Home
Login.
Artikelilmiahs
36591
Update
LARAS FEBRIANA
NIM
Judul Artikel
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Partisipasi Pria Secara Tidak Langsung dalam Program Keluarga Berencana di Wilayah Puskesmas Kembaran I Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Sampai dengan tahun 2020 cakupan peserta KB pria di Indonesia masih sangat rendah yaitu MOP 0,2% dan kondom 1,2%. Hal yang sama terjadi di wilayah kerja Puskesmas Kembaran 1 dimana cakupan pengguna kondom hanya 0,9% dan MOP 0,7%. Cakupan tersebut masih di bawah target yang ditetapkan yaitu 4%, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat partisipasi pria secara tidak langsung dalam program Keluarga Berencana di wilayah Puskesmas Kembaran 1 Kabupaten Banyumas. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi penelitian yaitu pria usia subur yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Kembaran 1 sebanyak 7.182 PUS dan sampel penelitian sebanyak 100 orang menggunakan teknik stratified sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat. Hasil Penelitian : Penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis bivariat variabel yang berhubungan adalah pengetahuan (p=0,000), jumlah anak (p=0,008), nilai anak (0,023), akses informasi (p=0,002), dukungan istri (0,000) dan peran toma (0,036). Kemudian hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang berpengaruh yaitu pengetahuan (OR=4,922), akses informasi (OR=3,055), dukungan istri (OR=3,166) dan jumlah anak (OR=7,259) Kesimpulan : Variabel jumlah anak adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap partisipasi pria dalam program KB dengan OR sebesar 7,259.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : Until 2020, the coverage of male family planning participants in Indonesia still very low, it is 0.2% MOP and 1.2% condoms. The same thing happened in the working area of the Puskesmas Kembaran 1 where the coverage of condom users was only 0.9% and the MOP was 0.7%. This coverage is still below the set target of 4%. Therefore this study aims to determine the factors affecting the male participation indirectly in the family planning program in the region of the Puskesmas Kembaran 1, Distric Banyumas. Methodology : This study uses a quantitative method with a cross sectional approach. Data collection techniques using a questionnaire. The research population, namely men of childbearing age who live in the working area of Puskesmas Kembaran 1 as many as 7,182 PUS and the research sample is 100 people using stratified sampling technique. The data analysis used is univariate analysis, bivariate analysis and multivariate analysis. Research Results : This study showed that based on the result of bivariate analysis the variables that were related were knowledge (p=0,000), number of children (p=0,008), child value (0,023), access to information (p=0,002), wife’s support (p=0,000) and the role of community leaders (p=0,036). Then the results of the multivariate analysis showed that the influential variables were knowledge (OR=4,922), access to information (OR=3,055), wife’s support (OR=3,166) and number of children (OR=7,259). Conclusion : The variable number of children is the variable that has the most influence on men’s participation in the family planning program with OR value 7,259.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save