5 minutes. A linear calibration curve was obtained in the concentration range of 10-50 ppm with a coefficient of determination (r2) of 0.9984. The limit of detection (LOD) was 4.35 ppm and the limit of quantitation (LOQ) was 14.5 ppm. The standard deviation (SD) was 0.208; coefficient of variation (KV) of 0.50%; and HORRAT of 0.046. The % value (recovery) is 103,565% and the selectivity value is 1.64. The results obtained meet the requirements so that it can be used to determine dexamethasone in tablets and obtained dexamethasone levels in tablet preparations of 39.24 ppm with a recovery of 98.1%. This HPLC method is valid, accurate, and has a short analysis time | |
| 33734 | 36779 | J1A015030 | JIN SEON’S UNCONSCIOUSNESS AS A TRIGGER TO BE A MURDERER IN BASTARD | Penelitian yang berjudul "Ketidaksadaran Jin Seon Sebagai Pemicu yang Menjadikannya Pembunuh dalam Webtoon Bastard karya Carnby Kim" ini bertujuan untuk mengetahui alasan mengapa Jin Seon menjadi seorang pembunuh. Penelitian kualitatif ini menggunakan teori psikoanalisis dalam sastra sebagai teori utama untuk menganalisis psikologi tokoh utama, Jin Seon. Kemudian selain data utama dalam penelitian ini, peneliti juga menggunakan konsep ketidaksadaran untuk membuktikan ketidaksadaran Jin Seon dan juga mekanisme pertahanan Sigmund Freud untuk mengungkap tentang pikiran Jin Seon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada enam alasan mengapa Jin Seon menjadi seorang pembunuh, (1) Jin Seon kecil yang mengalami kecelakaan menyebabkan dia kehilangan ingatan dan mengubahnya menjadi orang yang dingin dan berbeda. Kemudian (2) Ibu Jin Seon yang meninggalkan trauma mendalam padanya, (3) Ayah Jin Seon yang membawanya ke tempat yang biasa mereka sebut "ruangan khusus", (4) identitas dan keinginan tersembunyi Jin Seon, (5) akibat dari bullying yang dialami Jin Seon dan akhirnya (6) kenyataan sebenarnya yang terjadi pada Jin Seon dulu dan sekarang. Kata Kunci: Ketidaksadaran Jin Seon, Psikoanalisis, Konsep Ketidaksadaran, Mekanisme Pertahanan, | This research entitled "Jin Seon's Unconsciousness As A Trigger To Be A Murderer in Bastard webtoon by Carnby Kim" aims to find out the reason why Jin Seon become a murderer. This qualitative research utilizes psychoanalysis in literature theories as the main theory to analyze the psychology of the main character, Jin Seon. Then in addition to the main data in this study, the researcher also uses the unconsciousness concept to proof about Jin Seon’s unconsciousness and also Sigmund Freud's defense mechanism to reveal about Jin Seon’s mind. The result of this study shows that there are six reasons why Jin Seon became a murderer, (1) little Jin Seon who had an accident caused him to lose his memory and turned him into a cold and different person. Then (2) Jin Seon's mother who left a deep trauma on him, (3) Jin Seon's father who took him to a place they used to call a "special room", (4) Jin Seon's hidden identity and desires, (5) the result of the bullying experienced by Jin Seon and finally (6) the true reality of Jin Seon in the past and present. Keywords: Jin Seon’s Unconsciousness, Psychoanalysis, Unconsciousness Concept, Defense Mechanism, | |
| 33735 | 36782 | H1A018069 | PENGARUH PERBEDAAN RUANG WARNA PADA DATASET HAM10000 SEBAGAI MASUKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) UNTUK KLASIFIKASI KANKER KULIT | Salah satu kanker paling berbahaya di antara jenis kanker lain yaitu kanker kulit yang mana disebabkan oleh pembelahan sel yang tidak normal. Kanker kulit diklasifikasikan berdasarkan jenisnya, yaitu melanoma dan non-melanoma. Tergantung pada jenis asalnya, lesi sel melanoma termasuk melanoma dan melanomatik nevus. Demikian pula, lesi nonmelanoma termasuk karsinoma sel basal, keratosis , neoplasma dermal, lesi vaskular, dan keratosis jinak. Convolutional Neural Network (CNN) lebih baik dalam mengklasifikasi kanker kulit. Dokter kulit yang melakukan pemeriksaan visual pada kanker kulit memiliki akurasi 60% - 80%. Terdapat berbagai ruang warna alternatif yang dapat membantu meningkatkan kinerja CNN. Model arsitektur klasifikasi dibuat sendiri menggunakan MobileNetV2. Dengan bantuan modul OpenCV dilakukan konversi dimensi warna dari RGB ke HSV, YCrCB, XYZ, greyscale. Ditinjau dari test data didapatkan hasil terbaik pada ruang warna RGB ukuran data 224x224 dengan nilai akurasi sebesar 0.9511 serta didapatkan hasil paling rendah yaitu pada ruang warna greyscale ukuran data 32x32 dengan nilai akurasi sebesar 0.6824. Ruang warna RGB, HSV, XYZ, YcbCr dan greyscale nilai dari accuracy, precision dan recall memiliki nilai yang sama atau mendekati pada setiap ruang warna. Model dengan ukuran data 224x224 memiliki akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan model dengan ukuran data 32x32. | One of the most dangerous cancers among other types of cancer is skin cancer which is caused by abnormal cell division. Skin cancer is classified according to its type, namely melanoma and non-melanoma. Depending on the type of origin, melanoma cell lesions include melanoma and melanomatic nevus. Similarly, non-melanoma lesions include basal cell carcinoma, activated keratosis, dermal neoplasms, vascular lesions, and benign keratosis. Convolutional Neural Network (CNN) is better at classifying skin cancer. Dermatologists who perform visual examinations of skin cancer have an accuracy of 60% - 80%. There are various alternative color spaces that can help improve CNN performance. The classification architecture model was created using MobileNetV2. With the help of the OpenCV module, the color dimension conversion is carried out from RGB to HSV, YCrCB, XYZ, greyscale. From the test data, the best results are obtained in the RGB color space with a data size of 224x224 with an accuracy value of 0.9511 and the lowest result is obtained, namely in the grayscale color space, the data size 32x32 with an accuracy value of 0.6824. Color space RGB, HSV, XYZ, YcbCr and greyscale values of accuracy, precision and recall have the same or close values in each color space. The model with a data size of 224x224 has better accuracy than the model with a data size of 32x32. | |
| 33736 | 36780 | B1B018031 | REPRODUCTIVE BIOLOGY OF GREENBACK MULLET, Planiliza subviridis (Valenciennes, 1836) IN SEGARA ANAKAN CILACAP | Segara Anakan Cilacap adalah ekosistem muara yang merupakan tempat pertemuan beberapa sungai di barat daya Provinsi Jawa Tengah dan dipisahkan dari Samudera Hindia oleh Pulau Nusakambangan. Ikan belanak punggung hijau (Planiliza subviridis) merupakan salah satu jenis ikan yang hidup di Segara Anakan Cilacap. Ikan belanak punggung hijau memiliki nilai ekonomi yang penting dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga mengharuskan nelayan untuk menangkap ikan belanak punggung hijau. Laju penangkapan ikan belanak di Cilacap pada tahun 2019 dan 2020 belum melampaui batas maksimal volume tangkapan yang diizinkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Namun, jika penangkapan ikan belanak punggung hijau terus dilakukan tanpa adanya kewaspadaan maka akan berdampak negatif terhadap populasi ikan belanak punggung hijau. Oleh karena itu, salah satu aspek yang mendukung konservasi populasi adalah biologi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai biologi reproduksi yaitu tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, dan fekunditas ikan belanak punggung hijau di Segara Anakan Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik purposive random sampling. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad ikan belanak punggung hijau betina adalah GMS III dan IV, sedangkan untuk ikan belanak punggung hijau jantan adalah GMS III. Nilai indeks kematangan gonad ikan belanak punggung hijau jantan (8,15 - 12,85%) lebih rendah dibandingkan ikan belanak punggung hijau betina (10,98 - 19,84%). Berdasarkan data tersebut, sebagian besar ikan belanak punggung hijau betina sudah siap bertelur saat pejantannya belum sepenuhnya matang gonad. Ikan belanak punggung hijau di Perairan Karangsalam berpeluang menghasilkan larva dalam jumlah besar yang ditunjukkan oleh tingkat fekunditas yang mencapai 19.674 - 272.835 butir. | Segara Anakan Cilacap is an estuary ecosystem, which is the meeting place of several rivers in the southwest of Central Java Province and separated from the Indian Ocean by Nusakambangan Island. Greenback Mullet (Planiliza subviridis) is one of the fish species lives in Segara Anakan Cilacap. Greenback mullet has essential economic value and widely consumed by public, thus requiring fishermen to catch Greenback Mullet. The rate of Mullet fish caught at Cilacap in 2019 and 2020 has not exceeded the maximum allowed catch volume by the Ministry of Marine Affairs and Fisheries Republic of Indonesia. However, if cathing for Greeenback Mullet are continues without any vigilance it will have a negative impact on Greenback Mullet population. Therefore, one aspect that supports population conservation is reproductive biology. This research aims to obtain information on reproductive biology, namely gonad maturity stage, gonad maturity index, and fecundity of Greenback Mullet in Segara Anakan Cilacap. The research used a survey method with a purposive random sampling technique. The data were analyzed descriptively. The results showed that gonad maturity stage of female Greenback Mullet is GMS III and IV, while for male Greenback Mullet is GMS III. Gonad maturity index values for male Greenback Mullet (8.15 - 12.85%) are lower than female Greenback Mullet (10.98 - 19.84%). By that data, most female Greenback Mullet are ready to spawn when the male has not matured yet. Greenback Mullet in Karangsalam Waters has an opportunity to produce large numbers of larvae shown by the fecundity rate reach 19,674 - 272,835 pcs. | |
| 33737 | 38220 | C1B018084 | ANALISIS QUALITY CONTROL UNTUK MEMINIMALKAN KERUSAKAN PRODUK PADA USAHA KERUPUK TENGIRI KING NAYA CILACAP | Kerupuk Tengiri King Naya adalah usaha kerupuk yang terbuat dari ikan tengiri yang merupakan makanan khas dari Cilacap. Dalam proses produksinya, Kerupuk Tengiri King Naya masih sering mengalami kegagalan. Untuk memperbaiki kegagalan tersebut maka dilakukanlah penelitian pengendalian kualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah pengendalian kualitas pada Kerupuk Tengiri King Naya sudah terkendali atau belum terkendali serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas pada Kerupuk Tengiri King Naya. Dalam penyusunan skripsi ini, penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data primer dengan jumlah sampel sebanyak 771 kerupuk dalam satu kali produksi. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan alat bantu Statistical Processing Control. Berdasarkan hasil dari peta kendali p (P-chart), penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian kualitas produk pada Kerupuk Tengiri King Naya sudah cukup terkendali. Rata-rata kerusakan pada produk yaitu sebesar 6,48% dengan jenis kerusakan paling banyak yaitu kerupuk remuk sebanyak 281 kerupuk selama hari produksi pada bulan Oktober 2022. Berdasarkan diagram pareto, prioritas perbaikan yang perlu dilakukan adalah jenis kerusakan yang dominan yaitu kerupuk remuk (37,52%), kerupuk tidak mengembang (33,91%), dan kerupuk tidak matang (28,57%). Dari analisis diagram sebas-akibat dapat diketahui factor penyebab kerusakan produk yaitu berasal dari factor manusia, mesin, metode, dan bahan baku sehingga Kerupuk Tengiri King Naya dapat mengambil tindakan pencegahan dan perbaikan untuk menekan tingkat kerusakan dan meningkatkan kualitas produk. | Kerupuk Tengiri King Naya is a business that makes crackers from mackerel fish which is a food from Cilacap. In the production process, Kerupuk Tengiri King Naya often fail. To correct these failures, a quality control study was conducted. The purpose of this study is to analyze whether the quality control of Kerupuk Tengiri King Naya is under control or not and what factors affect the quality of Kerupuk Tengiri King Naya. In the preparation of this thesis, the research used is descriptive quantitative method. Sources of data in this study using primary data with a sample of 771 crackers in one production. The analytical tool used in this research is using Statistical Processing Control tools. Based on the results of the p control chart (P-chart), this study shows that product quality control at Kerupuk Tengiri King Naya is sufficiently controlled. The average damage to the product is 6.48% with the most type of damage, namely crushed crackers as much as 281 crackers during the production day in October 2022. Based on the Pareto diagram, the priority of repairs that need to be done is the dominant type of damage, namely crushed crackers (37 .52%), crackers did not expand (33.91%), and crackers were not cooked (28.57%). From the sebaceous-effect diagram analysis, it can be seen that the factors causing product damage are derived from human factors, machines, methods, and raw materials so that Kerupuk Tengiri King Naya can take preventive and corrective actions to reduce the level of damage and improve product quality. | |
| 33738 | 36783 | D1B020005 | PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) DENGAN PERSENTASE BERBEDA TERHADAP VISKOSITAS, TOTAL PADATAN DAN WARNA KEFIR SUSU KAMBING | Pengaruh Penambahan Bubuk Bunga Telang (Clitoria ternatea L) dengan Persentase Berbeda terhadap Viskositas, Total Padatan dan Warna Kefir Susu Kambing. Susu kambing memiliki nutrisi yang sangat baik untuk tubuh manusia, namun memiliki bau prengus yang kurang diminati masyarakat. Kefir menjadi alternatif untuk menghilangkan bau prengus pada susu kambing. Bunga telang (Clitoria ternatea L) menjadi bahan yang akan dicampurkan dalam pembuatan kefir. Bunga telang menjadi tanaman yang lagi popular, karena memiliki warna yang menarik dan menjadi pewarna makan alami yang memiliki kandungan gizi baik untuk tubuh. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 April 2022 Sampai dengan 28 april 2022 di Laboratorium Tekhnologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan bunga telang dalam bentuk bubuk terhadap total padatan, viskositas dan warna pada kefir susu kambing serta mengetahui persentase terbaik bubuk bunga telang yang diberikan terhadap total padatan, viskositas dan warna. Bahan yang digunakan adalah susu kambing sebanyak 1.200g, biji strain kefir 2% (40g) dan bubuk bunga telang sebanyak 0%, 0,5% (10g), 1% (20g), 1,5% (30g), 2% (40g) dan 2,5% (50g) dilakukan sebanyak 6 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan total ada 24 unit diuji. Pengukuran total padatan dengan cara metode pengovenan, pengukuran viskositas dilakukan menggunakan alat viskometer menggunakan, sedangkan warna menggunakan alat colori meter melihat L* (Lightness), a* (Redness) dan b* (Yellowness). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tidak berpengaruh terhadap total padatan, angka rataan total padatan kefir yaitu 16,769%, Angka rataan pada viskositas yaitu 575,044 cP dimana perlakuan tidak berpengaruh terhadap viskositas. Penambahan bubuk bunga telang berpengaruh sangat nyata terhadap variabel warna dimana masing-masing nilai rataan adalah L* 39,46, a* 5,22 dan b* 4,74. Disimpulkan Penambahan bubuk bunga telang sebesar 0,5% 1% 1,5% 2% dan 2,5% pada kefir susu kambing menghasilkan nilai total padatan yang sama dan nilai viskositas yang sama. Penambahan bubuk bunga telang yang semakin tinggi akan meningkatan warna biru dan gelap. | Effect of Addition of Telang Flower Powder (Clitoria ternatea L) with Different Percentages on Viscosity, Total Solids and Color of Goat Milk Kefir. Goat's milk has very good nutrition for the human body, but it has a sour smell that is less attractive to the public. Kefir is an alternative to get rid of the bad smell of goat's milk. Telang flower (Clitoria ternatea L) is an ingredient that will be mixed in making kefir. Telang flower is becoming a more popular plant, because it has an attractive color and is a natural food coloring that has good nutritional content for the body. The research was conducted on April 22, 2022 until April 28, 2022 at the Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The purpose of this study was to determine the effect of adding telang flower in powder form to the total solids, viscosity and color of goat milk kefir as well as knowing the best percentage of given telang flower powder to total solids, viscosity and color. The ingredients used are 1,200g goat's milk, 2% kefir seeds (40g) and 0% telang flower powder, 0.5% (10g), 1% (20g), 1.5% (30g), 2% (40g) and 2.5% (50g) There were 6 treatments and 4 replications with a total of 24 units tested. Measurement of total solids using the oven method, viscosity measurements were carried out using a viscometer using a viscometer, while color using a colori meter saw L* (Lightness), a* (Redness) and b* (Yellowness). The results showed that the treatment had no effect on total solids, the average number of total solids on kefir was 16.769%, the average number on viscosity was 575.044 cP where the treatment had no effect on viscosity. The addition of telang flower powder has a very significant effect on the color variable where each average value is L* 39.46, a* 5.22 and b* 4.74. It was concluded that the addition of powdered telang flower of 0.5% 1% 1.5% 2% and 2.5% to goat's milk kefir resulted in the same total solids value and the same viscosity value. The addition of the higher powdered pea flower will increase the blue and dark colors. | |
| 33739 | 36784 | H1A018003 | ANALISIS UNJUK KERJA OCR DAN GFR PADA BAY PENGHANTAR SUTT 150 KV SUKATANI 2 | Setelah melakukan perhitungan, didapat nilai setting awal TMS OCR zona 1 adalah 0,25 s dengan waktu kerja 0,4 s. Nilai setting awal TMS OCR zona 2 adalah 0,245 s dengan waktu kerja 0,392 s. Rentang TMS OCR kedua zona belum sesuai dengan standar IEC 60255 sehingga diperlukan setting ulang. Nilai setting awal TMS GFR zona 1 adalah 0,55 s dengan waktu kerja 0,715 s. Nilai setting awal TMS GFR zona 2 adalah 0,35 s dengan waktu kerja 0,455 s. Rentang TMS GFR kedua zona belum sesuai dengan standar IEC 60255 sehingga diperlukan setting ulang. Setelah dilakukan perhitungan ulang, didapat nilai TMS OCR zona 1 adalah 0,47 s dengan waktu kerja 0,752 s. Nilai TMS OCR zona 2 adalah 0,13 s dengan waktu kerja 0,208 s. Sedangkan nilai TMS GFR zona 1 adalah 0,75 s dengan waktu kerja 0975, s. Nilai TMS GFR zona 2 adalah 0,3 s dengan waktu kerja 0,39 s. Dari simulasi yang telah dilakukan, koordinasi antara OCR II GFR II atau yang terletak di zona 2 dan OCR 1 GFR 1 atau yang terletak pada zona 1 dapat disimpulkan dalam kondisi baik dan layak dioperasikan sesuai dengan standar IEC 60255. | After doing the calculations, the initial setting value of TMS OCR zone 1 is 0.25 s with a working time of 0.875 s. The initial setting value of TMS OCR zone 2 is 0.245 s with a working time of 0.8575 s. The TMS OCR range of the two zones is not in accordance with the IEC 60255 standard, so resetting is required. The initial setting value of TMS GFR zone 1 is 0.55 s with a working time of 1.54 s. The initial setting value of TMS GFR zone 2 is 0.35 s with a working time of 0.98 s. The TMS GFR range of the two zones is not in accordance with the IEC 60255 standard, so a reset is required. After recalculation, the value of TMS OCR zone 1 is 0.47 s with a working time of 1.645 s. The value of TMS OCR zone 2 is 0.13 s with a working time of 0.455 s. While the value of TMS GFR zone 1 is 0.75 s with a working time of 2.1 s. The value of TMS GFR zone 2 is 0.84 s with a working time of 0.3 s. From the simulations that have been carried out, the coordination between OCR II GFR II or those located in zone 2 and OCR 1 GFR 1 or those located in zone 1 can be concluded under conditions good and feasible to operate in accordance with the IEC 60255 standard. | |
| 33740 | 36785 | H1A018002 | RANCANG BANGUN PORTAL PARKIR PINTAR MENGGUNAKAN KARCIS SEBAGAI KARTU AKSES BERBASIS LORA | Perkembangan teknologi dan era modernisasi telah menimbulkan perubahan sifat fundamental manusia dalam kegiatan yang dilakukan setiap harinya. Dimana pada era ini setiap manusia menginginkan segala sesuatu serba praktis, efisien, dan otomatis. Kehadiran Internet of Things (IoT) yang merupakan hasil perkembangan dari teknologi dapat dikatakan sebagai upaya manusia dalam menginginkan kemudahan dalam melakukan setiap kegiatan yang ada. Salah satu media transmisi nirkabel yang digunakan Internet of Things adalah Long Range (LoRa). LoRa adalah modulasi radio yang digunakan untuk mengirim data berjarak jauh berdaya rendah. Pada umumnya LoRa diaplikasikan untuk mengambil data dari sensor dilokasi yang jauh serta tidak memiliki koneksi yang begitu baik. Dalam penelitian kali ini proses transfer data LoRa menggunakan platform Antares yang akan mentransfer data menuju sistem dan dari portal parkir, selain itu LoRa juga akan digunakan sebagai media komunikasi antar komponen penyusun sistem portal parkir pintar. Dalam merancang serta membangun sistem portal parkir pintar berbasis LoRa. Diketahui sistem portal dapat melakukan komunikasi antar komponen dengan mengirim serta menerima data berupa code booking. Sistem portal dapat mencetak karcis parkir yang berisikan informasi berupa kode parkir, code booking, waktu booking, dan waktu keluar. Sistem portal dapat menggerakkan motor power window. Sistem portal juga dapat mengautentikasi code booking yang diberikan oleh pengguna parkir | The development of technology and the era of modernization has led to changes in the fundamental nature of humans in the activities carried out every day. Where in this era every human being wants everything practical, efficient, and automatic. The presence of the Internet of Things (IoT) which is the result of the development of technology can be said to be a human effort in wanting convenience in carrying out any existing activities. One of the wireless transmission media used by the Internet of Things is Long Range (LoRa). LoRa is radio modulation used to transmit low power long distance data. In general, LoRa is applied to retrieve data from sensors in remote locations and do not have a very good connection. In this study, the LoRa data transfer process uses the Antares platform which will transfer data to the system and from the parking portal, besides that LoRa will also be used as a communication medium between the components that make up the smart parking portal system. In designing and building a LoRa-based smart parking portal system. It is known that the portal system can communicate between components by sending and receiving data in the form of a booking code. The portal system can print parking tickets containing information in the form of parking codes, booking codes, booking times, and exit times. The portal system can drive the power window motor. The portal system can also authenticate the booking code provided by the parking user. |