Artikel Ilmiah : E1A016137 a.n. HILMI ABDILLAH

Kembali Update Delete

NIME1A016137
NamamhsHILMI ABDILLAH
Judul ArtikelUPAYA PEMERINTAH DESA DAN PENGURUS BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA
(Studi di Desa Maos Kidul Kabupaten Cilacap)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Era Otonomi bukan hanya daerah saja yang memiliki kewenangan otonomi tetapi desa juga memilikinya. Desa di Indonesia sebagai daerah hukum yang paling tua menjalankan otonomi yang sangat luas. Desa kini memiliki pengaturannya tersendiri dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Desa dengan otonomi penuhnya di tuntut untuk mencari sumber pendapatan asli desa (PAD) bagi pengembangan desanya. Salah satu hal yang dimungkinkan dilakukan untuk membangun dan mengembangkan desa berdasarkan UU Desa adalah dengan mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya Pemerintah Desa dan Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam meningkatkan pendapatan asli desa di Desa Maos Kidul Kabupaten Cilacap dan hambatannya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian deskriptif, sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder, data yang terkumpul disajikan dengan uraian yang sistematis dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, upaya Pemerintah Desa pada BUMDes Desa Maos Kidul Kabupaten Cilacap untuk meningkatkan PAD adalah melakukan bimbingan teknis dan memberikan bantuan modal untuk program. Pengurus BUMDes berupaya dengan menjalankan program-program yang sudah ada. Upaya sudah dilakukan BUMDes masih belum bisa memberikan sumbangsih ke PAD. Hambatan yang dialami oleh BUMDes yaitu kurangnya modal, kurangnya dukungan masyarakat, dan masih kurang lancarnya arus keuangan dalam program usaha.



Abtrak (Bhs. Inggris)The Autonomy Era is not only the region that has the autonomy authority but the village also has it. Villages in Indonesia as the oldest legal regions exercise a very wide autonomy. The village now has its own regulation in law number 6 of 2014 concerning villages. Villages with full autonomy are required to find sources of village original income (PAD) for village development. One of the things that it is possible to do to build and develop villages based on village laws is to establish Village Owned Enterprises (BUMDES). This study aims to determine the efforts of Village Government and Management of Village Owned Enterprise in increasing village original income in Maos Kidul Village, Cilacap Regency and the obstacles. This study uses a sociological juridical approach, with descriptive research specifications, data sources used are primary data and secondary data, the data collected is presented in a systematic description with qualitative analysis methods. Based on the results of research and discussion, it was found that the village government's efforts at BUMDes Berkah Rejeki to increase PAD are providing technical guidance and providing capital assistance for programs. BUMDes management tries to run existing programs. Despite efforts made by BUMDes, they are still unable to contribute to PAD. The obstacles experienced by BUMDes are lack of capital, lack of community support, and the lack of smooth financial flows in business programs.
Kata kunciKata Kunci: BUMDes, Upaya, Meningkatkan
Pembimbing 1Dr. Kadar Pamuji, S.H., M.H.
Pembimbing 2Sri Hartini, S.H., M.H.
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2022-04-18 07:37:43.34351
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.