Artikelilmiahs

Menampilkan 33.661-33.680 dari 49.979 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3366138164C1B018029PENGARUH PENERAPAN WORK FROM HOME, LINGKUNGAN KERJA, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
(Studi Kasus Pada PT Asuransi Kredit Indonesia)
Penelitian berjudul “Pengaruh Penerapan Work From Home, Lingkungan Kerja, Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi kasus pada PT Asuransi Kredit Indonesia). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pengaruh penerapan Work From Home terhadap kinerja karyawan PT Asuransi Kredit Indonesia, (2) Pengaruh penerapan Lingkungan Kerja terhadap kinerja karyawan PT Asuransi Kredit Indonesia, dan (3) Pengaruh penerapan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT Asuransi Kredit Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah penelitian yang berbasis kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden yang diperoleh adalah 96 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Work From Home berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, (2) lingkungan kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, dan (3) disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, implikasinya adalah karyawan dapat memaksimalkan hal – hal yang berkaitan dengan disiplin kerja seperti tingkat kesungguhan karyawan dalam bekerja dilihat dari pencapaian pekerjaan sesuai jadwal yang ditetapkan (deadline), keteraturan dalam menginformasikan ketidakhadiran kerja, dan keadilan dalam memperlakukan sesama karyawan.
The research entitled “The Effect of Work From Home Implementation, Work Environment, and Work Discipline on Employee Performance (Case Study at PT Asuransi Kredit Indonesia). The purpose of this study was to determine (1) the effect of implementing Work From Home on the performance of employees of PT Asuransi Kredit Indonesia, (2) the effect of implementing the work environment on the performance of employees of PT Asuransi Kredit Indonesia, and (3) the effect of applying work discipline on the performance of employees of PT. Indonesian Credit Insurance.
The research method used in this research is quantitative-based research. The sampling technique used is purposive sampling with the number of respondents obtained is 96 respondents. The results of this study indicate: (1) Work From Home has a positive but not significant effect on employee performance, (2) the work environment has a positive but not significant effect on employee performance, and (3) work discipline has a positive and significant effect on employee performance.
Based on the results of this study, the implication is that employees can maximize matters related to work discipline such as the level of seriousness of employees in working seen from the achievement of work according to a set schedule (deadline), regularity in informing absenteeism, and fairness in treating fellow employees.
3366236719J0A018013Problem Faced by The Staff of Lokawisata Baturraden in Using EnglishLaporan pelatihan kerja ini disusun berdasarkan hasil kegiatan pelatihan kerja yang dilakukan selama satu bulan. Kegiatan tersebut dimulai pada Senin, 22 Februari 2021 hingga Rabu, 24 Maret 2021. Tujuannya untuk mengetahui kesulitan dalam melayani wisatawan asing, kendala, dan solusi dari staf Lokawisata Baturraden.

Lokawisata Baturraden terletak di Dusun I Karangmangu, Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Ini adalah salah satu tempat wisata yang paling terkenal di Kabupaten Banyumas, khususnya di Purwokerto.

Hasil dari pelatihan kerja ini menunjukkan bahwa ada tempat wisata yang tidak menyediakan pemandu wisata yang bisa berbahasa Inggris dan banyak staf wisata yang juga tidak mengerti bahasa Inggris. Saran untuk kedepannya Lokawisata Baturraden dapat mengadakan workshop guide tour dalam bahasa inggris.
This job training article is prepared based on the results of the job training activities carried out for one month. The activity sarted on Monday, February 22, 2021 until Wednesday, March 24, 2021. The purposes are to find out the difficulties in serving foreign tourists, the obstacles, and the solutions from the staff of the foreign Lokawisata Baturraden.

Lokawisata Baturraden is located in Dusun I Karangmangu, Baturaden, Banyumas Regency, Central Java. This is one of the most famous tourist attractions in Banyumas Regency, especially in Purwokerto.

The results of this job training shows that there are tourist attractions that do not provide tour guides who can speak English and many tourist staff do not understand English either. The suggestion is that in the future Lokawisata Baturraden can provide workshop on guiding tours in English.
3366336718I1A018083FAKTOR – FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KECEMASAN KERJA DOKTER GIGI PADA COVID-19 SAAT MEMBERIKAN PERAWATAN DI KABUPATEN BANYUMAS Latar Belakang: Coronavirus disease (Covid-19) dapat menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan psikologis segala retang usia. Adanya kontak erat dengan pasien selama proses perawatan menyebabkan kecemasan di kalangan tenaga kesehatan, salah satunya dokter gigi karena memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kecemasan kerja dokter gigi pada Covid-19 saat memberikan perawatan.

Metodologi: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain potong silang. Populasi penelitian ini berjumlah 174 dokter gigi dengan sampel 140 dokter gigi. Penelitian dilakukan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale. Hasil data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji fisher’s exact dan multivariat menggunkan uji regresi logistik ganda.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan paling banyak ialah kecemasan ringan (30.0%), terdapat hubungan antara lingkungan kerja terhadap kecemasan kerja dengan p value = 0.021 (p<0.05) dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin, usia, status perkawinan, komunikasi interpersonal, beban kerja, lama kerja, shift kerja dan perawatan kesehatan gigi terhadap kecemasan kerja.

Simpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap kecemasan kerja Dokter Gigi pada covid-19 saat memberikan perawatan di Kabupaten Banyumas adalah lingkungan kerja.

Saran: Diharapkan dokter gigi dan instansi kesehatan dapat terus mempertahankan lingkungan kerja yang baik untuk mencegah terjadinya kecemasan kerja.
Background: Coronavirus disease (Covid-19) can cause physical and psychological health problems all ages. Having close contact with patients during the treatment process causes anxiety among health workers, inter alia, dentists because they have a high risk of being infected the Covid-19. This study was aimed to analyze the factors that influence dentist work anxiety on Covid-19 when providing treatment.

Methods: This was a quantitative study with a cross-sectional design. There were 174 population and 140 sample of this research. The research was conducted using Hamilton Anxiety Rating Scale questionnaire. Data were analyzed univariately, bivariately with fisher’s exact test and multivariately with multiple logistic regression test.

Results: The results showed that the highest level of anxiety was mild anxiety (30.0%), there was a relationship between work environment and work anxiety with a p-value 0.003 (p<0.05) and there wasn’t a relationship between gender, age, marital status, interpersonal communication, workload, length of work, work shift and dental health care with work anxiety.

Conclusion: The most influential factor of dentists work anxiety on covid-19 when providing treatment in Banyumas Regency is the work environment.

Suggestion: Dentist and health institute are expected to maintain good work environment to prevent work anxiety.
3366436808J1D018025IMPLIKATUR DALAM MATA NAJWA JENAKA DI NEGERI OPERA DAN RELEVANSI TEKS ANEKDOTAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat apa sajakah jenis implikatur dalam percakapan pada video Mata Najwa edisi Jenaka di Negeri Opera serta mengetahui bagaimana relevansi hasil penelitian ini terhadap pembelajaran teks anekdot sekolah menengah atas kelas sepuluh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data menggunakan metode simak dan diwujudkan melalui teknik dasar berupa teknik sadap, sedangkan teknik lanjutan pada penelitian ini diwujudkan menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Dengan metode analisis data metode padan diwujudkan dengan teknik dasar berupa teknik pilah unsur penentu (PUP), sedangkan untuk teknik lanjutannya menggunakan teknik hubung banding memperbedakan (HBB). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat jenis implikatur dalam percakapan video Mata Najwa Edisi Jenaka di Negeri Opera yang pertama pertama implikatur konvensional sebanyak 10 data, sedangkan untuk implikatur nonkonvensional sebanyak 14 data. Selain itu juga dapat direlevansikan dengan pembelajaran teks anekdot untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas sepuluh (X) berupa contoh teks anekdot sesuai dengan percakapan subjek penelitian dan juga terdapat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat apa sajakah jenis implikatur dalam percakapan pada video Mata Najwa edisi Jenaka di Negeri Opera serta mengetahui bagaimana relevansi hasil penelitian ini terhadap pembelajaran teks anekdot sekolah menengah atas kelas sepuluh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data menggunakan metode simak dan diwujudkan melalui teknik dasar berupa teknik sadap, sedangkan teknik lanjutan pada penelitian ini diwujudkan menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Dengan metode analisis data metode padan diwujudkan dengan teknik dasar berupa teknik pilah unsur penentu (PUP), sedangkan untuk teknik lanjutannya menggunakan teknik hubung banding memperbedakan (HBB). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat jenis implikatur dalam percakapan video Mata Najwa Edisi Jenaka di Negeri Opera yang pertama pertama implikatur konvensional sebanyak 10 data, sedangkan untuk implikatur nonkonvensional sebanyak 14 data. Selain itu juga dapat direlevansikan dengan pembelajaran teks anekdot untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas sepuluh (X) berupa contoh teks anekdot sesuai dengan percakapan subjek penelitian dan juga terdapat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Kata Kunci: implikatur, relevansi, anekdot.








Abstract
This study aims to find out what are the types of implicatures in the conversation in the Witty edition of mata Najwa video in the Land of Opera and to find out how the relevance of the results of this study is to the learning of anecdotal texts in tenth grade high school. The method used in this study is descriptive qualitative, with a data collection method using the listening method and realized through basic techniques in the form of tapping techniques, while the advanced techniques in this study are realized using the listening technique free of involvement and note-taking techniques. With the data analysis method, the matching method is realized with basic techniques in the form of determinant element sorting techniques (PUP), while for the advanced techniques using the differentiating banding circuit technique (HBB). The results of this study showed that there was a type of implicature in the video conversation of mata Najwa Witty Edition in the first Opera Country the first conventional implicature was 10 data, while for unconventional implicature as many as 14 data. In addition, it can also be relevant to the learning of anecdotal texts for senior high schools (SMA) grade ten (X) in the form of examples of anecdotal texts in accordance with the conversation of the research subject and there is also a learning implementation plan (RPP).
3366536834K1B015025Homomorfisma Modul Gaussian Integer Atas Ring Bilangan Bulat dan Sifat-sifatnya Skripsi ini membahas tentang pembentukan homomorfisma modul Gaussian Integer ℤ(i) atas ring himpunan bilangan bulat ke himpunan matriks berukuran 2x2. Homomorfisma ini merupakan sebuah isomorfisma. Dari homomorfisma yang dibentuk, diperoleh sifat-sifat homomorfisma sebagai berikut, bahwa kernel dan image dari homomorfisma modul ℤ(i) ke M2x2 merupakan submodul ℤ(i) atas ring ℤ.
This research discusses about the homomorphism of module of Gaussian Integer over ring of set of integers to module of 2x2 matices. This homomorphism is a isomorphism. By investigating the properties of homomorphism of module, it is gained that kernel and image of the following homomorphism is a submodule of ℤ(i) over ring of set of integers.
3366636836K1B016013PERAMALAN KURS NILAI TUKAR USD-IDR DENGAN
AVERAGE-BASED FUZZY TIME SERIES MARKOV CHAIN
Pada era globalisasi, transaksi ekonomi pergerakan nilai tukar mata uang memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi. Prediksi nilai tukar mata uang sangat diperlukan untuk mengevaluasi keuntungan dan risiko sebelum bertransaksi. Salah satu metode yang digunakan untuk menghitung prediksi nilai tukar mata uang yaitu metode average-based fuzzy time series Markov chain yang akan dibandingkan dengan hasil dari metode peramalan lain yaitu moving average. Pada penelitian ini, nilai tukar mata uang yang akan diprediksi adalah kurs nilai tukar USD-IDR. Data yang digunakan sebagai data training untuk pemodelan adalah data harian kurs USD-IDR dari 04 Januari 2016 sampai dengan 25 Januari 2021. Hasil penelitian menunjukkan nilai MAPE sebesar 0,285%. Sedangkan, untuk model peramalan testing dari 26 Januari 2021 hingga 18 Agustus 2021 menunjukkan nilai MAPE sebesar 0,142% dan untuk metode moving average memiliki nilai MAPE sebesar 0,98%. Dalam hal ini, dibandingkan dengan metode peramalan lain yaitu moving average, model peramalan average-based fuzzy time series Markov chain mampu menghasilkan peramalan yang lebih baik dalam meramalkan kurs nilai tukar USD-IDR.In the era of globalization, the economic transactions the exchange rate movement has an important role in economic development. Prediction of currency exchange rates is very necessary to evaluate the benefits and risks before trading. so that they can evaluate the benefits and risks before a transaction. One of the methods used to calculate forecasting is the average-based fuzzy time series Markov chain method which will be compared with the result of other forecasting method (moving average). In this study, the currency exchange rate that will be predicted is the USD-IDR exchange rate. The data used as training data for modeling is daily data on the USD-IDR exchange rate from January 4 2016 to January 25 2021. The results show the MAPE value of 0,285%. Meanwhile, for the testing forecasting model from January 26 2021 to August 18 2021, it shows a MAPE value of 0,142% and for the moving average method it has a MAPE value of 0,98%. In this case, Compared with other forecasting method (moving average), the average-based fuzzy time series Markov chain model is able to produce better results in forecasting the exchange rate USD-IDR.
3366736720C1C018071OPTIMALISASI PENGELOLAAN DANA DESA UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING BUMDES DESA KARANGLEWAS KIDUL
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana optimalisasi dana desa yang diperuntukkan bagi BUMDes Mitra Rejo Makmur agar BUMDes tersebut dapat optimal dan meningkatkan daya saing BUMDes di Desa Karanglewas Kidul, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Adapun pengumpulan data diperoleh dari wawancara, observasi langsung, dan dokumen-dokumen. Hasil penelitian ini yaitu dana desa yang dianggarkan untuk BUMDes belum optimal dan BUMDesnya tidak memiliki daya saing karena kurangnya partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak seperti dari masyarakat, maupun pemerintah desa. Namun, dalam hal pengelolaan dana desa oleh Pemerintah Desa Karanglewas Kidul sudah optimal dan sesuai dengan standar dan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah, walaupun keterlibatan masyarakat desa masih kurang dalam menentukan prioritas penggunaan dana desa. Inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa BUMDes Mitra Rejo Makmur belum optimal dan tidak memiliki daya saing.This study aims to examine how to optimize village funds allocated for BUMDes Mitra Rejo Makmur so that BUMDes can be optimal and increase the competitiveness of BUMDes in Karanglewas Kidul Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The research method used is using a qualitative method with a descriptive analysis approach. The data collection obtained from interviews, direct observation, and documents. The results of this study are that the village funds budgeted for BUMDes are not optimal and the BUMDes do not have competitiveness due to lack of participation and support from various parties such as from the community, as well as the village government. However, in terms of managing village funds by the Karanglewas Kidul Village Government, it is optimal and in accordance with the standards and procedures set by the government, although village community involvement is still lacking in determining priorities for the use of village funds. This is one of the reasons why BUMDes Mitra Rejo Makmur not optimal and does not have competitiveness.
3366836721I1C018029Studi Potensi Senyawa Aktif Dari Bahan Alam Sebagai Inhibitor Platelet Derived Growth Factor Receptor-AlfaEkspresi berlebih suatu enzim seperti platelet derived growth factor receptor alfa (PDGFRα) dapat menyebabkan perkembangan kanker. Beberapa senyawa alam yang secara empiris digunakan sebagai pengobatan dan diketahui memiliki aktivitas terhadap sel kanker diantaranya α-mangostin, andrographolide, galangin, gamma mangostin, pinostrobin, pinocembrin, Ethyl p-methoxycinnamate (EPMC), xanthorrhizol, curcumin, cinamaldehyde, dan alashanoid B. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa yang paling berpotensi sebagai inhibitor PDGFRα berdasarkan hasil penambatan molekuler dan aturan Lipinski, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan obat baru. Hasil penambatan molekuler 11 senyawa menunjukan pinocembrin, galangin dan pinostrobin (golongan flavonoid) sebagai senyawa uji yang memiliki energi ikatan terendah sebesar -9,6 kkal/mol, -9,4 kkal/mol dan -9,3 kkal/mol, sementara senyawa kontrol sunitinib sebesar -8,9 kkal/mol dan ligan natif imatinib sebesar -14,5 kkal/mol. Pada visualisasi penambatan ketiga senyawa flavonoid terdapat residu asam amino yang mengikat situs aktif PDGFRα yaitu GLU644, LYS627, ASP836, CYS677, THR674 dan VAL607. Semua senyawa uji memenuhi syarat aturan lipinski dengan berat molekul < 500 dalton, jumlah hidrogen donor < 5, jumlah akseptor hidrogen < 10, nilai log P <5, dan refraktivitas molar diantara 40-130. Senyawa flavonoid berpotensi sebagai inhibitor PDGFRα dan memiliki prediksi sifat fisikokimia yang baik berdasarkan hasil uji lipinski.Overexpression of an enzyme such as platelet derived growth factor receptor alpha (PDGFRα) can cause cancer development. Several natural compounds that are empirically used as treatment and are known to have activity against cancer cells include α-mangostin, andrographolide, galangin, gamma mangostin, pinostrobin, pinocembrin, Ethyl p-methoxycinnamate (EPMC), xanthorrhizol, curcumin, cinamaldehyde, and alashanoid B. This study aims to determine the compounds that have the most potential as PDGFRα inhibitors based on the results of molecular docking and Lipinski rules so that they can be the basis for developing new drugs. The results of the molecular docking of 11 compounds showed that pinocembrin, galangin and pinostrobin (flavonoids group) as the test compounds that had the lowest bond energies of -9.6 kcal/mol, -9.4 kcal/mol and -9.3 kcal/mol, while the control compound sunitinib was -8.9 kcal/mol and the native imatinib ligand was -14.5 kcal/mol. On the visualization of the three flavonoid compounds there are amino acid residues that bind to the active site of PDGFRα, that is GLU644, LYS627, ASP836, CYS677, THR674 and VAL607. All test compounds met the requirements of Lipinski’s rules with molecular weight < 500 daltons, hydrogen donors < 5, hydrogen acceptors < 10, log P value < 5, and molar refractivity between 40-130. The flavonoids compound has the potential as a PDGFRα inhibitor and good predictions of physicochemical based on the results of the Lipinski test.
3366936722E1A017027PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PESERTA BPJS TERHADAP KENAIKAN IURAN BPJS KESEHATANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk perlindungan hukum bagi peserta BPJS terhadap kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statue Approach), pendekatan analitis (Analitical Approach), dan pendekatan konseptual (Conseptual Approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi peraturan perundang-undangan (hukum positif), sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai perlindungan hukum bagi peserta BPJS terhadap kenaikan iuran BPJS Kesehatan telah menunjukkan adanya sinkronisasi vertikal. Artinya, peraturan yang memiliki derajat yang lebih rendah tidak saling bertentangan dengan peraturan yang memiliki derajat yang lebih tinggi. Hal itu dapat dibuktikan dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan telah mendasarkan pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS) yang dibentuk atas perintah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan berpedoman pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bentuk perlindungan hukum bagi peserta BPJS terhadap kenaikan iuran BPJS Kesehatan meliputi: Jaminan pengaturan memperoleh subsidi atau bantuan iuran bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan peserta Bukan Pekerja (BP) dengan manfaat pelayanan di ruang kelas III. Dan jaminan memperoleh manfaat bagi kelas I dan kelas II; Jaminan pengaturan memperoleh manfaat; Jaminan pengaturan pengaduan ketidakpuasan terhadap pelayanan jaminan kesehatan; Jaminan pengaturan memperoleh nomor identitas tunggal; Jaminan pengaturan memperoleh hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan; Jaminan pengaturan mendapatkan informasi dan edukasi tentang kesehatan yang seimbang dan bertanggung jawab; Jaminan pengaturan memperoleh informasi tentang data kesehatan dirinya termasuk tindakan dan pengobatan yang telah maupun yang akan diterimanya dari tenaga Kesehatan.This research aims to find out the synchronization of regulations and forms into legal protection for BPJS participants on the increase of health BPJS contributions. The research methods used are normative juridical methods of a statutory approach (statue approach), analytical approach (analitical approach), and conceptual approach (conseptual approach). The research specification used is an inventory of statutory regulations (positive law), legal synchronization, and legal discovery in concreto. The type of data used in this study is secondary data obtained from literature studies. The results showed that regulations regarding the legal protection for BPJS participants on the increase of health BPJS contributions has shown a vertical synchronization. That is, rules that have lower degrees do not conflict with rules that have higher degrees. This can be proven by Presidential Regulation Number 64 of 2020 concerning the Second Amendment to Presidential Regulation Number 82 of 2018 concerning Health Insurance which has been based on Law Number 24 of 2011 concerning the Social Security Administering Body (UU BPJS) which was formed by order of the Act. Number 40 of 2004 concerning the National Social Security System (UU SJSN). Law Number 40 of 2004 concerning the National Social Security System (SJSN) and Law Number 36 of 2009 concerning Health are guided by the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Forms of legal protection for BPJS participants on the increase of health BPJS contributions include: The arrangement guarantee obtains subsidies or contribution assistance for non-wage earners (PBPU) and non-worker participants (BP) with service benefits in classroom III. And the guarantee of obtaining benefits for class I and class II; Regulatory guarantees obtain benefits; Guarantees of regulating complaints of dissatisfaction with health insurance services; The arrangement guarantee obtains a single identity number; Regulatory guarantees obtain equal rights in obtaining access to resources in the health sector; Regulatory guarantees for information and education about balanced and responsible health; The regulatory guarantee obtains information about his health data including the actions and treatments that he has or will receive from health workers.
3367036729D1B020007KINERJA PRODUKSI USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER MENGGUNAKAN SISTEM CLOSED HOUSE GRADE SATU DAN DUA
STUDI KASUS DI PT. CEMERLANG UNGGAS LESTARI
Penelitian bertujuan untuk mengkaji kinerja produksi usaha peternakan ayam broiler menggunakan sistem closed house grade satu dan dua. Sasaran penelitian adalah 93 peternak ayam broiler, diantaranya 50 peternak menggunakan sistem closed house grade satu dan 43 menggunakan sistem closed house grade dua. Variabel yang diukur dalam penelitian meliputi: daya hidup, mortalitas, bobot badan ayam hidup, feed conversion ratio (FCR) dan indeks performance (IP). Model analisis yang digunakan adalah General Lineral Models (GLM), pola tersarang dengan kandang closed house sebagai grup dan umur panen sebagai sub grup serta jumlah peternak sebagai ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA), jika hasil menunjukkan perbedaan yang nyata, analisis dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan tipe kandang berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap daya hidup, mortalitas, bobot badan dan FCR. Tipe kandang berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap IP. Umur panen berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap daya hidup, mortalitas, FCR dan IP. Umur panen berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot badan. Rataan daya hidup closed house grade satu dan dua yaitu 97,05% dan 96,77%. Rataan bobot badan closed house grade satu dan dua yaitu 2.140 g/ekor dan 2.044 g/ekor. Rataan FCR closed house grade satu dan dua yaitu 1,48 dan 1,50. Rataan IP closed house grade satu dan dua yaitu 440,17 dan 414,69. Penelitian dapat disimpulkan daya hidup, mortalitas, bobot badan, feed conversion ratio dan indeks performance pada closed house grade satu dan dua mempunyai kinerja produksi yang sama. Semakin lama umur panen, ayam menghasilkan bobot badan yang semakin tinggi.This study aimed to examine the performance of broiler farm production using a closed house system grades one and two. The research targets were 93 broiler farmers of which 50 were using the closed house system grade one and 43 using the closed house system grade two. The variables measured in the study included: viability, mortality, live chicken body weight, feed conversion ratio (FCR), and performance index (IP). The analytical model used is General Lineral Models (GLM), nested patterns with closed house cages as a group and harvest age as a subgroup, and the number of farmers as replicates. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA), if the results showed a significant difference, the analysis was continued with the Least Significant Difference Test (BNT). The results showed that the type of cage had no significant effect (P>0.05) on survival, mortality, body weight, and FCR. The type of cage had a very significant effect (P<0.01) on IP. Harvest age had no significant effect (P>0.05) on viability, mortality, FCR, and IP. Harvest age had a very significant effect (P<0.01) on body weight. The average viability of closed house grades one and two was 97.05% and 96.77%. The average body weight of closed house grades one and two was 2,140 g/head and 2,044 g/head. The average FCR of closed house grades one and two was 1.48 and 1.50. The average IP of closed house grades one and two was 440.17 and 414.69. The study concluded that viability, mortality, body weight, feed conversion ratio, and performance index on closed house grades one and two had the same production performance. The longer the age of harvest, the chickens produce a higher body weight.
3367136754D1A016154ANALISIS FUNGSI PRODUKSI TERNAK KAMBING PERAH PERANAKAN ETAWA DI KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS“Analisis Fungsi Produksi Ternak Kambing Peranakan Etawa Di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat produksi dan faktor produksi yang digunakan dalam usaha ternak kambing dan mengevaluasi fungsi produksi usaha ternak kambing di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan observasi, pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive sampling pada empat kelompok dengan populasi kambing PE rendah, sedang, dan tinggi dan penetapan sampel menggunakan metode Stratified Random Sampling. Variabel terikat yang diteliti yaitu produksi susu ternak kambing PE dan variabel bebas yaitu pakan hijauan, pakan konsentrat, umur ternak, curahan jam kerja, dan jenis kambing. Pakan hijauan yang digunakan rerumputan dan legum dengan rata-rata pemberian 4,19 kg/ekor, sedangkan pemberian pakan konsentrat sebanyak 0,46 kg/ekor. Rata-rata umur kambing adalah 2-3 tahun dengan jenis kambing PE dan Saanen. Jam kerja yang dicurahkan rata-rata 2,8 jam/hari.Analisis data menggunakan fungsi Cobb-Douglas kemudian dilogaritmakan ke dalam bentuk linier, dan uji signifikansi. Rata-rata produksi susu yang diperoleh oleh kelompok usaha tani di Kecamatan Gumelar yaitu 901,75 ml/ekor/hari. Hasil koefisien determinasi didapat 56,1% sedangkan sisanya 43,9% dijelaskan oleh varibel lain yang tidak dibahas di penelitian.Berdasarkan hasil analisis fungsi produksi dapat dilihat bahwa faktor produksi berpengaruh nyata terhadap produksi susu (P<0,01).Variabel yang berpengaruh nyata yaitu pakan hijauan, pakan konsentrat dan curahan waktu kerja."Analysis of the Production Function of Peranakan Etawa Goats in Gumelar District, Banyumas Regency". The purpose of the study was to determine the level of production and production factors used in the goat business and to evaluate the production function of the goat business in Gumelar District, Banyumas Regency. The research method used was survey and observation, sampling was carried out by purposive sampling method in four groups with low, medium, and high PE goat populations and the determination of the sample using the Stratified Random Sampling method. The dependent variable studied was the milk production of PE goats and the independent variables were forage feed, concentrate feed, livestock age, working hours, and goat species.The forage feed used was grass and legumes with an average feeding of 4.19 kg/head, while the feed concentrate was 0.46 kg/head. The average age of goats is 2-3 years with PE and Saanen goats. The average working hours are 2.8 hours/day.Data analysis using the Cobb-Douglas function was then logarithmic into linear form, and tested for significance. The average milk production obtained by the farming group in Gumelar District is 901,75 ml/head/day. The result of the coefficient of determination is 56.1% while the remaining 43.9% is explained by other variables not discussed in the study.Based on the analysis of the production function, it can be seen that the production factors have a significant effect on milk production (P<0,01). Variables that have a significant effect are forage feed, concentrate feed and working time.
3367236723L1A018006AKUMULASI MIKROPLASTIK PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN YANG DIDARATKAN DI TPI LENGKONG, CILACAP, JAWA TENGAHMikroplastik merupakan partikel kecil yang bersumber dari pecahan plastik berukuran makro atau meso. Dampak buruk mikroplastik pada ikan yaitu dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, terganggunya reproduksi bahkan kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan, kelimpahan dan jenis mikroplastik pada saluran pencernaan pada ikan Kurau (Eleutheronema tetradactylum), ikan Kembung (Rastrelliger sp.), ikan Kurisi (Nemipterus japonicas) dan ikan Layur (Trichiurus lepturus) yang merupakan spesies ikan yang mendominasi hasil tangkapan ikan yang didaratkan di TPI Lengkong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan data primer yaitu berupa observasi di laboratorium. Penelitian dilakukan melalui empat tahapan yaitu pengambilan sampel, preparasi, ekstraksi dan analisis mikroplastik dengan menggunakan mikroskop stereo dan Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan mikroplastik pada saluran pencernaan ke-4 spesies ikan pada kisaran 12 ± 2,86 partikel/ind - 28,33 ± 8,11 partikel/ind. Jenis mikroplastik yang ditemukan yaitu film, fiber, fragmen dan granula. Polimer yang ditemukan juga beragam yaitu Polystyrene (PS), Nylon, Acrylonitrile butadiene styrene (ABS), Polyurethane (PU), Polypropylene (PP), High-density polyethylene (HDPE), dan Low-density polyethylene (LDPE). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat Indonesia untuk mulai membatasi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.Microplastics are small particles sourced from macro or meso-sized plastic fragments. The bad impact of microplastics on fish is that it can lower the immune system, interfere with reproduction and even die. The research aimed to determine the presence, abundance and types of microplastics in the digestive tract of Threadfin (Eleutheronema tetradactylum), Mackerel (Rastrelliger sp.), Threadfin Bream (Nemipterus japonicus) and Hairtail (Trichiurus lepturus) which dominate the catch of fish landed at Lengkong Fish Auction. The method used a survey method as the basis of data acquisition in the laboratory. The research was conducted through four stages, sample collection, preparation, extraction and microplastic analysis using a stereo microscope and Fourier Transform Infrared (FTIR). The results showed that microplastics were found in the digestive tract of 4 fish species, in the range of 12 ± 2,86 particles/ind – 28,33 ± 8,11 particles/ind. The types of microplastics found were films, fibers, fragments and granules. The polymers found were, Polystyrene (PS), Nylon, Acrylonitrile butadiene styrene (ABS), Polyurethane (PU), Polypropylene (PP), High-density polyethylene (HDPE), dan Low-density polyethylene (LDPE). The results of this study are expected to be able to awaken the Indonesians to start limiting the use of plastic in their daily lives.
3367336724D1A018010PENGARUH SUPLEMENTASI SELENIUM YEAST TERHADAP PRODUKSI TELUR DAN CLUTCH SIZE AYAM NIAGA PETELURLia Wahyuni. Pengaruh Suplementasi Selenium Yeast Terhadap Produksi Telur Dan Clutch Size Ayam Niaga Petelur. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh suplementasi selenium yeast terhadap produksi telur (total produksi, hen day production, dan hen house production), dan clutch size ayam niaga petelur, serta mengetahui pengaruh level suplementasi selenium yeast terbaik terhadap produksi telur dan cluth size ayam niaga petelur. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18 Februari- 15 April 2022, di Teaching and Eksperimental Farm Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Materi penelitian yang digunakan adalah ayam niaga petelur dengan strain hy-line umur 35 minggu sebanyak 80 ekor; pakan basal ayam periode produksi dengan komposisi nutrientnya meliputi kadar air 13 %, protein 16,5%, lemak 3%, serat kasar 7,0%, abu 14%, kalsium 4,25%, fosfor total 0,6%, aflatoksin total maks 50 µg/kg, asam amino (lisin 0,8%, metionin 0,4%, metionin+sistin 0,67%, tryptophan 0,18%, dan treonin 0,55%); dan selenium organik (selenium yeast). Peubah yang diamati meliputi produksi telur (total produksi, hen day production, dan hen house production), dan clutch size ayam niaga petelur selama 8 minggu. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan suplementasi selenium yeast berpengaruh tidak nyata (F Hit< F Tabel 0,05) terhadap nilai produksi telur, dan clutch size ayam niaga petelur. Nilai total rata-rata produksi telur pada ayam niaga petelur 53,26+0,81, hen day production yaitu 95,07+2,60, hen house production 95,07+2,60, dan rata-rata cluth size yaitu 6,51+0,32. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi selenium yeast hingga 0,6 mg/kg pakan basal belum memberikan respon peningkatan pada jumlah produksi telur, hen day production, hen house production, dan clutch size ayam niaga petelur strain hy-line umur 35-42 minggu.

Kata Kunci: Ayam niaga petelur, selenium yeast, Produksi telur, dan clutch size.
ABSTRACT
Lia Wahyuni. The Effect of Selenium Yeast Supplementation on Egg Production and Clutch Size of Layer Commercial Chickens. The purpose of this study was to examine the effect of selenium yeast supplementation on egg production (total production, hen day production, and hen house production), and clutch size of laying hens, and to determine the effect of the best level of selenium yeast supplementation on egg production size chickenslaying trade. This research was conducted from 18 February to 15 April 2022, at Teaching and Experimental Farm, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Sudirman University. The research material used was laying hens with strain hy-lines aged 35 weeks; Basal feed for chicken production period with nutrient composition including water content 13%, protein 16.5%, fat 3%, crude fiber 7.0%, ash 14%, calcium 4.25%, total phosphorus 0.6%, total aflatoxin max 50 g/kg, amino acids (0.8% lysine, 0.4% methionine, 0.67% methionine+cystine, 0.18% tryptophan, and 0.55% threonine); and organic selenium (selenium yeast). The observed variables included egg production (total production, hen day production, andhouse production), and clutch size of laying hens for 8 weeks. The research method used is experimental and Completely Randomized Design (CRD) with analysis of variance. The results of the analysis of variance showed that selenium yeast supplementation had no significant effect (F Hit < F Table 0.05) on the value of egg production and clutch size of laying hens. The average total value of egg production in laying hens is 53.26+0.81, hen day production is 95.07+2.60, hen house production 95.07+2.60, and the average clutch size is 6 ,51+0.32. Based on the results of the study , it can be concluded that selenium yeast supplementation up to 0.6 mg/kg basal feed has not responded to an increase in the number of egg production, hen day production, hen house production, and clutch size laying hens with hy-line aged 35-42 weeks. 

Keywords: commercial laying hens, selenium yeast, egg production, and clutch size.
3367436725D1A016123Hubungan Temperature Humidity Index (THI) Terhadap Produksi dan Kualitas Susu Ternak Perah di Experimental Farm Fapet UnsoedPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Temperature Humidity Index (THI) yang di ukur dari suhu dan kelembaban udara terhadap produksi dan kualitas susu ternak perah di Experimental Farm Fapet Unsoed. Penelitian dilaksanakan selama 12 hari di Experimental Farm Fapet Unsoed Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Materi dan metode penelitian menggunakan 10 ekor ternak sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) dan 5 kambing Peranakan Ettawa (PE). Pengukuran suhu dan kelembaban udara menggunakan alat Thermo Hygrometer HTC-1 dengan pengamatan 6 kali/hari. Catatan produksi dan sampel susu diambil 2 kali/hari, pada pemerahan pagi dan sore hari, sampel susu diambil sebanyak 50ml/ekor. Sampel susu di analisis menggunakan Lactoscan Milk Analyzer di Laboratorium Produksi Ternak Perah Fapet Unsoed. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukan bahwa lingkungan Experimental Farm Fapet Unsoed berada dalam comfort zone bagi ternak perah dengan nilai Temperature Humidity Index (THI) 68,04 (<72). Pengaruh Temperature Humidity Index (THI) pada produksi susu sebesar 1,2% sapi perah dan 2,3% terhadap kambing perah. Temperature Humidity Index (THI) juga mempengaruhi kualitas susu ternak perah di Experimental Farm Fapet Unsoed sebesar 6,3% (lemak), 0,05% (laktosa), 1,8% (total solid) (kualitas susu sapi) dan 2,3% (lemak), 20,1% (laktosa), 21,7%(total solid) (kualitas susu kambing). Kesimpulan nilai THI mempengaruhi produksi dan kualitas susu ternak perah Experimental Farm Fapet Unsoed meskipun tidak menunjukan pengaruh yang kuat, karena terdapat banyak faktor lain yang berperan dalam mempengaruhi produksi ternak perah di Experimental Farm Fapet Unsoed. The research have a purpose to describe the effect of Temperature Humidity Index (THI) which is measured from temperature and humidity on the production and quality of dairy animals at Experimental Farm Fapet Unsoed. The research was conducted for 12 days at the Experimental Farm Fapet Unsoed Purwokerto, Banyumas Regency, Central Java. The research material and methods used 10 of Friesian Holstein Crossbreed dairy cow and 5 of Ettawa Crossbreed dairy goats. Measurement of temperature and humidity using the HTC-1 Thermo Hygrometer tool with observation 6 times / day. Production records samples of milk were taken twice /day, in the morning and evening milking, milk samples were taken as much as 50ml/taken. Milk samples were analyzed using the Lactoscan Milk Analyzer at the Fapet Unsoed Dairy Production Laboratorium. The analysis method used is simple linear regression. The results of the analysis showed that the environment of Fapet Unsoed Experimental Farm was in a comfort zone for dairy animals with a Temperature Humidity Index (THI) value of 68,04 (<72). The effect of temperature humidity index (THI) on dairy milk production was 1,2% of dairy cows and 2,3% on dairy goats. Temperature Humidity Index (THI) also affects the quality of dairy animals at Experimental Farm Fapet Unsoed by 6,3% (fat), 0,05% (lactose), 1,8% (total solid) (quality of dairy cow) and 2,3% (fat), 20,1% (lactose), 21,7% (total solid) (quality of dairy goat). Conslusion the THI value affects the milk production and quality of dairy animal at Experimental Farm Fapet Unsoed although it does not show a strong influence, because there are many other factors that play a role in influencing the production of animal cattle at the Experimental Farm Fapet Unsoed.
3367536726E1A018101PENERAPAN PASAL 34 UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 DITINJAU DARI PRINSIP NON DISKRIMINASI (Studi di PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga)Pasal 34 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 menempatkan perempuan sebagai isteri di ranah donestik, yang memiliki kewajiban untuk mengurus rumah tangga. Ditinjau dari prinsip non diskriminasi, perempuan sebagai isteri tetap dapat memilih untuk berkiprah di ranah publik, misalnya dengan bekerja. Dengan terjunnya seorang isteri di ranah publik ini tidak menghapus tanggung jawabnya sebagai seorang isteri di ranah domestik.
Penulis mengangkat perumusan masalah mengenai penerapan Pasal 34 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 ditinjau dari Prinsip Non Diskriminasi serta implikasinya terhadap anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan yuridis empiris. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan informan pekerja perempuan di PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga serta anaknya, dan menggunakan purposive sampling sebagai metode penentuan informan. Data yang diolah disajikan menggunakan metode teks naratif dengan metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa isteri yang bekerja di PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga Pasal 34 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 ditinjau dari prinsip non diskriminasi di PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga sudah diterapkan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari fakta bahwa para informan penelitian diperbolehkan bekerja oleh suaminya, meskipun dari beberapa informan juga pernah mengalami diskriminasi dengan tidak dibolehkan bekerja. Isteri yang bekerja di PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga sebagai informan dalam penelitian ini mengalami beban ganda karena mengemban dua tanggung jawab sekaligus, yaitu tanggung jawab di ranah domestik untuk mengurus rumah tangga dan tanggung jawab di ranah publik untuk bekerja. Akan tetapi, kondisi isteri sebagai perempuan yang bekerja ini memiliki implikasi baik, yang mana kondisi ini dapat membantu perekonomian keluarga tanpa mengesampingkan tanggung jawab seorang isteri untuk mengurus rumah tangga dan tetap mengedepankan kesejahteraan anak meskipun kedekatan dan perhatiannya terhadap anak menjadi berkurang.
Article 34 of Law Number 1 of 1974 places women as wives in the domestic realm, who has the obligation to take care of the household. Judging from the principle of non-discrimination, women as wives can still choose to take part in the public sphere, for example by working. The entry of a wife in the public sphere does not erase her responsibilities as a wife in the domestic sphere.
The author raises the formulation of the problem regarding the application of Article 34 of Law Number 1 of 1974 in terms of the Non-Discrimination Principle and its implications for children. This research is a qualitative research with an empirical juridical approach. The specifications used in this study are descriptive research with female worker informants at PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga and their children, and using purposive sampling as a method of determining informants. The processed data is presented using the narrative text method with the data analysis method used is qualitative analysis.
Based on the results of the study, it was concluded that the wife who worked at PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga Article 34 of Law Number 1 of 1974 in terms of the principle of non-discrimination at PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga has been applied well. This can be seen from the fact that the research informants were allowed to work by their husbands, although some of the informants had also experienced discrimination by not being allowed to work. The wife who works at PT. Surya Indah Eyelash, Purbalingga as an informant in this study experienced a double burden because he carried out two responsibilities at once, namely the responsibility in the domestic sphere to take care of the household and the responsibility in the public sphere to work. However, the condition of the wife as a working woman has good implications, in which this condition can help the family economy without compromising the responsibility of a wife to take care of the household and continue to prioritize the welfare of the child even though her closeness and concern for the child is reduced.
3367636727C1B017010FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN PEMBELIAN KEMBALI SAHAMPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh market to book ratio, free cash flow, dividen, leverage, dewan komisaris independen dan kepemilikan institusional terhadap kebijakan pembelian kembali saham. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi data panel dan menunjukkan hasil : (1) market to book ratio berpengaruh positif terhadap pembelian kembali saham, (2) free cash flow tidak berpengaruh terhadap pembelian kembali saham, (3) dividen dengan berpengaruh positif terhadap pembelian kembali saham, (4) leverage tidak berpengaruh terhadap pembelian kembali saham, (5) dewan komisaris independen berpengaruh negatif terhadap pembelian kembali saham, (6) kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap pembelian kembali saham. Implikasi bagi perusahaan adalah diharapkan dapat mempertimbangkan nilai market to book ratio dengan memperhatikan harga saham apakah mengalami undervalued atau tidak dan mempertimbangkan sifat dari earning perusahaan apakah bersifat sementara atau permanen sehingga dapat menentukan kebijakan dividen yang tepat. Selain itu, diharapkan juga dapat mempertimbangkan proporsi dewan komisaris independen apakah semakin besar proporsi semakin efektif pula fungsi sebagai manajer pemantauan. Sedangkan bagi investor, diharapkan dapat mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian kembali saham supaya dapat mengambil keputusan yang tepat dalam melakukan investasi. Bagi akademisi, penelitian ini diharapkan mampu menjadi salah satu tambahan referensi untuk penelitian selanjutnya.The purpose of this research is to analyze the effect of market to book ratio, free cash flow, dividends, leverage, independent board of commissioners and institutional ownership on stock repurchase policy. The research method used is panel data regression analysis and shows the results: (1) market to book ratio has a positive effect on share repurchases, (2) free cash flow has no effect on share repurchases, (3) dividends with a positive effect on repurchases shares, (4) leverage has no effect on share repurchases, (5) independent board of commissioners has a negative effect on share repurchases, (6) institutional ownership has no effect on share repurchases. The implication for the company is that it is expected to be able to consider the value of the market to book ratio by paying attention to whether the stock price is undervalued or not and considering the nature of the company's earnings whether it is temporary or permanent so that it can determine the right dividend policy. In addition, it is also expected to consider the proportion of independent commissioners, whether the larger the proportion, the more effective the function as a monitoring manager. As for investors, it is hoped that they can consider the factors that influence the repurchase of shares in order to make the right decisions in making investments. For academics, this research is expected to be an additional reference for further research.
3367736730D1A018176PENGARUH PENAMBAHAN KUNING TELUR ITIK PADA PENGENCER SUSU SKIM TERHADAP MOTILITAS DAN FERTILITAS SPERMATOZOA AYAM KAMPUNGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kuning telur pada pengencer susu skim terhadap motilitas dan fertilitas spermatozoa ayam kampung. Materi yang digunakan adalah semen segar yang berasal dari 10 ekor ayam kampung dengan umur berkisar 1 – 2 tahun, 40 ekor ayam niaga petelur berumur 70 minggu, kuning telur itik, susu skim, aquabidestt. Penelitian ini terdiri dari 2 rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk motilitas dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk fertilitas. Perlakuan yang diberikan adalah P0 (100% susu skim + 0% kuning telur itik), P1 (95% susu skim + 5% kuning telur itik), P2 (90% susu skim + 10% kuning telur itik) dan P3 (85% susu skim + 15% kuning telur itik). Hasil penelitian menunjukan persentase motilitas spermatozoa ayam kampung dari semua perlakuan relatif sama (P>0,05), sedangkan persentase fertilitas dari semua perlakuan menunjukan hasil yang berbeda sangat nyata (P<0,01). Dapat disimpulkan bahwa penambahan kuning telur itik pada pengencer susu skim tidak menaikan nilai motilitas, tetapi menurunkan fertilitas. . The purpose of this study was to determine the effect of adding of duck egg yolk in skim milk diluents on the motility and fertility of Kampung rooster spermatozoa. The materials used in this research were fresh semen from 10 kampung roosters with ages ranging from 1-2 years, 40 commercial strains of egg-laying Isa Brown hens, aging 70 weeks old, duck egg yolk, skim milk and aquabidest. This study consisted of 2 experimental designs, a randomized block design (RBD) for motility and a complete randomized design (CRD) for fertility with 4 treatments and 5 replications. The treatments given were Po = 100 % skim milk + 0 % duck egg yolk; P1 = 95% skim milk + 5% duck egg yolk; P2 = 90 % skim milk+10% duck egg yolk; and P3 = 85% skim milk + 15% duck egg yolk. Result showed that percentage motility of kampung rooster spermatozoa is relative the same of all the treatments (P>0.05). While the percentage of the fertility all of the treatment show different value (P<0.01). It can be concluded that the addition of duck egg yolk in skim milk diluents did not increase of motility, but decreased the fertility.
3367836731B1A018149Struktur Vegetasi Pepohonan Penyusun Hutan Pegunungan Rendah Lereng Timur Gunung SlametHutan Gunung Slamet merupakan hutan hujan tropis pegunungan rendah yang memiliki berbagai spesies tumbuhan. Keanekaragaman tumbuhan di hutan Gunung Slamet sangat penting bagi masyarakat sebagai penunjang kehidupan. Mengingat pentingnya kawasan hutan Gunung Slamet maka ekosistem di kawasan tersebut perlu dilestarikan. Pelestarian ekosistem memerlukan data dasar tentang jenis-jenis tumbuhan terutama pepohonan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur vegetasi pepohonan penyusun hutan pegunungan rendah di lereng timur Gunung Slamet. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik garis berpetak. Parameter yang diamati meliputi spesies-spesies pepohonan, jumlah individu spesies pepohonan, dan diameter batang spesies pepohonan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener, Indeks Kemerataan Jenis, Indeks Nilai Penting, dan Indeks Kesamaan Komunitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa di lokasi penelitian ditemukan 25 spesies tumbuhan pepohonan yang masuk ke dalam 18 famili. Spesies pepohonan yang dominan pada setiap ketinggian tempat terdapat perbedaan yaitu Schima wallichii (1250 mdpl), Lithocarpus javensis (1500 m dpl & 1750 m dpl), Dracontomelon sp (2000 m dpl & 2250 m dpl), dan Samarantu (2500 m dpl). Indeks keanekaragaman tumbuhan pepohonan cenderung menurun seiring dengan naiknya ketinggian tempat. Berdasarkan hasil analisis perbandingan komunitas menggunakan analisis indeks kesamaan komunitas menunjukan bahwa komunitas pepohonan antar ketinggian tempat sangat berbeda. Semakin jauh perbedaan ketinggian tempat antara kedua komunitas yang dibandingkan, maka semakin rendah tingkat kesamaan komunitasnya, sebaliknya semakin dekat jarak ketinggian yang dibandingkan maka semakin besar nilai kesamaan komunitasnya. Hal tersebut diakibatkan adanya perbedaan kondisi lingkungan setiap ketinggian. Mount Slamet forest is a low mountain tropical rain forest that has various plant species. The diversity of plants in Mount Slamet forest is very important for the community as a supporter of life. The importance of the Mount Slamet forest area and the ecosystem in the area need to be preserved. Ecosystem conservation requires basic data on plant species, especially trees. The purpose of this research was to determine the vegetation structure of trees that composed the low mountain forest on the eastern slope of Mount Slamet. The sampling method in this study uses line quadrat technique. Parameters observed include tree species, number of individuals of each tree species, and diameter of tree species. The research data was analyzed using Shannon-Wiener Diversity Index, Species Evenness Index, Important Value Index, and Community Similarity Index. The result showed that at the research site there were 25 species belonging to 18 families with the most dominant species at each altitude including Schima wallichii (1250 m a.s.l), Lithocarpus javensis (1500 m a.s.l & 1750 m a.s.l), Dracontomelon sp (2000 m a.s.l & 2250 m a.s.l), dan Samarantu (2500 m a.s.l). The value of the Shannon-Wiener Diversity Index tends to decrease with increasing altitude, but the value of Evenness does not show a trend. The Community Similarity Index shows that the farther the altitude distance is compared the smaller the similarity index, on the contrary, the closer the altitude distance is compared, the greater of similarity index. This is due to differences in environmental conditions at each altitude.
3367937931J1D017059TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA TRANSAKSI JUAL BELI IKAN DI DESA LUWUNG DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN TEKS NEGOSIASI
Bahasa yang digunakan manusia dikaitkan dengan penutur dan mitra tutur maka akan terbentuk suatu tindak tutur dan peristiwa tutur. Tindak tutur adalah bagian dari pragmatik yang di artikan pengujaran kalimat untuk menyatakan suatu maksud dari pembicara atau penutur agar di ketahui oleh pendengar. Skripsi ini membahas mengenai tindak tutur ilokusi pada transaksi jual beli ikan di Desa Luwung karena pada tuturan penjual dan pembeli mengandung beberapa jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi.

Bentuk penelitian kualitatif, data yang di peroleh dalam oenelitian ini berupa data kualitatif dari tindak tutur ilokusi pada transaksi jual beli ikan di Desa Luwung. Data kualitatif di peroleh dengan metode simak yang memiliki teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar metode simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Data di analisis menggunakan metode padan, lalu di lanjutkan dengan teknik dasar dan lanjutan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 11 data jenis tindak tutur ilokusi pada transaksi jual beli ikan. Tindak tutur ilokusi tersebut terdiri dari 3 tindak tutur ekspresif, 4 tindak tutur direkuf, 1 tindak tutur representatif, 2 tindak tutur komisif, dan 1 tindak tutur deklaratif. Berdasarkan data tersebut dapat ditemukan 7 data fungsi tindak tutur ilokusi. Fungsi tindak tutur ilokusi tersebut terdiri dari 1 fungsi bersaing, 4 fungsi menyenangkan, 5 fungsi bekerjasama, dan 1 fungsi bertentangan. Relevansi hasil penelitian tindak tutur ilokusi pada transaksi jual beli ikan memiliki keterkaitan dengan materi pembelajaran yaitu pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi teks negosiasi kelas X.
Kata kunci : tindak tutur ilokusi, fungsi tindak tutur ilokusi, teks negosiasi
The language used by humans is associated with speakers and speech partners, so a speech act and speech event will be formed. A speech act is part of pragmatics that means the utterance of a sentence to express the intention of the speaker or speaker to be known by the listener. This thesis discusses illocutionary speech acts in fish buying and selling transactions in Luwung Village because the speech of sellers and buyers contains several types and functions of illocutionary speech acts.

In the form of qualitative research, the data obtained in this oenelitian is in the form of qualitative data from illocutionary speech acts on fish buying and selling transactions in Luwung Village. Qualitative data is obtained by the listening method which has basic techniques and advanced techniques. The basic techniques of the free listening method, recording techniques, and note-taking techniques. The data is analyzed using the match method, then continued with basic and advanced techniques.

The results showed that there were 11 types of illocutionary speech acts in fish buying and selling transactions. The illocutionary speech act consists of 3 expressive speech acts, 4 recurred speech acts, 1 representative speech act, 2 commissive speech acts, and 1 declarative speech act. Based on these data, 7 data on the function of illocutionary speech acts can be found. The illocutionary speech act function consists of 1 competing function, 4 pleasant functions, 5 cooperation functions, and 1 conflicting function. The relevance of the results of illocutionary speech act research on fish buying and selling transactions is related to learning materials, namely in subjects Indonesian class X negotiation text materials.
Keywords : illocutionary speech act, illocutionary speech act function, negotiation text
3368036733I1A016047FAKTOR-FAKTOR RISIKO OTITIS MEDIA AKUT (OMA) PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI PURWOKERTOABSTRAK
FAKTOR-FAKTOR RISIKO OTITIS MEDIA AKUT (OMA) PADA ANAK
SEKOLAH DASAR DI PURWOKERTO
Intan Nurmalasari1
, Siwi Pramatama MW2
, Devi Octaviana3
Latar belakang: Otitis Media Akut (OMA) atau yang biasa dikenal oleh masyarakat
dengan sebutan congek, merupakan keadaan terdapatnya cairan di dalam telinga tengah
dengan tanda dan gejala infeksi, dan dapat disebabkan oleh berbagai pathogen. OMA
yang mendapatkan penanganan yang tepat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari
hingga berdampak pada gangguan pendengaran permanen. Salah satu upaya
mencegah dan menanggulangi kasus OMA yakni dengan mengetahui faktor risikonya.
Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang dapat
menyebabkan kejadian OMA pada anak sekolah dasar.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
Kasus-Kontrol dan teknik pengambilan sampel pada kelompok kasus menggunakan Total
Sampling serta pada kelompok kontrol menggunakan Purposive Sampling. Responden
penelitian ini adalah orang tua dari siswa SD yang menjadi sampel dalam penelitian ini di
SDN 1 Bobosan dan SDN 4 Kranji dengan total responden kasus 34 responden,
sedangkan kelompok kontrol dalam penelitian ini menggunakan perbandingan 1:2.
Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis kelamin, status imunisasi,
riwayat alergi, riwayat ISPA, riwayat pemberian ASI eksklusif, pendapatan orang tua,
jumlah anggota keluarga dalam rumah, pajanan asap rokok. Pengambilan data dilakukan
dengan wawancara. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan dilanjutkan dengan
uji regresi logistik. Besar faktor risiko OMA diketahui dengan cara menghitung nilai odds
ratio (OR).
Hasil penelitian: Hasil bivariat terdapat hubungan antara riwayat pemberian asi
eksklusif, pendapatan orang tua, dan pajanan asap rokok dengan kejadian OMA pada
anak sekolah dasar di Purwokerto. Hasil multivariat terdapat pengaruh antara pajanan
asap rokok (OR 7,043) dengan kejadian OMA pada anak sekolah dasar di Purwokerto.
Kesimpulan: Pajanan asap rokok merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap
kejadian OMA pada anak sekolah dasar.
Kata kunci: Faktor Risiko, Otitis Media Akut, Anak Sekolah Dasar
1 Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas
Jenderal Soedirman
2
Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal
Soedirman
ABSTRACT
RISK FACTORS OF ACUTE OTITIS MEDIA (OMA) IN PRIMARY SCHOOL
CHILDREN IN PURWOKERTO
Intan Nurmalasari1
, Siwi Pramatama MW2
, Devi Octaviana3
Background: Acute Otitis Media (OMA) or commonly known by the public as congek,
is a condition where there is fluid in the middle ear with signs and symptoms of infection,
and can be caused by various pathogens. AOM that gets the right treatment can interfere
with daily activities and have an impact on permanent hearing loss. One of the efforts to
prevent and overcome AOM cases is to know the risk factors. The purpose of this
research is to find out what risk factors can cause AOM in elementary school children.
Research metgods: This study uses a quantitative method with a Case-Control approach
and the sampling technique in the case group using Total Sampling and in the control
group using Purposive Sampling. Respondents in this study were parents of elementary
school students who were sampled in this study at SDN 1 Bobosan and SDN 4 Kranji
with a total of 34 respondents, while the control group in this study used a ratio of 1:2.
The variables used in this study were gender, immunization status, history of allergies,
history of ARI, history of exclusive breastfeeding, parental income, number of family
members in the house, exposure to cigarette smoke. Data collection was done by
interview. Data were analyzed using Chi-Square test and continued with logistic
regression test. The risk factor for AOM is known by calculating the odds ratio (OR)
value.
Research result: Bivariate results showed a relationship between history of exclusive
breastfeeding, parental income, and exposure to cigarette smoke with the incidence of
AOM in elementary school children in Purwokerto. Multivariate results showed that there
was an influence between cigarette smoke exposure (OR 7,043) and the incidence of
AOM in elementary school children in Purwokerto.
Conclussion: Exposure to cigarette smoke is the most influential factor in the incidence
of AOM in primary school children.
Keywords: Risk Factors, Acute Otitis Media, Primary School Children
1
Student of the Public Health Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal
Soedirman University
2
Public Health, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University