Home
Login.
Artikelilmiahs
36655
Update
TAUZIAH SUFI
NIM
Judul Artikel
Struktur Komunitas Fitoplankton di Waduk Wadaslintang Wonosobo
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Waduk Wadaslintang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Wonosobo, tepatnya di Kecamatan Wadaslintang. Keberadaan fitoplankton di perairan Wadaslintang dapat dijadikan sebagai parameter ekologis untuk menggambarkan kondisi perairan tersebut. Fitoplankton mempunyai kisaran toleransi tertentu terhadap kondisi fisik dan kimia lingkungan di suatu perairan. Perubahan kondisi suatu perairan dapat berpengaruh terhadap struktur komunitas fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kelimpahan, keanekaragaman, dan dominansi fitoplankton pada zona pengamatan yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan metode survei di Waduk Wadaslintang Wonosobo. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menentukan 3 zona pengamatan. Zona waduk dibedakan menjadi tiga berdasarkan gradien longitudinal yaitu zona riverin atau area inlet yang berasal dari sungai, zona transisi atau area pemanfaatan yang biasa digunakan untuk keramba, dan zona lakustrin atau area genangan utama. yaitu Zona riverin (Stasiun 1, 2, dan 3), Zona transisi (Stasiun 4, 5, dan 6) dan Zona Lakustrin (Stasiun 7 dan 8) sebanyak 3 kali ulangan dengan interval waktu 4-5 minggu. Parameter utama yang diukur yaitu jumlah individu dan spesies fitoplankton. Parameter pendukung berupa suhu air, suhu udara, kecerahan, kedalaman, TDS, pH dan DO. Analilis data dilakukan dengan cara kuantitatif yaitu menghitung kelimpahan (Ind/l), indeks keanekaragaman (H’) Shannon – Wienner, indeks Dominansi (D) Simpson dan indeks kesamaan Bray-Curtis (B’) menggunakan aplikasi Primer. Struktur komunitas fitoplankton di Waduk Wadaslintang terdiri dari empat kelas yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae, dan Euglenophyceae. Kelimpahan fitoplankton di Waduk Wadaslintang berkisar 860 – 2820 ind/l. Keanekaragaman fitoplankton di Waduk Wadaslintang dikategorikan sedang sampai tinggi dengan nilai 2,773 - 3,427. Fitoplankton tidak ada yang mendominansi ditunjukkan dengan nilai yang rendah yaitu 0,045 – 0,097. Berdasarkan kehadiran jenis yang sama dengan kedekatan > 40%, terbagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok I (Stasiun 1, 2, dan 4), kelompok II (Stasiun 3, 5, dan 6), dan kelompok III (Stasiun 7 dan 8). Stasiun 4 memiliki kedekatan dengan Stasiun 1 dan 2 diduga dipengaruhi oleh tercampurnya masa air yang berasal dari kedua stasiun tersebut. Stasiun 3 lebih dekat dengan Stasiun 5 dan 6 diduga terdapat nutrien yang dapat mendukung kehadiran fitoplankton yang sama. Stasiun 7 dan 8 memiliki kedekatan tinggi karena keduanya terletak di zona lakustrin dengan hasil pengukuran parameter fisik dan kimia yang tidak jauh berbeda sehingga fitoplankton yang ditemukan memiliki banyak kesamaan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Wadaslintang reservoir located in Central Java, Wonosobo, precisely in Wadaslintang District. The presence of phytoplankton can be used as an ecological parameter to describe the condition of the Wadaslintang waters. Phytoplankton has a certain tolerance range to the physical and chemical environmental conditions in a waters. Changes in water conditions can affect the structure of the phytoplankton community. This study aims to determine and compare the diversity, and dominance of phytoplankton in different zones. The research was conducted by survey method in Wadaslintang Wonosobo Reservoir. Sampling was done by purposive sampling by determining 3 observation zones. The reservoir zone is divided into three based on the longitudinal riverine gradient or inlet area originating from the river, the transition zone or utilization area commonly used for cages, and the lacustrine zone or main bottom area. namely River Zone (Station 1, 2, and 3), Transition Zone (Station 4, 5, and 6) and Lacustrine Zone (Station 7 and 8) with 3 replications with an interval of 4-5 weeks. The main parameters measured were the number of individuals and species of phytoplankton. Supporting parameters are water temperature, air temperature, brightness, depth, TDS, pH and DO. Data analysis was carried out quantitatively, namely calculating (Ind/l), Shannon-Wienner diversity index (H'), Simpson's dominance index (D) and Bray-Curtis similarity index (B') using the Primer application. Phytoplankton community structure in Wadaslintang Reservoir consists of four classes, which is Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae, and Euglenophyceae. The abundance of phytoplankton in Wadaslintang Reservoir ranges from 860 – 2820 ind/l. Phytoplankton diversity in Wadaslintang Reservoir is categorized to high with a value of 2,773 - 3,427. Phytoplankton did not dominate, indicated by a low value of 0.045 – 0.097. Based on the same attendance with proximity > 40%, they were divided into three groups, namely group I (Station 1, 2, and 4), group II (Station 3, 5, and 6), and group III (Station 7 and 8). Station 4 is close to Stations 1 and 2 which is thought to be influenced by the mass of water coming from the two stations. Station 3 is closer to Stations 5 and 6, it is suspected that there are nutrients that can support the presence of the same phytoplankton. Stations 7 and 8 have close distances because both are located in the lacustrine zone with the results of physical and chemical parameters that are not much different so that phytoplankton have many similarities.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save