Home
Login.
Artikelilmiahs
36581
Update
RAFIDITYA ANGGORO
NIM
Judul Artikel
Implementasi Hukum Panduan Praktik Klinis Fisioterapi Gangguan Neuromusculer Dalam Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit (Studi di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum panduan pratik klinis fisioterapi gangguan neuromusculer dalam pelayanan kesehatan dan faktor-faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum panduan praktik klinis fisioterapi gangguan neuromusculer dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara sedangkan data sekunder dengan studi pustaka dan studi dokumen. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dilakukan secara analisis kualitatif dengan menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum panduan praktik klinis fisioterapi gangguan neuromusculer dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto telah dilaksanakan sesuai prosedur. Hal ini dapat dilihat dari 6 (enam) parameter yang disimpulkan berdasarkan tahapan-tahapan dalam penanganan pasien fisioterapi gangguan neuromuscler, yaitu meliputi : Anamnesis; Pemeriksaan fisik; Penegakan diagnosis; Rencana penatalaksanaan; Prognosis; Penyediaan sarana dan prasarana. Yang semuanya telah diselenggarakan sesuai dengan panduan praktik klinis fisioterapi. Adapun faktor-faktor yang cenderung berpengaruh terhadap implementasi hukum panduan pratik klinis fisioterapi gangguan neuromusculer dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto terbagi menjadi 2 (dua) faktor, faktor pendukung yaitu panduan praktik klinis fisioterapi yang mengakomodir kebutuhan pelayanan kesehatan, agenda pelatihan tahunan, kunjungan kerja, tenaga kesehatan fisioterapi yang terampil, fasilitas yang memadai dalam pemberian pelayanan kesehatan fisioterapi, dan masyarakat yang kooperatif dalam mengikuti rangkaian terapi. Sedangkan faktor penghambat yaitu alat mendadak bermasalah, kurangnya pemahaman pasien terhadap efek pasca terapi, pasien kurang terbuka dalam menyampaikan keluhannya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to determine the implementation of legal guidelines for clinical practice of physiotherapy for neuromuscular disorders in health services and the factors that tend to influence the implementation of legal guidelines for clinical practice of physiotherapy for neuromuscular disorders in health services at the Wijayakusuma Army Hospital, Purwokerto. This research uses qualitative research methods with empirical juridical approach, and descriptive analytical research specifications. The research location is at the Wijayakusuma Army Hospital, Purwokerto. The types of data used are primary data and secondary data. The primary data collection method is by interviewing while the secondary data is by literature study and document study. Data processing methods with data reduction, data display and data categorization. Presentation of data in the form of a qualitative matrix and narrative text. The data analysis method was carried out by qualitative analysis using content analysis. The results showed that the implementation of legal guidelines for clinical practice of physiotherapy for neuromuscular disorders in health services at the Wijayakusuma Army Hospital in Purwokerto was carried out according to the procedure. This can be seen from the 6 (six) parameters that are concluded based on the stages in the treatment of physiotherapy patients with neuromuscle disorders, which include: History; Physical examination; Enforcement of diagnosis; Management plan; Prognosis; Provision of facilities and infrastructure. Parameters based on the stages of physiotherapy clinical practice guidelines have been carried out in accordance with physiotherapy clinical practice guidelines. The factors that tend to influence the legal implementation of clinical practice guidelines for physiotherapy for neuromuscular disorders in health services at the Wijayakusuma Army Hospital Purwokerto Supporting factors are physiotherapy clinical practice guidelines that accommodate the needs of health services, annual training agenda, work visits, skilled physiotherapy health workers, adequate facilities in providing physiotherapy health services, and a cooperative community in participating in a series of therapies. While the inhibiting factors are the sudden problem of the device, the patient's lack of understanding of the post-therapy effect, the patient's lack of openness in conveying their problems.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save